Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGEMBANGAN SIMPADU DAN P3BM SEBAGAI INSTRUMEN PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI INDONESIA Oleh: Karim, S.Ant, MA Direktorat Penanggulangan Kemiskinan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGEMBANGAN SIMPADU DAN P3BM SEBAGAI INSTRUMEN PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI INDONESIA Oleh: Karim, S.Ant, MA Direktorat Penanggulangan Kemiskinan."— Transcript presentasi:

1 PENGEMBANGAN SIMPADU DAN P3BM SEBAGAI INSTRUMEN PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI INDONESIA Oleh: Karim, S.Ant, MA Direktorat Penanggulangan Kemiskinan Kementerian PPN/Bappenas Disampaikan pada Seminar Jagongan Media Rakyat (JMR) bersama Combine Resource Institution Yogyakarta, 23 Oktober 2014

2 Materi Paparan Kondisi Kemiskinan Saat Ini Problema Perencanaan di Indonesia Sistim Informasi Terpadu (SIMPADU) Penanggulangan Kemiskinan Pro Poor Planning, Budgeting, and Monitoring (P3BM)

3 KONDISI SAAT INI

4 Sejak tahun 2010, penurunan kemiskinan melambat, secara absolut menurun hanya sekitar 1 juta penduduk miskin per tahun. Tingkat kemiskinan pada bulan September 2013 sebesar 11,47% (target APBN 2013 sebesar 9,5%-10,5%). Target APBN 2014 sebesar 9,0%-10,5% (Revisi RPJMN 2009-2014: 8,0%-10,0%). Sedangkan Target RKP 2015 sebesar 9,0%-10,0%. 9 – 10,5 TINGKAT KEMISKINAN NASIONAL 2004-2014

5 Tingkat kemiskinan masih tinggi di sebagian besar Indonesia bagian Timur Namun, Jumlah penduduk miskin masih didominasi di Pulau Jawa Jumlah penduduk miskin tertinggi Kesenjangan Tingkat Kemiskinan dan Jumlah Kemiskinan Tahun 2013

6 DaerahMetode’98 [Maret 2014] Metode Baru [Maret 2013] Metode Baru [Maret 2014] Perkotaan 318.514 365.949 396.846 Perdesaan 286.097 305.418 342.906 Perkotaan+Perdesaan (T) 302.735 336.738 370.754 Garis Kemiskinan Daerah Metode’98 [Maret 2014] Metode Baru [Maret 2013] Metode Baru [Maret 2014] Perkotaan 8,34 10,57 9,92 Perdesaan 14,17 14,91 14,80 Perkotaan+Perdesaan (T) 11,25 12,75 12,35 Persentase Penduduk Miskin (P0) Hasil Penghitungan Garis Kemiskinan [Maret 2013 dan Maret 2014]

7 Persentase Penduduk Miskin (P0), Maret Tahun 2013 PROVINSI Metode 1998Metode Baru p0STELBUBp0STELBUB 11Aceh17.601.1015.3619.6811.700.959.8513.56 12Sumatera Utara10.060.748.5911.489.050.697.7310.42 13Sumatera Barat8.140.846.529.817.750.805.969.10 14Riau7.720.846.079.386.350.734.847.72 15Jambi8.070.986.2510.099.121.007.1111.03 16Sumatera Selatan14.240.9812.3016.1611.560.869.8713.25 17Bengkulu18.341.3915.6121.0813.001.2510.6515.55 18Lampung14.861.0712.8417.0517.601.1415.3619.83 19Bangka Belitung5.210.933.527.195.071.043.017.12 21Kepulauan Riau6.461.244.048.904.880.943.046.73 31DKI Jakarta3.550.822.195.427.861.215.5110.27 32Jawa Barat9.520.608.3610.7010.600.609.4211.79 33Jawa Tengah14.560.5713.4315.6720.410.6419.1621.67 34DI Yogyakarta15.432.0011.5819.4324.452.2020.0728.70 35Jawa Timur12.550.5711.4613.6716.440.6115.2517.64 36Banten5.740.824.077.305.880.814.227.41 51Bali3.950.692.645.365.140.753.666.62 52Nusa Tenggara Barat17.971.4915.0320.8910.211.187.9312.55 53Nusa Tenggara Timur20.031.0218.1322.1217.390.9615.4519.22 61Kalimantan Barat8.240.926.4910.097.280.975.409.22 62Kalimantan Tengah5.930.784.507.565.900.764.567.53 63Kalimantan Selatan4.770.643.496.004.330.573.215.46 64Kalimantan Timur6.060.794.527.619.560.957.6911.40 71Sulawesi Utara7.881.005.819.749.271.097.1211.40 72Sulawesi Tengah14.671.2812.1817.209.331.127.1211.50 73Sulawesi Selatan9.540.847.8711.186.250.744.797.69 74Sulawesi Tenggara12.831.2710.4115.386.000.844.347.65 75Gorontalo17.511.8513.9921.2514.501.7410.9817.80 76Sulawesi Barat12.301.968.2916.005.991.503.048.94 81Maluku19.491.5616.5122.6314.161.3511.2116.52 82Maluku Utara7.501.434.7210.3110.221.557.2013.27 91Papua Barat26.672.0822.5830.7225.222.0521.1029.15 94Papua31.131.2728.6433.6045.911.3443.2848.53 INDONESIA11.370.2010.9811.7512.750.2012.3613.15

8 Ketimpangan akses dan penjangkauan pelayanan dasar: pendidikan & kesehatan Kesehatan Ibu Kesehatan Anak AKSES PENDIDIKAN: Ketimpangan terjadi pada usia 13-15 dan usia lebih tua AKSES KESEHATAN: Kesenjangan terjadi pada kesehatan ibu dan anak Imunisasi dasar lengkap Angka Partisipasi Sekolah (2012) Sumber : SDKI 2012 Sumber : Susenas 2012

9 Ketimpangan akses dan penjangkauan pelayanan dasar: akses identitas dan infrastruktur dasar lainnya Salah satu kunci utama dalam rendahnya pertumbuhan pendapatan kelompok menengah ke bawah adalah kurangnya akses terhadap pelayanan dasar sehingga menjadi lebih produktif Proporsi Anak Tanpa Akte Kelahiran Berdasarkan Kuantil Pendapatan (%), 2012 24 juta anak atau 29% tidak memiliki akte lahir Kepemilikan akta kelahiran yang terbatas membuat terbatasnya akses penduduk miskin terhadap pendidikan gratis serta jaminan sosial lainnya Kesenjangan terhadap Akses Infrastruktur Penerangan, Air Bersih, dan Sanitasi, 2012 9 Sumber: Susenas, 2012

10 RPJPN 2005-2025 RPJMN 2015-2019 RPJMN 2015-2019 MP3KI 2013-2025 RPJMN 2005-2009 RPJMN 2005-2009 RPJMN 2010-2014 RPJMN 2010-2014 RPJMN 2020-2024 RPJMN 2020-2024 Evaluasi RPJMN 2010 - 2014 2005-20092010-20142015-2019***2020-2024*** 8,29,0 – 10,5**6,0 - 8,04,0 – 5,0 14,15 - 15,9711,47* Target Realisasi Catatan: * September 2013; ** sesuai revisi APBN 2014 (Target RPJMN 8,0-10,0%); *** sesuai MP3KI dan revisi RKP 2014 Background Study RPJMN 2015 - 2019 Rancangan RPJMN Teknokratis Sasaran Pengurangan Kemiskinan RPJM 2015-2019

11 1.Beasiswa Miskin 2.Jamkesmas 3.PKH 1.Bantuan Regular 2.Bantuan Temporer 3.Jaminan Kesehatan KLASTERIKLASTERI 1.Raskin 2.BLT (diperlukan saat krisis) 3.dll. Pelayanan Dasar Bantuan Sosial 1.Beasiswa Miskin 2.Rumah Layak Huni 3.Sanitasi 4.PKH 5.Infrastruktur dasar lainnya PNPM UMKMK/KUR Program Pro- Rakyat 1.Pinjaman modal dan aset 2.Peningkatan keterampilan 3.Peningkatan akses pasar KL A ST ER II III IV KL A ST ER II III IV SISTEM PERLINDUNGAN SOSIAL YANG KOMPREHENSIF PENINGKATAN PELAYANAN DASAR PENGEMBANGA N PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN (P2B)  EKONOMI RTM DI PEDESAAN PENGEMBANGA N PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN (P2B)  EKONOMI RTM DI PEDESAAN Aset Manusia Aset fisik Aset SDA Aset Finansial Aset Sosial JAMINAN SOSIAL BANTUAN SOSIAL ASURANSI SUKARELA INFRASTRUKTUR DAN SARANA PELAYANAN PUBLIK PERLUASAN JANGKAUAN PELAYANAN PUBLIK UNTUK PENDUDUK MISKIN DAN RENTAN PENGEMBANGAN SUSTAINABLE LIVELIHOOD Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, serta Perluasan dan Peningkatan Kesempatan Kerja KONDISI SAAT INI STRATEGI DAN KEBIJAKAN PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN/ OUTCOME Transformasi Program Penanggulangan Kemiskinan RPJMN 2010-2014RPJMN 2015-2019

12 PROBLEMA PERENCANAAN DI INDONESIA

13

14

15 PENGEMBANGAN SISTIM INFORMASI TERPADU (SIMPADU) PENANGGULANGAN KEMISKINAN

16 Tujuan Pengembangan 1.Tersedianya sistem informasi manajemen terpadu penanggulangan kemiskinan yang di dalamnya terdapat data warehouse sebagai basisdata kemiskinan yang komprehensif. 2.Tersedianya “tools” untuk mendukung perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. 3.Adanya mekanisme yang mudah dan cepat dalam mengintegrasikan dan mengakses data-data dasar dan informasi program penanggulangan kemiskinan.

17 Prinsip Dasar Pengembangan SIMPADU PK tidak mengubah sistem informasi manajemen (SIM) yang sudah dikembangkan di masing-masing program. SIMPADU PK hanya mengekstrak, mengkonversi dan menyajikan data yang disampaikan oleh masing-masing program. SIMPADU PK akan memverifikasi data yang disampaikan, namun TIDAK mengubah data. Hasil verifikasi akan disampaikan kepada kementerian/lembaga terkait. Perbaikan terhadap data dan informasi dilakukan oleh masing-masing kementerian/lembaga terkait.

18 Konsep Simpadu Penanggulangan Kemiskinan Program Penanggulangan Kemiskinan Data/Informasi ProgramData Dasar Klaster-1 PROGRAM PERLINDUNGAN SOSIAL 1.BSM 2.JAMKESMAS 3.RASKIN 4.PKH 5.BLT Klaster-2 PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) SIMPADU PNPM Mandiri Klaster-3 PROGRAM PEMBERDAYAAN UMKM (KUR) Klaster-4 PROGRAM PRO-RAKYAT 1.PROGRAM RUMAH SANGAT MURAH 2.PROGRAM KENDARAAN ANGKUTAN UMUM MURAH 3.PROGRAM AIR BERSIH UNTUK RAKYAT 4.PROGRAM LISTRIK MURAH & HEMAT 5.PROGRAM PENINGKATAN KEHIDUPAN NELAYAN 6.PROGRAM PENINGKATAN KEHIDUPAN MASYARAKAT MISKIN PERKOTAAN -Susenas -PODES -PPLS SIMPADU PROVINSI (membantu Pemantauan, Evaluasi, Pelaporan, dan Analisis Kemiskinan di daerah Diterjemahkan menjadi Masukan Program PK daerah Program Penanggulangan Kemiskinan - RKP - RPJM - Data Perekonomian - Data Keuangan Daerah Data/Informasi Lain

19 Tahapan Pengembangan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen yang mencakup data PNPM Mandiri ( SIMPADU PNPM Mandiri ) http://simpadu-pnpm.bappenas.go.id Metodologi yang digunakan dalam integrasi data adalah melalui Program Aplikasi antar- muka/interface ETL (Extract – Transform – Load). Peluncuran SIMPADU PNPM Mandiri versi 2.0 (perubahan engine disertai penambahan data dasar kemiskinan dari BPS dan integrasi data dengan PNPM Mandiri Penguatan) 1.Simpadu PK Nasional (berbasis web) 2.Simpadu PK Nasional (dalam bentuk mobile berbasis android) 3.Simpadu PK Provinsi 2009 2012 2012-2014

20 Instalasi Aplikasi Simpadu Mobile

21 Menu Tematik Klik peta yang akan ditampilkan Tampilan peta Tampilan disertai dengan tabel datanya

22 PRO-POOR PLANNING, BUDGETING, AND MONITORING

23 Persiapan Data & Analisa (Partisipatif) Analisa Partial Analisa Spasial MDGs Score Carding (Kartu Penilaian MDGs) * Identifikasi isu * Penentuan fokus program/kegiatan Integratif Proses Intepretasi & Aktualisasi (Partisipatif & Teknokrat) Respon Pembiayaan (Teknokrat & Politis) 5 Tepat (5 T) * Tepat Program * Tepat Kegiatan * Tepat Lokasi * Tepat Penerima * Tepat Anggaran Poverty Mapping (Pemetaan Kemiskinan) * Identifikasi lokasi bermasalah * Penetuan lokasi prioritas Kualitas Dokumen Perencanaan (Konsistensi & Relevansi) * Mengetahui dokumen yang tidak berpihak * Mengetahui tahapan proses yang tidak berpihak Budgeting Analysis (Analisa Pembiayaan/ Anggaran, Misalnya APBD) * Mengetahui prioritas anggaran * Menetukan prioritas belanja pembangunan Membangun Kerangka Pikir Yang Sama dalam Analisa P3BM Bagi SKPD, DPRD, LSM, PT & Media 5 ALAT P3BM Dbase MDGs & pembangunan Monitoring dan Evaluasi

24 Akses terhadap Sanitasi di Kab. Konawe masih dibawah Sultra, nasional. Belum mencapai target MDGs Goal 7 : Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup Target 7C : Menurunkan Separuh Proporsi penduduk yg tidak memiliki akses yg berkelanjutan terhadap air minum yg aman & sanitasi dasar pd 2015 Belum tercapai target MDGs & perlu kerja keras Hampir tercapai target MDGs & perlu konsistensi Tercapai target MDGs CONTOH ALAT & HASIL ANALISA SCORE CARDING MDG’s

25 Contoh aplikasi Pemetaan kemiskinan

26

27 BUDGETING ANALYSIS

28 PERIODE PELAKSANAAN P3BM-BAPPENAS 2006 - 2014

29 Pengembangan P3BM Lokasi Target Program P3BM: 24 Lokasi  menjadi 30 lokasi Provinsi 1.Jawa Timur 2.Jawa Barat 3.Banten 4.Yogyakarta 5.Maluku 6.Maluku Utara 7.Gorontalo 8.Papua 9.Papua Barat 10.NTB 11.NTT 12.Sultra Provinsi 1.Jawa Timur 2.Jawa Barat 3.Banten 4.Yogyakarta 5.Maluku 6.Maluku Utara 7.Gorontalo 8.Papua 9.Papua Barat 10.NTB 11.NTT 12.Sultra Kabupaten/Kota : 1.Kab. Gresik 2.Kab. Bandung Barat 3.Kab. Lebak 4.Kab. Gunung Kidul 5.Kab. Maluku Tengah 6.Kab. Halmahera Tengah 7.Kab. Gorontalo 8.Kab. Jayapura 9.Kab. Manokwari 10.Kab. Lombok Utara 11.Kab. Rote Ndao 12.Kota Kendari Kabupaten/Kota : 1.Kab. Gresik 2.Kab. Bandung Barat 3.Kab. Lebak 4.Kab. Gunung Kidul 5.Kab. Maluku Tengah 6.Kab. Halmahera Tengah 7.Kab. Gorontalo 8.Kab. Jayapura 9.Kab. Manokwari 10.Kab. Lombok Utara 11.Kab. Rote Ndao 12.Kota Kendari Usulan Tambahan Provinsi 1.Aceh 2.Bengkulu 3.Kalimantan Barat Usulan Tambahan Provinsi 1.Aceh 2.Bengkulu 3.Kalimantan Barat Usulan Tambahan Kabupaten 1.Aceh Besar 2.Seluma 3.Landak Usulan Tambahan Kabupaten 1.Aceh Besar 2.Seluma 3.Landak Target Kegiatan : TOT, Training, Peluncuran dbase P3BM, Sosialisasi & pembentukan Klinik P3BM Target Kegiatan : Training, Peluncuran dbase P3BM dan Sosialisasi

30 Provinsi 1.DKI Jakarta Kab/Kota 1.Kota Balikpapan 2.Gorontalo 3.Belitung Timur 4.DKI Jakarta 5.Tegal 6.Pekalongan 7.Kota Jayapura 8.Tanjung Jabung Barat 9.Indra Giri Hulu 10.Jatim Korwil I 11.Jatim Korwil II 12.Kota Tasikmalaya 13.Lombok Tengah 14.Samosir 15.Malang 16.Berau 17.Situbondo Provinsi 1.DKI Jakarta Kab/Kota 1.Kota Balikpapan 2.Gorontalo 3.Belitung Timur 4.DKI Jakarta 5.Tegal 6.Pekalongan 7.Kota Jayapura 8.Tanjung Jabung Barat 9.Indra Giri Hulu 10.Jatim Korwil I 11.Jatim Korwil II 12.Kota Tasikmalaya 13.Lombok Tengah 14.Samosir 15.Malang 16.Berau 17.Situbondo Provinsi 1.Kepri Kab/Kota 1.Kota Sukabumi 2.Halmahera Barat 3.Kota Malang 4.Belitung Timur 5.Tanggamus 6.Pacitan 7.Trenggalek 8.Ngawi 9.Kediri 10.Dairi 11.Cimahi 12.Taksimalaya 13.Bondowoso 14.Kota Tual 15.Malteng 16.Aru 17.Pesisir Selatan Provinsi 1.Kepri Kab/Kota 1.Kota Sukabumi 2.Halmahera Barat 3.Kota Malang 4.Belitung Timur 5.Tanggamus 6.Pacitan 7.Trenggalek 8.Ngawi 9.Kediri 10.Dairi 11.Cimahi 12.Taksimalaya 13.Bondowoso 14.Kota Tual 15.Malteng 16.Aru 17.Pesisir Selatan Lokasi 2013 Lokasi 2014 Lokasi permintaan pelatihan P3BM dengan dana APBD 18. Buru Selatan 19. Situbondo 20. Paniai 21. Pasuruan 22. Waropen 23. Kota Serang 24. Yahokimo 25. Kota Samarinda 26. Bappeda Malut 27. Seram Timur 29. Tuban 30. Sambas 31. Pohuwato 32. Simelue 33. Pandeglang 34. Majalengka 35. Indra Giri Hulu 36. Tanjung Jabung Barat 18. Buru Selatan 19. Situbondo 20. Paniai 21. Pasuruan 22. Waropen 23. Kota Serang 24. Yahokimo 25. Kota Samarinda 26. Bappeda Malut 27. Seram Timur 29. Tuban 30. Sambas 31. Pohuwato 32. Simelue 33. Pandeglang 34. Majalengka 35. Indra Giri Hulu 36. Tanjung Jabung Barat

31 MANAGEMEN PROGRAM Koordinator Updating Dbase & Monitoring SKPD BAPPENAS SEKNAS P3BM DFAD Pendamping MBM & Updating Database Kabupaten KLINIK P3BM BAPPENAS KLINIK P3BM BAPPENAS KOORDINASI KLINIK NASIONAL Koordinator MBM Koordinator P3BM Provinsi KLINIK P3BM PROVINSI Tim MBM & Updating Database Kecamatan Tim MBM & Updating Database Desa TIM P3BM PROVINSI DAN KABUPATEN

32 KARIM: 0815 7872 0902 karim.karim@bappenas.go.id MATUR NUWUN http://simpadu-pk.bappenas.go.id


Download ppt "PENGEMBANGAN SIMPADU DAN P3BM SEBAGAI INSTRUMEN PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI INDONESIA Oleh: Karim, S.Ant, MA Direktorat Penanggulangan Kemiskinan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google