Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

IBAA. KARENA KESALAHAN MANUSIA DARI DALAM / SISTEM ATAU DARI ALAT ITU SENDIRI DARI LUAR ALAM BINATANG GANGGUAN SISTEM DAPAT DISEBABKAN OLEH ; IBAA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "IBAA. KARENA KESALAHAN MANUSIA DARI DALAM / SISTEM ATAU DARI ALAT ITU SENDIRI DARI LUAR ALAM BINATANG GANGGUAN SISTEM DAPAT DISEBABKAN OLEH ; IBAA."— Transcript presentasi:

1 IBAA

2

3 KARENA KESALAHAN MANUSIA DARI DALAM / SISTEM ATAU DARI ALAT ITU SENDIRI DARI LUAR ALAM BINATANG GANGGUAN SISTEM DAPAT DISEBABKAN OLEH ; IBAA

4 JENIS GANGGUAN 1.BEBAN LEBIH 2.HUBUNG SINGKAT 3.TEGANGAN LEBIH # Tegangan lebih power frequency # Tegangan lebih Transient Surja Petir [lightning surge ] Surja hubung [ switching surge ] 4. GANGGUAN STABILITAS IBAA

5 1.MENGURANGI TERJADINYA GANGGUAN a. Menggunakan peralatan yang dapat diandalkan b. Spesifikasi yang tepat dan desain yang baik c. Pemasangan yang benar d. Penebangan / pemangkasan pohon e. Operasi dan pemeliharaan yang baik 2.MENGURANGI AKIBATNYA a. Mengurangi besarnya arus gangguan b. Melepas bagian sistem yang terganggu dengan menggunakan Pmt dan relai pengaman c. Penggunaan pola load shedding dan system splitting / islanding d. Penggunaan relai, PMT yang cepat untuk menghinari gangguan instability USAHA USAHA UNTUK MENGATASI GANGGUAN CARA MENGATASI GANGGUAN

6 IBAA 1.MENCEGAH KERUSAKAN PERALATAN YANG TERGANGGU,MAUPUN PERALATAN YANG DILEWATI OLEH ARUS GANGGUAN. 2.MENGISOLIR BAGIAN SISTEM YANG TERGANGGU SEKECIL MUNGKIN DAN SECEPAT MUNGKIN. 3. MENCEGAH MELUASNYA GANGGUAN. TUJUAN PROTEKSI

7 IBAA 1.MENDETEKSI ADANYA GANGGUAN ATAU KEADAN ABNORMAL PADA BAGIAN SISTEM YANG DIAMANKAN 2.MELEPAS BAGIAN SISTEM YANG TERGANGGU, SEHINGGA BAGIAN SISTEM YANG LAINNYA MASIH DAPAT TERUS BEROPERASI. FUNGSI PROTEKSI

8 IBAA PERANGKAT PROTEKSI + -- RELAI PROTEKSI PMT CT PT TIPPING COIL BATERE

9 IBAA 1.RELAI PENGAMAN SEBAGAI ELEMEN PERASA / PENGUKUR UNTUK MENDETEKSI GANGGUAN. 2.PEMUTUS TENAGA [ PMT ] SEBAGAI PEMUTUS ARUS DALAM SIRKUIT TENAGA UNTUK MELEPAS BAGIAN SISTEM YANG TERGANGGU. 3.TRAFO ARUS DAN ATAU TRAFO TEGANGAN MENGUBAH BESARNYA ARUS DAN ATAU TEGANGAN DARI SIRKUIT PRIMER KE SIRKUIT SEKUNDER [ RELAI ] 4.BATERE / AKI SEBAGAI SUMBER TENAGA UNTUK MENTRIPKAN PMT DAN CATU DAYA UNTUK RELAI STATIK DAN RELAI BANTU. 5.WIRING UNTUK MENGHUBUNGKAN KOMPONEN KOMPONEN PROTEKSI SEHINGGA MENJADI SATU SISTEM. PERANGKAT PROTEKSI

10 IBAA 1.SELEKTIVITAS 2.KEANDALAN [ RELIABLE ] 3.KECPATAN 4.SENSITIVITAS 5.EKONOMIS PERSYARATAN PROTEKSI

11 IBAA PENGAMAN HARUS DAPAT MEMISAHKAN BAGIAN SISTEM YANG TERGANGGU SEKECIL MUNGKIN, YAITU SEKSI YANG TERGANGGU SAJA YANG MENJADI KAWASAN PENGAMANANNYA. PENGAMAN YANG DEMIKIAN DISEBUT PENGAMAN YANG “ SELEKTIF “. JADI RELAI HARUS DAPAT MEMBEDAKAN APAKAH GANGGUAN TERLETAK DI DAERAH PENGAMANANNYA [ DIMANA RELAI HARUS BEKERJA DENGAN CEPAT ]. ATAU DI SEKSI BERIKUTNYA [ DIMANA RELAI KERJA DNGAN TUNDA WAKTU ATAU TIDAK KERJA SAMA SEKALI ]. SELEKTIVITAS

12 IBAA 1.DEPENDABILITY YAITU TINGKAT KEPASTIAN BEKERJA JADI TIDAK BOLEH GAGAL KERJA. 2.SECURITY YAITU TINGKAT KEPASTIAN UNTUK TIDAK SALAH KERJA. SALAH KERJA MENGAKIBATKAN PEMADAMAN YANG SEHARUSNYA TIDAK PERLU TERJADI. KEANDALAN [ RELIABILITY ]

13 IBAA 1.UNTUK MEMPERKECIL KERUGIAN / KERUSAKAN AKIBAT GANGGUAN MAKA RELAI HARUS BEKERJA SECEPAT MUNGKIN UNTUK MEMISAHKAN BAGIAN SISTEM YANG LAIN. 2.UNTUK MENDAPATKAN SELEKTIVITAS MUNGKIN SAJA SUATU PENGAMAN DIBERI TUNDA WAKTU [ TIME DELAY ], NAMUN WAKTU TUNDA HARUS SECEPAT MUNGKIN. KECEPATAN

14 IBAA PADA PRINSIPNYA RELAI HARUS PEKA, SEHINGGA DAPAT MENDETEKSI GANGGUAN WALAUPUN DALAM KONDISI YANG MEMBERIKAN RANGSANGAN YANG MINIMUM KEPEKAAN [SENSITIVITY ]

15 IBAA KAWASAN PENGAMANAN 1.SISTEM TENAGA LISTRIK TERBAGI DALAM BEBERAPA SEKSI – SEKSI. YANG SATU DENGAN YANG LAINNYA DAPAT DIHUBUNGKAN ATAU DIPUTUS OLEH PMT. 2.SETIAP SEKSI DIAMANKAN OLEH RELAI, DAN SETIAP RELAI MEMPUNYAI KAWASAN PENGAMANAN

16 IBAA DAERAH PENGAMANAN GENERATOR DAERAH PENGAMANAN GENERATOR -TRAFO DAERAH PENGAMANAN BUSBAR DAERAH PENGAMANAN BUSBAR DAERAH PENGAMANAN TRANSMISI DAERAH PENGAMANAN BUSBAR TM DAERAH PENGAMANAN TRAFO TENAGA DAERAH PENGAMANAN JARINGAN TM KAWASAN PENGAMANAN DARI PENGAMAN ISTEM TENAGA LISTRIK

17 IBAA 1.PEMBAGIAN ATAS DAERAH – DAERAH PENGAMANAN [ ZONA PENGAMANAN ]. 2.KOORDINASI DENGAN PERTINGKATAN WAKTU [ TIME GRADING ]. SELEKTIVITAS DAPAT DIPEROLEH DENGAN ;

18 IBAA 1.ADA KEMUNGKINAN SUATU RELAI GAGAL BEKERJA, OLEH KARENA ITU DILENGKAPI DENGAN PENGAMAN CADANGAN DISAMPING PENGAMAN UTAMA. 2.PENGAMAN CADANGAN BARU DIHARAPKAN BEKERJA BILA PENGAMAN UTAMA GAGAL, SEHINGGA PENGAMAN CADANGAN SELALU DIBERI TUNDA WAKTU. PENGAMAN UTAMA DAN CADANGAN [ MAIN AND BACK UP PROTECTION ]

19 IBAA PENGAMAN CADANGAN : a. PENGAMAN CADANGAN LOKAL [ LOCAL BACK UP ] b. PENGAMAN CADANGAN JAUH [ REMOTE BACK UP ] PENGAMAN CADANGAN LOKAL TERLETAK DITEMPAT YANG SAMA DENGAN PENGAMAN UTAMANYA. PENGAMAN CADANGAN JAUH TERLETAK DI SEKSI HULUNYA.

20 IBAA TERCIPTANYA PENGAMAN SISTEM YANG DAPAT MEMPERKECIL KERUGIAN ATAU KERUSAKAN AKIBAT GANGGUAN DAN MEMAKSIMUMKAN KEANDALAN SUPLAI TENAGA LISTRIK KEPADA KONSUMEN. PROTEKSI ADALAH ASURANSI DARI SISTEM TENAGA LISTRIK

21 IBAA

22 KLASIFIKASI RELAI PROTEKSI 1.Berdasarkan Besaran Input 2.Berdasarkan Karakteristik Waktu kerja 3.Berdasarkan Jenis kontak 4.Berdasarkan Prinsip Kerja 5.Berdasarkan Fungsi

23 IBAA BERDASARKAN BESARAN INPUT 1Arus [ I ] : Relai Arus lebih [ OCR ] Relai Arus kurang [UCR] 2Tegangan [U] : Relai tegangan lebih [OVR] Relai tegangan kurang [UVR] 3.Frekuensi [f] : Relai frekuensi lebih {OFR] Relai frekuensi kurang [UFR] 4. Daya [P ; Q ] : Relai daya Max / Min Relai arah / Directional Relai Daya balik 5.Impedansi [Z] : Relai jarak [Distance] 6.Beda arus : Relai diferensial

24 IBAA BERDASARKAN KARAKTERISTIK WAKTU KERJA 1.Seketika [Relai instsnt / Moment /high speed ] 2.Penundaan waktu [ time delay ] Definite time relay Inverse time relay 3. Kombinai instant dengan tunda waktu

25 IBAA BERDASARKAN JENIS KONTAK 1Relai dengan kontak dalam keadaan normal terbuka [ normally open contact] 2.Relai dengan kontak dalam keadaan normal tertutup [ normally close contact]

26 IBAA 1.Relai Proteksi 2.Relai Monitor 3.Relai programming ; - Reclosing relay - synchro check relay 4. Relai pengaturan [ regulating relay ] 5.Relai bantu - sealing unit - lock out relay - closing relay dan - tripping relay BERDASARKAN FUNGSI

27 IBAA 1.Tipe Elektromekanis a. Tarikan magnit : - tipe Plunger - tipe hinged armature - tipe tuas seimbang b. Induksi : - tipe shaded pole - tipe KWH - tipe mangkok { Cup ] 2.Tipe Thermis : - bimetal - termometer 3. Tipe gas : - relai buccholz / Jansen 4. Tipe Tekanan [ pressure relay ] 5. Tipe Statik [ Elektronik] BERDASARKAN PRINSIP KERJA

28 IBAA BILA KUMPARAN DIBERI ARUS MELEBIHI NILAI PICK UPNYA, MAKA PLUNGER AKAN BERGERAK KEATAS DAN TERJADI PENUTUPAN KONTAK. GAYA YANG YANG DITIMBULAKN SEBANDING DENGAN KWADRAT ARUS PADA KUMPARAN. RELAI INI MEMPUNYAI WAKTU KERJA YANG CEPAT, SEHINGGA BANYAK DIGUNAKAN SEBAGAI RELAI INSTANTANEOUS. KUMPARAN KONTAK GERAK KONTAK DIAM PLUNGER 1. TIPE PLUNGER

29 IBAA 2. TIPE HINGED ARMATURE BILA KUMPARAN DIBERI ARUS, MAKA LENGAN AKAN TERTARIK SEHINGGA UJUNG LENGAN YANG LAIN AKAN MENGGERAKAN KONTAK. GAYA ELEKTROMAGNITIK JUGA SEBANDING DENGAN KWADRAT ARUS KUMPARAN. TIPE INI BANYAK DIGUNAKAN SEBAGAI RELAI BANTU, KARENA DAPAT MEMPUNYAI KONTAK YANG BANYAK DAN KONTAKNYA MEMPUNYAI KAPASITAS PEMUTUSAN ARUS YANG LEBIH BESAR. KONTAK GERAK KONTAK DIAM LENGAN ARMATURE KUMPARAN

30 IBAA 3, TIPE TUAS SEIMBANG [ BALANCE BEAM ] I1 I2I1 I2 TORSI POSITIP TORSI NEGATIP PEGAS KONTAK TIPE INI TERDIRI DARI DUA KUMPARAN YAITU KUMPARAN KERJA DAN PENAHAN. DALAM KEADAAN SEIMBANG DIMANA GAYA PEGAS DIABAIKAN MAKA I1 / I2 = K [ KONSTANTE ] BILA I1 / I2 LEBIH BESAR DARI K MAKA RELAI AKAN MENUTUP KONTAK BILA I1 / I2 LEBIH KECIL DARI K MAKA RELAI AKAN BUKA KONTAK TIPE INI BANYAK DIGUNAKAN SEBAGAI RELAI DIFERENSIAL DAN RELAI JARAK.

31 IBAA TIPE INI TERDIRI DARI DUA KUMPARAN YAITU KUMPARAN KERJA DAN PENAHAN. DALAM KEADAAN SEIMBANG DIMANA GAYA PEGAS DIABAIKAN MAKA I1 / I2 = K [ KONSTANTE ] BILA I1 / I2 LEBIH BESAR DARI K MAKA RELAI AKAN MENUTUP KONTAK BILA I1 / I2 LEBIH KECIL DARI K MAKA RELAI AKAN BUKA KONTAK TIPE INI BANYAK DIGUNAKAN SEBAGAI RELAI DIFERENSIAL DAN RELAI JARAK. 1 2 KUMPARAN SHADING RING PIRINGAN MAGNIT TETAP KONTAK 4.SHADED POLE INDUCTION DISK

32 IBAA 5.TIPE WATTMETRIK [ KWH ] INTERAKSI ANTARA FLUK U DAN TERHADAP FLUK YANG DIPEROLEH DARI ARUS PUSAR YANG DIINDUKSIKAN PADA PIRINGAN AKAN MENGERAKAN PIRINGAN UNTUK BERPUTAR PUTARAN INI AKAN MENUTUP KONTAK UMUMNYA KARAKTERISTI K TUNDA WAKTUNYA ADALAH INVERSE PIRINGAN KUMPARAN LAGGING KUMPARAN UTAMA

33 IBAA PRINSIPNYA SAMA SEPERTI MOTOR INDUKSI. TERDAPAT ROTOR ALUMINIUM BERBENTUK SILIDER YANG DI TENGAHNYA INTI MAGNITIK SEHINGGA SILIDER TERSEBUT DAPAT BERPUTAR PADA SILINDER DIPASANG KONTAK GERAK DAN DAPAT MENUTUP KONTAK KE KIRI ATAU KE KANAN. 6. INDUCTION CUP

34 IBAA UNIT – UNIT DASAR DARI RELAI STATIK : 1.SIRKUIT INPUT [ BIASANYA INTERMEDIATE CT ] 2.RECTIFIER / PENYEARAH 3.LEVEL DETECTOR 4.TIMER / INTEGRATOR 5.POLARITY DETECTOR 6.COMPARATOR RELAI STATIK / ELEKTRONIK

35 IBAA OUTPUT TERGANTUNG DARI TEGANGAN INSTANT YANG TERTINGGI UOTPUT TERGANTUNG DARI ARUS INSTATANEOUS YANG TERTINGGI Ia Ib Ic Ia Ib Ic Vout 1.SIRKUIT INPUT [ INTERMEDIATE CT DAN RECTIFIER ]

36 LEVEL DETECTOR DC DIGUNAKAN UNTUK MENDETEKSI BILA LEVEL TEGANGAN DC PADA INPUT MELEBIHI SET LEVELNYA. BILA LEVEL INI DILAMPAUI MAKA OUTPUT DARI LEVEL DETECTOR BERUBAH DARI KONDISI MATI,ENJADI HIDUP DAN OUTPUT AKAN MENGERAKAN RELAI OUTPUT. IBAA + V in V ref V out Vs V t V out V in 2. LEVEL DETECTOR

37 IBAA SIRKUIT INTEGRATOR BANYAK DIGUNAKAN DALAM RELAI STATIK INPUT ARUS E1/R1 DALAM FEED BACK LOOP KAPASITIF LEWAT C INVERTING TERMINAL INPUT ADALAH PADA COMMON EARTH POTENSIAL,JADI TEGANGAN PADA C MENJADI SAMA DAN BERLAWANAN DENGAN Eo Eo SEBANDING DENGAN INTEGRAL DARI E1 SIRKUIT INI DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI RELAI WAKTU DIMANA KECEPATAN PERUBAHAN DARI OUTPUT SEBANDING DENGAN BESARNYA SIGNAL INPUT. + - E1 Eo C R1 I1 3. INTEGRATOR / TIMING CIRCUIT

38 IBAA INPUT SIGNAL ADALAH GELOMBANG SINUS YANG MANA DIUBAH KE BENTUK GELOMBANG KOTAK OLEH GAIN AMPLIFIER OUTPUT SIGNAL PADA DASARNYA ADALAH DIGITAL YANG HANYA MEMPUNYAI DUA KEADAAN [ HIGH DAN LOW ]. + +Vs -Vs 0 Vout Vin 4. POLARITY DETECTOR

39 IBAA UNTUK RELAI YANG MEMPUNYAI INPUT LEBIH DARI SATU MAKA DIGUNAKAN KOMPARATOR MISAL RELAI DAYA / DIRECTIONAL ; RELAI JARAK TIPE KOMPARATOR : 1. KOMPARATOR AMPLITUDO 2. KOMPARATOR FASA 5. KOMPARATOR

40 IBAA MENGUKUR BEDA FASA ANTARA DUA INPUT GELOMBANG SINUS A DAN B KEDUA GELOMBANG INI DIUBAH KE BENTUK KOTAK KEDUA GELOMBANG KOTAK MEMPUNYAI SISI-SISI SESUAI DENGAN GELOMBANG SINUSNYA DAN DIBANDINGKAN DENGAN GERBANG EXCLUSIVE OR. GERBANG LOGIK INI MEMPUNYAI SIFAT HANYA AKAN MEMBERI OUTPUT BILA SALAH SATU ADA SIGNAL TETAPI TIDAK KEDUA –DUANYA DAN BEKERJA SEBAGAI POLARITY COINCIDENCE DETECTOR. =1 COINCIDENCE DETECTOR EXCLUSIVE OR POLARITY DETECTOR Y X A B OUTPUT X Y KOMPARATOR FASA

41 IBAA POLARITY DETECTOR COINCIDENCE DETECTOR INTEGRATOR LEVEL DETECTOR INPUT TRIP

42 IBAA KONDISI KERJA KONDISI RESTRAINT OUTPUT COINCIDENE DETECTOR OPERATE RESET OUTPUT INTEGRATOR

43 IBAA

44 - Gangguan simetris ( gangguan 3 fasa ) - Gangguan tak simetris fasa – fasa fasa – fasa ke tanah fasa ke tanah GANGGUAN HUBUNG SINGKAT Bila terjadi gangguan tak simetris akan menimbulkan Ketidak seimbangan arus maupun tegangan. Untuk memecahkan masalah diatas maka digunakan “ TEORI KOMPONEN SIMETRIS “

45 IBAA SISTEM 3 FASA ARUS MASING MASING FASA TEGANGAN FASA ( LINE ) SAMA A B C

46 IBAA TEORI KOMPONEN SIMETRIS TEORI INI DIKEMUKAKAN OLEH C L PORTESQUE ( 1918 ) CARANYA ADALAH DENGAN MENGURAIKAN VEKTOR 3FASA YANG TAK SEIMBANG MENJADI 3 PASANG VEKTOR YANG SEIMBANG : # KOMPONEN URUTAN POSITIP # KOMPONEN URUTAN NEGATIP # KOMPONEN URUTAN NOL

47 IBAA Va1 Vb1 Vc1 Va2 Vc2 Vb2 Va0 Vb0 Vc0 KOMPONEN URUTAN POSITIP ( INDEK 1 ) TERDIRI DARI 3 PASOR YANG SAMA BESAR NYA, DAN ALING BERBEDA FASA SEBESAR 120 SATU SAMA LAINNYA ( URUTAN SAMA DENGAN PASOR ASLINYA ) KOMPONEN URUTAN NEGATIP ( INDEK 2 ) TERDIRI DARI 3 PASOR YANG SAMA DAN BERBEDA FASA 120 ( URUTANNYA BERLAWANAN DENGAN VEKTOR ASLINYA ) KOMPONEN URUTAN NOL ( INDEK 0 ) TERDIRI DARI 3 PASOR YANG SAMA DAN SEFASA.

48 IBAA OPERATOR “ a “ Suatu operator yang berfungsi untuk memutar vektor dengan Sudut 120 dan berlawanan arah dengan arah jarum jam,

49 IBAA HUBUNGAN KOMPONEN SIMETRIS DENGAN BESARAN FASA

50 IBAA SYNTHESIS TEGANGAN ARUS

51 IBAA. Va1 Vb1 Vc1 Va2 Vc2Vb2 Va0 Vb0 Vc0 Va Vb Vc Bila komponen simetrisnya diketahui Dapat digambarkan vektor aslinya.

52 IBAA BESARNYA KOMPONEN URUTAN NOL

53 IBAA BESARNYA KOMPONEN URUTAN Negatip

54 IBAA BESARNYA KOMPONEN URUTAN POSITIP DENGAN CARA YANG SAMA DAN DENGAN MENGALIKAN PERS ( 2 ) DENGAN BESARAN MAKA DIPEROLEH BESARNYA KOMPONEN URUTAN POSITIP

55 IBAA ANALYSIS TEGANGAN ARUS

56 IBAA IMPEDANSI URUTAN PENGERTIAN IMPEDANSI URUTAN PADA SISTEM TENAGA LISTRIK BERBEDA DENGAN PENGERTIAN KOMPONEN URUTAN PADA ARUS DAN TEGANGAN IMPEDANSI URUTAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT : IMPEDANSI URUTAN POSITIP (Z1) ADALAH IMPEDANSI DARI SIRKUIT 3 FASA YANG SIMETRIS YANG DIDAPAT DENGAN MEMBERIKAN TEGANGAN URUTAN POSITIP DAN HANYA MENGALIR ARUS URUTAN POSITIP SAJA IMPEDANSI URUTAN NEGATIP (Z2) DAN IMPEDANSI URUTAN NOL ( Z0 ) ADALAH IMPEDANSI YANG DIDAPAT SEPERTI HAL DIATAS HANYALAH TEGANGAN DAN ARUS YANG MENGALIR ADALAH URUTAN NEGATIP DAN NOL

57 IBAA IMPEDANSI URUTAN PERALATAN LISTRIK YANG STATIS SEPERTI TRAFO TENAGA. SALURAN TRANSMISI. ATAU DISTRIBUSI NILAI IMPEDANSI URUTAN POSITIP SAMA DNGAN URUTAN NEGATIP. SEDANG PERALATAN YANG BERPUTAR SEPERTI GENERATOR BESARNYA AGAK BERBEDA, SEDANG IMPEDANSI URUTAN NOL SANGAT BERBEDA DENGAN IMPEDANSI URUTAN POSITIP DAN NEGATIP.

58 IBAA IMPEDANSI URUTAN GENERATOR RANGKAIAN IMPEDANSI URUTAN POSITIP. NEGATIP DAN NOL DARI GENERATOR : PERSAMAAN DARI KETIGA URUTAN KOMPONEN SIMETRIS..... ( 1 )

59 IBAA TEGANGAN YANG DIBANGKITKAN GENERATOR SEIMBANG SEHINGGA MAKA PERSAMAAN ( 1 ) MENJADI..... ( 2 )

60 IBAA A C..... ( 3 ) TEGANGAN URUTAN NOL B..... ( 4 )

61 IBAA SEHINGGA RANGKAIAN IMPEDANSI URUTAN NOL DAPAT DIGAMBARKAN SBB; Tidak mengalir Titik netral tidak ditanahkan

62 IBAA IMPEDANSI TRAFO DAYA 2 KUMPARAN SAMBUNGAN URUTAN NOL URTAN POSITIP&NEGATIP L H L H LH ZL ZH ZLZH 3ZnH ZLZH ZLZH ZL ZH ZLZH3ZnH3ZnL ZL ZH ZLZH H H H H H H L L L L L L L L L L L L L H H H H H H H ZL ZH LH ZL ZH LH ZL ZH LH ZL ZH LH ZL ZH LH ZL ZH LH ZL ZH LH ZL ZH LH ZnL ZnH

63 IBAA PENGHANTAR RANGKAIAN RANGKAIAN T URUTAN POSITIP URUTAN NEGATIP URUTAN NOL URUTAN POSITIPURUTAN NEGATIPURUTAN NOL

64 IBAA A B C PERSAMAAN HUBUNG SINGKAT PADA GENERATOR ( Generator diandaikan dalam keadaan tanpa beban ) 1. HUBUN SINGKAT 3 FASA Kondisi awal pada titik Gangguan ;... (5) (6)

65 IBAA DENGAN MEMASUKAN PERS. (5) KE (6) : ARUS PADA FASA a : JADI ;,,,,,,, (7) (8) (9)

66 IBAA JADI ARUS HUBUNG SINGKAT 3 FASA : 3FASA E1 I1 N1 F1 Z1G E1 a b c Ia Ib Ic Va = Vb = Vc = (10) Diagram satu garis dan rangkaian urutannya D Diagram vektor untuk Gangguan 3 fasa

67 IBAA A B C 2. HUBUN SINGKAT 2 FASA Kondisi awal pada titik Gangguan ;

68 IBAA DENGAN MENGGUNAKAN RUMUS RUMUS KOMPONEN SIMETRIS MAKA ARUS HUBUNG SINGKAT DUA FASA DIPEROLEH ; ARUS HUBUNG SINGKAT 2 FASA ;

69 IBAA 2 fasa Zg E1 Z1gZ2g I1I2 N1 N2 F2F1 VCF Ic Ib a b c Vektor diagram Diagram satu garis Diagram urutan

70 IBAA A B C 3.HUBUN SINGKAT 1 FASA TANAH Kondisi awal pada titik Gangguan ; Menentukan komponen Komponen simetris ; JADI :

71 IBAA DENGAN MENGGUNAKAN RUMUS RUMUS KOMPONEN SIMETRIS MAKA ARUS GANGGUAN SATU FASA KE TANAH DAPAT DIPEROLEH Arus hubung singkat 1 fasa ke tanah :

72 IBAA 1 fasa Zg E1 Z1g Z2g I1 I2 N1N2 F2 F1 a b c Vektor diagram Diagram satu garis Diagram urutan Z0g I0 N0 F0 Ia VbF VcF

73 IBAA SATUAN PERUNIT ( PU ) RANGKAIAN 3 FASA :

74 IBAA ARUS DASAR : IMPEDANSI DASAR : br = baru lm = lama BILA :

75 IBAA CONTOH ( 1 ) ; TRAFO DAYA 3 FASA 15 MVA XT = 10% = 0,1 PU 13,8 KV138 KV Rasio Tegangan Kwadrat

76 IBAA CONTOH ( 2 ) ; TRAFO DAYA 3 FASA 15 MVA XT = 10% = 0,1 PU 13,8 KV 138 KV 20 MVA Xg = 30% G

77 IBAA 50MVA 22% 50MVA 10% G T1 70KV Z=15+J40 T2 2,5MVA 10% 20KV Z=6,79+J8,8 DIKETAHUI SUATU SISTEM SEPERTI GAMBAR BILA MVAb =100 ;KVb = SESUAI DENGAN TEGANGAN NOMINAL NYA. TENTUKAN ARUS DASAR ( ib), IMPEDANSI DASAR ( Zb ), SERTA IMPEDANSI JARINGAN DALAM PERUNIT. MVAb = 100 PADA SISTEM 70 KV :

78 IBAA PADA SISTEM 20 KV : IMPEDANSI DALAM PU :

79 IBAA RANGKAIAN EKUIVALEN URUTAN POSITIP ; E 1pu XgXT1ZAB ZCD XT1 J0,44 J0,20 0,31+j0,82 J0,20 1,7+j2,2 F1F2F3F4F5 TENTUKAN BESARNYA ARUS HUBUNG SINGKAT DI F1, F2, F3. F4, F5.

80 IBAA PROSEDUR KALKULASI ARUS HUBUNG SINGKAT DI SISTEM TEGANGAN TINGGI 1.GAMBAR SISTEM TERSEBUT DALAM KUTUB TUNGGAL. 2.BERI DATA DARI SELURUH KOMPONEN YANG ADA : = TEGANGAN SETIAP SEKSI DALAM KV = IMPEDANSI GENERATOR DAN TRAFO DAYA YANG DINYATAKAN DALAM % ( PU ). = IMPEDANSI DARI SALURAN TRANSMISI – DISTRIBUSI DALAM OHM/KM ATAU TOTAL OHM 3.TENTUKAN :MVAb ; KVb ; Ib 4.TENTUKAN JENIS GANGGUAN ; 3fasa ; 2 fasa ; 1 fasa ke tanah 5.GAMBAR RANGKAIAN IMPEDANSI MENURUT KOMPONEN SIMETRIS : POSITIP ; NEGATIP ; DAN NOL YANG DINYATAKAN DALAM PU. 6.SEDERHANAKAN RANGKAIAN IMPEDANSI URUTAN : GUNAKAN RUMUS TRANSFORMASI DELTA KE BINTANG DAN BINTANG KE DELTA 7.HITUNG ARUS HUBUNG SINGKAT DALAM PU KEMUDIAN DIUBAH KE DALAM AMPER.

81 IBAA RUMUS TRANSFORMASI ZAB ZBC ZAC A B C ZA A B ZB ZC C

82 IBAA SISTEM RTR TS S LINE GH 1. RANGKAIAN URUTAN POSITIP ; BUS N1 X F1 E E

83 IBAA E RANGKAIAN EKUIVALEN URUTAN POSITIP E X F1 N1 X F1 N1

84 IBAA RTR TS S LINE SISTEM GH 1. RANGKAIAN URUTAN NEGATIP ; BUS N2 X F2

85 IBAA RANGKAIAN EKUIVALEN URUTAN NEGATIP X F2 N2 X F2 N2

86 IBAA RTR TS S LINE SISTEM GH 1. RANGKAIAN URUTAN NOL ; BUS N0 X F0 OPEN

87 IBAA N0 F0 X X N0 RANGKAIAN EKUIVALEN URUTAN NOL

88 IBAA DIKETAHUI SUATU SISTEM SEPERTI GAMBAR A B C 40Km 50Km 150KV TENTUKAN :1. BESARNYA ARUS HUBUNG SINGKAT 3 FASA ; 2 FASA DAN 1 FASA KE TANAH 2. DISTRIBUSI ARUS PADA SAAT GANGGUAN 1 FASA DI C 3. TEGANGAN PADA BUS C. 50MVA Lembar Latihan

89 Lembar jawaban Impedansi Generator,Trafo dan Transmisi. Xtotal Generator Trafo di A Xtotal Generator Trafo di C X Transmisi A - B

90 Lembar jawaban X Transmisi B-C IMPEDANSI URUTAN POSITIP/NEGATIP X

91 Lembar jawaban RANGKAIAN URUTAN NOL C AB X

92 Lembar jawaban ARUS HUBUNG SINGKAT 1FASA KE TANAH

93 Lembar jawaban X X X

94 DISTRIBUSI ARUS URUTAN POSITIP / NEGATIP A BC

95 Lembar Jawaban DISTRIBUSI ARUS URUTAN NOL

96 Lembar Jawaban Arus Fasa di A Arus Fasa di B Arus Fasa di C Arus Fasa di A-B Arus Fasa di B-C

97 Lembar Jawaban 474,519A -159,3705A 3Io= 155,778A 474,519A -159,3705A 581,8441A -52,04A 854,7546A 52,04A 3Io 958,8346A 3Io 321,993A 107,3310A 3Io 1436,60A Distribusi Arus pada sistem untuk gangguan satu fasa ke tanah di Bus C 3Io

98 Lembar Jawaban Tegangan Fasa pada Bus C

99 Lembar Jawaban 474,519A -159,3705A 3Io= 155,778A 474,519A -159,3705A 581,8441A -52,04A 854,7546A 52,04A 3Io 958,8346A 3Io 321,993A 107,3310A 3Io 1436,60A Distribusi Arus pada sistem untuk gangguan satu fasa ke tanah di Bus C 3Io

100 IBAA

101 PENTANAHAN SISTEM Pentanahan sistem atau pentanahan titik netral adalah cara menghubungkan titik netral dari Generator dan Transformator tenaga ke tanah. Pentanahan sistem ini akan menentukan terhadap pengaruh tegangan dan arus masing masing fasa ke tanah pada saat terjadi gangguan satu fasa ke tanah. Sehingga pola pengamanan untuk maing masing sistem tergantung pada pola pentanahan sistem nya.

102 IBAA Ada beberapa pentanahan sistem : 1.Sistem yang tidak ditanahkan ( Floating system) 2.Sistem ditanahkan melalui impedansi ; - Tahanan ; - Tahanan tinggi - Tahanan tinggi - Reaktansi ( kumparan ) - Peterson coil - trafo pentanahan yang dibebani tahanan (trafo distribusi) pada generator. 3. Pentanahan langsung ( solid)

103 IBAA a b c n = e a = e b c n a b c n e 1. SISTEM YANG TIDAK DITANAHKAN Tegangan sistem pada kondisi normal Dengan kapasitansi yang seimbang Tegangan sistem dengan kapasitansi yang tak seimbang Tegangan pada saat gangguan satu fasa Ke

104 IBAA Ce a b c n a n bc Pada saat terjadi gangguan tanah arus yang mengalir hanya arus kapasitip karena adanya kapasitansi jaringan. Arus ni akan mengalir pada semua feeder baik feeder yang terganggu maupun feeder yang sehat.

105 IBAA Ce b c a Kontribusi arus kapasitip pada saat terjadi gangguan Satu fasa ke tanah.

106 IBAA a n bc Ce a b c n Tegangan fasa ke tamah untuk sistem ditanahkan melalui Tahanan tinggi mendekati sistem yang tidak ditanahkan. Untuk arus gangguan tanahnya terdiri dari dua komponen Yatu komponen kapasitip dan resistip yang mengalir melalui Tahanan pentanahan. 2. Sistem ditanahkan melalui tahanan tinggi Rn

107 IBAA Distribusi arus kapasitip dan resistip untuk pentanahan Tahanan tinggi.

108 IBAA 3. Sistem ditanahkan melalui tahanan rendah Pada sistem yang ditanahkan melalui tahanan rendah, kemencengan tegangan pada saat terjadi gangguan ketanah relatip kecil dibanding dengan sistem yang ditanahkan dengan tahanan tinggi. Arus resistip relatip besar dibandingkan arus kapaitip. Namun demkian arus kapasitip ( ) harus diperhitungkan terutama untuk kabel tanah. 4. Sistem ditanahkan langsung Untuk sistem ini arus gangguan satu fasa ketanah relatip besar sehingga pengaruh arus kapasitip dapat diabaikan. Demikian juga tegangan pada fasa ynag sehat relatip tetap sama dengan tegangan fasa ke fasa dibagi

109 IBAA


Download ppt "IBAA. KARENA KESALAHAN MANUSIA DARI DALAM / SISTEM ATAU DARI ALAT ITU SENDIRI DARI LUAR ALAM BINATANG GANGGUAN SISTEM DAPAT DISEBABKAN OLEH ; IBAA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google