Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGARUH OPINI PUBLIK DI BIDANG POLITIK DAN BISNIS CHELSY YESICHA, S.SOS, M.I.KOM.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGARUH OPINI PUBLIK DI BIDANG POLITIK DAN BISNIS CHELSY YESICHA, S.SOS, M.I.KOM."— Transcript presentasi:

1 PENGARUH OPINI PUBLIK DI BIDANG POLITIK DAN BISNIS CHELSY YESICHA, S.SOS, M.I.KOM

2 Pokok bahasan 1. Pengaruh opini public 2. Hadley Cantril (1992) mengemukakan “the 15 laws of public opinion” 3. Citra mempengaruhi kinerja organisasi bisnis

3 Pengaruh dan sifat opini public 1. Opini public dapat memperkuat undang-undang dan peraturan-peraturan. Sebab tanpa didukung oleh opini public undang-undang dan peraturan-peraturan tidak akan berjalan dengan baik, oleh sebab itu perlu adanya penjajakan terhadap opini public tentang undang- undang atau peraturan yang akan di tetapkan. Namun demikian opini public bukanlah satu-satunya dasar pertimbangan pembuatan undang-undang. Opini public merupakan pendukung moril dalam masyarakat. Opini public merupakan pendukung eksistensi lembaga- lembaga social.

4 “the 15 laws of public opinion” Hadley Cantril (1992) mengemukakan “the 15 laws of public opinion” Cutlip and center (1958) menyatakan tentang opini public yaitu yang diringkas menjadi 13 poin: 1. Opini public sangat peka terhadap peristiwa-peristiwa penting 2. Opini public tidak akan stabil sebelum peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan perkembangan yang jelas. Peristiwa yang bersifat luar biasa dapat merubah opini public seketika, contohnya bank permata. 3. Opini lebih banyak ditentukan oleh peristiwa dari pada kata-kata, kecuali kata-kata itu sendiri merupakan suatu peristiwa. 4. Pada saat individu masih bimbang dan mencari keterangan dari sumber yang dapat dipercaya, maka pada saat itu pernyataan dan tindakan merupakan sesuatu hal yang sangat berpengaruh.

5 .  Opini public pada umumnya tidak mendahului kejadian, tetapi mengikuti kejadian.  Secara psikologis, opini pada dasarnya ditentukan oleh kepentingan-kepentingan pribadi.  Opini mudah berubah, kecuali menyangkut kepentingan pribadi atau kelompok  Bila kepentingan pribadi dan kelompok telah terkait, maka opini public dalam Negara demokrasi cendrung mendahului kebijaksanaan pemerintah.  Jika opini tidak didukung oleh kelompok mayoritas, atau didukung oleh dasar- dasar yang kuat, maka khalayak cendrung untuk mengalihkan opini.  Pada saat kritis, orang-orang menjadi lebih peka dari biasanya terhadap kemampuan pemimpinnya  Jika orang-orang diikut sertakan dalam pengambilan keputusan, maka ketika terjadi krisis maka orang-orang tersebut segan menentang pemimpinnya  Orang lebih senang membuat opini tentang suatu tujuan dari pada bagaimana metode yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.  Masyarakat yang demokratis lebih menyetujui opini yang lebih obyektif dari pada ahli yang realistis.  Opini public pada umumnya tidak mendahului kejadian, tetapi mengikuti kejadian.  Secara psikologis, opini pada dasarnya ditentukan oleh kepentingan-kepentingan pribadi.  Opini mudah berubah, kecuali menyangkut kepentingan pribadi atau kelompok  Bila kepentingan pribadi dan kelompok telah terkait, maka opini public dalam Negara demokrasi cendrung mendahului kebijaksanaan pemerintah.  Jika opini tidak didukung oleh kelompok mayoritas, atau didukung oleh dasar- dasar yang kuat, maka khalayak cendrung untuk mengalihkan opini.  Pada saat kritis, orang-orang menjadi lebih peka dari biasanya terhadap kemampuan pemimpinnya  Jika orang-orang diikut sertakan dalam pengambilan keputusan, maka ketika terjadi krisis maka orang-orang tersebut segan menentang pemimpinnya  Orang lebih senang membuat opini tentang suatu tujuan dari pada bagaimana metode yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.  Masyarakat yang demokratis lebih menyetujui opini yang lebih obyektif dari pada ahli yang realistis.

6 CITRA MEMPENGARUHI KINERJA ORGANISASI BISNIS

7 . Opini mempunyai hubungan yang sangat erat dengan citra, karena citra merupakan bagian atau salah satu bentuk dari opini. Opini publik tentang suatu organisasi sangat tergantung bagaimana citra organisasi tersebut di mata khalayak. Untuk memahami lebih jauh, maka perlu dipahami terlebih dahulu definisi citra (image) menurut pakar komunikasi

8 . Water Lippmann (1922) menggambarkan citra (image) sebagai “Picture in our heads” (gamaran sesuatu yang ada dalam pikiran kita). Sedangkan definisi citra menurut Robert (1979) ; “representating the totality of all information about the world any individual has processed, organized, and stored”. (adalah keseluruhan informasi tentang dunia ini yang telah diolah, diorganisasikan dan disimpan oleh individu) Menurut David A.Aker dan John G.Mayers (1983), citra didefinisikan sebagai seperangkat anggapan, impresi atau gambaran individu ataupun kelompok mengenai obyek tertentu. Sedangkan Rhenald Kasali (2000) mengartikan citra sebagai kesan atau persepsi yang timbul karena pemahaman akan suatu frnomena atau kondisi tertentu. Water Lippmann (1922) menggambarkan citra (image) sebagai “Picture in our heads” (gamaran sesuatu yang ada dalam pikiran kita). Sedangkan definisi citra menurut Robert (1979) ; “representating the totality of all information about the world any individual has processed, organized, and stored”. (adalah keseluruhan informasi tentang dunia ini yang telah diolah, diorganisasikan dan disimpan oleh individu) Menurut David A.Aker dan John G.Mayers (1983), citra didefinisikan sebagai seperangkat anggapan, impresi atau gambaran individu ataupun kelompok mengenai obyek tertentu. Sedangkan Rhenald Kasali (2000) mengartikan citra sebagai kesan atau persepsi yang timbul karena pemahaman akan suatu frnomena atau kondisi tertentu.

9 . Sementara itu, Rosady Ruslan (1998) berpendapat bahwa citra bersifat abstrak atau intangible, tetapi wujudnya dapat dirasakan melalui penilaian, baik semacam tanda respek dan rasa hormat dari public atau masyarakat luas terhadap perusahaan yang baik, dipercaya, profesiaonal dan dapat diaandalkan dalam pembinaan pelayanan yang baik.

10 Klasifikasikan citra 1. Mirror image (citra bayangan) yaitu : citra yang diamati oleh “orang dalam” mengenai pandangan pihak eksternal terhadap organisasinya, Citra ini sering tidak tepat, sebagai akibat dari tidak memadainya informasi, pengetahuan ataupun pemahamannya tentang ekternal organisasi. 2. Current image (citra yang berlaku) yaitu : Kebalikan dari citra bayangan, citra yang berlaku adalah : suatu citra atau pandangan yang melekat pada pihak-pihak luar mengenai suatu organisasi. Citra ini jarang sesuai dengan kenyataan, karena terbentuk dari pengalaman atau pengetahuan yang sering kurang memadai.

11 . 3. Wish image ( citra yang diharapkan) yaitu : Citra yang diinginkan oleh pihak manajemen. Biasanya citra harapan itu memang sesuatu yang berkonotasi pada nilai yang lebih baik 4. Corporate image (citra perusahaan ) yaitu : citra dari suatu organisasi secasa keseluruhan yang terbentuk oleh banyak hal. Hal-hal positif yang dapat meningkatkan citra suatu perusahaan antara lain adalah ; sejarah atau riwayat hidup perusahaan yang gemilang, berdedikasi di bidang keuangan, reputasi sebagai pencipta lapangan kerja dalam jumlah yang besar dan sebagainya.

12 . 5. Multiple image (citra majemuk) yaitu : sikap perusahaan atau organisasi pasti memiliki banyak unit, anggota organisasi dan pegawai. Masing-masing unit dan individu tersebut memiliki perangai dan perilaku sendiri, sehingga secara sengaja atau tidak sadar, mereka pasti memunculkan suatu citra yang belum tentu sama dengna organisasi atau perusahaan secara keseluruha. 6. Citra baik dan buruk. Kedua citra ini bersumber dari adanya citra-citra yang berlaku (current image) yang bersifat negarif ataupun positif.

13 Citra yang ideal Sesungguhnya citra yang ideal adalah impresi atau kesan yang benar, yakni sepenuhnya berdasarkan atas kenyataan yang sesungguhnya.

14 Teori pembentukan citra (image building theory) Menurut M.Wayne De Lozier (1976), teori pembentukan citra (image building theory) menyebutkan bahwa terbentuknya citra dimulai dari proses penerimaan pesan atau informasi secara fisik oleh panca indra. Kemudian masuk ke saringan perhatian (attention filter) dan menghasilkan pesan yang dapat dimengerti atai dilihat (perceived massage). Selanjutnya pesan tersebut akan berubah menjadi persepsi sehingga akhirnya menghasilkan citra. Konsep ini dapat dilihat pada gambar berikut ini :

15 . Pencetus Information seeking, Donohew dan Tipton (1973) mempunyai konsep penting tentang citra (image) atau image of reality. Seseorang dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu : Tingkat pengalaman yang diperoleh sepanjang hidupnya Konsep diri atas nilai-nilai budaya yang dianutnya Strategi dalam pemrosesan atau pengolahan inforasi yang akan turut mempengaruhi tindakan maupun sikapnya terhadap peristiwa atau fenomeda tertentu.

16 . Salah satu asumsi utama dari teori ini menyebutkan bahwa ketika menerima stimuli atau informasi, orang cendrung untuk menghindari infomrasi yang sangat berbeda dengan “image of reality” yang sudah ada pada dirinya. Apabila stimuli diabaikan, maka proses pencarian informasi otomatis akan dihentikan.

17 . Apabila individu memilih untuk memperhatikan stimuli tersebut, karena dianggap sesuai atau tidak bertentangan dengan “image of reality”, maka akan menuntut adanya suatu tindakan tertentu. Tindakan individu tersebut akan dipengaruhi oleh : 1. Pengalaman 2. Konsep diri 3. Strategi dalam pemrosesan informasi

18 . Pada bagian akhir proses ini, dapat menghasilkan revisi pada “image of reality” seseorang. Pengalaman barunya mungkin dapat mengubah persepsinya terhadap lingkungan dan juga sikap diri yang telah dia miliki. Sesungguhnya citra yang ideal adalah impresi atau kesan yang benar, yakni sepenuhnya berdasarkan atas kenyataan yang sesungguhnya. Pemberian informasi yang lengkap merupakan kata kunci bagi upaya pembentukan citra (image) yang positif. Menurut Kasali (2000) informasi lengkap yang dimaksud bukanlah berarti infromasi yang banyak dan terinci. Akan tetapi informasi yang mampu menjawab kebutuhan public atau khalayak. Selain itu, informasi tersebut disampaikan dengan baik sehingga dapat dipahami, rasional dan dapat dipercaya.

19 . Citra positif memang merupakan salah satu tujuan pokok bagi suatu organisasi, lembaga, perusahaan, departemen, individu dan kelompok. Tercipta suatu citra yang baik di mata khalayak atau public akan banyak menguntungkan. Kiranya penting untuk dipahami bahwa, untuk membuat citra positif yang pada akhirnya menjadi opini public yang positif, bukanlah persoalan jangka pendek ataupun persoalan menyebarkan press releasei semata. Karena opini public tidak hanya dipengaruhi oleh berita tunggal yang disebarluarkan pada hari ini. Akan tetapi oleh berita-berita ata informasi yang beredar dalam beberapa tahun belakangan secara kontinyu (danan : 1995)

20 METODE DAN TEKNIK MEMPENGARUHI & PEMBENTUKAN OPINI PUBLIK Sumber :Walter Lippmann, Public opinion (new York : Harcout, Brace and Company, 1972) :P Situasi tindakan Persepsi terhadap tindakan Respon berdasarkan persepsi Media massa

21 Rahmadi dalam Soemirat (2004) menjelaskan usaha untuk mempengaruhi opini public dapat dilakukan dengan cara : 1. Koarsif (memaksa) dengan terror, pemerasan,boikot 2. Persuasif (membujuk) dengan mendekati sisi prsikologis secara halus guna membangkitkan kesadaran individu melalui komunikasi yang informative dengan metode pidato, ceramah, breafing, propaganda, lobbying dll. Dengan cara tertulis maupun menggunakan gambar, isyarat, tanda-tanda

22 Pelaksanaan persuasi dapat dilakukan dengan metode : Metode partisipasi yang dapat menghilangkan stereotypes atau prejudice antara individu, kelompok, bangsa atau Negara. Dengan mengikut sertakan seorang individu yang merupakan bagian dari khalayaknya agar timbul pengertian dan harga menghargai diantaran mereka Metode assosiasi yaitu : pesan (message) disampai dengan menghubungkannya dengan peristiwa dan obyek yang popular

23 Metode Icing device yaitu : menyajikan pesan dengan menggunakan emotional appeal agar lebih menarik, tidak mudah dilupakan, dan lebih menonjol dan simpati Pay off idea yaitu : menyajikan pesan dengan mengandung sugesti (anjuran) yang bila anjuran itu ditaati, maka akan mendatangkan kebajikan Fear arousing yaitu : menyajikan pesan yang menimbulkan rasa khawatir, takut bila tidak mematuhi informasi yang dikemukakan.

24 Pendekatan yang dilakukan dalam metode persuasi ini, menurut Wilbur Schrammm(1965: 17) hendaklah melakukan pendekatan “AA Procedure” atau “from attention to action” sebagai berikut : 1. Membangkitkan perhatian (attention) 2. Mempengaruhi komunikan agar melakukan tindakan (action) yang diinginkan Selain “AA Procedure” atau “from attention to action” masih ada pendekatan persuasi lainnya yaitu : AIDDA. Attention, Interest, Desire, Decision, Action.

25 Tipe saluran komunikasi dalam mempengaruhi opini public; 1. Komunikasi massa, 2. interpersonal, 3. organisasi

26 . Komunikasi adalah proses timbal balik (resiprokal) pertukaran sinyal untuk memberikan informasi, membujuk atau memberI perintah, berdasarkan makna yang sama dan dikondisikan oleh konteks hubungan para komunikator dan konteks sosialnya. Media massa memiliki efek yang sangat luas terhadap pembentukan, penggiringan, pengalihan, opini public. Orang-orang yang bijak, maupun institusi yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan politik dan kegiatan bisnis, pendidikan dll, menaruh perhatian besar terhadap opini public.

27 Kesadaran tentang kekuatan opini publik itu diperlukan apalagi setelah komunikasi massa menjadi fenomena gobal. Sinyal satelit dan internet mengirimkan gambar-gambar, suara baik langsung maupun rekaman tentang suatu peristiwa yang diharapkan akan menyedot perhatian khalayak dunia internasional tentang suatu peristiwa atau isu yang terjadi dan diliput oleh media massa yang dapat diterima khalayak.

28 Media masa banyak dimanfaatkan dalam mempengaruhi opini public, menggiring opini public, terutama pada saat pilpres, pilkada, iklan suatu produk, serta pemilihan wakil-wakil rakyat di parlemen dll. Pemahaman yang benar terhadap Opini public dibutuhkan didalam sebuah kawasan, Negara, pembuat kebijakan ;Kepala Negara, mentri dan pembuat kebijakan lainnya di Negara demokratis seperti Negara Indonesia.

29 Opini public juga dibutuhkan oleh politisi untuk menentukan strategi kampanye dan mengetahui peta kekuatan politik dari sudut pandang opini public, Popularitas seorang politisi dll. Melalui media massa opini khalayak dapat dibentuk, digiring, dan dipengaruhi. Kita dapat menonton tindak tanduk anggota DPR dalam siding-sidangnya, bangku yang kosong, Anggota DPR yang tertidur ketika rapat, Etika berdiskusi dalam perbedaan pendapat terutama saat ini pansus yang menangani bank century. Sehingga memuncukan “actor-aktor baru” yang menarik perhatian public dan memunculkan opini public tentang aspek-aspek diri anggota pansus tersebut.

30 Demikian pula dengan seorang PR didalam menjalankan tugas-tugasnya. Sebuah perusahaan baik bergerak dibidang jasa, produk dan lainnya yang tidak memperhatikan opini public yang menjadi konsumen maupun khalayak yang potensial menjadi konsumennya, maka dapat dipastikan tidak dapat melakukan inovasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan khalayak dan pada akhirnya akan ditinggalkan “pasar”

31 Media telah memperliahatkan apa yang dijelaskan oleh Lippman tentang dunia luar dan gambaran di kepala kita tentang dunia luar. Media saat ini telah tumbuh dan berkembang dengan kualitas dan kuantitas yang beragam Sehingga menimbulkan kompetisi untuk meraih audien sangat ketat. Kompetisi media massa saling bersaing tersebut telah pula merubah sifat berita itu sendiri yang cendrung yang unik, menarik, up to date dan sensasional. Kompetisi tersebut terkadang menempatkan para pemburu, pengolah dan penyebar berita pada posisi dilematis, antara idialisme yang menekankan peran media massa sebagai contol social, dengan kepentingan menarik keuntungan melalui content berita yang lebih mengedepankan sisi menarik, up-to date dan sensasional.

32 Perhatian khalayak menjadi sasaran yang diperebutkan secara sengit oleh media massa tertentu yang berkepentingan terhadap perolehan perhatian tersebut. Sebagai contoh kasus, Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Stasiun TV yang dapat dengan mudah diakses adalah : TV One, Metro TV, Indosiar, RCTI, TPI, TranTV. Trans 7, Global TV, SCTV. Riau TV, TVRI Riau. Siaran itu akan bertambah dengan berlipat ganda bila berlangganan indovision dan sejenisnya. Media massa radio, Film dll memiliki peran yang hampir sama dengan tv. Para pesaing itu dapat berupa media iklan, media berita, media hiburan dll. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan munculnya istilah “audien kepala batu” yang muncul akibat banjir pesan dan informasi, sehingga orang menyeleksi pesan dan informasi yang dibutuhkan dan menarik perhatiannya saja.

33 . Walter Lippmann (1922) menjelaskan tentang peran penting media masa ketika beliau menulis “The World outside and the pictures in our heads” beliau mendeskripsikan hubungan segitiga antara : Situasi (scene) tindakan (seluruah fenomena yang mungkin ada orang,tempat,tindakan) Persepsi terhadap suatu tindakan, Dan respon berdasarkan persepsi.

34 . Lippmann menjelaskan tentang dunia luar yang tidak gampang untuk diakses secara langsung oleh setiap orang. Maka oleh sebab itu media massa membantu individu untuk menciptakan gambaran yang terpercaya tentang dunia luar yang berada jauh dari jangkauan dan jauh dari pengalaman langsung. Dampak media massa terhadap persepsi public (yang merupakan bagian dari opini public) tidak hanya menjadi titik awal kajian tentang efek komunikasi massa, tetapi juga menjadi pondasi kajian tentang PR (Public relations).

35 Bentuk-bentuk komunikasi politik yang dapat mempengaruhi opini public :

36 1. Retorika politik Berasal dari bahasa Yunani rhetorica yang berarti seni berbicara. Pada awalnya perdebatan di pengadilan diberi istilah retorika atau perdebatan antar personal. Selanjutnya menjadi dua arah dan perkembangan selanjutnya menjadi kegiatan komunikasi massa, lalu pada akhirnya menjadi suatu ilmu pengetahuan sendiri (Arifin, Anwar 2003 :66)

37 . Retorika politik atau pidato memiliki daya persuasi politik yang sangat tinggi. Karena selain menggunakan bahasa lisan, juga menggunakan mimic wajah, irama, intonasi suara. Sehingga sangat berbahasa didalam mempengaruhi pembentukan opini public melalui propaganda, yang telah pernah dilakukan oleh orang-orang seperti Hitler. Menyadari potensi bahaya akibat retorika persuasive terhadap usaha mempengaruhi dan membentuk opini public, Plato memperkenalkan teori baru yaitu Dealectical rethoric yang penekanannya pada jiwa.

38 . Selain retorika persuasive dan retorika dealetik, dikenal pula jenis retorika yang lain. Aristoteles didalam karyanya Retorika membagi retorika politik menjadi 3 jenis yaitu : Retorika diliberitif yaitu dirancang untuk mempengaruhi opini public dalam bidang kebijakan pemerintah, baik dari segi untung rugi jika sebuah kebijakan diterapkan. Retorika forensic yaitu pidato yang berkaitan dengan pengadilan dengan focus masa lalu yang berkaitan dengan keputusan pengadilan Retorika demonstrative yaitu yang mengembangkan wacana memuji atau menghujat. Retorika politik pada umumnya menerapkan retorika demonstrative untuk mempengaruhi opini public

39 . Dan Nimo (1989 : 142) menyebut pidato adalah negosiasi, dengan retorika (pidato) politik, akan tercipta masyarakat dengan negosiasi (konflik dan consensus) yang terus berlangsung.

40 Berdasarkan kesiapan dalam berpidato, pada pidato politik dikenal dengan 4 jenis pidato : 1. Impromtu 2. Memoriter 3. Manuskrip 4. Ekstempore

41 . Impromtu yaitu pidato yang diucapkan secara spontan tanpa ada persiapan sebelumnya. Untuk dapat melakukan jenis pidato ini, seseorang harus benar-benar terlatih agar dapat mempengaruhi opini public dengan tepat. Karena Pidato tanpa persiapan memerlukan kecerdasan, kemampuan mempengaruhi, penyusunan kalimat, urutan isi pidato yang sistematis, dan pada umumnya pidato seperti ini cendrung untuk membicarakan hal-hal yang up-to date, atau bersifat emosional

42 . Memoriter yaitu pidato yang ditulis, kemudian di hafal kata demi kata. Bahaya terbesar adalah bila naskah hilang atau hafalan orator tersebut kabur, mengakibatkan pesan terputus dan tidak dapat dipahami dengan sepenuhnya. Pidato seperti ini cocok dilakukan dengan menggunakan media massa radio.

43 . Manuskrip Yaitu Pidato yang terlebih dahulu dipersiapkan dengan naskah yang tersusun dengan sangat hati-hati, biasanya dilakukan oleh presiden, mentri ataupun laporan penelitian seorang ilmuan. Pidato jenis ini dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam memahami makna yang mengakibatkan berkembangnya opini yang tidak diharapkan. Biasanya pidato seperti ini dilakukan oleh opinion leader.

44 . Ekstempore yaitu pidato yang dipersiapkan garis besar yang akan di sampaikan, selanjutnya orator/retor inilah yang akan mengembangkan pidatonya di mimbar kebesarannya.

45 Keberhasilan sebuah persuasi melalui pidato atau retorika sangat bergantung kepada ketokohan, kridibilitas, dan popularitas seorang retor.Kiranya semakin sadarlah kita setelahmembaca secara singkat tulisan ini tentang kekhawatiran Plato, bila ada seorang yang kharismatik, kridibel dan popular di khalayak, lalu ia berpidato dengan dengan jenis pidato ekstempore yang dikemukakannya adalah informasi yang berisi propaganda.

46 2. Propanganda politik Berasal dari bahasa latin Propagare yang berarti menyemaikan tunas suatu tanaman. Propagandis adalah orang yang melaksanakan kegiatan propaganda yang mampu menjangkau khalayak yang lebih besar. Propagandis dapat berupa politikus ataupun kades sebuah partai yang memiliki kemampuan dalam memberikan sugesti kepada khalayak, dan menciptakan suasana khalayak yang suggestibilitas. Oleh sebab itulah propaganda seperti ini merupakan metode persuasi yang negatif.

47 Lenin dalam menjelaskan propaganda yaitu kegiatan mengemukakan gagasan atau pikiran secara mendalam kepada sedikit orang. Propaganda dilakukan dalam bentuk pendidikan di kelas atau ceramah dengan khalayak terpilih dan terbatas. Di Negara demokrasi Leonard W Dood (1966) menyatakan propaganda sebagai suatu usaha dengan menggunakan sugesti untuk mengontrol sikap kelompok tertentu.

48 Terdapat 7 teknik propaganda yang sudah lama dikenal yaitu 1. Name calling yaitu member nama jelek kepada pihak lain 2. Glittering generalities yaitu iming-iming, memutar balikkan fakta, slogan-slogan dengan menggunakan kata-kata yang muluk-muluk 3. Transfer yaitu melakukan identifikasi dengan menggunakan lambang- lambang otoritas. 4. Testimonial yaitu mengulang ucapan seseorang yang dihormati ataupun dibenci untuk mengangkat harkat dan martabat orang tersebut atau sebaliknya 5. Plain foks yaitu menempatkan diri bagian dari rakyat 6. Card stacking yaitu menumpuk kartu artinya memilih dengan teliti pernyataan yang logis dan akurat. 7. Bandwagon grobak music yaitu mendorong khalayak untuk bersama- sama mencapai tujuan dengan perasaan menang dan pasti.

49 3. Agitasi politik Berasal dari bahasa latin yaitu agitare yang dalam bahasa ingris agitation yang berarti menurut Herbert Blumer dalam Anwar Arifin (2003 : 70) untuk menggerakkan rakyat kepada suatu gerakan, terutama gerakan politik.

50 Dengan kata lain Agitation suatu upaya yang dilakukan baik melalui lisan maupun tulisan dengan cara merangsang dan membangkitkan emosi khalayak sehingga terbentuklah opini khalayak yang pada akhirnya menggerakkan khalayak untuk melakukan tindakan. Agitasi banyak dipraktekkan di Negara komunis, sosialis. Agitasi dan propaganda bila digabungkan akan mengakibatkan perubahan dan pengalihan serta memunculkan opini public yang ekstrim.

51 Agitasi diawali dengan mengemukakan isu kontradiktif mengenai kenyataan hidup yang dialami selama ini. Tujuannya adalah untuk menimbulkan kekacauan dan kegelisahan dikalangan khalayak. Selanjutnya khalayak digiring untuk mendukung gagasan baru, era baru, ideology baru, dengan iming-iming kondisi yang lebih baik. Lalu kahalayak diminta untuk dengan suka rela mengorbankan apa saja termasuk jiwa agar terwujud cita-cita yang diinginkan. Selanjutnya agitator sebagai pemimpin gerakan ini berupaya untuk mempertahankan gairah khalyak nya untuk memperoleh kemenangan dan kegemilangan lainnya.

52 4. Public relation politik Public relation politik yaitu kegiatan dalam melakukan hubungan dengan masyarakat secara jujur, terbuka, rasional dan timbal balik (dua arah), sehingga terjalin hubungan yang harmonis antara pemerintah dengan masyarakat.

53 Teknik ini dapat diawali dengan menciptakan rasa memiliki (sense of belonging) dilingkungan masyakat terhadap Negara, dan pemerintahannya. Lalu diarahkan khalayak tersebut untuk memandang pemerintahannya dengan citra yang positif.

54 Kegiatan Public relation politik berbeda dengan kegiatan penerangan. Perbedaan itu pada penekanan yang berbeda, kegiatan penerangan lebih menekankan kepada penyebaran informasi (one way traffic communication), sedangkan Public relation politik menempatkan dirinya sebagai wakil dari pemerintah, sehingga ada informasi yang timbal balik (two way traffic communication

55 5. Kampanye politik Kompanye politik adalah bentuk komunikasi politik yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang atau organisasi politik dalam waktu tertentu untuk memperoleh dukungan politik dalam waktu tertentu untuk memperoleh dukungan politik dari rakyat

56 Kompanye politik memilliki 3 sasaran yaitu : 1. Membangkitkan kesetiaan alami agar tetap memilih sesuai dengan kesetiaannya 2. Menggalang calon khalayak yang setia 3. Meyakinkan khalayak bahkan partai lain bahwa calon pemimpin dari partai nya akan membawa perubahan yang lebih baik.

57 6. Lobi politik Lobi politik dan rapat politik merupakan farum pembicaraan politik yang dalam perspektif komunikasi politik tercakup dalam komunikasi antar persona yang bersifat dialogis. Loby politik dilakukan secara informal, sedangkan rapat politik, persidangan politik,forum musyawarah politik justru sangat formal. Dalam usaha melakukan kompromi (wing-wing solution), seorang politikus berusaha mendesain semua yang mungkin (the art of possible) atau membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin ( the art of inposible)

58 7. Pola tindakan politik Pola tindakan politik dapat pula mempengaruhi opini public. Pola tindakan politik adalah komunikasi politik non-verbal, namun merupakan informasi politik. Semua tindakan non-verbal itu tidak boleh dianggap sebagai pesan, melainkan sebagai kemungkinan yang dapat diprediksi berdasarkan pola. Contohnya : Para Mentri yang menggunaakn mobil dinas mewah dengan merk tertentu dengan warna tertentu. Pakaian seragam yang dipakai kader politik tertentu.

59 . Persuasi dalam politik: 1. Persuasi politik sebagai propaganda 2. Persuasi politik sebagai periklanan 3. Persuasi politik sebagai retorika

60 . Menurut Anwar Arifin (2003 : 130) untuk dapat mengendalikan pendapat umum atau menciptakan pendapat khalayak yang baik harus dilakukan komunikasi politik yang efektif yang dilakukan dengan langkah-langkah strategis. Langkah tersebut adalah : 1. Mengenal khalayak yang akan dijadikan sasaran 2. Merencanakan pesan yang akan disampaikan 3. Memilih metode penyampaian yang tepat 4. Menyeleksi media yang sesuai dengan keadaan dan lokasi khalayak 5. Menetapkan komunikator yang dapat dipercaya (credible

61 Terima Kasih


Download ppt "PENGARUH OPINI PUBLIK DI BIDANG POLITIK DAN BISNIS CHELSY YESICHA, S.SOS, M.I.KOM."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google