Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODE PENELITIAN SURVEI Diunduh dari: 25/8/2012 Penelitian survei merupakan suatu teknik pengumpulan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODE PENELITIAN SURVEI Diunduh dari: 25/8/2012 Penelitian survei merupakan suatu teknik pengumpulan."— Transcript presentasi:

1

2 METODE PENELITIAN SURVEI Diunduh dari: 25/8/2012 Penelitian survei merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diajukan pada responden. Dalam penelitian survei, peneliti meneliti karakteristik atau hubungan sebab akibat antar variabel tanpa adanya intervensi peneliti.hubungan Terdapat enam langkah dasar dalam melakukan sebuah penelitian survei, yakni: Langkah pertama, yaitu dengan membentuk hipotesis awal, menentukan jenis survei yang akan dilakukan akankah melalui surel ( ), wawancara (interview), atau telepon, membuat pertanyaan-pertanyaan, menentukan kategori dari responden, dan menentukan setting penelitian. Langkah ke dua, yaitu merencanakan cara untuk merekam data dan melakukan pengujian awal terhadap instrumen survei. Langkah ke tiga, yaitu menentukan target populasi responden yang akan di survei, membuat kerangka sampel survei, menentukan besarnya sampel, dan memilih sampel. Langkah keempat, yaitu menentukan lokasi responden, melakukan wawancara (interview), dan mengumpulkan data. Langkah ke lima, yaitu memasukkan data ke komputer, mengecek ulang data yang telah dimasukkan, dan membuat analisis statistik data.dataanalisis Langkah keenam, yaitu menjelaskan metode yang digunakan dan menjabarkan hasil penemuan untuk mendapatkan kritik, serta melakukan evaluasihasilkritik

3 PENGERTIAN SURVEI Menurut Wiseman dan Aron dalam bukunya Field Projects for Sociology Students (Berger, 2000), definisi survei sebagai berikut, survei research is a method for collecting and analyzing social data via highly structured and often very detailed interviews or questionnaires in order to obtain information from large number of respondents presumed to be representative of specific population. Survai atau dalam bahasa Inggris “survey” adalah salah satu bentuk atau jenis penelitian yang banyak dikenal dan disebut-sebut. Namun demikian seringkali kita salah-kaprah dalam menggunakan istilah tersebut. To survey adalah bertanya pada seseorang dan lalu jawabannya direkam (Cooper dan Emory, 1995) Survey adalah satu bentuk teknik penelitian di mana informasi dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa orang, melalui pertanyaan-pertanyaan; satu cara mengumpulkan data melalui komunikasi dengan individu-individu dalam suatu sampel (Zikmund, 1997) Diunduh dari: 25/8/2012 Survey adalah metoda pengumpulan data dengan menggunakan instrumen untuk merekam tanggapan-tanggapan responden dalam suatu sampel penelitian (Nan Lin, 1976)

4 PENGERTIAN SURVEI Diunduh dari: 31/8/2012. Survai merupakan satu metode penelitian yang teknik pengambilan datanya dilakukan melalui pertanyaan - tertulis atau lisan (Bailey, 1982). Survai boleh disebut sebagai satu bentuk penelitian yang respondennya adalah manusia; dan untuk bisa memperoleh informasi daripadanya maka perlu disusun satu instrumen penelitian yaitu kuesioner (daftar pertanyaan) dan atau pedoman wawancara (interview guide). Dengan demikian penggunaan istilah survai tidak tepat jika pada waktu mencari data, peneliti tidak bertanya (secara tertulis maupun lisan) kepada responden. Oleh karena itu dalam beberapa buku tentang metode penelitian, survai dibahas dalam topik teknik pengumpulan data, karena titik tekan kata “survey” adalah pada cara perolehan data.

5 PENGERTIAN SURVEI Diunduh dari: 31/8/2012 Investigating variations in quality of life between different localities The quality of life at a national or global scale is measured by the Physical Quality of Life Index (PQLI), devised in the 1980s. The PQLI is the average of three characteristics: Literacy, life expectancy and infant mortality. However, the term is often used in urban studies of towns or cities to represent a multiple index of different criteria that reflects residents' housing standards and the environmental conditions in which they live. Other indicators, such as traffic levels, complete the picture of a particular area.

6 METODE PENELITIAN SURVEI Diunduh dari: 25/8/2012 Pendekatan survei adalah salah satu pendekatan penelitian yang pada umumnya digunakan untuk pemngumpulan data yang luas dan banyak. Van Dalen mengatakan bahwa survei merupakan bagian dari studi deskriptif yang bertujuan untuk mencari kedudukan (status), fenomena (gejala) dan menentukan kesamaan status dengan cara membandingkannya dengan standar yang sudah ditentukan. Survey dapat dilakukan secara pribadi ataupun kelompok. Persiapan survei dilakukan secara sistematis dan berencana. Pemerintah, lembaga dan sebagainya sebelum mengadakan survei sudah ditentukan: siapa pelaksananya, dilaksanakan dimana, kapan, berapa lama, apa saja yang dilihat, data apa saja yang dikumpulkan, menggunakan instrumen apa, bagaimana cara menarik kesimpulan, dan bagaimana cara melaporkan.

7 METODE PENELITIAN SURVEI Diunduh dari: 25/8/2012 Van Dalen: Their objective ( of survey ) may not merely be to as certain status, but also to determine the adequacy of status by comparing it with selected or established standards, norms or criteria. Jadi survei bukanlah hanya bermaksud mengetahui status gejala, tetapi juga bermaksud menentukan kesamaan status dengan cara membandingkannya dengan standar yang sudah dipilih atau ditentukan. Disamping itu juga, untuk membuktikan atau membenarkan suatu hipotesis.

8 FUNGSI DAN MACAM METODE SURVEI Diunduh dari: …. 31/8/2012 Menurut de Vaus (1991), terdapat tiga fungsi metode survei yaitu : 1.Menggambarkan karakteristik data 2.Menjelaskan adanya penyebab sebuah gejala atau sebuah fenomena 3.Mengeksplorasi relasi antar variabel (causal-link). Dari fungsi metode survey di atas, de Vaus (1991), mengelompokkan suvey menjadi dua, yaitu : 1. Descriptive survey ( Exploratory Survey) 2. Analytical (Explanatory Survey).

9 FUNGSI DAN MACAM METODE SURVEI Diunduh dari: …. 31/8/2012 Explanatory Survey = Survei yang bersifat menjelaskan suatu fenomena yang sedang diteliti. Seperti misalnya: Mengapa sebagian orang lebih miskin dari orang lain? Mengapa tingkatan kepemilikan rumah merosot? Teori yang ada memerlukan pengujian dan perancangan survei, sehingga data yang dikumpulkan diperlukan peneliti untuk mendapatkan penjelasan atas fenomena yang sedang diteliti Content Survey Dalam survei ini peneliti harus mengumpulkan informasitentang suatu peristiwa dan kemudian menguraikannya. Sebagai contoh: Jikakita ingin menguraikan pengangguran maka yang dilihat adalah hal-hal apa saja yang digunakan untuk mengukur tingkat pengangguran. Metode survei ini mengkaji masalah-masalah dan mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktik-praktik yang sedang berlangsung. Dalam metode survei ini juga dilakukan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap hal-hal telah yang dikerjakan.

10 METODE PENELITIAN SURVEI DESKRIPTIF (EXPLORATORY SURVEY). Diunduh dari: …. 25/8/2012 Penelitian eksploratif adalah salah satu jenis penelitian sosial yang tujuannya untuk memberikan sedikit definisi atau penjelasan mengenai konsep atau pola yang digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti belum memiliki gambaran akan definisi atau konsep penelitian (Mantra, Ida Bagus, 2004).konseppola Peneliti akan mengajukan what untuk menggali informasi lebih jauh. Sifat dari penelitian ini adalah kreatif, fleksibel, terbuka, dan semua sumber dianggap penting sebagai sumber informasi.kreatiffleksibel Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjadikan topik baru lebih dikenal oleh masyarakat luas, memberikan gambaran dasar mengenai topik bahasan, menggeneralisasi gagasan dan mengembangkan teori yang bersifat tentatif, membuka kemungkinan akan diadakannya penelitian lanjutan terhadap topik yang dibahas, serta menentukan teknik dan arah yang akan digunakan dalam penelitian berikutnya.topikteoritentatif

11 METODE PENELITIAN SURVEI DESKRIPTIF (EXPLORATORY SURVEY). Diunduh dari: …. 25/8/2012 Exploratory research is a type of research conducted for a problem that has not been clearly defined. Exploratory research helps determine the best research design, data collection method and selection of subjects. It should draw definitive conclusions only with extreme caution. Given its fundamental nature, exploratory research often concludes that a perceived problem does not actually exist. Exploratory research often relies on secondary research such as reviewing available literature and/or data, or qualitative approaches such as informal discussions with consumers, employees, management or competitors, and more formal approaches through in-depth interviews, focus groups, projective methods, case studies or pilot studies. The Internet allows for research methods that are more interactive in nature. For example, RSS feeds efficiently supply researchers with up-to-date information; major search engine search results may be sent by to researchers by services such as Google Alerts; comprehensive search results are tracked over lengthy periods of time by services such as Google Trends; and websites may be created to attract worldwide feedback on any subject. The results of exploratory research are not usually useful for decision-making by themselves, but they can provide significant insight into a given situation. Although the results of qualitative research can give some indication as to the "why", "how" and "when" something occurs, it cannot tell us "how often" or "how many“.

12 METODE PENELITIAN SURVEI DESKRIPTIF (EXPLORATORY SURVEY). Diunduh dari: …. 25/8/2012 Exploratory research is not typically generalizable to the population at large. Social exploratory research "seeks to find out how people get along in the setting under question, what meanings they give to their actions, and what issues concern them. The goal is to learn 'what is going on here?' and to investigate social phenomena without explicit expectations." (Russell K. Schutt, "Investigating the Social World," 5th ed.). This methodology is also at times referred to as a grounded theory approach to qualitative research or interpretive research, and is an attempt to unearth a theory from the data itself rather than from a predisposed hypothesis. Earl Babbie (1989) identifies three purposes of social science research. The purposes are exploratory, descriptive and explanatory. Exploratory research is used when problems are in a preliminary stage. Exploratory research is used when the topic or issue is new and when data is difficult to collect. Exploratory research is flexible and can address research questions of all types (what, why, how). Exploratory research is often used to generate formal hypotheses. ShieldsShields and Tajalli (2006) link exploratory research with the conceptual framework working hypothesis (Shields, Patricia and Hassan Tajalli, 2006).

13 METODE PENELITIAN SURVEI ANALITIK (EXPLANATORY SURVEY). Diunduh dari: …. 25/8/2012 Survei analitik adalah survei atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan analisis dinamika kolerasi antara fenomena, baik antara faktor risiko dengan faktor efek, antar faktor risiko, maupun antar faktor efek. Faktor efek adalah suatu akibat dari adanya faktor risiko, sedangkan faktor risiko adalah suatu fenomena yang mengakibatkan terjadinya efek (pengaruh). Secara garis besar survey analitik ini dibedakan dalam 3 pendekatan (jenis), yakni: Survey Analitic Cross Sectional, Survey Analitic Case Control (Retrospective), dan Survey Analitic Cohort (Prospective). Cross-sectional studies (also known as cross-sectional analyses, transversal studies, prevalence study) form a class of research methods that involve observation of all of a population, or a representative subset, at one specific point in time. Cross-sectional data or cross section (of a study population) in statistics and econometrics is a type of one- dimensional data set. Cross-sectional data refers to data collected by observing many subjects (such as individuals, firms or countries/regions) at the same point of time, or without regard to differences in time. Analysis of cross- sectional data usually consists of comparing the differences among the subjects. For example, we want to measure current obesity levels in a population. We could draw a sample of 1,000 people randomly from that population (also known as a cross section of that population), measure their weight and height, and calculate what percentage of that sample is categorized as obese. For example, 30% of our sample were categorized as obese. This cross-sectional sample provides us with a snapshot of that population, at that one point in time. Note that we do not know based on one cross-sectional sample if obesity is increasing or decreasing; we can only describe the current proportion. Diunduh dari: …..31/8/2012

14 PENELITIAN CROSS SECTIONAL Diunduh dari: …. 25/8/2012 Survey cross sectional ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Penelitian cross sectional ini sering disebut juga penelitian transversal, dan sering digunakan dalam penelitian-penelitian epidemiologi. Cross-sectional studies in medicine Cross-sectional studies involve data collected at a defined time. They are often used to assess the prevalence of acute or chronic conditions, or to answer questions about the causes of disease or the results of medical intervention. They may also be described as censuses. Cross- sectional studies may involve special data collection, including questions about the past, but they often rely on data originally collected for other purposes. They are moderately expensive, and are not suitable for the study of rare diseases. Difficulty in recalling past events may also contribute bias. A Cross-sectional regression is a type of regression model in which the explained and explanatory variables are associated with one period or point in time. This is in contrast to a time-series regression or longitudinal regression in which the variables are considered to be associated with a sequence of points in time. Diunduh dari: en.wikipedia.org/wiki/Cross-sectional_study ….. 31/8/2012

15 PENELITIAN CASE CONTROL Diunduh dari: …. 25/8/2012 Penelitian case control adalah suatu penelitian (survey) analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan “retrospective”. Dengan kata lain efek (penyakit atau status kesehatan) diidentifikasi pada saat ini, kemudian faktor risiko diidentifikasi adanya atau terjadinya pada waktu yang lalu. Tahap-tahap penelitian case control ini adalah sebagai berikut : 1.Identifikasi variabel-variabel penelitian (faktor risiko atau efek) 2.Menetapkan objek penelitian (populasi dan sampel) 3.Identifikasi kasus 4.Pemilihan subyek sebagai kontrol 5.Melakukan pengukuran “retrospektif” (melihat kebelakang) untuk melihat faktor risiko 6.Melakukan analisis dengan membandingkan proporsi antara variabel-variabel objek penelitian dengan variabel- variabel objek kontrol. CASE-CONTROL STUDY A study that compares two groups of people: those with the disease or condition under study (cases) and a very similar group of people who do not have the disease or condition (controls). Researchers study the medical and lifestyle histories of the people in each group to learn what factors may be associated with the disease or condition. For example, one group may have been exposed to a particular substance that the other was not. Also called retrospective study (sumber: A case-control study is a type of observational study in which a researcher attempts to identify the factors that contribute to a medical condition by comparing a set of subjects who have that condition (the ‘cases’) to a set of subjects who do not have the condition, but otherwise resemble the case subjects (the ‘controls’). They are useful for exploratory analysis because they are relatively cheap to perform, and have led to many important discoveries- most famously, the link between smoking and lung cancer (sumber:

16 PENELITIAN COHORT Diunduh dari: …. 25/8/2012 Penelitian cohort sering disebut penelitian prospektif adalah suatu penelitian survei (non eksperimen) yang paling baik dalam mengkaji hubungan antara faktor risiko dengan efek (penyakit). Artinya, faktor risiko yang akan dipelajari diidentifikasi dahulu, kemudian diikuti ke depan secara prospektif timbulnya efek, yaitu penyakit atau salah satu indikator status kesehatan. Langkah-langkah pelaksanaan penelitian cohort antara lain sebagai berikut : 1.Identifikasi faktor-faktor rasio dan efek 2.Menetapkan subyek penelitian (menetapkan populasi dan sampel) 3.Pemilihan subyek dengan faktor risiko positive dari subjek dengan efek negative 4.Memilih subyek yang akan menjadi anggota kelompok kontrol 5.Mengobservasi perkembangan subjek sampai batas waktu yang ditentukan 6.Mengidentifikasi timbul atau tidaknya efek pada kedua kelompok 7.Menganalisis dengan membandingkan proporsi subjek yang mendapat efek positif dengan subjek yang mendapat efek negatif baik pada kelompok risiko positif maupun kelompok control. Cohort Study A cohort study is a research program investigating a particular group with a certain trait, and observes over a period of time. Some examples of cohorts may be people who have taken a certain medication, or have a medical condition. Outside medicine, it may be a population of animals that has lived near a certain pollutant or a sociological study of poverty. There are two main sub-types of cohort study, the retrospective and the prospective cohort study. The major difference between the two is that the retrospective looks at phenomena that have already happened, whilst the prospective type starts from the present. 1.Retrospective Cohort Study. The retrospective case study is historical in nature. Whilst still beginning with the division into cohorts, the researcher looks at historical data to judge the effects of the variable. 2.Prospective Cohort Study. In a prospective cohort study, the effects of a certain variable are plotted over time, and the study becomes an ongoing process. To maintain validity, all of the subjects must be initially free of the condition tested for. Read more:

17 HIPOTESIS PENELITIAN Diunduh dari: …. 31/8/2012 Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya (Vardiansyah, 2008). Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang kan diteliti (Uma Sakaran, 1992). Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan atau menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori.pembuktianpenelitigejalapercobaaneksperimenkebenarannyateori Contoh: Apabila terlihat awan hitam dan langit menjadi pekat, maka seseorang dapat saja menyimpulkan (menduga-duga) berdasarkan pengalamannya bahwa (karena langit mendung, maka...) sebentar lagi hujan akan turun. Apabila ternyata beberapa saat kemudian hujan benar turun, maka dugaan terbukti benar. Secara ilmiah, dugaan ini disebut hipotesis. Namun apabila ternyata tidak turun hujan, maka hipotesisnya dinyatakan keliru.keliru Hipotesis Kerja, atau disebut dengan hipotesis alyernatif, disingkat Ha. Hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variable X dan Y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok Rumusan hipotesis kerja : 1.Jika………..maka………….. Contoh :jika orang banyak makan, maka berat badannya naik 2. Ada perbedan antara…………..dan………. Contoh : Ada perbedaan antara penduduk kota dan penduduk desa dalam cara berpakaian. 3.Ada pengaruh ………….terhadap…………. Contoh: Ada pengaruh makanan terhadap berat badan

18 HIPOTESIS Diunduh dari: …. 31/8/2012 Hipotesis berasal dari bahasa Yunani: hypo = di bawah; thesis = pendirian, pendapat yang ditegakkan, kepastian (Soekadijo, 1993).Yunani “Hipotesa” merupakan sebuah istilah ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa, secara sadar, teliti, dan terarah. Dalam penggunaannya sehari-hari hipotesa ini sering juga disebut dengan hipotesis, tidak ada perbedaan makna di dalamnya.istilahkegiatan ilmiahsadartelitimakna Ketika berfikir untuk sehari-hari, orang sering menyebut hipotesis sebagai sebuah anggapan, perkiraan, dugaan, dan sebagainya. Hipotesis juga berarti sebuah pernyataan atau proposisi yang mengatakan bahwa di antara sejumlah fakta ada hubungan tertentu. Proposisi inilah yang akan membentuk proses terbentuknya sebuah hipotesis di dalam penelitian, salah satu di antaranya, yaitu penelitian sosial (Leedy dan Ormrod, 2005). Proses pembentukan hipotesis merupakan sebuah proses penalaran, yang melalui tahap-tahap tertentu. Hal demikian juga terjadi dalam pembuatan hipotesis ilmiah, yang dilakukan dengan sadar, teliti, dan terarah. Sehingga, dapat dikatakan bahwa sebuah Hipotesis merupakan satu tipe proposisi yang langsung dapat diuji.proses Hipotesis Nol (null hypotesis) disingkat Ho Sering disebut juga hipotesis statistic, karena biasanya dipakai dalam penelitian yang bersifat statistic, yaitu diuji dengan perhitungan statistic. Hipotesis nol menyatakan perbedaan antara dua variable, atau tidak adnya pengaruh variable x terhadap variable y. Rumusan hipotesis nol: a. Tidak ada perbedaan antara………….dengan…………… b. Tidak ada pengaruh ………………….terhadap………..

19 HIPOTESIS Diunduh dari: …. 31/8/2012 Hipotesis merupakan elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif. Terdapat tiga alasan utama yang mendukung pandangan ini, di antaranya (Fred N. Kerlinger. 1995):penelitian kuantitatif Hipotesis dapat dikatakan sebagai piranti kerja teori. Hipotesis ini dapat dilihat dari teori yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan yang akan diteliti. Misalnya, sebab dan akibat dari konflik dapat dijelaskan melalui teori mengenai konflik.kerjateorikonflik Hipotesis dapat diuji dan ditunjukkan kemungkinan benar atau tidak benar atau di falsifikasi. Hipotesis adalah alat yang besar dayanya untuk memajukan pengetahuan karena membuat ilmuwan dapat keluar dari dirinya sendiri. Artinya, hipotesis disusun dan diuji untuk menunjukkan benar atau salahnya dengan cara terbebas dari nilai dan pendapat peneliti yang menyusun dan mengujinya.alatpengetahuanilmuwan Supaya fungsi itu dapat berjalan secara efektif, naka ada faktor-faktor yang harus diperhatikan pada penyusunan hipotesis, 1.Hipotesis disusun dalam kalimay deklaratif yaitu kalimat tersebut bersifat positif dan tidak normative 2.Variabel yang dinyatakan dalam hipotesis adalah variable yang operasional, dalam arti dapat diamati dan diukur 3.Hipotesis menunjukan hubungan antara variable-variabel. Hipotesis adalah pernyataan tentative yang merupakan dugaan mengenai apa saja yang sedang kita amati dalam usaha untuk memahaminya. Hipotesis dapat disusun dengan dua pendektan, yaitu secara deduktif, yaitu dengan ditarik dari teori. Suatu teori terdidi dari proposisi-proposisi, sedangkan proposisi menunjukan hubungan antara dua konsep. Proposisi ini merupakan postulat-postulat yang dari padanya disusun hipotesis.dan yang kedua secara induktif yang bertolak dari pengamatan empiris.

20 HIPOTESIS DALAM PENELITIAN Diunduh dari: …. 31/8/2012 Hipotesis sangat penting sebagai arah dan pedoman kerja dalam penelitian, namun demikian tidak semua penelitian harus memiliki hipotesis.arahpedomanpenelitian Penggunaan hipotesis dalam suatu penelitian didasarkan pada masalah atau tujuan penelitian. Dalam masalah atau tujuan penelitian tampak apakah penelitian menggunakan hipotesis atau tidak.tujuanpenelitian Contohnya yaitu Penelitian eksplorasi yang tujuannya untuk menggali dan mengumpulkan sebanyak mungkin data atau informasi tidak menggunakan hipotesis. Hal ini sama dengan penelitian deskriptif, ada yang berpendapat tidak menggunakan hipotesis sebab hanya membuat deskripsi atau mengukur secara cermat tentang fenomena yang diteliti, tetapi ada juga yang menganggap penelitian deskriptif dapat menggunakan hipotesis.data informasi Dalam penelitian penjelasan yang bertujuan menjelaskan hubungan antar-variabel, biasanya diharuskan untuk menggunakan hipotesis.variabel Fungsi hipotesis dalam suatu penelitian : 1.Untuk menguji teori, 2.Mendorong munculnya teori, 3.Menerangkan fenomena sosial, 4.Pedoman untuk mengarahkan penelitian, 5.Kerangka untuk menyusun kesimpulan penelitian. Cara Merumuskan Hipotesis Cara merumuskan Hipotesis ialah dengan tahapan sebagai berikut: 1.Merumuskan Hipotesis penelitian, 2.Hipotesis operasional, dan 3.Hipotesis statistik. Hipotesis penelitian Hipotesis penelitian ialah hipotesis yang dibuat dan dinyatakan dalam bentuk kalimat. Contoh: Ada hubungan antara Kenyamanan Lingkungan dengan Kunjungan Wisatawan Ada hubungan antara Pencemaran Perairan dengan Hasil Tangkapan Ikan

21 KARAKTERISTIK HIPOPTESIS Diunduh dari: …. 31/8/2012 Satu hipotesis dapat diuji apabila hipotesis tersebut dirumuskan dengan benar. Kegagalan merumuskan hipotesis akan mengaburkan hasil penelitian. Meskipun hipotesis telah memenuhi syarat secara proporsional, jika hipotesis tersebut masih abstrak, MAKA AKAN membingungkan prosedur penelitian dan juga sukar diuji secara nyata. HIPOTESIS Hipotesis (hypo = sebelim; yhesisi = pernyataan, pendapat) adalah suatu pernyataan yang pada waktu diungkaokan belum diketahui kebenarannya, tetapi memungkinkan untuk diuji dalam kenyataan empiris. Hipotesis memungkinkan untuk menghubungkan teori dengan pengamatan, atau pengamatan dengan teori. Hipotesis mengemukakan pernyataan tentang harapan peneliti mengenai hubungan – hubungan antara variable-variabel didalam persoalan. Dengan dmikian hipotesis ini memberikan arah pada penelitian yang harus dilakuakn oleh peneliti. Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap problema. Hipotesis merupakan kebenaran sementara yang perlu diuji kebenarannya oleh karena itu hipotesis berfungsi sebagai kemungkinan untuk menguji kebenaran suatu teori. Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan/ menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori.

22 FORMULASI HIPOTESIS Diunduh dari: …. 31/8/2012 Untuk dapat memformulasikan hipotesis yang baik dan benar, sedikitnya harus memiliki beberapa ciri-ciri pokok (Creswell, 2003), yakni: 1.Hipotesis diturunkan dari suatu teori yang disusun untuk menjelaskan masalah dan dinyatakan dalam proposisi-proposisi. Oleh sebab itu, hipotesis merupakan jawaban atau dugaan sementara atas masalah yang dirumuskan atau searah dengan tujuan penelitian.masalah 2.Hipotesis harus dinyatakan secara jelas, dalam istilah yang benar dan secara operasional. Aturan untuk, menguji satu hipotesis secara empiris adalah harus mendefinisikan secara operasional semua variabel dalam hipotesis dan diketahui secara pasti variabel independen dan variabel dependen.operasionalempirisvariabel 3.Hipotesis menyatakan variasi nilai sehingga dapat diukur secara empiris dan memberikan gambaran mengenai fenomena yang diteliti. Untuk hipotesis deskriptif berarti hipotesis secara jelas menyatakan kondisi, ukuran, atau distribusi suatu variabel atau fenomenanya yang dinyatakan dalam nilai-nilai yang mempunyai makna.nilaiempiris kondisiukurandistribusi 4.Hipotesis harus bebas nilai. Artinya nilai-nilai yang dimiliki peneliti dan preferensi subyektivitas tidak memiliki tempat di dalam pendekatan ilmiah seperti halnya dalam hipotesis. Fungsi hipotesisi yang seperti ini menurut Ary Donald adalah: 1.Memberikan penjelasan tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang. 2.Mengemukakan pernyataan tentang hubungan dua konsep yang secara langsungdapat diuji dalam peneltian. 3.Memberikan arah pada penelitian 4.Memberi kerangka pada penyusunan penelitian.

23 FORMULASI HIPOTESIS Diunduh dari: …. 31/8/2012 Hipotesis harus dapat diuji. Untuk itu, instrumen harus ada (atau dapat dikembangkan) yang akan menggambarkan ukuran yang valid dari variabel yang diliputi. Kemudian, hipotesis dapat diuji dengan metode yang tersedia yang dapat digunakan untuk mengujinya sebab peneliti dapat merumuskan hipotesis yang bersih, bebas nilai, dan spesifik, serta menemukan bahwa tidak ada metode penelitian untuk mengujinya. Oleh sebab itu, evaluasi hipotesis bergantung pada eksistensi metode-metode untuk mengujinya, baik metode pengamatan, pengumpulan data, analisis data, maupun generalisasi.instrumenspesifik evaluasianalisis Hipotesis harus spesifik. Hipotesis harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan sebenarnya. Peneliti harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan yang sebenarnya. Peneliti harus memiliki hubungan eksplisit yang diharapkan di antara variabel dalam istilah arah (seperti, positif dan negatif). Satu hipotesis menyatakan bahwa X berhubungan dengan Y adalah sangat umum. Hubungan antara X dan Y dapat positif atau negatif.hubunganarahpositifnegatif Selanjutnya, hubungan tidak bebas dari waktu, ruang, atau unit analisis yang jelas. Jadi, hipotesis akan menekankan hubungan yang diharapkan di antara variabel, sebagaimana kondisi di bawah hubungan yang diharapkan untuk dijelaskan. Sehubungan dengan hal tersebut, teori menjadi penting secara khusus dalam pembentukan hipotesis yang dapat diteliti karena dalam teori dijelaskan arah hubungan antara variabel yang akan dihipotesiskan.wakturuangunitteori Hipotesis harus menyatakan perbedaan atau hubungan antar-variabel. Satu hipotesis yang memuaskan adalah salah satu hubungan yang diharapkan di antara variabel dibuat secara eksplisit. Hipotesis operasional (1) Hipotesis operasional ialah mendefinisikan Hipotesis secara operasional variable-variabel yang ada didalamnya agar dapat dioperasionalisasikan. Misalnya “gaya kepemimpinan” dioperasionalisasikan sebagai cara memberikan instruksi terhadap bawahan. Kinerja pegawai dioperasionalisasikan sebagai tinggi rendahnya pemasukan perusahaan. Hipotesis operasional (2) Hipotesis operasional dijadikan menjadi dua, yaitu Hipotesis 0 yang bersifat netral dan Hipotesis 1 yang bersifat tidak netral Maka rumusan Hipotesisnya: 1.H0: Tidak ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi – rendahnya pemasukan perusahaan 2.H1: Ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi – rendahnya pemasukan perusahaan.

24 Tahap-tahap pembentukan hipotesis secara umum Diunduh dari: …. 25/8/2012 Penentuan masalah. Dasar penalaran ilmiah ialah kekayaan pengetahuan ilmiah yang biasanya timbul karena sesuatu keadaan atau peristiwa yang terlihat tidak atau tidak dapat diterangkan berdasarkan hukum atau teori atau dalil-dalil ilmu yang sudah diketahui. Dasar penalaran pun sebaiknya dikerjakan dengan sadar dengan perumusan yang tepat. Dalam proses penalaran ilmiah tersebut, penentuan masalah mendapat bentuk perumusan masalah.ilmiahpengetahuanhukumteoridalil-dalil Hipotesis pendahuluan atau hipotesis preliminer (preliminary hypothesis). Dugaan atau anggapan sementara yang menjadi pangkal bertolak dari semua kegiatan. Hal ini digunakan juga dalam penalaran ilmiah. Tanpa hipotesa preliminer, pengamatan tidak akan terarah. Fakta yang terkumpul mungkin tidak akan dapat digunakan untuk menyimpulkan suatu konklusi, karena tidak relevan dengan masalah yang dihadapi. Karena tidak dirumuskan secara eksplisit, dalam penelitian, hipotesis priliminer dianggap bukan hipotesis keseluruhan penelitian, namun merupakan sebuah hipotesis yang hanya digunakan untuk melakukan uji coba sebelum penelitian sebenarnya dilaksanakan. pengamatanFakta konklusimasalahpenelitian Pengumpulan fakta. Dalam penalaran ilmiah, di antara jumlah fakta yang besarnya tak terbatas itu hanya dipilih fakta-fakta yang relevan dengan hipotesa preliminer yang perumusannya didasarkan pada ketelitian dan ketepatan memilih fakta.relevan Formulasi hipotesis Pembentukan hipotesa dapat melalui ilham atau intuisi, dimana logika tidak dapat berkata apa-apa tentang hal ini. Hipotesa diciptakan saat terdapat hubungan tertentu di antara sejumlah fakta. Sebagai contoh sebuah anekdot yang jelas menggambarkan sifat penemuan dari hipotesa, diceritakan bahwa sebuah apel jatuh dari pohon ketika Newton tidur di bawahnya dan teringat olehnya bahwa semua benda pasti jatuh dan seketika itu pula dilihat hipotesanya, yang dikenal dengan hukum gravitasi.anekdot Pengujian hipotesis Artinya, mencocokkan hipotesa dengan keadaan yang dapat diamati dalam istilah ilmiah hal ini disebut verifikasi (pembenaran). Apabila hipotesa terbukti cocok dengan fakta maka disebut konfirmasi.diamati Falsifikasi (penyalahan) terjadi jika usaha menemukan fakta dalam pengujian hipotesa tidak sesuai dengan hipotesa. Bilamana usaha itu tidak berhasil, maka hipotesa tidak terbantah oleh fakta yang dinamakan koroborasi (corroboration). Hipotesa yang sering mendapat konfirmasi atau koroborasi dapat disebut teori. Aplikasi/penerapan. Apabila hipotesa itu benar dan dapat diadakan menjadi ramalan (prediksi), dan ramalan itu harus terbukti cocok dengan fakta, kemudian diverifikasikan/koroborasikan dengan fakta.

25 HUBUNGAN HIPOTESIS DAN TEORI Diunduh dari: 31/8/2012http://rezafm.unsri.ac.id/index.php/posting/50 Hipotesis ini merupakan suatu jenis proposisi yang dirumuskan sebagai jawaban tentatif atas suatu masalah dan kemudian diuji secara empiris. Sebagai suatu jenis proposisi, umumnya hipotesis menyatakan hubungan antara dua atau lebih variabel yang di dalamnya pernyataan-pernyataan hubungan tersebut telah diformulasikan dalam kerangka teoritis. Hipotesis ini, diturunkan, atau bersumber dari teori dan tinjauan literatur yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti. Pernyataan hubungan antara variabel, sebagaimana dirumuskan dalam hipotesis, merupakan hanya merupakan dugaan sementara atas suatu masalah yang didasarkan pada hubungan yang telah dijelaskan dalam kerangka teori yang digunakan untuk menjelaskan masalah penelitian. Sebab, teori yang tepat akan menghasilkan hipotesis yang tepat untuk digunakan sebagai jawaban sementara atas masalah yang diteliti atau dipelajari dalam penelitian. Dalam penelitian kuantitatif peneliti menguji suatu teori. Untuk meguji teori tersebut, peneliti menguji hipotesis yang diturunkan dari teori..

26 HUBUNGAN HIPOTESIS DAN TEORI Diunduh dari: 31/8/2012http://rezafm.unsri.ac.id/index.php/posting/50 PENYUSUNAN HIPOTESIS SECARA DEDUKSI Hipoptesis dapat diturunkan dari teori yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Suatu teori terdidi dari proposisi-proposisi, sedangkan proposisi menunjukkan hubungan antara dua konsep. Proposisi ini merupakan postulat-postulat yang daripadanya disusun hipotesis. Bertitik tolak dari proposisi itu diturunkan hipotesisi secara deduksi. Konsep- konsep yang berada dalam proposisi dijabarkan menjadi variable-variabel penelitian. Jumlah Variabel yang tercakup dalam suatu hipotesis dan bentuk hubungan diantaravariabel-variabel itu sangat menentukan dalam menentukan alat uji hipotesis. Hipotesis yang hanya terdiri atas satu variabel dapat diuji dengan Analisis UNIVARIATE. Hipotesis yang mencakup dua variable dapat diuji dengan menggunakan metode analisis bivariate

27 Diunduh dari: …. 31/8/2012 Agar teori yang digunakan sebagai dasar penyusunan hipotesis dapat diamati dan diukur dalam kenyataan sebenarnya, teori tersebut harus dijabarkan ke dalam bentuk yang nyata yang dapat diamati dan diukur. Cara yang lazim digunakan ialah melalui proses operasionalisasi, yaitu menurunkan tingkat keabstrakan suatu teori menjadi tingkat yang lebih konkret yang menunjuk fenomena empiris atau ke dalam bentuk proposisi yang dapat diamati atau dapat diukur. Proposisi yang dapat diukur atau diamati adalah proposisi yang menyatakan hubungan antar-variabel. Proposisi seperti inilah yang disebut sebagai hipotesis.operasionalisasiproposisi Jika teori merupakan pernyataan yang menunjukkan hubungan antar-konsep (pada tingkat abstrak atau teoritis), hipotesis merupakan pernyataan yang menunjukkan hubungan antar- variabel (dalam tingkat yang konkret atau empiris) ( Burns, 2000).konsep Hipotesis menghubungkan teori dengan realitas sehingga melalui hipotesis dimungkinkan dilakukan pengujian atas teori dan bahkan membantu pelaksanaan pengumpulan data yang diperlukan untuk menjawab permasalahan penelitian. “Hipotesis" sering disebut sebagai pernyataan tentang teori dalam bentuk yang dapat diuji (statement of theory in testable form), atau kadang-kadanag hipotesis didefinisikan sebagai pernyataan tentatif tentang realitas (tentative statements about reality). HUBUNGAN HIPOTESIS DAN TEORI

28 Diunduh dari: …. 31/8/2012 HUBUNGAN HIPOTESIS DAN TEORI Salah satu variable pada hipotesis bivariate berfungsi sebagai variable yang dijelaskan atau variable tidak bebas, dan yang satunya berfungsi sebagai variable yang menerangkan atau variable bebas.. Misalkan variable y dapat diterangakan oleh variable x1, tetapi juga dapat diterangkan oleh x2 terlepas dari x1 dan dapat juga dijelaskanoleh variable x3 terlepas dari x1 dan x2. Ketiga variable bebas dapat menerangkan variable tidak bebas, sehingga ada 3 hipotesis, yaitu : Hipotesis 1 : ada hubungan antara x1 dan y Hipotesis 2 : Ada hubungan antara x2 dan y Hipotesis 3 : Ada hubungan antara x3 dan y

29 Hipotesis = hubungan antar variabel Diunduh dari: …. 31/8/2012 Pada hakekatnya, “Hipotesis” merupakan pernyataan dugaan tentang hubungan antara dua variable atau lebih. Variabel dan Formulasi Hubungan Antar variabel Dalam suatu penelitian terdapat dua tingkatan, tingkatan teoritis dan tingkatan empiris. Dalam terminologi sebab-akibat, variabel dibedakan menjadi variabel dependent, variabel independent, dan variabel interving. Variabel dependent merupakan variabel efek, disimbolkon dengan “Y”, sedangkan variabel independent adalah variabel sebab yang disimbolkan dengan “X” Terdapat sejumlah formulasi hubungan antar variabel dalam sebuah survei. Hipotesis statistik Hipotesis statistik ialah Hipotesis operasional yang diterjemahkan kedalam bentuk angka- angka statistik sesuai dengan alat ukur yang dipilih oleh peneliti. Dalam contoh ini asumsi kenaikan pemasukan sebesar 30%, maka rumusan Hipotesisnya sebagai berikut: H0: P = 0,3 H1: P ≠ 0,3

30 Hipotesis = hubungan antar variabel Diunduh dari: …. 31/8/2012 HUBUNGHAN ANTAR VARIABEL Hubungan antar variabel dalam suatu hipotesis mempunyai model yang berbeda-beda. Hubungan ini diartikan sebagai relasi, dapat digolongkan dalam tiga model, yaitu: 1.Model Kontingensi. Hubungan dengan model kontingensi ini biasanya dinyatakan dalam bentuk table silang dua arah 2.Model Asosiatif. Model hubungan ini melibatkan dua variable ordinal, atau sama- sama interval, atau sama-sama ratio, atau salah satu ordinal atau interval. Varibel- variabel itu mempunyai pola monoton linier; artinya, perubahan variable yang bersangkutan bergerak naik terus tanpa turun kembali, atau sebaliknya turun terus tanpa naik kembali. Huungan ini juga disebut sebagai hubungan korelasional, dan hubungan ini bukanlah hubungan sebab akibat, tetapi hanya menunjukkan bahwa kedua variabel sama-sama berubah. 3.Hubungan fungsional. Hubungan fungsional adalah hubungan antara satu variable yang berfungsi mempengaruhi variable lain. Berbeda dengan hubungan asosiatif dimana kedua variable berdampingan satu dengan yang lain, pada hubungan fungsional variable yang satu menjadi “sebab” dan variabel lainnya berfungsi sebagai “akibat”.

31 TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik Observasi Teknik Wawancara Teknik kuesioner Diunduh dari: …. 25/8/2012 Teknik Observasi Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan indra, jadi tidak hanya dengan pengamatan menggunakan mata saja. Medengarkan, mencium, mengecap meraba termasuk salah satu bentuk dari observasi. Instrumen yang digunakan dalam observasi adalah panduan pengamatan dan lembar pengamatan. Keuntungan teknik observasi 1.Cenderung mempunyai keandalan yang tinggi 2.Analis sistem dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan 3.Analis sistem dapat menggambarkan tata letak fisik dari kegiatan-kegiatan 4.Analis sistem dapat mengukur tingkat dari suatu pekerjaan 5.Kehandalan data lebih tinggi 6.Dalam observasi kita dapat membandingkan apakah perkataan orang sesuai dengan tindakannya 7.Dengan teknik observasi peneliti dapat mempelajari subyek yang tidak memberi kesempatan memberikan laporan lisan (verbal) 8.Dengan teknik ini dapat digambarkan lingkungan fisik kegiatan tata letak kegiatan, letak, gangguan suara, dll 9.Dalam observasi peneliti bisa lebih leluasa dan lebih lama mengamati kondisi subyek terutama yang non verbal hasilnya akan lebih baik karena sesuai dengan kondisi yang sebenarnya 10.Subyek observasi secara umum bebas. Contoh : satu pengamatan bagaimana pola penggunaan katalog pada perpustakaan, tanpa bertanya pada setiap orang.

32 TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik Observasi Teknik Wawancara Teknik kuesioner Diunduh dari: …. 25/8/2012 Observation method is a technique in which the behavior of research subjects is watched and recorded without any direct contact. Types and using of observation methods: This method can be used independently or in combination with other methods of job analysis. There are three methods of job analysis based on observation are: direct observation, work methods analysis, critical incident technique. Diunduh dari: 31/8/2012http://www.humanresources.hrvinet.com/observation-methods/

33 KELEMAHAN TEKNIK OBSERVASI Diunduh dari: …. 25/8/ Biasanya orang yang diamati merasa terganggu. 2.Pekerjaan yang diobservasi mungkin tidak dapat mewakili suatu tingkat kesulitan. 3.Dapat mengganggu kerja yang dilakukan. 4.Orang yang diamati biasanya cendrung melakukan pekerjaan yang lebih baik dan sering menutup-nutupi kejelekan. 5.Observasi tidak selamanya memungkinkan untuk suatu kejadian yang spontan oleh sebab itu harus ada persiapan. Misalnya: Pengamatan pengguna katalog, jika tidak ada orang maka tak bisa untukdiobservasi 6.Tidak bisa menentukan ukuran kuantitas terhadap variabel yang ada. Contoh: Tampaknya seseorang tidak suka menggunakan katalog kartu karena dia selalu menggunakan katalog online; tetapi peneliti tidak bisa memberi skor seberapa jauh tingkat ketidaksukaan orang tersebutthd katalog kartu. 7.Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaan dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutupi kekurangan yang ada 8.Cara mendapatkan data sulit, terutama yang sifatnya rahasia

34 KELEMAHAN TEKNIK OBSERVASI Diunduh dari: …. 25/8/2012 Direct observation This method observes employees in the performance of their duties, recording observations as they are made. Everything is observed: What is the worker accomplishes? What is equipment is used? What the work environment is like? Any other factors relevant to the job? etc Work methods analysis This method is used to describe manual and repetitive production jobs and is used by industrial engineers to determine standard rates of production, to set pay rates. Work methods analysis includes time and motion study and micro-motion analysis. Critical incident technique Though they employ the same method, these methods differ in terms of who does the observing, what is observed, and how it is observed.

35 PETUNJUK MELAKUKAN OBSERVASI Diunduh dari: …. 25/8/2012 Hal-hal yang Harus Dilakukan: 1.Merencanakan terlebih dahulu observasi yang akan dilakukan 2.Mintalah ijin terlebih dahulu dari manajer atau pejabat setempat. 3.Low profile 4.Lengkapilah catatan selama observasi berlangsung Hal-hal yang Tidak Harus Dilakukan: 1.Mengganggu kerja individu yang diobservasi 2.Tidak menekankan pekerjaan yang tidak penting 3.Jangan membuat asumsi sendiri.

36 PETUNJUK MELAKUKAN OBSERVASI Diunduh dari: …. 25/8/2012 OBSERVATION METHOD The observation method involves human or mechanical observation of what people actually do or what events take place during a buying or consumption situation. “Information is collected by observing process at work. ”The following are a few situations: 1.Service Stations-Pose as a customer, go to a service station and observe. 2.To evaluate the effectiveness of display of Dunlop Pillow Cushions - In a departmental store, observer notes:- a) How many pass by; b) How many stopped to look at the display; c) How many decide to buy. 3.Super Market - Which is the best location in the shelf? Hidden cameras are used. 4.To determine typical sales arrangement and find out sales enthusiasm shown by various salesmen - Normally this is done by an investigator using a concealed tape-recorder.

37 PETUNJUK MELAKUKAN OBSERVASI Diunduh dari: …. 25/8/2012 OBSERVATION METHOD Advantages of Observation Method 1.If the researcher observes and record events, it is not necessary to rely on the willingness and ability of respondents to report accurately. 2.The biasing effect of interviewers is either eliminated or reduced. Data collected by observation are, thus, more objective and generally more accurate. Disadvantages of Observation Method 1.The most limiting factor in the use of observation method is the inability to observe such things such as attitudes, motivations, customers/consumers state of mind, their buying motives and their images. 2.It also takes time for the investigator to wait for a particular action to take place. 3.Personal and intimate activities, such as watching television late at night, are more easily discussed with questionnaires than they are observed. 4.Cost is the final disadvantage of observation method. Under most circumstances, observational data are more expensive to obtain than other survey data. The observer has to wait doing nothing, between events to be observed. The unproductive time is an increased cost.

38 LANGKAH-LANGKAH DALAM OBSERVASI Diunduh dari: https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:F_pUNdTOV4kJ …. 31/8/ Menetapkan tujuan-tujuan penelitian secara jelas 2.Penentuan kelompok subyek yang akan diamati 3.Penetapan cara memasuki subyek atau kelompok, misalnya kalau di laboratorium, menyusun subyek-subyek ke dalam laboratorium 4.Membuat laporan tentang subyek yang diobservasi 5.Melakuklan studi dengan cara mengamati dan melaporkan catatan-catatan lapangan dengan menetapkan waktu secukupnya. Misalnya Berapa minggu, bulan, tahun. 6.Menghadapi krisis yang mungkin terjadi, Misalnya Konfrontasi dengan responden, dimana responden menganggap peneliti sebagai mata-mata dari musuh yang selalu dicurigai 7.Perjalanan ke lapangan untuk melakukan observasi 8.Melakukan analisis dari data yang terkumpul 9.Menulis draf laporan kasar dalam bentuk sajian dengan cara mengklasifikasi, mereduksi dan memilih data mengklasifikasi mereduksi, yang ada kaitannya satu sama lain untuk dianalisis 10.Menyusun laporan lengkap dari hasil analisis data sebagai penemuan penelitian secara utuh.

39 LANGKAH-LANGKAH DALAM OBSERVASI Diunduh dari: https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:F_pUNdTOV4kJ …. 31/8/2012 How do you plan for observations? 1.Determine the focus. Think about the evaluation question(s) you want to answer through observation and select a few areas of focus for your data collection. For example, you may want to know how well an HIV curriculum is being implemented in the classroom. Your focus areas might be interactions between students and teachers, and teachers’ knowledge, skills, and behaviors. 2.Design a system for data collection. Once you have focused your evaluation think about the specific items for which you want to collect data and then determine how you will collect the information you need. There are three primary ways of collecting observation data. These three methods can be combined to meet your data collection needs. 3.Recording sheets and checklists are the most standardized way of collecting observation data and include both preset questions and responses. These forms are typically used for collecting data that can be easily described in advance (e.g., topics that might be covered in an HIV prevention lesson). 4.Observation guides list the interactions, processes, or behaviors to be observed with space to record open-ended narrative data. 5.Field notes are the least standardized way of collecting observation data and do not include preset questions or responses. Field notes are open-ended narrative data that can be written or dictated onto a tape recorder.

40 KEUNGGULAN METODE SURVEI : 1.Metode ini dapat dilakukan untuk menginvestigasi masalah yang terkait dengan kehidupan manusia tanpa harus melalui riset laboratorium atau melalui perancangan suatu kondisi tertentu. 2.Metode ini tidak membutuhkan biaya yang besar 3.Pengumpulan data yang luas dapat dilakukan dengan relatif mudah. 4.Metode ini tidak dibatasi oleh faktor geografi 5.Data yang telah ada di lapangan memberikan kemudahan survei. KELEMAHAN METODE SURVEI 1.Metode ini tidak dapat menjangkau semua persoalan 2.Metode ini memiliki potensi bias 3.Responden dapat memahami pertanyaan secara berbeda dari yang diinginkan. 4.Ada kemungkinan responden yang terlibat tidak sesuai dengan karekteristik sample yang dituju. 5.Beberapa survei cukup sulit dilaksanakan terkait dengan kesediaan berpartisipasi. 6.Metode ini tidak cukup fleksibel dalam menangkap sejumlah perbedaan / perubahan sosial 7.Metode ini terlalu mengandalkan statistik sehingga mereduksi data yang bersifat kualitatif yang sebenarnya dapat memperkaya penjelasan suatu fenomena.

41 KEUNGGULAN METODE SURVEI : When should you use observation for evaluation? 1.When you are trying to understand an ongoing process or situation. Through observation you can monitor or watch a process or situation that your are evaluating as it occurs. When you are gathering data on individual behaviors or interactions between people. 2.Observation allows you to watch peoples’ behaviors and interactions directly, or watch for the results of behaviors or interactions. 3.When you need to know about a physical setting. Seeing the place or environment where something takes place can help increase your understanding of the event, activity, or situation you are evaluating. For example, you can observe whether a classroom or training facility is conducive to learning. 4.When data collection from individuals is not a realistic option. If respondents are unwilling or unable to provide data through questionnaires or interviews, observation is a method that requires little from the individuals for whom you need data. Diunduh dari: https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:F_pUNdTOV4kJ

42 DAFTAR PERTANYAAN (kuesioner) Diunduh dari: …. 25/8/2012 KUESIONER jika diterjemahkan artinya adalah daftar pertanyaan, tetapi dalam prakteknya bisa jadi bukan daftar pertanyaan, melainkan daftar pernyataan. Kuesioner atau juga dikenal dengan nama angket adalah alat pengambilan data yang disusun oleh peneliti dalam bentuk tertulis. Di dalamya terdapat seperangkat pertanyaan dan atau peryataan dan atau isian yang harus dijawab oleh responden di situ juga (dalam kuesioner). Jawaban bisa sifatnya tertutup (alternatif jawabannya disediakan oleh peneliti), terbuka (responden secara bebas menuliskan jawabannya), atau campuran (tetutup dan terbuka). Seorang peneliti membuat kuesioner tertutup jika dia telah mampu menemukan berbagai alternatif jawaban yang dianggapnya tepat bagi penelitiannya, atau jika dia tidak ingin jawaban lain kecuali jawaban yang disediakannya. Misalnya YA atau TIDAK, SETUJU atau TIDAK SETUJU, LAKI atau PEREMPUAN. Kuesioner terbuka disusun oleh peneliti karena dia tidak mampu atau tidak mau menentukan jawaban atas pertanyaan, peryataan, atau isian yang disusunnya. Jenis-jenis kuesioner Pertama adalah kuesioner yang diisi sendiri (personnaly administered questionnaire) oleh peneliti atau anggota tim penelitian (pencacah), dan kedia adalah kuesioner yang dikirim (mailed questionnaire) oleh peneliti kepada responden, dan responden mengisi sendiri kuesioner tersebut. Jenis kuesioner pertama dapat dengan baik dilakukan jika penelti atau pencacah mempunyai waktu cukup untuk menuliskan jawaban responden pada kuesioner. Responden membacakan isi kuesioner, responden menjawabnya. Jika responden kurang mengerti isi kuesioner, dapat segera dijelaskan. Peneliti juga dapat mendorong responden untuk mau menjawab dengan benar dan jujur. Jika respondennya banyak, sebaiknya tenaga pencacah diperbanyak. Jika sedikit, peneliti sendiri yang bisa menjadi pencacah. Gunakan pinsil untuk mengisi jawaban responden. Mail questionnaire diedarkan manakala responden secara tempat tinggalnya geografis jauh dengan peneliti, atau untuk melakukan “personnaly administered” tidak dimungkinkan. Misalnya penelitian terhadap karyawan di tempat kerjanya. Kuesioner di bagikan dan jawabannya diambil lain waktu. Kelemahan umum kuesioner jenis ini adalah jumlah yang kembali hampir selalu lebih sedikit daripada jumlah yang diedarkan. Jika terlalu banyak yang tidak kembali, akbibatnya akan mengganggu hasil penelitian.

43 DAFTAR PERTANYAAN (kuesioner) Diunduh dari: …. 25/8/2012 Pedoman Penyusunan Kuesioner Menurut Uma Sekaran (1992), dalam penyusunan kuesioner perlu diperhatikan hal-hal: 1.Isi dan tujuan kuesioner 2.Bahasa dan kata yang dipakai 3.Jenis dan bentuk kuesioner 4.Urutan pertanyaan 5.Klasifikasi data atau informasi pribadi 6.Kategorisasi 7.Pengkodean 8.Penskalaan 9.Realibitas dan validitas 10.Tampilan kuesioner 11.Panjangnya kuesioner 12.Kata pengantar 13.Petunjuk pengisian 14.Dll. Teknik pembuatan kuesioner Tujuannya: untuk memperoleh informasi yang relevan serta untuk memperoleh tingkat keandalan (reliability) dan keabsahan (validity) setinggi mungkin. Tahap awal dari pembuatan kuesioner yang harus dipersiapkan adalah informasi apa saja yang ingin didapatkan dari responden, setelah itu baru disusun pertanyaan-pertanyaannya.

44 PERTANYAAN Diunduh dari: …. 25/8/2012 Pertanyaan adalah sebuah ekspresi keingintahuan seseorang akan sesuatu informasi yang dituangkan dalam sebuah kalimat tanya. Pertanyaan biasa akan diakhiri dengan sebuah tanda tanya.ekspresiinformasikalimat tanyatanda tanya Dalam bahasa Indonesia, dikenal beberapa tipe pertanyaan, yakni: 1.Apa, untuk menanyakan segala sesuatu yang berkaitan dengan isi atau pokok bahasan.Apaisi 2.Siapa, untuk menanyakan orang-orang atau pihak yang terlibat.Siapaorangpihak 3.Mengapa, untuk menanyakan sebab atau alasan terjadinya sesuatu.Mengapasebabalasan 4.Kapan, untuk menanyakan waktu terjadinya sebuah peristiwa.Kapanwaktu 5.Di mana, untuk menanyakan tempat berlangsungnya suatu peristiwa.Di manatempat 6.Bagaimana, untuk menanyakan cara atau proses pengerjaan sesuatu.Bagaimanacaraproses Jenis Kalimat Tanya 1.Kalimat tanya klarifikasi dan konfirmasi klarifikasi (penegasan) dan konfirmasi (penjernihan) → kalimat tanya yang disampaikan kepada orang lain untuk tujuan mengukuhkan dan memperjelas persoalan yang sebelumnya telah diketahui oleh penanya. 2.Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban atau tanggapan langsung. kalimat tanya retoris biasanya digunakan dalam pidato, khutbah, atau orasi. 3.Kalimat tanya tersamar kalimat tanya yang mengacu pada berbagai maksud. 4.Kalimat tanya biasa bersifat menggali informasi, biasanya menggunakan 5W+1H Jenis-jenis Pertanyaan Pertanyaan tertutup Pertanyaan yang telah disediakan beberapa alternatif jawaban, sehingga reponden tinggal memilih dari jawaban yang telah tersedia. Contoh: Berapa kali saudara datang ke restoran “LEZAT” dalam 1 bulan? Pilihlah dengan cara memberi tanda silang pada salah satu jawaban yang paling tepat dari beberapa alternatif jawaban berikut: a. 4 kali b. 8 kali c. 16 kali d. Hampir setiap hari Contoh: Apakah Bapak sudah pernah mendengar tentang rabies? 1. Pernah2. Tidak pernah

45 PERTANYAAN Diunduh dari: …. 25/8/2012 Pertanyaan terbuka Pertanyaan terbuka yaitu responden diberi kebebasan untuk menjawab tanpa ada batasan-batasan. Contoh: Bagaimana pendapat saudara tentang produk baru kami, setelah saudara mengkonsumsinya selama 1 minggu? Tempat Jawaban: …………………………………………………………………………………………………… Kemungkinan jawabannya tidak ditentukan terlebih dahulu dan responden bebas dan responden bebas memberikan jawaban. Contoh: Menurut pendapat Ibu pentingkah penyuluhan tentang rabies dilakukan?

46 PERTANYAAN Diunduh dari: …. 25/8/2012 Pertanyaan Campuran Merupakan sebagian pertanyaan terbuka dan sebagian tertutup. Jadi merupakan gabungan atau kombinasi antara pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Contoh: Apakah saudara pernah menggunakan produk “Obat Kuat Khusus Pria”? a. Pernah b. Tidak pernah Jika jawaban saudara pernah, bagaimana pendapat saudara tentang produk tersebut? Tempat Jawaban: ………………………………………………………………………

47 PETUNJUK MEMBUAT PERTANYAAN Diunduh dari: …. 25/8/2012 Prinsip penyusunan pertanyaan Kata kunci survai adalah “bertanya”. Artinya kalau kita mengadakan penelitian di mana datanya diperoleh dari hasil pertanyaan yang kita ajukan, maka penelitian tersebut sudah bisa dimamakan survai. Agar pertanyaan yang diajukan kepada responden bisa menghasilkan jawaban yang berguna bagi penelitian maka ada beberapa prinsip yang perlu dikuasai dan dilaksanakan oleh seorang peneliti. 1. Kuasai konsep penelitian. Hal ini sangat penting karena tanpa penguasaan konsep penelitiannya, maka besar kemungkinan peneliti akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak relevan. Seorang peneliti yang ingin meneliti tingkat produktivitas, dia harus benar-benar mengerti konsep “produktivitas”. Demikian pula jika dia ingin meneliti bauran pemasaran maka penguasaan konsep “bauran pemasaran” merupakan syarat yang tidak dapat ditawar (conditio sine qua non). Sumber penguasaan konsep adalah informasi-informasi yang berasal dari buku-buku teks, jurnal-jurnal ilmiah, yang secara khusus membahas konsep tersebut. Agar penguasaannya cukup komprehensif, disarankan kepada peneliti untuk mempelajari konsep penelitiannya tidak hanya dari satu atau dua sumber, melainkan dari banyak sumber sehingga konsep penelitiannya memperoleh dukungan akademik yang memadai. Catatan : Ada beberapa penulis yang membedakan kata “concept” dengan “construct”. Menurutnya concept untuk sesuatu yang kongkret, misalnya “upah”, “usia”, “pohon”. “rumah” dsb. sedangkan construct untuk sesuatu yang abstrak misalnya “motivasi”, kepuasan”, “haus”, “belajar”, “citra”, “budaya” dsb. 2. Tetapkan variabel utama penelitian Variabel utama pada dasarnya adalah konsep utama penelitian. Konsep tadi bisa disebut variabel jika mempunyai nilai yang bervariasi. Jenis kelamin disebut variabel karena ada dua variasi yaitu laki-laki dan perempuan. Usia bisa disebut variabel karena ada yang berusia 12 tahun, 19 tahun dst. Lajimnya, variabel utama penelitian secara eksplisit tertulis dalam judul penelitian. Misalnya judul penelitian adalah “pengaruh upah terhadap kinerja”, maka variabel utama adalah “upah” dan “kinerja”. Besarnya upah bervariasi, demikian pula kinerja pegawai.

48 PETUNJUK MEMBUAT PERTANYAAN Diunduh dari: …. 31/8/2012 Prinsip penyusunan pertanyaan 3. Tetapkan variabel pendukung. Variabel lain di luar variabel utama yang oleh peneliti dianggap sebagai sesuatu hal yang dapat mendukung analisis hasil penelitiannya. Misalnya, penelitian tentang kepuasan kerja dapat memasukan variabel jenis kelamin dan usia jika kedua variabel tambahan tadi dianggap bisa mendukung atau penting bagi analisis hasil penelitian. Jika peneliti menduga bahwa pegawai wanita mempunyai tingkat kepuasan yang lebih rendah dibanding pegawai laki- laki, maka konsekuensinya adalah menambahkan variabel jenis kelamin ke dalam rancangan penelitiannya. Jumlah variabel pendukung sebaiknya dibatasi karena akan berakibat pada biaya (dana, waktu, tenaga ). Jika memang tidak penting sebaiknya jangan dimunculkan. 4. Susun definisi operasional variabel penelitian. Definisi operasional ini sangat penting jika analisis penelitian dilakukan secara kuantitatif. Tujuan kegiatan pendefinisian ini untuk mengurangi tingkat “keabstrakan” suatu konstrak sehingga bisa dilakukan pengukuran. Misalkan. “haus” diukur dengan jumlah air yang diminum; motivasi belajar diukur dengan jumlah jam membaca buku pelajaran. Makin abstrak variabel penelitiannya makin sulit dioperasionalisasikannya. Penelitian dalam bidang kebudayaan, filsafat, dan humaniora, lebih sering menggunakan analisis kualitatif antara lain disebabkan oleh sulitnya memberikan definisi operasional pada variabel-variabel penelitiannya. Uji coba instrumen (kuesioner) Sebelum kuesioner disebarkan kepada responden, ujicobakanlah lebih dahulu kepada sejumlah kecil responden. Hal ini gunanya untuk mengetahui validitas dan reliabilitas alat ukur dimaksud. Selain itu, ini juga dapat digunakan untuk mengetahui kemungkinan diterima atau ditolaknya hipotesis yang telah dirumuskan. Jika ternyata dalam uji coba ini terdapat banyak kesalahan, maka peneliti dapat mengubah atau menyempurkannya.

49 CARA PRAKTIS MEMBUAT PERTANYAAN 1.Gunakan kata-kata yang sederhana dan dimengerti oleh semua responden. 2.Hindarkan istilah yang hebat tetapi responden kurang atau tidak menegerti. 3.Usahakanlah agar pertanyaan yang dibuat jelas dan khusus 4.Hindari pertanyaan yang memiliki lebih dari satu pengertian 5.Hindari pertanyaan yang mengandung sugesti 6.Pertanyaan harus berlaku bagi semua responden 7.Gunakan kata-kata sederhana, jelas dan khusus: 1.Berkaitan dengan masalah dan sasaran penelitian tidak menggiring 2.Tidak membuat informasi yang tidak dimiliki responden 3.Tidak memuat hal yang bersifat pribadi atau peka 4.Tidak bersifat klise.

50 CARA PRAKTIS MEMBUAT PERTANYAAN Susunan pertanyaan Ada aturan umum dalam menyusun urutan pertanyaan yang dibuat, meskipun tidak mutlak, yakni sebagai berikut: 1.Pertanyaan sensitif dan pertanyaan model jawaban terbuka sebaiknya ditempatkan di bagian akhir kuesioner. 2.Pertanyaan-pertanyaan yang mudah sebaiknya ditempatkan pada bagian awal kuesioner. 3.Susunlah pertanyaan dengan pola susunan yang saling berkaitan satu sama lain secara logis. 4.Susunlah pertanyaan sesuai dengan susunan yang logis, runtut, dan tidak meloncat- loncat dari tema satu ke tema yang lain. 5.Jangan gunakan pasangan pertanyaan yang mengecek reliabilitas. Misalnya, setujukah Anda terhadap aborsi? Sementara itu di tempat lain, ada pertanyaan, tidak setujukan Anda terhadap aborsi?. 6.Gunakan pertanyaan secara singkat dan jelas, tidak bertele-tele. Diunduh dari: ….. 31/8/2012

51 PERTANYAAN KOMBINASI TERTUTUP DAN TERBUKA Diunduh dari: …. 25/8/2012 Pada pertanyaan ini, Jawabannya sudah ditentukan tetapi kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka. Contoh: Apakah Bapak mengetahui tentang gejala-gejala dari penyakit rabies? 1. Pernah 2. Tidak pernah (JIKA PERNAH) Gejala-gejala apa saja yang Bapak ketahui? ________________________________________________ Pertanyaan semi terbuka Pada pertanyaan semi terbuka jawaban sudah tersusun tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban. Contoh: Alat KB yang dipakai IUD 1 Pil2 Kondom3 Jelly/Foam4 Sterilisasi 5 Lain-lain: (SEBUTKAN)

52 TEKNIK SKALA Diunduh dari: 2/9/2012 Sekala bertujuan untuk mengetahui ciri-ciri atau karakteristik sesuatu hal berdasarkan suatu ukuran tertentu, sehingga dapat dibedakan. Sifat Skala: 1.Skala Nominal: Membedakan, tanpa tingkatan. Misalnya: Laras, Tata, Gagas, Kokom dll. 2.Skala Ordinal: membedakan dengan suatu urutan, tanpa jarak. Misalnya: Mahasiswa semester I kodenya 4, Mhs semester II Kodenya 6, mhs semester III kodenya 8 3.Skala interval: membedakan dengan tingkatan, ada jarak. Misalnya: umur fiya 2 tahun, gagas 3 tahun, laras 5 tahun. 4.Skala Ratio: membedakan dengan tingkatan, ada jarak, ada nilai mutlak. Misalnya IP Tata 4 dan IP Siska 2; sehingga prestasi Tata duakali prestasi Siska

53 TEKNIK SKALA Diunduh dari: 2/9/2012 AN INITIAL ASSESSMENT OF THE BIOCLIMATIC COMFORT IN AN OUTDOOR PUBLIC SPACE IN LISBON Sandra Oliveira and Henrique Andrade. Int J Biometeorol (2007) 52:69–84. This paper describes the application of a methodology designed to analyse the relationship between climatic conditions and the perception of bioclimatic comfort. The experiment consisted of conducting simultaneous questionnaire surveys and weather measurements during 2 sunny spring days in an open urban area in Lisbon. The results showed that under outdoor conditions, thermal comfort can be maintained with temperatures well above the standard values defined for indoor conditions. There seems to be a spontaneous adaptation in terms of clothing whenever the physiological equivalent temperature threshold of 31°C is surpassed. The perception of air temperature is difficult to separate from the perception of the thermal environment and is modified by other parameters, particularly wind. The perception of solar radiation is related to the intensity of fluxes from various directions (i.e. falling upon both vertical and horizontal surfaces), weighted by the coefficients of incidence upon the human body. Wind was found to be the most intensely perceived variable, usually negatively. Wind perception depends largely on the extreme values of wind speed and wind variability. Women showed a stronger negative reaction to high wind speed than men. The second part of the questionnaire concerned the perception of each weather parameter experienced at the moment of the enquiry (Ta, HR, v, K), as well as the overall perception of the weather conditions by each individual using a 4-point nominal scale of comfort for simplicity purposes. The experiment proved that this methodology is well-suited to achieving the proposed objectives and that it may be applied in other areas and in other seasons.

54 METODE SKALA Diunduh dari: …. 25/8/2012 Skala Likert: Jawaban tidak sekedar “Setuju dan “Tidak Setuju”, tetapi dibuat lebih banyak kemungkinan, misalnya sebagai berikut: Sangat tidak setuju1 Tidak setuju2 Tidak adapendapat3 Setuju4 Sangat setuju5 Metode Skala Guttman Tujuan skala ini untuk memperoleh ukuran gabungan yang hanya mengukur satu dimensi saja a. Apakah anda memiliki radio? b. Apakah anda memiliki televisi? c. Apakah anda memilki sepeda motor? d. Apakah anda memiliki mobil? RESPONDEN abcd

55 SURVAI MELALUI WAWANCARA Diunduh dari: 2/9/2012 Wawancara adalah teknik pengambilan data melalui pertanyaan yang diajukan secara lisan kepada responden. Umumnya teknik pengambilan data dengan cara ini dilakukan jika peneliti bermaksud melakukan analisis kualitatif atas penelitiannya. Wawancara bisa dilakukan secara tatap muka di antara peneliti dengan responden dan bisa juga melalui telepon. Di bawah ini digambarkan sebuah model yang menggambarkan berbagai variable yang mempengaruhi proses wawancara. PUBLIC UNDERSTANDINGS OF AIR POLLUTION: THE &LOCALISATION' OF ENVIRONMENTAL RISK Karen Bickersta, Gordon Walker Global Environmental Change 11 (2001) Recent perspectives on public understandings of global environmental risk have emphasised the interpretation, judgement and sense-making' that takes place, modes of perception that are inextricably tied to aspects of &local' context. In this paper we offer a current picture of the ways in which residents think about the problem of urban air pollution. To do this we utilise elements of a wider research project involving a survey and in-depth interviews with members of the public. In this way - and drawing upon the prior air pollution perception literature and recent workin the "eld of environmental and risk perception - we present a more analytical interpretation than has hitherto been approached. The data collection was undertaken in 1996, and comprised a mixed methodology involving a questionnaire survey followed by a series of one-to-one interview discussions. A total of 378 questionnaires were returned complete, this was a response rate of 84%. One-to-one semi-structured interviews were subsequently conducted with 50 of the questionnaire respondents selected on the basis of demographic characteristics, strati"ed into the three socio- economic status groups, such that consistency was maintained with the overall sample population. Conclusions are drawn which stress the localisation of people's understandings within the immediate physical, social and cultural landscape and also through a trust in personal experiences over any kind of information-based evidence. From this position, and with the development of implications for policy, we demonstrate the need to study public perceptions if the objectives of air quality, and more generally, environmental management are to be achieved.

56 KEUNGGULAN METODE WAWANCARA : Diunduh dari: …. 25/8/2012 Flexibility. Pewancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. Jika dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan “probing”. Demikian pula jika ingin memperoleh informasi tambahan, maka dia dapat mengajukan pertanyaan tambahan. Bahkan jika sebuah pertanyaan dianggap kurang tepat ditanyakan pada saat itu, dia bisa menundanya. Response rate. Maknanya, wawancara cenderung ditanggapi secara lebih baik dibandingkan dengan kuesioner yang diposkan. Responden yang tidak mampu menulis atau membaca tetap bisa menjawab pertanyaan, demikian pula mereka yang malas menulis. Banyak responden yang lebih menyukai mengeluarkan pandangannya secara lisan daripada tulisan. Nonverbal behavior. Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal, Misalnya rasa suka, rasa tidak suka, atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden. Control over environment : Pewawancara dapat mengatur lingkungan di mana wawancara dilakukan, misalnya di ruangan tersendiri, atau tanpa kehadiran orang lain. Hal ini mencegah terjadinya jawaban yang diintervensi pihak lain. Question order. Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara lebih baik. Hal ini juga dapat menjamin pertanyaan dapat terjawab semuanya, kecuali memang respondennya tidak bersedia menjawabnya. Spontaneity. Pewawancara dapat merekam jawaban-jawaban yang spontan. Dalam hal tertentu jawaban spontan bisa lebih jujur dan informative, kurang normative. Respondent alone can answer. Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah kita tetapkan. Completeness. Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan. Time of interview. Pewawancara dapat menyusun jadwal wawancara yang relatif pasti. Kapan, di mana, sehingga data yang diperoleh tidak keluar dari rancangan penelitian. Greater complexity of questionnaire. Kuesioner umumnya berisikan pertanyaan yang mudah dijawab oleh responden. Melalui wawancara, dapat ditanyakan hal- hal yang rumit dan mendetail.

57 KELEMAHAN METODE WAWANCARA Diunduh dari: …. 25/8/2012 Biaya - Cost. Biaya supervisi lapangan, biaya latihan pewawancara, biaya perjalanan serta pemondokan, imbalan bagi responden, dan lain sebagainya Di Amerika dan Eropa khususnya, biaya yang harus dikeluarkan untuk seorang responden bisa sampai dengan 100 dolar pada tahun 1995 (Cooper dan Emory). Artinya kalau respondennya 100 orang peneliti harus menyediakan uang sekitar 75 juta rupiah. Di Indonesia belum ada tarif yang bisa diterima umum ketika seorang peneliti mewawancarai responden WAKTU -Time. Waktu wawancara tidak dapat dilakukan kapan saja. Kadang responden hanya punya waktu sedikit, sehingga untuk menjawab seluruh pertanyaan diperlukan beberapa kali wawancara. Berdasarkan pengalaman, penelitian yang sampelnya banyak dan secara geografis berbeda domisilinya, bisa memakan waktu sekitar enam bulan. Interview bias. Walau telah dilakukan tatap muka, namun kesalahan bertanya dan juga kesalahan mentafsirkan jawaban, masih bisa terjadi. Sering terjadi atribut (jenis kelamin, etnik, status sosial, jabatan, usia, pakaian, penampilan fisik, dsb) responden dan juga pewawancara mempengaruhi jawaban. Inconvenience.. Karena kesibukan atau alasan lainnya, tidak sedikit responden mau diwawancarai. Namjun, karena sudah janji, responden tetap mau menjawab pertanyaan walau dalam kondisi tertekan, sakit, atau mengalami gangguan lainnya. Dan hal tersebut berpengaruh pada kualitas jawaban Berdasarkan banyak penelitian di bidang manajemen sumber daya manusia, pimpinan perusahaan lebih sering melarang peneliti mewawancari pegawainya. Kalau wawancara dilakukan di rumah juga sama. Mungkin mereka tidak punya waktu atau bisa juga karena mereka takut didatangi oleh orang asing. Less anonymity. Dibanding melalui kuesioner, melalui wawancara responden sulit menyembunyikan identitas dirinya. Artinya pewawancara bisa dipandang mempunyai potensi yang bisa mengancam dirinya, sehingga jawaban harus dilakukan secara ekstra hati- hati. Apalagi jika jawabannya direkam melalui pita perekam. Less standardized question wording. Pertanyaan sering kali kurang baku. Responden yang berbeda bisa ditanyakan dengan kalimat yang berbeda bahkan isinya berbeda pula. Fleksibilitas ternyata bisa merupakan kekuatan namun dapat pula merupakan kelemahan tenik wawancara.

58 SYARAT UTAMA WAWANCARA AGAR BERHASIL Diunduh dari: project/m_e_tool_series_indepth_interviews.pdf…. 25/8/2012 Tersedianya informasi yang diperlukan dalam diri responden Peneliti harus mempunyai informasi lengkap tentang diri responden. Artinya apakah responden yang akan diwawancarai-nya mempunyai informasi yang ingin diperoleh peneliti. Ada istilah yang populer yaitu bahwa responden yang akan diwawancarai harus yang “rich information” Responden harus benar-benar mengerti apa yang harus dilakukannya. Untuk itu maka peneliti harus dapat menjelaskan bagaimana seharusnya responden menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya. Peneliti boleh saja memberikan pelatihan singkat kepada responden. Motivasi responden untuk mau bekerjasama harus tinggi. Motivasi responden merupakan tanggung jawab peneliti. Bagaimana cara mendorong responden mau menjawab dengan baik dan lengkap banyak ditentukan oleh pendekatan serta insentif yang diberikan oleh peneliti.

59 SYARAT UTAMA WAWANCARA AGAR BERHASIL Diunduh dari: project/m_e_tool_series_indepth_interviews.pdf…. 25/8/2012 What is an In-Depth Interview? In-depth interviewing is a qualitative research technique that involves conducting intensive individual interviews with a small number of respondents to explore their perspectives on a particular idea, program, or situation. For example, we might ask participants, staff, and others associated with a program about their experiences and expectations related to the program, the thoughts they have concerning program operations, processes, and outcomes, and about any changes they perceive in themselves as a result of their involvement in the program. Collect Data – interview 1.Set up interviews with stakeholders (be sure to explain the purpose of the interview, why the stakeholder has been chosen, and the expected duration of the interview). 2.Seek informed consent of the interviewee (written or documented oral). Re-explain the purpose of the interview, why the stakeholder has been chosen, expected duration of the interview, whether and how the information will be kept confidential, and the use of a note taker and/or tape recorder. 3.If interviewee has consented, conduct the interview. 4.Summarize key data immediately following the interview. 5.Verify information given in interviews as necessary. For example, if an interviewee says that a clinic has a policy of not providing services to anyone under 16, you should verify that information on your own with the clinic.

60 TEKNIK WAWANCARA Diunduh dari: 25/8/2012 Teknik wawancara lebih mudah dibicarakan dibandingkan dengan pelaksanaannya. Kondisi lapangan yang sangat bervariasi, menyebabkan apa- apa yang seharusnya dilakukan oleh pewawancara menjadi kurang atau bahkan tidak terjadi. Pewawancara tidak sekedar harus mengerti apa yang seharusnya dilakukan, tetapi juga harus kreatif menangani persoalan yang muncul di lapangan. Tidak jarang responden memberikan respons yang tidak sesuai dengan harapan pewawancara. Tugas pewawancara tidak hanya bertanya, tetapi juga mendengarkan dengan seksama, merekam apa yang didengarnya, dan melakukan pertanyaan ulang dan mendalam jika diperlukan. Agar tugas-tugas tersebut dapat dilakukannya dengan baik, maka pewawancara harus melatih diri dan mempersiapkan proses wawancara sebaik mungkin. Berikut ini disajikan tahapan-tahapan yang secara umum dilakukan oleh sebagian besar pewawancara pada saat mereka berupaya mencari informasi dari responden penelitiannya.

61 TEKNIK WAWANCARA Diunduh dari: 25/8/2012 COLLECTING DATA BY IN-DEPTH INTERVIEWING Rita S. Y. Berry Paper presented at the British Educational Research Association Annual Conference, University of Sussex at Brighton, September Interviews have been used extensively for data collection across all the disciplines of the social sciences & in educational research. There are many types of interviews, as suggested in the literature. However, this paper does not attempt to look at every single type of interview. Instead, it focuses on one particular type – in-depth interviewing. In the presentation, the presenter will briefly explain her interpretation of in-depth interviewing & report on how she used this research method to collect data for her study. In-depth interviewing In-depth interviewing, also known as unstructured interviewing, is a type of interview which researchers use to elicit information in order to achieve a holistic understanding of the interviewee’s point of view or situation; it can also be used to explore interesting areas for further investigation. This type of interview involves asking informants open-ended questions, and probing wherever necessary to obtain data deemed useful by the researcher. As in-depth interviewing often involves qualitative data, it is also called qualitative interviewing.

62 TEKNIK WAWANCARA Diunduh dari: 2/9/2012 Teknik wawancara lebih mudah dibicarakan dibandingkan dengan pelaksanaannya. Kondisi lapangan yang sangat bervariasi, menyebabkan apa-apa yang seharusnya dilakukan oleh pewawancara menjadi kurang atau bahkan tidak terjadi. Pewawancara tidak sekedar harus mengerti apa yang seharusnya dilakukan, tetapi juga harus kreatif menangani persoalan yang muncul di lapangan. Tidak jarang responden memberikan respons yang tidak sesuai dengan harapan pewawancara. Tugas pewawancara tidak hanya bertanya, tetapi juga mendengarkan dengan seksama, merekam apa yang didengarnya, dan melakukan pertanyaan ulang dan mendalam jika diperlukan. Agar tugas-tugas tersebut dapat dilakukannya dengan baik, maka pewawancara harus melatih diri dan mempersiapkan proses wawancara sebaik mungkin. Berikut ini disajikan tahapan-tahapan yang secara umum dilakukan oleh sebagian besar pewawancara pada saat mereka berupaya mencari informasi dari responden penelitiannya.

63 Diunduh dari: 2/9/2012 COLLECTING DATA BY IN-DEPTH INTERVIEWING Rita S. Y. Berry Paper presented at the British Educational Research Association Annual Conference, University of Sussex at Brighton, September Patton (1987:113) suggests three basic approaches to conducting qualitative interviewing: 1.The informal conversational interview. This type of interview resembles a chat, during which the informants may sometimes forget that they are being interviewed. Most of the questions asked will flow from the immediate context. Informal conversational interviews are useful for exploring interesting topic/s for investigation and are typical of ‘ongoing’ participant observation fieldwork. 2.The general interview guide approach (commonly called guided interview) When employing this approach for interviewing, a basic checklist is prepared to make sure that all relevant topics are covered. The interviewer is still free to explore, probe and ask questions deemed interesting to the researcher. This type of interview approach is useful for eliciting information about specific topics. For this reason, Wenden (1982) formulated a checklist as a basis to interview her informants in a piece of research leading towards her PhD studies. She (1982:39) considers that the general interview guide approach is useful as it ‘allows for in-depth probing while permitting the interviewer to keep the interview within the parameters traced out by the aim of the study.’ 3.The standardised open-ended interview Researchers using this approach prepare a set of open-ended questions which are carefully worded and arranged for the purpose of minimising variation in the questions posed to the interviewees. In view of this, this method is often preferred for collecting interviewing data when two or more researchers are involved in the data collecting process. Although this method provides less flexibility for questions than the other two mentioned previously, probing is still possible, depending on the nature of the interview and the skills of the interviewers (Patton 1987:112).

64 MENINGKATKAN PEMAHAMAN NARA-SUMBER Diunduh dari: 2/9/2012 Sasaran awal yang harus bisa dicapai oleh pewawancara adalah terbangunnya hubungan yang akrab dengan nara-sumbernya. Menurut Cooper dan Emory (1995) ada tiga hal yang bisa meningkatkan penerimaan responden dalam wawancara 1.Upayakan agar nara-sumber percaya bahwa pengalaman yang segera akan terjadi, menyenangkan dan memuaskan dirinya. Umumnya nara-sumber mau dengan terbuka menyatakan pendapatnya dan juga bekerjasama jika pewawancara menunjukan perilaku yang bisa dipercaya. Misalnya, jika proses wawancara akan direkam melalui “tape recorder” sebaiknya minta persetujuan nara-sumber. Atau jika nara-sumber minta identitasnya tidak disebutkan dalam laporan, pewawancara harus bisa memberikan jaminan. 2.Upayakan nara-sumber merasa bahwa wawancara yang berlangsung dengan dirinya memang sangat berguna. Untuk itu pewawancara harus bisa menjelaskan dengan baik maksud dan kegunaan penelitian itu, tidak hanya bagi diri peneliti, tetapi juga bagi pihak-pihak lain termasuk mungkin si nara-sumber tersebut. 3.Upayakan agar nara-sumber memiliki rasa aman dan nyaman. Responden seringkali curiga terhadap pewawancara. Sehingga dalam menjawab pertanyaan, mereka ekstra hati-hati. Pewawancara harus bisa memberi jaminan bahwa jawaban nara- sumber tidak membuat dirinya menjadi terancam, atau hal lain yang sejenis.

65 MENINGKATKAN PEMAHAMAN NARA-SUMBER Diunduh dari: 2/9/2012 BUILDING LOCAL KNOWLEDGE FOR DEVELOPING HEALTH POLICY THROUGH KEY INFORMANT INTERVIEWS Lois Wright Morton Extension Journal. February 2002 // Volume 40 // Number 1. Key informant surveys offer Extension educators a way to build knowledge about their local health systems and provide a catalyst for developing health policies. Key informant surveys of 138 leaders in 14 rural counties revealed the top 10 health goals across these counties. These goals are a starting point for public dialogues to develop a local health agenda and engage Extension in strengthening local partnerships around health education, intervention, and policy development. The key informant survey is a data collection technique appropriate to the study of intermediate units such as communities, counties, and villages (Young, 1999). The "informant" is asked information about his/her community structure rather than his/her own personal characteristics. This technique is particularly useful in gathering information for use in policy development where the unit of program intervention is the community, county, or region. Twenty-three Cooperative Extension educators in 14 counties were used to identify county leaders in 10 specified categories: 1.Commissioner of Health, 2.Chamber of Commerce director, 3.Human resource director of major employer, 4.Small business owner representative of the type of small businesses in the county, 5.Office for Aging director, 6.Director of a highly visible voluntary not-for-profit health organization, 7.County legislator on health subcommittee, 8.President/committee chair on member health benefits of the largest union in the county, 9.Hospital administrator, and 10.Medicaid-eligible person with leadership in her/his neighborhood or community.

66 MENGAJUKAN PERTANYAAN Diunduh dari: 2/9/2012 Mengajukan pertanyaan sesuai dengan pedoman wawancara (interview schedules), jika ingin memperoleh jawaban yang lebih mendalam, lakukan “probing”. Walau sudah ada pedoman wawancara, jika terpaksa pewawancara dapat menambah pertanyaan lain yang dianggap penting. Jika ada pertanyaan yang seharusnya ditanyakan, tetapi sudah terjawab (dalam jawaban atas pertanyaan lain atau berdasarkan pengamatan), maka lewatkan saja. Upayakan suasana wawancara tidak seperti interogasi. Komunikasi dua arah sebaiknya diciptakan. Kadang jawaban nara-sumber tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan. Sebelum “ke mana-mana”, seharusnya pewawancara memperjelas pertanyaan tadi dengan kata-kata/bahasa/susunan kalimat yang lain yang diperkirakan lebih bisa dipahami. Jika nara-sumber tidak mau menjawab satu pertanyaan tertentu, sebaiknya tidak dipaksa. Alihkan dahulu ke pertanyaan lain dan pada akhir wawancara boleh dicoba dengan cara lain mengajukan pertanyaan yang belum dijawabnya.

67 MENGAJUKAN PERTANYAAN Diunduh dari: 2/9/2012 ENVIRONMENTAL COMFORT CRITERIA: WEIGHTING AND INTEGRATION Rabee M. Reffat and and Edward L. Harkness Journal of Performance of Constructed Facilities, Vol. 15, No. 3, August, This paper presents an integration method for evaluating environmental quality in office buildings based on a series of interviews with 50 experts in the field of environmental quality in the built environment. A structured questionnaire was completed by experts during the interviews. The categories of environmental quality considered in this evaluation include lighting comfort, acoustic comfort, thermal comfort, and acceptable indoor air quality. Each category includes a set of performance criteria. Sixty-five performance criteria covering the evaluation of environmental quality in office buildings were extracted from the interviewed experts. The development of this integration method for assessing the environmental quality of built environments is described and an illustration of its application is presented. Data were collected through interviews with two kinds of professionals (21 academics and 29 practitioners) who are experts in lighting comfort, acoustic comfort, thermal comfort, and IAQ. Their input was used to determine the weight of each environmental category for the office workplace in an office building.

68 QUESTIONING TECHNIQUES Diunduh dari: 2/9/2012 Individuals vary in their ability to articulate their thoughts and ideas. With good questioning techniques, researchers will be more able to facilitate the subjects’ accounts and to obtain quality data from them. Current literature suggests some questioning techniques, summarised in the following ten points: 1.Ask clear questions. Cicourel (1964) reflects that ‘many of the meanings which are clear to one will be relatively opaque to the other, even when the intention is genuine communication.’ Accordingly, it is important to use words that make sense to the interviewees, words that are sensitive to the respondent’s context and world view. To enhance their comprehensibility to the interviewees, questions should be easy to understand, short, and devoid of jargon (Kvale 1996). 2.Ask single questions. Patton (1987) points out that interviewers often put several questions together and ask them all as one. He suggests that researchers should ask one thing at a time. This will eliminate any unnecessary burden of interpretation on the interviewees.

69 QUESTIONING TECHNIQUES Diunduh dari: 2/9/ Ask truly open-ended questions (Patton 1987). Truly open-ended questions do not pre-determine the answers and allow room for the informants to respond in their own terms. For example, "What do you think about your English?" "How do you feel about the method of English teaching in your home country?" "What is your opinion of English lessons in the UK?“ 4.Ask experience/behaviour questions before opinion/feeling questions (Patton 1987). It is useful to ask questions about experience or behaviour before asking questions about opinions or feelings as this helps establish a context for the informants to express the latter. For example, asking "What happened?" before "How do you feel now?“ 5.Sequence the questions (Cohen & Manion 1994). This refers to using a special kind of questioning technique called ‘Funnelling’, which means asking from general to specific, from broad to narrow. Cohen & Manion quote an example from the study by Sears, Maccoby and Levin: All babies cry, of course. Some mothers feel that if you pick up a baby every time it cries, you will spoil it. Others think you should never let a baby cry for very long. How do you feel about this? What did you do about it? How about the middle of the night? (Sears, Maccoby and Levin, 1957, cited in Cohen & Manion, 1994)

70 QUESTIONING TECHNIQUES Diunduh dari: 2/9/ Probe & follow-up questions (Patton 1987). The purpose of probing is to deepen the response to a question, to increase the richness of the data being obtained, and to give cues to the interviewee about the level of response that is desired. This can be done through direct questioning of what has just been said, for example, "Could you say something more about that?"; "Can you give a more detailed description of what happened?; "Do you have further examples of this?" Alternatively, a mere nod, or "mm," or just a pause can indicate to the subject to go on with the description. Repeating significant words of an answer can lead to further elaboration (Kvale 1996). 7.Interpret questions (Kvale 1996). Throughout the interview, the researchers should clarify and extend the meanings of the interviewee’s statements to avoid misinterpretations on their part. Kvale (1996) suggests that researchers may use question like ‘Is it correct that you feel that……?"; "Does the expression….. cover what you have just expressed?" to allow the interviewees to confirm or disconfirm what has been interpreted by the researchers. 8.Avoid sensitive questions. It is advisable to avoid deep questions which may irritate the informants, possibly resulting in an interruption of the interview. Cicourel (1964) agrees that ‘the respondent may well feel uneasy and adopt avoidance tactics if the questioning is too deep.’

71 QUESTIONING TECHNIQUES Diunduh dari: 2/9/ Encourage a free rein but maintain control. The researchers should be prepared to let the interviewees ‘travel’ wherever they like, but a rough checklist of ideas or areas the former want to explore is useful. Palmer (1928) suggests that proficient interviewers should be always in control of a conversation which they guide and bend to the service of their research interest.

72 QUESTIONING TECHNIQUES Diunduh dari: 2/9/ Establish rapport. This can be achieved by, for example, respecting the informants’ opinions, supporting their feelings, or recognising their responses. This can also be shown by the researchers’ tone of voice, expressions or even gestures. In addition, Kvale (1996) suggests that ‘a good contact is established by attentive listening, with the interviewer showing interest, understanding, and respect for what the subjects say.’ He (1996) continues, ‘[a good interview] allows subjects to finish what they are saying, lets them proceed at their own rate of thinking and speaking.’

73 MEREKAM JAWABAN NARA-SUMBER Diunduh dari: …. 25/8/2012 Pewawancara harus menyadari bahwa wawancara dengan seorang nara-sumber hanya dilakukan satu kali. Pewawancara harus benar-benar dapat merekam jawaban nara-sumber dengan baik (benar dan lengkap). Hal yang ideal kalau seorang pewawancara dibantu oleh orang lain yang bwertugas merekam jawaban nara-sumber. Jika tidak mungkin ada pembantu, diupayakan jawaban nara-sumber direkam melalui alat perekam elektronik (tape recorder). Apabila kedua hal tersebut tidak memungkinkan, maka pewawancara harus mampu merekam sendiri jawaban nara-sumber. Seyogyanya nara-sumber dibiarkan menjawab pertanyaan, dan pewawancara segera mencatat semua yang dikatakannya. Apabila ada kata atau kalimat yang kurang jelas maka pewawancara dapat meminta nara-sumber menjelaskan ulang kata atau kalimat tadi. Agar jawaban yang direkam relatif lengkap upayakan pewawancara memiliki singkatan-singkatan, atau tanda-tanda baca lainnya yang tertentu yang dimengertinya. Untuk meyakinkan apakah yang dicatat benar atau sesuai dengan apa yang dimaksud oleh responden, tidak ada salahnya intisari jawaban nara-sumber dikatakan ulang oleh pewawancara.

74 MENGAKHIRI WAWANCARA Diunduh dari: 2/9/2012 Pewawancara harus menyadari bahwa wawancara hanya dilakukan satu kali, namun untuk menjaga kemungkinan negatif, sebaiknya diakhir wawancara, pewawancara harus memberi kesan bahwa dia masih ingin melakukan pembicaraan lagi. Dengan demikian, agar pewawancara dapat diterima kembali maka akhir dari suatu wawancara haruslah baik pula.

75 Diunduh dari: 2/9/2012 UNDERSTANDING THE IMPACT OF QUALITY OF URBAN GREEN SPACEON PEOPLE’S WELLBEING IN DEPRIVED COMMUNITIES Catharine Ward Thompson, Jenny Roe, Peter A. Aspinall, Affonso Zuin This project (commissioned by the Commission for Architecture and the BuiltEnvironment (CABE Space)) explored the quality and availability of green space indeprived communities in key urban areas of England, and the relationship betweengreen space and wellbeing for people in these communities. Methods included focusgroups, environmental quality audits and interview questionnaire surveys of differentsub-groups (particularly different black and minority ethnic (BME) groups) within thecase study communities. Analysis of the questionnaire explores the relationship between green space and wellbeing, firstly, as compared to other environmentalfactors (such as air pollution, access to shops etc) and, secondly, in relation to currentuse of green space, perceived quality of green space and potential interventions thatmight change behaviour or use of green space and benefit wellbeing. The methods used in the study included focus groups, environmental quality audits of typical green spaces within case study communities, and interview questionnairesurveys of samples of different sub-groups within the case study communities.Four focus groups were held, facilitated by local community workers and involving44 participants in all. Two groups were of mixed ethnicity, two were held with peoplefrom Pakistani and Bangladeshi backgrounds. The aim was to identify the salientissues about urban green space in relation to wellbeing and quality of life and toensure that the environmental audits and interview survey questions were relevant and meaningful.


Download ppt "METODE PENELITIAN SURVEI Diunduh dari: 25/8/2012 Penelitian survei merupakan suatu teknik pengumpulan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google