Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEPEMIMPINAN, ORGANISASI dan MANAJEMEN. Perbedaan antara suasana kacau (chaos) dan keteraturan (good functioning) terletak pada organisasi, manajemen.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEPEMIMPINAN, ORGANISASI dan MANAJEMEN. Perbedaan antara suasana kacau (chaos) dan keteraturan (good functioning) terletak pada organisasi, manajemen."— Transcript presentasi:

1 KEPEMIMPINAN, ORGANISASI dan MANAJEMEN

2 Perbedaan antara suasana kacau (chaos) dan keteraturan (good functioning) terletak pada organisasi, manajemen dan kepemimpinan (leadership)

3 PENGANTAR Kepemimpinan adalah suatu proses, bukan suatu posisi atau kedudukan tetapi suatu interaksi antara dua pihak yaitu: pemimpin (leader) & pengikut (follower). Ada satu sisi lagi yg sangat menentukan efektivitas kepemimpinan adalah situasi. Pemimpin, pengikut dan situasi berada dalam suatu bentuk yaitu: organisasi. Organisasi & kepemimpinan merupakan suatu kesatuan yg tidak terpisahkan, demikian juga dengan pengikut (follower), ketiganya merupakan suatu yg kompleks/tidak sederhana.

4 Studi yg mempelajari kepemimpinan, organisasi menghasilkan pandangan- pandangan dari berbagai sudut yg tidak sama. Karena itu, pendapat tentang kepemimpinan & organisasi sangat berbeda-beda. Namun apabila dilihat secara keseluruhan menggambarkan suatu bentuk / entity tentang kepemimpinan & organisasi. Para pengamat memberikan bermacam- macam definisi tentang kepemimpinan.

5 LEADERSHIP DEFINITIONS  The creative and directive force of morale (Munson, 1921)  The process by which an agent induces a subordinate to behave in a desired manner (Bennis, 1959)  The presence of particular influence relationship between two or more persons (Hollander & Julian, 1969)  Directing and coordinating the work of group members (Fiedler, 1967)  An interpersonal relation in which others comply because they want to, not because they have to (Merton, 1969; Hogan, Curphy, & Hogan, 1994)  Transforming followers, creating visions of the goals they may attain, and articulating the ways to attain those goals (Bass, 1985; Tichy & Devanna, 1986)  The process of influencing an organized group toward accomplishing its goals (Roach & Behling, 1984)

6 Definisi-definisi tsb mungkin akan membingungkan dan tidak ada suatu yg tepat. Tetapi kalau kita lihat dari tiap definisi menunjukkan suatu sudut pandang tertentu & menekankan beberapa faktor yg mempengaruhi kepemimpinan. Definisi menurut Bennis dikatakan adanya pengikut yg merupakan subordinate menunjukkan bahwa Bennis melihat adanya suatu pengaruh dari pemimpin di atas secara hierarchical. Definisi menurut Fiedler menekankan aspek pengarahan / directing dan kontrol yg mengabaikan sisi emosional.

7 Merton menempatkan berikut sebagai subordinate yg mempunyai keinginan & tujuan yg sama dengan pemimpin. Definisi ini, tidak melihat adanya suatu pemaksaan atau keharusan dalam suatu kepemimpinan. Padahal efektivitas kepemimpinan tidak lepas dari potensi kekuatan pemaksaan (coercive power). Akhirnya definisi menurut Roach & Bealing yg merupakan definisi yg lebih komprehensif sebagai: “Suatu proses untuk mempengaruhi sebuah kelompok yg telah terorganisir untuk menuju sesuatu tujuan tertentu”.

8 Manajemen (Management), istilah manajemen ini sebenarnya berasal dari bahasa latin / italia yaitu: “menagio” yg artinya: menyiapkan & mengendalikan kuda. Selanjutnya istilah ini dipakai dalam pelaksanaan organisasi terutama organisasi non pemerintahan / publik di Amerika Serikat. Sedangkan di Perancis & di Eropa banyak dipakai istilah administrasi “administration”. Namun kedua istilah ini sering dipakai secara bersamaan dengan tujuan yg sama. MANAGEMENT & ORGANISASI

9 Organisasi adalah sesuai dengan asal katanya “organ” adalah suatu alat untuk mencapai suatu tujuan. Namun sebelum terbentuknya alat tsb karena komponen utama dari organisasi adalah manusia sebagai makhluk sosial (hidup berkelompok) ada suatu proses saling mempengaruhi dan ada pihak yg lebih kuat & memenangkan pengaruhnya. Fase ini adalah fase arena, suatu tempat untuk berjuang saling mempengaruhi & muncul seorang pemenang.

10 Setelah adanya kesepakatan dari hasil saling mempengaruhi dalam arena tsb, lahirlah organisasi sebagai suatu alat yg sudah sah diakui oleh anggotanya. Kepemimpinan & pemimpin sudah berperan sejak awal pembentukan organisasi. Selanjutnya karena organisasi adalah kumpulan manusia dengan berbagai latar belakang, sifat & kehendak munculah berbagai kesepakatan-kesepakatan yg dihormati bersama dan kemudian menjadi suatu “budaya organisasi” yg mewarnai organisasi tsb sebagai alat untuk mencapai tujuannya.

11 Setelah ini munculah istilah management yg merupakan pelaksanaan dari fungsi-fungsi manajemen / managerial yg pada dasarnya berupa perencanaan (planning), pelaksanaan (executing), pengawasan (controlling) & evaluasi. Manajer yg melaksanakan suatu kegiatan manajemen pada dasarnya melaksanakan fungsi- fungsi tsb. Namun demikian, fungsi kepemimpinan juga harus tetap ada.

12 Dari sini kemudian ada perbedaan antara pemimpin dan manajer, walaupun sebenarnya dua-duanya bisa & seharusnya berada satu orang. Manusia dalam kelompok lebih tepat dikatakan dipimpin daripada dilakukan manajemen terhadap mereka. Leadership (kepemimpinan) & manajemen dapat merupakan kegiatan yg berbeda walaupun dapat terjadi sesuatu tumpang tindih / overlap. Pemimpin melaksanakan kepemimpinan dan manager melaksanakan management.

13 MANAGERIAL LEADERSHIP Giving –Seeking Information Making Decisions Building Relationships Influencing People Monitoring Clarifying Informing Managing Conflict & Team Building Networking Supporting Problem Solving Planning & Organizing Consulting & Delegating Motivating Recognizing & Rewarding Gary A. Yukl

14 Dalam kehidupan modern melalui suatu perkembangan peradaban & ilmu pengetahuan terbentuk organisasi- organisasi di dalam kehidupan manusia. Manusia modern tidak terlepas dari organisasi, mulai dari yg terkecil, yg khusus, maupun yg besar dan sangat umum sampai kepada suatu negara.

15 Organisasi-organisasi pada tiap tingkatan berada dalam pimpinan atau manajemen seseorang yg secara formal dapat ditunjuk untuk jabatan tsb (in charge). Pada posisi- posisi formal ini, diperlukan suatu kepemimpinan selain aktivitas managerial. Organisasi akan lebih baik apabila dilakukan kegiatan / upaya managerial dengan kepemimpinan yg baik (leadership at all levels).

16 LEADERSHIPLEADERSHIP MANAGEMENTMANAGEMENT Influence People Managerial Function Planning Executing Controlling Evaluation

17 Kepemimpinan dan Organisasi Sesuatu yg Dinamis Organisasi sebagai ARENA berbagai kekuatan dan pengaruh berinteraksi KESEPAKATAN SAH (LEGITIMATE) Organisasi sebagai ORGAN/ALAT untuk suatu tujuan yang ditetapkan KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) PEMIMPINPEMIMPIN Menyangkut manusia Budaya organisasi Organisasi sbg sistem TUJUAN MANAJER

18 LEADERS & MANAGERS Leaders Innovate Develop Inspire Long-Term View Ask What and Why Originate Challenge the Status Quo Do the Right Things Managers Administer Maintain Control Short-Term View Ask How and When Initiate Accept the Status Quo Do the Things Right Warren Bennis

19 Selanjutnya perbedaan antara pemimpin & manager lebih jelas lagi disampaikan oleh Fairholm 1991 (yg mengatakan bahwa perusahaan- perusahaan di Amerika Serikat terlalu kuat dalam manajemen (over managed) & terlalu lemah dalam leadership. Sebaliknya apabila kuat dalam leadership tetapi lemah dalam manajemen, juga bukan merupakan keadaan yg ideal. Selanjutnya dikatakan bahwa leadership & management memang berbeda tujuannya juga berbeda dalam penguasaan ketrampilan & pengetahuan yg diperlukan.

20 PEMIMPIN / LEADER Pemimpin cenderung untuk lebih personal daripada manager. Lebih mempunyai pemikiran global, sehingga lebih berfokus pada nilai-nilai (values), harapan-harapan (expectations) sedangkan manager lebih berfokus ke pengawasan & hasil. Pemimpin lebih mengandalkan suatu hubungan informal daripada mekanisme yg sangat formal, dibandingkan manager cenderung sangat jelas dalam pengarahan, penyelesaian tugas-tugas dan koordinasi.

21 Pemimpin sangat menghargai kerjasama tidak hanya mengandalkan suatu koordinasi. Biasanya penuh dengan gagasan persamaan, persatuan, keadilan (fairness injustice), tidak seperti manager yg cenderung mengutamakan efisiensi & efektivitas. Terlihat bahwa perbedaannya pada hubungan interaksi antara leader - follower - situation.

22 Pemimpin mampu menciptakan situasi dimana terjadi hubungan yg baik dan melahirkan kreativitas & inovasi daripada pengikutnya sehingga memberikan suatu hasil yg lebih baik. Di satu sisi, pengikut-pengikut ikut membentuk situasi yg lebih kondusif serta perubahan-perubahan terhadap status quo.

23 Pemimpin memberikan kesempatan untuk berkembangnya pengikutnya, sehingga memaksimalkan kemampuan pengikutnya walaupun dapat terjadi sesuatu “kegagalan yg dapat diterima”. Pemimpin mempunyai pandangan yg luas dan intuitive terhadap kerja & kemampuan pengikutnya, lebih luas dari manager yg hanya cenderung mengikuti garis-garis & pedoman-pedoman yg ada yang dilaksanakan secara formal.

24 Pemimpin lebih memahami hal-hal yg lebih personal dan faktor-faktor yg tidak dapat diraba (intangible). Dan demikian, dapat menyesuaikan kembali (redefined) berbagai parameter yg berhubungan dengan tugas-tugas & tanggung jawab pengikut baik secara perorangan, ataupun secara kelompok. Pemimpin mempunyai pandangan yg jauh lebih ke depan serta lebih luas (long term perspective) dengan penekanan kepada nilai- nilai yg dianut bersama (shared values).

25 LEADERSHIP Intelligent Credibility Humanity Discipline SUN TZU

26 LEADER NEEDS POWER Sources of Power : Formal authority Control of scarce resources Use of organizational structure, rules, and regulations Control of decision processes Control of knowledge and information Control of boundaries Ability to cope with uncertainty Control of technology Interpersonal alliances, networks, and control of “Informal Organization” Control of counter organizations Symbolism and the management of meaning Gender and the management of gender relations Structural factors that define the stage of action The power one already has Sumber-sumber kekuatan di atas bisa berpindah dari waktu ke waktu, dari orang ke orang.

27 MANAGER Manager cenderung untuk melakukan suatu rutinisasi dalam mengawasi peserta. Hal ini terlihat dimana manager lebih menekankan procedure yg harus diikuti atau terbatas kepada tugas-tugas yg ada yang harus diselesaikan oleh peserta dan tidak melihatnya secara lebih luas. Tidak memberikan otonomi lebih dari yg seharusnya dan lebih detail dalam menilai suatu pekerjaan, serta penilaian lebih bersifat explisit & spesifik.

28 Apabila seorang manager melakukan suatu perubahan cenderung melakukannya dalam suatu batas-batas formal / official dan jarang melakukan perubahan besar yg sampai mengubah suatu budaya organisasi.

29 Batasan-batasan antara pemimpin & manager lebih ditegaskan oleh Bennis dengan manager lebih menyukai status stabilitas, & status quo daripada pemimpin yg selalu menekankan suatu perubahan yg merupakan transformasi untuk mendapatkan hal yg lebih baik, lebih efisien. Di sini kita berkenalan dengan pemimpin yg dikatakan sebagai “transformational leadership”, berbeda dengan manager yg lebih ke “transactional”.

30 PENGERTIAN TENTANG KEPEMIMPINAN Dari definisi-definisi yg dikemukakan oleh para pengamat / peneliti tentang kepemimpinan didapat pengertian bahwa kepemimpinan adalah “Suatu proses sosial untuk mempengaruhi semua anggota dalam suatu kelompok oleh seorang pemimpin”. Anggota yg dimaksudkan di sini adalah pengikut / follower yg juga dapat mempengaruhi pemimpin tsb. Jadi, ada proses saling mempengaruhi / interaksi, pengaruh walaupun seorang pemimpin mempunyai kelebihan dalam pengaruh tsb. Follower merupakan dari proses kepemimpinan. Dengan demikian dalam pengertian kepemimpinan, ada pemimpin & pengikut.

31 Selanjutnya ke arah mana hasil interaksi tsb, juga dipengaruhi oleh situasi. Bagaimana hubungan pemimpin & pengikut disebutkan sebagai suatu hubungan yg dinamis antara kepemimpinan (leadership) & kepesertaan (followership). Hubungan antara leadership & followership, dalam suatu organisasi merupakan hubungan yg unik & tidak terpisahkan dengan karakteristik tersendiri. Leadership & followership dapat dikatakan dua sisi mata uang.

32 Leadership dapat dikenal dengan karakteristik, kompeten, berpandangan ke depan memberikan dan penuh inspirasi (inspiring) & kejujuran. Untuk selanjutnya banyak sekali diutarakan karakteristik-karakteristik dari kepemimpinan. Sedangkan, kepesertaan (followership) juga mempunyai sifat-sifat kompeten, jujur, dipercaya (keras), co-operative, & tergantung (dependent). Kedua karakteristik tsb, bisa sangat berbeda, bahkan conflicting pada keadaan-keadaan tertentu & dapat terjadi suatu krisis, krisis kepemimpinan, karena perubahan dalam followership.

33 Pengikut / peserta (followers) mempunyai peran penting dalam proses terjadinya kepemimpinan (leadership). Namun, pengikut merupakan sisi yg kurang dibahas.

34 Pengikut mempunyai hal-hal yg penting yg harus dipahami misalnya: harapan-harapan mereka, sifat & kecenderungan- kecenderungan, tingkat kedewasaan / kematangan (maturity), tingkat kompetensinya serta motivasinya. Kesemuanya itu sangat mempengaruhi terjadinya suatu proses kepemimpinan, karena hubungan pemimpin & peserta berada dalam suatu periode-periode perubahan yg dinamik.

35 Pengertian ini kemudian memberikan pemahaman tentang adanya suatu pergeseran kekuatan (power) yg kemudian memerlukan suatu perubahan kepemimpinan. Selain itu, munculnya fenomena pemimpin-pemimpin informal dalam suatu organisasi dapat dijelaskan dalam pengertian interaksi antara leadership & followership.

36 Situasi merupakan bagian yg ketiga dari konteks kepemimpinan, kepesertaan & situasi, atau konteks terjadinya suatu proses leadership. Perubahan situasi dapat merubah hubungan & bentuk kepemimpinan & kepesertaan (leadership & followership).

37 Task Stress Environment, Etc Values Norms Cohesiveness, Etc Personality Position Expertise, Etc Leader Followers Situation An Interactional Framework for Analyzing Leadership

38 Leadership is both rational and emotional Leadership is science and arts The important of arts is sometimes can not be explained

39 KAITAN EMOSIONAL ANTARA PEMIMPIN DAN PENGIKUT Senasib Cita-cita bersama Musuh bersama Kharisma Percaya (trust) dan sebagainya

40 Remember the difference between a boss and a leader: a boss says “Go!” – a leader says, “Let’s go!” E. M. Kelly

41 KEPEMIMPINAN DAPAT DIPELAJARI & DILATIHKAN Ada 2 pendapat yg sangat berbeda tentang kepemimpinan yaitu: apakah kepemimpinan sesuatu yg merupakan bakat yg dipunyai (given) sejak lahir ataukah kepemimpinan dapat dipelajari & dilatihkan.

42 Dua pendapat ini, akhirnya diakui dua- duanya dimana pada dasarnya kepemimpinan dapat dipelajari & dilatihkan namun, ada orang-orang yg mempunyai bakat / talent untuk lebih menguasai kepemimpinan sama halnya dengan talent- talent pada bidang yg lain. Pendidikan & pelatihan kepemimpinan, untuk memberikan pengertian dan kemampuan yg lebih baik pada mereka yg memegang suatu jabatan (in charge) dalam organisasi untuk lebih memberikan hasil yg lebih baik.

43 Melalui penelitian & studi tentang individu didapat bahwa pada dasarnya seseorang mempunyai suatu dorongan untuk mempengaruhi sekitarnya. Maslow mengemukakan tingkat-tingkat kebutuhan manusia dimana pada suatu saat memerlukan suatu kebutuhan sosial yaitu: kebutuhan untuk diterima lingkungannya, kemudian kebutuhan untuk lebih dari lingkungannya, bahkan mempengaruhi lingkungannya. Sampai suatu kebutuhan yg disebutkan sebagai “aktualisasi diri” yg merupakan suatu hal yg baru setelah ia mencapai berbagai hal.

44 Dasar pemikiran ini memberikan alasan bahwa kepemimpinan yg pada dasarnya tidak lain adalah mempengaruhi (influence) dapat diajarkan & dilatihkan karena individu mempunyai motivasi untuk hal tsb.

45 Parks, Sharon D., menyampaikan bahwa ada 5 hal yg membawa sesuatu keyakinan bahwa kepemimpinan dapat dipelajari, dilatihkan & ditingkatkan. 1.Dalam setiap pribadi ada suatu faktor (personal agency) yg memberikan dorongan kepada individu untuk berbeda & mempengaruhi baik untuk hal yg positif atau negatif. 2.Dalam sejarah manusia dikenal ada keinginan untuk mempunyai kekuatan (power, authority).

46 3.Kesadaran yg muncul dalam menghadapi keadaan yg semakin kompleks dimana terjadi suatu saling ketergantungan (inter dependency), yg memerlukan suatu k emampuan baru. 4.Keinginan untuk adanya suatu perubahan. 5.Perubahan-perubahan dalam pandangan & pemikiran kepada suatu hal. Kelima hal tsb diyakini oleh Parks ada dalam setiap individu walaupun dalam individu tertentu sangat kuat. Dikatakan sebagai “Five key hungers”

47 MYTH OF LEADERSHIP  Good leadership is all common sense  Leader are born not made  The only school that teaches leadership is the school of hard knocks Anggapan-anggapan lama tentang kepemimpinan berdasarkan apa yg diketahui yg kemudian di mitoskan

48 THE MOST DANGEROUS MYTH IS THAT LEADERS ARE BORN, THERE IS GENETIC FACTOR TO LEADERSHIP MYTH ASSERTS THAT PEOPLE SIMPLY EITHER HAVE CERTAIN CHARISMATIC QUALITIES OR NOT = NONSENSE INFACT THE OPPOSITE IS TRUE LEADERS ARE MADE RATHER THAN BORN WARREN BENNIS

49 An educated man can experience more in a day than an uneducated man in a lifetime Seneca Tell me and I’ll forget; show me and I may remember; involve me and I’ll understand Chinese proverb Leadership and learning are indispensable to each other John F. Kennedy Alasan – alasan Mengapa Kemampuan Kepemimpinan Lebih mudah apabila telah dipelajari terlebih dahulu

50 Sekolah-sekolah yg melakukan pendidikan & pelatihan kepemimpinan menyadari betul bahwa kepemimpinan adalah suatu proses interaksi yg berjalan secara dinamis, antara 3 hal: pemimpin, pengikut & situasi. Peran pemimpin tentunya sangat besar dan bagaimana pemimpin dapat mengatasi dua hal yg lain, merupakan suatu kemampuan yg dapat dikuasai seperti pengetahuan, tetapi juga seperti seni (arts).

51 Kedua sisi dari kepemimpinan, baik pengetahuan ataupun seni (science & arts) dapat dipelajari & dilatihkan. Tetapi, tentunya tidak sama. Seni (artistry) sangat memerlukan suatu jenis kecerdasan tersendiri dengan standar-standar yg tidak begitu jelas yg lebih mementingkan intuisi, kebijakan (wisdom) daripada pertimbangan-pertimbangan kalkulatif & matematis. Bahkan memerlukan sebuah improvisasi dan adaptasi.

52 Perbedaan ini dapat diandaikan (metaphor a) antara suatu orchestra yg memainkan gubahan- gubahan yg telah baku dengan sebuah grup jazz yg banyak melakukan improvisasi namun, sangat kuat dan serasi hubungan antar pemain-pemain dengan instrumennya. Pengertian kepemimpinan yg sangat kompleks seperti halnya organisasi dapat dinyatakan dengan suatu mitos yaitu hal-hal yg selama ini diakui & dipercaya dan metaphor a yaitu mengumpamakan. Walaupun hal ini tentunya dapat dianggap menyederhanakan hal yg sesungguhnya.

53 Dalam ilmu pengetahuan, melalui suatu studi pengamatan emperik terbentuk hasil-hasil yg kemudian dipercaya menjadi suatu dalil. Dalam ilmu-ilmu sosial dimana banyak hal-hal yg kompleks dan tidak nyata (intangible) teori-teori yg pada dasarnya suatu upaya untuk menjelaskan sesuatu banyak memakai suatu perumpamaan atau metaphor a. Selain itu, dijelaskan melalui formulasi-formulasi yg menyederhanakan dari keadaan sebenarnya. Salah satu cara untuk menjelaskan hal yg sangat sulit (kompleks) dipakai cara-cara metaphor a.

54 Setiap teori ada kelemahannya. Seni kepemimpinan adalah suatu kemampuan yg dapat dipunyai (dikuasai) oleh seseorang dengan memberikan suatu pandangan terhadap sesuatu hal yg kompleks dan terus berubah untuk mempengaruhi / mendorong sebuah kelompok agar ikut juga memahami dan mereka bersama-sama belajar & beradaptasi, yg bertujuan mendapatkan suatu kemajuan dalam menjawab tantangan-tantangan yg berat. (Parks, S.D )

55 Management is to get everything done through “The Others” “The Others” Organization Unsur terpenting dari organisasi adalah manusia

56 SIKLUS-SIKLUS DALAM MANAJEMEN YANG BERUPA SISTEM MASUKANPROSES DAMPAK KELUARAN MASUKAN BAGI SISTEM LAIN KEPEMIMPINAN

57 SIKLUS-SIKLUS FUNGSI MANAJEMEN PERENCANAANPELAKSANAAN EVALUASI PENGAWASAN KEPEMIMPINAN

58 MACHINES METHODES SIKLUS-SIKLUS DALAM MANAJEMEN KEPEMIMPINAN MAN MONEY MATERIAL MARKET INPUT PROCESS OUTPUT PRODUCT MACHINES METHODES PROFIT

59 Siklus tidak boleh terputus Siklus tidak boleh tetap mendatar Terputus Macet Rusak Hancur Bubar Tetap Mendatar Tak berkembang bahkan MUNDUR Down Spiral (Vicious Circle) SIKLUS-SIKLUS DALAM MANAJEMEN KEPEMIMPINAN

60 THE CONVENTIONAL DEFINITION OF MANAGEMENT IS GETTING WORK DONE THROUGH PEOPLE, BUT REAL MANAGEMENT IS DEVELOPING PEOPLE THROUGH WORK AGHA HASAN ABEDI Developing people through leadership

61 AN ORGANIZATION WILL NEVER RISE ABOVE THE QUALITY OF ITS LEADERSHIP COX & HOOVER Sebuah organisasi yang dijalankan dengan kepemimpinan yg buruk, tidak akan menjadi organisasi yg baik (efektif)

62 Managers do the things right Leaders do the right things “DO THE RIGHT THING IN THE RIGHT WAY” Warren Bennis Tidak bisa dipisahkan dan dibedakan antara manajer dan pemimpin. Seharusnya, Manajer = Pemimpin Pemimpin harus melakukan manajemen Manajer harus memiliki kepemimpinan

63 PEMIMPIN Merubah persepsi / arti (perception & meaning) Menciptakan VISI yang dipahami dan diikuti (shared vision) Merubah kerangka pikir (mindset) Menciptakan SITUASI / lingkungan yang memungkinkan organisasi untuk bergulir ke atas (benchmarking) Membuat “PERUBAHAN”

64 Visi dalam Kepemimpinan Visi merupakan hal yang sangat penting, merupakan wawasan kedepan, apa yang diinginkan/dikehendaki akan terjadi. Visi adalah arah dimana pemimpin akan membawa pengikutnya yang memahami betul akan kemana mereka dibawa. Visi harus jelas (clear vision) yang dapat mengarahkan secara fokus tahapan- tahapan. Tidak ada prioritas ganda, duplikasi.

65 Leadership is about going somewhere. If you and your people don’t know where you are going, your leadership doesn’t matter Ken Blanchard

66 Visi yang jelas dan diterima akan menumbuhkan kepercayaan (trust) tanggung jawab bersama, interdependensi motivasi untuk sukses. Sebuah visi akan menggambarkan kepada semua orang hasil akhir yang akan dicapai (end result).

67 Dan akan menumbuhkan suatu budaya yang kuat yang berpengaruh ke semua sisi organisasi. Budaya organisasi adalah kepribadian (personality) sebuah organisasi. Yang mengandung nilai kepercayaan, perilaku, sikap dari anggota- anggotanya.

68 Visi merupakan titik untuk memulai dimana kemudian semua orang sadar kemana mereka akan menuju. Visi memberikan suatu bimbingan untuk keputusan sehari-hari sehingga seluruh anggota mempunyai target dan upaya yang sejajar/sejalan tidak saling silang antar mereka.

69 Key elements of a compelling vision:  Significant purpose – What business are you in?  A picture of the future – What will the future look like if you are successful  Clear values – What guides your behavior and decisions on a daily basis? Ken Blanchard

70 The best way to predict your future is to create it  Always focus on your vision  Show the courage of commitment  Then people naturally serve the vision, not the leader Peter Drucker

71 Vision Statements AutodeskTransforming business by design. Avon To be the company that best understands and satisfies the product, service, and self-fulfillment needs of women – globally. Goodyear Tire & Rubber Become a market-focused tire company providing superior products and services to end-users and to our channel partners, leading to superior returns for our shareholders. Lafarge To be the undisputed world leader in building materials. Marriott Int’l, Inc. To be the number one lodging company in the world.

72 How Managers Think About Competition COMPETING TO BE THE BEST COMPETING TO BE UNIQUE The worst error in strategy is to compete with rivals on the same dimensions

73 The first task of a leader is to define reality and then imagination Albert Einstein Imagination is more important than knowledge

74 DREAMING Dreams make difference Dreamless society is meaningless Bermimpi dan bercita-cita sebuah jalan untuk maju dan membuat perubahan

75 THE ART OF POSSIBILITY Different frame around the SAME SETS (Memandang hal yg sama dgn cara lain) Changing perception and beliefs (Merubah persepsi dan kepercayaan) Shifting PARADIGM (Merubah sudut pandang) (Seni untuk Melihat Kemungkinan)

76 ● ● ● ●● ● ● ●● I II ● ● ● ●● ● ● ●● ● ● ● ●● ● ● ●● III

77 ● ● ● ●● ● ● ●●

78 IF YOU THINK YOU ARE BEATEN, YOU ARE Apabila kita mengatakan tidak mungkin, maka tidak akan memungkinkan. Kita tidak boleh terjebak dalam ukuran-ukuran yang membatasi. Perbedaan antara teori Newton yang linier dan teori Einstein yang memandang semua hal sebagai suatu yang relatif. Teori Malthus yang ternyata kemudian tidak benar

79 MELIHAT HAL-HAL YG DILEMATIC & PARADOKSAL MENUJU TERJADI PERUBAHAN PARADIGMA

80 Way out Jalan Keluar ? Imagination Different point of views Framing Dream Shared vision etc THE ART OF POSSIBILITY

81 Dream Inspiring VisionShared Vision Targets Goals Objective Mission Strategy Critical Success Factors (CSf) Imagination

82 ENTERPREUNERSHIP Something new Creative Something different Innovative Tom / Peter (In Search of Excellence) Mampu melihat berbagai peluang dan memanfaatkannya

83 Organisasi harus selalu mengalami proses pembelajaran sehingga menjadi organisasi dengan KEMAMPUAN TINGGI melalui suatu KERJASAMA TIM “ORGANIZATION LEARNS TO BE GREAT” Peter Senge

84 LEARNING ORGANIZATION THROUGH 1.System Thinking (cara berfikir sistem) 2.Personal Mastery (kemampuan pribadi) 3.Mental Model (model kejiwaan) 4.Shared Vision (memahami dan mengikuti visi bersama) 5.Team Learning (belajar melalui team) Dalam pembelajaran organisasi ini, maka peranan leader serta leadershipnya sangat menentukan.

85 BAGAIMANA MEMULAI? Mulai dari pimpinan puncak! Leader Think Globally Starts Locally Act now Top Manager Think Big Starts Small =

86 CHARACTERISTICS of GREAT LEADERS 1.Uncompromising integrity 2.Absence of pettiness – difference between interesting and important 3.Works on things by priority 4.Courageous 5.Committed 6.Goal oriented 7.Unorthodox 8.Inspired enthusiasm that contagious 9.Levelheaded in time of crisis 10.Desire to help others grow

87 Kepemimpinan dan Filosofi Jawa yang diadopsi TNI  Ing ngarsa asung tulodo (keteladanan)  Ing madya mangun karsa (membangkitkan semangat)  Tut wuri handayani (mendorong, menyemangati)  Ambeg paramaarta (prioritas)  Prawira Purbowisesa (tanggung jawab)  Blaka (terbuka/jujur)  Prasadja (sederhana)  Gemi (hemat)  Nastiti (hati-hati) Sebuah hasil renungan seorang filosof (KH Dewantara), bandingkan dengan “Situational Leadership” hasil studi emperik dari Kent & Blanchard

88 Rasulullah SAW 1.Kamu semua adalah pemimpin dan semua akan dimintai pertanggungjawabannya. 2.Mulailah dari diri sendiri. 3.Bermusyawarahlah kamu dalam segala urusan.

89 THE NEW LEADERSHIP COMPETENCIES 1.The ability to think in terms of systems and knowing how to lead systems 2.The ability to understand the variability of work in planning and problem solving 3.Understanding how we learn, develop, and improve, and leading true learning and improvement 4.Understanding people and why they behave as they do 5.Understanding the interdependence and interaction between systems, variation, learning, and human behavior. Knowing how each affects other 6.Giving vision, meaning, direction, and focus to the organization (Kompetensi Seorang Pemimpin)

90 PEMIMPIN DALAM MEMBINA ANGGOTANYA  We must empower our people  We must put them into teams  We must put them into self-directed groups  We must motivate them  We must offer them incentives  We must hold them accountable  We must reengineer and reinvent them

91 Hal-hal di atas hanya dapat terjadi apabila organisasi dalam keadaan kondusif (good functioning), semua subsystem dan system berfungsi dengan baik. Dan hal ini hanya akan terjadi dengan kepemimpinan yang efektif.

92 HERSEY – BLANCHARD SITUATIONAL LEADERSHIP MATURITYMATURITY SKILL NEGOTIATE ENCOURAGE & TRAINING TRAINING & ENCOURAGE TRAINING ENCOURAGE EMPOWERMENT TRAINING & ENCOURAGE TRAINING NEGOTIATE & TRAINING “PLAYING CAPTAIN” DI DEPAN DI BELAKANG

93 10 ELEMENTS OF A HIGH MORALE ENVIRONMENT can be mixed and blended  Keep jobs interesting  Welcome new ideas  Foster a sense of accomplishment  Recognize special efforts  Treat people fairly  Be responsible as a leader  Offer fair and appropriate compensation  Support personal growth  Promote a sense of belonging  Provide opportunity

94 Study the causes of low morale Take immediate action to counteract them Make strategic plans to keep morale from falling “Team members’ morale will never be higher than the leader’s morale … for long.”

95 Signs of Low Morale and How to Raise Spirits Common causes of low morale:  People’s failure to understand their jobs  Unrealistic or ever-changing goals  Poor communication that can take the form of  Constant criticism (or Big Brotherism)  Inaccessible or absentee management  Erratic and inconsistent discipline  Being thought of as a number  A manager’s lack of growth as a leader  Over-inflated organizational structure  Over-staffing  Misemployment  Poor psychological work environment  Management that is not people-oriented  Lack of performance appraisal and feedback  Continuing education that is dull or nonexistent

96 MAKE A NEW REALITY Make sure your goals are measurable, realistic and challenging Categorize your goals Set a timetable for achievement – and keep to it

97 BERBAGAI GAYA (STYLE) KEPEMIMPINAN 1.Management by Exception 2.Management by Objective (MBO) 3.Contingent Reward 4.Intellectual Stimulation 5.Inspirational 6.Charismatic 7.Individual Consideration

98 Gaya kepemimpinan dapat dipadatkan menjadi 2 gaya: 1.TRANSACTIONAL 2.TRANSFORMATIONAL

99 For every complex question there is simple answer and it is WRONG! The world is too complex for one leader to figure it all out and impose his or her views on the rest of organization H.L. MENCHEN Pemikiran bersama akan jauh lebih baik walaupun memerlukan pengembangan

100 KESIMPULAN

101 1.Kepemimpinan adalah suatu kondisi sebagai hasil suatu proses interaksi antara pemimpin, pengikut & situasi. Proses interaksi terjadi terus-menerus sehingga kepemimpinan bukan suatu yg sederhana, tetapi sesuatu yg kompleks. Dari 3 hal tersebut, pemimpin mempunyai peran yg sangat penting karena mempunyai kelebihan terhadap pengikutnya & mempunyai kemampuan untuk membuat situasi kondusif atau sebaliknya. Kepemimpinan sebagai suatu seni (artistry) selain pengetahuan / ketrampilan.

102 2.Interaksi dari tiga hal tsb, merupakan proses pengaruh-mempengaruhi (influence), dimana kemampuan seorang pemimpin adalah kemampuan mempengaruhi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Efektivitas kepemimpinan dilihat dari tercapainya tujuan kelompok (pemimpin & pengikut) atau organisasi dan kepuasan / akseptabilitas para pengikut terhadap pemimpinnya.

103 3.Dalam terbentuknya organisasi, peranan pemimpin sangat besar / penting pada tiap tahapan. Tahapan arena, legitimasi / pengakuan & pengesahan, organisasi sebagai suatu alat dengan berbagai aturan-aturan & norma yg telah disepakati, organisasi sebagai sistem. Pada organisasi yg sudah matang (mature) dilakukan kegiatan manajemen yg lebih ke arah pelaksanaan yg rutin. Tahapan ini, dilakukan oleh para manager (people in charge).

104 4.Seharusnya para manager juga mempunyai kemampuan kepemimpinan. 5.Kepemimpinan dapat dipelajari & dilatihkan. Tujuan dari pendidikan & pelatihan kepemimpinan agar didapat kemampuan kepemimpinan untuk setiap tingkatan (leadership at all levels). 6.Organisasi tidak akan lebih dari tingkat kepemimpinannya.

105 7.Organisasi akan maju melalui pembelajaran dengan kepemimpinan yang kuat. 8.Bentuk kepemimpinan sangat mengikuti situasi sehingga kecenderungan / trend kepemimpinan saat ini adalah kepemimpinan yg demokratis.

106 Kepustakaan dan Bacaan Selanjutnya Ouchi, William., (1987); Teori Z; Jakarta: Andamera Pustaka Pfau, Bruce N. & Kay, Ira T., (2002); The Human Capital Edge : 21 People Management Practices Your Company Must Implement (or Avoid) to Maximize Shareholder Value, Mc-Graw Hill Companies, Inc : New York. Pugh, D.S; (1987); Organization Theory; Penguin Books. Pugh, D.S; Hickson, D.J; Hinings, C.R; (1983); Writers on Organization; Penguin Books. Singer, Marc G., (1990), Human Resource Management, PWS-KENT Publishing Company: Boston. Walker, James E., (1992), Human Resource Strategy, McGraw-Hill, Inc.: New York. Weihrich, Heinz & Koontz, Harold; (2005); Management: A Global Perspective; 11 th ed; Singapore: McGraw Hill. Morgan, Gareth; (1986); Images of Organization; Beverly Hills: Sage Publications, Inc. Parks, S.D., (2005); Leadership Can Be Taught; Harvard Business School Press: Boston, Massachusetts. Hughes, R.L., Ginnett, R.C., Curphy, G.J., (1999); Leadership; 3 rd ed; Irwin McGraw-Hill: Singapore. Scholtes, P.R., (1998); The Leader’s Handbook; Mc Graw Hill: United States of America

107 TERIMA KASIH


Download ppt "KEPEMIMPINAN, ORGANISASI dan MANAJEMEN. Perbedaan antara suasana kacau (chaos) dan keteraturan (good functioning) terletak pada organisasi, manajemen."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google