Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1. 2 1.KEBIJAKAN SPM-PT 2.PEDOMAN SPM-PT 3.POKOK PIKIRAN SPM-PT 4.PERKEMBANGAN SPM-PT DI INDONESIA 5.CONTOH SPM-PT DI BEBERAPA PT AGENDA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1. 2 1.KEBIJAKAN SPM-PT 2.PEDOMAN SPM-PT 3.POKOK PIKIRAN SPM-PT 4.PERKEMBANGAN SPM-PT DI INDONESIA 5.CONTOH SPM-PT DI BEBERAPA PT AGENDA."— Transcript presentasi:

1 1

2 2 1.KEBIJAKAN SPM-PT 2.PEDOMAN SPM-PT 3.POKOK PIKIRAN SPM-PT 4.PERKEMBANGAN SPM-PT DI INDONESIA 5.CONTOH SPM-PT DI BEBERAPA PT AGENDA

3 3

4 4 PERMASALAHAN PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA Pengelolaan, relevansi, pemerataan, efisiensi, daya serap, rendahnya anggaran, mutu pendidikan rendah Publikasi Asiaweek 1997, 1999, The TIMES, SHANGHAI JIATONG (melibatkan jumlah paten milik dosen)Publikasi Asiaweek 1997, 1999, The TIMES, SHANGHAI JIATONG (melibatkan jumlah paten milik dosen) Angka pengangguran lulusan PT, human development index 2001Angka pengangguran lulusan PT, human development index 2001 Tenaga asing meningkat, tenaga yang dikirim non- profesionalTenaga asing meningkat, tenaga yang dikirim non- profesional Lebih senang sekolah di luar negeriLebih senang sekolah di luar negeri Rendahnya biaya pendidikanRendahnya biaya pendidikan Dikotomi pandangan mutu dan pemerataanDikotomi pandangan mutu dan pemerataan

5 5 TANTANGAN PENDIDIKAN TINGGI Pengaruh intervensi globalPengaruh intervensi global Ciri bangsa heterogen: sosek, bahasa, etnik, tingkat pendidikan, agama, kondisi geografisCiri bangsa heterogen: sosek, bahasa, etnik, tingkat pendidikan, agama, kondisi geografis Jumlah penduduk > 220 jutaJumlah penduduk > 220 juta Globalisasi, keterbukaan, demokrasi/kebebasan, rasionalisasi berpikir, budaya persainganGlobalisasi, keterbukaan, demokrasi/kebebasan, rasionalisasi berpikir, budaya persaingan Peran PT membentuk masyarakat madani (civil society)Peran PT membentuk masyarakat madani (civil society) Permasalahan makro nasional: krisis ekonomi, politik, moral, budaya, dstPermasalahan makro nasional: krisis ekonomi, politik, moral, budaya, dst

6 6 Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003 – Nation’s competitiveness: kontribusi produk dan jasa dalam pasar dunia, 2.Autonomy: pendekatan terbaik untuk pengelolaan sistem pendidikan tinggi yang sangat kompleks, 3.Organizational health: kemampuan organisasi untuk mengembangkan kebebasan akademik, inovasi, kreativitas dan knowledge sharing. Kebijakan dasar :

7 7 1.National integration, 2.Globalisasi, 3.Pendidikan dan penelitian, 4.Mission differentiation, 5.Access to knowledge. Nation’s competitiveness :

8 8 1.Pergeseran peran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dengan lebih memberdayakan peran institusi pendidikan tinggi yang akuntabel, 2.Tanggungjawab sosial, untuk melindungi kepentingan publik dalam bentuk jaminan mutu, subsidi silang, berbagai bentuk partisipasi masyarakat. Autonomy : (DIKTI)

9 9 1.Institutional capacity building, 2.University governance, 3.Financing, 4.Human resources, 5.Quality assurance. Organizational health :

10 10

11 11 FUNGSI/TUGAS PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI Untuk mengawal agar : BUTIR-BUTIR MUTU (criteria, butir-butir mutu, standar akademik, standar pendidikan) dapat dirumuskan dengan benar, dilaksanakan secara tertib, dan dievaluasi untuk peningkatan

12 12 BUTIR – BUTIR MUTU PERGURUAN TINGGI  Dikenal sebagai CRITERIA (AUN-QA) Teaching- learning, research, services, hrd, academic ethic ….  Butir-butir mutu (Pokja DIKTI): 13 butir  Standar Akademik (UGM) : 11 standar dan 171 kriteria  Standar (BAN-PT) : 15 standar  Standar Pendidikan (BNSP) : 8 standar

13 13 PRINSIP MENJALANKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL  SEDERHANA / TIDAK COMPLICATED  DITERIMA SECARA LUAS  TIDAK BIROKRATIK  MUDAH DIOPERASIKAN  EFISIEN  MENYESUAIKAN DENGAN KONDISI LOKAL SPESIFIK

14 14 Keuntungan Perguruan Tinggi melaksanakan Penjaminan Mutu  Perguruan tinggi dapat memberikan pelayanan akademik terbaik bagi para mahasiswanya  Perguruan tinggi dapat mengelola program dan sumberdaya yang dimiliki secara optimal  Sebagai pertanggungjawaban perguruan tinggi kepada masyarakat  Melalui penjaminan mutu, peningkatan kualitas berkelanjutan akan lebih jelas, terarah dan mudah dilaksanakan  Perguruan tinggi mampu dan siap memasuki era kompetisi secara nasional dan internasional

15 15 Prinsip Dasar Penjaminan Mutu Internal: Program Pembelajaran  Penyiapan Program Pembelajaran Berkualitas  Tertib Pelaksanaan Program (waktu dan substansi) didukung oleh  Penyiapan Sumberdaya Berkualitas  Penyelenggaraan Manajemen Mutu

16 16 Program Pembelajaran Berkualitas  Visi dan Misi Perguruan Tinggi yang jelas  Kebijakan Akademik dan Standard Akademik sebagai landasan pengembangan akademik  Peraturan Akademik  Tujuan Pendidikan, Kurikulum, dan Program Pembelajaran yang lengkap  Sumber Pembelajaran yang mudah diakses

17 17 Tertib Pelaksanaan Program  Kalender Akademik, Jadual Kuliah dan Jadual Ujian yang diterbitkan sebelum kegiatan akademik dimulai  Penggunaan ruang dan peralatan pendukung pembelajaran yang mudah  Prosedur pelaksanaan kegiatan akademik yang jelas bagi dosen dan mahasiswa  Evaluasi pelaksanaan program yang terstruktur/terjadual

18 18 Sumberdaya Berkualitas  Mahasiswa hasil seleksi  Dosen dengan pendidikan dan pengalaman mengajar  Ruang, peralatan pendukung, laboratorium, perpustakaan dan teknologi informasi yang mencukupi  Keseluruhan kampus yang nyaman yang menciptakan atmosfer akademik yang kondusif

19 19 Melaksanakan Manajemen Mutu Pada Perguruan Tinggi  Selalu berupaya memberikan kepuasan kepada pelanggan internal dan eksternal  Mendelegasikan tugas, tanggung jawab dan pengambilan keputusan secara jelas  Memberdayakan Jurusan dan Bagian  Membangun komunikasi vertikal dan horizontal yang luwes  Melaksanakan audit mutu akademik internal sebagai bagian dari satu siklus penjaminan mutu

20 20

21 21 (4) Perkembangan SPM-PT di Indonesia

22 22 PENJAMINAN MUTU ADALAH TREND GLOBAL SEKRETARIATASEAN AUNAUNPEU DITJENDIKTI KPPTJP II,III HELTS ’03-10 KUALITAS AUN-QAQuality Assurance System CreditTransferSystem BolognaReform Quality Assurance System (Penjaminan Mutu) (Penjaminan Mutu) 707 PTN-PTS Credit Transfer System Sudah ada Praktik Baik Continuous QualityImprovement Sudah Disetujui Mendik ASEAN beberapa program Ditjen DIKTI HARMONISASIKOMPATIBEL UU 20/2003 Sisdiknas PP SNP Renstra DIKNAS Renstra Dikti ASEAN Reform? GERAKANNASIONAL (Vertikal, Horisontal)

23 23 Melampaui Standar Minimal Internally Driven HELTS ‘03 –‘10 Wajib PP No. 19/2005 Insan Indonesia Cerdas & Kompetitif 8 Standar MInimal PP No. 19/2005 PENGORGANISASIAN MENCAPAI STANDAR ada time frame Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi ( SPM-PT ) Toni Atyanto Dharoko

24 24 ASET PENTING 2006 !!! 707 PTN - PTS Pelatihan 85% Lokakarya 12% Magang 3% PTS 88% PTN 8% Poltek 4% Program Lanjutan Akselerasi SPMPT

25 25 STRATEGI PENCAPAIAN STANDAR Perguruan Tinggi MelampauiSNP AUN Quality LabelMencapai AUN Standard BINAAN BINAAN MANDIRI Mencapai AUN Standard 100 besar Asia / dunia MencapaiInternasionalStandard 100 besar Asia / dunia REGIONALINTERNASIONAL INTERNAL QUALITY ASSURANCE EXTERNAL QUALITY ASSURANCE / AKREDITASI (BAN-PT) KEPATUHAN PERUNDANGAN / EPSBED

26 26 PROGRES SPMPT DI INDONESIA 1.SUDAH ADA INISIASI KOORDINASI VERTIKAL (OLEH DITJEN DIKTI) a.PTS: Training/Sosialisasi di 625 PTS (12 Kopertis) s/d Juni 2006 b.PTN dan POLTEK: Lokakarya Good Practices di 82 PTN dan POLTEK c.Berbagai skema hibah kompetisi (PHK, TPSDP, SP4, dsb) Perlu dorongan lebih lanjut

27 27 2.SUDAH ADA INISIASI KOORDINASI HORISONTAL Membutuhkan dorongan supaya mandiri, Website BK- PMPTI dan Jurnal QA perlu dikembangkan B.TRAINING a.Anggota lebih dari 70 PTN/PTS b.Sekretariat sementara di UGM (UI, ITB, UGM, UNSRI, UII) c.Website BK-PMPTI dan edaran Newsletter TQCS 4 kali setahun (Lanjutan) PROGRES SPMPT DI INDONESIA Beberapa perguruan tinggi share dalam bentuk training Program A-B (Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi) dan Program C-D-E (Audit Mutu Akademik Internal), 80 PTN / PTS A.BK-PMPTI

28 28 EXT. QA INT. QA EPSBED BAN-PT DITJEN DIKTI PT MODEL SINKRONISASI 1.Peningkatan Kualitas 2.Kepatuhan kepada peraturan 3.Rekomendasi 12 3 Esensi Hubungan :

29 29 AUN STANDARD INTERNATIONAL STANDARD MODEL PENGENDALIAN MUTU PERGURUAN TINGGI External Quality Assurance / Publik / PME Akreditasi BAN-PT DITJEN DIKTI 1.Evaluasi Internal (Diri) 2.Internal Quality Assurance / PMI 3.Continuous Quality Improvement PERGURUAN TINGGI MANDIRI 1. Evaluasi Eksternal 2. Kelayakan teknis pengelolaan 3. Saran peningkatan PP 19/2003 ttg SNP sebagai standar minimum Quality Improvement Evaluasi time frame 1. Evaluasi Eksternal 2. Kelayakan kepatuhan peraturan 3. Pembinaan SPMPT Pemerintah

30 30 Continuous Quality Improvement Terintegrasi Quality Assurance System (QAS) and Credit Transfer System (CTS) Ditjen DIKTI Quality PP 19/2005 tentang SNP, Renstra Diknas, Renstra Dikti, National Qualification Framework (NQF) Perundang-undangan Kebijakan Nasional Continuous Quality Improvement BenchmarkingStandar Standar InternasionalStandar Internasional AUNP StandarAUNP Standar SNPSNP Quality Perguruan Tinggi Meningkatkan daya saing melalui keunggulan masing- masing programMeningkatkan daya saing melalui keunggulan masing- masing program Mencapai kesehatan organisasiMencapai kesehatan organisasi Otonomi/Desentralisasi (SADA)Otonomi/Desentralisasi (SADA) ImprovementRecognitionAccountability Quality Assurance System Credit Transfer System Internal Quality Assurance & External Peer AssesmentInternal Quality Assurance & External Peer AssesmentInternal Quality Assurance & External Peer AssesmentInternal Quality Assurance & External Peer Assesment External Quality Assurance/AccreditationExternal Quality Assurance/AccreditationExternal Quality Assurance/AccreditationExternal Quality Assurance/Accreditation Kompetensi (inti dan individu)Kompetensi (inti dan individu)Kompetensi (inti dan individu)Kompetensi (inti dan individu) Kurikulum (credit accumulation)Kurikulum (credit accumulation)Kurikulum (credit accumulation)Kurikulum (credit accumulation) Student Centered System (SCL & Student Career Decision)Student Centered System (SCL & Student Career Decision)Student Centered System (SCL & Student Career Decision)Student Centered System (SCL & Student Career Decision) Bimbingan AkademikBimbingan AkademikBimbingan AkademikBimbingan Akademik Networking/assessmentNetworking/assessmentNetworking/assessment Common System/StandardCommon System/StandardCommon System/StandardCommon System/Standard Sistem Transfer Kredit PT Kontrol dengan HORISONTAL VERTIKAL SPMPT BAN - PT, lainnya STKPT EPSBED

31 31 PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI International Standard Organization (ISO)International Standard Organization (ISO) Malcolm Balridge Award, dll.Malcolm Balridge Award, dll. Quality Assurance System (Inggris, Australia dan Eropa Barat)Quality Assurance System (Inggris, Australia dan Eropa Barat) Di-adopt di Indonesia dan kawasan ASEAN Beberapa PT mulai melaksanakan British Standard 5750British Standard 5750

32 32 (4) Konsep dan Kebijakan serta Implementasi SPM-PT di UGM

33 33 Quality first Stakeholder - in The next process is our stakeholder Speak with data Upstream management KEGIATAN PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI SDCA SDCA SDCA SDCA PDCA PDCA PDCA PDCA SDCA S : Standard Kaizen / continuous improvement

34 34 SISTEM PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI Komitmen Internally driven Tanggungjawab/pengawasan melekat Kepatuhan kepada rencana Peningkatan mutu berkelanjutan Evaluasi Asas-asas

35 35 LANDASAN JURIDIS Undang-undang No. 20/2003 tentang SisdiknasUndang-undang No. 20/2003 tentang Sisdiknas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional PendidikanPeraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Ps 45 tentang Pengendalian Mutu Ps 18, 19 tentang Standar Kompetensi Pendidikan Tinggi Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan Tinggi (Rancangan)Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan Tinggi (Rancangan) Evaluasi pendidikan yang terdiri dari kegiatan pengendalian, penjaminan dan penetapan mutu pendidikan SISTEM PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI (lanjutan)

36 36 Pokja Penjaminan Mutu (Quality Assurance), Ditjen DIKTI, 2003Pokja Penjaminan Mutu (Quality Assurance), Ditjen DIKTI, 2003 Penetapan standar dan mekanisme penjaminan mutu adalah otoritas perguruan tinggi, yang penting adalah upaya benchmarking mutu pendidikan tinggi berkelanjutan. Diterbitkan 9 buku panduan. Higher Education Long Term Strategy Higher Education Long Term Strategy “In a healthy organization, a continuous quality improvement should become it’s primary concern. Quality Assurance should be internally driven...” SISTEM PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI (lanjutan) LANDASAN JURIDIS Kesepakatan Rakernas DIKTI (Surabaya), 29 November – 1 Desember 2004Kesepakatan Rakernas DIKTI (Surabaya), 29 November – 1 Desember 2004

37 37 SISTEM PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI (lanjutan) Rencana Strategis UGMRencana Strategis UGM Grand Strategy (untuk program pendidikan) 5. Performance based management (untuk penjaminan mutu pelayanan) Kebijakan Akademik UGMKebijakan Akademik UGM Misi dan tujuan (pendidikan)...dengan mengembangkan sistem penjaminan mutu (quality assurance system) pendidikan tinggi secara bertahap, terstruktur dan berkesinambungan LANDASAN JURIDIS

38 38 SISTEM PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI (lanjutan) Kebijakan Akademik UGMKebijakan Akademik UGM Peraturan Akademik UGMPeraturan Akademik UGM Manual Mutu AkademikManual Mutu Akademik Manual ProsedurManual Prosedur Manual Prosedur Pelaksanaan “Satu Siklus” SPMPTManual Prosedur Pelaksanaan “Satu Siklus” SPMPT LANDASAN SUBSTANSI Standar Akademik UGMStandar Akademik UGM

39 39 KONSEP BARU SISTEM AKREDITASI NASIONAL (OLEH BAN-PT) 1.Konsep Akreditasi program studi ke akreditasi institusi 2.Prasyarat a.Eligibilitas b.Evaluasi Diri (EPSBED) c.Unit Penjaminan Mutu Internal 3.Penilaian a.Kapasitas institusi (7 kriteria) b.Efektivitas pendidikan (8 kriteria)

40 40 Kebijakan dan Sistem Penjaminan Mutu di UGM Tugas K antor J aminan M utu: 1.Merencanakan dan melaksanakan sistem penjaminan mutu secara keseluruhan di UGM 2.Membuat perangkat yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan penjaminan mutu 3.Memonitor pelaksanaan sistem penjaminan mutu 4.Melakukan auditing dan evaluasi pelaksanaan penjaminan mutu 5.Melaporkan pelaksanaan penjaminan mutu secara berkala SK Rektor No. 123/P/SK/Set.R/2001

41 41 berbasis pada: Quality Assurance Agency (QAA) di UK (1997 – 2002) Quality Assurance Agency (QAA) di UK (1997 – 2002) Sistem Dokumentasi ISO – 2000 Sistem Dokumentasi ISO – 2000 Sistem Audit Internal ISO – 2000 Sistem Audit Internal ISO – 2000 sesuai dengan dengan budaya, budaya, kondisi, kondisi, dan kemampuan kemampuan UGM sesuai dengan dengan budaya, budaya, KEUNIKAN, KEUNIKAN, dan kemampuan kemampuan UNISBA, berbasis pada : Sistem Dokumentasi ISO 9001 – 2000 Sistem Dokumentasi ISO 9001 – 2000 Sistem Audit Internal ISO – 2000 Sistem Audit Internal ISO – 2000

42 42 NETWORKING UPM, Malaysia UGM - QA TQCS QA DIKTI HRK Jerman UI, ITB, UNPAD UNSRI, UII BK-PMPTI / IUN-QA Chulalongkorn University, Thailand NUS, Singapore PTN/PTS EuCEuC

43 43 Dorongan Eksternal Motivasi Internal Internaly Driven Ing Ngarso Sung Tulodho Ing Madya Mangun Karso Tut Wuri Handayani TAHAPAN PEMBENTUKAN BUDAYA MUTU Tahap I Tahap II Tahap III Dorongan Eksternal Motivasi Internal Internaly Driven Motivasi Internal Internaly Driven

44 44 Hasil Evaluasi Pelaksanaan Quality Assurance System (QAS) oleh AUN- QA untuk anggota AUN-QA No.UniversitasNilai 1.Chulalongkorn University5 2.Gadjah Mada University5 3.Burapha University4 4.Universitas Indonesia4 5.University Sains Malaysia4 6.University of the Philippines4 7.De la Sale University4 8.VNU - Ho Chi Minh City3 9.VNU Hanoi3 10.University Brunei Darussalam2 11.National University of Laos2 12.Royal University of Phnom Penh2 A. Kelompok QA berbasis European System

45 45 Hasil Evaluasi Pelaksanaan Quality Assurance System (QAS) oleh AUN- QA untuk anggota AUN-QA (lanjutan) No.UniversitasNilai 1.National University of Singapore5 2.Universiti Malaya5 B. Kelompok QA berbasis ISO 9000:2000 series

46 46 Hasil Evaluasi Majalah The Times (26 Oktober 2006) No.Kelompok Bidang Ilmu 47.Ilmu-ilmu Sosial 70Humaniora dan Seni 73Biomedis …… … UNIVERSITAS GADJAH MADA

47 47 Kerangka SPMPT peningkatan penjaminan Peningkatan kepatuhan Jurusan/Bagian FakultasUniversitas 3. Kompetensi LulusanKompetensi Lulusan SpesifikasiSpesifikasi Program Studi 1. Kebijakan AkademikKebijakan Akademik Peraturan AkademikPeraturan Akademik Standar AkademikStandar Akademik Manual Mutu AkademikManual Mutu Akademik Manual Prosedur AkademikManual Prosedur Akademik 6. Audit Fakultas 2. Kebijakan AkademikKebijakan Akademik Peraturan AkademikPeraturan Akademik Standar AkademikStandar Akademik Manual Mutu AkademikManual Mutu Akademik Manual Prosedur AkademikManual Prosedur Akademik 5. Audit Program Studi 4. Evaluasi diri Program Studi

48 48 Tingkat Universitas:  Kebijakan Akademik (termasuk Qualification framework)  Peraturan Akademik  Standar Akademik  Manual Mutu Akademik  Manual Prosedur Akademik  Dokumen Pendukung Standar Mutu

49 49 Tingkat Fakultas:  Kebijakan Akademik Fakultas  Standar Akademik Fakultas  Peraturan Akademik Fakultas  Manual Mutu Akademik Fakultas  Manual Prosedur Akademik Fakultas  Dokumen Pendukung Standar Mutu

50 50 Tingkat Jurusan/Bagian:  Spesifikasi Program Studi  Kompetensi Lulusan  Manual Prosedur  Instruksi Kerja  Dokumen Pendukung Standar Mutu

51 51 Organisasi dan Tugas Tingkat Jurusan/Bagian (Program Studi): –TKS (Tim Koordinasi Semester ) –TK2A (Tim Koordinasi Kegiatan Akademik) di tingkat Jurusan/Bagian –Siklus PDCA diterapkan mengacu pada acuan tugas tingkat Program Studi – Evaluasi Diri Tahunan dilaporkan ke fakultas

52 52 Tingkat Fakultas : –GJM ( Gugus Jaminan Mutu ) –K3A ( Komisi Koordinasi Kegiatan Akademik ) –MPAMAI ( Manajer Program Audit Mutu Akademik Internal ) –KAI ( Kelompok Auditor Internal ) –Siklus Audit Mutu Akademik Internal dilaksanakan –PTK ( Permintaan Tindakan Koreksi ) tim AMAI fakultas disampaikan kepada Dekan untuk ditindaklanjuti Organisasi dan Tugas

53 53 Tingkat Universitas : –KJM (K antor J aminan M utu diketuai oleh Penanggung Jawab Mutu Universitas ) –MPAMAI ( Manajer Program Audit Mutu Akademik Internal ) –Unit Audit Mutu Akademik Internal –Menerima Laporan Audit Mutu Akademik Fakultas, menilai pelaksanaan audit mutu akademik internal di fakultas – Menyerahkan Permintaan Tindakan Koreksi (PTK) ke Rektor untuk ditindaklanjuti Organisasi dan Tugas

54 54 Kerangka Organisasi P ejabat atau Ketua yang ditunjuk T im K oordinasi S emester ( TKS ) Program Studi S ekretaris J urusan / P engelola P rogram P ascasarjana /P ejabat atau Ketua yang ditunjuk T im K oordinasi K egiatan A kademik ( TK2A ) Jurusan M anajer P rogram A udit M utu A kademik I nternal ( Ketua Senat, Komisi Evaluasi atau yang ditunjuk ) WD I/Ass.Dir I Program Pasca Sarjana/ Pejabat atau Ketua yang ditunjuk K omisi K oordinasi K egiatan A kademik ( K3A ) Fakultas M anajer M anajer P rogram P rogram A udit M utu M utu A kademik A kademik I nternal ( ditunjuk ( ditunjuk oleh oleh Ketua KJM) Ketua KJMKantor Jaminan Mutu ( KJM ) Universitas Penanggung jawab Sistem Audit Mutu Akademik Internal Penanggung jawab Sistem penjaminan Mutu Akademik Nama Pelaksana Tingkat

55 55 STANDAR PELAKSANAAN MONITORING EVALUASI DIRI AUDITINTERNALRUMUSANKOREKSI PENINGKATANMUTU Standar Baru SATU SIKLUS SPMPT UGM

56 56 Siklus Pengendalian Mutu Pendidikan di UGM Ketua UnitLatihan & Kerja sama SIPMA Peng & PelaksJM Unit Audit Internal Peningkatan Kualitas WARSA a.n. Rektor Lingkup KJM Tim Pelaksana JM Prodi/Fak PTKPTK Jurusan/Bagian Program Studi Lingkup Fakultas / Jurusan / Prodi P3 Tindakan Perbaikan SIM Prodi UGM - Puskom Mitra Pool of Int. Auditor Dekan P ermintaan T indakan K oreksi Peningkatan Kualitas TimAuditInternal

57 57 Siklus Penjaminan Mutu AkademikGJMK3ATK2ATKS Lingkup Fakultas/Jurusan/Bagian/Program Studi Rencana Tindakan Perbaikan Pool of Int. Auditor Dekan TimAuditInternal Jurusan/Bagian Program Studi Peningkatan Kualitas KTS-> PTK Tindakan Perbaikan MPAMAI

58 58 Dokumen Akademik Kebijakan AkademikKebijakan Akademik Standar AkademikStandar Akademik Kompetensi LulusanKompetensi Lulusan Spesifikasi Program StudiSpesifikasi Program Studi Kurikulum dan Peta KurikulumKurikulum dan Peta Kurikulum Program Pembelajaran (Silabus dan RPKPS/GBPP-SAP)Program Pembelajaran (Silabus dan RPKPS/GBPP-SAP) Kebijakan AkademikKebijakan Akademik Standar AkademikStandar Akademik Kompetensi LulusanKompetensi Lulusan Spesifikasi Program StudiSpesifikasi Program Studi Kurikulum dan Peta KurikulumKurikulum dan Peta Kurikulum Program Pembelajaran (Silabus dan RPKPS/GBPP-SAP)Program Pembelajaran (Silabus dan RPKPS/GBPP-SAP) (5)

59 59 Kebijakan Akademik Contoh: Kebijakan Akademik Universitas Gadjah MadaKebijakan Akademik Universitas Gadjah Mada(KA)(KA)

60 60 Kebijakan Akademik  Senat Akademik UGM (SA-UGM), sebagai badan normatif tertinggi dalam bidang Akademik, menyusun Kebijakan Akademik untuk memberikan arah kebijakan dan pedoman bagi penyelenggaraan kehidupan akademik di Universitas Gadjah Mada.

61 61 Daftar Isi Kebijakan Akademik  Kata Pengantar  Kebijakan Akademik Universitas Gadjah Mada BabIPendahuluan BabII Arah Kebijakan UmumPendidikanPenelitian Pengabdian pada Masyarakat BabIIIAzas Penyelenggaraan BabIVPenutup

62 62 Standar Akademik Contoh: Standar Akademik Universitas Gadjah MadaStandar Akademik Universitas Gadjah Mada(SA)(SA)

63 63 Standar Akademik UGM (11 Kriteria)  1. Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan  2. Kurikulum Program Studi  3. Proses Pembelajaran dan Evaluasi Hasil Studi  4. Pengembangan Staf Akademik  5. Mahasiswa  6. Standar Keamanan dan Kesehatan Lingkungan  7. Sumber-sumber belajar dan mengajar  8. Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat  9. Etika Universitas  10. Peningkatan Mutu Berkelanjutan  11. Organisasi dan Manajemen

64 64 Kompetensi Lulusan (KL)(KL)

65 65 STANDAR KOMPETENSI (S.K.) Sumber Standar Nasional Pendidikan Tinggi  S.K. lulusan pada jenjang pendidikan tinggi bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota berakhlak mulia, memiliki pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan sikap untuk menemukan, mengembangkan, serta menerapkan ilmu, teknologi, dan seni, yang bermanfaat bagi kemanusiaan  S.K. lulusan ditetapkan masing-masing P.T. sesuai dengan karakteristik program studi akademik, vokasi dan profesi.

66 66Contoh KOMPETENSI PROGRAM STUDI (1) Knowledge and Understanding Knowledge and Understanding Knowledge and Understanding of : 1.…………………….. 2.…………………….. 3.…………………….. Teaching/ learning methods and strategies :...…………………………………. Assessment……………………………...……. Intellectual (thinking) Skills – able to : 1.…………………….. 2.…………………….. 3.…………………….. Teaching/ learning methods and strategies :...…………………………………. Assessment……………………………...……. Skill and Other Attributes

67 67 Skill and Other Attributes Practical Skills – able to : 1.…………………….. 2.…………………….. 3.…………………….. Teaching/ learning methods and strategies :...…………………………………. Assessment……………………………...……. Managerial Skills – able to : 1.…………………….. 2.…………………….. 3.…………………….. Teaching/ learning methods and strategies :...…………………………………. Assessment……………………………...……. KOMPETENSI PROGRAM STUDI (2)

68 68 Spesifikasi Program Studi Spesifikasi Program Studi (SP)

69 69 SPESIFIKASI PROGRAM STUDI antara lain memuat  Perguruan Tinggi:  Pelaksana Proses Pembelajaran:  Fakultas:  Program  Diakreditasi oleh:  BAN 2003 dengan Nilai A  Gelar Lulusan:  Nama Program Studi:  Tanggal Penyusunan:  Tujuan pendidikan:  Kompetensi Lulusan : LAMPIRAN A  Peta Kurikulum: LAMPIRAN B  Dukungan untuk Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran  Kriteria Kelulusan  Metode Penilaian  Indikator Kualitas dan Standar

70 70 Program Pembelajaran Silabus dan GBPP/SAP di UGM diberi nama Rencana Program Kegiatan dan Pembelajaran Semester (RPKPS) Lihat Contoh Silabus dan GBPP/SAP di UGM diberi nama Rencana Program Kegiatan dan Pembelajaran Semester (RPKPS) Lihat Contoh

71 71


Download ppt "1. 2 1.KEBIJAKAN SPM-PT 2.PEDOMAN SPM-PT 3.POKOK PIKIRAN SPM-PT 4.PERKEMBANGAN SPM-PT DI INDONESIA 5.CONTOH SPM-PT DI BEBERAPA PT AGENDA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google