Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Modul 9 : Perencanaan & Perancangan Tata Letak Fasilitas Kompetensi Pokok Bahasan :  Memahami aspek-aspek yang berkaitan dengan penetapan lokasi fasilitas/pabrik.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Modul 9 : Perencanaan & Perancangan Tata Letak Fasilitas Kompetensi Pokok Bahasan :  Memahami aspek-aspek yang berkaitan dengan penetapan lokasi fasilitas/pabrik."— Transcript presentasi:

1 Modul 9 : Perencanaan & Perancangan Tata Letak Fasilitas Kompetensi Pokok Bahasan :  Memahami aspek-aspek yang berkaitan dengan penetapan lokasi fasilitas/pabrik  Memahami teknik dan mampu melakukan perancangan tata letak fasilitas produksi  Memahami permasalahan yang berkaitan dengan pemindahan bahan (material handling).  Memahami macam/type tata letak fasilitas produksi.

2 Perencanaan Fasilitas : - Perancangan dari fasilitas-fasilitas industri yang akan dibangun/didirikan, dengan tujuan menempatkan fasilitas- fasilitas/pabrik yang sesuai dari segi biaya dan keuntungan. Dua hal pokok dalam Perancangan Fasilitas : - Perancangan lokasi pabrik - Perancangan fasilitas produksi Penentuan Lokasi Pabrik/Fasilitas : Lokasi pabrik yang ideal adalah terletak pada tempat yang akan mampu memberikan total biaya dari proses produksi dan distribusi yang rendah serta harga dan volume penjualan produk yang mampu memberikan keuntungan yang maksimal. Perencenaan & Perancangan Tata Letak Fasilitas

3 Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penentuan lokasi pabrik : 1. Market location5. Climate 2. Raw material location6. Labor & wage salary 3. Transportation7. Law & taxation 4. Power8. Water & waste Model-model Analisa Lokasi Fasilitas Cara yang dapat dipergunakan untuk menganalisis dan mengambil keputusan untuk memilih lokasi pabrik/ perusahaan.

4  Metode Pendekatan - Kontinyu (Penentuan satu/lebih lokasi optimal). Metode Analisa Pusat Gravitasi “Gravity” - Analisis Kuantitatif (Faktor Obyektifitas). Metode Analisis Transportasi Program Linier - Analisis Hibrid (Kombinasi Faktor Obyektif & Subyektif). Metode “Brown-Gibson” Analisa Pusat Gravitasi : Dalam metode ini ada dua faktor yang dapat mempengaruhi yaitu : - Lokasi sumber bhn baku/material (input produksi). - Lokasi daerah pemasaran (output produksi).

5 Dalam metode ini diasumsikan bahwa : Biaya produksi dan distribusi tidak diperhitungkan (biaya produksi dan distribusi untuk masing-masing lokasi baik dari sumber material, pemasaran menuju lokasi pabrik dianggap sama). Untuk menganalisa dengan metode ini input yang diperlukan adalah : - Kebutuhan/demand produk jadi atau baham baku dari masing daerah pemasaran atau lokasi sumber bhn baku. - Koordinat geografis dari lokasi pabrik yang direncanakan, daerah pemasaran ataupun daerah sumber bhn baku.

6 Fungsi Tujuan adalah : m n Minimum f (X,Y) =   Wj. di I=1 j=1 Dimana : di= [ ( Xi –aj ) 2 + ( Yi – bj ) 2 ] 1/2 m= banyaknya alternatif lokasi yang akan dipilih n= banyaknya daerah pemasaran/sumber bhn baku Wj= Kebutuhan/demand produk jadi atau kapasitas suplay dari sumber bhn baku. ( Xi ; Yi )= koordinat alternatif lokasi, 1, 2, 3, 4,…., m ( aj ; bj )= koordinat lokasi daerah pemasaran atau lokasi sumber bhn baku, 1, 2, 3, 4,…., n

7 Soal Latihan : Sebuah perusahaan Elektronik bermaksud mendirikan pabrik baru, berdasarkan hasil studi kelayakan diperoleh alternatif dan jarak koordinat lokasi (dalam satuan puluhan kilometer) sebagai berikut : Sebuah perusahaan Elektronik bermaksud mendirikan pabrik baru, berdasarkan hasil studi kelayakan diperoleh alternatif dan jarak koordinat lokasi (dalam satuan puluhan kilometer) sebagai berikut : Alternatif lokasi P (-10, 7) Alternatif lokasi P (-10, 7) Alternatif lokasi Q (5, -30) Alternatif lokasi Q (5, -30) Alternatif lokasi R (10, 0) Alternatif lokasi R (10, 0) Daerah pemasaran yang harus dipenuhi kebutuhannya terletak di 5 (lima) kota dengan koordinat dan kebutuhan masing-masing (dalam satuan ton) sebagai berikut : Daerah pemasaran yang harus dipenuhi kebutuhannya terletak di 5 (lima) kota dengan koordinat dan kebutuhan masing-masing (dalam satuan ton) sebagai berikut :

8 Daerah Pemasaran :Demand (ton) Pemasaran A (2, -15)5 Pemasaran B (-5, -10)10 Pemasaran C (8, 8) 8 Pemasaran D (0, -7)15 Pemasaran E (-15, 8)20 Dengan menggunakan analisa gravitasi, tentukan lokasi perusahaan perminyakan mana yang seharusnya dipilih ?

9 Metode Kuantitatif Transportasi Program Linier Aplikasi metode transportasi digunakan untuk menentukan pola distribusi yang terbaik dari lokasi pabrik ke daerah pemasaran tertentu. Keputusan yang dipilih didasarkan pada lokasi yang memberikan total biaya terkecil. Dalam menyelesaikan masalah trensportasi ada beberapa cara/metode yang dapat digunakan yaitu : cara/metode heuristics, vogel dan north west corner.

10 Contoh persoalan pemakaian metode transportasi untuk memilih lokasi yang baik. Perusahan XYZ mempunyai dua pabrik di kota Semarang dan Bandung yang mensuplai produk ke empat daerah pemasaran yaitu : Jogja, Solo, Purwokerto dan Magelang. Berkaitan dengan permintaan produk yang terus meningkat perusahaan merencanakan untuk membangun sebuah pabrik baru lagi.

11 Alternatif lokasi yang diusulkan adalah : di kota Surabaya atau kota Malang Data mengenai kapasitas produksi, biaya transportasi, serta data kebutuhan (demand) untuk masing-masing daerah seperti dalam tabel berikut (dlm puluhan ribu rp) : LokasiDaerah PemasaranKapasitas (ton/mgg) JogjaSoloP KertoMg-lang Semarang Bandung Surabaya tak terbatas Malang tak terbatas Demand (ton/mgg)

12 Dengan analisa secara terpisah antara alternatif lokasi di kota Surabaya dan Malang, maka dapat dialokasikan ke setiap daerah pemasaran dengan memperhatikan kapasitas masing-masing pabrik yang ada. Alternatif lokasi Surabaya LokasiDaerah PemasaranKapasitas (ton/mgg) JogjaSoloP KertoMg-lang Semarang Bandung Surabaya Demand (ton/mgg)

13 Iterasi 1 analisa untuk alternatif lokasi pabrik di Surabaya LokasiDaerah PemasaranKapasitas (ton/mgg) JogjaSoloP KertoMg-lang Semarang Bandung Surabaya Demand (ton/mgg)

14 Perhitungan transportasi iterasi 1 unt alternatif lokasi SBY FromToShipmentCost/profitOport. Cost SemarangJogja SemarangSolo020-3 SemarangP Kerto02517 SemarangMagelang BandungJogja BandungSolo BandungP Kerto BandungMagelang0425 SurabayaJogja05510 SurabayaSolo SurabayaP Kerto06025 SurabayaMagelang05513 Minimized OBJ =

15 Iterasi 2 (perbaikan) unt alternatif lokasi pabrik di Sby LokasiDaerah Pemasaran Kapasitas (ton/mgg) JogjaSoloP KertoMg-lang Semarang Bandung Surabaya Demand (ton/mgg)

16 Perhitungan Transportasi Iterasi 2 unt alternatif lokasi SBY FromToShipmentCost/profitOport. Cost SemarangJogja SemarangSolo SemarangP Kerto02517 SemarangMagelang BandungJogja BandungSolo0453 BandungP Kerto BandungMagelang0425 SurabayaJogja0557 SurabayaSolo SurabayaP Kerto06022 SurabayaMagelang05510 Minimized OBJ =

17 Alternatif lokasi Malang LokasiDaerah PemasaranKapasitas (ton/mgg) JogjaSoloP KertoMg-lang Semarang Bandung Malang Demand (ton/mgg)

18 Iterasi 1 analisa untuk alternatif lokasi pabrik di Malang Lokasi Daerah PemasaranKapasitas (ton/mgg) JogjaSoloP KertoMg-lang Semarang Bandung Malang Demand (ton/mgg)

19 Perhitungan transportasi iterasi 1 unt alternatif lokasi Mlg. FromToShipmentCost/profitOport. Cost SemarangJogja SemarangSolo020-3 SemarangP Kerto02517 SemarangMagelang BandungJogja BandungSolo BandungP Kerto BandungMagelang0423 MalangJogja0588 MalangSolo MalangP Kerto06219 MalangMagelang06013 Minimized OBJ =

20 Iterasi 2 (perbaikan) untuk alternatif lokasi pabrik di Malang Lokasi Daerah PemasaranKapasitas (ton/mgg) JogjaSoloP KertoMg-lang Semarang Bandung Malang Demand (ton/mgg)

21 Perhitungan transportasi iterasi 2 untuk alternatif lokasi Mlg FromToShipmentCost/profitOport. Cost SemarangJogja SemarangSolo SemarangP Kerto02517 SemarangMagelang BandungJogja BandungSolo0453 BandungP Kerto BandungMagelang0425 MalangJogja0585 MalangSolo MalangP Kerto06219 MalangMagelang06010 Minimized OBJ =

22 Berdasarkan perhitungan diatas jika dibangun pabrik di lokasi Surabaya biaya transportasinya sebesar Rp ,- dan jika dibangun pabrik di lokasi Malang biaya transportasinya sebesar Rp , dengan demikian pendirian pabrik yang lebih menguntungkan adalah di lokasi Surabaya.

23 Tata Letak Produk (Product Lay Out = Aliran produk). Tata Letak Proses (Process Lay Out = Aliran proses). Tata Letak Posisi Tetap (Fixed Position Lay Out). Tata Letak Kelompok Produk (Product Famili/Group Teknologi) Macam Tipe Tata Letak Fasilitas

24  Tata Letak Produk : Semua fasilitas produksi diatur/ditempatkan dalam satu departemen khusus. Semua fasilitas produksi diatur/ditempatkan dalam satu departemen khusus. Diaplikasikan untuk industri skala besar dan proses produksinya berlangsung secara kontinyu. Diaplikasikan untuk industri skala besar dan proses produksinya berlangsung secara kontinyu. Industri Gula, semen, kertas, perakitan (mobil, elektronik). Industri Gula, semen, kertas, perakitan (mobil, elektronik). Pertimbangan atas dasar Tata Letak Produk : 1. Produk yang dibuat hanya satu atau beberapa produk standar. 2. Produk dibuat dalam jumlah/volume besar untuk jangka waktu relatif lama. 3. Keseimbangan lintasan produksi lebih baik.

25 4. Satu mesin hanya digunakan unt satu macam proses kerja. 5. Aktivitas inspeksi selama proses produksi relatif sedikit. 6. Aktivitas MH dari satu SK ke SK yang lain dapat dilaksanakan secara mekanis.

26 A Bahan Baku Gudang Bahan Baku SK-1SK-2SK-3SK-4 Gudang Produk Jadi Produk Jadi A Press A B B Bubut Drill Penge- pakan Gerinda Frais Bubut Penge- pakan Tata Letak Aliran Produk

27 Keuntungan : Keuntungan : 1. MHC rendah sebagai akibat Lay Out disusun berdasarkan urutan operasi, shg jarak perpindahan bahan minimum. 2. Total waktu yang dipergunakan untuk produksi relatif singkat. 3. Work In Procces jarang terjadi karena lintasan produksi sudah seimbang. Output satu proses langsung dipergunakan sebagai input proses berikutnya. 4. Tiap unit produksi atau SK memerlukan luas area yang minimal karena tidak diperlukan WIP Storege.

28 Kerugian : 1. Breakdown dari satu mesin menyebabkan terhentinya seluruh aliran produksi. 2. Jika terjadi perubahan terhadap desain produk, maka akan merubah aliran produk dan lay out. 3. Kelancaran proses produksi akan ditentukan oleh proses mesin yang paling lambat. 4. Memerlukan investasi mesin tinggi (Special Purpose Machine). Tata Letak Proses : Denaturant dan penempatan mesin/fasilitas produksi yang semacam dalam satu departemen. Denaturant dan penempatan mesin/fasilitas produksi yang semacam dalam satu departemen. Semua fasilitas produksi yang memiliki ciri/fungsi kerja yang sama diletakan dalam satu departemen. Semua fasilitas produksi yang memiliki ciri/fungsi kerja yang sama diletakan dalam satu departemen. Diaplikasikan pada industri berskala kecil. Diaplikasikan pada industri berskala kecil. Faktor manufaktur dan jasa pelayanan. Faktor manufaktur dan jasa pelayanan.

29 Pertimbangan : 1. Produk yang dibuat berbagai macam model/type dan tiap model dibuat dalam jumlah kecil serta jangka waktu yang relatif singkat. 2. Aktivitas berubah-ubah sehingga studi waktu dan gerak untuk menentukan metode dan waktu standar sulit dilakukan. 3. Sulit mengatur line balanchng antar operator dan mesin. 4. Memerlukan pengawasan yang ekstra selama proses operasi. 5. Satu jenis mesin dapat melakukan bebagai macam produk (General Purpose). 6. Banyak menggunakan peralatan berat untuk kegiatan MH.

30 A Bahan Baku Gudang Bahan BakuSK-1SK-2SK-3SK-4 Gudang Produk Jadi Produk Jadi A A B B Bubut Press Drill Gerinda Penge- coran Frais Pengepakan Tata Letak Aliran Proses

31 Keuntungan : 1. Investasi mesin dan fasilitas produksi rendah, karena mesin yang digunakan mesin-mesin type umum (General Purpose). 2. Jika terjadi breakdown mesin mudah diatasi, yaitu dengan memindahkan ke mesin lain. 3. Karena ada spesialisasi kerja, aktivitas supervisi lebih baik dan efisien. Kerugian : 1. Karenna lintasan produksi lebih panjang, MHC lebih mahal. 2. Total waktu produksi lebih lama, WIP lebih banyak dijumpai karena waktu operasi sulit diseimbangkan. 3. Karena diversifikasi produk adalah job order, maka diperlukan operator skill tinggi.

32 Tata Letak Posisi Tetap : Material dan komponen dari produk utama akan ditempatkan pada posisi tetap, sedangkan fasilitas produksi seperti tools, mesin, manusia serta komponen-komponen kecil akan bergerak menuju lokasi material atau komponen produk utama. Material dan komponen dari produk utama akan ditempatkan pada posisi tetap, sedangkan fasilitas produksi seperti tools, mesin, manusia serta komponen-komponen kecil akan bergerak menuju lokasi material atau komponen produk utama. Diaplikasikan pada industri yang menghasilkan produk-produk skala ukuran besar : Industri pesawat, kapal dll. Diaplikasikan pada industri yang menghasilkan produk-produk skala ukuran besar : Industri pesawat, kapal dll. Mesin-2 Mesin-2 Mesin-2 Mesin-2 Mesin-2 Mesin-2 Tata Letak Fixed Position Tata Letak Fixed Position Produk Utama

33 Keuntungan : 1. Karena posisi material dan komponen produk utama tetap, maka MH dapat dikurangi. 2. Fleksibilitas kerja tinggi, karena fasilitas produksi dapat diakomodasikan untuk mengantisipasi perubahan dalam rancangan produk. Kerugian : 1. Adanya peningkatan frekuensi pemindahan fasilitas produksi atau operato pada saat proses operasi. 2. Memerlukan operator dengan skill tinggi. 3. Membutuhkan space area yang luas untuk peralatan kerja dan WIP. 4. Memerlukan pengawasan dan koordinasi kerja yang ketat.

34 Keuntungan : Dengan pengelompokan produk sesuai dengan proses pembuatannya, maka pendayagunaan mesin akan diperoleh secara maksimal. Dengan pengelompokan produk sesuai dengan proses pembuatannya, maka pendayagunaan mesin akan diperoleh secara maksimal. Jarak perpindahan material lebih pendek sehingga lintasan aliran lebi lancar. Jarak perpindahan material lebih pendek sehingga lintasan aliran lebih lancar. Memiliki keuntungan yang bisa diperoleh dari produk lay out dan proses lay out. Memiliki keuntungan yang bisa diperoleh dari produk lay out dan proses lay out. Umumnya menggunakan mesin-mesin general purpose sehingga investasinya juga lebih rendah. Umumnya menggunakan mesin-mesin general purpose sehingga investasinya juga lebih rendah. Product Family (Group Tecnology) :  Didasarkan pada pengelompokan produk atau komponen yang akan dibuat.  Pada dasarnya merupakan kombinasi dari product lay out dan procces lay out.  Produk-produk yang tidak identik dikelompokan berdasarkan langkah pemrosesan, bentuk, mesin atau peralatan.

35 ABubut BorGerindaPerakitan MillingPerakitanBorFinising BCBC PressBubutBorPressPerakitan GerindaBorPerakitanBorGerinda Tata Letak Group Teknologi

36 Kerugian : 1. Diperlukan TK dengan skill tinggi. 2. Kelancaran kerja sangat tergantung pada kegiatan pengendalian produksi terutama aliran kerja. 3. Jika keseimbangan aliran sulit dicapai maka diperlukan WIP Storage. 4. Beberapa kerugian dari product dan procces lay out juga akan dijumpai. 5. Kesempatan untuk mengaplikasikan faslitas produksi tipe special purpose sulit dilakukan.

37


Download ppt "Modul 9 : Perencanaan & Perancangan Tata Letak Fasilitas Kompetensi Pokok Bahasan :  Memahami aspek-aspek yang berkaitan dengan penetapan lokasi fasilitas/pabrik."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google