Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

By: Asmualik, ST. Filosofi ekonomi memberikan fondasi baru suatu sistem ekonomi yang membentuk pandangan terhadap produksi, distribusi, dan konsumsi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "By: Asmualik, ST. Filosofi ekonomi memberikan fondasi baru suatu sistem ekonomi yang membentuk pandangan terhadap produksi, distribusi, dan konsumsi."— Transcript presentasi:

1 By: Asmualik, ST

2

3 Filosofi ekonomi memberikan fondasi baru suatu sistem ekonomi yang membentuk pandangan terhadap produksi, distribusi, dan konsumsi. Filosofi ekonomi ini dibangun di atas doktrin-doktrin kehidupan yang mempengaruhi pelakunya.

4 Filosofi ekonomi: laissez faire (kebebasan berbuat) invisible hand (tangan yang tak terlihat). Akibat dari filosofi ini mereka menuntut kebebasan seluas-luasnya sehingga tidak ada yang membatasi para pelaku ekonomi untuk berbuat sepuasnya demi kepentingan dari sendiri. Adam Smith : “terselenggaranya keseimbangan pasar dikarenakan manusia mementingkan diri sendiri”. Smith menulis, “Kita bisa makan bukan karena kebaikan si tukang roti, tukang minuman, atau si tukang daging, melainkan karena sifat mementingkan diri sendiri yang ada dalam diri mereka. Kita bukan mengharap cinta mereka terhadap orang lain, melainkan cinta mereka terhadap dirinya sendiri.”

5 Filosofi yang menonjol dalam sistem ini adalah konsep perjuangan kelas dan kontradiksi antar kelas. Dari perjuangan dan kontradiksi antar kelas ini, maka lahirlah apa yang disebut revolusi proletarian dan juga proletarian yang diktator. Perjuangan dan kontradiksi antar kelas masyarakat adalah manifestasi dari filosofi konflik. Filosofi konflik ini juga dipengaruhi oleh agama atau kepercayaan yang dianut para pelakunya.

6 filosofi dasarnya adalah ke-6 rukun iman. 1.Keimanan kepada Allah menjadikan pelaku ekonomi ini tunduk dan patuh pada aturan Allah. 2.Keimanan kepada malaikat membuat kita sadar ada yang mengawasi perilaku ekonomi kita setiap saat. 3.Keimanan kepada Al-Qur’an membuat kita tidak berhukum dengan hukum selain hukum Al-Qur’an. 4.Keimanan kepada nabi dan rasul-Nya memberi kita tauladan yang sempurna sehingga tidak perlu mencari contoh lain yang tidak jelas kebenarannya. 5.Iman kepada hari akhir memberikan filosofi jangka panjang melampaui kehidupan dunia kita yang fana, yaitu keimanan bahwa kita akan dihidupkan sesudah mati dan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan dalam aktifitas ekonomi. 6.Terakhir, keimanan kepada qadha’ dan qadar akan memberi kita kelapangan hati tentang hasil dari aktifitas ekonomi kita setelah berusaha.

7 Prinsip-prinsip dan aturan dalam suatu sistem ekonomi akan menyangkut masalah hubungan sosial, legal, dan kerangka perilaku para pihak yang terlibat sistem ekonomi tersebut. 1.Menyangkut kepemilikan faktor-faktor produksi yaitu siapakah yang memiliki atau menguasai faktor-faktor produksi tersebut. 2.Menyangkut distribusi yaitu bagaimana akses terhadap transaksi atau pasar diatur. 3.Menyangkut konsumsi yaitu bagaimana konsumsi terhadap barang atau jasa diatur/dibatasi.

8 Dalam sistem ekonomi kapitalis, faktor produksi dikuasai secara mutlak oleh individu- individu sedang kepemilikan pemerintah terbatas. Akses terhadap pasar berlangsung secara bebas, artinya siapa yang kuat di pasar dapat menguasai pasar. Konsumsi juga tidak ada aturan atau batasan, dimana kepemilikan mutlak juga mendorong konsumsi yang tiada batas.

9 Dalam sistem ekonomi sosialis, kepemilikan faktor produksi dimiliki secara bersama oleh kaum proletarian yang terwakili oleh kepemimpinan yang umumnya diktator. Kepemimpinan tersebut yang menentukan apa yang harus diproduksi, kapan, dan berapa banyak. Sosialisme juga mengatur perencanaan secara terpusat, upah buruh yang secara kolektif seragam. Akses terhadap transaksi atau pasar dalam sistem ini juga sangat terbatas.

10 Sedangkan dalam sistem ekonomi Islam, pelaku ekonomi hanyalah seorang wakil yaitu wakil atau khalifah Allah di muka bumi. Hak terhadap faktor produksi terbatas pada hak untuk menggunakannya dan bukan hak kepemilikan mutlak. Hal ini terkait langsung dengan pertanggungjawaban atas penggunaan faktor produksi tersebut terhadap pemilik sesungguhnya yaitu Allah. Selain itu, hak ini pun dibatasi waktunya yaitu sebatas umur kita. Itulah sebabnya dalam Islam juga diatur hukum waris yang sangat adil. Akses terhadap pasar terbuka bebas tetapi diatur dengan sistem yang adil. Tidak ada satu pihak pun yang boleh mengambil hak akses pasar ini dengan kekuatan atau kekuasaannya. Konsumsi juga dibatasi pada kebutuhan yang wajar, tidak berlebihan atau boros, dan tidak pula kikir.

11 Fungsi-Fungsi Operasional Dalam operasi atau praktiknya setiap sistem ekonomi memiliki fungsi-fungsi yang mengatur agar filosofi dan prinsip-prinsip tersebut di atas dapat diimplementasikan di lapangan.

12 Dalam sistem ekonomi kapitalis, agar individu bisa mencapai kepemilikan mutlak yang maksimum dan puas berbuat yang mereka suka, maka fungsi yang berjalan di lapangan adalah kebebasan di pasar, yaitu bebas untuk keluar dan bebas untuk masuk pasar. Bagi yang kuat bebas pula menguasai pasar atau monopoli lengkap dengan kebebasan untuk menentukan harga atau memaksimalkan keuntungan untuk kepentingan kapitalis.

13 Dalam sistem ekonomi sosialis, perencanaan yang terpusat diimplementasikan dengan proses produksi yang seragam atau proses yang bersifat pengulangan. Kepemilikan secara proletariat atas faktor produksi diimplementasikan dengan aturan-aturan kolektifisme. Marx, penggagas aliran ekonomi ini, berpendapat bahwa nilai dari setiap komoditi ditentukan oleh kuantitas waktu kerja yang diharuskan secara sosial, yang digunakan untuk memproduksi komoditi itu.

14 Sangat berbeda dalam Islam, implementasi filosofi dan prinsip-prinsip sistem ekonominya diatur dengan hukum Islam yang sangat jelas dan rinci, lengkap dengan contoh-contohnya baik di dalam Al-Qur’an maupun Sunnah Rasulullah n. Tiga fungsi utama dalam implementasi sistem ekonomi Islam ini adalah pertama pelarangan riba, kedua investasi yang adil misalnya mudharabah dan musyarakah, ketiga adalah fungsi zakat, infaq, shadaqah, dan waqaf.

15 Kesimpulan Melihat dari 3 bentuk sistem ekonomi tadi, kita dapat menyimpulkan bahwa untuk menyelamatkan keseimbangan dunia, maka gerakan dakwah sistem ekonomi islam harus dimasyarakatkan. Sehingga sistem ini menjadi kebutuhan di tengah-tengah masyarakant. Semoga Allah SWT memberikan rahmat atas gerakan dakwah ekonomi islam ini.

16


Download ppt "By: Asmualik, ST. Filosofi ekonomi memberikan fondasi baru suatu sistem ekonomi yang membentuk pandangan terhadap produksi, distribusi, dan konsumsi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google