Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KONSEP PERENCANAAN DAN MANAJEMEN JARINGAN Catur Iswahyudi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KONSEP PERENCANAAN DAN MANAJEMEN JARINGAN Catur Iswahyudi."— Transcript presentasi:

1 KONSEP PERENCANAAN DAN MANAJEMEN JARINGAN Catur Iswahyudi

2 Outline Konsep Manajemen Jaringan Konsep Perencanaan Jaringan Contoh Implementasi

3 KONSEP MANAJEMEN JARINGAN

4 Sejarah Manajemen Jaringan Awalnya jaringan komputer sangat sederhana, terdiri atas satu atau lebih mainframe yang terkoneksi dengan beberapa peripheral. Karena jumlah dari sumber jaringan sangat kecil, mengelola jaringan tersebut relatif mudah dan cukup dengan menggunakan teknik dasar. Saat ini jaringan komputer sangat kompleks dan akan terus meningkat. Kompleksitas jaringan komputer utamanya datang dari dua aspek, yaitu: Peralatan yang banyak Perbedaan peralatan pada jaringan

5 Pengertian Manajemen Jaringan Sebuah fungsi pengawasan terhadap unjuk kerja jaringan dan pengambilan tindakan untuk mengendalikan aliran trafik agar diperoleh kapasitas jaringan dengan pengoperasian yang maksimum pada berbagai situasi Upaya mengkoordinasikan dan mendistribusikan sumber daya (resource) untuk merencanakan, menganalisa, mengevaluasi, mendesain, mengadministrasikan, dan mengembangkan jaringan telekomunikasi sehingga diperoleh kualitas pelayanan yang baik pada seluruh waktu dengan ongkos yang proporsional dan kapasitas yang optimal.

6 Studi lanjut tentang jaringan komputer yang terkonsentrasi pada konsep dan pengetahuan mengenai pengelolaan sumber daya jaringan komputer dan implementasinya dalam kehidupan dunia nyata yang berbasis pada protocol TCP/IP. Sebuah pekerjaan untuk memelihara seluruh sumber jaringan dalam keadaan baik, karena saat ini jaringan sangat kompleks, dinamik dan terdiri atas komponen yang tidak dapat diandalkan 100%, peralatan yang baik diperlukan untuk mengelola jaringan tersebut.

7 Manajemen Jaringan adalah Kemampuan menerapkan suatu metode untuk : Memonitor suatu jaringan Mengontrol suatu jaringan Merencanakan (planning) sumber (resources) serta komponen sistem dan jaringan komputer dan komunikasi.

8 Sasaran Manajemen Jaringan Menjaga agar jaringan tetap berjalan : menjaga sistem agar tetap beroperasi dan mengumpulkan informasi tentang “kesehatan” suatu jaringan. Memelihara kinerja jaringan : Jaringan mampu mendatangkan manfaat (terus menerus > optimal), memelihara QOS yang disepakati, dan mampu menyediakan informasi yang diperlukan untuk analisis jangka pendek maupun jangka panjang. Mengurangi ongkos kepemilikan (memberikan added value): perangkat yang diinstal adalah suatu pengeluaran (ongkos), Manajemen reaktif (tindakan reaktif terhadap suatu masalah (biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan masalah), Manajemen proaktif (diharapkan dapat menekan biaya-biaya seperti pada manajemen reaktif.

9 Mengapa Perlu MJ ? Penekanan Biaya Biasanya user menginginkan jaringan sebaik mungkin dengan biaya termurah. Desain harus dapat mengakomodasi kebutuhan sebagian besar pengguna. Kurangnya Pengalaman Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi jaringan, kemampuan jaringan dan penggunaannya ikut meningkat. Akibatnya perancang akan menemukan banyak masalah dan belum tentu mereka dapat memberikan solusi selama fase desain.

10 Penanganan Kegagalan Selama fase operasional, kegagalan dapat terjadi kapan saja. Kegagalan adalah situasi dimana komponen/sistem jaringan tidak berjalan seperti yang telah direncanakan. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor usia, berkurangnya kemampuan komponen jaringan, kesalahan manusia atau bencana alam Fleksibilitas Desain jaringan biasanya digambarkan sebagai proses top-down atau dari hal-hal yang paling umum ke yang paling khusus. Biasanya desain dimulai dengan mendefinisikan persyaratan dari pemakai dan banyak keputusan desain jaringan yang mengikuti persyaratan ini.

11 Aktivitas Administrasi Jaringan Manajemen Kesalahan (fault management) yang mengelola kesalahan jaringan dan memperbaikinya. Manajemen perlengkapan (device management) yang menangani berbagai macam peralatan jaringan. Manajemen Konfigurasi (configuration management) yang mengawasi perubahan yang terjadi pada jaringan. Manajemen Kinerja (performance management) yang memantau kerja jaringan. Manajemen Sejarah (history management) yang mencatat kegagalan dan keandalan peralatan. Accounting yang mencatat penggunaan resources (pengambilan keputusan) Keamanan (security) yang mencegah penggunaan resources secara tidak sah

12 Manajemen Jarkom Ada beberapa hal yang terkait dengan manajemen jaringan komputer, yakni meliputi : 1. Perencanaan jaringan, 2. Perancangan jaringan, 3. Pendefinisian operasional jaringan, 4. Pendefinisian administrasi jaringan, 5. Pendefinisian administrasi keamanan, 6. Implementasi jaringan, 7. Operasional jaringan 8. Manajemen jaringan.

13 1. Perencanaan Jaringan Tahap awal ini bertujuan untuk mendapatkan kebutuhan (needs), keinginan (desirability), dan kepentingan (interest).

14 Dasar-dasar Perencanaan Jaringan Yang pertama adalah dalam hal penggunaan jaringan tersebut. Apakah semua PC yang terhubung ke jaringan akan dihubungkan dengan beberapa printer? Apakah perlu dibangun satu atau beberapa server untuk menangani database, , scheduler, dan tugas lainnya? Yang kedua adalah pertimbangan luas cakupan area jaringan yang akan dibangun. Apakah jarak antara PC ke switch/hub memungkinkan untuk pemasangan kabel? Apakah akan lebih baik jika menggunakan jaringan wireless? Apakah di area jaringan tersebut tersedia tempat yang cocok untuk meletakkan sebuah server, hub/switch,modem, dan perangkat lainnya?

15 Elemen-elemen pembiayaan Kabel, meliputi biaya kabel dan proses instalasinya, bisa terjadi biaya instalasi lebih tinggi dari biaya kabel itu sendiri. Perangkat keras, seperti PC, NIC, terminator, hub, dll. Perangkat lunak, NOS, client, dan berbagai aplikasinya. Pelindung jaringan, seperti UPS, anti petir, spark arrester. Biaya habis pakai, konsultan, arsitek maupun operator pada saat instalasi. Biaya berjalan, seperti biaya bulanan bandwidth, listrik, AC, gaji admin dan operator. Biaya pelatihan untuk administrator dan user. Downtime.

16 Langkah-langkah Perencanaan Jaringan Analisa kebutuhan > Pada langkah ini didefinisikan apa sebenarnya sasaran yang ingin dicapai dengan adanya jaringan komputer. Apakah dengan jaringan tersebut akan dapat memecahkan masalah yang dihadapi sekarang? Apakah tingkat efisiensi akan meningkat dan dapatkah diukur? Sesuaikah biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh? Analisa Lokasi > meliputi usulan pemasangan peralatan di masing-masing ruang kerja karyawan, penentuan penyebaran beban listrik dan letak outlet listrik, lokasi seluruh komputer yang ada sekarang ini, lokasi pemasangan kabel dan sebagainya yang sangat penting juga dalam menekan biaya installasi.

17 Mencocokkan Peralatan > Merupakan langkah analisa dari peralatan yang dipunyai dan disesuaikan dengan peralatan baru atau jaringan yang akan dipasang. Rencana Konfigurasi > Meliputi penetapan piranti keras dan piranti lunak yang akan dipasang beserta seluruh diagram yang dibutuhkan. Penjadwalan > Merupakan rencana pemasangan dari waktu ke waktu dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan.

18 2. Perancangan Jaringan Dalam tahap ini faktor-faktor yang ada dalam perencanaan dijabarkan secara detil untuk kebutuhan tahap selanjutnya pada saat implementasi. Perancangan jaringan adalah proses yang melibatkan mystic-mixture art, science, keberuntungan (luck) dan accident (terjadi begitu saja). Meskipun penuh dengan proses yang misterius ada banyak jalan dan strategi untuk melaluinya.

19 Isu yang banyak dikenal dalam perancangan jaringan adalah jumlah node/titik yang ada. Dari jumlah node yang ada, bisa didefinisikan tugas yang harus dikerjakan oleh setiap node, misalnya karena jumlah node sedikit, print- server cukup satu disambungkan di server atau di salah satu workstation. Jika jumlah node lebih banyak ada kemungkinan terjadi duplikasi tugas untuk dibagi dalam beberapa segmen jaringan untuk mengurangi bottleneck

20 3. Pendefinisan Operasional Jaringan Langkah yang bagus jika didapatkan perhitungan sumber daya dan pemakaian jaringan. Perhitungan ini berkaitan dengan spesifikasi perangkat keras yang akan dipakai seperti : apakah harus menggunakan switch daripada hub, seberapa besar memori yang dibutuhkan, apakah dibutuhkan kabel riser fiber optic karena jaringan menyangkut bangunan berlantai banyak dan sebagainya.

21 4. Pendefinisian Administrasi Keamanan Tipe keamanan jaringan berkaitan banyak dengan jenis autentikasi dan data dalam jaringan. Selain ancaman terhadap jaringan dari arah luar juga harus diperhatikan ancaman dari arah dalam, dari user jaringan itu sendiri. Pertimbangan terhadap keamanan ini juga mempengaruhi pemakaian peralatan baik secara fisik dan logik.

22 5. Pendefinisian Administrasi Jaringan Untuk kelancaran operasional jaringan harus ada pembagian tugas dalam me-maintenance jaringan, baik yang menyangkut perangkat lunak, standar prosedur amupun yang berkaitan dengan sumber daya manusia seperti administrator dan operator.

23 Aspek-aspek operasional Perawatan dan backup, kapan, siapa dan menggunakan apa. Pemantauan software dan upgrade untuk memastikan semua software aman terhadap bugs. Standar prosedur untuk kondisi darurat seperti mati listrik, virus ataupun rusaknya sebagian dari alat. Regulasi yang berkaitan dengan keamanan, seperti user harus menggunakan password yang tidak mudah ditebak atau penggantian password secara berkala.

24 6. Implementasi Jaringan Pemasangan jaringan secara aktual terjadi pada tahap implementasi. Di tahap ini semua rencana dan rancangan diterapkan dalam pekerjaan fisik jaringan.

25 Strategi Implementasi Cool coversion, strategi ini adalah penggantian total dari jaringan lama (atau tanpa jaringan) ke jaringan baru. Strategi ini termasuk paling mudah dilakukan tetapi biasanya tidak dipakai untuk jaringan yang mempunyai tugas/misi yang kritis seperti jaringan yang menghubungkan kasir pasar swalayan, tidak boleh terjadi downtime. Conversion with overlap, strategi ini melakukan pemasangan dan operasional secara paralel, selama jaringan baru dipasang jaringan lama tetap berjalan sambil sedikit demi sedikit beralih ke jaringan baru. Strategi ini harus mempertimbangkan waktu jika faktor waktu menjadi batasan utama. Piecemeal coversion, strategi ini mirip dengan strategi sebelumnnya hanya dilakukan secara lebih detail dan bertahap. Sasaran pindah ke jaringan baru merupakan target jangka yang lebih panjang. Strategi ini membutuhkan resource yang lebih sedikit namun membutuhkan waktu yang lebih lama.

26 7. Operasional Jaringan Setelah implementasi selesai dilakukan tahap selanjutnya adalah pemakaian atau operasional jaringan. Tahap ini merupakan tugas yang cukup berat untuk seorang administrator jaringan, karena tahap ini secara global banyak dijalankan oleh administrator.

27 Tugas Administrator Jaringan Keamanan, keamanan jaringan ditentukan oleh pembagian hak dan wewenang dalam jaringan. Data harus terlindung dari akses yang tidak diharapkan tetapi harus tetap bisa diakses oleh user tertentu yang berkaitan dengan data tersebut. Beberapa poin pertimbangan terhadap interaksi user dan data : Hanya user yang terotentikasi yang diperbolehkan mengakses jaringan/data. User tanpa otorisasi tidak akan bisa mengakses atau mengubah bahkan menghancurkan data jaringan. File dan data tidak boleh rusak atau corrupted oleh virus, worm, ataupun trojan. File dan data tidak boleh rusak oleh gangguan listrik.

28 Akses kontrol user harus dipastikan aman terhadap data. User disarankan tidak menggunakan sesuatu yang mudah ditebak untuk digunakan sebagai password. Terapkan akses yang lebih super terhadap user tertentu untuk mengendalikan user dan data lain dalam group dan data. Account user yang tidak aktif sesegera mungkin dihapus dari sistem. Perhatikan kemungkinan Backdoor, hole maupun bugs dalam sistem. Batasi akses fisik user terhadap sistem, biasanya akses fisik ke server, karena akses fisik merupakan celah untuk masuk ke sistem manapun. Meningkatkan Keamanan Jaringan

29 Sediakan perlindungan terhadap gangguan listrik. Jika tapping terhadap kabel jaringan menjadi pertimbangan gunakan sistem serat optik karena kabel serat optik sangat sulit untuk ditap. Perawatan dan upgrade, dalam operasional perangkat lunak jaringan mengalami perkembangan dengan kemungkinan versi baru. Pemantauan kinerja, dalam operasional jaringan harus dipantau sejauh mana jaringan yang dipasang memberi hasil yang lebih baik. Pemantauan ini meliputi biaya operasional, ancaman terhadap keamanan, kepuasan user, dan produktifitas user.

30 8. Manajemen Jaringan Setiap penambahan peralatan atau aplikasi maupun data akan selalu ada pengaruhnya pada sistem yang berjalan dan hal tersebut teruslah selalu dipantau atau dikelola.

31 Hal penting dalam manajemen jaringan Pemahaman yang mendalam mengenai sistem Untuk dapat mengelola suatu jaringan dengan baik terdapat dua hal yaitu pengetahuan tentang ciri teknis ( yang didapat dari pendidikan dan pelatihan formal), serta pengetahuan tentang kinerja nyata (yang hanya dapat diperoleh dari pengalaman sehari- hari). Mem-backup data Langkah ini merupakan suatu langkah yang mutlak dilakukan, terlebih lagi bila yang dihadapi adalah suatu jaringan. Data dapat saja hilang atau rusak karena berbagai sebab, mulai dari sebab fisik sampai pada teknis program. Keamanan Jaringan Dalam hal ini adalah keamanan terhadap informasi yang terdapat dalam sistem jaringan. Informasi yang tersimpan dapat berupa rincian keuangan perusahaan, gaji karyawan ataupun data sensitif lainnya.

32 KONSEP PERENCANAAN JARINGAN

33 Dasar-dasar Perencanaan Jaringan Buatlah konsep jaringan yang ingin dibangun dalam bentuk gambar. Konsep tsb bisa dalam bentuk diagram sederhana atau terperinci berikut ukuran ruangnya. Dengan adanya konsep jaringan yang jelas dan teratur, pengaturan alamat IP untuk setiap PC akan terasa mudah. Pengaturan struktur jaringan seperti pengelompokan workgroup juga perlu direncanakan terlebih dahulu. Untuk memudahkan tugas perencanaan, dapat menggunakan software Lanflow yang dapat didownload dari

34 Perencanaan yang Berkesinambungan Dalam membangun jaringan, diperlukan perencanaan yang matang dalam aspek implementasi dan upgradability- nya, disamping perencanaan kebutuhan fisik. Upgradable  Jaringan harus dapat ditingkatkan kemampuannya, baik dari sisi kapasitas, kecepatan, dan fleksibilitas, tanpa perlu melakukan perombakan secara total. Fleksibilitas mencakup dua kriteria, yaitu jumlah client (node) dan pembagian alamat IP. Untuk pembagian IP, dapat digunakan NAT, DHCP, atau IP static.

35 Perencanaan yang Berkesinambungan Kehandalan (Robustness): Kestabilan dan toleransi terhadap kesalahan merupakan poin penting yang harus dimiliki oleh sebuah infrastruktur jaringan. Untuk mendukung produktivitas sebuah perusahaan, arsitektur Client-Server merupakan pilihan yang terbaik. Selain itu dengan langkah-langkah pencegahan untuk meminimalisasi gangguan atau kerusakan yang mungkin terjadi akan semakin menambah daya saing sebuah perusahaan.

36 Untuk itu, umumnya di dalam sebuah jaringan dibangun juga sistem redundancy. Redundancy memiliki dua kelebihan. Pertama, sistem kedua dapat digunakan sebagai backup apabila koneksi pertama mengalami masalah. Kedua, sistem ini memungkinkan router untuk membagi beban jaringan ke dalam dua jalur secara dinamis.

37 Perencanaan yang Berkesinambungan Migrasi: Sebuah jaringan yang baik haruslah dapat dimodifikasi dengan mudah ketika akan dilakukan perubahan arsitektur dan topologi. Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat terkadang membutuhkan bentuk jaringan baru. Namun, tentunya hal tersebut juga perlu dilakukan dengan tanpa mengorbankan seluruh infrastruktur yang telah ada. Ini diperlukan untuk menjamin kelangsungan investasi yang telah dilakukan sebelumnya.

38 Perencanaan yang Berkesinambungan Auto Configuration: Komponen jaringan yang baru haruslah dapat diintegrasikan ke jaringan yang telah ada sebelumnya dengan mudah. Bandwidth tinggi di dalam jaringan tidak hanya dibutuhkan oleh aplikasi multimedia saja, melainkan juga beberapa aplikasi lainnya seperti voice maupun video. Berangkat dari permasalahan bandwidth, sering ditanyakan manakah media kabel yang terbaik untuk digunakan dalam jaringan tersebut, kabel tembaga atau fiber optic?

39 Kabel tembaga merupakan solusi yang paling ekonomis untuk saat ini. Namun, untuk mengantisipasi keperluan bandwidth besar yang mungkin dibutuhkan oleh aplikasi- aplikasi masa depan, fiber optic merupakan pilihan yang bijak. Dengan adanya keanekaragaman kebutuhan akan jaringan komputer, tentunya akan diperlukan juga interface-interface khusus yang mengakomodasi setiap kebutuhan tersebut. Untuk itu, diperlukan interface yang mudah dihubungkan dengan berbagai peripheral baru tanpa harus mengganggu jalannya komunikasi dalam jaringan tersebut

40 DASAR-DASAR PERANCANGAN JARINGAN

41 Perlunya Perancangan Jarinan Untuk mengantisipasi perkembangan kapabilitas media jaringan Mengantisipasi perkembangan jumlah dan jenis pengguna Meningkatkan kinerja peralatan jaringan Manajemen penempatan piranti jaringan Kemampuan beradaptasi dengan perubahan Mempermudah manajemen pemeliharaan

42 Disain Jaringan yang Baik Desain jaringan yang baik harus bisa mengkombinasikan kelebihan Router dan Switch pada setiap bagian dalam jaringan sefleksibel mungkin. Misalnya, untuk pemilihan Switch dalam jaringan kampus harus menghasilkan keuntungan berikut: High bandwidth Improved performance Low cost Easy configuration

43 Untuk pemilihan Router dalam jaringan kampus harus menghasilkan keuntungan berikut: Broadcast firewalling Hierarchical addressing Communication b etween dissimilar LANs Fast convergence Policy routing QoS routing Security Redundancy and load balancing Traffic flow management Multimedia group membership

44 Prinsip Umum Disain Jaringan Uji Titik-titik tunggal yang rentan dengan cermat Perlu disiapkan jalur cadangan dan load balancing untuk untuk mengatasi permasalahan kerusakan pada jaringan, sehingga jika ada kerusakan tidak akan mengisolasi bagian jaringan. Memperhatikan Karakteristik Aplikasi dan traffic protokol yang digunakan. Misalnya memperhatikan aplikasi client-server dan sebagainya Melakukan analisis ketersediaan bandwidth Membangun jaringan dengan menggunakan model hierarki atau modular Memperhatikan Network Diameter, yaitu banyaknya piranti yang harus dilewati sebuah packet sebelum mencapai tujuan. Network diameter harus didesain sekecil mungkin.

45 Switching Layer 2 dan 3 Switching adalah proses penerimaan frame yang datang dari sebuah interface dan meneruskannya melalui interface yang lain. Switching Layer 3 bekerja pada layer 3 dengan menganalisis informasi packet dan meneruskannya berdasar pada alamat IP. Switching Layer 2 tidak perlu sampai melihat informasi packet (layer 3), hanya sampai pada layer 2 saja untuk melihat alamat tujuan Switching layer 2 membangun dan memelihara tabel switching untuk menjaga track(jejak) MAC Address bersesuaian dengan setiap port atau interface switch. Jika switch layer 2 tidak mengetahui kemana tujuan frame, maka ia menyebarkan (broadcast) frame ke semua port yang lain. Ketika ada reply yang diterima pada suatu port, maka switch menyimpulkan bahwa tersebutlah yang berkaitan dengan alamat frame yang dibroadcast. Selanjutnya informasi ini ditambahkan ke dalam tabel Switching.

46 Dua Jenis Piranti Jaringan 1. Router Routers menggunakan switching layer 3 untuk penjaluran (routing) paket dari satu network ke network yang lain berdasar informasi IP address Membagi sebuah broadcast domain (network) menjadi beberapa network yang berbeda Bekerja di layer 3 2. Switch Layer 2 Switch menggunakan switching layer 2 untuk penerusan (forwarding) frame berdasar informasi MAC Address Membagi collision domain dengan segmentasi layer 2, bekerja di dalam satu network. Tidak bisa menghubungkan network yang berbeda Bekerja di layer 2

47 Hirarki Disain Jaringan Desain jaringan secara Hierarki terdiri dari 3 layer 1. Layer Core (backbone) yang menyediakan tranportasi antar sites secara optimal 2. Layer Distribution yang menyediakan koneksi berdasar kebijakan perusahaan ( policy-based connectivity) 3. Layer Access (local) yang menyediakan workgroup/akses pengguna ke jaringan.

48

49

50

51 Core Layer high-speed switching backbone Didesain untuk memproses packet secepat mungkin Dalam layer ini tidak dilakukan manipulasi packet, seperti misalnya access list dan pemfilteran yang akan menunda pengiriman packet. Titik kritis untuk menghubungkan piranti-piranti layer distribusi, sehingga penting untuk menjamin stabilitas koneksi dan pembuatan jalur cadangan. Mengumpulkan traffic dari semua piranti layer distribusi, sehingga harus memiliki daya tampung dan daya kirim yang besar dan cepat

52 Distribution Layer Titik demarkasi antara layer Core dan Layer Access. Tempat melakukan manipulasi packet dan pemfilteran Dalam jaringan Campus, Layer Distribusi bisa berfungsi untuk: Pengalamatan dan Daerah Pengumpulan Departemen/Fakultas atau Workgroup access Pendefinisian Alamat domain broadcast/multicast Routing untuk antar Virtual LAN (VLAN)\ Transisi jenis media jika diperlukan Keamanan data dan jaringan (Security) Catatan: Dalam ruang lingkup kecil, layer distribusi biasanya digabung jadi satu dengan layer Core.

53 Access Layer Titik bagi pengguna dihubungkan ke jaringan Bisa juga melakukan penyaringan untuk optimalisasi kebutuhan pengguna secara khusus Dalam jaringan kampus, layer Access bisa berfungsi untuk: Pembagian bandwidth Pemfilteran layer Data Link (MAC Address) Microsegmentasi Dalam jaringan non kampus, layer access bisa menyediakan juga pengaksesan secara remote dengan menggunakan Frame Relay, ISDN, VPN, atau Leased lines.

54 Topologi Disain Jaringan Scaled Switching

55 Large Switch / Minimum Routing

56 Distributed Routing / Switching

57 Keuntungan Disain Secara Hirarki Scalability jaringan dapat dikembangkan/diperluas dengan mudah Redundancy memastikan ketersediaan jalur pada level Core dan Distribusi Performance Meningkatkan kinerja jaringan karena ada pengumpulan jalur (link aggregation) antar level dan desain Core dengan kinerja yang tinggi Security pengamanan Port pada level Access dan Kebijakan pada Level distribusi membuat jaringan semakin aman. Manageability konsistensi antar switch pada setiap level menyederhanakan manajemen. Maintability desain secara hierarki atau modular menolong dalam memperbaiki jaringan secara skalatis tanpa mempengaruhi jaringan secara keseluruhan

58 Contoh DESAIN JARINGAN KAMPUS SERTA ANALISIS PERANGKAT YANG DIGUNAKAN Oleh : Nurhikma ( ) Prodi D4 Teknik Komputer dan Jaringan Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ujung pandang

59 Tujuan Tujuan dari perancangan dan pembuatan jaringan ini sebagai berikut : 1. Pengolahan data serta pengamanan data untuk mengakses data yang lebih berkualitas. 2. Membantu dalam mempersiapkan semua unit komputer baik secara software maupun hardware serta dapat terhubung dengan jaringan komputer local area network ( LAN ). 3. Mempercepat proses pencarian ( Search ) dan berbagi data ( Sharing ). 4. Meningkatkan kinerja dalam segala kegiatan yang dilakukan di kampus. 5. Mempermudah komunikasi dalam kampus

60 Disain Topologi Grand Disain

61 Ditail

62 Penjelasan Dari gambar kedua dapat dilihat bahwa setiap gedung menggunakan 3 switch untuk tiga lantai. Pada gedung Administrasi menggunakan jaringan VLAN Karena pada gedung ini ada tiga type akses yang dibuat yaitu untuk staff, admin dan mahasiswa. Pada gedung asrama mahasiswa, menggunakan wireless router dan juga 3 switch untuk tiga lantai. Server yang digunakan yaitu http, mail,database, ftp, dll dan untuk gedung administrasi juga menggunakan server seperti ftp, key dan proxy server.

63 Jaringan Gedung Sekolah Gedung sekolah I dan II memiliki topologi yang sama setiap lantai, setiap lantai memiliki 10 ruangan dan setiap ruangan memiliki 7 komputer dengan menggunakan topologi bus setiap ruangannya, dan jaringan ke setiap ruangan menggunakan topologi star.

64

65

66 Jaringan Gedung Administrasi

67 Jaringan Gedung Asrama

68 End of Slide


Download ppt "KONSEP PERENCANAAN DAN MANAJEMEN JARINGAN Catur Iswahyudi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google