Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAHASA DAN FUNGSI- FUNGSINYA Pertemuan ke-2 MK Logika.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAHASA DAN FUNGSI- FUNGSINYA Pertemuan ke-2 MK Logika."— Transcript presentasi:

1 BAHASA DAN FUNGSI- FUNGSINYA Pertemuan ke-2 MK Logika

2 SAP PERTEMUAN KE-2 1. Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi-fungsi bahasa sebagai unsur dasar berlogika 2. Mahasiswa dapat menyebutkan definisi dari kata emotif dan contoh-contohnya

3 Aktivitas berpikir

4 Keterkaitan antara berpikir dan berbahasa, pikiran dan bahasa  Berpikir adalah aktivitas akal budi manusia untuk (1) mengumpulkan dan menyortir aneka gejala (pengalaman inderawi), (2) mencapai pengertian atau pemahaman atas sebaran gejala tersebut (proses abstraksi), (3) menghasilkan putusan (judgment) yang secara lahiriah berbentuk tuturan (speech) atau tindakan (action).  Berbahasa adalah aktivitas tutur manusia yang merupakan pengejawantahan (manifestation) dari berpikir.  Bahasa (kata Inggris language berasal dari kata Latin lingua, artinya lidah) biasanya merujuk pada ekspresi akal budi yang bisa dipahami oleh orang lain, yang paling jelas adalah dengan cara berbicara (speaking).  Pikiran adalah produk dari aktivitas berpikir sementara bahasa adalah bentuk lahiriah dari pikiran.  Berpikir senantiasa mengandaikan adanya bahasa. Bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa “Duniaku adalah sejauh bahasaku”.

5 Pelbagai studi yang mempelajari aspek-aspek berbahasa  Linguistik adalah nama ilmiah untuk studi bahasa secara umum, yang mencakup sejumlah studi-studi lain yang lebih khusus, seperti studi struktur bahasa atau gramatika (grammar) dan studi tentang makna atau semantik (semantics).  Studi gramatika meliputi morfologi (pembentukan dan penyusunan kata-kata), sintaksis (aturan-aturan yang menentukan bagaimana kata-kata dapat dikombinasikan menjadi frasa dan kalimat) dan fonologi (studi tentang sistem suara dan unit-unit suara secara abstrak).  Sementara itu, fonetik adalah salah satu cabang dari linguistik yang mengurusi unsur-unsur (properti) aktual dari tuturan seperti suara tuturan, suara non-tuturan dan bagaimana mereka diproduksi dan dipersepsi.  Secara garis besar, studi linguistik juga dapat dibagi menjadi dua ranah besar yaitu studi teoretis (theoretical linguistics) dan studi terapan (applied linguistics).  Yang termasuk inti dari studi teoretis bahasa adalah sintaksis, fonologi, morfologi dan semantik. Sementara itu, studi terapan dari bahasa meliputi penerjemahan, stilistik, kritik dan teori sastra, analisis wacana, terapi tuturan (speech therapy), gangguan-gangguan dalam tuturan (speech pathology) serta pengajaran bahasa asing.

6 Properti bahasa  Yang dimaksud dengan “properti bahasa” adalah seperangkat tanda-tanda (simbol, ikon, tanda) yang diterima dan digunakan oleh komunitas penutur bahasa.  Untuk dapat disebut “bahasa yang dapat dipelajari”, setiap bahasa haruslah memenuhi 3 syarat berikut ini, yaitu: (1) adanya RELASI STRUKTURAL antar tanda dalam sebuah sistem yang disebut GRAMMAR (gramatika) (2) adanya KONTEKS di mana tanda-tanda tersebut digunakan (pragmatika) (3) tergantung dari konteks sebagaimana dimaksud di nomor 2 di atas, adanya isi yang spesifik, yaitu MAKNA (semantik)  Yang membedakan bahasa dari bentuk-bentuk komunikasi yang lain adalah adanya aturan main berbahasa yang disebut gramatika (rules of grammar) yang memungkinkan sekelompok tanda, yang dari segi jumlah relatif terbatas, dimanipulasi untuk menciptakan a potentially infinite number of grammatical utterances. Menurut Wittgenstein (1889 – 1951) dalam Philosophical Investigations (Philosophische Untersuchungen), 1953, “tak terbilang jenis penggunaan simbol-simbol, kata-kata, kalimat-kalimat.”  Salah satu sifat yang mengemuka dari properti bahasa adalah bahwa simbol-simbol yang ada sifatnya mana suka (arbitrer). Di hampir semua bahasa yang kita kenal, adanya bunyi dan kombinasi bunyi-bunyi tertentu tidak secara otomatis menghasilkan makna. Makna baru terwujud ketika sejumlah kombinasi bunyi dan suara disepakati (agreed-upon convention) merujuk pada atau mencerminkan suatu hal dan hasil-hasil kesepakatan itu lalu disetujui dan dipakai oleh komunitas pengguna bahasa tersebut.

7 Fungsi-fungsi bahasa  Secara garis besar ada 3 fungsi bahasa yaitu: 1. Informatif: dihasilkan dengan merumuskan dan mengafirmasi atau menegasi proposisi; bertujuan untuk melaporkan fakta, mempresentasikan argumen dan menggambarkan kenyataan. Dalam arti ini, diskursus informatif dapat dinilai benar atau salahnya sejauh informasi dirumuskan dan dinyatakan dalam bentuk proposisi dan klaim. 2. Ekspresif: tampak paling jelas dalam puisi. Lebih menyangkut perasaan dan sikap si pencipta puisi. Jelasnya: untuk mengekspresikan persaan2 tertentu yang dirasakan si penyair dan untuk membangkitkan perasaan2 yang serupa pada pembaca atau pendengar. Namun tidak semua diskursus ekpresif berupa puisi. Untuk mengekspresikan kesedihan, antusiasme, sensus religiosus, kita juga menggunakan bahasa ekspresif, seperti: “wow”, “jelek sekali pemandangannya” “ciptaan Tuhan amatlah indah”. Diskursus ekspresif yang murni ekspresif tidak dapat dinilai benar atau salahnya. 3. Direktif: bahasa digunakan untuk menyebabkan atau mencegah terjadinya suatu tindakan. Contoh: perintah dan permintaan, himbauan dan larangan, bertanya. Diskursus direktif tidak dapat dinilai benar atau salahnya.

8 Catatan atas fungsi-fungsi bahasa: DISKURSUS DENGAN FUNGSI GANDA *) penggunaan bahasa sehari-hari tidak selalu jelas dan terpilah- pilah seperti dijabarkan dalam ketiga fungsi bahasa dalam slide sebelumnya. Ada kecenderungan untuk tercampur-baur. *) modifikasi metode amat diperlukan untuk mencapai efektivitas komunikasi. Contoh: seorang dosen tidak main perintah langsung kepada mahasiswanya (karena dapat mengakibatkan perlawanan dari yang diperintah), melainkan dengan menggunakan cara yang lebih halus, yang membangkitkan rasa simpati dan hormat di pihak yang diperintah sehingga tindakan yang diinginkan oleh yang memerintah dapat tercapai. **) kesimpulan: agar komunikasi dapat berhasil dengan baik, bahasa yang kita gunakan dapat memuat dua unsur (atau lebih) sekaligus atau, istilah lainnya, diskursus dengan fungsi ganda (berfungsi baik secara ekspresif maupun secara direktif, ekspresif maupun informatif, direktif maupun informatif, dst).

9 Diskursus dengan fungsi ganda (dalam bentuk tabel) Informatif- ekspresif Informatif - direktif Ekspresif- direktif Informatif- ekspresif- direktif Contoh 1 (dipakai dalam) Menyatakan suatu keadaan tertentu dengan melibatkan perasaan Memberi petunjuk arah Kata himbauan atau larangan Ucapan performatif (seperti membuat janji, menyatakan kesanggupan melakukan sesuatu) Contoh 2 (konkretnya) #) Wah, sayang sekali hari ini cuacanya sedang mendung. #) Ma, orang itu kok keluar rumah tidak pakai baju ya? Anda harus belok ke kanan di gang depan itu, terus saja sampai mentok, nah, di pojok itulah rumahnya. Hentikan itu! (dengan nada tinggi) Jangan bergerak! (sambil mengacungkan senjata) *) Aku sangat mencintaimu! *) Yes, I promise you *) I now pronounce you husband and wife *) Dengan ini saya menyatakan bahwa saya bersedia menerimamu apa adanya

10 Faktor-faktor komunikasi dan fungsi- fungsi bahasa (perluasan teori)  Menurut ahli bahasa Roman Jakobson ( ), dalam bukunya Style in Language (1960), setiap tindakan komunikasi verbal terdiri dari enam unsur, atau faktor, yaitu: (1) KONTEKS (2) PENGIRIM PESAN (addresser), (3) PENERIMA PESAN (addressee)(4) KONTAK YANG TERJALIN antara pengirim dan penerima pesan, (5) KODE yang umum dipakai (a common code) dan (6) PESAN.  Setiap faktor di atas adalah titik fokus dari suatu relasi arah, atau fungsi, yang bekerja antara pesan dan faktor-faktor yang disebutkan. Dengan demikian, ada enam fungsi bahasa yang tercipta.  Sumber rujukan: Louis Hébert (2006), “ The Functions of Language ”, dalam Louis Hébert (dir.), Signo [on-line], Rimouski (Quebec),

11 Bagan fungsi bahasa dengan melibatkan faktor-faktor komunikasi Nomor faktor target dan fungsi FAKTOR TARGETFAKTOR SUMBERFUNGSI 1KONTEKSPESANREFERENSIAL 2PENGIRIM PESANPESANEMOTIF 3PENERIMA PESANPESANKONATIF 4KONTAKPESANPHATIC 5KODE UMUMPESANMETA-BAHASA 6PESAN PUITIS

12 Penjelasan bagan (1) Fungsi referensial diarahkan pada konteksnya (fungsi yang dominan dalam sebuah pesan, misalnya “Air mendidih pada suhu 100 derajat Celcius”) (2) Fungsi emotif diarahkan pada si pengirim pesan (misalnya dalam kata seru atau interjeksi 'Bah!' dan 'Oh!‘) (3) Fungsi konatif diarahkan pada si penerima pesan (misalnya dalam kata perintah) (4) Fungsi phatic diarahkan untuk menegaskan, memperpanjang atau memutuskan komunikasi [atau mengkonfirmasi apakah masih ada kontak di antara pengirim dan penerima pesan] (contohnya ‘Halo?‘) (5) Fungsi meta-bahasa digunakan untuk menegaskan kesepakatan yang saling menguntungkan menyangkut kode umum yang digunakan (contoh: sebuah definisi yang disepakati tentang ‘keadilan’) (6) Fungsi puitis menempatkan ‘fokus pada pesan itu sendiri’

13 Peranan emosi dalam proses berpikir “Pada akhirnya, semua proses berpikir sifatnya menyangkut emosi (emosional) … pada umumnya, keputusan, pilihan dan tindakan kita ditentukan oleh emosi, perasaan dan nilai-nilai yang kita pegang. Tujuan berpikir adalah untuk melayani kita sebagai manusia dan perasaan adalah hakim yang paling efektif untuk menjalankan fungsi pelayanan tersebut …akan tetapi ada satu poin penting. Apakah pertama- tama kita menggunakan emosi kita terlebih dulu dan membiarkan emosi-emosi ini menentukan persepsi dan cara berpikir kita? Atau apakah kita menggunakan persepsi terlebih dulu dan baru kemudian membiarkan emosi menentukan keputusan akhir yang kita ambil?” (De Bono, 1982, hlm. 99, dikutip dari Moon, 2004, hlm. 68)

14 Kata-kata emotif dan makna emotif  Definisi: kata yang menyatakan suatu sikap/perasaan atau kata yang memiliki makna serta pengaruh emosional yang kuat. (words that carry emotional overtones).  Secara negatif: kata yang tidak termasuk kata literal atau kognitif.  Contoh: birokrat, pejabat pemerintah dan pelayan publik. [Birokrat: cenderung mengekspresikan kesebalan, kemarahan dan celaan karena sifatnya yang bertele-tele, sok kuasa ; pelayan publik: kata yang terhormat, cenderung lebih afirmatif ; pejabat pemerintah: bersifat lebih netral daripada birokrat dan pelayan publik]  Catatan: pengaruh emotif suatu kata erat berkaitan dengan ciri-ciri yang diacu oleh referennya. Misal: mawar (indah, berbau harum, batangnya berduri) ; tapi jika kita menggunakan kata mawar dalam konteks berikut: “Si Mawar (bukan nama sebenarnya) bekerja di sebuah panti pijat X di bilangan Mangga Besar”, sikap dan emosi yang terlibat dari diri kita akan sangat berbeda.  “Stat rosa pristina nomine, nomina nuda tenemus” (Umberto Eco, The Name of The Rose, 1980), yang artinya adalah “Yesterday's rose endures in its name, we hold empty names.” (Meskipun mawarnya sendiri sudah lenyap, namun harumnya masih tertinggal, dan kita cukup berpegang pada namanya saja, sebagaimana dideskripsikan dalam buku-buku, dalam kesaksian orang yang pernah melihatnya, dalam manuskrip dan foto yang masih memuat bentuknya.)

15 Penggunaan kata-kata emotif tidak disarankan dalam berargumen  Bahasa yang netral (emotively neutral language ) lebih disukai dan dipilih (dan bersifat lebih akademis) ketika kita menyodorkan fakta atau menyampaikan argumen karena acapkali penalaran kita menjadi kurang jernih dan objektif ketika sarat dengan emosi (yang nampak dalam tingginya penggunaan kata-kata emotif)  Ketika tujuan kita dalam berbahasa adalah untuk berkomunikasi secara efektif (fungsi informatif atau referensial), maka, untuk menghindari kemungkinan disalah- mengerti, bahasa yang paling minim frekuensi kata emotifnyalah yang paling berguna.  Ketika bahasa dipakai dalam konteks penyelesaian persoalan (problem-solving) atau konflik (conflict-resolution) antara dua atau lebih pihak, biasanya paling disarankan untuk merumuskan poin-poin ketidaksepahaman dan solusinya dalam bahasa yang netral.

16 Sumber-sumber gambar dalam power points presentation ini  AAAAAAAaY/VXHgDeijV18/s400/Language.gif AAAAAAAaY/VXHgDeijV18/s400/Language.gif  thinking1.jpg thinking1.jpg  content/uploads/2007/10/chimpanzee_thinking_poster.jpg content/uploads/2007/10/chimpanzee_thinking_poster.jpg    riannavalentina/ass2.html riannavalentina/ass2.html 


Download ppt "BAHASA DAN FUNGSI- FUNGSINYA Pertemuan ke-2 MK Logika."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google