Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERIZINAN DAN PELAPORAN DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN TAHUN 2014 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERIZINAN DAN PELAPORAN DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN TAHUN 2014 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal."— Transcript presentasi:

1 PERIZINAN DAN PELAPORAN DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN TAHUN 2014 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Disampaikan Pada Pertemuan Pemutakhiran Data Kefarmasian dan Alat Kesehatan Tahun 2014 Yogyakarta, 4 – 7 Juni 2014

2 Tata Saji 1.Perizinan Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian 2.Hasil evaluasi pelaporan Dinamika Obat PBF melalui e-Report PBF

3 PERIJINAN BIDANG PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN

4 PERIZINAN DIREKTORAT BINA PRODIS KEFARMASIAN Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian 1 Manual 1.Izin Industri Farmasi (IF) 2.Izin Pedagang Besar Farmasi (PBF) 3.Izin Industri Obat Tradisonal (IOT) 4.Izin Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) 5.Izin Produksi Kosmetika 6.Izin Sediaan Farmasi Khusus (SAS) 2 Elektronik 1.Izin Importir Produsen (IP) 2.Izin Importir Terdaftar (IT) 3.Izin Eksportir Produsen (EP) 4.Izin Surat Persetujuan Impor (SPI) 5.Izin Surat Persetujuan Ekspor (SPE) 2012 : Sertifikat ISO 9001:2008

5 IJIN PRINSIP IF, PRINSIP IOT, IOT DAN IEBA 2011-2013

6 IJIN IF, PBFBO DAN PBF TAHUN 2011-2013

7

8

9

10

11

12

13 PERIJINAN PRODUKSI KOSMETIKA TAHUN 2013

14 HASIL EVALUASI DINAMIKA OBAT PBF DI INDONESIA TAHUN 2012-2013 MELALUI E-REPORT PBF

15

16

17 TRANSAKSI OBAT TAHUN 2012-2013 BERDASARKAN PROVINSI No.Nama Provinsi TAHUN 2012 TAHUN 2013 (Rp. T)% % 1Nanggroe Aceh Darussalam486.590.94% 416.610.63% 2Sumatera Utara2,213.134.28% 5,263.867.98% 3Sumatera Barat1,206.502.33% 1,269.811.93% 4Riau687.511.33% 1,072.011.63% 5Jambi3,720.307.19% 641.710.97% 6Sumatera Selatan1,544.412.98% 1,610.032.44% 7Bengkulu143.640.28% 281.740.43% 8Lampung4,305.418.32% 1,083.211.64% 9Kepulauan Bangka-Belitung129.240.25% 131.720.20% 10Kepulauan Riau3,859.917.46% 755.851.15% 11DKI Jakarta6,921.6113.37% 14,684.1722.27% 12Jawa Barat6,101.8911.79% 9,317.1714.13% 13Jawa Tengah2,315.764.47% 4,489.276.81% 14Daerah Istimewa Yogyakarta1,374.522.66% 2,778.724.21%

18 Lanjutan.... No.Nama Provinsi TAHUN 2012 TAHUN 2013 (Rp. T)% % 15Jawa Timur8,176.7815.80% 9,826.6614.90% 16Banten1,838.543.55% 3,299.255.00% 17Bali438.860.85% 1,853.162.81% 18Nusa Tenggara Barat2,144.634.14% 266.750.40% 19Nusa Tenggara Timur122.790.24% 181.110.27% 20Kalimantan Barat689.801.33% 956.151.45% 21Kalimantan Tengah0.220.00% N/A0.00% 22Kalimantan Selatan1,366.072.64% 1,237.931.88% 23Kalimantan Timur870.871.68% 1,611.502.44% 24Sulawesi Utara343.750.66% 481.350.73% 25Sulawesi Tengah84.630.16% 190.760.29% 26Sulawesi Selatan365.430.71% 1,610.032.44% 27Sulawesi Tenggara62.180.12% 94.730.14% 28Gorontalo15.870.03%23.790.04%

19 Lanjutan 29Sulawesi Barat0.010.00% 0.010.00% 30Maluku16.330.03% 20.870.03% 32Papua (Irian Jaya)209.100.40% 139.970.21% 33Papua Barat4.470.01% 59.370.09% No.Nama Provinsi TAHUN 2012 TAHUN 2013 (Rp. T)% % Tahun 2012 transaksi tertinggi adalah provinsi Jawa Timur sebesar Rp. 8,176 T (15,80%). Tahun 2013 transaksi tertinggi adalah provinsi DKI Jakarta sebesar 14,648 T (22,27%).

20 PERKIRAAN PASAR FARMASI NASIONAL TAHUN 2012-2020 (Rp. Triliun)

21 OUTPUT YANG DIHARAPKAN Sinkronisasi Jumlah PBF terdaftar pada provinsi dengan PBF yang melaksanakan pelaporan melalui e-report PBF Validasi data dan tindak lanjut terhadap PBF yang tidak melaporkan transaksinya sesuai Permenkes 1148/2011

22


Download ppt "PERIZINAN DAN PELAPORAN DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN TAHUN 2014 Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google