Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

REKOMENDASI KEBIJAKAN BERDASARKAN HASIL PENELITIAN ALUMNI KARS FKMUI KELAS FATMAWATI Kementerian Kesehatan, 26 Mei 2014.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "REKOMENDASI KEBIJAKAN BERDASARKAN HASIL PENELITIAN ALUMNI KARS FKMUI KELAS FATMAWATI Kementerian Kesehatan, 26 Mei 2014."— Transcript presentasi:

1 REKOMENDASI KEBIJAKAN BERDASARKAN HASIL PENELITIAN ALUMNI KARS FKMUI KELAS FATMAWATI Kementerian Kesehatan, 26 Mei 2014

2 LATAR BELAKANGTUJUANAREA PENELITIANHASIL PENELITIAN DAN REKOMENDASIREFERENSI

3 Pendidikan MARS bagi Direktur RS Vertikal dan jajarannya Harapan : Hasil Penelitian dapat memberikan kontribusi untuk perbaikan Pelayanan Kesehatan RPJM 3 ( ) Aksesibilitas Masyarakat terhadap pelayananKesehatan yang berkualitas

4 INPUTPROCESSOUTPUTOUTCOME Policy Procedures Facilities Patient Network HOSPITAL ADMINISTRATION PROCESS 1. SDM 2. Keuangan 3. Direct Services Clinical Nursing Pharmacy HOSPITAL ADMINISTRATION PERFORMANCE QUALITY HEALTH SERVICES SJSN, JKN, AKREDITASI RS, BLU

5 Tujuan Umum Memberikan masukan bagi Kementerian Kesehatan berbasis hasil penelitian alumni KARS FKMUI Tujuan Khusus Memberikan masukan terkait penetapan kebijakan di bidang Upaya Kesehatan dan SDM Kesehatan, Pembiayaan Kesehatan, Obat dan alat Kesehatan, Manajemen serta Sistem Informasi Tujuan Umum Memberikan masukan bagi Kementerian Kesehatan berbasis hasil penelitian alumni KARS FKMUI Tujuan Khusus Memberikan masukan terkait penetapan kebijakan di bidang Upaya Kesehatan dan SDM Kesehatan, Pembiayaan Kesehatan, Obat dan alat Kesehatan, Manajemen serta Sistem Informasi

6 AREA PENELITIAN UKM UKP OBAT & ALKES Formularium Nasional HTA PEMBIAYAAN Unit Cost INA CBG MANAJEMEN & IT BLU Renstra Remunerasi Standar Pelayanan UPAYA KESEHATAN & SDM KESEHATAN Sistem Rujukan Sustainabilitas Program Nasional dengan bantuan Luar Negeri

7

8 UPAYA KESEHATAN & SDM KESEHATAN PEMBIAYAAN OBAT & ALKES MANAJEMEN & IT HASIL PENELITIAN REKOMENDASIWORKSHOP

9 UPAYA KESEHATAN & SDM KESEHATAN KONTRIBUTOR 1.Andi Wahyuningsih Attas 2.Dewi Lestarini 3.Lies Dina Liastuti 4.Nella Abdullah 5.Priyanti Soepandi 6.Rahmi Handayani 7.Rita Rogayah 8.Sonar Soni Panigoro

10 14,8% – 22,9% Kasus persalinan tidak sesuai indikasi rujuk di RSUP Fatmawati (Lestarini 2013) 51% Pasien tidak puas dengan kecepatan pelayanan di RSUP Fatmawati (Attas 2013) > 80% Pasien RSUP Fatmawati tingkat Keparahan 1 & 2 (Attas 2013) 94% Kasus IMA di RSJPDHK merupakan tingkat Keparahan 1 & 2 (Liastuti, 2013) Persalinan Spontan di RSUP Fatmawati 25% - 35% ( Lestarini 2013) 77 % pasien RSKD non Kanker ( tumor). 79 % pasien Kanker berada pada Stadium lanjut (Panigoro 2014) >25 % Tenaga dr bid Onkologi berada di DKI Jakarta (Panigoro 2014) REKOMENDASI Review Klasifikasi RS berdasarkan standar pelayanan Pembinaan dalam hal pelayanan pasien oleh PPK 3 kepada PPK 1 & PPK 2 Sister Hospital Standar pelayanan pada PPK disertai standar kompetensi dan standar fasilitas Kegiatan CQI dan CPD ke dalam Indikator Kinerja RS tidak ada hubungan antara jenjang karir dengan ketepatan konsep asuhan keperawatan (abdullah 2013)

11 HASIL PENELITIAN Belum tersedianya SPO pelaksanaan supervisi PTRM ke satelit, belum seragam materi pelaksanaan supervisi, persepsi petugas pelaksana mengenai layanan belum ke arah kualitas layanan (Handayani, 2013) Penyebab putus berobat : biaya transportasi, edukasi yang masih kurang dan layanan satelit puskesmas yang belum maksimal (Rogayah, 2014) Penurunan Angka Keberhasilan pengobatan TB MDR di RSUP Persahabatan (2010) 80,9 % menjadi (2011) 60,2 % ( Soepandi, Rogayah 2014) REKOMENDASI Sinkronisasi & harmonisasi program antar direktorat dilingkungan Kementerian Kesehatan dalam hal UKP & UKM Advokasi Aspek Legal untuk mencegah bahaya penularan TB MDR bagi pasien yang menolak pengobatan ke Kemhukham Percepatan prioritas program UKM Formulasi Exit strategi oleh kemenkes terutama pembiayaan untuk sustainabilitas Program TB MDR dan PTRM

12 PEMBIAYAAN KESEHATAN KONTRIBUTOR 1.Erdwin Rakun Hasibuan 2.Hermien W Moeryono 3.Loli J Simanjuntak 4.Nani Hidayanti 5.Priyanti Soepandi

13 Bervariasinya Komponen biaya yang diperhitungkan dalam perhitungan unitcost pada 4 RS Vertikal di Jakarta. variasi nomenklatur barang/alat/bahan dan jenis tindakan ( Moeryono 2014) Faktor internal penyebab Piutang RS dikarenakan ketidaklengkapan berkas, waktu klaim, selisih biaya riil RS, pola pembayaran, proses verifikasi, waktu pembayaran klaim ( Simanjuntak, 2013) Relatif tidak ada perbedaan tarif antara RS dengan CBG untuk kasus seksio sesaria keparahan level 3 (Hidayanti 2013) Total biaya pengobatan sembuh dan lengkap per pasien rata-rata TB-XDR Rp ,33 dan TB-MDR Rp ,73 ( Soepandi 2014) Bagan dasar yang dapat digunakan dalam menentukan biaya kegiatan Rumah Sakit berdasarkan azas Activity Based Costing (Hasibuan 2013) HASIL PENELITIAN REKOMENDASI

14 OBAT & ALAT KESEHATAN KONTRIBUTOR Bambang Dwipoyono

15 1.Advokasi kementerian berwenang terkait pajak alat kesehatan dalam rangka penguatan peraturan pembebasan pajak alat kesehatan sesuai dengan UU RS no 44 tahun 2009; 2.Mendorong pembuatan bahan baku obat DN; 3.Updating Fornas berkesinambungan yang evidence based; 4.Optimalisasi obat dan alkes ke dalam E Catalog; 5.Monev ketersediaan obat dalam fornas dan E Catalog 6. HTA; 7.Updating Standar Fasilitas RS berdasarkan kelas RS (Revisi permenkes 340 thn 2009) terkait akreditasi RS; 8.Standarisasi Alkes dan Obat yang digunakan di RS untuk pelayanan. 1.Advokasi kementerian berwenang terkait pajak alat kesehatan dalam rangka penguatan peraturan pembebasan pajak alat kesehatan sesuai dengan UU RS no 44 tahun 2009; 2.Mendorong pembuatan bahan baku obat DN; 3.Updating Fornas berkesinambungan yang evidence based; 4.Optimalisasi obat dan alkes ke dalam E Catalog; 5.Monev ketersediaan obat dalam fornas dan E Catalog 6. HTA; 7.Updating Standar Fasilitas RS berdasarkan kelas RS (Revisi permenkes 340 thn 2009) terkait akreditasi RS; 8.Standarisasi Alkes dan Obat yang digunakan di RS untuk pelayanan. Regimen kemoterapi berbasis taksan memberikan proteksi terjadinya kekambuhan 3x lebih baik dari pada regimen berbasis sisplatin, meski harganya 3-5 lebih mahal (Dwipoyono, 2013) HASIL PENELITIAN

16 MANAJEMEN & IT KONTRIBUTOR 1.AAN Jaya Kusuma 2.Adin Nulkhasanah 3.Andi Basuki 4.Ari Muhandari 5.Bambang Eko Sunaryanto 6.Eka Musridharta 7.Erie Dharma Irawan 8.Hananto Andriantoro 9.Iwan Dakota 10.Lia Fatimah 11.Lia Partakusuma 12.Mursyid Bustami 13.Tri Wisesa Soetisna 14.Yanwar Hadiyanto

17 Belum adanya hasil evaluasi RS BLU yang dapat menjadi landasan perbaikan kebijakan (Partakusuma 2014) Perbedaan implementasi manajemen BLU pada ke 4(empat) RS vertikal tipe A di Jawa dan Bali (Partakusuma, 2014). Belum sinkronnya Renstra RS dengan Renstra kementerian Kesehatan (Muhandari, Bustami, Nulkhasah, Fatimah, Basuki, Musridharta 2014) Renstra belum sepenuhnya dijadikan acuan penyusunan RBA (Muhandari 2014) Tidak ada monev terhadap implementasi Renstra (Muhandari 2014) Sistematika, format belum mencantumkan target kinerja, IKU, dan IKI (Muhandari 2013) REKOMENDASI Penyamaan persepsi mengenai desain & Pelaksanaan kebijakan BLU di RS (pengadaan barang jasa, KSO, Sewa, pegawai non PNS ) Penetapan unit penanggung jawab implementasi RS BLU di kemenkes Pedoman Monev implementasi peraturan RS BLU Meningkatkan keterlibatan RS Vertikal dalam penyusunan Rensta kementerian Juknis Penyusunan Renstra RS bersama Stakeholder (Dinkes, RSUD,kemenkes,Masyarakat, kementerian terkait) Peningkatan peran Ditjen BUK thd penyusunan Renstra dan kesesuaiannya dengan RBA RS Petunjuk teknis penentuan Indikator kinerja unit dan indikator kinerja individu Penyempurnaan sistematika Pedoman Penyusunan Renstra

18 Ketidak puasan tenaga medis & perawat thd remunerasi (Soetisna 2013) Ketidak puasan tenaga medis & perawat thd remunerasi (Soetisna 2013) Permen PAN No tentang Tukin tidak untuk institusi BLU (Andriantoro, 2014) Implementasi Remunerasi RSJPDHK: Monev belum optimal, alokasi anggaran belum proporsional, rendahnya etos kerja karyawan, belum efisiennya birokrasi (Dakota,2013) Implementasi Remunerasi RSJPDHK: Monev belum optimal, alokasi anggaran belum proporsional, rendahnya etos kerja karyawan, belum efisiennya birokrasi (Dakota,2013) HASIL PENELITIAN REKOMENDASI Juklak/ Juknis remunerasi (sebagai kelengkapan persyaratan RS BLU) Petunjuk teknis penentuan Indikator kinerja unit dan indikator kinerja individu Pelayanan prima berbasis kerja tim sebagai standar pelayanan RS Peningkatan pendampingan pelaksanaan remunerasi

19 Perlunya layanan medik spesialis non psikiatri sebagai layanan penunjang psikiatri (Irawan 2013) Penerapan CP mempengaruhi mutu pelayanan skizofrenia walaupun tidak sepenuhnya konklusif (Sunaryanto, 2013) Lamanya waktu pelayanan di IGD RSUP Sanglah karena tingginya false negative kegawat daruratan yang disebabkan tidak adanya DPJP orthopedic onsite dan tidak adanya PPK kegawatdaruratan (Kusuma, 2013) HASIL PENELITIAN REKOMENDASI Revisi terhadap SPM Yan IGD Payung Hukum terhadap PPK dan CP yang sudah di susun RS sebelum adanya PNPK Mendorong segera di terbitkannya PNPK sebagai dasar standar pelayanan Peningkatan mutu layanan bedah elektif berdasarkan peta perjalanan pasien menggunakan desain cetak biru ( Hadianto 2014)

20 HASIL PENELITIAN REKOMENDASI Pedoman Standar Minimal Sistem Informasi RS (generik) Sistem Pengelolaan data satu Pintu Bridging Sistem IT RS dan kemenkes, Pusat dan daerah Harmonisasi data Pusdatin, PPSDM dan BUK sebagai sarana penyusunan Evidence based policy Penyempurnaan sistem IT pendukung E Procurment Sistem informasi RS yang lengkap, teliti, tepat waktu, dan terkoneksi real time dengan seluruh stakeholder RS penting untuk dibangun dan dikembangkan di semua RS guna kepentingan efektifitas pelayanan dalam menunjang kebijakan SJSN (Rosmelita 2013)

21 REFERENSI 1.Abdullah, N. and D. Ayuningtyas (2013). Hubungan Tingkat Jenjang Karir Perawat Klinik dengan Ketepatan Konsep Asuhan Keperawatan di Paviliun Anggrek RSUP Fatmawati. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 2.Andriantoro, H. and A. Bachtiar (2014). Analisis Kesenjangan Antara sistem remunerasi RSJPD Harapan Kita Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 165 Tahun 2008 dengan Peraturan Menteri PAN no 63 Tahun Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 3.Attas, A. W. and P. Junadi (2013). Rencana Aksi Pelayanan Berkesinambungan Rawat Jalan Dalam Rangka Meningkatkan Citra RSUP Fatmawati. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 4.Basuki, A. and A. C. Sjaaf (2014). Rencana Strategis Pengembangan Sistem Pendidikan dan Penelitian RS PON Jakarta Tahun Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 5.Bustami, M. and A. Wibowo (2014). Rencana Strategis Pengembangan Pelayanan Kesehatan RS PON Jakarta Tahun Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 6.Dakota, I. and D. Ayuningtyas (2013). Implementasi Kebijakan Remunerasi di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 7.Dwipoyono, B. and M. Nadjib (2013). Analisis Biaya 2 Rejimen Kemoterapi Kombinasi ( Taksan- Sisplatin dan Sisplatin-Siklofosfamid) Pada Penderita Kanker Ovarium Epitelial Stadium Lanjut di RS Kanker Dharmais. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 8.Fatimah, L. and P. Junadi (2014). Rencana Strategis Pengembangan SDM RS PON. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2.

22 9.Hadiyanto, Y. and P. junadi (2014). Desain Cetak Biru Layanan Bedah di Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 10.Handayani, R. and P. Oktamianti (2013). Efektifitas Pembinaan Program Ruwatan Terapi Metadone RSUP Fatmawati 2014 Terhadap Kualitas Pelayanan PTRM di 4 satelit Wilayah DKI Jakarta. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 11.Hasibuan, E. R. and A. Bachtiar (2013). Analisa Biaya Bayi Tabung Pada Klinik Melati RSAB Harapan Kita Jakarta. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. 12.Hidayanti, N. and H. Thabrani (2013). Faktor yang berpengaruh dalam Tagihan Bedah Secsio Sesaria di RSAB Harapan Kita Jakarta. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 13.Irawan, E. D. and A. C. Sjaaf (2013). Analisis Kebijakan Pelayanan Kesehatan Jiwa-Fisik di Rumah Sakit Jiwa (Studi Kasus di RS dr. H Marzuki Mahdi Bogor. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 14.Kusuma, A. J. and P. Junadi (2013). Analisis Waktu Pelayanan Instalasi Gawat Darurat dengan Pendekatan Constraint, Lean, Six Sigma di RSUP Sanglah Denpasar Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 15.Lestarini, D. and P. Oktamianti (2013). Analisis Dampak Biaya Langsung Layanan Rujukan Program Jaminan Persalinan di RSUP Fatmawati Tahun Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 16.Liastuti, L. D. and H. Thabrani (2013). Hubungan antara kualitas layanan dan pembayar pada kasus Infark Miokard Akut di Rumah Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 17.Moeryono, H. W. and A. C. Sjaaf (2014). Analisis Komponen Biaya pada perhitungan Unit cost sebagai dasar perhitungan Tarif di Rumah Sakit Vertikal kemenkes Jakarta Tahun 2013 Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2.

23 18.Muhandari, A. and D. Ayuningtyas ( 2013). Analisis Penyusunan dan Implementasi Rencana Strategik Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 19.Musridharta, E. and P. Soewondo (2014). Rencana Strategis Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit PON tahun Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 20.Nulkhasanah, A. and P. Oktamianti (2014). Perencanaan Strategis Kelembagaan dan tata Kelola RS PON tahun Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 21.Panigoro, S. S. and A. C. Sjaaf (2014). Rencana Strategis Pengembangan Pusat Kanker di Indonesia Studi Kasus: Renstra Rumah Sakit Kanker Dharmais. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 22.Partakusuma, L. G. and M. Nadjib (2014). Evaluasi Tata Kelola Rumah Sakit Badan Layanan Umum pada 4 Rumah Sakit Vertikal Kelas A di Jawa dan Bali. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 23.Rogayah, R. and P. Junadi (2014). Analisis Mutu Pelayanan TB-MDR dengan Strategi Programmatic Management Of Drug Resistant Tuberculosis (PMDT) Di RSUP Persahabatan. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 24.Rosmelita, D. and W. Sulistiadi (2013). Prototipe Web Dinamis RS Marzuki Mahdi Bogor Tahun Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 25.Simanjuntak, L. J. and P. Junadi (2014). Analisis Variasi Penyebab Piutang Jamkesda Pasien Rawat Inap dI RSUP Fatmawati Tahun Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 26.Soepandi, P. and A. C. Sjaaf (2014). Hasil Pengobatan dan Variasi biaya TB MDR/ XDR dengan Strategi Programmatic Management Of Drug Resistance Tuberculosis (PMDT) di RSUP Persahabatan. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 27.Soetisna, T. W. and D. Ayuningtyas (2013). Penerapan Sistem Remunerasi dan Kinerja Pelayanan Bedah Jantung Dewasa di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita tahun Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 28.Sunaryanto, B. E. and P. Junadi (2013). Pengaruh Penerapan Clinical Pathway Terhadap Peningkatan Mutu Pelayanan Rawat Inap Pasien Skizofrenia di RSJ Dr. Rajiman Wediodiningrat Lawang. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2. 29.Surahman, A. S. and A. Bachtiar (2013). Analisis Pendirian Hospital Social Responsibility di Rumah Sakit TNI AD Tingkat II Dalam Rangka Lebih Mendayagunkan Kegiatan Bakti Sosial. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok, Universitas Indonesia. S2.

24 TERIMA KASIH


Download ppt "REKOMENDASI KEBIJAKAN BERDASARKAN HASIL PENELITIAN ALUMNI KARS FKMUI KELAS FATMAWATI Kementerian Kesehatan, 26 Mei 2014."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google