Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Reaksi Redoks Spontan Reaksi ini dapat digunakan sebagai sumber listrik, karena terjadi aliran elektron. Reaksi ini dapat berlangsung antar berbagai fase,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Reaksi Redoks Spontan Reaksi ini dapat digunakan sebagai sumber listrik, karena terjadi aliran elektron. Reaksi ini dapat berlangsung antar berbagai fase,"— Transcript presentasi:

1 Reaksi Redoks Spontan Reaksi ini dapat digunakan sebagai sumber listrik, karena terjadi aliran elektron. Reaksi ini dapat berlangsung antar berbagai fase, misal : 1.Fase padat non-logam dengan fase larutan S (s) + 2HCl (aq)  H 2 S (g) + Cl 2(g) 2.Fase larutan dengan fase larutan 8KI (aq) + 5H 2 SO 4(aq)  4K 2 SO 4(aq) + 2H 2 S (g) + 4I 2 (s) + 4H 2 O (l) Bila reaksi tersebut dibalik, spontankah ?

2 Reaksi Redoks Spontan Reaksi yang lebih terkenal adalah reaksi antara fase padat (logam) dengan fase larutan. misal : 1.Cu (s) + HNO 3(aq)  Cu(NO 3 ) 2(aq) + NO (g) + H 2 O (l) 2.Zn (s) + H 2 SO 4(aq)  ZnSO 4(aq) + H 2(g + H 2 O (l) Kemampuan logam untuk bereaksi dalam elektrolit berbeda- beda tergantung pada keaktifan logam tersebut Reaksi ini sering dipakai dalam pembuatan sel, dimana Logam merupakan elektrodanya, dan larutan sebagai elektrolitnya. Penentuan keaktifan logam dilakukan melalui pengukuran Potensial Reduksinya (E o )

3 Potensial Reduksi Standar (E o ) Data lengkap potensial reduksi standar logam-logam dapat dilihat pada tabel di buku-buku paket kimia. Misal : Na + (aq) + e Na (s) E o = - 2,71 Volt Cu 2+ (aq) + 2e Cu (s) E o = + 0,34 Volt berarti Logam Na lebih mudah mengalami reaksi ( reduksi / oksidasi )* Logam Cu lebih mudah mengalami reaksi ( reduksi / oksidasi )* Semakin besar E o maka semakin mudah mengalami reaksi ( reduksi / oksidasi )* Na (s) Na + (aq) + e E o = ………….. Volt + 2,71

4 DERET VOLTA Pengetahuan tentang Deret Keaktifan Logam sangat penting untuk menjelaskan apakah suatu reaksi redoks dapat berlang- sung atau tidak (tanpa data E o ). Misal, dapatkah reaksi berikut berlangsung ? : 2Na + (aq) + Cu (s) Cu 2+ (aq) + 2Na (s) Cu 2+ (aq) + 2Na (s) Cu (s) + 2Na + (aq) Tidak dapat, karena Cu lebih mudah mengalami reduksi dibandingkan Na Dapat, karena Cu lebih mudah mengalami reduksi dibanding- kan Na

5 DERET VOLTA Li, K, Ba, Ca, Na, Mg, Al, Mn, H 2 O, Zn, Fe, Co, Ni, Sn, Pb, H, Cu, Hg, Ag, Pt, Au Dari kiri ke kanan * E o semakin positip * Semakin mudah mengalami reaksi reduksi * Semakin bersifat oksidator * Semakin tidak reaktif * Semakin bersifat kutub positip dalam sel (katoda) Jadi bila, Cu 2+ (aq) + 2Na (s) Cu (s) + 2Na + (aq) Dapatkah reaksi tersebut berlangsung ? Unsur logam manakah yang lebih bersifat oksidator ? Unsur logam manakah yang lebih bersifat anoda dalam sel ?

6 Soal – Soal Deret Volta 1. Apakah tembaga dapat larut dalam larutan Asam Klorida ? Apakah reaksi Cu (s) + 2H + (aq)  Cu 2+ (aq) + H 2(g) dapat berlangsung spontan ? atau 2. Apakah larutan FeCl 3 dapat melarutkan tembaga ? atau Apakah reaksi Fe 3+ (aq) + Cu (s)  Fe 2+ (aq) + Cu 2+ (aq) dapat berlangsung spontan ? Dik : Fe 3+ (aq) + e  Fe 2+ (aq) E o = 0,77 V Cu 2+ (aq) + 2e  Cu (s) E o = 0,34 V 3. Dapatkah reaksi berikut berlangsung pada kondisi standar ? a. Fe (s) + Cu 2+ (aq)  Fe 2+ (aq) + Cu (s) b. Ni (s) + Zn 2+ (aq)  Ni 2+ (aq) + Zn (s) √ X √ X

7 Presented by : Agus Tjahjono Chemistry Teacher

8 Yaitu : Sel yang dapat menimbulkan energi listrik melalui proses reaksi kimia (Redoks) Untuk sekali pakai Tidak dapat dicharge

9 Dapat di Charge

10 STRUKTUR SEL ELEKTROLIT ELEKTRODA ASAM SULFAT ( + ) ( - ) H+H+ SO Sepasang elektrode Penghantar Elektrolit Arus DC Anoda Katoda

11 POTENSIAL SEL  Cu e -  Cu E o = 0,34 V  Ni  Ni e - E o = 0,25 V ______________________________________________________ Cu 2+ + Ni  Cu + Ni 2+ E sel = 0,59 V A. SEL PRIMER (Volta) ( + ) ( - ) Dari data Potensial Reduksi ke-2 elektroda Cu e-  Cu E o = +0,34 V Ni e-  Ni E o = - 0,25 V Maka Elektroda Cu lebih mudah mengalami reduksi dibanding- kan Elektroda Ni. Sehingga Cu adalah Kutub Katoda (+) dan Ni adalah Kutub Anoda (-) Sehingga reaksi Sel dan Potensialnya adalah :

12 B. SEL PRIMER (Dry Cell) Anode (-): Zn  Zn e - E o = +1,2 V Katode (+) : 2 MnO 2 + 2H + + 2e -  Mn 2 O 3 + H 2 O E o = +0,3 V ____________________________________________________________ Zn + 2MnO 2 + 2H +  Zn 2+ + Mn 2 O 3 + H 2 O E sel = 1,5 V NH 4 Cl MnO 2 H 2 O ZnCl 2 Carbon Seng Elektrolitnya bersifat asam

13 C. SEL PRIMER (Alkaline) Potensialnya lebih konstan karena tidak melibatkan ion di elektrodanya Arus yang dihasilkan juga lebih besar karena Anoda Seng-nya berpori sehingga memperluas permukaan anoda Usia pemakaian batere lebih tahan lama Anode (-) : Zn + 2OH -  ZnO + H 2 O + 2e- E o = +1,2 V Katode (+) : 2 MnO 2 + 2H 2 O + 2e-  Mn 2 O 3 + 2OH - E o = +0,3 V ____________________________________________________________ Zn + 2MnO 2  ZnO + Mn 2 O 3 E sel = 1,5 V Elektrolitnya basa KOH

14 D. SEL SEKUNDER (ACCUMULATOR) Anode (-): Pb + SO 4 2-  PbSO 4 + 2e - E o = +0,126 V Katode (+) : PbO 2 + SO H + + 2e -  PbSO 4 + 2H 2 O E o = +1,874 V ___________________________________________________________________ Pb + PbO 2 + 2SO H +  2PbSO 4 + 2H 2 OE sel = +2,0 V Saat aki diisi ulang, terjadi reaksi sebaliknya : PbSO 4 + 2H 2 O  Pb + PbO 2 + 2SO H + Bila 6 sel disusun secara seri, akan dihasilkan potensial 12 V

15 E. SEL SEKUNDER (Ni-Cd) Merupakan sel kering yang dapat diisi kembali Anode (-): Cd + 2OH -  Cd(OH) 2 + 2e - E o = + V Katode (+) : NiO 2 + 2H 2 O + 2e -  Ni(OH) 2 + 2OH - E o = + V ____________________________________________________________ Cd + NiO 2 + 2H 2 O  Cd(OH) 2 + Ni(OH) 2 E sel = 1,4 V Dipakai pada : kalkulator, kamera digital Potensial sel bertahan sangat konstan selama pemakaian Elektrolitnya basa

16 1.Struktur selnya : 2. Arus yang dihasilkan : 3. Nilai potensial sel : 4. Sel dapat di-charge ulang tergantung pada jenis elektroda, dan elektrolitnya -Sepasang elektroda  (+) dan (-) -Elektrolit sebagai penghantar Searah (DC) Tergantung jenis elektrodanya dan dapat ditingkatkan dengan menyusun sel secara seri


Download ppt "Reaksi Redoks Spontan Reaksi ini dapat digunakan sebagai sumber listrik, karena terjadi aliran elektron. Reaksi ini dapat berlangsung antar berbagai fase,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google