Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LOGO Chapter 4 SANG KOMUNIKATOR Perspektif Teori Komunikasi Nuryadi, S.Sos. M.I.Kom.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LOGO Chapter 4 SANG KOMUNIKATOR Perspektif Teori Komunikasi Nuryadi, S.Sos. M.I.Kom."— Transcript presentasi:

1 LOGO Chapter 4 SANG KOMUNIKATOR Perspektif Teori Komunikasi Nuryadi, S.Sos. M.I.Kom.

2 Company Logo Tujuan Presentasi  Untuk memperdalam pemahaman tentang sang komunikator.  Memandang komunikasi dari sisi komunikator.  Memahami posisi komunikator dari berbagai sudut pandang berbagai ilmu.

3 Company Logo Pertanyaan Bagi Anda...  Siapa saya sebagai komunikan?  Ide seperti apa yang memungkinkan saya untuk mengkomunikasikan?  Bagaimana saya tampil beda dengan komunikan- komunikan lainnya?  Bagaimana orang lain memandang perilaku saya?  Bagaimana cara mengubah keadaan dari satu situasi ke yang lainnya?

4 Company Logo Peta Karakter/Berbagai Teori Komunikator Bagian I Posisi Tema Traits (berbagai karakter). Conversational Narcissism Teori Sociopsychological Teori Sibernetik Tradisi Sociocultural Teori kritis Agumentativeness Social and Commu- nicative Anxiety Trait-Factor Models Trait, Tempera- ment, and Biology

5 Company Logo Peta Karakter/Berbagai Teori Komunikator Bagian II Posisi Tema Cognition and information process. (Pengertian dan proses informasi). Teori Attribution (keterkaitan) Teori Sociopsychological Teori Sibernetik Tradisi Sociocultural Teori kritis Teori Integration- Information (pengabungan informasi). - Teori Expectancy-Value (nilai pengharapan). - Teori Reasoned Action (tindakan beralasan). Teori Social Judge- ment (penilaian masyarakat) Teori Elaboration Likelihood (Perluas- san kemungkinan). Teori Consistency (ketetapan). - Teori of Cognitive Diss- onance (pengertian yg bertolak belakang). - Beliefs, Attitudes and Values ( berbagai keper- cayaan, sikap dan nilai). Teori Integration Pro- blematic

6 Company Logo Peta Karakter/Berbagai Teori Komunikator Bagian III Posisi Tema Self.(Diri ). Teori Sociopsychological Teori Sibernetik Tradisi Sociocultural Teori kritis Symbolic Interactionism (simbolis yang saling mempengaruhi). Social Construction of Self(kontruksi sosial diri). Social Construction of Emotion(konstruksi sosial emosi). Presentational Self (penampilan diri).

7 Company Logo Peta Karakter/Berbagai Teori Komunikator Bagian IV Posisi Tema Identity (identitas). Teori Sociopsychological Teori Sibernetik Tradisi Sociocultural Teori kritis Teori Standpoint. Identitas sebagai konstruksi dan performa. Teori Queer (keanehan).

8 Company Logo Peta Karakter/Berbagai Teori Komunikator Bagian I Posisi Tema Traits (berbagai karakter). Conversational Narcissism Teori Sociopsychological Agumentativeness Social and Commu- nicative Anxiety Trait-Factor Models Trait, Tempera- ment, and Biology Tradisi Ilmu Kejiwaan Masyarakat (Sociopsychological). Merupakan ilmu yang memahami bagaimana dan mengapa setiap individu manusia bertindak dengan cara yang mereka lakukan. <<< Di sisi kanan kita akan melihat berbagai disiplin ilmu yang berbasis dalam tradisi ini.

9 Company Logo A. Conversational Narcissim Ciri-Ciri:  Membesar-besarkan diri  Mengontrol arus percakapan dengan tujuan untuk berbicara tentang diri sendiri(egosentris).  Suka menggunakan komunikasi non verbal untuk tetap mengontrol percakapan  Sensitif dan tidak responsif terhadap orang lain Narcissim  mencintai diri sendiri Dikomunikasikan oleh: Anita Vangelisti, Mark Knapp, dan John Daly.

10 Company Logo B. Argumentativeness Ciri-Ciri:  Suka bicara tentang topik-topik kontroversial  Cenderung mematahkan pendapat orang lain  Assertif  tegas yakin akan pendapatnya tetapi tidak semua orang assertif. Argumentativevess  Suka berdebat, bisa juga dikatakan seorang yang tegas. Dikomunikasikan oleh: Dominic Infante and DKK Argumentativevess  Suka berdebat  Sisi Positif. Verbal Aggressiveness  Melontarkan kata-kata secara agresif  Sisi Negatif

11 Company Logo C. Social & Communicative Anxiety Ciri-Ciri:mempunyai kecenderungan untuk untuk kekhawatiran dalam setiap situasi komunikasi. Communicative Anxiety  kekhawatiran untuk berbicara dimuka umum atau masyarakat. Dikomunikasikan oleh:James McCroskey Secara aspek kejiwaan:Ekspresi muka merah padam, menunjukan prilaku menghidar, menutup diri dan berpikiran Negatif.

12 Company Logo Dikomunikasikan oleh:Digman  Lima Faktor Model neuroticism, atau kecenderungan untuk merasakan emosi negatif dan merasa dirinya menderita; extraversion, atau kecenderungan untuk mengkelompok- kelompokan diri, bersikap tegas, dan selalu berpikir lebih baik; D. Berbagai Contoh Unsur Ciri Khas atau Karakter

13 Company Logo D. Berbagai Contoh Unsur Ciri Khas atau Karakter openness, atau kecenderungan untuk berpikir, memiliki imajinasi, selalu tanggap dengan perasaan batin, dan pemikiran yang tidak terikat; agreeableness, atau kecenderungan untuk menyukai dan bersimpati terhadap orang lain, berkeinginan untuk membantu orang lain, dan menghindari pertentangan, dan conscientiouness, atau kecenderungan untuk berdisiplin diri, menolak kata hati, harus terorganisasi dengan baik, dan melihat tugas sebagai sesuatu hal yang harus diselesaikan.

14 Company Logo F. Traits,Temperament, dan Biology “Setiap perbedaan dlm cara berkomunikasi dapat dijelaskan dengan pendekatan ilmu hayat(biologi)”. McCroskey and Beatty. HJ Eysenck menggungkapkan komunikasi di tinjau dari tiga faktor, yaitu: extraversion, neuroticism, psychotocism extraversion, atau ke luar fokus; neuroticism, atau kegelisahan, dan psychotocism, atau kurangnya pengendalian diri.

15 Company Logo Peta Karakter/Berbagai Teori Komunikator Bagian II Posisi Tema Cognition and information process. (Pengertian dan proses informasi). Teori Attribution (keterkaitan) Teori Sociopsychological Teori Social Judge- ment (penilaian masyarakat) Teori Elaboration Likelihood (Perluas- san kemungkinan). Pengertian & Proses Informasi Teori ini menjelaskan bagaimana anda berpikir,mengatur dan menyimpan informasi.

16 Company Logo A. Attribution Theory Teori keterkaitan lebih menekankan pada sebab–akibat dari hasil pengambilan keputusan yang saling terkait dalam proses kesadaran dan menerima informasi. Dikomunikasikan oleh :Frizt Heider Sebuah teori terkait yang menghubungkan antara kehidupan manusia dalam perilakunya dan akibat yang saling berhubungan “Orang tidak selalu bersikap obyektif dlm membuat kesimpulan dari sebab-akibat tentang diri sendiri dan orang lain”. Don & Bob.

17 Company Logo B. The Social Judgement Theory Dikomunikasikan oleh :Muzafer Sebuah proses penting dalam penilaian antar pribadi dalam berkomunikasi di masyarakat. Proses penilaian masyarakat akan menghasilkan 3 bagian Penting dalam lintang kebebasan yaitu: Latitude of Acceptance:bentuk kebebasan dalam cara penerimaan pertanyaan yang dapat anda setujui. Latitude of Rejection:bentuk penolakan dari orang yang tdk dapat menyetujui anda. Latitude of Noncommitment: bentuk kebebasan untuk tidak menepati janji.

18 Company Logo C. Elaboration Likelihood Theory Dikomunikasikan oleh :Richard Petty & John Cacioppo Proses teori yg menjelaskan cara dimana anda mengevaluasi pesan dlm cara yang rumit, berpikir kritis, dan sederhana dalam melakukannya. Seorang komunikator harus penting dlm mengevaluasi pesan, sekaligus berbicara, dan tidak harus selalu berkonsentrasi dalam menerima pesan.

19 Company Logo Peta Karakter/Berbagai Teori Komunikator Bagian II Posisi Tema Cognition and information process. (Pengertian dan proses informasi). Teori Sibernetik Teori Integration- Information (pengabungan informasi). - Teori Expectancy-Value (nilai pengharapan). - Teori Reasoned Action (tindakan beralasan). Teori Consistency (ketetapan). - Teori of Cognitive Diss- onance (pengertian yg bertolak belakang). - Beliefs, Attitudes and Values ( berbagai keper- cayaan, sikap dan nilai). Teori Integration Pro- blematic Teori Sibernetik Merupakan ilmu yang memahami kinerja yang saling terkait erat antar komponen dalam kesatuan tubuh. Sebuah kesatuan yang vital, tidak dapat dipisahkan.

20 Company Logo Dikomunikasikan oleh :Martin Fishbein Merupakan cara untuk mengakumulasikan dan mengorganisir informasi tentang orang, obyek, situasi dan ide kepada bentuk sikap dan kecenderungan untuk bersikap positif dan negatif. Kesadaran(cognition) mempunyai kekuatan penting dalam Proses sistem kepercayaan seseorang. Seseorang akan memberikan nilai positif bila ia menerima informasi tersebut sesuai dengan kepercayaannya. Sebaliknya nilai negatif di berikan kepada penolakan Sebuah informasi. A. Information-Integration Theory

21 Company Logo Information-Integration Theory  Valensi: mengacu pada apakah informasi mendukung kepercayaan atau menentangnya. Saat informasi mendukung kepercayaan seseorang, maka ia memiliki valensi positif dan saat tidak, maka ia memiliki valensi negatif  Bobot: jika seseorang berpikir bahwa suatu informasi mungkin benar, maka ia akan memberikan bobot yang lebih tinggi daripadanya, tapi jika tidak, maka ia akan memberikan bobot yang lebih rendah Jadi valensi berefek pada bagaimana informasi mempengaruhi sistem kepercayaan seseorang dan bobot berefek pada seberapa banyak informasi tersebut melakukannya ada 2 variabel yang penting dalam mempengaruhi perubahan sikap:

22 Company Logo Expectancy-Value Theory Dikomunikasikan oleh : Fishbein Dalam teori ini didasarkan pada 2(dua) jenis kepercayaan Yaitu: Percaya kepada sesuatu, saat anda mempercayai sesuatu anda akan berkata sesuatu itu ada. Percaya kepada sesuatu, yaitu adalah perasaan anda terhadap kemungkinan bahwa hubungan tertentu ada dalam 2 hal.

23 Company Logo Expectancy-Value Theory Dengan demikian sikap adalah suatu fungsi dari kombinasi yang rumit yang terdiri dari kepercayaan dan penilaian Perubahan sikap seseorang terjadi dari 3 sumber:  informasi dapat mengubah kepercayaan atau bobot dari kepercayaan tertentu  Informasi dapat merubah valensi dari suatu kepercayaan  informasi dapat menambah kepercayaan baru kepada struktur sikap

24 Company Logo Theory of Reasoned Action Dikomunikasikan oleh : Icek Ajzen  Perilaku dihasilkan dari kehendak, yaitu hasil yang kompleks dari sikap  Kehendak seseorang untuk berbuat sesuatu ditentukan oleh sikapnya terhadap perilaku dan sebentuk kepercayaan tentang bagaimana orang lain menginginkannya untuk berbuat sesuatu  Setiap faktor, sikap seseorang dan opini orang lainnya, diberikan bobot tergantung pada kepentingannya. Kadang sikap seseorang yang paling penting, kadang opini orang lain yang lebih penting

25 Company Logo Theory of Reasoned Action Formulanya adalah sebagai berikut: BI = ABW1 + (SN)W2 BI= maksud perilaku AB= sikap terhadap perilaku SN= norma subyektif (apa yang orang lain pikirkan) W1= bobot sikap W2= bobot norma subyektif Formula tersebut memperkirakan kehendak perilaku seseorang tapi hal tersebut belum tentu memperkirakan perilaku yang sesungguhnya. Ini karena seseorang tidak selalu berperilaku sesuai dengan kehendaknya. Seseorang kerap kali berjalan menentang kehendaknya sendiri. Kadang seseorang tidak dapat melakukan apa yang ia inginkan karena ia tidak sanggup melakukannya

26 Company Logo B. Consistency Theories  Semua teori konsistensi dimulai dengan pangkal pembicaraan yang sama, yaitu seseorang akan semakin nyaman dengan konsistensi daripada inkonsistensi.  Dalam bahasa sibernatik, seseorang mencari homeostatis atau keseimbangan dan sistem kognitif adalah alat utama dimana keseimbangan ini akan tercapai.

27 Company Logo Theory of Cognitive Dissonance Komunikator memiliki beragam elemen kognisi yang saling terkait satu sama lain. Ada 3 jenis hubungan antara elemen kognisi:  Ketiadaan atau irrelevansi: dimana tidak satupun elemen yang berefek dengan yang lain  Konsistensi atau konsonan: dengan satu elemen yang memperkuat atau menyokong lainnya  Inkonsistensi atau disonansi: yang sering terjadi jika satu elemen yang tidak diharapkan mengikuti yang lainnya

28 Company Logo Theory of Cognitive Dissonance Situasi yang beragam dimana disonansi kerap terjadi:  Pengambilan keputusan Disonansi yang dialami seseorang dalam mengambil keputusan tergantung pada 4 variabel: Seberapa pentingnya suatu keputusan Semakin tidak menarik alternatif pilihannya, semakin besar disonansinya Semakin besar menarik alternatif yang tidak dipilih, semakin besar disonansinya Semakin tinggi tingkat kesamaan di antara alternatif yang ada, semakin kecil disonansinya

29 Company Logo Theory of Cognitive Dissonance  Kepatuhan yang dipaksakan Apabila seseorang dibujuk untuk melakukan atau mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan kepercayaan atau nilai yang dimiliki Situasi ini biasanya terjadi saat penghargaan untuk menyetujui dan sanksi untuk tidak menyetujui terlibat Semakin kecil tekanan untuk menyetujui, maka semakin besar disonansi  Inisiasi semakin sulit inisiasi untuk masuk ke dalam suatu kelompok, maka semakin besar komitmen yang akan dibangun

30 Company Logo Theory of Cognitive Dissonance  Dukungan Sosial Semakin banyak dukungan sosial yang didapatkan dari teman terhadap suatu ide atau tindakan, maka akan semakin besar tekanan untuk mempercayai ide atau tindakan tersebut  Usaha Semakin besar usaha yang dilakukan seseorang terhadap suatu tugas, maka semakin rasional pula nilai dari tugas tersebut

31 Company Logo Theory of Beliefs, Attitudes, & Values  Kepercayaan Di pusat sistem kepercayaan terdapat kepercayaan yang relatif tidak dapat diubah yang membentuk inti dari sistem kepercayaan. Pada batas sistem tersebut terdapat sejumlah kepercayaan insignifikan yang dapat berubah dengan mudahnya. Semakin terpusat suatu kepercayaan, maka akan semakin resisten pula terhadap perubahan. Dikomunikasikan oleh :Milton Rokeach

32 Company Logo Theory of Beliefs, Attitudes, & Values  Sikap Adalah kelompok kepercayaan yang tertata di sekitar obyek penting dan mempengaruhi seseorang untuk berperilaku dalam hal tertentu terhadap suatu obyek Perilaku seseorang dalam situasi tertentu adalah kombinasi dari sikap terhadap obyek dan sikap terhadap situasi. Jika seseorang tidak berperilaku secara konsisten dalam suatu situasi terhadap obyek tertentu, maka itu mungkin karena sikapnya menghalangi  Nilai Nilai instrumen, adalah pemandu dalam hidup dimana kita barpatokan pada perilaku sehari-hari. Nilai terminal adalah tujuan utama dari hidup terhadap yang kita kerjakan.

33 Company Logo Theory of Beliefs, Attitudes, & Values Komponen lain dalam sistem kepercayaan-sikap-nilai adalah konsep diri yaitu kepercayaan seseorang tentang dirinya. Jadi saat kepercayaan, sikap dan nilai berisikan komponen sistem kognisi, maka konsep diri menyediakan tujuan pemandu atau maksudnya. Manusia dipandu dengan kebutuhan akan konsistensi dan inkonsistensi menciptakan tekanan untuk berubah. Inkonsistensi yang paling penting dalam sistem psikologi seseorang adalah yang melibatkan kognisi tentang diri. Hanya saat inkonsistensi yang terlibat dalam perubahan diri datang secara signifikan, maka perubahan dapat berlanjut. Rokeach menyebutnya sebagai teori perubahan yang komprehensif.

34 Company Logo Theory of Beliefs, Attitudes, & Values

35 Company Logo Problematic Integration Theory Teori Austin Babrow menyandarkan pada 3(tiga) pilar :  Seseorang memiliki kecenderungan alami untuk meluruskan pengharapannya (apa yang ia pikir akan terjadi) dan penilaiannya (apa yang ia inginkan untuk terjadi).  Mengintegrasikan pengharapan dan penilaian tidak selalu mudah dan mungkin akan menjadi problematik.  Problematika integrasi melibatkan komunikasi Seseorang mendapatkan pengalaman problematika integrasi melalui komunikasi dan komunikasi juga merupakan jalan untuk menentukan dan menata problematika integrasi.

36 Company Logo Peta Karakter/Berbagai Teori Komunikator Bagian III Posisi Tema Self.(Diri ). Tradisi Sociocultural Symbolic Interactionism (simbolis yang saling mempengaruhi). Social Construction of Self(kontruksi sosial diri). Social Construction of Emotion(konstruksi sosial emosi). Presentational Self (penampilan diri). Tradisi Sociocultural Menggambarkan bagaimana komunikan datang untuk memahami diri mereka sebagai individu yang menyatu dengan perbedaan individu dan bagaimana per- bedaan tsb dibangun secara sosial dan tidak ditentukan oleh mekanisme ilmu kejiwaan dan hayat.

37 Company Logo A. Symbolic Interaction and The development of Self. Di komunikasikan oleh: George Herbert Mead & Manford Kuhn  Makna akan muncul dari manusia yang berinteraksi secara verbal dan non verbal dengan satu sama lain. Melalui tindakan dan tanggapan, manusia mengartikan makna dari kata-kata dan tindakan-tindakan dan dari sana manusia dapat mengerti tentang peristiwa dengan cara tertentu.  Diri adalah pusat dari kehidupan sosial dan sangat penting terhadap pemikiran interaksionis. Seseorang memberikan rasa dan berurusan dengan suatu obyek di lingkungan melalui interaksi sosial.  Persyaratan agar sesuatu dapat menjadi obyek adalah jika seseorang menamakannya atau menggambarkannya secara simbolik. Penamaan terhadap suatu obyek adalah penting karena merupakan cara untuk menjelaskan makna dari obyek tersebut.

38 Company Logo A. Symbolic Interaction and The development of Self.  Saat membuat keputusan tentang bagaimana bertindak terhadap obyek sosial, seseorang menciptakan rencana tindakan.  Interaksi simbolik lahir dari interaksi seseorang dengan yang lain (orang lain yang terorientasi) dimana ia akan membantu seseorang tersebut untuk belajar membedakan antara diri orang tersebut dengan orang lain serta untuk mencari tahu siapa dia sebagai manusia.

39 Company Logo B. Social Construction of Self  Seseorang adalah makhluk yang terlihat secara publik yang dikarakterkan dengan atribut tertentu dan karakteristik yang diciptakan dalam kelompok kultur atau sosial.  Keberadaan seseorang terdiri dari 2 sisi, yaitu keberadaan sosial yang bersifat publik (orang) dan keberadaan personal yang bersifat privat (diri). Sifat dasar orang dibangun dengan kultur, diri dibangun dengan teori dari keberadaan seseorang sebagai anggota dari kultur.  Pilihan dari kemungkinan diri sangat bervariasi dari satu kultur ke yang lain karena realita sosial dari setiap kultur berbeda satu sama lain. Di komunikasikan oleh:Rom Harre

40 Company Logo C. The Social Construction of Emotion Di komunikasikan oleh: James Averill  Emosi adalah sistem kepercayaan yang memandu definisi seseorang terhadap situasi. Kemampuan untuk membuat rasa dari emosi adalah dikonstruksi secara sosial.  Emosi adalah sindrom. Sindrom emosional dibentuk secara sosial karena manusia belajar melalui interaksi mengenai kelompok tertentu dari perilaku yang dapat diartikan dan bagaimana menampilkan emosi tertentu.  Dari suatu eksperimen, disimpulkan bahwa berdasarkan konstruksi sosial emosi lebih dinilai sebagai negatif daripada positif karena hasil yang negatif cenderung dilihat seperti berada di luar kontrol seseorang atau sesuatu yang terjadi begitu saja pada diri kita, sementara hasil positif lebih diorientasikan pada tindakan.

41 Company Logo C. The Social Construction of Emotion Ada 4 jenis aturan yang mengatur emosi:  Aturan Penaksiran: menjelaskan apakah emosi itu, dimanakah itu diarahkan dan apakah bersifat positif atau negatif.  Aturan Perilaku: yang menjelaskan bagaimana cara menanggapi perasaan, apakah harus menyembunyikannya, mengungkapkannya secara pribadi atau atau menyatakannya kepada publik.  Aturan Prognosis: menjelaskan perkembangan dan arah dari emosi, berapa lama akan bertahan, apakah tingkat yang berbeda, bagaimana hal tersebut dimulai dan bagaimana akan berakhir.  Aturan Atribut: mendikte bagaimana emosi harus dijelaskan atau dijustifikasi, bagaimana anda menyampaikannya kepada yang lain mengenai hal ini, bagaimana anda mengungkapkannya secara publik.

42 Company Logo D. The Presentational Self Di komunikasikan oleh:Erving Goffman  Saat seseorang berada pada situasi apapun, ia memberikan penampilan atau pertunjukkan, ia harus menentukan bagaimana memposisikan dirinya, apa yang ia akan katakan dan bagaimana ia bertindak.  Dalam menghubungkan orang lain, seseorang menampilkan karakter tertentu pada penonton dan mereka biasanya menerima karakter tersebut. Dalam situasi dimana seseorang berpartisipasi, maka ia akan memutuskan suatu peran dan melakukannya.  Dalam usaha untuk menjelaskan situasi, sering terjadi proses pertukaran informasi ini. Biasanya, pertukaran ini terjadi tidak secara langsung melalui pengamatan perilaku orang lain dan menstrukturkan perilaku seseorang untuk mengeluarkan kesan kepada orang yang lain. Presentasi diri adalah permasalahan pengelolaan kesan

43 Company Logo Peta Karakter/Berbagai Teori Komunikator Bagian IV Posisi Tema Identity (identitas). Teori kritis Teori Standpoint. Identitas sebagai konstruksi dan performa. Teori Queer (keanehan). Teori kritis Teori-teori yg mengakui bahwa setiap pribadi dihidupkan sebagai sebuah konstruk atau bangunan yang multilapis.

44 Company Logo A. Standpoint Theory Di komunikasikan oleh: Sandra Harding dan Patricia Hill Collins / Julia Wood dan Marsha Stanback Houston  Teori Stanpoint memusatkan perhatiannya pada bagaimana lingkungan, situasi dan kondisi dari kehidupan sebuah individu mempengaruhi individu tersebut dalam memahami dan mengkonstruk sebuah dunia sosial.  Titik pangkal pengalaman memahami bukanlah pada kondisi-kondisi sosial, atau batasan jender, tetapi pada cara-cara yang distingtif saat setiap individu mengkonstruk kondisi-kondisi tersebut dan pengalaman mereka dalam kondisi-kondisi tersebut.  Juga penting untuk Teori Standpoint adalah gagasan pemahaman berlapis. Hal ini berarti bahwa kita memiliki jati diri berganda yang saling tumpang tindih untuk membentuk standpoint masing-masing kita yang unik / khas untuk menyebutkan beberapa sisi dari jati diri kita (multiplisitas jati diri).

45 Company Logo B. Identity as Constructed and Performed. Kita memperoleh jati diri kita masing-masing sebagian besar karena konstruksi yang ditawarkan tentang jati diri tersebut oleh berbagai macam kelompok sosial di mana kita hidup. Tanpa memperdulikan dimensi-dimensi jati diri –baik itu jender, kelas, ras, orientasi seksual– jati diri ditampilkan sesuai atau bertentangan dengan norma-norma atau harapan-harapan yang dituntut dari jati diri tersebut.

46 Company Logo C. Queer Theory Dikomunikasikan oleh:Judith Butler  Menurut Teori Queer identifikasi berdasarkan jender (maskulin/feminin- pria/wanita) dan seks (berjenis kelamin laki-laki/perempuan) adalah konstruksi sosial yang harus dipertanyakan kembali.  Fokus dari Teori Queer adalah kesukarelaan dari jati diri: apa saja sumber nafsu atau kesenangan seksual seseorang, orang tersebut memilih untuk menjadi ‘queer’.  Teori queer juga memilki agenda politik yang kuat untuk perubahan sosial dan telah menjadi sebuah label yang menyatukan setiap individu yang teridentifikasi sebagai lesbian, gay, biseks, transjender dan yang normal dalam aksi-aksi politik yang secara tipikal dianggap relevan. Contoh: Michael Jackson & Organisasi Act Up

47 LOGO


Download ppt "LOGO Chapter 4 SANG KOMUNIKATOR Perspektif Teori Komunikasi Nuryadi, S.Sos. M.I.Kom."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google