Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

EKONOMI PEMBANGUNAN Dalam Al-Qur’an dan Hadits Oleh : Dewinta Maharani PK 0806484124 Sisca Debyola Widuhung 0806.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "EKONOMI PEMBANGUNAN Dalam Al-Qur’an dan Hadits Oleh : Dewinta Maharani PK 0806484124 Sisca Debyola Widuhung 0806."— Transcript presentasi:

1 EKONOMI PEMBANGUNAN Dalam Al-Qur’an dan Hadits Oleh : Dewinta Maharani PK Sisca Debyola Widuhung 0806

2 LATAR BELAKANG Pada dekade 1950-an dan dekade 1960-an, pembangunan dipandang hanya sebagai fenomena ekonomi semata. Tinggi rendahnya kemajuan pembangunan di suatu Negara hanya diukur berdasarkan tingkat pertumbuhan GNP (Gross National Product) atau pendapatan nasional bruto tingkat pertumbuhan GNP penciptaan lapangan pekerjaan dan berbagai peluang ekonomi lain distribusi hasil-hasil pertumbuhan ekonomi dan social secara lebih merata trickle down effect

3 LATAR BELAKANG (2) Pada tahun 1970-an, berkaca pada pengalaman sebelumnya bahwa ketika banyak di antara negara-negara Dunia Ketiga (negara yang sedang berkembang) berhasil mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi sesuai target mereka, namun gagal memperbaiki taraf hidup sebagian besar penduduknya Tujuan utama dari usaha-usaha pembangunan ekonomi bukan lagi menciptakan tingkat pertumbuhan GNP yang setinggi- tingginya, melainkan penghapusan atau pengurangan tingkat kemiskinan, penanggulangan ketimpangan pendapatan, dan penyediaan lapangan kerja dalam konteks perekonomian yang terus berkembang.

4 Perbedaan antara Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi  peningkatan hasil produksi (Output) dalam tingkatan nyata ekonomi dan diukur melalui angka perubahan hasil produksi setiap tahunnya dalam jangka panjang Pembangunan Ekonomi  proses dan langkah- langkah yang dilakukan oleh suatu negara untuk meningkatkan GDP dan Pendapatan per kapita penduduknya dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi

5 Pembangunan harus dipandang sebagai suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur social, sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional, di samping tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan

6 Menurut Profesor Goulet dan tokoh-tokoh lainnya, paling tidak terdapat tiga komponen dasar atau nilai inti yang harus dijadikan basis konseptual dan pedoman praktis untuk memahami arti pembangunan yang paling hakiki. Ketiga nilai inti tersebut antara lain: Kecukupan (sustenance) Kecukupan yang dimaksud merupakan kecukupan mengenai semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia secara fisik Kebutuhan dasar ini meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan, dan keamanan Harga Diri (self esteem) Harga diri yang dimaksud adalah adanya dorongan dari diri sendiri untuk maju, untuk menghargai diri sendiri, untuk merasa diri pantas dan layak melakukan atau mengejar sesuatu, dan seterusnya Kebebasan (freedom) Kebebasan atau kemerdekaan di sini hendaknya diartikan secara luas sebagai kemampuan untuk berdiri tegak sehingga tidak diperbudak oleh pengejaran aspek-aspek materiil dalam kehidupan ini

7 EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM Istilah ekonomi pembangunan yang dimaksudkan dalam Islam adalah Proses untuk mengurangi kemiskinan serta menciptakan ketentraman, kenyamanan dan tata susila dalam kehidupan. Dalam pengertian ini, maka pembangunan ekonomi menurut Islam bersifat multi dimensi yang mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif. Tujuannya bukan semata- mata kesejahteraan material di dunia, tetapi juga kesejahteraan akhirat. Keduanya menurut Islam menyatu secara integral

8 EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (2) Pusat dari ekonomi pembangunan dalam Islam adalah Human. Human sebagai kapital dengan akal yang dimilikinya,dan juga sebagai khalifah diharapkan mampu untuk mengelola alam ini untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Yang membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya terletak kepada kepemilikan akal budi.

9 EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (3) Akal budi membuat manusia memiliki pengetahuan baik dari pengalaman hidupnya, dari pengalaman orang lain dari wahyu (al quran dan juga al hadits) dan belajar dari fenomena alam Ilmu dan Pengetahuan menjadi inti pokok dari pengembangan ekonomi di dalam Islam, dengan manusia sebagai fokus dan wahyu sebagai petunjuknya.

10 AmalIlmu Iman

11 EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (4) Filsafat pembangunan ekonomi dalam Islam terdapat dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa ia menyampaikan sebuah hadits dari Rasulullah SAW: “Sesungguhnya orang kafir, bila mengerjakan suatu kebaikan, diberikan sebuah kelezatan di dunia. Sedangkan orang yang beriman, maka Allah manyimpan untuknya kebaikan-kebaikannya di akhirat dan memberi rizki kepadanya di dunia sesuai dengan ketaatannya kepada Allah.”

12 EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (5) Dari kajian para ulama dapat dirumuskan dasar-dasar filosofis pembangunan ekonomi islam yaitu : TauhidKhilafah KeadilanTazkiyah

13 Dasar-dasar Filosofis EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (1) Tauhid mengandung implikasi bahwa alam semesta secara sadar dibentuk dan diciptakan oleh Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Esa, karena itu tidak mungkin jagad raya ini muncul secara kebetulan. Hal ini terdapat dalam Q.S.Ali Imran:191 dan Q.S. Shad:27. Tauhid

14 (Al-Imran:191) “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” Tauhid

15 (Shaad:191) “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka” Tauhid

16 Dasar-dasar Filosofis EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (2) Fungsi manusia baik sebagai individu maupun anggota masyarakat sebagai khalifah Allah dimuka bumi. Disini kelebihan konsep pembangunan Islam dari konsep-konsep lainnya, dengan mendudukkan peranan manusia pada tempat yang tinggi dan terhormat, tetapi sangat bertanggung jawab Manusia adalah wakil Allah Allah di muka bumi untuk memakmurkan bumi dan bertangung jawab kepada Allah tentang pengelolaan sumberdaya yang diamanahkan kepadanya. Hal ini terdapat dalam Q.S. al-Baqarah:30, al- An’am:165, Faathir:39, Shad:28, dan al-Hadid:7. Khilafah

17 (Al-Baqarah:30) “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". Khilafah

18 (Al-An’am:165) “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” Khilafah

19 (Faathir:39) “Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang- orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka” Khilafah

20 (Shaad:28) “Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat? “ Khilafah

21 (Shaad:28) “Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat? “ Khilafah

22 (Al-Hadid:7) “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar“ Khilafah

23 Dasar-dasar Filosofis EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (3) Yaitu pembangunan ekonomi yang merata. Konsep persaudaraan umat manusia hanya akan berjalan jika dibarengi dengan konsep keadilan. Oleh karena itu pula, menegakkan keadilan dinyatakan oleh Allah sebagai salah satu tujuan utama yang akan dicapai oleh para rasul Allah(Al-Hadid:25) dan al-Qur’an meletakkan keadilan paling dekat kepada takwa Aal- Maidah:8). Keadilan

24 (Al-Hadid:25) “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa“ Keadilan

25 (Al-Maidah:8) “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan“ Khilafah

26 Dasar-dasar Filosofis EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (4) Tugas yang dibebankan kepundak para rasul Allah adalah melakukan tazkiyah (penyucian) manusia dalam segala hubungan dan pergaulannya dengan Allah, dengan manusia sesamanya, dengan lingkungan alamnya, dan dengan masyarakat serta bangsa dan negaranya. Tazkiyah

27 Prinsip-prinsip EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (1) Pembangunan ekonomi dalam Islam bersifat komprehensif dan mengandung unsur spiritual, moral dan material Fokus utama pembangunan adalah manusia dengan lingkungan kulturalnya Pembangunan ekonomi adalah aktivitas multidimensional sehingga semua usaha harus diserahkan pada keseimbangan berbagai faktor dan tidak menimbulkan ketimpangan Pemanfaatan sumberdaya yang telah diberikan Allah kepada ummat manusia dan lingkungannya semaksimal mungkin melalui pembagian, peningkatannya secara merata berdasarkan prinsip keadilan dan kebenaran.

28 Prinsip-prinsip EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (2) T : Tawhid and Brotherhood W : Work and Productivity C : Cooperation O : Ownership D : Distributional Equity (Keadilan distribusi) Prisma Ekonomi Islam Choudhury

29 Prinsip-prinsip EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (2) Choudhury menyatakan bahwa setiap muslim perlu memperhatikan variable-variabel ini untuk mengevaluasi apakah aktivitas ekonominya mengumandangkan kebenaran dan syi’ar Islam atau tidak. Variabel tersebut adalah : Tawheed and Brotherhood, Work and Productivity, dan Distributional Equity.[1][1] [1] Masudul Alam Choudhury, The Contributions to Islamic Economic Theory, p [1]

30 Prinsip-prinsip EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (2) Thesa prisma ekonomi Islam ini diajukan Choudhory sebagai prinsip-prinsip interaksi ekonomi yang dapat diberlakukan baik untuk skala individu maupun negara.[1][1] [1] Dalam konteks negara Republik Indonesia, sila kelima Pancasila (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) dan Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Dalam artian, negara ( ولىّ الأمر )bertanggung jawab atas distribusi Kesejahteraan Minimal warganya, al.: kesempatan kerja. [1]

31 Tujuan EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (1) Tujuan pembangunan ekonomi dalam Islam berkaitan dengan konsep falah yang berarti kesejahteraan ekonomi di dunia dan keberhasilan hidup di akhirat, yaitu kesejahteraan yang meliputi kepuasan fisik sebab kedamaian mental yang hanya dapat dicapai melalui realisasi yang seimbang antara kebutuhan materi dan ruhani dari personalitas manusia.

32 Tujuan EKONOMI PEMBANGUNAN dalam ISLAM (2) Kursyid Ahmad merumuskan tujuan kebijakan pembangunan dan target yang lebih spesifik untuk tujuan pembangunan yaitu, : Pembangunan sumberdaya insani Perluasan produksi yang bermanfaat Perbaikan kualitas hidup Pembangunan yang berimbang Teknologi baru Berkurangnya ketergantungan pada dunia luar dan dengan semakin menyatunya kerjasama yang solid sesama negara-negara Muslim

33 KEMISKINAN dan KESENJANGAN SOSIAL Kekurangan “ketidakberdayaan” atau “ketidakmampuan”. Kemiskinan

34 KEMISKINAN dan KESENJANGAN SOSIAL Vulnerability (kerentanan), masyarakat miskin rentan ditimpa musibah sebagai akibat dari inflasi, banjir, penyakit, PHK, dan sebagainya. “Limited option (pilihan yang terbatas), masyarakat miskin tidak memiliki pilihan hidup yang luas. Misalnya dalam memilih kerja, pendidikan anak – anaknya, kesenangan hidup, makanan dan minuman dibandingkan dengan golongan yang lebih mampu secara ekonomi. Limited access (akses yang terbatas), masyarakat miskin tidak mempunyai akses terhadap sumber – sumber ekonomi yang dapat digunakan untuk mengubah keadaan hidup mereka. Ciri-ciri Kemiskinan

35 KEMISKINAN dan KESENJANGAN SOSIAL Tingkat pendapatan nasional rata-rata Lebar-sempitnya kesenjangan distribusi pendapatan atau ketimpangan pendapatan (income inequality) Tinggi rendahnya tingkat kemiskinan di suatu Negara tergantung pada dua factor utama,yakni

36 KEMISKINAN DALAM ISLAM Islam tidak menyukai kemiskinan, bahkan Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan bahaya kefakiran yang dapat mengantarkan seseorang kepada kekufuran dan mengajarkan ummatnya untuk berlindung dari dua hal tersebut. Hal ini terdapat pada hadisnya yang diriwayatkan oleh Al ‘Uqaili didalam Kitab Adh Dhu’afa “ Kefakiran (kemiskinan) itu dekat dengan kekufuran”. Kemiskinan membuat manusia tidak mampu melakukan kewajiban – kewajiban individu, sosial maupun moral. Karena itu Rasulullah SAW mengajarkan manusia untuk berdoa agar diajuhkan dari kemiskinan. Suatu hari Rasulullah berdoa “Ya Allah, lindungilah aku dari kekufuran dan kemiskinan”, kemudian seorang sahabat bertanya “Apakah kedua hal tersebut sama?” kemudian Rasulullah menjawab “ya”. (Diriwayatkan oleh An Nasai di dalam kitab Al-Istia’za.)

37 KEMISKINAN DALAM ISLAM (2) Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelaparan karena kelaparan adalah kesusahan yang terburuk, dan aku berlindung kepada-Mu dari pengkhianatan karena pengkhianatan adalah pendamping yang terburuk.” Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW berdo’a: ”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemiskinan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kekurangan dan kehinaan, serta aku berlindung kepada-Mu dari berbuat kejam dan dizalimi.”

38 KEMISKINAN DALAM ISLAM (3) Islam memandang kemiskinan tidak hanya dari sisi materi saja. Kaya miskinnya seseorang tidak hanya dilihat dari sisi materi saja tetapi yang lebih penting berkaitan dengan kaya miskinnya kerohanian atau jiwa seseorang. Rasulullah bersabda : “Tidaklah orang itu kaya lantaran banyak harta. Sesungguhnya orang kaya itu ialah orang yang kaya jiwa” (HR. Bukhori Muslim)

39 KEMISKINAN DALAM ISLAM (4) Islam tidak memandang kemiskinan sebagai masalah kultural karena Allah telah mewajibkan kepada manusia untuk mencari nafkah. ”Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari Manusia tidak perlu khawatir karena setiap makhluk memiliki rizkinya masing – masing rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kami (kembali setelah) dibangkitkan”. (QS. Al Mulk : 15) RingkasanTafsirnya: Allah-lah yang menjadikan bumi mudah ditempati di permukaannya dan diambil manfaatnya. Karena itu, berjalanlah di berbagai penjuru dan jalannya, bepergianlah di seanteronya, serta makanlah di antara rezeki yang diberikan Allah kepada kalian di bumi. Hanya kepada-Nyalah kalian dibangkitkan dari kubur untuk dihisab dan dibalas.

40 KEMISKINAN DALAM ISLAM (5) Manusia tidak perlu khawatir karena setiap makhluk memiliki rizkinya masing – masing. Oleh karena itu, mereka tidak akan kelaparan ”Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang. Dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari”. (Q.S. Taaha : 118 – 119) Ringkasan tafsirnya:118: Sungguh, di surga kamu bisa mengecap berbagai kenikmatan hidup. Di sana kamu tidak akan kelaparan dan tidak pula akan telanjang, tanpa busana.119 : Kamu juga tidak akan merasa haus, dan tidak akan terkena teriknya sinar matahari

41 KEMISKINAN DALAM ISLAM (6) Dengan demikian, kemiskinan merupakan masalah struktural. Dalam perspektif Islam kemiskinan struktural ini disebabkan oleh : ” Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia ; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Q.S. Ar-Rum : 41). 1. Kemiskinan timbul karena tidak bertanggungjawabnya manusia terhadap alam, manusia mengeksploitasi alam secara tidak bertanggung jawab.

42 Ringkasan Tafsirnya Telah tampak kerusakan dalam berbagai hal, seperti kekeringan, kebakaran, tenggelam, sakit, kegelisahan, dan penguasaan musuh, sebab berbagai kemaksiatan dan dosa manusia. Allah mencicipkan semua itu kepada mereka sebagai balasan sebagian perbuatan mereka di dunia sebelum adzab di akhirat, agar mereka bertaubat atas kemaksiatan dan dosa – dosa mereka. (Q.S. Ar-Rum : 41).

43 KEMISKINAN DALAM ISLAM (7) ”Dan jangan sekali – kali orang – orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia – Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. (Q.S. Ali Imran : 180). 2. Kemiskinan timbul karena kelompok kaya yang tidak peduli pada masyarakat miskin akibat dari kebakhilan kelompok kaya

44 Ringkasan Tafsirnya Jangan sekali – kali orang yang bakhil atas karunia yang diberikan Allah (mereka urung berinfak di jalan Allah dan enggan membayar zakat) mengira bahwa kikir itu baik bagi mereka di akhirat, padahal bakhil itu buruk. Pada Hari Kiamat, harta mereka akan menjadi kalung dari api dan mereka akan disiksa dengannya. Segala harta dan sebagainya yang diwariskan oleh penduduk langit dan bumi adalah milik Allah. Lalu mengapa mereka bakhil? Allah Mahateliti dan Mengetahui apa yang kalian kerjakan dan akan membalasnya. Balasan kebaikan bagi orang yang berbuat baik, dan balasan keburukan bagi orang yang berbuat jahat. Menurut pendapat mayoritas mufasir, ayat ini turun berkenaan dengan orang – orang yang tidak mampu membayar zakat. (Q.S. Ali Imran : 180).

45 KEMISKINAN DALAM ISLAM (8) ”Dan berikanlah kepada anak – anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka, janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk, dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sungguh, (tindakan menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar” (Q.S. An-Nisa : 2) 3. Kemiskinan timbul akibat sebagian manusia yang bersikap zalim, eksploitatif, dan menindas sebagian manusia yang lain, seperti memakan harta orang lain dengan cara batil, memakan harta anak yatim

46 Ringkasan Tafsirnya Wahai para wali dan para penerima wasiat, berikanlah harta anak yatim kepadanya bgitu mereka dewasa. “Yatim” adalah anak yang ditinggal mati ayahnya sebelum baligh (dewasa). Janganlah ka.ian mengambil harta yang baik milik anak yatim, lalu kalian menukarkannya dengan harta kalian yang buruk. Janganlah kalian mengambil harta mereka, lalun menghimpunnya dengan harta kalian. Sungguh, perbuatan ini termasuk dosa besar.( Q.S. An- Nisa : 2)

47 KEMISKINAN DALAM ISLAM (9) ”Sungguh bagi kaum saba ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun disebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), ”Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugrahka) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalh Tuhan yanh Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka kami kirim kepada mereka banjir yang besardan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon – pohon)yang berbuah pahit, pohon Asl dan pohon Sidr” (Q.S. Saba’ : 16) 4. Kemiskinan timbul karena gejolak eksternal seperti bencana alam dan peperangan

48 Ringkasan Tafsirnya Tetapi mereka tidak mensyukuri nikmat tersebut dan kufur kepada Allah, maka Kami kirimkan air bah yang sanggup menghancurkan bendungan Ma’rib, yang didirikan di antara dua bukit untuk menampung air hujan, menenggelamkan tanah dan kebun, serta membinasakan tumbuhan dan manusia. Sail al-‘arim ialah air bah yang sangat deras. Kami ganti kedua kebun mereka yang selalu menghasilkan buah – buahan dengan dua kebun yang menghasilkan buah – buahan yang pahit, sejenis pohon yang tumbuh di pedusunan, yaitu pohon tharfa’ yang sangat besar dan pohon Sidr yang buahnya bisa dimakan. Allah menghancurkan pepohonan mereka yang menghasilkan buah – buahan dan menggantinya dengan pohon arak, tharfa’ dan sidr.(Q.S. Saba’ : 16)

49 KEMISKINAN DALAM ISLAM (10) ”Sungguh, Fir’aun telah berbuat sewenang – wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil), dia menyembelih anak laki – laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sungguh (Fir’aun) termasuk orang yang berbuat kerusakan” (Q.S. Al-Qhashas : 4). 5. Kemiskinan timbul karena konsentrasi politik, birokrasi, dan ekonomi di satu tangan. Kisah Fir’aun, Haman, dan Qarun yang beresekutu menindas rakyat Mesir di masa nabi Musa menggambarkan hal ini.

50 Ringkasan Tafsirnya Sungguh fir’aun telah berlaku sombong dan sewenang- wenang di Mesir, mengaku sebagai tuhan dan memperbudak rakyatnya, dengan menjadikan sebagian mereka, bani Israil, sebagai kaum yang tertindas dan tertekan. Anak laki-laki mereka disembelih dan anak perempuan mereka dibiarkan hidup untuk menjadi pelayan dn kesenangan. Sungguh, Fir’aun termasuk orang yang melampaui batas dalam berbuat kerusakan bumi, lewat pembunuhan, kesewenang-wenangan, dan mempperbudak manusia.(Q.S. Al-Qhashas : 4).

51 KEMISKINAN DALAM ISLAM (11) Menurut Yusuf Qordhawi, di dalam Al Quran setidaknya ada enam strategi untuk mengatasi kemiskinan, yaitu : "Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya (QS. Al-Mulk:15). Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang menjadi payah pada sore hari karena kerja tangannya, maka terampuni dosanya (HR. Thabrani) 1. Bekerja merupakan merupakan keharusan bagi setiap muslim agar memperoleh rizki yang Allah sediakan

52 Ringkasan Tafsirnya Allah-lah yang menjadikan bumi mudah ditempati di permukaannya dan diambil manfaatnya. Karena itu, berjalanlah di berbagai penjuru dan jalannya, bepergianlah di seanteronya, serta makanlah di antara rezeki yang diberikan Allah kepada kalian di bumi. Hanya kepada-Nyalah kalian dibangkitkan dari kubur untuk dihisab dan dibalas.(QS. Al-Mulk:15).

53 KEMISKINAN DALAM ISLAM (12) "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan: dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya pemboros- pemboros itu adalah saudaranya syaitan dan syaitan adalah sangat ingkar kepada Tuhannya (QS. 1Al-Israa’: 26-27) 2. Mencukupi keluarga yang lemah, Keluarga yang lemah tidak bisa bekerja bukan karena malas, tapi karena mereka lemah dan kaum muslimin memang harus memenuhi kebutuhannya, misalnya janda yang ditinggal mati suaminya tanpa harta, anak-anak yatim yang masih kecil sehingga belum bisa mandiri, orang yang lanjut usia, orang yang berpenyakit menahun, orang yang cacat dan sebagainya

54 Ringkasan Tafsirnya 26 : Berikanlah hak kerabat, seperti berbuat baik dan bersilahturahmi kepada mereka. Berikanlah hak orang yang membutuhkan dan hak orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan, maksudnya zakat. Dan bersedekahlah (sedekah sunah) kepada mereka, saat mereka membutuhkan. Jangan menginfakkan harta dengan cara yang tidak disyariatkan: melampaui batas yang dianjurkan syariat atau menginfakkan untuk sesuatu yang tidak benar. 27 : Sungguh orang –orang yang boros itu saudara setan, karena pemborosan berasal dari tipuan setan. Sementara itu, setan sangat mengingkari nikmat Rabbnya.(Al-Isra : 26 – 27).

55 KEMISKINAN DALAM ISLAM (13) "Dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku (QS. 2: 43) 3. Menunaikan kewajiban zakat

56 Ringkasan Tafsirnya Laksanakanlah shalat yang diwajibkan kepada orang- orang muslim, tunaikanlah zakat yang wajib diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, patuhilah segala perinta Allah, laksanakanlah shalat jamaah, dan ruku’lah dengan sempurna bersama mereka, karena orang-orang Yahudi tidak melakukan ruku’ dalam sholatnya.(QS. Al-Baqarah: 43).

57 KEMISKINAN DALAM ISLAM (14) Hak-hak yang dapat diperoleh itu misalnya dari tetangga yang mampu, karena itu orang yang beriman bisa dianggap tidak beriman apabila dia kenyang sementara tetangganya lapar, hal lainnya adalah qurban yang juga untuk fakir miskin, kafarat dari seorang muslim yang melanggar sumpah, fidyah, hadiah dan sebagainya. Shadaqah merupakan stimulus yang diberikan Allah kepada kaum muslimin yang memiliki kemampuan untuk ditunaikannya, diantara bentuknya adalah waqaf dan hibah terhadap harta yang dimilikinya seperti rumah, tanah, kendaraan dan sebagainya. Stimulus dari Allah yang akan diberikan kepadanya adalah dengan memperoleh pahala yang terus menerus mengalir meskipun dia telah meninggal. 5. Keharusan memenuhi hak-hak selain zakat yang harus diperoleh seorang muslim dari muslim lainnya. 6. Shadaqah suka rela dan kebajikan individu

58 KESIMPULAN Pembangunan sebagai proses multidimensi yang menyangkut perubahan besar dalam struktur sosial, sikap masyarakat, kelembagaan nasional, percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketidakmerataan dan penghapusan kemiskinan. Pusat dari ekonomi pembangunan dalam Islam adalah Human. Human sebagai kapital dengan akal yang dimilikinya,dan juga sebagai khalifah diharapkan mampu untuk mengelola alam ini untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Dasar-dasar filosofis pembangunan ekonomi dalam Islam yaitu tauhid, khilafah, keadilan, dan tazkiyah. Islam memandang kemiskinan tidak hanya dari sisi materi saja. Islam tidak memandang kemiskinan sebagai masalah kultural karena Allah telah mewajibkan kepada manusia untuk mencari nafkah. Dengan demikian, kemiskinan merupakan masalah struktural. Menurut Yusuf Qordhawi, di dalam Al Quran setidaknya ada enam strategi untuk mengatasi kemiskinan, yaitu bekerja, mencukupi keluarga yang lemah, menunaikan kewajiban zakat, dana bantuan perbendaharaan Islam yang diperoleh dari berbagai sumber dana oleh Baitul Maal, keharusan memenuhi hak-hak selain zakat yang harus diperoleh seorang muslim dari muslim lainnya, shadaqah suka rela dan kebajikan individu.


Download ppt "EKONOMI PEMBANGUNAN Dalam Al-Qur’an dan Hadits Oleh : Dewinta Maharani PK 0806484124 Sisca Debyola Widuhung 0806."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google