Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODE PENELITIAN TUJUAN : EKSLORASI, DESKRIPTIF, ANALITIK DAN EKSPERIMENTAL PENDEKATAN : POTONG LINTANG (CROSS SECTION) LONGITUDINAL LONGITUDINAL KETERLIBATAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODE PENELITIAN TUJUAN : EKSLORASI, DESKRIPTIF, ANALITIK DAN EKSPERIMENTAL PENDEKATAN : POTONG LINTANG (CROSS SECTION) LONGITUDINAL LONGITUDINAL KETERLIBATAN."— Transcript presentasi:

1 METODE PENELITIAN TUJUAN : EKSLORASI, DESKRIPTIF, ANALITIK DAN EKSPERIMENTAL PENDEKATAN : POTONG LINTANG (CROSS SECTION) LONGITUDINAL LONGITUDINAL KETERLIBATAN PENELITI: OBSERVASIONAL, INTERVENSIONAL LOKASI PENELITIAN : KLINIK, MASYARAKAT ( LAPANAGAN) CROSS SECTIONAL PENELITIAN DENGAN PENGAMATAN SESAAT ATAU DALAM SUATU PEREODE TERTENTU DAN SETIAP SUBYEK STUDI HANYA DILAKUKAN SATU KALI PENGAMATAN SELAMA PENELITIAN = PENAMPANG MELINTANG ATAU TRANSVERSAL = PENAMPANG MELINTANG ATAU TRANSVERSAL DILAKUKAN PADA PENELITIAN EKSPLORASI, DESKRIPTIF ATAU ANALITIK

2 PEMILIHAN RANCANGAN PENELITIAN TERGANTUNG TUJUAN PENELITIAN MENULUSURI FAKTOR PENYEBAB  KASUS-KONTROL DAN EKSPLORASI MENGETAHUI PREVALENSI, KARAKTERISTIK RESPONDEN  DESKRIPTIF CROSS SECTIONAL MENELUSURI FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT DENGAN KLASIFIKASI YG TELAH ADA  EKSPLORATIF – DESKRIPTIF MENCARI HUBUNGAN SEBAB-AKIBAT ANTARA FAKTOR RESIKO DENGAN TIMBULNYA PENYAKIT  EKSPERIMEN/ANALITIK PEN. EKSPERIMENTAL  ADA INTERVENSI PENELITI ( UJI KLINIS) PEN. ANALITIK  PENELITI SECARA PASIF OBSERVASI PADA PERUBAHAN YG. TERJADI U/ MENGETAHUI SEBAB AKIBAT PROSPEKTIF(KOHOR) DAN RETROSPEKTIF(KASUS-KONTROL)

3 1. PENEL.EKSPLORATIF RANCANGAN INI U/ MENEMUKAN FAKTOR YG. DIPERKIRAKAN SEBAGAI PENYEBAB, MENGETAHU PENDAPAT ATAU PENERIMAAN MASY. TERHADAP PROGRAM PELAYANAN PERENCANAAN: ADA KASUS BARU PERTANYAAN PENELITIAN: PERTANYAAN BERKAITAN DENGAN KETURUNAN, POLA HIDUP TERTENTU, CIRI-DEMOGRAFIS ATAU LINGKUNGAN TUJUAN: BERTUJUAN U/ MENGADAKAN PENELUSURAN DAN MENGUNGKAPKAN FAKTOR YG. MENYEBABKAN TIMBULNYA MASALAH/PENYAKIT BARU SUBYEK STUDI: PENDERITA, KELUARGA, KERABAT ATAU ORANG YG. TERKAIT DAN ALAM LINGKUNGAN VARIABEL: KONDISI SAAT LAHIR, PERTUMBUHAN, UMUR, GEJALA AWAL, APA YG. DILAKUKAN KEHIDUPAN SEHARI- HARI(AKTIVITAS/PEKERJAAN), KETURUNAN, MINUM OBAT APA, RIWAYAT PERSALINAN, PARITAS. DLL

4 PELAKSANAAN PENELITIAN PENGUMPULAN DATA DENGAN KUANTITATIF MAUPUN KUALITATIFDENGAN TEKNIK WAWANCARA MENDALAM, KUESIONER DAN PEMERIKSAAN FISIK ANALISA DATA: ANALISA DFATA SECARA KUANTITATIF DAN KUALITATIF YANG MENGARAH PADA FAKTOR TERJADINYA MASALAH DAN DITARIK KESIMPULAN UNTUK DIBUAT LAPORAN 2. LAPORAN KASUS HANYA DILAKUKAN DIBIDANG KEDOKTERAN DAN TIDAK MENGIKUTI KAIDAH PENELITIAN  PENGUMPULAN DATA PERSIAPAN : TIM  PARA AHLI DITENTUKAN DATA YG. DIPERLUKAN DAN PEMERIKSAANNYA PELAKSANA: PENGUMPULAN DATA, PEMBAHASAN, TINDAKAN YG. DILAKUKAN, HASIL DAN PENARIKAN KESIMPULAN

5 3.PENEL. DESKRIPTIF RANCANGAN PENELITIAN : MENGGAMBARKAN/ MEMBUAT PENDRAAN SECARA SISTEMATIS, FAKTUAL, DAN AKURAT MENGENAI FAKTA DAN SIFAT-SIFAT POPULASI ATAU DAERAH TERTENTU PENDAHULUAN DARI PENELITIAN EKSPERIMENTAL ATAU ANALITIK DESKRIPTIF DILAKUKAN KARENA TIMBULNYA PERTANYAAN BERKAITAN DENGAN MASALAH EPIDEMIOLOGIS: BESARNYA MASALAH, LUASNYA MASALAH, PENTINGNYA MASALAH MELIPUTI ; SIAPA, BILAMANA, DI MANA, BERAPA BANYAK, BAGAIMANA SEBARANNYA DAN BAG. CIRI-CIRI ORANG YG. MENDERITA PENELITIAN DESKRIPTIF BERDASAR VARIABEL: ORANG: UMUR,JENIS KELAMIN, SUKU BANGSA, PENDIDIKAN, PERKAWINAN, TEMPAT : KOTA, DESA, TRANSM,PEG.,KESUBURAN DAN PERBATASAN WAKTU: SEKULER(10 TH),SIKLIK (2-3 TH) DAN VAR. MUSIM

6 GUNA: 1. MENYUSUN PERENCANAAN PELAYANAN KESEHATAN MASY. 2. EVALUASI PROGRAM PELY. KES 3. USULAN PENELITIAN LANJUTAN 4. MEMBANDINGKAN PREVALENSI PENY. TTT ANTAR DAERAH KEUNTUNGAN: RELATIF MURAH, TDK. BUTUH KLMP. KONTROL, DIPEROLEH BANYAK INFORMASI DAN PERLU PENEL. LANJUTAN ATAU TIDAK KERUGIAN: PENGAMATAN HANYA SATU KALI  PERUB. TDK. DIKETAHUI DENGAN BERJALANNYA WAKTU, TIDAK DAPAT MENENTUKAN SEBAB – AKIBAT PROTOKOL PENELITIAN: 1. MERUMUSKAN PERTANYAAN PENELITIAN 2. TUJUAN DAN DEFINISI OPERASIONAL

7 3. POPULASI STUDI DAN SUBYEK STUDI 4. CARA PENGAMBILAN SAMPEL 5. TENTUKAN VARIABEL YG. DITELITI 6. PENGUMPULAN DATA 7. PENGOLAHAN DATA 8. PENYAJIAN DATA 9. ANALISIS DATA, PENARIKAN KESIMPULAN DAN PENULISAN LAPORAN 1. PERTANYAAN PENELITIAN a. APAKAH TEKANAN DARAH MENINGKAT DENGAN BERTAMBAHNYA UMUR b. BERAPA BESAR PENGGUNAAN ORALIT O/ MASY. U/ MENGATASI DEHIDRASI PADA PENDERITA DIARE c. APAKAH ADA HUBUNGAN PARITAS DENGAN PRE- EKLAMSI

8 2. TUJUAN: BERTUJUAN MENCARI PREVALENSI PENYAKIT A/ FENOMENA LAIN PADA DAERAH A/ INSTITUSI DAN MENDESKRIPSIKAN SUBYEK STUDI BERDASAR VARIABEL “ORANG, “WAKTU” DAN “TEMPAT”,MENEMUKAN HUBUNGAN ANTARA DUA VARUABEL U/ PENELITIAN LEBIH LANJUT CONTOH: 1.MENGET. HUB. ANEMIA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BBL 2.MENGET. PENGETAHUAN IBU TTG.ASI EKSKLUSIF 3.MENGET. HUB. PARITAS DENGAN PREKLAMSI 4.DST.  PERTANYAAN TUJUAN UMUM: MENJAWAB PERTANYAAN PENELITIAN TUJUAN KHUSUS: KEGIATAN U/ MENCAP. TUJUAN UMUM  AKTIF

9 POPULASI STUDI DAN SUBYEK STUDI POPULASI STUDI BERUPA : MASYARAKAT DI SUATU DAERAH, INSTITUSI, SEKOLAH ATAU RUMAH SAKIT POPULASI MERUPAKAN SUBYEK STUDI YAITU INDIVIDU YG. AKAN DIUKUR CIRI-CIRINYA SESUAI TUJUAN PENELITIAN VARIABEL ORANG SEBAGAI SUBYEK PENELITIAN : UMUR, JK.,PENDDK.,PEK., STAUS PERKAWINAN SBG. VAR. UTAMA MAKA DITENTUKAN TENTUKAN : SBG. VAR. UTAMA MAKA DITENTUKAN TENTUKAN : * UMUR TEPAT, APAKAH PENGAKUAN RESPONDEN DAN BATASNYA BAG. STATUS PERKAWINAN : PERNAH MENIKAH, SEJAK KAPAN STATUS PERKAWINAN : PERNAH MENIKAH, SEJAK KAPAN PEKERJAAN : BEKERJA /TIDAK BEKERJA PEKERJAAN : BEKERJA /TIDAK BEKERJA PARITAS : PRIMI, MULTI DAN GRANDE PARITAS : PRIMI, MULTI DAN GRANDE

10 CARA PENGAMBILAN SAMPEL PENGAMBILAN SAMPEL SECARA RANDOM : ACAK SEDERHANA, ATAU SAMPEL SISTEMIK PENGAMBILAN SAMPEL ACAK SEDERHANA(SIMPLE RANDOM SAMPLING) SETIAP INDIVIDU MEMPUNYAI KESEMPATAN YG. SAMA U/ DIAMBIL SBG. SAMPEL CARA: 1. DIBUAT DAFTAR SEMUA SAMPEL DAN DIBERI NO. URUT 2. BUAT KERTAS NO. URUT DENGAN WARNA SAMA MASUKKAN KALENG, DIADUK 3. KELUARKAN/AMBIL SESUAI DENGAN JUMLAH YG. DIINGINKAN LALU COCOKKAN DGN. DAFTAR  RESPONDEN

11 PENGAMBILAN SAMPEL ACAK SISTEMATIK(SYSTEMATIC SAMPLING) TIDAK SEMUA MENDAPAT KESEMPATAN SBG. SAMPAEL KARENA ADA INTERVAL = N/n CARANYA: 1.BESAR SAMPEL 100 DARI 1000 POPULASI  1000:100 = 10 PENGAMBILAN SAMEL PERTAMA ADA PADA. NO. 1 – MISAL KELUAR NO. 2 MAKA SAMPEL BERIKUTNYA ADL. NO.12, 22, 32 SAMPAI SEJUMLAH 100 UNIT ATAU 30% DARI 2000 = 30/100 X 2000 = 600  2000/600 = 10/3 MAKA CARA PENGAMBILAN SAMPEL PERTANA ADL. N0.3, 6, 9 DAN KEDUA 13, 16, 19 DST. SAMPAI 600

12 PENGAMBILAN SAMPEL TANPA ACAK DILAKUKAN PADA SAMPEL KECIL PADA POPULASI BESAR, SEHINGGA DENGAN CARA APAPUN TDK. DPT. MENGGAMBARKAN POPULASINYA MACAMNYA 1.PENGAMBILAN SAMPEL SEADANYA (ACCIDENTAL SAMPLING) 2.PENGAMBILAN SAMPEL BERJATAH(QUOTA SAMPLING) 3.PENGAMBILAN SAMPEL DG. PERTIMBANGAN(PURPOSIVE SAMPLING) 1.ACCIDENTAL SAMPLING: PENELITI MENGAMBIL SAMPEL SESUAI DENGAN YG. DIINGINKAN DLM TUJUAN PENELITIA DAN UNTUK MENGETAHUI OPINI MASYARAKAT. MAKA PENELITI DATANG KE TEMPAT TTT SETIAP YG DATANG SESUAI KRITERIA DIAMBIL DENGAN JUMLAH SESUI YG. DIPERLUKAN PENELITI

13 2. QUOTA SAMPLING JUMLAH DAN KRITERIA SESUI DENGAN YG. DITENTUKAN PENELITI CONTOH: JUMLAH 100 ORANG KRITERIA 50 ORANG LAKI, 50 OANG WANITA YG. BERUMUR 20 – 30 TH, SIAPA YG. DITELITI TERGANTUNG PENELITI 3. PURPOSIVE SAMPLING PENGAMBILAN SAMPEL BERDASARKAN PERTIMBANGAN, BILA CARA PENGAMBILAN SAMPEL DILAKUKAN SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA KEWAKILANNYA DITENTUKAN O/ PENELITI BERDARKAN PERTIMBANGAN ORANG YG. BERPENGALAMAN. 4. CONSECUTIVE  BERDASARKAN WAKTU YAITU PEREODE TERTENTU YG. MEMENUHI KRITERIA STUDI PERKIRAAN BESAR SAMPEL SETELAH CARA PENGAMBILAN SAMPEL DITENTUKAN, SELANJUTNYA TENTUKAN PERKIRAAN BESAR SAMPEL DERAJAT KEPERCAYAAN 90%, 95% DAN 99%

14 PERKIRAAN BESAR SAMPEL MENURUT SNEDECOR DAN COCHRAN: Z α 2 p.q Rumus : n = d n = (4 x 0,5 x 0,5) = 100 0,01 n = besar sampel p= PROORSI VARIABEL YG. DIKEHENDAKI q= 1 – p Z α = SIMPANGAN RATA-RATA DISTRIBUSI NORMAL STANDAR PD. DERAJAT KEMAKNAAN α d= KESALAHAN SAMPLING YG. DAPAT DITOLERANSI (5%, 10%) 0,05 = 1,96 = ,01 = 2,58 = 2,32

15 KOREKSI UNTUK POPULASI TERBATAS < n RUMUS : n k 1 + n/N n k = Besarnya sampel setelah dikoreksi n = besar sampel sebelum dikoreksi N = besar populasi Bila proporsi sampel tidak diketahui maka diambil proporsi terbesar,yaitu p = 0.5 dan q = 0,5 pd. Derajat kepercayaan 95% dan selisih antara sampel dan populasi 10 %, n = 1/ d 2, d = 5% maka n = 1/ 0,0025 = 400  400 n k = =

16 BESAR SAMPEL UNTUK TABEL SILANG 1.UNTUK PERHITUNGAN PERSENTASE, BESAR SAMPEL MINIMAL DIBUTUHKAN DAPAT DIHITUNG DENGAN MEMBAGI 50 DENGAN PROPORSI TERKECIL DLM. KATEGORI VARIABEL INDEPENDEN. JUMLAH KASUS KURANG DARI 50 DK. RELIABEL DAN KESIMPULAN YG. DITARIK BIAS. RUMUS : N = 50/ p RUMUS : N = 50/ p 2. JUMLAH KASUS DALAM SATU SEL PADA TABEL SILANG DIHARAPKAN TIDAK LEBIH KECIL DARI 5, MAKA BESAR SAMPEL DIHITUNG DENGAN MEMBAGI 5 DENGAN PERKALIAN ANTARA PROPORSI TERKECIL VAR. INDEPENDEN DENGAN V. DEPENDEN CONTOH : PENDIDIKAN( 5%) DENGAN PEMAKAIN KONTRASEPSI(12%) 5 n = = 833 n = = 833 0,05 x 0,12 0,05 x 0,12

17 MENENTUKAN VARIBEL YG. AKAN DITELITI VARIABEL APA YG. AKAN DITELITI  DIDEFINISI OPERASIONALKAN CARA PENGUMPULAN DATA : PRIMER : MEDIKWAWANCARA  DAFTAR PERTANYAAN ATAU SEKUNDER DENGAN REKAM MEDIKWAWANCARA  DAFTAR PERTANYAAN SEKUNDER DENGAN REKAM MEDIKWAWANCARA  DAFTAR PERTANYAAN KETENTUAN MEMBUAT6 PERTANYAAN: 1. PERTANYAAN SINGKAT, JELAS DAN SEDERHANA 2. JANGAN MEMBINGUNGKAN 3. JANGAN MENYINGGUNG PERASAAN RESPONDEN 4. JANGAN MENJURUS HINGGA JAWABAN MUDAH DITEBAK 5. USAHAKAN MINIMAL JAWABAN MENGINGAT 6. USAHAKAN JANGAN RESPONDEN MENGHITUNG

18 PENGUMPULAN DATA PENGUMPULAN DATA DILAKUKAN DENGAN WAWANCARA ATAU ANGKET WAWANCARA : DAPAT DIKUMPULKAN DATA TENTANG FAKTA ( UMUR, PENDDK. PEKERJAAN, PENYAKIT DLL), SIKAP, PENDAPAT DAN PENGALAMAN JAWABAN DIISI O/ PEWAWANCARA ANGKET: PERTANYAAN DIAJUKAN SECARA TERTULIS DAN JAWABAN DIISI O/ RESPONDEN PENGOLAHAN DATA PENGOLAHAN DATA DENGAN PROGRAM KOMPUTER ATAU MANUAL PENYAJIAN DATA PENYAJIAN DATA DISAJIKAN DLM. BENTUK TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI, TABEL SILANG DAN BERBAGAI GRAFIK

19 ANALISIS DATA PADA PENELITIAN DESKRIPTIF DILAKUKAN ANALISIS BERDASAR DATA YG. DIPEROLEH DENGAN PERHITUNGAN STATISTIK SEDERHANA SEPERTI : RASIO, PERSENTASE, PROPORSI, RATA-RATA, SIMPANGAN BAKU, KOEFISIEN KORELASI ATAU PENGUKURAN RISIKO RELATIF SESUAI DENGAN SKALA UKURAN DATA DATA NOMINAL : FREKUENSI, PROPORSI, PERSENTASE, DAN RATA-RATA U/ STATISTIK DENGAN CHI-KUADRAT ATAU FISHER PROBABILITY EXACT TEST SKALA ORDINAL  WICOXON RANK SUM TEST ATAU MANN – WHITNEY U TEST DATA INTERVAL  UJI t, ANOVA DAN ANALISIS MULTIVARIAN

20 SKALA UKURAN NOMINAL, DATA KATEGORI : JAWABAN : “YA” DAN “ TIDAK, “BENAR”, “SALAH”, LAKI – PEREMPUAN SKALA ORDINAL: KATEGORI DAN BERJENJANG. MIS: PENDIDIKAN, PREVALENSI SKALA INTERVAL: BEDA, BERJENJANG DAN JARAK BEDA SAMA DAPAT DINYATAKAN SECARA KUANTITATIF MIS: SUHU TUBUH SKALA RASIO: BEDA, BERJENJANG ADA JARAK MEMPUNYAI TITIK NOL ABOSOLUT MIS: BERAT BADAN, UMUR

21 ANALISIS PERSENTASE ANALISIS PERSENTASE PERHITUNGAN PERSEN UNTUK TABEL SILANG ASUMSI SEBAB-AKIBAT  PERHITUNGAN PERSENTASI SEBAIKNYA SEARAH DENGAN VARIABEL BEBAS BILA MENGINTERPRETASIKAN ADA ATAU TIDAK ADANYA HUBUNGAN ANTARA VARIABEL BEBAS DENGAN TERGANTUNG ADALAH DENGAN MEMBANDINGKAN ANGKA – ANGKA PERSEN DALAM SEL – SEL YG. BERSANGKUTAN SEARAH DENGAN VARIABEL TERGANTUNG VARIABEL BEBAS VARIABEL BEBAS VAR. TERGANTUNG ARAH MEMPERBANDING KAN ANGKA % DLM SEL KAN ANGKA % DLM SEL ARAH PERHIT. % ARAH PERHIT. %

22 TABEL: DISTRIBUSI PENYAKIT KANKER PARU BERDASAR KEBIASAAN MEROKOK PENY. KANKER PARU KEBIASAN MEROKOKJUMLAH TIDAKYA TIDAK46(60%)58(46,8%)104(52%) ADA30(40%)66(53,2%)96(48%) JUMLAH 76(100%)124(100%)200(100%)

23 MEROKOK SBG. VAR. BEBAS DAN KANKER PARU SBG. VAR. TERGANTUNG. SESUAI KETENTUAN MAKA PERHITUNGAN PERSENTASE SEARAH DENGAN VAR. BEBAS YAITU MEROKOK. KARENA VAR. BEBAS PADA KOLOM MAKA PENJUMLAHAN SERATUS PERSEN KEARAH KOLOM INTERPRETASI : MEMBANDINGKAN ANGKA – ANGKA PERSEN SEARAH DG. VAR. TERGANTUNG TERLIHAT TIDAK TERKENA KANKER DAN TIDAK MEROKOK 60% LEBIH BANYAK DARI PADA MEREKA YG. MEROKOK, SEDANGKAN YG. TERKENA KANKER PARU DAN TIDAK MEROKOK (40%) LEBIH SEDIKIT DARI PADA YG. MEROKOK(53,2%) SEMENTARA BILA DILIHAT ADANYA PENYAKIT KANKER PARU, TERLIHAT YG. TERKENA KANKER PARU LEBIH BANYAK PADA MEREKA YG. MEROKOK(53,2%) DIBANDING MEREKA YG. TDK. MEROKOK(40%) DARI ANALISIS DPT DISIMPULKAN KEBANYAKAN YG. TDK. TERKENA KANKER PARU ADALAH MEREKA YG. TDK. MEROKOK

24 ATAU ADA HUBUNGAN ANTARA MEROKOK DENGAN TERJADINYA PENYAKIT KANKER PARU ATAU BAHWA MEROKOK AKAN MEMBUAT ORANG CENDERUNG MENDERITA PENYAKIT KANKER PARU ATAU MEROKOK MEMPUNYAI PENGARUH TERHADAP TERJADINYA PENYAKIT KANKER PARU Apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan alat kontrasepsi yg. Dipakai. Persentasi baris digunakan apabila ingin menganalisis mengenai kolom Tabel: distribusi alat kontrasepsi yg. Dipakai : Alat kontra Tingkst pendidikanjumlah RendahMeneng.Tinggi Pil15(50%)10(33,3%)5(16,7%)30(100%) Suntikan9(11,25%)13(43,3%)3(12,3%)25(100%) Kondom6(24%)7(28%)12(48%)25(100%) Jumlah30(37,5%) 20(25%)80(100%)

25 PENDIDIKAN RENDAH PALING BANYAK MENGGUNAKAN PIL KB (50%) DIBANDINGKAN YG. MENGGUNAKAN SUNTIKAN DAN KONDOM SEDANG YG. PENDIDIKAN MENENGAH KEBANYAKAN MEMILIH SUNTIKAN (43,3%) DIBANDING YG. MENGGUNAKAN PIL ATAU KONDOM SEDANGKAN YG. BERPENDIDIKAN TINGGI PERSENTASE YG. BANYAK MENGGUNAKAN KONDOM DIBANDINGKAN PIL KB DAN SUNTIKAN. DARI ANALISIS PERSENTASE DAPAT DISIMPULKAN BAHWA PENDIDIKAN MEMPENGARUHI PILIHAN MEREKA DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI

26 Tabel: distribusi alat kontrasepsi yg. Dipakai Alat kontraTingkst pendidikanjumlah RendahMeneng.Tinggi Pil15(50%)10(33,3%)5(25%)30(37,5%) Suntikan9(30%)13(43,3%)3(15%)25(31,3%) Kondom6(20%)7(23,4%)12(60%)25(31,3%) Jumlah30( 100%) 20(100%)80(100%)

27 PERSENTASE MENURUT KOLOM DIGUNAKAN U/ MENGANALISI VARIABEL BARIS YAITU TENTANG ALAT KONTRASEPSI.DARI TABEL DAPAT DIANALISI BAHWA PIL BANYAK DIPILIH O/ MEREKA YG. BERPENDIDIKAN RENDAH, SUNTIKAN BANYAK DIPILIH O/ MEREKA DENGAN PENDIDIKAN MENENGAH DAN KONDOM BANYAK DIPILIH O/ MEREKA YG. BERPENDIDIKAN TINGGI. KESIMPULAN : BAHWA PEMILIHAN ALAT KONTRA SEPSI BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN ANALISIS RESIKO RELATIF (RELATIVE RISK) TABEL SILANG DAPAT JUGA U/ MERAMALKAN(PREDIKSI) YAITU BERAPA KALI LIPAT TERJADINYA SESUATU ANTARA KELOMPOK YG. MEMILIKI KARAKTERISTIK TERTENTU DIBANDING DG. KLMP. YG. TIDAK MEMLIKI KARAKTERISTIK TERSEBUT

28 TABEL SILANG UNTUK MENGHITUNG BESAR RESIKO RELATIF RESIKO RELATIF ADALAH PERBANDINGAN ATAU RASIO ANTARA PROPORSI YG. MEMPUNYAI RESIKO (a/a+c) DENGAN PROPORSI (b/b+c) a b RR = : a + c b + c RESIKO TTTKARAKTERISTIK TERTENTUJUMLAH ADATIDAK ADA ADAABA + B TIDAK ADACDC + D JUMLAHA + CB + CA + B + C + D

29 TABEL : DISTRIBUSI PENDERITA CAMPAK BERDASAR PEMBERIAN VAKSIN CAMPAK VARIABEL YG. AKAN DIANALISIS ADALAH VAR. TERGANTUNG: YG. MENDERITA CAMPAK LEBIH BANYAK PADA MEREKA YG. TDK. VAKSINASI CAMPAK 80%ATAU PERSENTASI LEBIH TINGGI MEREKA YG. TIDAK TERKENA CAMPAK PADA MEREKA YG. DIBERI IMUNISASI CAMPAK 83,3% MENDERITA CAMPAK PEMBERIAN VAKSIN CAMPAKJUMLAH TIDAKYA 60(80%)10(51,8%)70(51,8%) TIDAK 15(20%)50(83,3%)65(48,2%) 75(100%)60(100%)135(100%)

30 KARENA TERBUKTI ADA HUBUNGAN MAKA DPT. DILAKUKAN PERAMALAN PROPORSI PENDERITA CAMPAK DIANTARA MEREKA YG. TDK.IMUNISASI DAN TIDAK ADALAH 60 : 75 (80%)SEDANG PROPORSI YG. MENDERITA CAMPAK DIANTARA YG. MENDAPAT IMUNISASI : 10 : 60 (16,7%) DARI KEDUA PROPORSI DAPAT DIHITUNG RR = 60/70 : 10/60 = 5,4 ATAU 80% : 16,7% = 5,4 ARTINYA BAHWA PENDUDUK YG. TIDAK DIVAKSINASI CAMPAK MEMPUNYAI RESIKO MENDERITA CAMPAK SEKITAR 5,4 KALI LIPAT DIBANDING DG. PENDUDUK YG. DIVAKSINASI


Download ppt "METODE PENELITIAN TUJUAN : EKSLORASI, DESKRIPTIF, ANALITIK DAN EKSPERIMENTAL PENDEKATAN : POTONG LINTANG (CROSS SECTION) LONGITUDINAL LONGITUDINAL KETERLIBATAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google