Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

HAMBATAN SEMANTIK Komunikasi antar budaya. Semantic noise Ilustrasi: Ada Supir truk (sunda) dan kernet (jawa) sedang menempuh perjalanan dari Jakarta.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "HAMBATAN SEMANTIK Komunikasi antar budaya. Semantic noise Ilustrasi: Ada Supir truk (sunda) dan kernet (jawa) sedang menempuh perjalanan dari Jakarta."— Transcript presentasi:

1 HAMBATAN SEMANTIK Komunikasi antar budaya

2 Semantic noise Ilustrasi: Ada Supir truk (sunda) dan kernet (jawa) sedang menempuh perjalanan dari Jakarta ke Yogya, ditengah jalan ban roda belakang truknya kempes, berhentilah dipinggir jalan, dan turunlah keduanya, supir sudah masuk ke kolong truk dan menyuruh kernet nya “ woii.. cokot tuh dongkrak”… “atos pak”.. Amplop: Kita harus memberi amplop kepada pejabat agar urusan selalu beres Seorang sekretaris memberikan amplop berlogo perusahaan kepada direkturnya untuk keperluan surat menyurat IND. COMM. SYSTEM ANDRE IKHSANO.M.Si

3 Bisa, bisa = dapat & bisa ular Amis, (sunda) manis, ind (bau amis) Honda, di padang, banda aceh dan Flores.. Semua sepeda motor adalah honda, walaupun merknya Yamaha, Vespa “Saya punya Honda Merk Yamaha RX King” Oranges, (bule) = jeruk karena memang warnanya oranges (ind). Menyebut jeruk oranges juga walaupun warnanya hijau dan ada jg kuning IND. COMM. SYSTEM ANDRE IKHSANO.M.Si

4 “Kiri”, biasa diucapkan di Jkt, Bdg ketika kita memberhentikan bis/angkot, Di Denpasar & Palembang “Stop”, di lhok somawe “Pinggir”, di bengkulu “Minggir”, di Padang “Siko Cie” (Sini Satu).. Walaupun yang turun lebih dari satu orang… Di Yogyakarta, biji nangka rebus: ”beton” Singkong goreng “Balok” “Yuk… kita duduk-duduk di teras sambil menyantap Beton dan Balok” Orang sunda menyebut mati lampu dengan “aliran” Di Bangkinang (Riau), semalam berarti “kemarin” Ind Bagian Timur (Makasar, ambon & Papua) kata matikan menjadi “bunuh” “bunuh tuh lampu di depan”

5 “Batur” (sunda)= teman, (Jawa)=pembantu “Bagong” (sunda) babi, (Jawa) nama kesayangan “Cokor” (bali) kaki-halus, sedangakan di sunda= kali-sangat kasar, digunakan untuk hewan “Cicing” (sunda) = diam, (bali) anjing “kete’” (minang) = kecil, “ketek” (Jawa) monyet: Dia hanya anak kete’ “getek” (sunda) = gatal, (jambi) genit “gelo” (sunda) = gila, (manggarai) jernih “Pepe” (halmahera) = paman, (menado) alat kelamin perempuan IND. COMM. SYSTEM ANDRE IKHSANO.M.Si

6 Lelaki Padang menikah dengan wanita Jawa dalam perjalanan bulan madu (memakai kendaraan), setelah beberapa jam, si wanita bertanya “mas capek?” si Pria langsung menggas mobilnya (mempercepat ), lalu si wanita bertanya lagi “mas, capek? Kembali si pria menggas lagi.. Merasa dicuekin, si wanita bertanya lagi “mas capek”? Di pria akhirnya marah ”ini sudah capek, sudah 150km, mau mati apa? Di Langoan (menado), kata “Kue” berarti “hubungan suami istri” “saya ingin kue” IND. COMM. SYSTEM ANDRE IKHSANO.M.Si

7


Download ppt "HAMBATAN SEMANTIK Komunikasi antar budaya. Semantic noise Ilustrasi: Ada Supir truk (sunda) dan kernet (jawa) sedang menempuh perjalanan dari Jakarta."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google