Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PETEMUAN SAUDAGAR BUGIS-MAKASSAR (PSBM) XII

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PETEMUAN SAUDAGAR BUGIS-MAKASSAR (PSBM) XII"— Transcript presentasi:

1 PETEMUAN SAUDAGAR BUGIS-MAKASSAR (PSBM) XII
Pentingnya Merevitalisasi Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Mencari Solusi Anarkisme Pelajar dan Mahasiswa Sulawesi Selatan Prof. Dr. Mansyur Ramly Kepala balitbang Kemdiknas WISMA KALLA MAKASSAR, SEPTEMBER 2010

2 Anarkisme Pelajar dan Mahasiswa
Apakah ada pergeseran nilai…….? Memperjuangkan aspirasi dari cara-cara terpelajar menjadi anarkis…………………..?

3 Studi Balitbang & Fakultas Psikologi UI tentang anarkisme Mahasiswa di Makassar
Tujuan : Mengatahui masalah tawuran dan kekerasan kelompok lainnya yang dilakukan oleh Mahasiswa di Makassar

4 Bentuk tawuran yang anarkis
Tawuran antar fakultas/kel mahasiswa dlm satu PT; Tawuran antar PT; Tawuran antara Mhs PT dgn kel masyarakat di luar kampus, termasuk aparat keamanan; Penyaluran aspirasi di dalam dan di luar kampus

5 Penyebab anarkis Kontroversi:
Pimpinan & dosen: penyebab anarkis oleh provokasi dan kepentingan di luar kampus; Mahasiswa & alumni: tidak signifikan pengaruh luar kampus, penyebab utama anarkis karena ketidakpuasan kebijakan kampus;

6 Penyebab anarkis Kontroversi:
Pimpinan & dosen: penyebab anarkis oleh provokasi dan kepentingan di luar kampus; Mahasiswa & alumni: tidak signifikan pengaruh luar kampus, penyebab utama anarkis karena ketidakpuasan kebijakan kampus; Tokoh Masyarakat: kebijakan akademik dan sistem pembalajaran yg kurang optimal; Media massa berlebihan memberitakan tawuran dan anarkisme mahasiswa.

7 Pembentukan Perilaku Anarkis
Pewarisan dari senior dan alumni, terutama ketika penerimaan Maba di dlm kampus (Senior turun gunung); Pengkaderan di luar kampus oleh organisasi ekstra atau kelompok kepentingan; Perilaku spontanitas; Kelompok mahasiswa berlatar belakang ekonomi lemah lebih mudah tersulut provokasi utk melakukan anarkis; Perilaku anarkis yg sudah terbentuk sejak dini.

8 SOLUSI (1) Penanaman nilai-nilai akhlak dan kearifan budaya sejak dini; Bangun komunikasi yg intens dan kontinyu antara satuan pendidikan dgn orang tua; Hindarkan peserta didik dari kepentingan di luar satuan pend; Kembangkan kegiatan silaturahim antar peserta didik, dan antara peserta didik dengan kelompok masyarakat lainnya termasuk aparat keamanan;

9 SOLUSI (2) Sistem pembelajaran yang disiplin dan optimal;
Pengembangan bakat dan minat peserta didik; Low enforcement peraturan akademik termasuk peraturan DO; Bangun sistem penyaluran aspirasi yg “lancar”;

10 SOLUSI (3) Larangan peserta didik menginap di sekolah/ kampus karena pd umumnya rencana demonstrasi dan tawuran dirancang di malam hari; juga menimbulkan kecemburuan mahasiswa lainnya Kembangkan academic atmosphere;

11 Merevitalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal
Salah satu penyebab kendornya nilai-2 kearifan lokal di masyarakat adalah punahnya kepemimpinan informal; Desakan dari ‘modernisasi’; Semakin terkikis keakraban terhadap lingkungan ke-’lokal’-an; Pengaruh mobilitas masyarakat yg tinggi.

12 PETUAH-PETUAH BUGIS-MAKASSAR YG PERLU DITANAMKAN
Eppa’i ta solangi wanuae (empat hal yg merusak kampung): Ngowae (keserakahan), akan hilangkan rasa malu; Gau ‘mawatangnge (kekerasan), menghilangkan kasih-sayang di dlm kampung; Cekoe (kecurangan), memutuskan hubungan kekeluargaan; Mabbelle perru’e (tega hati), menjauhkan perbuatan besar dlm kampung.

13 Sipa’emi paompo’i assalengnge (wataklah yang menunjukkan asal-usul):
PETUAH-PETUAH BUGIS-MAKASSAR YG PERLU DITANAMKAN Sipa’emi paompo’i assalengnge (wataklah yang menunjukkan asal-usul):

14 PETUAH-PETUAH BUGIS-MAKASSAR YG PERLU DITANAMKAN
Eppa’i tanranna tauwe namacca (empat ciri orang cerdas): Malempu’I namattette’ (teguh dlm kejujuran); Makurang cai’i (tidak sering marah); Maradde’na rigau’ sitinajae (selalu berbuat patut); Makurang pau’wi ripadanna tau (berbicara yg penting saja thdp sesamanya manusia)

15 PETUAH-PETUAH BUGIS-MAKASSAR YG PERLU DITANAMKAN
Riasengnge macca eppa’i (yg dikategorikan cerdas ada empat ): Naitai riolona gau’e najeppuiwi munrinna (menyelami latar belakang persoalan dan tahu persis akibatnya); Mappasitinajai ada, mappasiratang wenru’ (melayakkan kata dan memantaskan perbuatan); Saroi mase risilasanae pakkutanai alena (merendahkan diri selaras dg harga dirinya); Paodai ada matojo enrengnge ada malemma (dapat mengucapkan kata tegas dan lemah lembut)

16 Selamat Bersilaturahim


Download ppt "PETEMUAN SAUDAGAR BUGIS-MAKASSAR (PSBM) XII"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google