Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

AxelinoHadiSunaryo /XB/06 HadiSantoso /XB/16 Josefa Maria Equita /XB/22 Stefani Zaneta /XB/38.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "AxelinoHadiSunaryo /XB/06 HadiSantoso /XB/16 Josefa Maria Equita /XB/22 Stefani Zaneta /XB/38."— Transcript presentasi:

1 AxelinoHadiSunaryo /XB/06 HadiSantoso /XB/16 Josefa Maria Equita /XB/22 Stefani Zaneta /XB/38

2  Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.

3 Ciri-Ciri Wacana Eksposisi 1. Menjelaskan fakta, proses sesuatu, pendapat, keyakinan dan sebagainya. 2. Memerlukan fakta yang diperkuat dengan angka, data, peta, grafik dan sebagainya untuk memperjelas informasi. 3. Memerlukan analisis (penalaran). 4. Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, penelitian, sikap, dan keyakinan. 5. Menggunakan bahasa yang informatif dengan kata- kata denotatif. 6. Eksposisi panjang mengandung tiga bagian utama yaitu pendahuluan, tubuh (isi) eksposisi, dan penutup (penutup eksposisi berupa penegasan).

4 Pola Pengembangan Eksposisi A. Eksposisi kausalitas B. Eksposisi ilustrasi C. Eksposisi proses D. Eksposisi perbandingan E. Eksposisi pertentangan F. Eksposisi definisi G. Eksposisi analisis H. Eksposisi klasifikasi

5 A. Eksposisi Kausalitas  Paragraf eksposisi sebab-akibat adalah paragraf eksposisi yang menguraikan sesuatu dengan cara dijelaskan dalam bentuk hubungan sebab akibat atau akibat sebab.  Salah satu contohnya adalah: Krisis minyak bumi menambah parahnya inflasi. Dalam waktu singkat harga minyak naik empat kali lipat. Biaya produksi pun naik karena pabrik banyak menggunakan bahan bakar minyak untuk mengoperasikan mesin. Harga barang-barang di pasaran juga menjadi semakin tinggi. Akibatnya, daya beli masyarakat menjadi semakin menurun.

6 B. Eksposisi Ilustrasi Pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan frase penghubung “seperti ilustrasi berikut ini, dapat diilustrasikan seperti, bagaikan.”

7  Contoh: Dalam tubuh manusia terdapat aktivitas seperti pada mesin mobil. Tubuh manusia dapat mengubah energi kimiawi yang terkandung dalam bahan–bahan bakarnya-yakni makanan yang ditelan– menjadi energi panas dan energi mekanis. Nasi yang Anda makan akan dibakar dalam tubuh sebagaimana bensin dibakar dalam silinder mesin mobil. Sebagian dari energi kimiawi yang disediakan oleh nasi itu diubah menjadi energi panas yang membuat tubuh tetap hangat. Sebagian lagi berubah menjadi energi mekanis yang memungkinkan otot-otot dapat memompa darah dalam tubuh atau menggerakkan dada pada waktu bernapas.

8 c. Eksposisi proses Eksposisi yang menunjukan suatu langkah demi Langkah, biasanya dapat dijumpai dalam buku buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu. Conoh: Energen, nutrisi empat sehat lima sempurna dapat disajikan dengan mudah. Tuangkan energen ke dalam gelas. Tambahkan 150 ml air hangat dan aduk hingga merata. Energen hangat siap dihidangkan.

9 D. Eksposisi Perbandingan Dalam hal ini penulis mencoba menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkan satu hal dengan hal lainnya.

10  Contoh: Tinju bukanlah jenis olah raga yang banyak peminatnya. Yang banyak adalah penggemarnya. Berbeda dengan olah raga jalan kaki. Peminatnya banyak, penggemarnya sedikit. Tidak ada orang yang menonton orang lain berjalan kaki.

11 E. Eskposisi Pertentangan Berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Frase penghubung yang biasa digunakan adalah “akan tetapi, meskipun begitu, sebaliknya.”

12  Contoh: Orang yang gemar bersepeda umumnya orang yang suka pada alam. Sebaliknya, orang yang tak pernah bersepeda kebanyakan orang kota yang ke mana-mana terbiasa naik mobil nyaman. Mereka akan menggerutu jika menemui jalan sempit di desa-desa.

13 F. Eskposisi Definisi batasan pengertian sesuatu dengan menfokuskan pada karakteristik sesuatu itu. Contoh:Metonimi merupakan jenis gaya kias yang menggunakan kata-kata untuk pengertian yang lebih luas atau yang lebih sempit dari artinya yang lazim.Kata-kata dengan makna luas atau menyempit digunakan untuk menamai hal-hal atau sesuatu yang dimaksudkan.

14 G. Eskposisi Analisis proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa sub bagian, kemudian masing- masing dikembangkan secara berurutan.

15  Contoh: Berbagai teori dikemukakan untuk mencari latar belakang kematian Merilyn Monroe. Ada yang berpendapat dia diancam oleh mafia. Seorang detektif memperkirakan, Merilyn pernah berhubungan dengan J.F. Kennedy. Dia dibunuh untuk menutupi kejadian yang dapat merusak nama baik tokoh penting AS tersebut. …

16 H. Eskposisi Klasifikasi membagi sesuatu dan mengelompokkan ke dalam kategori-kategori. Contoh: Sistem penamaan jenis-jenis kritik sastra bervariasi, bergantung pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan moral menekankan pertalian karya sastra dengan wawasan moral dan agama. Pendekatan historis, bekerja atas dasar lingkungan karya sastra berkaitan dengan fakta-fakta dari zaman dan hidup pengarang. Pendekatan impresionistik, yang menjadi ciri khas aliran sastra romantik, menekankan efek personil karya sastra pada kritikusnya.

17 Langkah-langkah Menulis Eksposisi 1. Menetapkan tema tulisan  Menetapkan tulisansangat penting agar kita tidak terlalu sulit dalam menulis sehingga tulisan tidak menjadi dangkal. Tema yang diuraikan juga jangan terlalu luas. 2. Menentukan tujuan tulisan  Tujuan tulisan ditetapkan agar pokok persoalan yang kita tulis mudah dipahami pembaca.

18 Langkah-langkah Menulis Eksposisi 3. Mengumpulkan bahan tulisan  Bahan tulisan eksposisi dapat diperoleh melalui berbagai sumber, misalnya sumber tertulis, wawancara dengan nara sumber, pengamatan langsung terhadap suatu objek, angket yang kitasebarkan kepada masyarakat, dsb. 4. Membuat kerangka tulisan  Kerangka tulisan kita buat berdasarkan bahan-bahan yang telah diperoleh.

19 Langkah-langkah Menulis Eksposisi 5. Mengembangkan tulisan  Kerangka karangan yang telah kita susun kemudian kita kembangkan.  Kembangkan kerangka karangan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta perhatikan pula kohesi dan koherensi kalimat.  Jangan lupa berikan judul yang menarik dan sesuai dengan tema tulisan serta tuliskan judul dengan baik dan benar.

20 DaftarPustaka  Sumber dari: Asrom dkk Dari Narasi hingga Argumentasi. Jakarta: Erlangga. Keraf, Gorys Eksposisi Komposisi Lanjutan II. Jakarta: PT Grasindo. Soedjitodan Mansur Hasan Keterampilan Menulis Paragraf. Bandung: CV Remaja Karya. Yulianto, Sarno dkk Kompeten Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA Kelas X. Surakarta: Widya Duta.


Download ppt "AxelinoHadiSunaryo /XB/06 HadiSantoso /XB/16 Josefa Maria Equita /XB/22 Stefani Zaneta /XB/38."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google