Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENDIDIKAN POLITIK PENDIDIKAN POLITIK; DALAM SUATU PERDEBATAN LANDASAN MORAL POLITIK DAN PENDIDIKAN POLITIK PENGAJARAN, PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN LIBERAL.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENDIDIKAN POLITIK PENDIDIKAN POLITIK; DALAM SUATU PERDEBATAN LANDASAN MORAL POLITIK DAN PENDIDIKAN POLITIK PENGAJARAN, PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN LIBERAL."— Transcript presentasi:

1 PENDIDIKAN POLITIK PENDIDIKAN POLITIK; DALAM SUATU PERDEBATAN LANDASAN MORAL POLITIK DAN PENDIDIKAN POLITIK PENGAJARAN, PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN LIBERAL

2 Pengantar Mr. Robert Dunn MP. Beliau mempertegas penempatan pendidikan politik dalam suatu kurikulum yang valid, yang dapat dituangkan baik secara langsung atapun secara terpisah / diselipkan dalam mata pelajaran lain. Pendidikan Politik tersebut merupakan prasyarat bagi masyarakat dewasa agar menjadi warga negara yang melek politik, tahu hak dan kewajibannya, mengetahui informasi jalannya pemerintahan, memahami prosedur pengambilan keputusan ataupun prosedur demokrasi, mengetahui peraturan perundang ~ undangan, serta kemampuan berpolitik lainnya.

3 Pengantar (lanjutan) Betapa pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda yang ada di Inggris, sehingga pada akhirnya pendidikan politik dimasukkan dalam kurikulum formal mulai pendidikan dasar, menengah, atas dan perguruan tinggi. Guna mendukung kepentingan tersebut menurut hasil sebuah survey disimpulkan bahwa semua guru harus memiliki kemampuan penguasaan pengetahuan pendidikan politik dan memahami berbagai dimensi, fenomena politik sebab ternyata di kelas / di lapangan banyak sekali hal ~ hal yang harus direkomendasikan.

4 BAB I PENDIDIKAN POLITIK; DALAM SUATU PERDEBATAN

5 1.Pendapat Plato tentang keterkaitan antara pendidikan dengan struktur politik Plato dalam bukunya “Republik” merancang suatu sistem pendidikan yang bukan hanya menghasilkan suatu pandangan yang benar dan pemikiran yang tepat mengenai para pemimpin dimasa datang, tetapi juga bagi orang yang tidak dipersipkan untuk menjadi pemimpin. Sistem pendidikan Plato ini dirancang untuk mendukung dan memperbaiki tatanan masyarakat, tetapi ciri politisnya bagi kurikulum klerkisme tidak terlihat (hidden curriculum)

6 2.Pendapat R.S. Peters mengenai system pendidikan Semua sistem pendidikan memiliki suatu ciri politis tertentu, yaitu bahwa sistem-sistem tersebut dirancang untuk membimbing anak- anak kepada cara tradisional dalam mengerjakan segala kegiatannya, sehingga pendidikan harus konservatif dan mendukung status quo Pendidikan juga menuntun orang untuk dapat memandang dunia dengan suatu cara mutakhi yang mengajarkan mana yang baik dan buruk juga benar dan salah yang kita sebut dengan normatif. Pendidikan tersebut memberi mereka suatu kerangka interpretative yang memungkinkan mereka untuk dapat memahami dunia, membuat penilaian tentang hal tersebut, dan memenuhinya dengan inovasi.

7 3.Perkembangan pendidikan di Inggris Perkembangan dari pendidikan yang dilaksanakan secara universal pada abad 19 terjadi di Inggris bukan hanya karena adanya pemikiran bahwa ketidakacuhan dan buta huruf tidak baik untuk mereka, melainkan juga karena adanya beberapa alasan politis. Dengan berjalannya waktu dan meningkatnya persaingan dibidang ekonomi dan industri, dengan berkembangnya perindustrian dan kekuatan- kekuatan yang lain, telah menjadi alasan untuk menciptakan suatu ide masyarakat yang lebih berpendidikan. Contohnya pada tahun 1868, Thomas Huxley, berkata kepada mahasiswa Akdemi keterampilan di London Selatan bahwa ada tiga hal yang mempengaruhi pendidikan yaitu : para politisi yang meningkatkan keahlian pendidiknnya, pabrik- pabrik menginginkan tangan-tangan yang lebih terampil dan efisien, para karyawan berkeinginan untuk meluruskan kembali segala penyimpangan dan ketidakjujuran.

8 Lanjutan Pendidikan merupakan suatu alat kontrol sosial.Pendidikan mengajarkan rasa hormat yang lebih baik kepada orang lain dan rasa penerimaan terhadap kekuasaan, dan tercipta suatu masyarakat yang terbiasa hidup disiplin. Pemberantasan buta huruf dan usaha untuk memperkuat dasar perekonomian sehingga Inggris dapat bersaing secara efektif dengan para pesaingnya telah membuka kebijakan pemerintah yang terbuka dan dengan demikian dapat dibicarakan secara luas dalam pengkembangan kurikulum.

9 Lanjutan Figur pendidikan yang lebih penting diakhir abad 19 dan awal abad 20 adalah perkembangan dari pendidikan liberal di sekolah umum maupun kejuruan di universitas. Suatu karakter dari pendidikan liberal adalah kemampuannya untuk mengajarkan murid-murid memiliki disiplin akademis atau beragam pengalaman dimana mereka diajarkan untuk mencintai sesuatu yang layak, memiliki alasan yang jelas, memberikan alsan yang yang baik tentang sesuatu, serta yang paling utama mencintai kebenaran. Dalam tradisi pendidikan liberal yang hebat ini, ilmu politik menjadi tidak relevan, dengan kata lain menjadi sesuatu yang tabu seperti halnya seks.

10 Argumen yang mendukung Pendidikan Politik 1. Nicholas Heines Haines sedang menunjukkan bahwa adanya pengkhususan pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi telah membuat orang menjadi kurang kompeten dan kurang memahami hal-hal lain di luar spesialisasinya. Dengan kata lain spesialisasi ini tidak memperluas cakrawala mereka, melainkan telah membatasi mereka sehingga mereka tidak memiliki keinginan untuk berpartisipasi atau menunjukan ketertarikan terhadap kegiatan-kegiatan politik. Tujuan dari pendidikan politik seharusnya dapat membuat para professional tertarik pada bidang politik dan dapat mengarahkan mereka kepada rasa tanggung jawab politik, sejalan dengan hal tersebut mengupayakan agar dapat memberi mereka pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan tanggung jawab-tanggung jawab tersebut.

11 2. DenisHeater Ia menekankan bahwa sangat logis bila warga negara dalam demokrasi memiliki pengetahuan politik, maksudnya para orang dewasa harus sanggup memetakan demokrasi, membuat pilihan yang beralasan dalam memilih calon-calon dan partai-partai dalam pemilihan umum, dan seharusnya siap untuk ambil bagian dalam kegiatan politik yang mengakar. Maka, argumennya adalah logis bila pemerintahan yang representative membutuhkan pendidikan politik, karena apabila seseorang menginginkan akhir suatu keadaan, maka orang tersebut harus mencari cara untuk menuju ke akhir tersebut

12 3. Robert Stradling Robert Stradling memberikan bukti-bukti yang memperlihatkan ketidaktahuan para lulusan sekolah terhadap politik. Adanya paradoks tentang demokrasi 80 ~ 90 % warga sekolah dan masa depan hanya sedikit yang mengetahui tentang politik daerah dan nasionalnya Para pendidik berharap bahwa anak ~ anak usia 16 tahun akan mengetahui literatur, sejarah atau hal lainnya yang juga berhubungan dengan kebijakan dan tindakan politik pemerintahan

13 4. Robert Dunn Pendidikan politik itu memiliki tempat yang sah dalam kurikulum sekolah karena pengertahuan politik merupakan salah satu prasyarat mutlak untuk menjadi warga negara yang dewasa.

14 5. Kaum Buruh Pendidikan politik itu sendiri sudah terlihat ketika kaum buruh mengadakan gerakan sebagai kendaraan untuk perubahan

15 6. Ridley Pengetahuan itu adalah kekuatan yang dapat membawa pada demokratisasi masyarakat, tetapi pendektan pendidikan politik yang tradisional sudah tidak relevan lagi di dalam kepentingan pendidikan politik, maka tujuannya harus praktis, difokuskan pada pendidikan politik yang berorientasi peran, sehingga pendidikan pilitik dapat membantu kelompok masyarakat yang kurang beruntung menjadi beruntung.

16 Pendukung pendidikan politik secara garis besarnya bisa di bagi kedalam lima kelompok : mereka yang ingin mempertahankan status quo tapi merasa bahwa pada saat ini dalam suatu masyarakat yang terus berubah, pendidikan politik itu memang perlu mereka yang ingin tetap mempertahankan status quo tapi merasa bahwa pendidikan politik terbuka itu sifatnya kontraproduktif (counter-productive) ; mereka yang yakin terhadap demokrasi partisipasi tapi terkendali ; mereka yang menganut paham aktivisisme yang menginginkan golongan masyarakat yang kurang beruntung mengetahui cara bekerjanya sistem itu; kelompok yang lebih radikal yang tidak menyukai tatanan politik dan percaya bahwa pendidikan politik bisa melemahkannya.

17 Penentang Pendidikan Politik a. Samuel Beers tentang demokrasi Tory. Dalam konsepsi ini diakui bahwa hak bersuara itu ada, tetapi partisipasi itu tidak lebih dari penilaian saja yang terjadi hanya pada hari pemungutan suara tentang kinerja pemerintah (bagian dari kelas penguasa). Dalam kenyataannya bagian dari kelas penguasa itulah yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan, mencoba mengidentifikasikan kepentingan publik dan memerintah sesuai dengan kepentingannya tersebut. b. Juan Huxley tentang elitisme fabian. Pendidikan politik riil tidak diperlukan karena sifatnya kontra-produktif. Apa yang diperlukan adalah program pendidikan tertutup yang akan memberikan kesadaran politik yang cukup diantara masyarakat umum, dimana mereka bisa dimanipulasi sekaligus membuat mereka percaya bahwa mereka itu memang ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

18 Lanjutan c. Argumentasi umum yang digunakan untuk menentang pendidikan politik ditujukan kepada calon pendidik. Argumentasi tersebut mempertanyakan siapa para pendidik itu ? dan memberi jawaban behwa mereka itu adalah orang yang biasa aktif dalam politik d. Menurut Roger Scruton para pendidik dalam pendidikan politik mempunyai pandangan tentang politik dan setiap keputusan, isu, kegiatan atau motif aktif dalam arena politik; hal itu merupakan bagian dari pandangan Nazi di Jerman, meskipun pandangan ini sekarang diasosiasikan dengan paham kiri. e. Argumentasi kuat yang menentang pendidikan politik yang dalam hal ini menyatakan bahwa agak ganjil kalau harus mengajari generasi muda keahlian berpolitik, dikembangkan dalam tulisannya Michael Oakeshott dan Michael Polanyi. Pendidikan Politik itu seni yang hanya dapat dipelajari secara lambat laun melalui pengalaman, memperhatikan dan mendengarkan orang lain

19 Lanjutan e. Edmun Burke Para pendukung pendidikan politik disekolah terkadang kurang memahami proses belajar dan sifat dunia politik. Usaha untuk menyelenggrakan penidikan politik secara langsung kurang tepat Indoktrinasi kepada murid dengan suatu ideologi

20 masyarakat politik itu adalah masyarakat yang terbaik. Untuk itu kita harus buktikan bahwa: Masyarakat politik itu lebih baik dari segi moral jika bukan dari segi materi. Moralitas sebuah struktur organisasi lebih baik dari yang lainnya itu memiliki arti. Tidak ada kepastian dalam moral, tapi memiliki alasan benar untuk lebih menyukai satu posisi dibanding yang lainnya. Komitmen terhadap satu sikap moral tertentu tidaklah cukup untuk memotivasi kita untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan komitmen tersebut. Harus ada suatu tingkat objektivitas dalam moralitas kita. Kita harus siap membuat klaim yang universal untuk standar moral tertentu serta memberikan alasan yang tepat buat keyakinan kita. Meskipun politik lebih luas dari moralitas karena politik berkepentingan dalam hal-hal seperti organisasi, ekonomi, kesejahteraan, dan keadilan, dia harus memiliki unsur moralitas yang kuat didalamnya. Pada prinsipnya, komunitas politik adalah juga komunitas moral.

21 BAB II LANDASAN MORAL POLITIK DAN PENDIDIKAN POLITIK

22 Pandangan Mengenai Masyarakat Para pendidik potensial mengganggap bahwa masyarakat dimana kita hidup sudah bobrok dan cara untuk mengubahnya adalah dengan mendidik anak-anak untuk jenis masyarakat lainnya yang berbeda. Pandangan lain mengatakan bahwa masyarakat tempat kita hidup telah bobrok tetapi tidak bisa diubah karena itu pendidikan harus ditujukan untuk mengajarkan anak-anak mengambil yang terbaik dari situasi yang terburuk. Masyarakat kita sudah baik dan oleh karena itu pendidikan harus diarahkan untuk menekankan pada kualitas-kualitas masyarakat yang diinginkan dan memberikan kritikan terhadap kualitas-kualitas yang tidak diinginkan. Masyarakat dimana kita hidup ini sama sekali harus ditolak dan oleh karenanya harus dikritik dan dihancurkan dan tidak ada lagi alternatif lain.

23 Sikap/Tugas Pendidik dan Filsup Tugas pendidik adalah memandang pendidikan sebagai keseluruhan; memperhatikan filosofi pendidikan yang menggambarkan nilai-nilai yang dia miliki dan prinsip bagaimana orang itu seharusnya; mempertimbangkan bagaimana hubungan mereka satu sama lain, hubungan etika, sosial dan politik. Tugas utama dari filsuf modern adalah menganalisis dan menguji teori yang dikemukakan oleh ahli-ahli, para pendidik, ilmuwan dan para pakar politik

24 Lanjutan Secara tradisional filosofi politik telah menguji masalah-masalah umum termasuk sifat masyarakat yang baik, kewajiban politik dan keadilan sosial. Kebanyakan praktek filsup politik saat ini melibatkan apa yang disebut dengan pendekatan konsep ke konsep. Sebagai contoh, konsep kesamaan telah diujikan melalui suatu analisis yang menunjukan bahwa pendekatan yang berbeda bisa ditolak dan pendekatan khusus menjadi lebih didengar

25 Metodelogi pemahaman masyarakat Thomas Hobes dalam bukunya yang berjudul Levithan menyebutkan karakteristik manusia, yaitu ingin diakui eksistensinya, dihargai kemampuannya, memenuhi keinginan dasarnya untuk bertahan diantaranya melarikan diri dari medan perang. John Locke menyatakan perlu adanya jaminan hak individu di dalam masyarakat. Sama halnya dengan Hobes, Locke menginginkan tipe masyarakat yang dapat memenuhi keinginan manusia. Aristoteles mengatakan bahwa manusia itu tidak hanya sekedar sebagai individu tetapi juga sebagai makhluk sosial yang memiliki kebajikan sosial. Hukum/konvensi dan negara muncul secara manusiawi dalam komponen pendidikan agar menjadi masyarakat yang lebih baik. Metode lain bisa dilihat dari pendekatan plato, yaitu kita dpat beranggapan bahwa semua manusia memiliki kekuasan yang sama, tidak ada yang dibaikan dan diperlakukan buruk dari yang lain. (pendekatan teori permainan yang dikemukakan oleh J. Rawls dan Hobes)

26 Kewajiban Politik Kewajiban politik mengahasilkan : pertama, ide politik sebagai kekuatan dan kekuasaan. Kedua, ide politik yang penuh nilai- nilai dengan tujuan akhir menyediakan kondisi yang diperlukan untuk tumbuhnya bentuk kehidupan kita A.P. d’Entreves mengatakan bahwa sesungguhnya hanya ada dua macam kewajiban politik yaitu ala Bentham dan Rosseau. Kewajiban ala Bentham mencakup dua ide pokok. Pertama, kita memiliki kewajiban jika kita adalah subjek dari kekuasaan atau kekuatan yang mengancam. Kedua, jenis kewajiban yang diciptakan itu bergantung pada sumber kekuatan atau ancaman kekuatan tersebut. Jika kekuatan atau ancaman itu datang dari sumber keagamaan maka merupakan kewajiban agama, akan tetapi jika datang dari sumber politik maka merupakan kewajiban politik.

27 Lanjutan Rosseau menggunakan kata wajib dalam artian yang lebih kuat. Rosseau menggunakan kata wajib secara normatif dalam arti kita menghargai kekuasaan politik karena hal itu sah dan karena kita menghargai hal tersebut kita memiliki kewajiban untuk untuk mematuhi, menjaga dan mengalah pada kekuasaan itu Kewajiban politik muncul jika kita menghargai sistem politik. Jika seseorang mempunyai kewajiban politik maka secara langsung ia mendapat kewajiban hukum, tapai apabila kita memimiliki kewajiban hukum tidak berarti bahwa kita juga mendapat kewajiban politik.

28 Sistem nilai yang penting bagi anggota organisasi Sistem hukum: sejauhmana seorang aktifis menghargai sistem hukum ? Nilai-nilai politik : apakah nilai-nilai politik yang penting dapat mengarahkan para aktifis untuk menolak kewajibannya mematuhi hukum ? Nilai-nilai moral : apakah bernilai salah jika para aktifis ditempatkan dalam proverti milik orang lain Nilai-nilai prudential : manahan dan menghukum

29 Tiga sistem nilai yang penting bagi hakim : Nilai integritas sistem : bahwa untuk mendukung eksistensi dari sistem hukum maka hukum harus dipakai, dipatuhi dan dilaksanakan. Nilai dari sistem nilai moral komunal : sesorang hakim harus memegang dasar moral umum yang ada di masyarakat. Sistem nilai politik komunitas dan terutama dalam nilai tentang kompromi: dalam prakteknya hakim tidak diisolasi dari kehidupan nyata karena teori hukum meminta mereka untuk memperhatikan iklim politik yang ada

30 Lanjutan Dalam kehidupan berkelompok atau individu terdapat hierarki dari sistem nilai: beberapa sistem nilai tertentu dipertimbangkan lebih penting daripada yang lain. Terkadang hanya ada satu sistem nilai yang digunakan. Misalnya dalam menilai gambar indah dari sekian banyak nilai estetik hanya ada satu yang akan digunakan. Sistem politik akan dihargai bila ia memberi kesempatan kepada kita untuk menetukan kehidupan kita sendiri atau jika sistem tersebut meningkatkan taraf kehidupan kita.

31 Faktor penghambat implementasi kewajiban menghargai sistem politik 1. Tindakan yang diambil mengancam kehidupan kita 2. Tindakan yang diambil bertentangan dengan nilai-nilai penting yang ada didalam suatu sistem nilai yang penting dalam bentuk kehidupan kita. 3. Sistem politik lain yang lebih menarik karena: sistem politik tersebut dimana kita hidup biasanya mendukung kehidupan kita sedangkan sistem lain mungkin lebih bisa untuk meningkatkannya. Sistem politik tidak mendukung kehidupan kita sedangkan sistem lain memberikan kesempatan kepada kita untuk selalu eksis dalam berbagai bidang kehidupan.. Sistem politik tidak mendukung bentuk kehidupan kita sedangkan sistem lain justru meningkatkannya.

32 BAB III PENGAJARAN, PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN LIBERAL

33 Nilai, Fakta Dan Sudut Pandang Argumentasi rasional harus didasarkan pada fakta-fakta yang rasional. Pertikaian yang timbul karena perbedaan nilai dan bukannya perbedaan fakta, karena jika berdasarkan nilai atau pandangan maka akan dilandasi oleh perasaan yang irrasional/emosional (seperti halnya prasangka atau dugaan). Ide atau gagasan dilihat pada fakta.

34 Model Pengalaman dan Kerangka Penafsiran Model pengalaman dalam pandangan Oakeshott adalah suatu cara yang terbatas. Sebagai contoh dalam empat hal berikut ini yaitu praktek, ilmu pengetahuan, sejarah dan puisi. Masing-masing melihat dunia dari berbagai jalan menurut bahasa dan pemikirannya sendiri Kerangka penafsiran adalah cara yang teratur/sistematis dalam melihat dunia yang menciptkan perintah dan memberikan keseimbangan dalam memberikan pengertian kita. Ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam membuat keputusan yaitu : pertama, keputusan yang tepat dalam kerangka penafsiran yang benar. Kedua, keputusan yang tidak tepat dalam kerangka penafsiran yang benar. Ketiga, keputusan yang tepat dalam kerangka penafsiran yang tidak benar. Keempat, keputusan yang tidak benar dalam kerangka penafsiran yang tidak benar.

35 Tacit Knowledge (Ilmu Pengetahuan yang Tersembunyi) Polanyi mengartikan pendidikan sebagai ilmu pengetahuan yang terpendam dimana kita menyadari cabang-cabangnya dalam pengertian dari dasar-dasar intelektual dalam ilmu pengetahuan ini. Dia membuktikan keberadaan semua ilmu pengetahuan secara jelas dalam kerangka yang tersembunyi dimana dia mengartikan yang keadaan sekitarnya dengan seluruh elemen yang tahu dan tidak tahu mengenai asumsi ini yang memberikan kejelasan ilmu pengetahuan dan memberikan isi dan pengertiannya. Tacit knowledge dapat dibedakan dengan yang lainnya dilihat dari bagaimana pengetahuan tersebut disusun, teaching and learningnya, struktur pengetahuannya dan perubahan manusia

36 Pandangan tentang ilmu pengetahuan Konsep tacit knowledge ditujukan untuk memperbaiki ilmu pengetahuan yang telah dimiliki oleh setiap orang, untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Diskusi publik merupakan sarana untuk menguji kebenaran ilmu pengetahuan dalam konsteks sosial

37 Pandangan tentang proses belajar mengajar Proses belajar-mengajar merupakan sarana untuk menanamkan Kemampuan/keterampilan kepada setiap siswa, sehingga setiap siswa mampu mengambil keputusan yang tepat. Oleh karena itu, guru harus mampu mentranformasikan ilmu pengetahuan secara jelas kepada siswa.

38 Kerangka Pengetahuan Menurut polanyi pengatahuan merupakan proses penggabungan pemahaman yang terjadi ketika kita memperhatikan objek yang satu dengan yang lainnya yaitu dari bentuk ke struktur. Pendidikan merupakan sebuah proses yang berkelanjutan dimana kita belajar untuk bereaksi, berdebat, menerima atau menolak penilaian yang berbeda. Pendidikan juga memeberikan drajat penguasaan kita dalam merencanakan masa depan yang merupakan sebuah kekuatan yang sangat besar

39 Pandangan tentang Manusia Oakeshott menyebutkan manusia belajar untuk menjadi dirinya sendiri dengan hidup dalam dunia kebudayaan manusia. Kesadaran diri terletak pada dasar kebudayaan manusia seperti kita mengenal kepribadian kita dengan orang lain. Sehingga kita dapat mengetahui idealnya kita bisa jadi apa dan mau menjadi apa. Perkembangan moralitas merupakan hasil dari intelectual achievement yang timbul dari kesadaran diri. Achievement manusia adalah achievement sosial yang muncul dari pemahaman, apreasiasi dan pengaturan bersama atas dunia. Selain itu achievment intelectual yang timbul dari kemampuan kita untuk mengenali diri sendiri memebedakan sesuatu dan menentukan mana yang sesuai dengan pemahaman kita serta mana yang tidak sesuai.

40 Politik dan Pendidikan Liberal Polanyi mengungkapkan gagasan Republic of Science dimana struktur kekuasaan tertinggi dipegang oleh para ilmuwan Konsep pendidikan liberal memasukan fakta- fakta alam dan dunia intelektual Politik dalam hubungannya dengan pendidikan liberal ditafsirkan sebagai bentuk intelektual dalam demokrasi untuk mencapai kebenaran


Download ppt "PENDIDIKAN POLITIK PENDIDIKAN POLITIK; DALAM SUATU PERDEBATAN LANDASAN MORAL POLITIK DAN PENDIDIKAN POLITIK PENGAJARAN, PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN LIBERAL."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google