Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SUMBER BACAAN : SCHWAB,dkk SOIL & WATER CONSERVATION ENGINEERING

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SUMBER BACAAN : SCHWAB,dkk SOIL & WATER CONSERVATION ENGINEERING"— Transcript presentasi:

1 SUMBER BACAAN : SCHWAB,dkk SOIL & WATER CONSERVATION ENGINEERING
INFILTRASI ZURHALENA SUMBER BACAAN : SCHWAB,dkk SOIL & WATER CONSERVATION ENGINEERING Bahan Ajar Agrohidrologi

2 HARUS DIBEDAKAN DENGAN ISTILAH PERKOLASI
PENGERTIAN : INFILTRASI ADALAH MASUKNYA AIR MELALUI PERMUKAAN TANAH SECARA VERTIKAL AKIBAT ADANYA GAYA GRAVITASI HARUS DIBEDAKAN DENGAN ISTILAH PERKOLASI PERKOLASI ADALAH PERGERAKAN AIR MELALUI PROFIL TANAH. DINYATAKAN PULA SEBAGAI AIR INFILTRASI YANG TELAH MENINGGALKAN ZONE PERAKARAN, SEHINGGA SECARA LANGSUNG TIDAK BERMANFAAT BAGI TANAMAN, TAPI BERMANFAAT UNTUK PENCUCIAN GARAM BERLEBIH DAN PENGISIAN AIR TANAH DALAM (AQUIFER)

3 INFILTRASI ZONE PERAKARAN PERKOLASI

4 THE INFILTRATION PROCESS
WHEN RAIN OR IRRIGATION WATER IS SUPPLIED TO A FIELD, IT SEEPS INTO THE SOIL. THIS PROCESS IS CALLED INFILTRATION. INFILTRATION CAN BE VISUALIZED BY POURING WATER INTO A GLASS FILLED WITH DRY POWDERED SOIL, SLIGHTLY TAMPED. THE WATER SEEPS INTO THE SOIL; THE COLOUR OF THE SOIL BECOMES DARKER AS IT IS WETTED (SEE FIG. 1)

5 FIG. 1. INFILTRATION OF WATER INTO THE SOIL

6 LAJU INFILTRASI LAJU INFILLTRASI ADALAH KECEPATAN AKTUAL INFILTRASI YANG BESARNYA DIPENGARUHI OLEH KETERSEDIAAN ATAU BANYAKNYA AIR YANG AKAN MERESAP/INFILTRASI DAN KELEMBABAN TANAHNYA SERINGKALI DIARTIKAN SEBAGAI KECEPATAN INFILTRASI YANG TELAH MENCAPAI KONSTAN YANG BESARNYA SAMA DENGAN PERKOLASI ATAU KONDUKTIVITAS HIDROLIK TANAH KETINGGIAN/VOLUME AIR YANG AKAN MERESAP/INFILTRASI KANDUNGAN AIR/KELEMBABAN TANAH

7 INFILTRATION RATE THE INFILTRATION RATE OF A SOIL IS THE VELOCITY AT WHICH WATER CAN SEEP INTO IT. IT IS COMMONLY MEASURED BY THE DEPTH (IN MM) OF THE WATER LAYER THAT THE SOIL CAN ABSORB IN AN HOUR. (mm/h) REPEAT THE PREVIOUS TEST, THIS TIME WITH TWO GLASSES. ONE IS FILLED WITH DRY SAND AND THE OTHER IS FILLED WITH DRY CLAY (SEE FIG. 2a AND b). Fig. 2b. After one hour the water has infiltrated in the sand, while some water is still ponding on the clay Fig. 2a. The same amount of water is supplied to each glass The infiltration of water into the sand is faster than into the clay. The sand is said to have a higher infiltration rate.

8 INFILTRATION RATE EXAMPLE:
AN INFILTRATION RATE OF 15 MM/HOUR MEANS THAT A WATER LAYER OF 15 MM ON THE SURFACE OF THE SOIL, WILL TAKE ONE HOUR TO INFILTRATE (SEE FIG. 3). RANGE OF VALUES FOR INFILTRATION RATES IS GIVEN BELOW: LOW : LESS THAN 15 MM/HOUR MEDIUM : 15 TO 50 MM/HOUR HIGH : MORE THAN 50 MM/HOUR FIG. 3. SOIL WITH AN INFILTRATION RATE OF 15 MM/HOUR

9 BEBERAPA PENGERTIAN LAIN:
# KAPASITAS INFILTRASI KAPASITAS INFILTRASI ADALAH KEMAMPUAN PERMUKAAN TANAH MERESAPKAN AIR (LAJU MAKSIMUM INFILTRASI) PADA SETIAP SAAT YANG DIPENGARUHI OLEH KELEMBABAN TANAHNYA PADA KEADAAN SUMBER AIR YANG DIINFILTRASIKAN DEBITNYA LEBIH KECIL DARI KAPASITAS INFILTRASI, MAKA LAJU INFILTRASI < KAPASITAS INFILTRASI SEMENTARA BILA DEBITNYA LEBIH BESAR DARI KAPASITAS INFILTRASI, MAKA LAJU INFILTRASI AKAN SAMA BESARNYA DENGAN KAPASITAS INFILTRASI DAN DEBIT SELEBIHNYA DARI KAPASITAS INFILTRASI ITU AKAN MENJADI GENAGAN AIR DIPERMUKAAN LAHAN ATAU MENJADI LIMPASAN (RUNOFF) # KUMULATIF INFILTRASI ADALAH JUMLAH ATAU BANYAKNYA AIR YANG TERINFILTRASI SELAMA PERIODE WAKTU TERTENTU

10 Laju infiltrasi adalah laju air yang meresap kedalam tanah, yang besarnya dinyatakan dalam mm/jam.
Laju infiltrasi ini sangat besar pemgaruhnya di dalam rancangan-rancangan untuk cara pemberian air, periode dan lamanya pemberian air beserta besarnya air yang harus diberikan.

11 Kemampuan tanah menyerap air akan semakin berkurang dengan makin bertambahnya waktu. Pada tingkat awal kecepatan penyerapan air cukup tinggi dan pada tingkat waktu tertentu kecepatan penyerapan air ini akan menjadi konstan.

12 I = a t…………………………………… (2.1) Dimana : I = Infiltrasi kumulatif ;
Hubungan antara waktu dan infiltrasi kumulatif air ke dalam tanah dapat dituliskan sebagai persamaan 2.1. b I = a t…………………………………… (2.1) Dimana : I = Infiltrasi kumulatif ; t = Waktu; a,b = Konstanta

13 LAJU, KAPASITAS & KUMULATIF INFILTRASI
KAPASITAS INFILTRASI PADA to KAPASITAS INFILTRASI HUJAN/IRIGASI mm/ jam KUMULATIF INFILTRASI LAJU INFILTRASI t1 t2 t tro s/d tro laju infiltrasi < kapasitas infiltrasi

14 SATUAN YANG BIASA DIGUNAKAN
SATUAN UNTUK LAJU DAN KAPASITAS INFILTRASI : # VOLUME PER UNIT OF TIME PER UNIT OF AREA l/jam/ha ; m3/hari/ha UNIT DI ATAS DAPAT DIREDUKSI KE DALAM UNIT YANG LEBIH SEDERHANA, DIMANA VOLUME/AREA = DEPTH, MAKA SATUANNYA MENJADI : mm atau cm/jam ; mm atau cm/hari # DEPTH PER UNIT OF TIME (SATUAN INI LEBIH UMUM DIGUNAKAN ), SATUAN UNTUK KUMULATIF INFILTRASI : # DEPTH (KEDALAMAN ,mm) = DEPTH PER UNIT OF TIME X TIME

15 KURVA LAJU DAN KUMULATIF INFILTRASI
KURVA LAJU INFILTRASI SAAT AWAL (KERING) LAJU CEPAT(fo) MAKIN BASAH MENURUN DAN SAAT JENUH LAJU KONSTAN (fc KURVA KUMULATIF INFILTRASI fo cm/jam mm fc t = 0 t

16 PERANAN INFILTRASI SUMBER KELEMBABAN TANAH UNTUK MENJAGA KEHIDUPAN TANAMAN YANG TUMBUH DIATASNYA 2. SUMBER AIR TANAH YANG DAPAT MENGISI SUMUR, MATA AIR DAN SUNGAI (UNTUK KEBUTUHAN DOMESTIK DAN IRIGASI) 3. SUMBER AIR PERKOLASI YANG DAPAT MENCUCI (LEACHING) KADAR GARAM BERLEBIH DI ZONE PERAKARAN TANAMAN 4. MENGURANGI AIR LIMPASAN PERMUKAAN (SURFACE RUN OFF) SEHINGGA DAPAT MENGURANGI BAHAYA BANJIR DAN EROSI

17 Apabila kapasitas infiltrasi tanah relatif kecil, maka sebagian besar curah hujan yang jatuh pada suatu daerah akan mengalir sebagai aliran permukaan dan hanya sebagian kecil yang masuk ke dalam tanah. Akibatnya terjadi fluktuasi debit sungai yang besar pada musim kemarau dan musim hujan

18 Peristiwa banjir sangat merugikan, karena menyebabkan rusaknya lahan pertanian, jembatan, bangunan, jalan, manusia, hewan dan tumbuhan banyak yang mati Kekeringan mengurangi penyediaan air bagi makhluk hidup, baik manusia, hewan dan tumbuhan

19 Aliran permukaan yang besar juga menyebabkan erosi yang besar, sehingga mengubah lahan-lahan produktif menjadi lahan-lahan kritis. Juga menyebabkan pendangkalan bangunan air, seperti : irigasi, waduk, dam, sungai, dsb. Menyuburkan tanaman air seperti eceng gondok, rumput air, dsb sehingga menurunkan kualitas lingkunganm hidup. Sebaliknya, nilai kapasitas infiltrasi yang terlalu besar juga merugikan, karena dapat menurunkan produktivitas lahan-lahan pertanian. Nilai infiltrasi yang besar menyebabkan pencucian unsur –unsur hara

20 HUJAN-INFILTRASI-RUNOFF
mm RUNOFF INFILTRASI t tro

21 FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA BESARNYA INFILTRASI
FAKTOR TANAH (SOLUM TANAH): 1. UKURAN PARTIKELTANAH (TEKSTUR) 2. TINGKAT AGREGASI ANTARA PARTIKEL TANAH (STRUKTUR) 3. KERAPATAN & POROSITAS TANAH 4. KELEMBABAN TANAH FAKTOR VEGETASI : 1. UMUMNYA PENUTUPAN VEGETASI DAN KONDISI PERMUKAAN TANAH LEBIH BERPENGARUH TERHADAP INFILTRASI DARIPADA TIPE DAN TEKSTUR TANAH. 2. AKAR MENAMBAH POROSITAS TANAH 3. EVAPOTRANSPIRASI MENURNUNKAN KELEMBABAN TANAH 4. PEMBUKAAN LAHAN DARI VEGETASI MENGAKIBATKAN INFILTRASI MENURUN.

22 Straw Burlap bare soil Bare soil removed mm waktu

23 FAKTOR LAINNYA YANG BERPENGARUH :
KEMIRINGAN LAHAN KELEMBABAN TANAH AWAL KANDUNGAN BAHAN ORGANIK TANAH PENGGUNAAN SOIL ADDITIVES (SOIL CONDISIONER) IKLIM : SUHU,KELEMBABAN,ANGIN BERPENGARUH TREHADAP EVAPORASI JUMLAH DAN FREKUENSI HUJAN BERPENGARUH TERHADAP KELEMBABAN TANAH

24 Tugas kuliah ke-3 Peranan bahan organik terhadap infiltrasi
Format : - dalam bentuk power point - per kelompok (anggota kelompok menyusul) Bahan organik secara umum, jadi tidak hanyak dalam bentuk limbah tapi juga yang masih aktif sebagai jaringan tanaman … Ditransfer ke ibu !

25 PENENTUAN INFILTRASI 1. PENGUKURAN LAPANGAN
MENGGUNAKAN DOUBLE RING INFILTROMETER 2. PENDUGAAN : MENDUGA LAJU ATAU KAPASITAS INFILTRASI PADA WAKTU TERTENTU BERDASARKAN DATA HASIL PENGUKURAN LAPANGAN BEBERAPA METODE PENDUGAAN : 1. METODE HORTON, 2. KOSTIAKOV, 3. PHILIP, dsb

26 METODE INFILTROMETER 1. METODE RING INFILTROMETER
2. METODE HUJAN BUATAN (ARTIFICIAL SPRINGKLER INFILTROMETER)

27 Metode ring infiltrometer
Tipe gelang terpusat terdiri dari 2 ring silinder besi yang ditanam beberapa cm dalam tanah diameter ring 22,5 samapai dengan 90 cm Ke dalam kedua ring dimasukkan air, dan dijaga muka air tetap konstan dg menambah sejumlah air Pengukuran dilakukan pada silinder dalam

28

29

30

31 Metode ring infiltrometer banyak dipakai karena mudah dilakukan, praktis, murah, Dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat.

32 Infiltrasi

33 Kelemahan alat ring infiltrometer
tidak memperhitungkan efek pukkulan air hujan thd permukaan tanah struktur tnh terganggu pd waktu penanaman silinder tidak representatif air penyiram berbeda dg air hujan

34 karena kelemahan tsb, metode ini terbatas utk analisis yg bersifat kuantitatif spt memprediksi alr permukaan, banjir , dsb. Penggunaan lebih tepat utk yg bersifat kualitatif, spt efek perubahan pengolahan tanah, perubahan tata guna lahan, perubahan karakteristik DAS thd infiltrasi.

35 Metode hujan buatan dilakukan dg pembuatan hujan buatan yg dijatuhkan pada petak kecil (plot) yg dilengkapi dg alat penghitung aliran permukaan. Kelemahan metode ini, sulit mendapatkan data yg representatif dari suatu DAS yg besar, dg data petak kecil (plot) saja.

36 Pengolahan data infiltrasi
Data yg diperoleh dari pengukuran dg infiltrometer diolah dg persamaan Horton, Philips, atau Kostiakov.

37 METODE HORTON (1939) : f = fc + (fo – fc) e -kt
Dimana : f = kapasitas infiltrasi (LT-1) fc = laju infiltrasi atau kapasitas infiltrasi konsta fo = kapasitas infiltrasi awal k = konstanta untuk kondisi awal dan tanah tertentu t = waktu NILAI-NILAI PARAMETER PERSAMAAN DI ATAS DIPEROLEH DARI HASIL PENGUKURAN DI LAPANGAN

38 DIMANA : F = KUMULATIF INFILTRASI; t= WAKTU DARI AWAL INFILTRASI
PENDUGAAN METODE KOSTIAKOV : F = K.t a dan f = dF/dt = A.t (a-1) f = dF/dt = d(K.t a)/dt, maka f = K.a.t(a-1) atau f = A.t (a-1) , A = K.a DIMANA : F = KUMULATIF INFILTRASI; t= WAKTU DARI AWAL INFILTRASI K & a = KONSTANTA YANG DIPENGARUHI KONDISI TANAH DAN KELEMBABAN AWAL f = LAJU INFILTRASI, dan A= aK (KONSTANTA INI TIDAK DAPAT DIINTERPOLASI SECARA FISIK DAN HARUS DIEVALUASI DARI DATA PERCOBAAN, yaitu HASIL PERCOBAAN INFILTRASI DIPLOTKAN PADA GRAFIK DOUBLE LOGARITMA n F m a = n/m K t

39 CONTOH PENGGUNAAN RUMUS HORTON DAN KOSTIAKOV
DARI DATA HASIL PENGUKURAN INFILTRASI BERIKUT JAM BEDA WAKTU (menit) KUMU . WAKTU 06.00 06.15 06.30 07.00 07.30 08.00 09.00 10.00 11.00 15 30 60 90 120 180 240 300 TINGGI AIR (mm) BEDA TINGGI KUMU. IN FILTRASI LAJU INFILTRASI. (cm/jam) 210,0 196,0 184,0 165,5 150,5 137,5 116,0 98,0 81,0 14,0 12,0 18,5 15,0 13,0 21,5 18,0 17,0 14 26 44,5 59,5 72,5 94,0 112,0 129,0 15/60 X 1,4 cm = 5,6 15/60 X 1,2 cm = 4,8 30/60 X 1,85 cm = 3,7 30/60 X 1,5 cm = 3,0 30/60 X 1,3 cm = 2,6 60/60 X 21,5 cm =2,15 60/60 X 1,8 cm = 1,8 60/60 X 1,7 cm = 1,7

40 apabila kapasitas infiltrasi konstan < 0,1 cm/jam, dianggap tdk dapat diirigasi utk tnm selain padi sawah untuk padi sawah- fc < 0,1 cm/jam , idealnya setelah pembajakan fc turun terus sampai 0,02 cm/jam apabila fc mencapai 6,5 cm/jam, tanah tsb dianggap tdk sesuai utk dibei irigasi pemukaan, perlu perlakuan khusus pada tnh tsb - tnh tsb mempunyai perkolasi kurang baik

41 # PARAMETER RUMUS KOSTIAKOV DIPEROLEH DARI
DATA KUMULATIF YANG DIPLOTKAN PADA GRAFIK DOUBLE LOG F (mm) dari data kumulatif inflitrasi 129 a = n/m n = m = 14 Nilai K t (waktu) data kumulatif waktu GRAFIK KUMULATIF INFILTRASI PADA DOUBLE LOG PAPER

42 # PEMBUATAN KURVA LAJU INFILTRASI
DATA LAJU INFILTRASI SETIAP KALI PENGUKURAN DIPLOTKAN KEDALAM KERTAS GRAFIK MILIMITER BLOK 6,0 - 5,5 - 5,0 - 4,5 - 4,0 - 3,5 - 3,0 - 2,5 - 2,0 - f (mm/jam) KIRA-KIRA KURVANYA SEPERTI INI t (waktu, pukul) KURVA LAJU INFILTRASI

43 # PEMBUATAN KURVA KUMULATIF INFILTRASI
DATA KUMULATIF INFILTRASI SETIAP KALI PENGUKURAN DIPLOTKAN KEDALAM KERTAS GRAFIK MILIMITER BLOK 6,0 - 5,5 - f (mm/jam) 5,0 - KIRA-KIRA KURVANYA SEPERTI INI 4,5 - 4,0 - 3,5 - 3,0 - 2,5 - 2,0 - t (waktu, pukul) KURVA LAJU INFILTRASI

44 Evaluasi thd hasil penetapan infiltrasi
Peranan nilai laju infiltrasi : untuk penetapan kebijaksanaan dan pemilihan metode- metode irigasi, pengelolaan tnm produksi, dsb nilai kapasitas infiltrasi konstan yg optimum utk irigasi permukaan ± 0,7 – 3,5 cm/jam apabila < 03 cm/jam - air permukaan banyak hilang pertumbuhan tnm sgt lambat krn aerase buruk

45 Nilai kapasitas infiltrasi optimum untuk irigasi permukaan adalah 0,7 - 3,5 cm/jam.
Infiltrasi terlalu tinggi - menyebabkan terangkutnya hara ke laps bawah shg tdk tersedia bagi tnm, yang terbaik adalah infiltrasi sedang. Infiltrasi rendah - aerase kurang & pori tanah sedikit- sehingga tnm tidak dapat bernafas.

46 Cara memperbaiki kap. Innfiltrasi----
Tanah-tanah yg kap. Infiltrasi rendah (terll lambat) menimbulkan berbagai kerugian, cadangan air tnh rendah aliran permukaan besar erosi aerase buruk shg pertbh tnm terhambat air irigasi banyak yg hilang krn melimpas di atas permukaan tnh kecuali utk padi sawah,kap. Infiltrasi optimum < 0,1 cm/jam

47 Meningkatkan kapasitas infiltrasi :
1. mengolah tanah olah tanah konservasi, dpt membuat tnh yg padat menjadi gembur, tanpa merusak tanah selanjutnya. Pengolahan tnh menurut garis kontur lebih efektif dalam meningkatkan kap.infiltrasinya

48 Meningkatkan kapasitas infiltrasi :
2. Pemberian bahan organik BO akan meningkatkan aktivitas mo tnh krn bahan organiksumber energi dr bbrp jns mo. Banyak mo aktif -- tercipta struktur tanah yg sarang dan akan meningkat kap. Inf BO juga bahan penyemen agregat shg bisa lebih stabil dan mempunyai ruang pori yg lebih banyak.

49 Meningkatkan kapasitas infiltrasi :
3. Penutupan mulsa Mulsa melindungi permukaan tanah thd pukulan air hujan shg terhindar dr pemadatan tanah, Pemulsaan juga memperkecil fluktuasi suhu & kelembaban tanah shg mo dapat berkembang lebih banyak. Secara fisik mulsa menghambat alr permukaan shg kesempatan iniltrasi lebih besar.

50 4. Soil conditioner Pemberian bahan sintetis utk memperbaiki sifat fisilk dapat merangsang pembentukan struktur tanah & meningkatkan stabilitaqs struktur/agregat shg porositas tanah meningkat Soil conditioner buatan : PAM, PVA, Nitumen Bahan penstimulir alami : humus , lateks.

51 Tanah bertekstur kasar, mempunyai kap
Tanah bertekstur kasar, mempunyai kap. Infiltrasi yg tinggi , sifat tnh tsb umumnya lepas, gembur, aerase dan darinase baik, mudah diolah, infiltrasi dan permeabilitas tinggi atau sangat tinggi, ttp mempunyai kemampuan penjerap unsur hara yg sangat rendah shg tdk subur dan sgt peka kekeringan

52 Beberapa cara memperbaiki kapasitas infiltrasi yg tinggi :
1. pemberian BO bo dapat berperan sbg bahan penghancur (cementing agent) dan dpt meningkatkan kemampuan tanah menyerap air.

53 Beberapa cara memperbaiki kapasitas infiltrasi yg tinggi :
2. Mempertahankan adanya sod (laps perakaran rerumptn) Adl cara efektif membentuk granulasi, demikian juga pukan dan puhi, shg komposisi pori mikro dan makro lebih baik,

54 3. Soil conditioner Pemberian soil konditioner dr bahan-bahan hidrofobik (suka air) efektif menurunkan kap. infiltrasi tnh-tnh pasir. Soil conditioner dicampur di atas permukaan tnh dapat menurunkan kap. Infiltrasi, krn permukaan tnh menjadi padat. Eks. Utk tanah yg kap.infiltrasi lambat----agar lebih cepat digunakan soil komditioner hidrofilik (takut Air) spt pada tanah liat.

55 Colorado river

56 The Aswan High Dam- The Egyptian Nile
The Colorado river has sometimes been referred to as America’s Nile. British colonialists began constructing dams on the Nile at Aswan from the late 19th century- the high Aswan dam however was completed in The aim of this water project was to prevent the river's flooding, generate electricity and provide water for agriculture. The Aswan High Dam is 3,830 m in length, 980 m wide at the base, 40 m wide at the crest and 111 m tall. It contains 43 million m³ of material. At maximum, 11,000 m³ of water can pass through the dam every second. The dam powers twelve generators each rated at 175 megawatts, producing a hydroelectric output of 2.1 gigawatts. Power generation began in When the dam first reached peak output it produced around half of Egypt's entire electricity production (about 15% by 1998) and allowed for the connection of most Egyptian villages to use electricity for the first time. The dam mitigated the effects of dangerous floods in 1964 and 1973 and of threatening droughts in 1972–73 and 1983–84. A new fishing industry has been created around Lake Nasser, though it is struggling due to its distance from any significant markets Damming the Nile has caused a number of environmental and cultural issues. It flooded much of lower Nubia and over 90,000 people were displaced. The silt which was deposited in the yearly floods, and made the Nile floodplain fertile, is now held behind the dam. Silt deposited in the reservoir is lowering the water storage capacity of Lake Nasser. RATES Poor irrigation practices are waterlogging soils and bringing salt to the surface. the Nile to the Mediterranean were trapped behind the dam. There is some erosion Mediterranean fishing declined after the dam was finished because nutrients that used to flow down of farmland down-river as the river replenishes its sediment load. Erosion of coastline barriers due to lack of new sediments from floods will eventually cause loss of the brackish water lake fishery that is currently the largest source of fish for Egypt, and the subsidence of the Nile Delta will lead to inundation of the northern portion of the delta with seawater, in areas which are now used for rice crops.[citation needed] The delta itself, no longer renewed by Nile silt, has lost much of its fertility. The red-brick construction industry, which used delta mud, is also severely affected. There is significant erosion of coastlines (due to lack of sand, which was once brought by the Nile) all along the eastern Mediterranean. The increased use of artificial fertilizers in farmland below the dam has caused chemical pollution which the traditional river silt did not. Indifferent irrigation control has also caused some farmland to be damaged by waterlogging and increased salinity, a problem complicated by the reduced flow of the river, which allows salt water to encroach further into the delta. RATES What are the net benefits?- do the benefits outweigh the costs?

57 World water crisis In recent years there has been much media attention to what has been described as a world crisis. According to some sources we can expect to see an increase in international conflicts- and even wars over water resources. These stories are fuelled by existing disputes over the partitioning of cross boudary water resources in semi- arid parts of the world – such as the Nile basin and the middle east. Whether we will actually see “water wars” remains to be seen and is disputed by some. Nevertheless the concept of water stress- where water demands (based on per capita daily requirements) exceed water availability. Of course the extent of water stress depends on our understanding of water requirements and upon actual water use. It may not be surprising to learn that water consumption per capita in North America and Europe is at least 10 times that of Africa ( USA 366m3 pa, EU 232m3 pa vs AF 25m3 pa) but as you can see from this map there are already large areas of the world- particularly in North Africa and the middle east experiencing very high water stress.

58

59 Tugas kuliah ke-3 Peranan bahan organik terhadap infiltrasi
Format : - dalam bentuk power point - per kelompok (anggota kelompok menyusul) Bahan organik secara umum, jadi tidak hanyak dalam bentuk limbah tapi juga yang masih aktif sebagai jaringan tanaman … Ditransfer ke ibu !

60


Download ppt "SUMBER BACAAN : SCHWAB,dkk SOIL & WATER CONSERVATION ENGINEERING"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google