Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oftalmopati Graves. Prinsip Tirotoksikosis dan Hipertiroidisme  Tirotoksikosis: hormon tiroid berlebih  Hipertiroidisme: sekresi tiroid berlebih  Tirotoksik.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oftalmopati Graves. Prinsip Tirotoksikosis dan Hipertiroidisme  Tirotoksikosis: hormon tiroid berlebih  Hipertiroidisme: sekresi tiroid berlebih  Tirotoksik."— Transcript presentasi:

1 Oftalmopati Graves

2 Prinsip Tirotoksikosis dan Hipertiroidisme  Tirotoksikosis: hormon tiroid berlebih  Hipertiroidisme: sekresi tiroid berlebih  Tirotoksik tidak selalu hipertiroid, namun hipertiroid selalu tirotoksik Jameson JL, Weetman AP. Disorders of the thyroid gland. In: Kasper DL, Fauci AS, Longo DL, et al. Harrison’s principles of internal medicine. 17 th ed. USA: McGraw Hill Medical. 2008;

3  Hipertiroidisme Primer  Grave’s disease  Toksik multinodular goiter  Toksik adenoma  Metastasis karsinoma tiroid fungsional  Pengaktifan mutasi reseptor TSH  Pengaktifan mutasi G sα (sindrom McCune- Albright)  Struma ovarii  Obat: kelebihan yodium (fenomena Jod-Basedow) Jameson JL, Weetman AP. Disorders of the thyroid gland. In: Kasper DL, Fauci AS, Longo DL, et al. Harrison’s principles of internal medicine. 17 th ed. USA: McGraw Hill Medical. 2008;

4 Epidemiologi  Grave’s disease memiliki prevalensi sekitar 60-80% dari kejadian tirotoksikosis. Prevalensinya bervariasi pada tiap populasi, terutama bergantung pada asupan yodium. Penyakit ini timbul pada 2% wanita, namun hanya sepersepuluhnya saja pada pria. Penyakit ini jarang timbul sebelum adolesens dan biasanya muncul antara usia 20 sampai 50 tahun, namun pada usia lebih tua juga dapat terjadi Jameson JL, Weetman AP. Disorders of the thyroid gland. In: Kasper DL, Fauci AS, Longo DL, et al. Harrison’s principles of internal medicine. 17 th ed. USA: McGraw Hill Medical. 2008;

5 Patogenesis

6

7 Manifestasi Klinis  Penurunan berat badan  Tremor halus  Eksoftalmus  Takikardia  Amenorrhea/oligomenorrhea  Meningkatkan waktu transit usus  Ophtalmopati Jameson JL, Weetman AP. Disorders of the thyroid gland. In: Kasper DL, Fauci AS, Longo DL, et al. Harrison’s principles of internal medicine. 17 th ed. USA: McGraw Hill Medical. 2008; Moeljanto RD. Kelenjar tiroid, hipotiroidisme, dan hipertiroidisme. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editor. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi kelima. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia. 2009;

8 Oftalmopati Graves “NO SPECS”  Class 0: No signs or symptoms  Class 1: Only signs (limited to upper lid retraction and stare, with or without lid lag)  Class 2: Soft tissue involvement (oedema of conjunctivae and lids, conjunctival injection, etc.)  Class 3: Proptosis  Class 4: Extraocular muscle involvement (usually with diplopia)  Class 5: Corneal involvement (primarily due to lagophthalmos)  Class 6: Sight loss (due to optic nerve involvement) Khurana AK. Comprehensive Ophtalmology. New Delhi: New Age International. 2007;

9 Patofisiologi Oftalmopati  Inflamasi otot ekstraokular, yaitu adanya infiltrasi selular yang pleomorfik, berhubungan dengan peningkatan sekresi glikosaminoglikan dan imbibisi osmotik air. Otot-otot tersebut membesar hingga dapat mencapai 8 kali normal, lalu menekan nervus optikus. Degenerasi dari serat otot menyebabkan fibrosis, sehingga terjadi myopati restriktif dan diplopia.  Infiltrasi sel inflamasi, yaitu limfosit, sel plasma, makrofag, dan sel mast dari jaringan intersisial, lemak orbital, dan kelenjar lakrimal dengan penumpukan glikosaminoglikan dan retensi cairan. Hal ini menyebabkan volume orbital meningkat dan secara tidak langsung meningkatkan tekanan intraorbital yang menyebabkan retensi cairan berlebih. Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier [ebook]

10 Manifestasi Klinis pada Mata  keterlibatan jaringan lunak,  retraksi kelopak,  proptosis,  neuropati optik,  myopati restriktif. Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier [ebook]

11 Keterlibatan Jaringan Lunak  Hiperemia epibulbar  Periorbital swelling  Keratokonjungtivitis limbus superior Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier [ebook]

12 Retraksi Kelopak  Tanda Dalrymple  Tanda Kocher  Tanda Von Graefe Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier [ebook]

13 Proptosis Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier [ebook]

14 Myopati Restriktif  Defek elevasi  Defek abduksi  Defek depresi  Defek aduksi Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier [ebook]

15 Neuropati Optik  Penurunan visus, berkaitan dengan RAPD, desaturasi warna, dan penurunan kemampuan membedakan terang.  Gangguan lapang pandang dapat berupa sentral atau parasentral dan dapat pula terjadi bersamaan dengan defek bundel serat saraf. Jika terdapat peningkatan tekanan intraokular, sulit dibedakan dengan glaukoma sudut terbuka primer.  Diskus optik biasanya normal, namun terkadang bengkak atau atrofi. Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier [ebook]

16 Diagnosis Banding  Kelainan hipertiroidisme dan tirotoksikosis Matfin G, Kuenzi JA, Guven S. Disorders of endocrine control of growth and metabolism. In: Porth CM. Pathophysiology-concepts of altered health states. 7 th ed. USA: Lippincott Williams & Wilkins. 2005; 975.

17 Tatalaksana Oftalmopati Graves Panduan penatalaksanaan berdasarkan konsensus oleh European Group on Graves Orbitopathy : - Merujk pasien ke RS dengan spesialis - Manajemen masalah oleh kalangan non nonspesialis - Manajemen masalah oleh spesialis mata - Manajemen oftalmopati ringan - Keadaan khusus Bartalena L, Baldeschi L, Dickinson A et al. Consensus statement of the European Group on Graves’ Orbitopathy (EUGOGO) on management of GO. Eur J Endocrinol. 2008; 158:

18 Prinsip manajemen dan penatalaksanaan oftalmopati Grave’s: - T : Tobacco abstinence - E : Euthyroidism must be achieved - A : Artificial tears - R : Referral to a specialist centre with experience Bartalena L, Marcocci C, Tanda L, et al. Management of thyroid eye disease. Eur J Med Mol Imaging. 2002;29:S

19  Keterlibatan jaringan lunak  NSAID/steroid topikal maupun oral  Lubrikan  Lateral tarsorrhaphy Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier [ebook]

20  Retraksi kelopak dan miopati restriktif  Mullerectomy  Reseksi retraktor kelopak bawah  Injeksi botox  Guanethidine 5% eyedrops Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier [ebook]

21

22

23  Injeksi botox :  Bertujuan melumpuhkan otot retraktor  Bertahan 3-4 bulan  Diberikan transcutaneus Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier [ebook]

24  Proptosis dan neuropati optik  Terapi medikamentosa  Steroid sistemik  1-1,5 mg/kgBB prednisone p.o.  500 mg metilprednisolone dalam ml normal saline IV  Radioterapi  Ajuvan dari penggunaan steroid  Perbaikan diharapkan dalam 6 minggu dengan perbaikan maks 4 bulan  Terapi kombinasi Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier [ebook]

25  Dekompresi pembedahan  Pengangkatan dinding lateral (Kronlein procedure)  Pengangkatan dinding superior (Naffziger procedure)  Pengangkatan dinding medial (Sewell procedure)  Pengangkatan dasar rongga orbital (Walsh-Ogura procedure) Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier [ebook]

26

27 Komplikasi  Thyroid storm  Tirotoksikosis berat  Pelepasan akut simpanan T4  Kematian intrauterin The thyroid gland. In: Gardner DG, Shoback D. Greenspan’s basic & clinical endocrinology. 8th ed. McGraw Hill

28 Daftar Pustaka  Jameson JL, Weetman AP. Disorders of the thyroid gland. In: Kasper DL, Fauci AS, Longo DL, et al. Harrison’s principles of internal medicine. 17 th ed. USA: McGraw Hill Medical. 2008;  Maitra A, Kumar V. Sistem endokrin. Dalam: Kumar V, Cotran R, Robbins SL. Buku ajar patologi. 7 th ed. Penerjemah: Prasetyo A, Pendit BU, Priliono T. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2007;  Moeljanto RD. Kelenjar tiroid, hipotiroidisme, dan hipertiroidisme. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editor. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi kelima. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia. 2009;  Matfin G, Kuenzi JA, Guven S. Disorders of endocrine control of growth and metabolism. In: Porth CM. Pathophysiology-concepts of altered health states. 7 th ed. USA: Lippincott Williams & Wilkins. 2005; 975.  Thyrotoxicosis. In: Larsen, Kronenberg, Melmed, Polonsky. Williams textbook of endocrinology. 10 th ed. Philadelphia: Saunders Elsevier  The thyroid gland. In: Gardner DG, Shoback D. Greenspan’s basic & clinical endocrinology. 8th ed. McGraw Hill

29  Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier [ebook]  Khurana AK. Comprehensive Ophtalmology. New Delhi: New Age International. 2007;  Bartalena L, Baldeschi L, Dickinson A et al. Consensus statement of the European Group on Graves’ Orbitopathy (EUGOGO) on management of GO. Eur J Endocrinol. 2008; 158:  Bartalena L, Marcocci C, Tanda L, et al. Management of thyroid eye disease. Eur J Med Mol Imaging. 2002;29:S  Eva PR, Whitcher JP. Vaughan & Asbury’s General Ophthalmology. 17th ed. USA: Mc Graw-Hill [ebook]

30 Terima Kasih


Download ppt "Oftalmopati Graves. Prinsip Tirotoksikosis dan Hipertiroidisme  Tirotoksikosis: hormon tiroid berlebih  Hipertiroidisme: sekresi tiroid berlebih  Tirotoksik."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google