Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TRANSGENIC MICE Ahmad Aulia Jusuf Bagian Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2007 JEMBATAN ANTARA BIOMEDIK DAN KLINIK.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TRANSGENIC MICE Ahmad Aulia Jusuf Bagian Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2007 JEMBATAN ANTARA BIOMEDIK DAN KLINIK."— Transcript presentasi:

1 TRANSGENIC MICE Ahmad Aulia Jusuf Bagian Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2007 JEMBATAN ANTARA BIOMEDIK DAN KLINIK

2 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Agenda   Pendahuluan   Definisi   Tujuan   Persiapan   Tahap-tahap pembuatan   Penutup

3 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Pendahuluan   Penelitian “menyingkap” fungsi suatu gen   Invitro   Transfeksi Gen/ fragmen DNA ditransfeksikan kedalam sel tertentu pada media kultur Belum tentu sesuai dengan fungsinya pada individu   Invivo 1   Transgenik Endogen (overekspresi) Eksogen   Gene disruption / gene knock out Gen endogen dibuat tidak aktif ______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 1 Aguzzi A, Brandner S, Isenmann S, Steinbach JP, and Sure U : Transgenic and gene disruption techniques in the study of neurocarcinogenesis. Glia 1995: 15:

4 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI _________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 2 Jusuf, A.A : Transgenic and gene disruption techniques from a concept to a tool in studying the basic pathogenesis of various human disease. Medical Journal Of Indonesia. 1998: 7; 2 : Brinster R, Chen H, Trumbauer M et al : Somatic expression of herpes thymidine kinase in mice following injection of a fusion gene into eggs. Cell 1981: 27: Palmitter R.D and Brinster R.L: Germ-line transformation of mice. Annu. Rev. Genet 1986: 20; Jaenisch R : Transgenic animals. Science 1988: 240; Hanahan D. : Transgenic mice as probes into complex system. Science 1989: 246; Hogan B, ConstantiniF, Lacy E. : Manipulating the mouse embryos: A laboratory manual.2nd Ed.New York : Cold Spring Harbor: 1994   Sejarah 2,3,4,5,6   Palmitter dan Brinster (1981) membuat transgenic mice   Insersi gen thymidine kinase dari virus herpes kedalam sel telur tikus yang telah dibuahi   Beberapa makalah tentang tikus transgenik   Palmitter (1986), Jaenisch (1988) dan Hanahan (1989)   Gordon dkk pada tahun 1983, Hogan 1994   Penyuntikan gen ke dalam pronukleus zigot Pendahuluan

5 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI ______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 1 Aguzzi A, Brandner S, Isenmann S, Steinbach JP, and Sure U : Transgenic and gene disruption techniques in the study of neurocarcinogenesis. Glia 1995: 15: Jusuf, A.A : Transgenic and gene disruption techniques from a concept to a tool in studying the basic pathogenesis of various human disease. Medical Journal of Indonesia. 1998: 7; 2 :   Tikus transgenik (Transgenic mice) 1,2   Suatu organisma (tikus) yang genom (susunan gen) nya telah dimodifikasi secara artifisial yaitu dengan cara rekayasa genetik ( genetic engineering) dan dapat diturunkan   over-expression of endogenous gene   expression of exogenous gene Definisi

6 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Definisi   Tikus transgenik ( Transgenic mice )   Fragmen DNA atau gen yang dimasukkan kedalam suatu sel   diligasikan secara ujung ke ujung (end to end) kesuatu tempat tertentu di dalam suatu kromosom tertentu secara acak oleh ensim ligasi intraselular sehingga gen atau fragmen DNA itu akan tersusun secara tandem 2,9 _________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 2 Jusuf, A.A : Transgenic and gene disruption techniques from a concept to a tool in studying the basic pathogenesis of various human disease. Medical Journal of Indonesia. 1998: 7; 2 : Albert, B., Bray, D., Lewis, J., Raff, M., Roberts, K., Watson, J.D. (1994), Cellular Mechaninsm of development in Molecular Biology of The Cell., 3rd Ed., Garland Publishing, New York and London, pp.

7 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Definisi Gen yang tersusun secara tandem genegenegenegene

8 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Definisi   Tikus transgenik (Transgenic mice)  Integrasi transgen pada genom sel telur yang dibuahi (zigot) 2,3  integrasi fragmen DNA linier satu sama lain secara tandem oleh ensim ligase  fragmen DNA yang telah tersusun secara tandem ini akan terintegrasi di suatu tempat tertentu pada suatu kromosom tertentu secara random  Bila kromosom yang telah dimodifikasi ini terdapat pada sel-sel benih (spermatozoa atau ovum), maka transgen ini akan dapat diturunkan ke generasi tikus selanjutnya  Tikus yang mengandung transgen ini dikenal sebagai transgenic mice _________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 2 Jusuf, A.A : Transgenic and gene disruption techniques from a concept to a tool in studying the basic pathogenesis of various human disease. Medical Journal Of Indonesia. 1998: 7; 2 : Brinster R, Chen H, Trumbauer M et al : Somatic expression of herpes thymidine kinase in mice following injection of a fusion gene into eggs. Cell 1981: 27:

9 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tujuan   Tikus transgenik (Transgenic mice) 3   mempelajari regulasi gen-gen   terkait dengan perkembangan jaringan tubuh   spesifik pada jaringan tertentu   Mempelajari fenotif gen pada jaringan tubuh ________________________________________________________________________ 3 Nagy A, Gertsenstein M, Vintersen K, Behringer R, Manipulating the mouse embryo: A laboratory manual. 3rd Ed New York: Cold Spring Harbor: 2003

10 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik  Pembuatan tikus transgenik merupakan proses yang sulit dan membutuhkan waktu yang lama  Serangkaian persiapan yang harus dilakukan adalah  Persiapan gen (transgen) yang akan dimasukkan ke dalam pronukleus telur tikus yang telah dibuahi (zigot)  Persiapan tikus yang akan digunakan  Persiapan alat dan bahan  Persiapan sistem deteksi keberadaan transgen dalam susunan genom ”calon” tikus transgenik (tikus yang berkembang dari zigot yang disuntikkan transgen)

11 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik   Persiapan gen (transgen) yang akan dimasukkan ke dalam pronukleus telur tikus yang telah dibuahi (zigot)   Fragmen DNA atau gen (transgen)   mengandung promoter, complete protein coding region, sedikitnya satu intron dan polyadenylation site 11   Panjang DNA transgen tidak dibatasi, dari beberapa kilo base pair (Kbp) hingga 1000 kb (Lamb et 1999) 13 Hal yang harus dipertimbangkan adalah vector yang digunakan dan cara konstruksinya   Amplifikasi fragmen DNA dengan menggunakan PCR   Proses pembuatan transgen dengan menggunakan rangkaian metoda biologi molekular   Harus dipurifikasi dan bebas dari sekuens vector prokariotik 12 Tidak mengganggu proses integrasi tetapi ekspresi dari transgen ______________________________________________________________________ 11 Brinster R, Allen J, BehringerR, Gelimas R et al.: Intron s increase transcriptional efficiency in transgenic mice. Proc Natl. Acad.Sci.USA 1988: 85; Chada K, Magram J, Raphael K, Radice G, Lacy E and Constantini F. Spesific expression of a foreign beta globin gene in eryrthroid cells of transgenic mice. Nature.1985: 314: Lamb B.T, Bardel K.A, Kulnane L.S. Anderson J.J, Holtz G, Wagner S.L, Sisodia S.S, and Hoeger E.J. Amyloid production and deposition in mutant amyloid precursor protein and presenilin-1 yeast artificial chromosome transgenic mice. Natl. Neurosci. 1999: 2;

12 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik   Persiapan gen (transgen) yang akan dimasukkan ke dalam pronukleus telur tikus yang telah dibuahi (zigot)

13 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik   Persiapan gen (transgen) yang akan dimasukkan ke dalam pronukleus telur tikus yang telah dibuahi (zigot)   Bila gen yang diinsersikan merupakan gen endogen (endogenous transgene)   Penyisipan oligonukleotida pada daerah transgen yang tidak ditranslasikan (untranslated region) 14,15   Menginsersikan gen kecil yang mengkode RNA yang pendek pada transgen tersebut 16 ______________________________________________________________________ 14 Peschon J.J, Behringer R.R, Brinster R.L, and Palmiter R.D. Spermatide-specific expression of protamine 1 in transgenic mice. Proc Natl.Acad.Sci.USA. 1987:84; Shi Y, Son H.J, Shahan K, Rodriguez M, Constantini F and Derman E. Silent genes in the mouse major urinary protein gene family. Proc Natl.Acad.Sci.USA. 1989:86; Krumlauf R, Hammer R.E, Tilghman S.M, and Brinster R.L Developmental regulation of alpha-fetoprotein genes in transgenic mice. Mol. Cell. Biol. 1985:5;

14 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik   Persiapan gen (transgen) yang akan dimasukkan ke dalam pronukleus telur tikus yang telah dibuahi (zigot)   Bila gen yang diinsersikan merupakan gen endogen (endogenous transgene)   Fusi epitope/peptida yang pendek dengan protein dari transgen mempermudah pengenalan adanya protein yang dikode oleh transgen pada tikus host tersebut o o menggunakan epitope-specific antibodi o o fusi antara protein yang dikode oleh transgen dengan protein ”green fluorescent Protein (GFP)” yang dikode oleh gen reporter alkaline phosphatase akan mempermudah pendeteksian adanya ekspresi transgen pada tikus host tersebut 17 Harus diingat adanya protein kecil yang ”mendompleng” pada protein yang dikode oleh transgen tersebut mungkin berpengaruh terhadap fungsi protein yang dikode oleh transgen ______________________________________________________________________ 17 van Roessel P and Brand A.H. Imaging into the future: visualizing gene expression and protein interactions with fluorescent proteins.Nat.Cell.Biol. 2002:4; 15-20

15 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik   Persiapan gen (transgen) yang akan dimasukkan ke dalam pronukleus telur tikus yang telah dibuahi (zigot)   Efisiensi transgen dipengaruhi oleh beberapa faktor 8   Bentuk DNA Bentuk linier dari DNA transgen akan meningkatkan efisiensi integrasi transgen   Konsentrasi DNA Konsentrasi DNA yang rendah akan menurunkan efisiensi pengintegrasian transgen konsentrasi yang terlalu tinggi bersifat toksik bagi zigot Konsentrasi DNA yang dianjurkan adalah nanogram/mikroliter   Kemurnian DNA bebas dari semua kontaminasi termasuk sisa phenol, etanol atau ensim)   Buffer DNA berperan dalam meningkatkan efisiensi pengintegrasian transgen pada hostnya TE buffer yang mengandung 1mM EDTA. ______________________________________________________________________ 8 Hogan B, ConstantiniF, Lacy E. : Manipulating the mouse embryos: A laboratory manual.2nd Ed.New York : Cold Spring Harbor: Nagy A, Gertsenstein M, Vintersen K, Behringer R, Manipulating the mouse embryo: A laboratory manual. 3rd Ed New York: Cold Spring Harbor: 2003

16 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik  Persiapan tikus  Kelompok tikus betina yang dilakukan superovulasi ( superovulated female mice )  Kelompok tikus jantan pengawin ( fertile stud male mice )  Kelompok tikus betina yang dibuat hamil palsu ( pseudopregnant female mice )  Kelompok tikus jantan yang steril ( steril male mice )

17 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik  Persiapan tikus  Superovulated female mice  Kelompok tikus betina yang dibuat superovulasi mendapatkan telur yang dibuahi (zigot) dalam jumlah banyak mendapatkan telur yang dibuahi (zigot) dalam jumlah banyak Berumur 4-8 minggu Berumur 4-8 minggu disuntik dengan Pregnant Mare’s Serum Gonadotrophin (PMSG) disuntik dengan Pregnant Mare’s Serum Gonadotrophin (PMSG) o serupa dengan hormone FSH o menstimulasi perkembangan dan pematangan telur tikus dalam jumlah banyak

18 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik  Persiapan tikus  Superovulated female mice  Kelompok tikus betina yang dibuat superovulasi disuntik dengan Human Chorionic Gonadotrophin (HCG) 2 hari pasca PMSG disuntik dengan Human Chorionic Gonadotrophin (HCG) 2 hari pasca PMSG o Serupa dengan hormon LH o menstimulasi ovulasi dikawinkan dengan tikus jantan kelompok fertile stud male mice dan diperiksa ada tidaknya plug kopulasi (copulation plug) besok paginya dikawinkan dengan tikus jantan kelompok fertile stud male mice dan diperiksa ada tidaknya plug kopulasi (copulation plug) besok paginya

19 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik  Persiapan tikus  Fertile stud male mice  Kelompok tikus jantan pengawin  Dikawinkan dengan tikus betina superovulated female mice untuk mendapatkan zigot  berumur 6-8 minggu  mempunyai penampilan reproduksi yang baik  Sterile male mice  kelompok tikus jantan yang disteril dengan cara vasektomi  dikawinkan dengan tikus betina pseudopregnant female mice  berumur sediktinya 2 bulan  Sebelum dipakai dicek ke ”steril” annya

20 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Vasektomi Pada Sterile Male Mice

21 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik  Persiapan tikus  Pseudopregnant mice  Kelompok tikus betina yang dibuat hamil palsu menerima zigot yang telah mengandung transgen dalam pronukleusnya menerima zigot yang telah mengandung transgen dalam pronukleusnya  dikawinkan dengan tikus kelompok sterile male mice dicek ada tidaknya plug kopulasi (copulation plug) besok paginya dicek ada tidaknya plug kopulasi (copulation plug) besok paginya  berumur 6-8 minggu dengan berat badan gram  Untuk mempermudah transfer zigot mempunyai infundibulum yang besar, misalnya strain ICR. mempunyai infundibulum yang besar, misalnya strain ICR.

22 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik  Persiapan alat dan bahan  Alat dan bahan untuk mengumpulkan telur tikus yang dibuahi (zigot)  Spuit disposible  Hormon Pregnant Mare’s Serum Gonadotrophin (PMSG)  Hormon Human Chorionic Gonadotrophin (HCG)  Larutan kultur yaitu larutan D-PBS atau larutan lainnya yang ditambahkan bovine serum albumin (BSA), asam piruvat dan antibiotik (penisilin dan streptomisin)  Larutan kultur yang mengandung ensim hyaluronidase  Inkubator (temperatur 37C, dengan kelembaban 95% dan mengandung 5% CO2)  Surgical set termasuk watchmaker’s forceps  Alkohol 70%  Stereomikroskop  Mouth controlled pipette  35 mm petri dish

23 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Mouth controlled pipette

24 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik  Persiapan alat dan bahan  Alat dan bahan yang dipakai untuk menginsersikan transgen ke pronukleus zigot  Holding pipette pipet yang dipakai untuk “memegang” zigot selama proses penyuntikan transgen ke dalam pronukleus zigot pipet yang dipakai untuk “memegang” zigot selama proses penyuntikan transgen ke dalam pronukleus zigot Borosilicate glass capilary Borosilicate glass capilary mechanical pipette puller mechanical pipette puller  Injection pipette pipet yang dipakai untuk memasukkan transgen kedalam pronukleus zigot pipet yang dipakai untuk memasukkan transgen kedalam pronukleus zigot Glass capillary tubing dengan internal glass filament Glass capillary tubing dengan internal glass filament mechanical pipette puller mechanical pipette puller

25 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Holding dan injection Pipette

26 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik  Persiapan alat dan bahan  Alat dan bahan yang dipakai untuk menginsersikan transgen ke pronukleus zigot  Mikroskop yang mempunyai mikromanipulator  Paraffin oil  Petri dish injection chamber  Transgen yang dilarutkan dalam buffer TAE

27 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Persiapan Pembuatan Tikus Transgenik  Persiapan alat dan bahan  Alat dan bahan yang dipakai untuk identifikasi ada tidaknya transgen pada tikus host  Southern blot  Northern blot  Western Blot

28 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik

29 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Penyuntikan hormon PMSG dan HCG

30 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Isolasi dan pengumpulan telur tikus yang dibuahi (zigot) dari superovulated female mice dengan plug kopulasi positif

31 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Isolasi dan pengumpulan telur tikus yang dibuahi (zigot) dari superovulated female mice dengan plug kopulasi positif

32 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Isolasi dan pengumpulan telur tikus yang dibuahi (zigot) dari superovulated female mice dengan plug kopulasi positif

33 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Isolasi dan pengumpulan telur tikus yang dibuahi (zigot) dari superovulated female mice dengan plug kopulasi positif

34 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Isolasi dan pengumpulan telur tikus yang dibuahi (zigot) dari superovulated female mice dengan plug kopulasi positif

35 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Penyuntikan transgen kedalam pronukleus telur tikus yang dibuahi (zigot)

36 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Penyuntikan transgen kedalam pronukleus telur tikus yang dibuahi (zigot)

37 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Penyuntikan transgen kedalam pronukleus telur tikus yang dibuahi (zigot)

38 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Penyuntikan transgen kedalam pronukleus telur tikus yang dibuahi (zigot)

39 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Penyuntikan transgen kedalam pronukleus telur tikus yang dibuahi (zigot)

40 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Penyuntikan transgen kedalam pronukleus telur tikus yang dibuahi (zigot)

41 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Penyuntikan transgen kedalam pronukleus telur tikus yang dibuahi (zigot)

42 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Penyuntikan transgen kedalam pronukleus telur tikus yang dibuahi (zigot)

43 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Transfer zigot yang telah disuntikkan transgen ke saluran telur (oviduct) pseudopregnant female mice

44 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Transfer zigot yang telah disuntikkan transgen ke saluran telur (oviduct) pseudopregnant female mice

45 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Transfer zigot yang telah disuntikkan transgen ke saluran telur (oviduct) pseudopregnant female mice

46 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Pemeliharaan “Calon” Tikus Transgenik

47 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Tahapan Pembuatan Tikus Transgenik  Deteksi Transgen Pada “Calon” Tikus Transgenik

48 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Penggunaan transgenic mice dalam penelitian klinik  Gen-gen yang mengkode produksi hormon  fusi gen yang mengkode metallothionein dengan gen yang mengkode hormon pertumbuhan (growth hormone) menyebabkan pertumbuhan yang dramatis pada tikus transgenik (Palmitter 1982)  overekspresi human growth hormone releasing factor pada tikus transgenik menyebabkan peningkatan pertumbuhan badan yang sangat pesat (Hammer, 1985)  Gen-gen regulasi perkembangan  overekspresi gen homeobox, Hox 1.4 pada tikus transgenik menyebabkan perkembangan usus yang tidak normal (Wolgemuth, 1989)  gen-gen yang mengontrol perkembangan jaringan tikus (Kessel M and Guss P, 1990) ______________________________________________________________________ 18 Palmitter R.D., Brinster R.L., Hammer R.E., Trumbauer M.E., Rosenfeld M.G., Birnberg N.C., and Eavans R.M Dramatic growth of mice that develop from eggs microinjected with metallothionein-growth hormone fusion genes. Nature 300: Hammer R.E., Brinster R.L., RosenfeldM.G., Mayo K.E., Expression of human growth hormone releasing factor in transgenic mice results in increased somatic growth. Nature 315: Wolgemuth D.J., Behringer R.R., Mostoller M.P., Brinster R.L., and Palmiter R.D., 1989, Transgenic mice overexpressing the mouse homoeobox containing gene Hox 1.4 exhibit abnormal gut development. Nature 337: Kessel M and Guss P., 1990 : Murine developmental control genes. Science 249:

49 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Penggunaan transgenic mice dalam penelitian klinik  Gen-gen yang berperan dalam sistem imunologi  Ekspresi gene kappa pada tikus transgenik terbatas hanya pada limfosit B (Storb et.al 1984)  Gen-gen virus yang menginfeksi jaringan tubuh  hewan model untuk penyakit hepatitis B kronik yang pembawa antigen permukaan virus hepatitis B (Chisari, 1985)  aktivasi sel limfosit T pada tikus transgenik yang mengkespresikan gen HIV-1 nef (Skowronski, 1993) ______________________________________________________________________ 22 Storb U., O’Brien R.L., McMullen M.D., Gollahon K.A., and Brinster R.L., High expression of cloned immunoglobulin kappa gene in transgenic mice is restricted to B lymphocytes. Nature 310: Chisar F.V., Pinkert C.A., Milich D.R., Filippi P., McLachlan A., Palmitter R.D., and Brinster R.L., A transgenic mice model of the chronic hepatitis B surface antigen carrier state. Science 230: Skowronski J., Parks D., and MarianiR., Altered T cell activation and development in transgenic mice expressing the HIV-1 nef gen. EMBO J : 12:

50 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Penutup  Telah diuraikan tehnik pembuatan tikus transgenik (transgenic mice)  Pembuatan tikus transgenik membutuhkan proses yang panjang dan waktu yang lama  Kegunaan tikus transgenik   mempelajari regulasi gen-gen yang terkait dengan perkembangan jaringan tubuh dan gen-gen yang spesifik pada jaringan tertentu   Mempelajari fenotif gen pada jaringan tubuh  Transgenic mice merupakan jembatan antara biomedik dan klinik

51 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Penutup

52 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI Penutup “ Dan Allah telah meratakan bumi untuk kehidupan mahlukNya Dibumi itu ada keaneka ragaman buah-buahan Dibumi itu ada keaneka ragaman buah-buahan Dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang Dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang Dan biji-bijian yang berkulit Dan biji-bijian yang berkulit Dan bunga-bunga yang harum baunya Dan bunga-bunga yang harum baunya Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS : Ar-Rahman (55) : 10-13) (QS : Ar-Rahman (55) : 10-13)

53 Senin, 30 April Transgenic Mice/AAJ/Histologi FKUI


Download ppt "TRANSGENIC MICE Ahmad Aulia Jusuf Bagian Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2007 JEMBATAN ANTARA BIOMEDIK DAN KLINIK."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google