Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Methanogen Archaea Siti Trisagita Utari 10407005 Vilandri Astarini 10407035 Noor Azizah Ba’diedha 10407039.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Methanogen Archaea Siti Trisagita Utari 10407005 Vilandri Astarini 10407035 Noor Azizah Ba’diedha 10407039."— Transcript presentasi:

1 Methanogen Archaea Siti Trisagita Utari Vilandri Astarini Noor Azizah Ba’diedha

2

3 Archaea Sel prokariotik Dinding selnya tidak memiliki peptidoglikan Archaea resisten terhadap beberapa antibiotik yang berpengaruh pada bakteri, tetapi sensitif terhadap beberapa antibiotik yang berpengaruh pada eukarya. Hidup di lingkungan ekstrim seperti lingkungan dengan kadar garam tinggi, lingkungan panas, dan lingkungan dengan kadar asam tinggi. Archaea dibagi menjadi 3 Filum, yaitu Crenarchaeota, Euryarchaeota, dan Korarcheota.  Crenarchaeota: Grup dengan dominan thermophilic archaea.Menggunakan sulfur sebagai donor elektron atau akseptor.  Euryarcheota: methanogens, halophiles, thermophiles.  Korarcheota; ditemukan pada sumber air panas. Informasi terbaru, Archaea dibagi menjadi 2 filum, di mana Korarcheota di masukkan ke dalam 2 filum lainnya.

4 “membran archea tersusun atas isoprenoid L- gliserol dieter atau d-L- gliserol tetraeter” (Kandler & König, 1998)

5

6 Crenarchaeota Tumbuh baik pada suhu antara 80° C dan 100° C. Beberapa spesies memiliki kemampuan hidup di lingkungan yang sangat asam dan hyperthermofilik (yang diisolasi dari kawah ataupun air panas). Masih banyak Crenarchaeota yang belum dapat dikultivasi.

7 Euryarchaeota Tumbuh baik pada suhu di atas 80°C. Extreme Halophilic Archaea, kadang disebut sebagai Haloarchaea Extreme halophile, Hypersaline Methanogen Archaea

8 Methanogen Methanogens adalah kesatuan fisiologis produsen Methan dalam sistem anaerobik Sebagian besar dari filum Euryarchaeotha. Obligat anaerob, halofilik, mesofilik, tetapi ada juga yang ekstremofilik (suhu sangat tinggi atau sangat rendah), pH ekstrim. Memperoleh energi dengan mengubah CO 2, H 2, format, metanol, asetat, dan komponen lainnya menjadi metana atau metana dan CO 2. Kelas pada filum Euryarchaeotha yang termasuk metanogen adalah Methanobacter, Methanococci, dan Methanomicrobia. Methanogen pengguna H 2 berperan penting dalam mempertahankan tingkat kerendahan H 2 di atmosfer.

9 Habitat dari methanogen Archaea

10 Jalur metanogenesis Methanogenesis  bentuk dari respirasi anaerobik menggunakan komponen 1 atom carbon (C-1) atau asam asetat sebagai akseptor elektron. 3 Jalur metanogenesis: Hydrogenotrophic Methylotrophic Acetoclastic

11 Reaksi Penghasilan energi oleh metilotrofik metanogen Thauer, et al., (1977)

12 Dampak keberadaan metanogen Positif: - Penghasil gas metana (clean-burning fuel), dapat dijadikan sebagai bahan alternatif - Jika dijadikan sebagai sumber energi (bahan bakar) dapat mengurangi emisi dari ‘greenhouse gasses’ Negatif: -Metana  salah satu dari ‘greenhouse gas’ berkontribusi terhadap global warming (Schlesinger ). -Methanogen dapat mengoksidasi besi, berkontribusi terhadap korosi pipa besi

13 Methanobacteriales

14 Methanobacteria Salah satu mikroorganisme yang melimpah di bumi. Habitatnya di sedimen ataupun dapat hidup di substrat lain dengan konsentrasi oksigen rendah, dan hanya dengan air Methanobacteria ini dapat bertahan hidup. Terdiri dari satu ordo, yaitu Methanobacteriales, yang terdiri dari dua famili, yaitu Methanobacteriaceae dan Methanothermaceae.

15 Methanobacteria Methanobacteriace ae Methanobacterium Methanobrevibacter Methanosphaera Methanothermobact er Methanothermacea e Methanothermus

16 Methanobacterium Methanobacterium sering ditemukan di sedimen dan lingkungan anoksik lain, dimana kandungan akseptor elektron inorganik (seperti sulfat, nitrat) sangat rendah. Berdasarkan karakteristik morfologinya, Methanobacterium memiliki panjang yang bervariasi. Dinding selnya tampak seperti Gram-positif, tetapi komposisi pseudomurinnya lebih banyak dibandingkan dengan peptidoglikan. Tidak memiliki flagella (non-motile). Salah satu contoh spesies dari genus ini adalah Methanobacterium thermoautotrophicum.

17 Karakteristik : o Ukuran : mm x mm. o tumbuh pada suhu antara o C. o Tumbuh pada pH antara o Obligat anaerob. o Gram negatif. o Tidak memiliki endospora. o Pada dinding selnya, komposisi paling dominan adalah pseudomurein. o Kemoautrotop. o Hanya membutuhkan CO 2, H 2 dan garam untuk pertumbuhannya. o Pada habitatnya mengandung sedikit NaCl. M. thermoautotrophicum

18 o Telah berhasil diisolasi dan dapat ditumbuhkan pada medium dengan kombinasi antara ekstrak yeast dan komponen seperti xylosa, tripton, dan glucosa. o M. thermoautotrophicum mulai diteliti oleh banyak orang, salah satunya sebagai agen bioremediasi yang juga sebagai agen pengubah limbah menjadi sumber energi. o Akan tetapi, yang saat ini metana (produk akhir) masih menjadi masalah lingkungan.

19 Methanococcales

20

21 Methanococcales Anaerobik methanogen dalam EURYARCHAEOTA Pseudosarcina, coccoid atau Sheated rod-shaped Mengkatabioisme grup methyl. Protein (glikoprotein) pada dinding sel

22 Phylogenetic tree of related species based on multiple-genome alignment

23 Methanocaldococcus janaschii (1) Diisolasi pertama kali di Mexico, tahun isolasi dari lubang hidrothermal dasar laut, 2600 m bawah laut.

24 Methanocaldococcus janaschii (2) Sebelumnya dikenal sebagai Methanococcus janaschii Motil coccus, Obligat autotroph (reduksi CO2 atau CO dengan H2 untuk produksi methana. Anaerob Autoflourescent Dapat mensintesis vitamins, asam amino dan gula. Nitrogen dari gas N2, dapat mengasimilasi sulfur dari sulfat. thermophile, tumbuh optimal 80C; Resisten pada kebanyakan antibiotik Genome Methanocaldococcus janaschii

25 Aplikasi Metanogen Fermentasi Methane: 1.Upflow Anaerobic sludge blanket (UASB) 2.Upflow Anaerobik filter Process (UAFP) 3.Anaerobic Fluidized-bed reactor (AFBR) 4.Two-Phase Methane Fermentation processes search for evidence of life in early Earth and extraterrestrial rocks: M. jannaschii, mensekresi EPS pada medium, yang memungkinkan kita untuk mempelajari fosilisasi seldan pemisahan EPS. Urrutia & Beveridge (1994),

26

27 Operational Methane-Generating Bioreactors and Their Current Applications Upflow anaerobic sludge blanket (UASB) Bowker, 1983

28 Methanomicrobia

29 Class III Methanomicrobia Order Methanomicrobiales Family Methanomicobiaceae MethanomicrobiumMethanoculleusMethanofolisMethanogenium Family Methanocorpusculace ae Methanocorpusculum Order Methanosarcinales Family Methanosarcinaceae MethanosarcinaMethanococcoidesMethanohalobiumMethanohalophilusMethanolobus Methanomethylovoran s Methanimicrococcus Family Methanosaetaceae Methanosaeta Class II Methanococci Class I Methanobacteria

30 Methanosarcina Anaerob Produksi metana melalui jalur metabolik metanogenesis Metanosarcina dapat memetabolisme komponen C-1 (methylamines, methanol) Ditemukan di tempat kotor, usus hewan, freshwater, marine sediments, tanah, sumur minyak, dan feses hewan ternak (Zinder 1993). Sensitif terhadap perubahan fisik dan kimia, tetapi dapat tumbuh dalam berbagai substrat. Memiliki 3 jalur metanogenesis. Spesies: M. acetivorans, M. baltica, M. barkeri, M. lacustris, M. mazei, M. semesiae, M. siciliae, M. thermophila, M. vacuolata M. acetivoransM. balticaM. barkeriM. lacustris M. mazeiM. semesiaeM. siciliaeM. thermophilaM. vacuolata Domain: Archaea Phylum: Euryarchaeota Class: Methanomicrobia Order : Methanosarcinales Family : Methanosarcinaceae Genus: Methanosarcina (Kluyver and van Niel 1936)

31 Methanosarcina barkeri str.Fusaro Genome berukuran 4.87 Mbp, terdapat 3831 gen terprediksi Mesophilic methanogen (35-40° C) Dinding selnya tidak mengandung asam muramik, glukosamin dan D-asam glutamik. GC Content (%): Memiliki enzim superoxide dismutase (SOD)

32 Phylogenetic tree of related species based on multiple-genome alignment: Phylogenetic tree of related species based on multiple-genome alignment in browser:

33 Methanosarcina acetivorans Dapat menggunakan asetat sebagai substrat dalam memproduksi metana Acetoclastic methanogen ‘Single circular chromosome’ berukuran 5,751,492 bp (genome terbesar di Archaea) 42.7% G + C content M. acetivorans dibedakan dari spesies Methanosarcina lain karena tidak mampu tumbuh (jalur hidrogenotropik) menggunakan H2 untuk mereduksi CO2 (Sowers et al.1984).

34 Phylogenetic tree of related species based on multiple-genome alignment: Phylogenetic tree of related species based on multiple-genome alignment in browser:

35 Daftar Pustaka Angelina, Fiona, 2007.Sistem Tiga Domain.http://fionaangelina.com/2007/12/02/sistem-tiga-domain/. Tanggal Akses : 09 Desember Anonim1, Phylum Methanobacteria. Tanggal Akses : 10 Desember Anonim 2, Methanobacterium. meth3.JPG&i mgrefurl=http://filebox.vt.edu/users/chagedor/biol_4684/Microbes/Methanobacterium.html&usg=_ _pHlPMdrNh O0m6iVfBuvxrCX5D2c=&h=281&w=382&sz=27&hl=id&start=9&itbs=1&tbnid=OUrjA6xmYRwW MM:&tbnh=90& tbnw=123&prev=/images%3Fq%3Dmethanobacteria%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG. Tanggal Akses : 10 Desember meth3.JPG&i Anonim3, Microorganisms in the biosphere and the recent evolution of their taxonomy. Tanggal Akses : 08 Desember Beveridge TJ (2001) Bacterial cell wall. In: Encyclopedia of Life Science. Nature Publishing Group, London, doi: / npg.els Bowker, R.P.G., Environ. Progress, 2, (1983). James E. Galagan, Chad Nusbaum, Alice Roy, et al The Genome of M. acetivorans Reveals Extensive Metabolic and Physiological Diversity. Genome Res.12:

36 Kandler O, König H (1998) Cell wall polymers in Archaea. Cellular and Molecular Life Sciences 54, 305–308. McCollough, Bianca, Methanobacterium thermoautotrophicum. web.mst.edu/~microbio/BIO221_2002-Methanobact....htm. Tanggal Akses : 09 Desember web.mst.edu/~microbio/BIO221_2002-Methanobact....htm Schlesinger, W.H Biogeochemistry: An analysis of global change. Academic Press, San Diego, CA. Sowers, K.R., Baron, S.F., and Ferry, J.G Methanosarcina acetivorans sp. nov., an acetotrophic methane-producing bacerium isolated from marine sediments. Appl. Environ. Microbiol. 47: 971–978. Zinder, S.H Physiological ecology of methanogens. In Methanogenesis (ed. J.G. Ferry), pp. 128– 206. Chapman Hall.Routledge, New York. Thauer, R.K. et.al., Ann. Rev. Microbiol., 43, (1989). Urrutia MM, Beveridge TJ (1994) Formation of fine-grained silicate minerals and metal precipitates by a bacterial surface (Bacillus subtilis). Chemical Geology 116, 261–

37


Download ppt "Methanogen Archaea Siti Trisagita Utari 10407005 Vilandri Astarini 10407035 Noor Azizah Ba’diedha 10407039."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google