Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ilham, S.Kom.,M.Kom Part II.  Bab ini akan membahas mengenai manusia sebagai elemen terpenting dalam interaksi manusia dan komputer, yaitu sebagai subjek.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ilham, S.Kom.,M.Kom Part II.  Bab ini akan membahas mengenai manusia sebagai elemen terpenting dalam interaksi manusia dan komputer, yaitu sebagai subjek."— Transcript presentasi:

1 Ilham, S.Kom.,M.Kom Part II

2  Bab ini akan membahas mengenai manusia sebagai elemen terpenting dalam interaksi manusia dan komputer, yaitu sebagai subjek sekaligus sebagai objek.  Manusia dapat dipandang sebagai sistem pemroses informasi  Sebuah Model sederhana : 1. Informasi diterima dan ditanggapi melalui saluran input-output 2. Informasi disimpan dalam ingatan (memory) 3. Informasi diproses dan diaplikasikan dalam berbagai cara  Kemampuan manusia dalam area ini amat penting dalam mendesain, dan ini berbeda antara satu orang dengan orang lainnya

3  Pandangan (vision) Dua tahap dalam vision : 1. Penerimaan fisik dari suatu stimulus 2. Pengolahan dan interpretasi dari stimulus  Alat Fisik : mata 1. Mekanisme untuk menerima cahaya dan mentransformasikannya ke dalam energi listrik 2. Cahaya memantul dari objek-objek, citra dari mereka difokuskan terbalik pada retina 3. Retina mengandung rods (organ berbentuk batang) untuk pandangan cahaya 4. Sel ganglion (simpul/pusat syarat) mendeteksi pola dan pergerakan

4  Ukuran dan Kedalaman 1. Sudut pandangan mengindikasikan seberapa banyak area dari pandangan objek yang tertangkap (berhubungan dengan ukuran dan jarak dari mata) 2. Ketajaman pandangan adalah kemampuan untuk mempersepsikan detil yang sangat baik (terbatas). 3. Objek yang familiar dipersepsikan ukuran yang tetap/konstan dibandingkan dengan perubahan dalam sudut pandangan – hukum ketetapan ukuran 4. Petunjuk, seperti overlapping (saling tumpuk) antar objek akan membantu mempersepsi ukuran dan kedalaman.  Kecermelangan cahaya (brightness) 1. Reaksi yang bersifat subjektif pada level-level cahaya 2. Dipengaruhi oleh kejelasan (luminance) objek 3. Diukur hanya oleh perbedaan yang nyata 4. Ketajaman pandangan meningkat dengan semakin besarnya kejelasan (luminance) sebagaimana halnya kekeruhan pandangan meningkat dengan semakin besarnya kedip (flicker) yang terjadi

5  Warna 1. Terbentuk dari hue (corak), intensity (intensitas), saturation (kejenuhan) 2. Cones sensitif terhadap panjang gelombang warna 3. Ketajaman pandangan warna biru adalah paling rendah 4. 8% pria dan 1% wanita menderita buta warna  Sistem visual mengkompensasikan diri untuk pergerakan dan perubahan dalam kejelasan pandangan (luminance)  Konteks akan digunakan untuk kerancuan yang terjadi

6  Beberapa langkah 1. Pola visual terpersepsikan 2. Di-decode (pecahkan sandinya) menggunakan representasi internal bahasa 3. Diinterpretasikan menggunakan pengetahuan dari sintaks, sematik dan pragmatik  Membaca melibatkan saccades (mata yang berkedip-kedip) dan fixations (mata yang memadang terus/terpaku pada suatu hal pada suatu saat)  Persepsi setelah terjadinya  Bentuk huruf sesuatu yang penting untuk proses pengenalan 1. Kontras negatif memperbaiki proses membaca dari layar komputer

7  Menyediakan informasi mengenai lingkungan : jarak, arah, objek, dll  Alat fisik 1. Telinga bagian luar – melindungi telinga bagian dalam dan menguatkan suara 2. Telinga bagian tengah – mentransmisikan gelombang suara dalam bentuk getaran ke telinga bagian dalam 3. Telinga bagian dalam – pemancar (transmiter) kimiawi dilepaskan dan ini menimbulkan impuls dalam syaraf pendengaran  Sound (Suara) 1. Pitch – frekuensi suara 2. Loudness – amplitudo (lebar/kekuatan suara) 3. Timbre – jenis atau kualitas suara  Manusia dapat mendengarkan frekuensi dari 20Hz sampai 15Khz – kurang akurat membedakan frekuensi tinggi dibandingkan dengan frekuensi rendah  Pemfilteran suara pada sistem pendengaran – dapat mengenali suara pada suara latar yang menjadi/penuh dengan gangguan.

8  Menyediakan umpan balik penting lingkungan  Mungkin merupakan indra kunci untuk orang yang memiliki kekurangan pada pandangannya  Stimulus diterima melalui penerima (receptors) dalam kulit : 1. Thermoreceptors – panas dan dingin 2. Nociceptors – sakit 3. Mechanoreceptors – tekanan (beberapa tekanan seketika / segera (instant))  Beberapa daerah/bagian tubuh lebih senstif daripada yang lain. Contoh : jari-jari  Kinethesis – kesadaran akan posisi tubuh dapat menjadikan nyaman dan berpengaruh baik pada kinerja

9  Waktu yang diperlukan untuk menanggapi stimulus : waktu raksi + waktu gerak  Waktu gerak – tergantung pada usia, kebugaran, dan lain-lain  Waktu reaksi – tergantung pada jenis stimulus : 1. Visual (pandangan) – 200 ms 2. Auditory (suara) – 150 ms 3. Pain (sakit) – 700 ms  Bertambahnya waktu reaksi mengurangi akurasi pada operator yang tidak terampil tapi hal tak berpengaruh pada operator yang terampil  Hukum Fitt (Fitt’s Law) merumuskan waktu yang dibutuhkan untuk menekan/menyentuh target di layar : Mt = a + b log2 (D / S + 1)  Dimana a dan b secara empiris adalah kostanta yang telah ditentukan, Mt adalah waktu gerak, D adalah jarak dan S adalah ukuran  Target secara umum haruslah sebesar yang paling mungkin dan jarak adalah sekecil yang paling mungkin

10  Terdapat 3 jenis fungsi memory  Sensory Memory (memory untuk merasakan)  Buffers (penyangga) untuk stimuli (rangsangan) 1. Iconic – visual stimulli (rangsangan) 2. Echonic – aural stimuli (rangsangan suara) 3. Haptic – touch stimuli (rangsangan sentuhan)  Secara terus menerus akan terus diperbarui/ditumpuki  Informasi berlalu/lewat dari alat sensor (sensory) ke meory jangka pendek dengan atensi/perhatian  Pemilihan rangsangan diatur oleh selera/gairah

11  Lapisan scractch (scratch-pad) untuk pengingatan kembali (recall) semenetara 1. Akses cepat – 70ms 2. Penghilangan cepat (rapid decay) – 200ms 3. Kapasitas terbatas - 7+/-2 digit atau kumpulan informasi  Efek kekinian (recency effect) – pengingatan kemabali (recall) seseuatu yang terakhir dilihat lebih baik daripada pengingatan kembali (recall) item-item yang lebih dulu  Beberapa bukti untuk berbagai elemen dari memory jangka pendek – saluran artikulasi/pengucapan, saluran visual, dan lain-lain – campur tangan pada saluran yang berbeda tak mengganggu pengingatan kembali (recall)

12  Tempat penyimpanan (repository) untuk semua pengetahuan kita 1. Akses pelan – 1/10 detik 2. Decay (penghilangan) pelan, jika ada 3. Kapasitas yang besar atau tidak terbatas  Dua jenis 1. Episodik – memory berurutan dari kejadian-kejadian 2. Semantik – memory terstruktur dari fakta-fakta, konsep dan keterampilan  Informasi dalam memory jangka panjang semantik diturunkan dari memory jangka panjang episodik  Struktur memory semantik 1. Menyediakan akses ke informasi 2. Merepresentasikan hubungan diantara bit-bit (bagian kecil) informasi 3. Mendukung infrensia

13  Model : semantic network(jaringan semantik) 1. Inheritance – node-node anak dituruni properti (sifat dan kemampuan) dari node- node orang tuanya 2. Hubungan diantara bit-bit informasi dilakukan secara eksplisit 3. Mendukung inferensia melalui inheritance (penurunan sifat)

14

15  Model lain dari memory jangka panjang 1. Frames (kerangka/bingkai) - Informasi diorganisasikan dalam struktur data. Slots dalam struktur diintantiasi (diberi nilai) dengan nilai-nilai tertentu untuk data instan yang diperlukan - Sebagai contoh, pengetahuan kita mengenai anjing seperti sebelumnya disimpan dalam frame(bingkai)


Download ppt "Ilham, S.Kom.,M.Kom Part II.  Bab ini akan membahas mengenai manusia sebagai elemen terpenting dalam interaksi manusia dan komputer, yaitu sebagai subjek."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google