Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 PSIKOLOGI LINGKUNGAN Kuliah ke-5 Lingkungan yang asing & akrab Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 PSIKOLOGI LINGKUNGAN Kuliah ke-5 Lingkungan yang asing & akrab Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta."— Transcript presentasi:

1 1 PSIKOLOGI LINGKUNGAN Kuliah ke-5 Lingkungan yang asing & akrab Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

2 2 Lingkungan yang akrab (sudah dikenali): Tidak timbulkan stress, timbulkan rasa aman, tidak timbulkan konstipasi Tidak selalu berupa lingkungan yang penataannya asri Merupakan tempat untuk menyimpan hasil kejahatan = polisi selalu lacak barang tadahan di kampung asal penjahat. Merupakan tempat untuk berlindung = polisi selalu mencari buronan di kampung asalnya, rumah ibunya. Merupakan fakultas yang sudah dikenal anak-anak SMA (pentingnya para alumni terus terhubung). Merupakan salon / restoran langganan. Sebutkan 10 lingkungan akrab lainnya & alasannya LINGKUNGAN YANG AKRAB

3 3 Menimbulkan konstipasi (kamar hotel, lokasi KKN, dsb) Menimbulkan kecemasan & stress * berkeringat banyak, perut sakit, sakit kepala * ingin melarikan diri Menimbulkan perilaku melindungi diri. * menaikkan kaca mobil pada jalan2 asing pada malam hari, * barang berharga tak diperlihatkan saat berkendaraan * penampilan tidak menyolok perhatian / bahkan konservatif * sebutkan 10 perilaku (lindungi diri) thd lingkungan asing? Sebutkan 10 lingkungan yang asing lainnya. LINGKUNGAN YANG ASING (belum dikenal)

4 4 Memacu keinginan tuk eksplorasi lingkungan baru Menambah wawasan – guru yg rumahnya dekat sekolah wawasan thd lingkungan kota rendah Menambah kesempatan tuk bergaul & promosikan diri (mempertebal probability keberuntungan) Menambah motivasi untuk maju DAMPAK POSITIF LINGKUNGAN YANG ASING

5 5 Pengenalan lingkungan via film / video Pengenalan lingkungan via orientasi lapangan (mrasakan sendiri). Gunakan peta / denah / tanya pd orang lain * butuh kemampuan / ketrampilan ttt. Apa itu? * “You are Here”. * Di Yogya, harus turun dr sepeda motor tuk tanya tempat / harus sopan Manfaatkan petunjuk2 * tempat closet, telepon, tamu 24 jam lapor, tanda apa lagi? Tuk kurangi mslh bahasa, petunjuknya gambar, bukan kata-kata. CARA TAKLUKKAN LINGKUNGAN YG ASING

6 6 Meminta jasa guide / sopir taksi / ojek / teman dari daerah setempat * menawar barang di pasar gunakan jasa teman yg berbahasa setempat. * pentingnya punya langganan sopir ojek / taksi / becak. Kunjungi restoran yg berasal dr daerah tempat tinggalnya * berkesempatan tuk bercakap2 dalam bahasa daerah * tanya ttg informasi Tinggal di asrama daerah (apa saja dampak buruknya?) CARA TAKLUKKAN LINGKUNGAN YG ASING

7 7 Buat jaringan sosial shg selalu ada teman yang akan menolong * komunitas B2W sll berangkat bersama meski tak saling kenal * komunitas komuter di kereta api yang buat arisan / kursus di k.a selama perjalanan tuk bunuh rasa bosan * komunitas fotografi yang berburu foto di daerah asing bersama, * komunitas pendaki gunung, komunitas apa lagi? Berkonsultasi pada konselor untuk turunkan kecemasan tinggal di daerah asing. Lakukan bedol desa (untuk transmigrasi). Bawa jimat (benda kesayangan) dari daerah asal. CARA TAKLUKKAN LINGKUNGAN YG ASING

8 8 QUIZ 1.Siapa saja yang terkenal sebagai penakluk daerah asing? Apakah mereka penjajah (penjajah daerah / penjajah budaya?) 2.Apa saja ciri perilakunya? (terhadap warga yang didatangi dan orang sedaerahnya?). 3.Mengapa mereka terkenal mampu menaklukkan daerah yang asing? 4.Apa saja bekal / modal mereka dalam menaklukkan daerah asing? (bahasa?, makanan?, ketrampilan, tentara?). 5.Di mana saja lokasi-lokasi tempat mereka berkumpul? 6.Pada waktu apa saja mereka melakukan ekspansi daerah asing? (tahap perkembangannya).

9 9 Ada 2 cara: Adaptasi (mengubah tingkah laku agar sesuai dengan lingkungan) Adjustment (mengubah lingkungan agar sesuai dengan diri pribadi). Perilaku Penyesuaian Diri (Coping Behavior)

10 10 Di dahului dengan stress, karena lingkungan dipersepsikan tidak nyaman. Reaksi stress ada 2: 1). Tindakan langsung = migrasi, exit dari daerah yang tidak nyaman (penduduk Sidoharjo & lereng Merapi banyak yang pindah) 2). Penyesuaian mental / palliative coping (penggunaan obat penenang) = Anak-anak stress melihat akibat perang = Sebelum perang cita-cita anak-anak: pengusaha dsb = Sesudah perang: anak laki-laki ingin jadi tentara, anak perempuan ingin jadi perawat / dokter (profesi yang berkaitan dengan perang. Adaptasi Lingkungan

11 11 Contoh perilaku adaptasi lingkungan? = Berpacaran meskipun belum berminat, hanya kerena lingkungannya juga banyak yang berpacaran. = Orang migran mengubah cara berbicara agar sesuai dengan cara berbicara penduduk setempat. Cara memakai baju, bekerja, menata perilaku ttg keuangan, (misalnya orang daerah ke Jakarta). = Belajar membaca & menulis di kalangan para ibu yang buta huruf, agar dapat menggunakan ponsel & berhubungan dengan keluarga di tempat yang jauh. = Menggunakan kerudung bila bersekolah Muslim, meskipun sehari-hari tidak menggunakan. Bahkan kalau keluar dari gedung sekolah, kerudung dilepas. = Setiap tahun ajaran baru, setiap tempat parkir SMA selalu dipenuhi dg kendaraan baru. Kendaraan baru merupakan tanda kedewasaan anak SMA (kepemilikan SIM).

12 12 ADJUSTMENT (REKAYASA LINGKUNGAN)  Mengapa lakukan adjustment? Karena adanya kesadaran (awareness) yang isinya pengetahuan, norma, kepercayaan. Adanya lingkungan yang mencakup awareness tersebut akan membuat individu nyaman.  Contoh adjustment di rumah privat * kamar mandi & kamar tidur harus privat, * fasilitas kamar mandi untuk diri sendiri tidak sama dengan tamu / penghuni lain = jenis ubin, shower / bak mandi, jenis kloset, keberadaan cermin, lemari, foto pribadi, lukisan.

13 13 Contoh adjustment di halaman rumah: * Pendopo di rumah bangsawan bukan karena banyak tamu, tapi pendopo adalah lambang bangsawan. * Pohon sawo kecik bukan karena untuk peneduh saja tapi untuk perlambang kebangsawanan.  Perlu kreativitas dlm manfaatkan barang2 yang ada di lokasi Ada kesenjangan antara arsitek dengan pemakai ruangan (perbedaan konsep tentang keindahan dan kepraktisan). Membangun rumah panggung (untuk atasi banjir, binatang buas). Ruang kerja yang nyaman (manajemen data komputer di kantor = di rumah). Menata baju di lemari hotel, tidak dibiarkan di koper.

14 14 Beberapa teori yang penting ttg adaptasi The arousal & overload theory = Terlampau banyak stimulus dari lingkungan akan mengganggu perilaku dan emosi individu. Understimulation approach = Stimulus yang terlalu sedikit akan membosankan individu. Adaptation level theory (Wohlwill, 1977) = Perubahan secara kuantitatif tentang penilaian / perasaan pada suatu objek, dan perubahan itu merupakan fungsi dari penampakan objek tersebut.

15 15 Contoh penerapan teori adaptasi * orang desa yang menetap di kota menjadi terbiasa dengan kesesakan dan kurang terbiasa lagi dengan situasi-situasi yang sepi. * Orang kota yang menetap di desa menjadi kurang biasa dengan kesesakan dan lebih suka dengan hal-hal yang sepi. * manusia tidak suka dengan keramaian & bersedia berdesak- desakan hanya untuk acara-acara tertentu. * Orang-orang cenderung belanja kado Natal ketika toko-toko hampir tutup, karena sedikitnya orang yang ada di toko pada saat seperti itu. * Orang-orang cenderung meninggalkan stadion olah raga tidak bersamaan dengan penonton lain tetapi menunggu sampai jumlah penonton sedikit.

16 16 Optimal levels of privacy (Irwin Altman, 1975) = * Individu suka dengan lingkungan yang mengandung stimulus privasi yang optimal. Artinya pada saat2 tertentu kita menginginkan privasi pada level tertentu (optimal). => Mandi - kita menuntut privasi tinggi. => Pesta – kita menuntut privasi rendah (ingin berdekatan). Ketika ada orang yang merusak privasi kita maka kita terdorong untuk memperbaiki level privasi yaitu dengan: = Menghindar kontak mata, membuat barier (meletakkan tas atau suatu benda dengan orang di samping kita), bergeser menjauh. Ketika kita menginginkan privasi rendah (pada saat pesta) maka kita akan berusaha mengenyahkan barier seperti melakukan kontak mata, menaikkan interaksi sosial.

17 17 Apa saja referensinya? Sarwono, S. W. (1995). Psikologi lingkungan. Jakarta: Grasindo & Program Pascasarjana Prodi Psikologi UI. Chapter. 8 Penyesuaian antara tingkah laku manusia dan lingkungannya, pp/


Download ppt "1 PSIKOLOGI LINGKUNGAN Kuliah ke-5 Lingkungan yang asing & akrab Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google