Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERALATAN DAN CARA PENELITIAN DENGAN SCUBA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERALATAN DAN CARA PENELITIAN DENGAN SCUBA"— Transcript presentasi:

1 PERALATAN DAN CARA PENELITIAN DENGAN SCUBA
KULIAH MOBA April 2009

2 PENDAHULUAN Keinginan manusia untuk mengamati dan mempelajari lingkungan bawah air sudah ada sejak dahulu kala. Peralatan sederhana telah mulai dibuat sejak zaman yunani purba. Peralatan ini berkembang sejalan dengan waktu dan perkembangan ilmu dan teknologi.

3 Akualung/SCUBA Akualung ≈ “paru-paru air”, diciptakan oleh IT.Cousteau
SCUBA ≈ Self Contain Under water Breathing Apparatus. Dengan alat ini seseorang dapat berada dalam air dan dapat bernafas seperti didarat sd. waktu tertentu. Merupakan rekayasa dari baju renang khusus yang kedalamnya dapat dipompakan udara melalui kompressor udara. Alat ini membuka dan memungkinkan dilakukannya penelitian bawah air secara lebih intensif.karena penyelam dapat bernafas dan bergerak lebih leluasa ,baik haorizontal maupun vertikal,untuk jangka waktu tertentu. Dengan SCUBA manusia dapat menyelam sd. Ratusan meter

4 Dengan SCUBA penyelam dapat melakukanpengamatan maupun penelitian menyangkut keadaan lingkungan, habitat, pencacahan ikan,keanekaragaman SD. hayati air. TLI atau bahkan keragaan suatu alat penangkap ikan( API). Selain proses pengoperasian API, juga dpt dilihat TLI dlm menghadapi API, seperti proses tertangkapnya, pola penyelamatan dan penghindaran/ pelolosan dari API. SCUBA memungkinkan peneliti berada sedekat mungkin dg obyek penelitiannya. Kendala pada SCUBA adalah keterbatasan periode penyelaman,cuaca buruk, kekeruhan yg tinggi dan kondisi laut lainnya.

5 Cikal Bakal SCUBA. Th 1935, Jim Jarrett menggunakan 1atmosfer suit (sebuah suit yang tekanan dalamnya dijaga tetap 1 Atm.(= tekanan dipermukaan laut) melakukan penyelaman sedalam 312 feet melakukan eksplorasi kapal “Lusitania” yang tenggelam. Suit ini dibuat oleh J. Peress, dan diberi nama "Jim" suit, nama untuk Jim Jarrett Peress's pimpinan penyelam. (Gambar dari NOAA/OAR/National Undersea Research Program (NURP)).

6

7 SCUBA MASA KINI.

8

9 PENGAMATAN YG DAPAT DILAKUKAN DGN SCUBA
TINGKAH LAKU IKAN KERAGAAN ALAT TANGKAP VISUAL SENSUS IKAN PENUTUPAN TERUMBU KARANG PERTUMBUHAN TERUMBU KARANG DLL

10 Alat Pendukung Observasi Dengan Scuba
Televisi, dan Film Dengan Film, Komposisi kelompok, aktivitas dan hal yg berkaitan dg TLI dpt diamati dr hasil rekaman yg dpt ditayangkan berulang-ulang sehingga hasilnya lebih rinci dan teliti.

11

12 UW. Camera Foto Pemotretan dg kamera foto lebih murah dan praktis, dapat diperbesar hingga lbh teliti,hanya saja gbr yg didapat tidak bergerak dan hanya memuat momen seketika saja.

13 Pada awalnya alat ini dioperasikan langsung oleh penyelam, namun belakangan sudah banyak dioperasikan dgn cara ditempatkan pada alat atau kotak kedap air dan diturunkan dr kapal atau di letakkan pd API. Deep-water photography installation

14 Tingkah Laku Ikan

15 recording the vocalizations from a wild spotted dolphin
Tingkah Laku Ikan recording the vocalizations from a wild spotted dolphin

16 Tingkah Laku Renanng Ikan

17 Tingkah Laku Renanng Ikan

18 Tingkah Laku Ikan

19 Tingkah Laku Ikan

20 Ship Wreck

21

22 Ship wreck

23 Ship wreck

24

25 Keragaan Alat Tangkap Ikan

26 Keragaan alat tangkap ikan

27 Keragaan alat tangkap ikan

28 GHOST FISHING

29 Analisa Hasil Foto & Video:
Dengan skala pembanding pada foto dapat diukur : Luas Bukaan mata jaring, Luas Penampang Tubuh Ikan, Luas penutupan tr. Karang, Jarak antar individu dlm schooling ikan. dll Alat bantu: Plannimeter atau dengan komputer mempergunakan software untuk analisa foto diantaranya: software Image-J

30 Soft w ImageJ untuk mengukur penutupan karang
1 2 3 No. A % 1 5325 5325/x*100% 2 2135 2135/x*100% 3 1674 1674/x*100% . n i total: x 100% Symphillia hattai dan Sinularia sp

31 Line Intercept Transect

32 Kategori bentuk pertumbuhan karang (English et al, 1994)
Kode Keterangan Dead Coral DC Karang yang baru mati, Berwarna putih Dead Coral with Alga DCA Karang mati yang ditumbuhi alga Hard Coral: Acropora Branching ACB Bercabang seperti ranting. contoh: A. Formosa, A. palmata Encrusting ACE Bentuk merayap, seperti Acropora yang belum sempurna. Contoh : A. cuneata Submassive ACS Bercabang lempeng dan kokoh. Contoh : A..palifera Digitate ACD Percabangan rapat seperti jari tangan. Contoh : A. digitifera, A. humilis Tabular ACT Percabangan arah mendatar. Contoh : A. hyacinthus Non Acropora CB Bercabang seperti ranting pohon. Contoh : Seriatopora hystrix CE Bentuk merayap, menempel pada substrat Contoh : Montipora undata Foliose CF Bentuk menyerupai lembaran. Contoh : Merulina ampliata Massive CM Bentuk seperti batu besar. Contoh : Platygyra daedalea CS Bentuk kokoh dengan tonjolan. Contoh : Porites lichen Mushroom CMR Bentuk seperti jamur, soliter. Contoh : Fungia repanda Millepora CME Semua jenis karang api, warna kuning diujung koloni. Heliopora CHL Karang biru, adanya warna biru pada skeleton.

33 Kategori Kode Keterangan Other Fauna Soft Coral SC Karang dengan tubuh lunak Sponge SP Zoanthids ZO Others OT Anemon, teripang, gorgonian, kima Algae Alga Assemblage AA Terdiri lebih dari satu jenis alaga Coralline Algae CA Alga yang mempunyai struktur kapur Halimeda HA Alga dari genus Halimeda Macroalgae MA Alga berukuran besar Turf Agae TA Menyerupai rumput-rumput halus Abiotik Sand S Pasir Rubble R Pecahan karang yang berserakan Silt SI Lumpur Water WA Kolom air /celah dengan ketdalaman lebih dari 50 cm Rock RCK Other DDD Data tidak tercatat atau hilang

34 Station : SC-1 Location : South Coast 1 Date : 10-Apr-2007 Time in :
10:47 Time out : 11:20 Life Form cm Transition SC 30 SP 35 5 MA 60 25 HA 70 10 80 110 120 S 130 ACT 145 15 170 SC-1 F LENGTH % Hard coral 21 394 15.76 Acropora branching ACB 0.00 Acropora digitate ACD Acropora encrusting ACE Acropora submassive ACS Tubipora CTU Dead coral DC Dead coral with algae DCA Algae 45 885 35.4 Algae assemblege AA 10 172 6.88 Coralline Algae CA 6 78 3.12 Halimeda HA 12 220 8.80 Turf Algae TA Other biota 60 1036 41.44 Others OT 7 110 4 Soft coral SC 37 686 27.44 Sponge SP 16 240 9.60 Zoantid ZO Abiotic 8 185 7.40 Ruble R Sand S Silt SI Water W total freq of biotic 126 2315 92.60 Total of line transect (cm) 134 2500 100 Abiotic coverage 7.4 Total of live coral coverage (hard coral and soft coral) 58 1080 43.2

35 Hookah Diving The Air Line hookah diving systems have a compressor at the surface that delivers air to divers below through long hoses and a demand regulator similar to the kind used in scuba. The divers are freed from wearing heavy, bulky tanks. It’s an easy, hassle-free way to dive that's always available whenever you want to dive. no need to get tanks filled, and no running out of filled tanks when you still want to do more diving. The low gear requirements make hookah diving an ideal way for beginners to learn to dive, or anyone who wants to wear less gear. The Air Line has floating models that divers can easily tow along with them while swimming about, as well as deck units that remain on the boat. A hookah unit can also be a great tool to have aboard when you need to go under the boat for the inevitable (e.g., unfoul a prop, inspect or clean the hull, etc.). The Air Line innovated and developed the first direct drive hookah systems. We use only the highest quality components, and customer service is our top priority.

36 Hookah Diving

37

38

39 TERIMA KASIH zir, 7Maret07


Download ppt "PERALATAN DAN CARA PENELITIAN DENGAN SCUBA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google