Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MANUSIA. Pendahuluan Manusia dipandang sebagai sistem pemroses informasi : –informasi diterima dan ditanggapi melalui saluran input-output (indera) –informasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MANUSIA. Pendahuluan Manusia dipandang sebagai sistem pemroses informasi : –informasi diterima dan ditanggapi melalui saluran input-output (indera) –informasi."— Transcript presentasi:

1 MANUSIA

2 Pendahuluan Manusia dipandang sebagai sistem pemroses informasi : –informasi diterima dan ditanggapi melalui saluran input-output (indera) –informasi disimpan dalam ingatan (memori) –informasi diproses dan diaplikasikan dalam berbagai cara (penalaran, problem solving, skill dalam menangani masalah) 2

3 Faktor Manusia dalam IMK Penglihatan Pendengaran Sentuhan Memory (Otak) Suara Gerakan Berfikir (Thinking) Emosi 3

4 Saluran Masukan pada Manusia Mata –Berfungsi untuk melihat benda, ukuran, warna, bentuk, kepadatan, dan tekstur. Telinga –Berfungsi untuk mendengar nada, warna nada, pola titik nada, intensitas, serta frekuensi Hidung –Berfungsi untuk membedakan bau. Lidah –Berfungsi sebagai indera perasa, membedakan rasa manis, kecut, pahit, asin Kulit –Berfungsi merasakan tekanan dan suhu. 4

5 Saluran Keluaran pada Manusia Suara –Membaca Gerakan –Gerak reflek (tanpa sadar) –Gerak secara sadar 5

6 PENGLIHATAN (MATA)  Mata digunakan u/ menghasilkan persepsi yang terorganisir akan gerakan, ukuran, bentuk, jarak, posisi relatif, tekstur dan warna  Dalam dunia nyata, mata selalu digunakan untuk melihat semua bentuk 3 dimensi  Dalam sistem komputer yang menggunakan layar 2 dimensi, mata kita dipaksa untuk dapat mengerti bahwa obyek pada layar tampilan, yang sesungguhnya berupa obyek 2 dimensi, harus dipahami sebagai obyek 3 dimensi. 6

7 VISION 7

8 Ketajaman Pandangan Adalah : –kemampuan untuk mempersepsikan detail yang sangat baik. Ketajaman pandangan dipengaruhi oleh : –Kecerahan (brightness) –Besarnya kejelasan (luminance) dengan kekeruhan pandangan dan banyaknya kedip (flicker) –Warna 8

9 Ketajaman Pandangan  Kecerahan (brightness) Adalah : –tanggapan subjektif pada cahaya. Luminans yang tinggi berimplikasi pada kecerahan yang tinggi pula. Kita akan melihat suatu kenyataan yang ganjil ketika kita melihat pada batas kecerahan tinggi ke kecerahan rendah 9

10 Ketajaman Pandangan  Luminans (Luminance) Adalah: –banyaknya cahaya yang dipantulkan oleh permukaan objek. Semakin besar luminans dari sebuah objek, rincian objek yang dapat dilihat oleh mata juga akan semakin bertambah. 10

11 Ketajaman Pandangan  Warna Warna merupakan hasil dari cahaya dimana cahaya merupakan perwujudan dari spektrum elektromagnetik. Tetapi tidak adanya standar yang dapat digunakan sebagai acuan resmi tentang penggunaan warna yang bagus, karena karakteristik orang per orang berbeda dalam hal persepsi tentang warna. 11

12 Kontras  Adalah:  hubungan antara cahaya yang dikeluarkan oleh suatu objek dan cahaya dari latar belakang objek tersebut.  Kontras merupakan selisih antara luminans objek dengan latar belakangnya dibagi dengan luminans latar belakang. 12

13 Kontras  Nilai kontras positif akan diperoleh jika cahaya yang dipancarkan oleh sebuah objek lebih besar dibanding yang dipancarkan oleh latar belakangnya.  Nilai kontras negatif dapat menyebabkan objek yang sesungguhnya “terserap” oleh latar belakang, sehingga menjadi tidak nampak.  Dengan demikian, obyek dapat mempunyai kontras negatif atau positif tergantung dari luminans obyek itu terhadap luminans latar belakangnya. 13

14 Sudut dan ketajaman Mata Sudut penglihatan (visual angle) adalah sudut yang berhadapan oleh objek pada mata. Ketajaman mata (visual acuity) adalah sudut penglihatan minimum ketika mata masih dapat melihat sebuah objek dengan jelas 14

15 Medan Penglihatan  Adalah :  sudut yang dibentuk ketika mata bergerak ke kiri terjauh dan kekanan terjauh  Dibagi menjadi 4 daerah : 1.Penglihatan binokuler ( o )  Sudut dimana kedua mata mampu melihat objek yang sama. 2. Penglihatan monokuler kiri ( o )  Sudut dimana tempat terjauh yang dapat dilihat oleh mata kiri ketika mata kiri bergerak ke sudut paling kiri. 3. Penglihatan monokuler kanan ( o )  Sudut dimana tempat terjauh yang dapat dilihat oleh mata kanan ketika mata kanan bergerak ke sudut paling kanan. 4. Daerah buta  tempat yang tidak bisa dilihat oleh ke dua mata 15

16 Optical Illusions 16 the Ponzo illusionthe Muller Lyer illusion

17 Warna Terbentuk dari : Hue (corak) –Bentuk dari bermacam-macam warna dalam corak yang berbeda. –Semakin tinggi nilai suatu corak, semakin cerah dan jelas warna yang ditampilkan. Intensity (intensitas) –Merupakan kecerahan dari suatu warna. Saturation (kejenuhan atau jumlah putih pada warna) –Semakin sedikit unsur putih dari suatu warna, semakin gelap warna itu. –Semakin banyak jumlah unsur putih, semakin jenuh warna itu. 17

18 Warna Dibedakan menjadi : 150 hue (corak) 7 juta warna kombinasi corak intensitas dan kejenuhan Terdapat 11 warna 18

19 KOMBINASI WARNA Kombinasi warna terjelek Kombinasi warna terbaik 19 Kombinasi Warna

20 Beberapa Aspek Yang Perlu Diperhatikan dalam Menggunakan Warna Aspek Psikologi –Hindari penggunaan warna yang tajam –Hindari warna biru murni untuk teks –Hindari warna berdekatan yang hanya berbeda dalam warna biru –Perlu pengaturan pencahayaan di dalam ruangan –Hindari penempatan warna merah dan hijau secara berseberangan pada tampilan berskala besar. 20

21 Beberapa Aspek Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menggunakan Warna Aspek Perceptual (persepsi) –Diterima tidaknya layar tampilan warna oleh para pengguna, sangat bergantung pada bagaimana warna digunakan. Warna dapat meningkatkan interaksi hanya jika implementasinya mengikuti prinsip dasar dari penglihatan warna oleh manusia. –Contoh : Tidak semua warna mudah dibaca. Secara umum latar belakang dengan warna gelap akan memberikan kenampakan yang lebih baik (informasi lebih jelas) dibanding warna yang lebih cerah Aspek Kognitif –Jangan menggunakan warna yang berlebihan karena penggunaan warna bertujuan menarik perhatian atau pengelompokan informasi. 21

22 Membaca Membaca melibatkan saccades (mata yang berkedip) dan fixation (mata yang memandang terus atau terpaku pada sesuatu hal pada suatu saat). Normalnya terjadi 3-5 kali fixation pada tiap baris yang di baca (umumnya 250 kata per menit). Pola / jenis huruf, lingkungan, latar belakang tulisan sangat menentukan proses membaca. Pada layar monitor dipengaruhi dari efek kontras negatif dan huruf yang lebih terang. 22

23 PENDENGARAN (TELINGA) Kebanyakan manusia dapat mendeteksi suara dalam kisaran frekuensi 20 Hertz s/d 20 KHeartz Selain frekuensi, suara juga dapat bervariasi dalam hal kebisingan, dinyatakan dengan satuan dB (decible) Bisikan = 20 dB, percakapan = 50 s/d 70 dB 23

24 Tiga Bagian Telinga Telinga bagian luar : –Berfungsi untuk melindungi bagian dalam –Menguatkan suara Telinga bagian tengah : –Mentransmisikan gelombang suara dengan gendang telinga (ear drum) dalam bentuk getaran melewati bagian dalam melalui malleus, incus, dan stapes (stirrup). Telinga bagian dalam : –Transmitter kimiawi –Bergetarnya stapes menyebabkan gelombang tekanan dan cochlea yang menyediakan cairan mendeteksi sinyal dan mengirim ke otak melalui syaraf pendengaran (auditory nerve) 24

25 TIGA BAGIAN TELINGA 25 Tiga Bagian Telinga Telinga

26 Suara Diakibatkan oleh getaran-getaran yang menimbulkan gelombang-gelombang tekanan. Bentuk suara tergantung dari panjang gelombang yang diakibatkan oleh getaran. Suara memiliki tiga komponen utama: –Picth atau frekuensi suara –Loudness atau amplitudo ( lebar / kekuatan suara) –Timbre atau jenis dan kualitas suara yang tergantung dari 3 komponen : Attack, pembangkit suara Sustain, penopang suara Decay, pengurangan suara 26

27 SENTUHAN Sensitifitas sentuhan lebih dikaitkan dengan aspek ergonomis dalam sebuah sistem. Kinaesthesia : –Merupakan persepsi haptik yang bisa merasakan apa-apa yang disentuh. Contoh : –Keluhan pada saat menggunakan papan ketik yang harus dilakukan penekanan yang cukup berat atau malah terlalu ringan. 27

28 Sentuhan Sentuhan (touch) memberikan umpan balik atas lingkungan. Sebagai ganti dari indera penglihatan bagi yang mempunyai kekurangan pada penglihatan. Sebagai stimulus yang diterima kulit : –Mechanoreceptors, panas dan dingin (suhu udara) –Thernoreceptors, sakit. –Nocioreceptors, tekanan (terus menerus atau spontan) 28

29 TOUCH 29 Anatomi Tangan

30 Gerakan Gerakan (movement) mengandung dua hal : –Kecepatan –Keakuratan Rumusan waktu gerak = waktu reaksi + waktu gerak –Waktu gerak tergantung dari faktor usia, kebugaran –Waktu reaksi dipengaruhi oleh faktor audio dan visual Hukum Fitt’s : –Mt = 2 + b log 2 (D / S+1) b : empiris merupakan konstanta yang telah di tentukan Mt : waktu gerak D : waktu jarak S : ukuran 30

31 Pengolahan Secara Sadar Dan Otomatis Pengolahan manusia dibagi 2 : –Pengolahan secara sadar (Conscious processing) Pengolahan sadar terjadi ketika rangsangan yang datang dibawa ke bagian intelektual dan memerlukan beberapa waktu untuk menghasilkan tanggapan yang sesuai. –Pengolahan otomatis Pengolahan ini berlangsung secara reflek dan hanya memerlukan waktu yang sangat pendek. 31

32 Pengendalian Sensorik  Responder utama pada diri operator manusia adalah dua buah tangan yang berisi 10 jari, dua kaki dan satu suara.  Contoh : Pengetikan 10 jari untuk mendapatkan 1000 huruf per menit barangkali kemampuan yang umum, tetapi anda yang mengetik dengan 2 jari, kecepatan 400 huruf permenit-pun barangkali sulit untuk dicapai. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian motorik pada diri manusia sebenarnya dapat dilatih untuk mencapai taraf kemampuan tertentu. 32

33 MEMORI MANUSIA 33 Secara umum ada 3 jenis/fungsi memori : - tempat penyaringan (sensor) - tempat memproses ingatan (memori jangka pendek) - memori jangka panjang

34 OTAK MANUSIA 34 Anatomi Otak Manusia

35 OTAK KANAN dan OTAK KIRI 35 Otak Kanan dan Otak Kiri

36 Memori Penyaring (Sensor Memory) Bekerja sebagai tempat penyimpan sementara (buffer) untuk menerima rangsang dari indera. Terdiri dari 3 saluran penyaring : –Iconic:menerima rangsang penglihatan –Echoic:menerima rangsang suara –Haptic:menerima rangsang sentuhan 36

37 Memori Penyaring (Sensor Memory) Isi memori selalu diperbaharui setiap kali ada rangsang yang masuk. –contoh : kita dapat mengetahui perubahan letak jari tangan kita yang digerakkan di depan mata kita. Informasi akan dilanjutkan ke memori jangka pendek dengan catatan hanya rangsang yang dibutuhkan saat itu, berupa perhatian pikiran pada salah satu dari sekian banyak rangsang yang masuk. 37

38 Memori Jangka Pendek (Short Term Memory)  Memori jangka pendek/memori kerja bertindak sebagai tempat menyimpan data sementara, digunakan untuk menyimpan informasi yang hanya dibutuhkan sesaat.  Misal : saat seseorang menghitung 35 x 6, mungkin orang itu akan mengalikan 5 dengan 6 dulu dulu baru kemudian 30 x 6.  Untuk membentuk perhitungan seperti diatas diperlukan penyimpanan sementara untuk digunakan kembali kemudian.  Memori dapat diakses dengan cepat ± 70 ms, penghilangan cepat ± 200 ms. 38

39 Memori Jangka Pendek (Short Term Memory)  Kapasitas memori kecil / terbatas.  Ada 2 metode dasar untuk mengukur kapasitas : ◦ mengenali panjang dari suatu urutan yang dapat diingat berdasar penelitian, manusia mempunyai kemampuan mengingat 7 – 9 digit. ◦ kemampuan untuk mengingat kembali ingatan yang baru dipanggil. ◦ misal : ◦ manusia akan mudah mengingat kata- kata ”spongebob and patrick” daripada kata-kata ”bee atr anu pith etr eet” 39

40 Contoh STM HEC ATR ANU PTH ETR EET 40

41 Memori Jangka Panjang (Long Term Memory) Memori ini diperlukan untuk menyimpan informasi dalam jangka waktu lama dan permanen. Merupakan tempat menyimpan seluruh pengetahuan, fakta informasi, pengalaman, urutan perilaku, dan segala sesuatu yang diketahui. Kapasitas besar / tidak terbatas, kecepatan akses lebih lambat ± 1/10 detik, proses penghilangan pelan. 41

42 Jenis LTM Episodik –Berurutan dari kejadian Semantik –Terstruktur –Terdiri dari fakta 42

43 LTM - Semantic Network 43

44 Tiga Faktor pada LTM Store (proses penyimpanan informasi) Forgetting (hilangnya informasi) Retreival (pemanggilan informasi) 44

45 Store (Proses Penyimpanan Informasi) Proses penyimpanan informasi yang terjadi oleh adanya perpindahan informasi dari STM ke LTM. Prosesnya berlangsung secara bertahap Tergantung dari berapa lama waktu perulangan yang terjadi. Hal-hal yang memudahkan LTM menyimpan informasi : –Melakukan latihan secara stimulus –Repitisi (pengulangan) secara stimulus –Latihan terstruktur yang lebih mudah dipelajari –Obyek yang nyata –Familier terhadap kata-kata. 45

46 Forgetting (Hilangnya Informasi LTM) Decay (kerusakan informasi dari waktu ke waktu) –informasi yang hilang secara bertahap tetapi sangat lambat Interference (gangguan) –informasi baru menggantikan yang lama: gangguan berlaku surut Proactive interference : informasi dilupakan sama sekali Retroactive interference : informasi diganti dengan yang baru Dipengaruhi oleh EMOSI – dapat sadar “memilih” untuk melupakan atau tidak boleh melupakan sama sekali karena memori selektif. 46

47 Retrieval (Pemanggilan Informasi) Recall (memanggil kembali) –Pada dasarnya informasi tidak akan pernah hilang, hanya dilupakan. –Butuh petunjuk dari informasi yang akan di panggil Recognition (mengenal kembali) –Dengan mengenalkan semua yang sudah dilupakan. 47

48 MEMORI PADA IMK Internal Memory –Otak manusia External Memory –Memory komputer 48

49 Belajar (Learning) Adalah salah satu cara untuk meningkatkan memori jangka panjang Manusia semakin pintar dengan cara mempelajari sesuatu yang belum di kuasai dan mencoba untuk mengembangkan, memahami, mengerti. 49

50 Belajar (Learning)

51 Berpikir (Thinking) Merupakan sesuatu yang dimiliki manusia untuk membedakan informasi, menyelesaikan masalah dan mempertimbangkannya. Atau representasi pengetahuan. Bentuk representasi pengetahuan adalah Logika. Proses logika adalah proses membentuk kesimpulan berdasar fakta yang telah ada dengan melakukan penalaran. 51

52 Penalaran (Reasoning) 3 macam penalaran yang bisa dilakukan untuk mendapatkan konklusi atau kesimpulan : –Deductif –Inductif –Abductif

53 Penalaran Deduktif Penalaran dimulai dari prinsip umum untuk mendapatkan konklusi yang lebih khusus. Contoh: –Jika Jumat lalu dia akan pergi bekerja –Hari ini Jumat –Oleh karena itu dia akan pergi bekerja. Kesimpulan logis belum tentu benar: Contoh : –Jika hujan maka tanah kering –Ini hujan –Oleh karena itu tanah kering 53

54 Penalaran Induktif Penalaran dimulai dari fakta-fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan umum atau generalisasi dari kasus yang terlihat untuk kasus-kasus yang tidak terlihat Contoh : –Semua gajah yang kita lihat mempunyai belalai, karena itu semua gajah mempunyai belalai. –Semua burung yang dilihat memiliki sayap, karena itu semua burung memiliki sayap. 54

55 Penalaran Abductif Penalaran dimulai dari sebuah peristiwa yang menjadi penyebab. Sangat dimungkinkan terjadi ketidakpastian. Contoh : –Sam mengemudi dengan cepat ketika mabuk. –Jika aku melihat Sam mengemudi cepat, menganggap Sam sedang mabuk. 55

56 Pemecahan Masalah Proses untuk menemukan solusi dari suatu masalah adalah dengan menggunakan pengetahuan. Empat hal yang perlu dipertimbangkan dalam menyelesaikan masalah : 1.Mendefinisikan masalah dengan tepat (spesifikasi kondisi awal dan solusi yang diharapkan). 2.Menganalisis masalah serta mencari berbagai teknik penyelesaian yang sesuai. 3.Merepresentasikan pengetahuan yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. 4.Memilih teknik penyelesaian masalah yang terbaik. 56

57 Pemecahan Masalah Tiga teori penyelesaian masalah. 1.Gestalt –pemecahan masalah baik produktif dan reproduksi –produktif mengacu pada wawasan dan restrukturisasi masalah –menarik tapi tidak cukup bukti untuk menyelesaikan masalah. –menjauh dari behaviorisme (berganti perilaku) sehingga mengarah ke teori-teori pemrosesan informasi 57

58 Pemecahan Masalah 2.Problem Ruang –ruang yang berisi masalah, ruang kondisi dari permasalahan. –Penyelesaian masalah melibatkan pembangkitan kondisi dengan menggunakan operator yang legal dan beroperasi dalam sistem pemrosesan informasi manusia yang terletak pada memori jangka pendek. 3.Analogi –menggunakan pengetahuan tentang masalah yang sama dari domain yang mirip –analogis pemetaan sulit jika domain yang secara semantik berbeda. 58

59 Skill (Ketrampilan) Penguasaan keterampilan : –Dilakukan secara terus menerus dan proses yang panjang Aktivitas terampil dicirikan oleh –banyak informasi digumpalkan untuk mengoptimalkan STM –pengelompokan masalah secara konseptual –informasi distrukturkan secara lebih efektif 59

60 Skill (Ketrampilan) Tiga level ketrampilan : –General purpose rule : Menginterprestasikan fakta-fakta mengenai permasalahan. –Specific task rule : Hal-hal yang telah dipelajari Tergantung pada prosedure yang telah diketahui. –Fine tuner atau skilled behavior : Ketrampilannya menjadi semacam perilaku/terbiasa. 60

61 Kesalahan & Model Mental Jenis kesalahan : –Tergelincir (Slip) benar niatnya, tetapi gagal untuk melakukannya dengan benar. menyebabkan keterampilan fisik yang buruk, kurangnya perhatian dll. aspek perubahan perilaku terampil dapat menyebabkan slip –Kesalahan (mistake/mis-understanding) salah niat menyebabkan salah pengertian –jika seseorang yang trampil salah dalam memahami terori, maka prakteknyapun akan terjadi kesalahan juga. 61

62 EMOSI (Teori Tentang Bagaimana Emosi Bekerja) James-Lange: –emosi adalah interpretasi kejiwaan dengan respon secara stimuli. Cannon: –emosi adalah respons psikologis secara stimuli. Schacter-Singer: –emosi adalah hasil evaluasi dari respon kejiwaan, dipandang dari sudut situasi secara keseluruhan. Emosi jelas melibatkan kedua kognitif dan fisik secara stimuli. 62

63 Emosi Biologis terhadap rangsangan fisik disebut mempengaruhi (affect). Bagaimana proses mempengaruhi dalam merespons suatu situasi : –positif  pemecahan masalah secara kreatif –negatif  berpikir sempit “Pengaruh positif dapat membuat hal-hal yang sulit diselesaikan dengan mudah. Pengaruh negatif dapat membuat lebih sulit untuk melakukan hal-hal yang mudah sekalipun.“(Donald Norman) 63

64 Emosi Implikasi desain antarmuka –stres akan meningkatkan kesulitan dalam pemecahan masalah –pengguna akan lebih memaklumi kekurangan dalam desain –antarmuka yang menyenangkan dan bermanfaat akan meningkatkan pengaruh positif terhadap hasil desain. 64

65 Perbedaan Individual Jangka Panjang : –Jenis kelamin, fisik dan kemampuan intelektual Jangka Pendek : –efek stres atau kelelahan Perubahan : –Usia 65


Download ppt "MANUSIA. Pendahuluan Manusia dipandang sebagai sistem pemroses informasi : –informasi diterima dan ditanggapi melalui saluran input-output (indera) –informasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google