Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Bab 8 Nilai Acuan Kriteria. ----------------------------------------------------------------------- Nilai Acuan Kriteria -----------------------------------------------------------------------

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Bab 8 Nilai Acuan Kriteria. ----------------------------------------------------------------------- Nilai Acuan Kriteria -----------------------------------------------------------------------"— Transcript presentasi:

1 Bab 8 Nilai Acuan Kriteria

2 Nilai Acuan Kriteria Bab 8 NILAI ACUAN KRITERIA A.Hakikat Acuan Kriteria 1.Pengertian Sekor diacu ke suatu wilayah kriteria yang berkenaan dengan suatu kemampuan tertentu untuk menentukan apakah sekor itu termasuk ke dalam kelompok yang sudah menguasai atau yang belum menguasai Untuk itu diperlukan adanya Uraian tentang wilayah kriteria kemampuan Standar batas penguasaan kemampuan

3 Nilai Acuan Kriteria Wilayah Kriteria Wilayah kriteria yang berkenaan dengan suatu kemampuan diungkapkan melalui Deskripsi wilayah kriteria Format butir alat ukur Contoh butir alat ukur Dari wilayah kriteria ini disusunlah alat ukur berupa Perangkat populasi alat ukur Perangkat sampel alat ukur Biasanya kita tidak dapat menyusun perangkat populasi alat ukur, sehingga yang biasanya tersedia adalah perangkat sampel alat ukur

4 Nilai Acuan Kriteria Deskripsi dan Format Alat Ukur Alat Ukur Penyusunan perangkat alat ukur dilakukan melalui deskripsi dan format butir alat ukur Deskripsi dan Format Ada dua cara untuk menyusun deskripsi dan format alat ukur Spesifikasi format Spesifikasi tujuan instruksional Spesifikasi Format Spesifikasi Format umum Sampel butir Spesifikasi Tujuan Instruksional Deskripsi umum Deskripsi Atribut stimulus Deskripsi Atribut responsi Sampel butir

5 Nilai Acuan Kriteria Dua cara untuk mendeskripsi wilayah kriteria (deskripsi dan format alat ukur) Deskripsi Wilayah Kriteria Spesifikasi Format Spesifikasi Tujuan Instruksional

6 Nilai Acuan Kriteria Standar Batas Penguasaan Standar batas penguasaan ditentukan Untuk memisahkan mereka yang sudah menguasai dari mereka yang belum menguasai Melalui pemeriksaan terhadap alat ukur yang digunakan sehingga alat ukur yang berbeda memiliki standar batas penguasaan yang berbeda pula Metoda Penentuan Standar Ada sejumlah metoda untuk menentukan standar batas penguasaan Sudah menguasai Belum menguasai

7 Nilai Acuan Kriteria Empat metoda penentuan standar batas penguasaan Penentuan Standar Batas Penguasaan Metoda Profesional Metoda Nedelsky Metoda Angoff Metoda Kelompok Kontras

8 Nilai Acuan Kriteria Persiapan Ketentuan Pengukuran Perlu ada rumusan deskripsi wilayah kriteria Perlu ada format butir alat ukur Perlu ada contoh butir alat ukur Perlu ada ketentuan tentang penyusunan standar batas penguasaan Pembuatan Alat Ukur Berdasarkan ketentuan alat ukur dibuat perangkat alat ukur Biasanya, yang disiapkan adalah perangkat sampel alat ukur Pembuatan Standar Batas Penguasaan Perlu dibuat standar batas penguasaan

9 Nilai Acuan Kriteria Wilayah kriteria Deskripsi wilayah kriteria Format butir alat ukur Contoh butir alat ukur Sudah menguasai Belum menguasai

10 Nilai Acuan Kriteria Prosedur Penilaian Pengukuran Responden diukur dengan alat ukur yang telah jelas wilayah kriterianya serta memiliki standar batas penguasaan (perangkat sampel alat ukur) Pengukuran menghasilkan sekor (biasanya sekor sampel) Estimasi Penilaian memerlukan sekor populasi tetapi yang ada adalah sekor sampel Sekor populasi diperoleh dari sekor sampel melalui estimasi Ada banyak jenis metoda estimasi, dari yang sederhana sampai ke yang rumit Penilaian Sekor populasi diacu ke standar batas penguasaan Dari acuan ini diperoleh nilai acuan kriteria berupa sudah menguasai (sukses) atau belum menguasai (gagal)

11 Nilai Acuan Kriteria Wilayah kriteria Alat ukur (populasi) Alat ukur (sampel) Responden Standar Batas Penguasaan Sudah menguasai Belum menguasai Sekor (sampel) Sekor (populasi) estimasi nilai

12 Nilai Acuan Kriteria Sekor Sekor Sampel Sekor yang diperoleh ketika responden diukur dengan perangkat sampel alat ukur Sekor sampel inilah yang paling umum diperoleh setelah pengukuran Sekor Populasi (estimasi) Sekor populasi yang diperoleh melalui pengestimesian dari sekor sampel Perlu memilih metoda pengestimasian dari sejumlah metoda pengestimasian Sekor Populasi (langsung) Sekor yang diperoleh ketika responden langsung diukur dengan perangkat populasi alat ukur Biasanya tidak terdapat perangkat populasi alat ukur

13 Nilai Acuan Kriteria B. Alat Ukur Spesifikasi Format 1. Penyusunan Alat Ukur Spesifikasi wilayah kriteria Format umum Sampel butir alat ukur Sampel lainnya 2. Contoh Alat Ukur Beberapa contoh alat ukur disusun melalui keempat pokok penyusunan alat ukur Di sini digunakan bahan ujian yang kriterianya dapat disusun secara ketat Sampel lain digunakan untuk latihan penyusunan butir alat ukur

14 Nilai Acuan Kriteria Contoh 1 Penguasaan Huruf (a) Spesifikasi Dapat melafalkan semua huruf abjad Latin (b) Format Umum Secara acak menarik 5 huruf dari abjad (c) Sampel Butir Lafalkan A, P, C, M, Y (d) Sampel lain (1). K, T, A, O, R (2) (3) (4)

15 Nilai Acuan Kriteria Contoh 2 Menghitung Perkalian Bilangan (a) Spesifikasi Menghitung perkalian bilangan di antara 1 x 1 sampai 10 x 10 (b) Format Umum a x b (a dan b di antara 1 sampai 10) (c) Sampel Butir 7 x 8 = (d) Sampel Lain (1) 3 x 7 = (2) (3) (4)

16 Nilai Acuan Kriteria Contoh 3 Menghitung Pengurangan Bilangan (a) Spesifikasi A = 1a;B = b a < b {H, V} H = horizontal V = vertikal A dan B adalah bilangan a dan b adalah digit H, V adalah pemilihan bentuk horizontal atau vertikal (b) Format Umum Horizontal:A – B = Vertikal: A – B

17 Nilai Acuan Kriteria (c) Sampel Butir 15 – 8 (vertikal) (d) Sampel Lain (1) 14 (2) 11 – 8 – 3 (3) (4) (5) (6)

18 Nilai Acuan Kriteria Contoh 4 Menghitung Pengurangan Bilangan (a) Spesifikasi A = a 1 a 2 ; B = b b > a 2 {H, V} H = horizontal, V = vertikal A dan B adalah bilangan a 1, a 2, dan b adalah digit (b) Format Umum A – B (vertikal) A – B = (horizontal)

19 Nilai Acuan Kriteria (c) Sampel Butir 53 – 7 (vertikal) (d) Sampel Lain (1) 44 (2) 35 – 8 – 6 (3) (4) (5) (6)

20 Nilai Acuan Kriteria Contoh 5 Menghitung Pengurangan Bilangan (a) Spesifikasi N {3,4} A = a 1 a 2 …;B = b 1 b 2 … (a 1 > b 1 ), (a 3 < b 3 ), (a 4 ≥ b 4 ) a 2 = 0 N adalah banyaknya digit A, B adalah bilangan a, b adalah digit (b) Format Umum A – B

21 Nilai Acuan Kriteria (c) Sampel Butir 403 – 138 (vertikal) (d) Sampel Lain (1) 704 (2) 602 – 246 – 368 (3) (4) (5) (6)

22 Nilai Acuan Kriteria Contoh 6 Mengisi Rumpang pada Pengurangan Bilangan (a) Spesifikasi A = a 1 a 2 ;B = b 1 b 2 0 < B < A A, B adalah bilangan a, b adalah digit (b) Format Umum A – = B (c) Sampel Butir 42 – = 25 (d) Sampel Lain (1) 31 – = 14 (2) (3)

23 Nilai Acuan Kriteria C. Alat Ukur Spesifikasi Tujuan Instruksional 1. Penyusunan Alat Ukur James Popham di dalam Instructional Objective Exchange (IOX) mengusulkan bentuk spesifikasi Deskripsi Umum atau Obyektif Deskripsi Atribut Stimulus Deskripsi Atribut Responsi Sampel Butir Disusul dengan Sampel Lain 2. Contoh Alat Ukur Alat ukur yang disajikan berbentuk pilihan ganda Terdapat deskripsi tentang bentuk alat ukur pilihan ganda ini

24 Nilai Acuan Kriteria Contoh 7 Penguasaan Bahasa (a) Obyektif Diberikan daftar kata berimbuhan yang telah dikenal (misalnya, berlari, memukul, gemilang), siswa akan menunjukkan akar kata dari paling sedikit 90 persen dari kata berimbuhan itu (b) Deskripsi Atribut Stimulus (1) Butir disusun dalam format pilihan ganda dengan tiga pilihan dan hanya satu pilihan yang betul (2) Kata berimbuhan akan diambil dari bahan ajar lalu pada pelajaran membaca untuk memastikan bahwa kata itu telah dikenal oleh siswa

25 Nilai Acuan Kriteria (c) Deskripsi Atribut Responsi (1) Pengecoh harus mencakup huruf hidup dan huruf mati sehingga terbentuk ungkapan berupa kata (2) Pengecoh dapat mencakup bagian kata seperti bertah pada bertahan (3) Kombinasi huruf awal, tengah, dan akhir dapat digunakan pada penyusunan pengecoh (d) Sampel Butir (1) gemilang(2) seniman A. milang A. seni B. gemil B. niman C. gilang C. senim

26 Nilai Acuan Kriteria Contoh 7 Soal Hitungan Ceritera (a) Obyektif Diberikan soal hitungan ceritera yang mencakup bilangan positif dan negatif, siswa akan memilih persamaan yang cocok dengan informasi di dalam soal serta memilih hasil pemecahan soal itu (b) Deskripsi Atribut Stimulus (1) Menggunakan format pilihan ganda dengan empat pilihan (2) Soal ceritera mengandung tiga sampai lima bilangan yang perlu dijumlahkan (3) Harus ada bilangan positif dan bilangan negatif yang perlu dijumlahkan (4) Ceritera tidak lebih panjang dari tiga kalimat

27 Nilai Acuan Kriteria (c) Deskripsi Atribut Responsi (1) Responsi akan mencakup persamaan dan solusi numerik dari persamaan itu (2) Beberapa pilihan salah (pengecoh) akan dibentuk melalui tanda + dan – yang salah (3) Beberapa pilihan jawaban salah (pengecoh) akan dibentuk melalui penjumlahan yang salah dari bilangan bertanda itu (d) Sampel Butir (1) Budi membawa bola empat kali. Ia maju 7 meter, mundur 2 meter, maju 6 meter, dan mundur 1 meter. Berapa meter capaian Budi? A. X = 7 – – 1 X = 10 meter B. X = 7 – – 1 X = 14 meter C. X = – X = 16 meter D. X = – X = 14 meter

28 Nilai Acuan Kriteria (2) Pesawat luar angkasa mendarat di bumi dan makhluk luar angkasa menangkap sembilan anak. Salah seorang anak perempuan dapat segera lolos dan dua anak lelaki lolos sejurus kemudian. Berapa anak masih tertangkap? A. X = X = 12 B. X = 9 – 1 – 2X = 6 C. X = X = 10 D. X = 9 – 1 – 2X = 7 (3) Seorang anak naik tangga. Ia naik 8 langkah, turun 3 langkah, turun 2 langkah, dan naik 4 langkah. Berapa tinggi anak itu? A. X = 8 – – 4X = 3 langkah B. X = 8 – 3 – 2 + 4X = 11 langkah C. X = 8 – 3 – 2 + 4X = 7 langkah D. X = 8 – – 4X = 5 langkah

29 Nilai Acuan Kriteria D. Estimasi Sekor Populasi Pengukuran 1. Cakupan Dari wilayah kriteria, disusun sampel alat ukur Sampel alat ukur ini dikenakan kepada responden dan menghasilkan sekor sampel Dari sekor sampel ditentukan sekor populasi melalui estimasi responden alat ukur (sampel sekor (sampel) sekor (populasi) estimasi

30 Nilai Acuan Kriteria Cara Estimasi Ada sejumlah cara estimasi dari sekor sampel ke sekor populasi. Di antaranya, Estimasi interval Estimasi kebolehjadian maksimum Estimasi Bayes Estimasi klasikal Estimasi arcsinus Yang paling sederhana adalah cara estimasi interval Sebagai contoh, di sini, dikemukakan salah satu contoh cara estimasi interval. Hasil estimasi menunjukkan interval sekor populasi

31 Nilai Acuan Kriteria Estimasi Melalui Estimasi Interval Misalkan sekor dinyatakan dalam bentuk proporsi sekor sampel sebesar p Dengan estimasi interval Δp, proporsi sekor populasi menjadi p ± Δp Kekeliruan baku KB digunakan sebagai interval estimasi, Δp = KB Kekeliruan baku untuk ukuran sampel n dan ukuran populasi N adalah

32 Nilai Acuan Kriteria Contoh 8 Pada wilayah kriteria besar (N besar) Ujian (sampel): n = 20 butir Jawaban betul: 8 butir p = 0,40q = 0,60 Sekor (populasi) melalui estimasi interval p ± Δp = 0,40 ± 0,11 = (0,29; 0,51) 0,29 ≤ p ≤ 0,51

33 Nilai Acuan Kriteria E. Standar Batas Penguasaan 1. Batas Penguasaan Standar batas penguasaan adalah sekor yang memisahkan mereka yang belum dan yang sudah menguasai wilayah kriteria Ada beberapa metoda penentuan standar batas, di antaranya Metoda peniliaian secara profesional Metoda Nedelsky Metoda Angoff Metoda kelompok kontras Ada yang menggunakan panel penilai serta ada yang menggunakan responden yang telah diketahui penguasaannya

34 Nilai Acuan Kriteria Metoda Penilian Secara Profesional (a) Penilaian dilakukan oleh panel yang terdiri atas para profesional (b) Secara intuitif, mereka menetapkan responden mana yang sudah serta responden mana yang belum menguasai wilayah kriteria Metoda ini sangat subyektif sehingga, biasanya, para penilai di dalam panel adalah orang-orang yang sangat berpengalaman di bidangnya Sering terjadi bahwa panel penilai ini terdiri atas para guru yang sudah sangat berpengalaman sehingga memiliki intuisi yang tajam tentang penguasaan responden terhadap wilayah kriteria

35 Nilai Acuan Kriteria Metoda Nedelsky Penentuan standar batas minimum penguasaan wilayah kriteria pada ujian pilihan ganda (a) Mengumpulkan beberapa pakar di bidang materi ujian ke dalam suatu panel (b) Setiap pakar memeriksa pilihan pada butir ujian serta menghilangkan pilihan jawaban yang menurut pikirannya dapat dijawab dengan betul oleh responden dengan penguasaan minimum (batas) (c) Dengan demikian, dari pakar itu, diperoleh sekor harapan yakni probabilitas menjawab betul pada ujian itu untuk responden dengan penguasaan minimum (d) Rerata sekor harapan dari semua pakar di dalam panel dijadikan standar batas minimum penguasaan wilayah kriteria

36 Nilai Acuan Kriteria Misal pada penghilangan pilihan jawaban yang dianggap sudah dikuasai oleh mereka yang memiliki penguasaan minimum Ibukota negara Mongolia adalah A. Ulanbator B. Urumqi C. Tashkent D. London  Orang dengan penguasaan minimum akan mengetahui bahwa D pasti salah. Pilihan tinggal tiga sehingga probabilitas jawaban betul menjadi satu dari tiga (dan tidak lagi dari empat) Kaisar Hongwu berasal dari kerajaan A. Majapahit  B. Song C. Romawi  D. Ming

37 Nilai Acuan Kriteria Contoh 9 Misalkan suatu ujian terdiri atas 8 butir dan setiap butir terdiri atas 4 pilihan jawaban dengan 1 jawaban betul Responden yang tanpa penguasaan, melalui terkenaan belaka, dapat menjawab dengan betul setiap butir dengan probabilitas ¼ Sekor yang dapat diraihnya adalah Butir Pilihan Probabilitas 1 4 ¼ 2 4 ¼ 3 4 ¼ 4 4 ¼ 5 4 ¼ 6 4 ¼ 7 4 ¼ 8 4 ¼ 32 2 Sekor yang diraih adalah 2

38 Nilai Acuan Kriteria Pakar X menghilangkan pilihan jawaban yang dirasakan dapat dijawab dengan betul oleh mereka yang berpenguasaan minimum Sekor yang dapat diraihnya setelah pilihan jawaban dihilangkan, secara probabilitas, adalah Butir Pilihan Probabilitas 1 3 ⅓ 2 3 ⅓ 3 2 ½ ⅓ ½ Batas penguasaan minimum menurut pakar X adalah sekor 5

39 Nilai Acuan Kriteria Setelah dihilangkan oleh pakar X 1, X 2, dan X 3, maka pilihan jawaban menjadi Batas penguasaan minimum untuk pakar X 1 : 5 X 2 : ⅓ + ⅓ + ½ + ½ + ⅓ + ⅓ + ⅓ + ⅓ = X 3 : ⅓ + ⅓ + ⅓ ⅓ ⅓ + ⅓ = Standar batas minimum penguasaan adalah rerata mereka X = Pakar Butir X X X

40 Nilai Acuan Kriteria Metoda Angoff Langkah yang Ditempuh (a) Mengumpulkan sejumlah pakar di bidang materi ujian ke dalam suatu panel (b) Setiap pakar memeriksa setiap butir ujian dan mengestimasi persentase responden berpenguasaan minimum yang dapat menjawab betul buir itu (c) Untuk pakar itu, pada semua butir, ditemukan persentase responden yang berpenguasaan minimum (d) Reratakan laporan dari semua pakar pada panel serta dari persentase responden berpenguasaan minimum, ditetapkan batas minimum wilayah kriteria

41 Nilai Acuan Kriteria Metoda Kelompok Kontras dari Nedelsky (a) Mengumpulkan sejumlah pakar berkualifikasi yang sudah mengenal jenis siswa yang akan diuji (b) Para pakar mengidentifikasi dua kelompok siswa yakni mereka yang jelas telah menguasai wilayah kriteria (kelompok 1) dan mereka yang jelas tidak menguasai (kelompok 2) (c) Uji kedua kelompok itu dengan ujian yang sama yang berasal dari wilayah kriteria (d) Lukiskan distribusi frekuensi sekor ujian mereka pada grafik yang sama (e) Titik potong kedua distribusi frekuensi itu menjadi batas penguasaan minimum wilayah kriteria

42 Nilai Acuan Kriteria Contoh 10 Kelompok 1 siswa yang jelas menguasai dan kelompok 2 siswa yang jelas tidak menguasai kel1kel 2 frek butir

43 Nilai Acuan Kriteria Secara grafik Standar batas penguasaan minimum adalah Sekor = 13 STANDAR 13

44 Nilai Acuan Kriteria F. Keterampilan Statistika 1.Korelasi Biserial Titik (Point Biserial Correlation) (a) Dasar korelasi Korelasi berlaku di antara data dikotomi dengan data kontinu, misalkan, Data X dikotomi (0 dan 1) Data Y kontinu Contoh data dikotomi Salah 0, betul 1 Tidak lulus 0, lulus 1 Pria 0, wanita 1 Tidak setuju 0, setuju 1

45 Nilai Acuan Kriteria (b) Rumus Koefisien Korelasi Biserial Titik  bt = koefisien korelasi biserial titik p = proporsi sekor X = 1 pada data dikotomi q = proporsi sekor X = 0 pada data dikotomi  Yp = rerata Y pada sekor X =1  Yq = rerata Y pada sekor X = 0  Y = simpangan baku seluruh sekor Y Nilai koefisien korelasi biserial titik – 1 ≤  bt ≤ + 1

46 Nilai Acuan Kriteria Contoh 11 Data X Y Y p Y q p = 0, q = 0, dengan kalkulator  Y = 9,  Yp = 21,  Yq = 11,

47 Nilai Acuan Kriteria Contoh 12 Data X Y Y p Y q p = 0 8 q = dengan kalkulator  Y =  Yp =  Yq =

48 Nilai Acuan Kriteria Contoh 13 Data X Y Y p Y q p = 1 63 q = dengan kalkulator  Y =  Yp =  Yq =

49 Nilai Acuan Kriteria Contoh 14 Data X Y Y p Y q p = 0 11 q = dengan kalkulator  Y =  Yp =  Yq =


Download ppt "Bab 8 Nilai Acuan Kriteria. ----------------------------------------------------------------------- Nilai Acuan Kriteria -----------------------------------------------------------------------"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google