Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LOGO KEBIJAKAN ENTREPRENEURSHIP INDONESIA Gek Sintha Mas Jasmin Wika, S.E., M.Sc.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LOGO KEBIJAKAN ENTREPRENEURSHIP INDONESIA Gek Sintha Mas Jasmin Wika, S.E., M.Sc."— Transcript presentasi:

1 LOGO KEBIJAKAN ENTREPRENEURSHIP INDONESIA Gek Sintha Mas Jasmin Wika, S.E., M.Sc.

2 Contents Kondisi UMKM di Indonesia Manfaat Entrepreneurship Kebijakan Entrepreneurship di Beberapa Negara Pengertian Entrepreneurship [Image Info] - Note to customers : This image has been licensed to be used within this PowerPoint template only. You may not extract the image for any other use. Kebijakan Entrepreneurship di Indonesia

3 I. Pengertian Entrepreneurship Konsep Entrepeneurship: 1700an. Pada abad ke 20, Joseph Schumpeter ( ): “destruksi kreatif” Entrepreneurship mengacu pada kemampuan individu untuk merubah ide menjadi tindakan (European Commission (2006a) dalam Redford (2012) Unsur penting untuk menstimulasi pertumuhan ekonomi dan menciptakan peluang kerja (US. Department State/Bereau of International Information Program)

4 II. Manfaat Entrepreneurship Mengkombinasikan insentif institusional, penciptaan organisasi dan kewirausahaan Robert Solow Douglas North Joseph Schumpeter Pertumbuhan Ekonomi

5 ●Berdasarkan Summary Result of The Global Entrepreneurship Monitor (GEM) 2006 “Regardless of the level of development and firm size, enterpreneurial behaviour remains a crucial engine of innovation and growth for the economy and for individual companies since, by definition, it implies attention and wilingness to take advantage of unexploited opportunities.” (U.S. Department of State/Bureau of International Information Programs, 2013) ●OECD (1997) dalam Redford (2012): Mendukung entrepreneurship merupakan cara yang efektif yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam memfasilitasi pertumbuhan UMKM sehingga entrepreneurship itu sendiri mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, meningkatkan daya saing, mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

6 Necessity Opportunity

7 IV. Kebijakan Entrepreneurship Beberapa Negara Amerika Serikat Jerman Korea Selatan

8 ●The Small Business Innovation Research (SBIR) Tahun 1980an - Respon terhadap hilangnya kemampuan Amerika untuk berkompetisi dalam pasar global. - Pengalokasian sebesar 4% dari APBN untuk mendanai perusahaan kecil yang inovatif SBIR berdampak positif pada semakin berkembangnya industri bioteknologi (Gilbert et al, 2004) Amerika Serikat

9 ●Klaim terhadap tingginya pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan tahun 1990an akibat dari kurangnya aktifitas wirausaha. ●Respon: stimulasi pendirian usaha baru, terutama pada industri high-end. ●Pembentukan lima regional Exist di Jerman, yang mendorong pendirian usaha baru yang berasal dari perguruan tinggi dan laboratorium penelitian pemerintah ●Tujuan: (i) menciptakan budaya entrepreneurial, (ii) komersialisasi ilmu pengetahuan dan (iii) meningkatkan jumlah berdirinya usaha- usaha baru dan UKM Jerman

10 ●Sebelum 1970an: kebijakan yang memihak pada golongan konglomerat (chaebol) ●1980an: kebijakan yang mempromosikan usaha kecil ●1990an: kebijakan yang mempromosikan high-technology entrepreneurship. ●Jenis Kebijakan: (i) pendanaan kredit, (ii) program pelatihan entrepreneurship dan pengembangan teknologi (iii) bantuan berupa tax break: pengurangan pajak penghasilan, pengurangan rate pajak. (iv) pengembangan pusat dan institusi penelitian teknis. Korea Selatan

11

12 IV. Kondisi UMKM di Indonesia > 99 % perusahaan di Indonesia di semua sektor merupakan UMKM Mempekerjakan lebih dari 99 juta penduduk 57% GDP Indonesia berasal dari UMKM UMKM di Indonesia Jumlah entrepeneur hanya sebesar 0.24% dari seluruh populasi

13 Karakteristik UMKM Indonesia ●Jenis Kelamin: 77% laki-laki dan 23% perempuan ●Usia: pimpinan rata-rata 42 tahun ●Pimpinan: 65% pemilik usaha itu sendiri ●The Asia Foundation (2009): rata-rata jumlah pekerja 27 orang Tingkat pendidikan Jumlah (persen) Tanpa pendidikan Formal 4.40% SD16.70% SMP16.60% SMA42% D35% S114% S21% S30.30% Sumber: USAID Report 2012

14 Total Early Stage Entrepreneur Activity Sumber: Global Entrepreneurship Monitor (GEM) 2012 GEM Annual Report 2012: Dalam perekonomian dengan GDP per kapita rendah, tingkat Total Entrrepreneurship Activity (TEA) cenderung tinggi dan sebaliknya GDP per kapita yang relatif tinggi memiliki TEA cenderung rendah namun memiliki proporsi yang lebih tinggi dalam peluang dan motivasi usaha

15 VI. Kebijakan Entrepreneurship di Indonesia ●Naskah Kesepakatan Bersama Lima Kementerian: 1.Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2.Kementerian Perindustrian 3.Kementerian Kelautan dan Perikanan 4.Kemenetrian Koperasi dan UMKM 5.Kementerian Pemuda dan Olahraga ●Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerja sama: Universitas Ciputra, Asian Productivity Organization (APO), ILO, Kadin, Apindo, PJI, Iwapi, Hipmi, dan Rhenald Kasali

16 Belanja Kementerian Koperasi dan UKM Sumber: Nota Keuangan 2013

17 Kementerian Koperasi dan UKM Kementerian perindustrian PROGRAM PEMERINTAH Program Penumbuhan Wirausaha Baru Program Wirausaha (Spirit GKN) Sentra/Klaster UKM One Village One Product (OVOP) Kementerian Pendidikan Program Mahasiswa Wirausaha

18 Pertumbuhan UMKM Indonesia Sumber: USAID Report 2012

19 KEBIJAKAN PEMERINTAH

20 LOGO See u Next Week


Download ppt "LOGO KEBIJAKAN ENTREPRENEURSHIP INDONESIA Gek Sintha Mas Jasmin Wika, S.E., M.Sc."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google