Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEBIJAKAN MONETER & PERBANKAN DI INDONESIA DR. DARMIN NASUTION New York Presentasi pada “Indonesian Economic Briefing” 10 Mei 2012.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEBIJAKAN MONETER & PERBANKAN DI INDONESIA DR. DARMIN NASUTION New York Presentasi pada “Indonesian Economic Briefing” 10 Mei 2012."— Transcript presentasi:

1 KEBIJAKAN MONETER & PERBANKAN DI INDONESIA DR. DARMIN NASUTION New York Presentasi pada “Indonesian Economic Briefing” 10 Mei 2012

2 2 Konsumsi & Investasi Harga Minyak Dunia Impor BBM Impor Non-Migas Current Account Balance Defisit Fiskal Beban Subsidi Harga BBM Naik Harga BBM Tidak Naik Nilai Tukar Rupiah Krisis Eropa Two Way Capital Flows Ekonomi AS Ekonomi China Ekspor Inflasi Permasalahan Terkini : Ekonomi Makro Kesinambungan Fiskal? BI Freight & Income Transfer

3 Fixed Exchange Rate System + CA Restriction Fixed Exchange Rate System + Open CA Free FloatExchange Rate + Open Capital Account China Low and stable inflation Abundant International Reserve Low External Debt Hong Kong Low and stable inflation Abundant International Reserve US, Japan, New Zealand, S. Korea, etc. Developed Financial Market Hedged External Transactions Open Capital Account (Free Capital Mobility) Kebijakan Moneter Efektif (Monetary Policy Independence) Stabilitas Nilai Tukar (Fixed Exchange Rate) “MACROECONOMIC TRILEMMA” / “IMPOSSIBLE TRINITY” (TERKAIT NILAI TUKAR, SISTEM DEVISA, DAN KEBIJAKAN MONETER): HANYA DUA DARI TIGA YANG BISA DICAPAI ! “MACROECONOMIC TRILEMMA” / “IMPOSSIBLE TRINITY” (TERKAIT NILAI TUKAR, SISTEM DEVISA, DAN KEBIJAKAN MONETER): HANYA DUA DARI TIGA YANG BISA DICAPAI ! 21 Juni 2005 telah beralih ke managed floating 3

4 4 Harga obligasi Volatile Pasar Obligasi Nilai Tukar Mudah Tertekan Deposito 77% bertenor 1 bulan Sk Bunga Deposito Tinggi Pembiayaan Bank lebih ke jk Pendek Sk Bunga Kredit Tinggi Investor Domestik Deposito Bank Investor Asing (30%) Investor domestik traumatic dengan jatuhnya harga obligasi pada th 2005 Struktur Pendanaan Bank Pemilik dana besar menuntut bunga tinggi Special Rate & Cash Back Struktur suku bunga deposito tidak rasional (no-time value of money) Net Interest Margin Bank Tinggi Permasalahan Terkini : Sektor Keuangan

5 Sumber Risiko Fiskal Internal Konsumsi BBM bersubsidi Subsidi Energi Risiko Perubahan Kebijakan BBM Subsidi Lifting Minyak Revenue Eksternal Ekonomi Global Ekspor, & Daya Beli Risiko Perubahan Asumsi Makro Harga Minyak Subsidi Energi Nilai Tukar Subsidi Energi Capital Reversal SUN Yield Risiko Pembiayaan Asesmen Kebijakan BBM Berbagai risiko internal dan eksternal dapat menimbulkan risiko fiskal …. Sumber Risiko Fiskal Risiko Peningkatan Defisit 5

6 Risiko & Tantangan Ekonomi Nasional 6 Risiko & Tantangan Internal Eksternal Rencana Pembatasan Konsumsi BBM Ekspektasi Inflasi Issue Fiskal Konsumsi BBM Inflasi PDB Nilai Tukar Krisis Eropa Ekonomi AS Ekonomi China Two Way Capital Flows Ekspor Harga Minyak Impor Saat ini perekonomian makro dihadapkan pada permasalahan yang kompleks, bersumber baik dari sisi internal maupun eksternal. “Timing” Kebijakan Kenaikan Harga BBM

7 Tantangan Perbankan Nasional Integrasi Sektor Keuangan ASEAN 2020 Harmonisasi Regulasi Qualified ASEAN Banks Capacity Building Infrastruktur SSK Mampu bersaing dgn bank ASEAN di dalam negeri Mampu melakukan ekspansi ke negara ASEAN Tantangan : Meningkatkan Daya Saing Perbankan Nasional Tuntutan bagi Perbakankan Nasional Lingkungan Eksternal Di sektor perbankan, tantangan nyata adalah perlunya peningkatan daya saing dalam rangka menyongsong penerapan MEA 2020…….. 7

8 Arsitektur Perbankan Struktur Perbankan Pengaturan Pengawasan Industri Infrastruktur Perlindungan Nasabah »Ketahanan Perbankan »Daya Saing & Efisiensi »Intermediasi & kontribusi pada perekonomian Tujuan  Peningkatan Ketahanan Perbankan  Kompetisi yang sehat  Peningkatan daya saing dan efisiensi  Peningkatan fungsi Intermediasi  Kompleksitas produk dan aktivitas  Sebaran jaringan kantor  Permodalan  Governance Tantangan 8 Tantangan Perbankan Nasional Perlu Pengaturan

9 Respon Kebijakan Bank Indonesia Bauran kebijakan (policy mix) terus dikalibrasi sesuai tantangan yang dihadapi, dan diterapkan memperhitungkan timing dan sequencing yang tepat Stabilisasi Nilai Tukar (Intervensi) 3. Pembelian SBN di pasar sekunder 6. Giro Wajib Minimum (Likuiditas & Prudensial ) 5. Six Months Holding SBI (Capital Flows Management) 1. Suku Bunga Kebijakan (BI Rate) 10. Pengendalian Inflasi dari sisi pasokan (TPI-TPID) 9. Memperkuat Strategi Komunikasi 2. Penyesuaian Struktur Suku Bunga Jangka pendek (sk bunga instrument moneter) Kebijakan Moneter dan Nilai Tukar Kebijakan Makroprudensial 7. Loan to Value Ratio (Prudensial) 8. ULN Jk Pendek Bank (Capital Flows & Prudensial) Policy Mix Dual Intervention Moneter

10 Respon Kebijakan Bank Indonesia 10 Kebijakan Struktural 2. Pendalaman Pasar Keuangan 1. Kebijakan Repatriasi Devisa Hasil Ekspor & ULN Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Krisis Protokol Manajemen Krisis (PMK) BANK INDONESIA PMK - Nilai Tukar PMK - Perbankan Protokol Manajemen Krisis (PMK) KEMENKEU PMK – Pasar SBN Protokol Manajemen Krisis NASIONAL Implementasi Januari 2012 Koordinasi, antara lain : -Infrastruktur pasar -Penguatan basis investor domestik -Channeling capital inflows ke sektor produktif Moneter

11 Respon Kebijakan Bank Indonesia Enforcement ketentuan : Mewajibkan Rencana Bisnis Bank (RBB) mencantumkan target-target peningkatan efisiensi dan penurunan suku bunga kredit pada level yang wajar BI telah melakukan kajian mengenai : Praktikk pemberian tingkat bunga dana pihak ketiga (DPK) di atas tingkat bunga LPS Praktik pemberian hadiah bagi nasabah. Meningkatkan kehati-hatian bank dalam pembiayaan sektor konsumsi (KPR dan KKB)...melalui kebijakan LTV dan Down Payment Penguatan permodalan agar bank siap mengantisipasi perubahan siklus bisnis ke depan (utk meng-cover risiko) Melanjutkan kebijakan perlindungan nasabah BI telah melakukan kajian ”kepemilikan bank per pihak” dan ”multi-license” sejalan dengan semakin kompleksnya kegiatan usaha bank. EFISIENSI KETAHANAN PERBANKAN Perbankan 11

12 Melanjutkan upaya perluasan akses perbankan (financial inclusion) kepada masyarakat, terutama pedesaan Memfasilitasi pembiayaan di berbagai sektor potensial bekerjasama dengan berbagai instansi pemerintah Inisiatif pembentukan Bank infrastruktur Mengkaji berbagai hambatan pembiayaan sektor-sektor yang tingkat pertumbuhan kreditnya rendah Kajian perluasan program sertifikasi tanah Respon Kebijakan Bank Indonesia MENDORONG PERAN INTERMEDIASI Perbankan 12

13 AKHIR PRESENTASI

14 Mobilisasi dan penyaluran dana di sektor keuangan belum efektif dan efisien bagi kesinambungan pembangunan ekonomi nasional ….. LAMPIRAN Tantangan di Sektor Keuangan 14

15 Beberapa kasus bank yang dilikuidasi mayoritas bank yang dimiliki pemegang saham perorangan atau merupakan grup. Pemilik bank memanfaatkan bank sebagai sumber dana bagi kepentingan usaha group Sebelum Krisis 1997 Lebih mengarah pada proses liberalisasi Besarnya kebutuhan modal perbankan, dalam rangka proses rekapitalisasi Mengandalkan keberadaan mitra asing dan calon investor dari asing Kebijakan Paska Krisis 1997 Kinerja perbankan membaik, namun masih terdapat beberapa kasus bank bermasalah, sebagian besar dikarenakan : Campur tangan pemilik bank Rendahnya kapabilitas pemilik bank perorangan sehingga mempengaruhi kondisi bank secara keseluruhan. Paska Krisis 1997 Kegagalan penerapan good corporate governance pada industri perbankan di beberapa negara mendorong reformasi sektor keuangan dan perbankan dengan mengacu pada “Basel Committee on Banking Supervision” (BCBS) Paska Krisis Global 2008 Perlunya perbaikan tata kelola (governance) perbankan nasional. Tantangan : Memperkuat Ketahanan Perbankan Nasional Tantangan Perbankan Nasional Penguatan ketahanan perbankan antara lain dilakukan melalui perbaikan tata kelola bank (good corporate governance)….. 15


Download ppt "KEBIJAKAN MONETER & PERBANKAN DI INDONESIA DR. DARMIN NASUTION New York Presentasi pada “Indonesian Economic Briefing” 10 Mei 2012."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google