Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Berpotensi gangguan jantungvaskuler dan pulmonal (Obesitas/ Komplikasi) Slamet Sumarno.M.Fis. 10-10-2012.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Berpotensi gangguan jantungvaskuler dan pulmonal (Obesitas/ Komplikasi) Slamet Sumarno.M.Fis. 10-10-2012."— Transcript presentasi:

1 Berpotensi gangguan jantungvaskuler dan pulmonal (Obesitas/ Komplikasi) Slamet Sumarno.M.Fis

2 Pendahuluan. 1970an penelitian epidemiologik melaporkan bahwa obesitas merupakan masalah besar bagi kesehatan masyarakat karena banyak komplikasinya. Obesitas adalah akumulasi dari lemak tubuh yang berlebihan perempuan lemak normal 20-27% dan laki-laki %

3 OBESITAS Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Obesitas dapat diindikasikan Body Mass Index (BMI) lebih dari >23 kg/m2. BMI adalah perbandingan antara berat badan dengan tinggi badan.

4 Peningkatan obesitas Obesitas meningkat kejadiannya seiring peningkatan usia. Amerika Serikat, 20% laki-laki dan 40% wanita usia pertengahan menderita obesitas. Di Indonsia belum ada penelitian kekerapan obesitas ini, di Jakarta Selatan didapatkan obesitas: pria 2,9% dan wanita 18,9%. Pada penelitian obesitas dapat menimbulkan komplikasi berupa: kelainan jantung, hipertensi, diabetes melitus, gangguan pernafasan dan pada usia lanjut sering menyebabkan kelainan sendi.

5 Cofaktor obesitas Faktor genetik. Obesitas keturunan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi tidak hanya berbagi gen, kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata- rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33%.genetik Faktor lingkungan. lingkungan seseorang memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya). Faktor psikis. Pikiran seseorang bisa mempengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan.psikis Gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda obesitas.

6 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 SOSIOKULTURAL,GENDER, DAN UMUR YANG MEMBEDAKAN DALAM MENGONTROL BERAT BADAN Overweight terbanyak di Amerika pada usia tahun (NCHS, 2003 dalam Sarafino) Alasan yang sederhana penyebab nya adalah orang mengkonsumsi lebih banyak kalori dan disatu sisi aktifitas sangat berkurang dibandingkan sebelumnya. Sebagai gambaran dalam tiga dekade 2000an orang Amerika setiap hari mengkonsumsi 168 kalori (7%)untuk pria dan 335 (22%)untuk perempuan (CDC,2004b, dalam Sarafino)

7 PENYEBAB OBESITAS Secara umum penyebab obesitas adalah : Faktor genetik. Faktor lingkungan. Faktor psikis. Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas, dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosial.

8 prevalensi overweight dan obesitas Perkiraan prevalensi overweight dan obesitas di Indonesia (Dit BGM DepKes, 1997)

9 KOMPLIKASI OBESITAS Hypertensi Jantung koroner Diabetus militus Gangguan persedian Kurang gerak Gangguan pernafasan dan sirkulasi: sesak nafas dan usia lanjut terjadi osteoartrosis.

10 Obesitas dan Hipertensi Penelitian : menunjukkan ada hubungan lang- sung hipertensi dengan berat badan yang berlebihan(1959). Penelitian Framingham juga menemukan adanya kenaikan tekanan darah pada dewasa muda yang berat badan lebih. Peneliti epidemiologi membuktikan adanya hubungan yang linier antara obesitas dan hipertensi

11 Hubungan obesitas dan hypertensi Mekanisme hemodinamik. Penelitian (Dustan HP,1985) membuktikan ada peningkatan signifikan: volume darah, tahanan perifer dan tekanan darah pada penderita obesitas bila dibandingkan dengan yang bukan obesitas.

12 Pengaruh obesitas Volume darah dan peningkatan tahanan perifer memegang peranan penting dalam terjadinya hipertensi pada obesitas. Aktivitas saraf simpatis meningkat (James dkk). Meneliti penderita wanita obesitas yang diturunkan berat badannya terjadi penurunan: BP,HR dan peningkatan katekolamin akibat dari aktivitas saraf simpatis yang meningkat. Endokrin (Miller dkk). dalam penelitiannya mendapatkan adanya peningkatan kadar insulin dan aldosteron dalam plasma penderita obesitas.

13 Aldosteron : peningkatan insulin dan aldosteron akan menyebabkan retensi Na dalam darah yang mengakibatkan terjadinya peningkatan volume darah, penyebab hipertensi. Para peneliti sepakat bahwa menurunkan berat badan akan menurunkan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung (Dustan HP. 1985).

14 Obesitas dan Penyakit Jantung Iskemik Penelitian Framingham menunjukkan meningkatnya resiko kematian mendadak yang sangat menyolok baik pada pria ataupun wanita dengan obesitas. Wanita obesitas mempunyai resiko 13 kali lebih banyak mengalami kematian mendadak dan kesakitan dibandingkan dengan wanita yang tidak obesitas.

15 Obesitas dan Diabetes Melittus Obesitas ternyata juga mempengaruhi metabolisme tubuh Manusia dan cenderung terkena DM 2,9 kali dibanding non obesitas. Di Amerika telah dilaporkan pula bahwa penderita obesitas umumya 20 ­ 45 tahun mempunyai kecenderungan terkena diabetes melitus 3,8 kali lebih sering bila dibandingkan dengan BB normal. Sedangkan umur 45 ­ 75 tahun kecenderungan terjadinya diabetes melitus 2 kali lebih sering dari yang berat badannya normal.

16 Hiperglikemi/ Hiperinsulinisme Obesitas sering mengalami hiperglikemi tetapi dalam keadaan hiperinsulinisme; keadaan ini karena adanya resistensi insulin yang meningkat atau kurang pekanya reseptor insulin terhadap adanya hiperglikemi. Ada yang mengatakan penderita obes diabetik, kelainan dasarnya adalah gangguan keseimbangan kinetik sekresi insulin. Sekresi insulin terlambat sehingga kadar glukosa darah tidak dapat dikontrol secara teratur dan terdapat peningkatan sekresi insulin sehingga cenderung terjadi hiperinsulinisme yang disertai dengan peningkatan resistensi insulin. Hiperglikemi dan hiperinsulinemi dapat pula disebabkan oleh karena kualitas insulin yang abnormal, adanya produk/ hormon yang bersi fat antagonis terhadap insulin atau berkurangnya jumlah reseptor yang sensitif pada membran sel.

17 Obesitas dan Gangguan Pernafasan Obesitas terdapat timbunan lemak pada rongga dada dan rongga perutnya sehingga akan menyebabkan gangguan proses pernafasan; oleh karena itu pada obesitas cenderung terjadi penurunan penurunan fungsi paru. Kelainan ini bila dalam keadaan berat dengan tanda-tanda somnolen dan hipoventilasi disebut dengan Pickwickian syndrome. Keadaan ini akan hilang bila penderita menurunkan berat badannya.

18 Obesitas dan Kelainan Sendi Setiap peningkatan berat badan lebih dari normal akan me- nimbulkan beban yang berlebihan pada sendi penyangga berat badan, dan ini cenderung menyebabkan trauma ringan tetapi terusmenerus dan akan berakhir menjadi osteoartrosis (OA) baik primer ataupun sekunder. Engel dalam penelitiannya atas populasi penduduk yang dibagi menjadi 4 grup, ternyata grup yang mempunyai berat badan berlebihan dengan umur makin tua cenderung lebih cepat menderita OA. Sendi yang terkena adalah sendi penyangga berat badan yaitu punggung, pangkal paha, lutut dan pergelangan kaki.

19 Katagori Obesitas Obesitas dapat menimbulkan berbagai penyulit yang bersifat reversibel, oleh karena itu dianjurkan untuk melakukan pendekatan yang sesuai terhadap problema masing-masing penderita. Pengukuran katagori obesitas dapat dilakukan dengan : 1). Index Broca. 2). Index massa tubuh. 3). Mengukur lipatan kulit trisep dan skapula. 4). Berat badan relatif. 5). Skala indek kartu menuju sehat (KMS) atau GROWTH CHART Dalam klinis paling banyak digunakan adalah menghitung berat badan relatif. 1. Rumus : mirip indek brocca. Berat Badan Relatif = berat badan X 100% tinggi badan ­ 100 Keterangan : 90% ­ 110% : normal 120% ­ 130% : obesitas ringan < 90% kurang dari normal 130% ­ 140% : obesitas sedang 110%­ 120% : lebih dari normal > 140% :obesitas berat

20 Lanjutan

21 3. Body mass Index IMT (KG/m2) = Berat badan (Kg) Tinggi Badan (m 2 ) Klasifikasi Berat Badan yang diusulkan berdasarkan BMI pada Penduduk Asia Dewasa (IOTF, WHO 2000) KategoriBMI (kg/m2)Risk of Co-morbidities Underweight< 18.5 kg/m 2 Rendah (tetapi resiko terhadap masalah-masalah klinis lain meningkat) Batas Normal kg/m 2 Rata rata Overweight:> 23 At Risk23.0 – 24.9 kg/m 2 Meningkat Obese I kg/m 2 Sedang Obese II> 30.0 kg/m 2 Berbahaya KategoriBMI (kg/m2)Risk of Co-morbidities Underweight< 18.5 kg/m 2 Rendah (tetapi resiko terhadap masalah- masalah klinis lain meningkat) Batas Normal kg/m 2 Rata rata Overweight:> 23 At Risk23.0 – 24.9 kg/m 2 Meningkat Obese I kg/m 2 Sedang Obese II> 30.0 kg/m 2 Berbahaya

22 WHO1998 KategoriBMI (kg/m2)Resiko Comorbiditas Underweight< 18.5 kg/m 2 Rendah (tetapi resiko terhadap masalah- masalah klinis lain meningkat) Batas Normal kg/m 2 Rata-rata Overweight:> 25 Pre-obese25.0 – 29.9 kg/m 2 Meningkat Obese I kg/m 2 Sedang Obese II kg/m 2 Berbahaya Obese III> 40.0 kg/m 2 Sangat Berbahaya

23 Lingkar Pinggang (cut-off points) Lingkar pinggang> 94cm> 102cm> 80cm> 88cm Perbandingan lingkar pinggang/lingkar pinggul PengukuranPRIAWANITA Resiko MeningkatResiko sangat meningkat Resiko Meningkat Resiko sangat meningkat

24 SKALA PENGUKURAN OBESITAS

25 Manajemen obesitas PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan obesitas dapat dibagi menjadi Emapat katagori: preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. 1.Preventif = Pola hidup seimbang antara: pola makan dan aktivitas fisik, sesuai kebutuhan kalori. 2.Promotif = Exercises teratur dan terukur

26 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Pencegahan obesitas Menurunkan berat badan setelah mengalami obesitas bukan hal mudah dilakukan untuk setiap usia. Perlu dilakukan pencegahan terjadinya kelebihan berat badan dimulai dari usia anak anak karena : –Obesitas pada anak sepertinya akan berlanjut hingga dewasa (Serdula et al., 1993 dalam Sarafino) –Untuk mencegah akibat dari terjadinya pembangunan sel lemak pada masa kanak kanak dan remaja.Obes pada dewasa yang berlanjut dari masa kanak kanak mempunyai beban ganda terhadap sel lemak yang lebih besar

27 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Pencegahan obesitas –Sepertiga dari ibu yang mempunyai anak obes mengatakan bahwa anak mereka “memiliki berat yang normal ”(Maynard et al., 2003 dalam Sarafino) Yang perlu perhatian dalam pencegahan anak yang mempunyai sejarah keluarga obesitas atau yang pernah mengalami overweight (Jeffery, 1998 dalam Sarafino) Usaha untuk mengontrol berat badan difokuskan untuk meningkatkan diet dan aktifitas fisik pada anak anak serta melibatkan keluarga mereka dalam membuat program (Baranowski & Hearn, 1997;Jeffery, 1998 dalam Sarafino)

28 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Pencegahan obesitas Program pendidikan fisik dan kesehatan disekolah tempat yang paling baik untuk mempromosikan makanan yang sehat dan melatih kebiasaan Anak yang beresiko dapat diidentifikasi dan diberi perhatian khusus dan diberikan pelatihan berkenaan dengan peraturan makan dan latihan perilaku Program disekolah akan efektif kalau disertai dengan metode pelatihan yang bervariasi dan termasuk kafetaria dan fasilitas dan staf pendidikan dan memeroleh dukungan dari orang tua murid (Striegel, Moore & Rodin, 1985 dalam Sarafino)

29 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Pencegahan obesitas Orang tua lah menyediakan hampir seluruh makanan yang ada di rumah dan hampir semua makanan yang dimakan oleh anaknya. Rekomendasi ahli untuk pencegahan overweight: –Mendorong untuk aktifitas fisik secara regular dan batasi menonton tv –Jangan menggunakan makanan yang tidak sehat untuk memberikan hadiah karena makan makanan yang kurang disukai (contoh: “Kamu akan mendapat dessert jika kamu mau makan kacang polong ini”) gunakan pujian apabila ingin memberikan reward

30 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Pencegahan obesitas –Kurangi membeli makan kolesterol tinggi dan makanan manis dalam segala bentuknya termasuk soft drinks, untuk digunakan dirumah atau tempat lain; hindari restoran cepat saji. –Gunakan buah, nuts dan makanan sehat lainnya untuk dessert harian, makan makanan yang tidak sehat dicadangkan hanya pada waktu tertentu atau seminggu sekali

31 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Pencegahan obesitas –Pastikan anak sarapan dengan makanan yang sehat (dengan beberapa telor) setiap hari dan jangan memakan snacks tinggi kalori pada malam hari. Kalori yang dimakan pada pagi hari akan digunakan secara penuh, sedangkan kalori yang dikonsumsi pada malam hari akan menjadi lemak –Monitor berat badan anak dengan BMI secara regular.

32 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 DIET UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN Beberapa orang menurunkan berat badan untuk alasan kesehatan yang mempunyai resiko terhadap kelebihan lemak, penurunan berat badan secara nyata dapat menurunkan tekanan darah dan level lipid dan lopoproteins (Datillo & Kris- Etherton, 1992; Linden & Chambers, 1994 dalam Sarafino) Sebagian orang menurunkan berat badan untuk menjaga penampilan, khususnya pada perempuan dan akan mempengaruhi dalam pergaulan sosial. Aspek sosial pada obesitas dapat menjadi faktor stress dan dapat memotivasi orang untuk menurunkan berat badannya.

33 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 DIET Banyak orang menurunkan berat badan dengan mengatur diet mereka, membuat rencana apa yang dimakan dan membuat daftar apa yang akan dibelanjakan akan meningkatkan penurunan berat badan (Wing etr al., 1996,Surwit et al., 1997 dalam Taylor) Menggunakan metode yang tidak efektif dalam menurunkan berat badan mungkin akan didapat penemuan yang paradoksal, banyak remaja wanita dan pria mengkontrol berat badan mereka, tetapi malah akhirnya mengalami kenaikan berat badan (Field et al., 2003;Stice et al., 1999 dalam Sarafino)

34 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 DIET Memertahankan hasil penurunan berat badan merupakan hal yang sulit. Yang terbaik untuk menurunkan berat badan adalah secara bertahap dan menggunakan perubahan gayahidup yang dapat diterima dan dipelihara oleh keluarga mereka secara menetap. Orang akan sukses menurunkan berat badan jika mereka mempunyai sosial suport dari keluarga dan pergaulan sosial mereka dan jika mereka mempunyai self efficacy atau confidence yang tinggi (Edell et al.,1987;Wing & Polley,2001 dalam Sarafino) Ada orang yang berhasil menurunkan berat badan mereka, tetapi banyak juga yang tidak berhasil. Orang yang tidak berhasil menurunkan berat badanya perlu mendapatkan pertolongan. Tapi bagaimana dan dengan cara apa?

35 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 FASTING Puasa salah satu teknik untuk menurunkan berat badan. Puasa dilakukan dangan mengurangi asupan makanan pada periode tertentu dalam beberapa hari, terkadang disertai dengan minum sedikit cairan rendah kalori Puasa dapat menurunkan berat badan secara cepat, tetapi orang tidak dapat berpuasa tanpa merusak kesehatan mereka. Apabila telah kembali kepada kebiasaan normalnya, maka berat badanya akan naik lembali secara cepat (Wadden, Stunkard, &Brownell,1983 dalam Taylor)

36 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 APPETITE-SUPRESSING DRUGS Obat digunakan untuk mengurangi nafsu makan dan membatasi makanan yang dikonsumsi (Bray & Tartaglia,2000 dalam Taylor) Obat juga digunakan bersamaan dengan metode cognitive-behaviour intervention. Obat dapat menurunkan berat badan, tetapi partisipan dapat mengalami kenaikan berat nya kembali secara cepat, apabila mereka lebih mengandalkan obat daripada usaha mereka (J.Rodin, Elias, Silberstein, & Wagner, 1988 dalam Taylor).

37 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 APPETITE-SUPRESSING DRUGS Yang harus diperhatikan disini, dalam program penurunan berat badan diperlukan self efficacy.Penambahan obat hanya sebagai tambahan dibandingkan dengan usaha yang lainnya. Sebagai contoh mengkonsumsi fruktosa secara periodik akan mengurangi kalori pada makanan dan asupan lemak di ganti dengan konsumsi gula atau air (J.Rodin,1990,1991 dalam Taylor)

38 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 THE MULTIMODAL APPROACH Screening –Program dimulai dengan menerapkan skrining motivasi dan kesiapan mereka untuk memulai program. –Kegagalan diet, berat badan kembali keawalnya,tidak puas terhadap bentuk tubunya, self esteem yang rendah semua itu sangat berhubungan dengan tidak adanya penurunan berat badan untuk program perilaku penurunan berat, dan kriteria tersebut dapat digunakan untuk menyaring seseorang sebelum pengobatan atau dapat digunakan untuk meningkatkan kesesuaian antara program treatmen tertentu dengan klien (Teixeira et al., 2002 dalam Taylor)

39 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Self-monitoring –Klien obes dilatih untuk memonitor sendiri dan melakukan pencatatan secara lengkap terhadap apa yang dimakan, kapan mereka makan, berapa benyak yang mereka makan, dimana mereka makan, dan dimensi lain tentang makannya. –Catatan ini secara simulatan akan menunjukkan perilaku dan membuat klien lebih sadar akan pola makan mereka (R.C.Baker & Kirschenbaum, 1998 dalam Taylor) –Banyak klien yang terkejut ketika membaca cacatan mereka ketika mereka mengetahui, apa, kapan, seberapa banyak,yang mereka makan.

40 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Self-monitoring –Monitoring sangat penting untuk program penurunan berat badan, dan akan lebih penting saat hari hari kritis, seperti saat liburan, ketika mereka tidak percaya akan apa yang terjadi (Boutelle, Kirschenbaum, Baker, & Mitchell,1999 dalam Taylor)

41 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Self-monitoring Analisis perilaku kemudian fokus pada pengaruh yang terdahulu yang akan menjadi target perilaku-dinamai;stimulus yang memengaruhi makanan. Klien dilatih untuk memodifikasi stimulus lingkungan mereka yang dapat menimbulkan dan memelihara pola makan mereka yang berlebihan. Langkah dimulai dengan membeli makanan rendah kalori (seperti sayuran mentah), membuat akses menjadi semakin mudah, membatasi adanya makanan berkalori tinggi dirumah. Teknik mengontrol perilaku hampir selalu digunakan untuk melatih pasien melakukan perubahan keadaan pola makan mereka

42 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Self-monitoring Klien diajari untuk selalu makan pada satu tempat tertentu setiap hari. Mereka mungkin harus membangun suatu keadaan yang menjadi stimuli yang baru yang berhubungan dengan makan. Sebagai contoh mereka harus mempunyai satu tempat khusus,seperti tempat atau piring, dan boleh makan apabila berada pada tempat tersebut. Umpan balik yang diberikan secara individu yang secara khusus dibuat akan membantu klien untuk menggapai sukses dalam mengurangi berat badan mereka (Kreuter, Bull, Clark, & Oswald, 1999, dalam Taylor)

43 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 KONTROL TERHADAP MAKAN BERLEBIH Langkah selanjutnya dari multimodal behavioral intervention adalah klien dilatih untuk meningkatkan kontrol terhadap proses makan yang mereka lakukan, sebagai contoh, klien harus menghitung berapa kali menyuap, berapa kali mengunyah, berapa kali menelan. Mereka mungkin harus menelan makan sampai dengan makanan yang ada dimulut mereka benar benar telah dikunyah dan halus. Semakin lama makanan berada dalam mulut mereka, maka makanan yang masuk juga akan lebih sedikit Akhirnya klien diharapkan dapat menikmati dan merasakan makanan mereka. Tujuan yang ingin dicapai adalah mengajari orang obes untuk mengurangi makan dan mendapatkan kenikmatan juga (Stunkard,1979, dalam Taylor) Klien yang dapat melakukan hal yang diebutkan diatas dengan benar maka harus mendapat hadiah Membangun self kontrol adalah bagian penting pada behavioral treatment.

44 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 ADDING EXERCISE Melakukan exercise adalah bagian yang sangat penting untuk mengurangi berat badan. Seharusnya orang yang lebih berumur, meningkatkan latihan fisik sangat esensial dalam menjaga berat badan (Jameson,2004 dalam Taylor) Level yang tinggi dari aktifitas fisik sangat berhubungan dengan keberhasilan untuk menurunkan berat badan dan menjaga peningkatannya pada dewasa maupun anak anak (L.H. Epstein et al., 1995;Jeffery & Wing,1995, dalam Taylor) Konsekeunsinya, perserta program penurunan berat badan memerlukan program aktifitas fisik secara regular yang menarik dan menyenangkan buat mereka (Wadden et al., 1997 dalam Taylor)

45 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 CONTROLING SELF TALK Merancang kognisi merupakan bagian yang penting dalam program menurunkan berat badan Kebiasaan buruk dapat dipelihara melalui monolog yang tidak berguna (sebagai contoh-”Saya tidak akan dapat menurunkan berat badan saya”- Saya telah sering mencoba dan selalu gagal) Peserta program penurunan berat badan harus dapat merubah pikiran yang maladaptif tersebut dengan positive self intruction.

46 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 SOCIAL SUPPORT Faktor lain yang berperan dalam program menurunkan berat badan adalah adanya dukungan sosial Klien dengan derajat dukungan sosial yang lebih tinggi akan lebih berhasil daripada yang mendapat dukungan sosial sedikit, dukungan didapat dari keluarga, teman dan pekerja sosial (Brownell & Kramer, 1989; Brownell & Stunkard, 1981 dalam Taylor) Sekalipun dukungan dilakukan melalui internet dapat membantu orang menurunkan berat badan lebih berhasil (Oleck, 2001, dalam Taylor)

47 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 PENCEGAHAN RELAPS Teknik pencegahan relaps seharusnya merupakan program yang menyatu dari program yang secara dini dapat dicegah dengan efektif dengan menerapkan skrining dalam program Teknik pencegahan terhadap relaps dilakukan secara khusus terhadap klien, mengubah lingkungan untuk mengurangi godaan,berlatih menghadapi situasi yang mengancam untuk kambuh(seperti ketika liburan), dan membangun strategi coping untuk mengatasi situasi resiko tinggi. Program penurunan berat badan harus secara bersamaan dibuat dengan program pencegahan kambuhnya.

48 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 PENCEGAHAN RELAPS Pencegahan kekambuhan adalah penting, tidak saja untuk diet, tetapi juga kepada saling menyalahkan ketika mereka tidak berhasil melakukan program Ketika diet mereka gagal, perempuan cenderung menyalahkan akan kegagalan dirinya dalam melakukan disiplin diri. Tetapi pada pria lebih banyak menyalahkan faktor diluar dirinya (New York Times,2000b dalam Taylor) Yang selalu membuat gagal dari program menurunkan berat badan adalah karena proses untuk memelihara perilaku yang diperlukan sulit dan keuntungan yang didapat, baru pada waktu yang lama (Jeffrey, Kelly, Rothmanm,Sherwood, & Boutelle, 2004 dalam Taylor) Beberapa orang mungkin merasakan bahwa keuntungan yang didapat dari penurunan berat badan tidak sesuai dengan usaha yang dilakukannya.

49 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Evaluasi terhadap teknik Cognitive- Behavioral dalam menurunkan berat badan Evaluasi yang paling dini ditujukan pada cognitif-behavioral program dalam menurunkan berat badan adalah untuk menurunkan berat badan satu pound seminggu atau sampai 20 minggu, dan untuk memeliharanya bisa sampai satu tahun (Brownell,1982 dalam Taylor) Peningkatannya dengan program yang baru lebih lama karena mereka menambahkan self direction dan exercise dan termasuk program teknik pencegahan kekambuhan (J. G. Baum, Clark, & Sandler,1991;Bromwnell& Kramer, 1989; Jeffery, Hennrikus, Lando, Murray, & Liu, 2000, dalam Taylor)

50 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Respon terhadap program ini beragam. Beberapa orang berhasil menurunkan berat badan dan tetap dapat memertahankannya, sebagian lagi mendapatkan beratnya kembali dengan segera. Tidak ada yang lebih cepat dapat menurunkan berat badan daripada puasa dan pembedahan. Secara keseluruhan usaha adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk mengatasi obesitas Kegagalan akan dapat menimbulkan masalah. Psikologi kesehatan dapat memberikan konklusi dan menghimbau kepada orang untuk megembangkan cara hidup sehat sebagai gaya hidup yang dapat dipilih, termasuk makanan dan exercise yang masuk akal, daripada teknik menurunkan berat badan yang spesifik (Ernsberger & Koletsky,1999, dalam Taylor)

51 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 TIPS MANAGEMENT BERAT Meningkatkan kesadaran: –Buat catatan apa yang anda makan –Buat catatan berat badan anda –Tuliskan ketika anda makan dan kenapa Exercise –Catat kemajuan yang anda dapat: apakah anda menikmati apa yang sedang anda lakukan? –Gabungkan exercise kedalam gaya hidup anda- masukkan kedalam area seluruh kehidupan anda

52 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Attitudes: –Pikirkan tentang tujuan anda mengurangi berat badan- buat yang masuk akal –Ingat setiap kemajuan adalah keuntungan dan tidak mencapai pada tujuan anda bukan berarti anda telah gagal –Pikirkan tentang keinginan anda terhadap makanan-atur dan atasi makanan idaman anda

53 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Sementara anda makan –Pastikan diri anda untuk makan secara perlahan –Berikan perhatikan pada proses anda memakan makanan –Berikan perhatian penuh –Makan pada tempat dan waktu yang sama –Makan satu porsi dan servis diri anda sendiri sebelum anda mulai makan

54 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Belanja makanan Buat catatan apa yang akan anda beli dan anda tahu apa yang akan anda beli oBatasi items yang akan anda beli oJangan belanja ketika anda sedang lapar Bekerjasama dengan orang lain Libatkan teman dan keluarga dalam menetapkan tujuan anda dan membuat gayahidup anda yang baru, termasuk cara makan dan olah raga teratur Komunikasikan kepada mereka apa yang dapat mereka bantu dalam meraih tujuan anda

55 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Lingkungan tempat makan –Membuat makanan sehat lebih mudah daripada membuat makanan yang tidak sehat –Anda harus berusaha melakukan pantangan yang anda lakukan secara rutin ketika sedang makan diluar –Pikirkan tentang apa yang dilarang dan dibolehkan pada makanan rutin anda ketika akan makan keluar bersama orang lain.

56 © Setia Pribadi- S2 Psi UI-2007 Pengetahuan tentang makanan –Cari informasi mengenai jenis nutrisi –Mengetahui tentang makanan dengan kandungan yang baik dari vitamin, mineral,protein, karbohidrat dan lemak sehat –Makan dengan seimbang –Siapkan makanan yang sehat dan punya citarasa baik.

57 Manajemen obesitas PENATALAKSANAAN KURATIF Penatalaksanaan obesitas dapat dibagi menjadi tiga katagori: Konservatif, operatif dan komplikasi. 1. Konservatif 1.1. Diet. Dianjurkan diet dengan rendah kalori dan gizi seimbang. ialah 15 ­ 20 kalori/kg.bb.,dengan komposisi 20% protein, 65% karbohidrat dan 15% lemak, komposisi diet B1 (Askandar modifikasi).

58 1.2. Exercises. Di samping mempercepat metabolisme, juga dapat membuat kondisi tubuh lebih segar dan dapat menambah estetika. Exercises dimaksudkan agar jumlah kalori yang dikeluarkan tubuh lebih banyak daripada jumlah kalori yang masuk. Dengan Exercises yang teratur dan terukur akan terjadi peningkatan metabolisme.

59 1.3. Obat-obatan. Obat-obatan yang banyak digunakan untuk obesitas terdiri dari obat penahan nafsu makan di antaranya alah golongan amfetamin, obat yang meningkatkan/mempercepat metabo- lisme tubuh misalnya preparat tiroid, obat pemacu keluarnya cairan tubuh misalnya diuretika; pencahar. Namun obat-obat tersebut bila digunakan dalam jangka panjang akan menyebab kan efek samping sangat merugikan tubuh. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya disertai kontrol ketat.

60 2. Pembedahan. Operasi jejuno-ileal by-pass dilakukan memotong sebagian usus halus yang menyerap makanan, tetapi resikonya cukup besar sehingga hal tersebut harus dilakukan dengan indikasi yang cukup kuat, yaitu apabila obesitas tak dapat diobati dengan tindakan konservatif operasi pengambilan jaringan lemak (adipektomi), lebih cenderung bersifat estetika.

61 3. Pengobatan terhadap komplikasi 3.1. Hipertensi Pada prinsipnya hampir semua peneliti dan para ahli berpendapat bila berat badan diturunkan maka tekanan darah akan turun dengan sendirinya. Diet dan aerobik exercise. Tetapi kadang-kadang diperlukan juga pengobatan medikomentosa, antihipertensi.

62 Penyakit Jantung Iskemik Seperti apa yang telah dibicarakan di atas, obesitas bukan merupakan penyebab langsung terjadinya penyakit jantung iskemik, tetapi hanya merupakan faktor resiko saja. Apabila aktivitas fisik dijalankan dengan baik dan teratur maka kemungkinan terjadinya penyakit jantung iskemik akan berkurang.

63 Diabetes Melittus Penderita obes dengan diabetes melitus diberi diet rendah kalori yaitu 15 ­ 20 kalori/kg bb/hari. Selain itu sering didapat- kan kurangnya sensitivitas terhadap pemberian insulin tetapi responsif terhadap sulfonil urea. Pemberian insulin harus dengan dosis yang lebih tinggi, kemudian diturunkan secara perlahan-lahan. Askandar (1980) menetapkan penumnan dosis tersebut sebesar 2 unit per kali, disertai peningkatan penggunaan OAD sampai adekuat.

64 Osteoartrosis Pada obesitas dengan kelainan sendi (OA), tindakan utama adalah memberikan diet untuk menurunkan berat badan dengan tujuan mengurangi beban pada sendi penyangga berat badan; bila nyeri sekali sebaiknya sendi diistirahatkan dan dilakukan fisioterapi (Fisioterapi pada OA).

65 DIET Pada intinya, diet adalah pengaturan makanan dengan tujuan tertentu, apakah untuk menurunkan berat badan atau guna mengobati penyakit tertentu. Diet juga diperlukan untuk mereka yang mempunyai penyakit mag, lever, kembung, atau mereka yang pasca-operasi. Prinsip yang paling penting untuk proses penurunan berat badan adalah Kalori keluar > kalori masuk Artinya, meningkatkan aktifitas fisik yang lebih besar tapi tanpa mengurangi asupan kalori dan tanpa harus menunggu lapar.

66 PERHITUNGAN KALORI TAHAP I Mengghitung total kalori yang diperlukan untuk tujuan tertentu. Konstanta adalah bilangan tetap untuk menghitung kalori : Bilangan tersebut adalah : Angka 13 adalah angka maintenance ( pemeliharaan ), dibawah angka 13 untuk penurunan berat badan, dan diatas 13 untuk menaikkan berat badan. Berat badan x 2,2 ( angka konversi ) x konstanta = total kalori yang dibutuhkan

67 LANJUTAN TAHAP II Menghitung persentase karbohidrat, lemak dan protein. Prinsip yang perlu diingat : 1 gram karbohidrat adalah 4 kalori 1 gram protein adalah 4 kalori 1 gram lemak adalah 9 kalori Contoh perhitungan : » STANDAR : 40/30/30. » MARATON : 50/30/20. » BINARAGA : 30/20/50 Contoh perhitungan untuk standar : Artinya 40 % kalori dari karbohidrat, 30 % dari lemak, dan 30 % dari protein. Jika asupan seseorang sekitar 2000 kalori maka : 40 % berasal dari karbohidrat yaitu 800 kalori atau 220 gram karbohidrat perhari. 30% kalori dari lemak yaitu 600 kalori atau sekitar 75 gram lemak. Dan, 30% kalori dari protein yaitu 600 kalori atau sekitar 150 gram protein.( berlaku pula untu perhitungan bagi maraton dan binaraga )

68 LANJUTAN Contoh Standarisasi Makanan atau Minuman Jumlah (g) Perkiraan Kalori (kkal)  ( disadur dari majalah menshealth oktober 2008 ) : Jus Apel248 g (1 gelas), 117 kkl Pisang118 g (1 buah), 105 kkl Kue Coklat64 g (1 potong), 235 kkl Coca Cola330 g, 140 kkl Daging Ayam86 (1/2 dada), 142 kkl Kopi Instan179 g, 4 kkl Telur Goreng g 46 (1 butir), 92 kkl Es Krim McDonald66 g (1/2 gelas), 133 kkl Susu 25 g (1 gelas), 200 kkl Jeruk131 g (1 buah), 62 kkl Kentang156 g (1 buah), 145 kkl Nasi175 g (1 mangkuk), 200 kkl

69 Prinsip dalam pembentukan program DIET 1.Jumlah ( takaran ) 2.Kandungan kalori 3.Timing ( selang waktu ) 4.Periodisasi

70 EXERCISE Exercise adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan aktifitas fisik untuk meningkatkan maupun memelihara kebugaran tubuh ( kesehatan tubuh ) secara optimal hingga terjadi peningkatan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Latihan yang dimaksud mencakup penguatan otot dan sistem kardiovaskuler, melatih ketrampilan atletik tubuh serta untuk pelangsingan tubuh ataupun pemeliharan ukuran tubuh. Latihan yang teratur dapat pula meningkatkan sistem immun, mencegah penyakit seperti gangguan jantung, kardovaskuler, diabetes tipe 2 dan obesitas.

71 DESAIN PROGRAM PENGUATAN ( STRENGTHNING ) 1.UPPER EKSTREMITAS ( BICEPS, TRICEPS, 2.TRUNK ( ABDOMINAL ). 3.LOWER EKSTREMITAS ( Quadriceps, hamstring ).

72 PRINSIP PEMBUATAN PROGRAM LATIHAN Volume latihan : Jumlah set dan repetisi tertentu pada beban tertentu yang diberikan saat berlatih Repetisi : Pengulangan gerakan mengangkat beban Set : 1 set terdiri atas beberapa repetisi Intensitas : Adalah kekerasan program latihan ( jumlah beban) Time : Adalah durasi waktu latihan Frekuensi : Berapa kali kali dalam seminggu Variation : variasi latihan biar tidak cepat bosan.

73 Permasalahan Seorang wanita datang ke tempat bekerja di beauty center : Anamnesa dan pemeriksaan fisik I. Data Usia : 33 tahun Berat badan : 77 kg Tinggi badan: 158 kg Status: Menikah ( punya satu anak usia 2 tahun ) II. Keluhan : Ingin menjadi langsing. III. Riwayat sekarang : Sudah mencoba program diet dan tidak berhasil, sudah beberapa kali ke tempat fitness dan tidak berhasil. III.Riwayat khusus: Tidak ada

74 Lanjutan Perhitungan BMI : TB : 158 cm BB: 77 kg BMI : 77 = 30,84 1,58 x 1,58 Kategori : Obesitas karena hasil BMI melebihi 30

75 Lanjutan Perhitungan kalori : Dengan menggunakan bilangan konstanta Berat badan x 2,2 ( angka konversi ) x konstanta = total kalori yang dibutuhkan 77 kg x 2,2 x 13 = 2202,2 kkl Berat badan x 2,2 ( angka konversi ) x konstanta = total kalori yang dibutuhkan Prinsip proses pelangsingan : kalori keluar > kalori masuk

76 Lanjutan Secara umum untuk menurunkan berat badan dapat dicapai dengan menurunkan asupan total kalori. Dianjurkan untuk menurunkan berat badan 0,5 – 1 kg perminggu. Sehingga kebutuhan Kalori harus dikurangi kkl Jadi target untuk penurunan lemak dari pasien adalah 2.202,2 kkl – 500 kkl = kkl perhari

77 DESAIN PROGRAM DIET Periodisasi : Selama 5 bulan untuk menurunkan sekitar 4 kilo Reevaluasi : Setiap 1 minggu Target penurunan kalori : 0,5 sampai 1 kg Jadwal asupan kalori harian 1. Sarapan Pagi ( jam – )  total kalori = 725 kkl Susu 25 gram : ( 1 gelas besar ), 200 kkl Kue coklat: ( 1 potong ), 235 kkl Kentang rebus : 300 g (2 buah), 290 kkl 2. Makan Siang ( jam – )  total kalori = 700 kkl Nasi : 175 g ( 1 mangkok ), 200 kkl Jus apel: ( 1 gelas ), 117 kkl Daging ayam: ( 86 gram ), 142 kkl Es Krim: 66 g (1/2 gelas), 133 kkl 3. Makan malam ( jam – )  total kalori = 300 kkl Telur goreng: 46 g ( 2 butir ), 180 kkl Jeruk : 131 g x 2 buah, 120 kkl Jumlah : Dari 2202,2 kkl ( takaran normal ) dikurangi target kalori yang keluar 500 kkl menjadi 1635 kkl ( asupan kalori sehari )

78 Lanjutan Catatan : a. Tidak lupa asupan air putih setiap 4 jam sekali sebanyak 2 gelas sedang ( 150 Ltr ) ataupun 15 menit sampai 30 menit setelah makan. b. Jenis makanan bisa berubah pada saat melakukan program latihan ( exercise ). c. Jenis makanan dapat dirubah ( flexible ), asalkan sesuai jumlah total kecukupan kalori perhari.

79 Desain Program Exercise Senin latihan beban ( upper ) Selasa latihan aerobik (lari) Rabu latihan beban ( lower ) Kamis off Jumat latihan beban Upper Sabtu aerobik (treadmill) Minggu off Senin latihan beban ( lower ) Selasa latihan beban (upper) Rabu aerobik ( tread mill ) Kamis off Jumat latihan beban ( lower) Sabtu off Minggu latihan aerobik (lari) Senin latihan aerobik ( treadmill ) Selasa latihan beban (upper) Rabu off Kamis latihan beban ( lower ) Jumat latihan aerobik (lari) Sabtu latihan beban ( upper ) Minggu off Senin latihan aerobik (lari) Selasa latihan beban (lower) Rabu aerobik (treadmill) Kamis off Jumat latihan beban ( upper) Sabtu off Minggu aerobik (treadmill)

80 Keterangan latihan beban dan aerobik Latihan Beban minggu ke - 1 Grup otot upper ekstremitas ExerciseSetRepBeban ChestBench Press115 2 kg BicepsSeated Row1152 kg TricepsArm extension1152 kg Grup otot lower Ekstremitas ExerciseSetRepBeban QuadricepsSquat115-- HamstringLeg curls115 5 kg AbdominalCrunch115 --

81 Lanjutan Catatan untuk latihan beban : Progresivitas beban ( tiap minggu naik menjadi 1 kilo tergantung kemampuan angkatan ), tambah menjadi 2 set ( minggu ke-1 ), 3 set minggu k -3 dan ke - 4 ) dan seterusnya.Progresivitas beban ( tiap minggu naik menjadi 1 kilo tergantung kemampuan angkatan ), tambah menjadi 2 set ( minggu ke-1 ), 3 set minggu k -3 dan ke - 4 ) dan seterusnya. Khusus abdominal progresivitas pada set dan rep tiap minggu (idem).Khusus abdominal progresivitas pada set dan rep tiap minggu (idem). Khusus hamstring dan quadricep dari tanpa alat bantu beban lalu berubah dengan ditambah berat beban min ( dumble 2 kg )Khusus hamstring dan quadricep dari tanpa alat bantu beban lalu berubah dengan ditambah berat beban min ( dumble 2 kg ) Variasi gerakan Variasi gerakan. Latihan beban lebih baik dilakukan pada sore hari. Disesuaikan Catatan untuk aerobik : Latihan aerobik lebih baik dilakukan pada pagi hari dan asupan fat burner ( kopi atau teh hijau ) sebelum olahraga. Minggu pertama durasinya dari 15 menit kemudian bertambah minggu k – 2 menjadi 30 menit, minggu ke - 3 brtambah 45 menit, dan minggu ke – 4 menjadi 1 jam dan seterusnya. Intinya selalu progresif pada intensitas latihan.

82 Evaluasi Dilakukan selama 4 minggu pertama ( microcycle ) sampai 5 bulan kedepan ( macrocycle ) target penurunan mencapai 5 kg. Evaluasi tiap 1 minggu pertama Desain program dapat berubah di minggu berikutnya dapat. Target penurunan berat 0,5 sampai 1 kg perminggu. Program disesuaikan dengan kesibukan klien dan perubahan moodnya. Pengukuran vital sign, antropometri dll, dan dibandingkan hasilnya ( evaluasi ) Tidak lupa dalam pemberian motivasi.

83 RINGKASAN Obesitas : Berat badan lebih > 23 BMI. Komplikasi yang sering timbul: 1.Hipertensi, 2.Jantung iskemik. 3.Diabetes melitus. 4.Sesak nafas. 5.OA. Manajemen Obes: 1.Gizi seimbang 2.Exercises 3.Obat-obatan. 4.Pembedahan. 5.Menjegah dan menagani komplikasi.

84 KEPUSTAKAAN 1. Cahill JG. Obesity. In : Metabolism. Scientific American Inc p Van Itallie BT. Health implication of overweight and obesity in United States. Ann Intern Med 1985; 103 : Sutedjo. Obesitas, hubungannya dengan kesehatan jantung. Simposium sehari pengaruh kegemukan pada estetika tubuh, Jakarta Dustan HP. Obesity and Hypertension.Ann Intern Med 1985;103: Connor ELB. Obesity, Arteriosclerosis and Artery Disease. Ann Intern Med 1985; 103 : Stallon RA. Epidemiology Studies of Obesity. Ann Intern Med 1985; 103 : Watters K, Aucoin F. Managing the obese diabetic : the value of Diamicron. Treating Diabetes an educational series. Servier Lab Ltd. 3. p Wallace SL. Gout, Pseudogout and Osteoarthritis. In : Geriatric Medicine the Treatment of Disease in Elderly. Harris R (ed.) p Askandar Tj. Dasar-dasar pengobatan Diabetes Melittus. Simposium peng- obatan dan perawatan melittus Hal Danfort E. Diet and Obesity. Am J Clin Nutrition p Hedi Rosmiati, Wardani BP. Penanggulangan kegemukan dengan obat- obatan. Kegemukan Masalah dan Pengobatannya Jakarta; FKUI Hal


Download ppt "Berpotensi gangguan jantungvaskuler dan pulmonal (Obesitas/ Komplikasi) Slamet Sumarno.M.Fis. 10-10-2012."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google