Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Lena M. L. Goh , Philip J. Barlow

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Lena M. L. Goh , Philip J. Barlow"— Transcript presentasi:

1 PEMBENTUKAN KEMBALI FLAVANOID DAN KESTABILAN GINKGO BILOBA DALAM PENCERNAAN TIRUAN
Lena M.L. Goh , Philip J. Barlow. Flavonoid recovery and stability from Ginkgo biloba subjected to a simulated digestion process. Food Chemistry (2004) Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

2 Abstrak Penyerapan Gingko biloba dari pola makan diet secara normal dapat memenuhi persyaratan untuk berpontensial dalam sel dari pemanfaatan kandungan flavonoid. Aktivitas antioksidan dari flavonoid secara in vitro telah ditujukan dalam beberapa kajian, dan ada hubungan yang penting antara strukur dan aktivitas antioksidasi. Bagaimanapun, ini masih menjadi perdebatan tentang kestabilitasan dan absorpsi dari polyphenol ke dalam kondisi gastrointestinal (pencernaan / lambung-usus). Ginkgo biloba, produk yang baik telah dikenal memiliki kandungan flavonoid yang menjadi pilihan pembahasan kali ini. Sampel penelitian adalah daun-daun Ginkgo biloba, standar daun ekstrak EGb 761 dan tablet komersial (mengandung EGb761) diinkubasi dalam pelarutan tiruan gastrointestinal untuk menentukan kestabilan dari kandungan flavonoid Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

3 Penelitian dirancang untuk meniru kondisi usus manusia
Penelitian dirancang untuk meniru kondisi usus manusia. Analisis HPLC digunakan untuk membedakan hasil pencernaan dari komponen flavanoid secara lengkap. Setelah diinkubasi kemudian diindikasi komponennya berserta dengan nilai absorbivitas. Perbedaan sampel akan terlihat reaksi berbeda dalam proses percernaan tiruan. Hasil tersebut dapat mengindikasi bahwa kecenderungan dari konversi dari glikosida menjadi aglikosida untuk beberapa sampel dan berikut degradasi dari aglikosida. Ini akan diindikasi kebutuhan untuk penelitian kedepan dapat menjelaskan manfaat dari flavonoid Ginko dalam sel sebagai antioksida dan / atau termasuk aktivitas antioksida dari hasil komponen turunan hasil pencernaan (digestion-derived) Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

4 Ginkgo Biloba secara umum
Ginkgo Biloba adalah salah satu tanaman bebas yang ditemukan sekitar 300 juta tahun yang lalu Tanaman Ginkgo Biloba dapat hidup selama 1000 tahun Tanaman Ginkgo Biloba banyak ditemukan di Cina Utara Tanaman Ginkgo Biloba memiliki resitensi tinggi terhadap penyakit, serangga,dan polusi Di Cina, estrak buah dan daun telah digunakan untuk pengobatan asthma, bronchitis, dan penyakit cardiovascular sejak 5000 tahun yang lalu Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

5 Kandungan Ginkgo Biloba
Properti utama dari Ginkgo Kandungan daun : flavonoids (ginkgolide, quercitin, kaempferol) ginkgolic acid bilobetin pro-anthocyanidins ascorbic acid carotenoids Kandungan buah : essential oil fatty acid tannin and resin Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

6 Manfaat Ginkgo Biloba Aktivitas secara Medis :
antibacterial, antifungal, antioxidant, antitussive,astringent, circulatory stimulant, expectorant, kidney tonic, rejuvenative, dan sedative Dapat menyembuhkan Penyakit: Antiaging, Alzheimer's, asthma, depression, blood clots, circulatory insufficiency, dementia, kidney disease, memory loss, respiratory disease, senility, stress, stroke, innitus and vascular disease Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

7 Produk obat Ginkgo Biloba
Ekstrak daun Gingko biloba diformulasikan dalam bentuk produk : capsules, tablet, liquids, sublingual sprays, bars dan minuman cola Standarisasi produk umumnya terkandung 24% of flavone glycosides and 6% terpenes (ginkgolides dan bilobalides). Standarisasi estrak daun Ginkgo biloba mengandung senyawa EGb 761 (Tanakan) dan LI 1370 (Lichewer Pharma) Ingredients termasuk : Ginkai® (Lichtwer Pharma), Ginkgo 5®(Pharmline), Ginkgold® and Ginkgo® (Nature's Way), dan Quanterra Mental Sharpness (Warner-Lambert). Rekomendasi dosi Ginkgo biloba Dosis harian adalah 40 mg (tiga kali per hari) secara orally pengobatan berat antara mg Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

8 BAHAN Daun kering GB commercial capsules Ginkgo biloba
Daun kering Gb mengandung senyawa: quercetin-3-O-rutinoside (rutin), quercetin-3-galactoside, kaempferol-3-rutinoside, quercetin-3-rhamnoside (quercetrin), kaempferol-3-Orutinoside, kaempferol-3-(p-coumaryl) glycoside Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

9 Arni Tresnaeni Biokimia Pangan 10501005 Standar Senyawa: Quercetin,
kaempferol, isorhamnetin Pelarut standar : methanol dan air Stimulan cairan gastrointestinal terdiri dari : Pepsin monobasic potassium phosphate, pancreatin mix NaOH NaCl and HCl Pelarut dalam Chromatography: Propanol tetrahydrofuran (THF)] Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

10 Metode 1.Persiapan daun Ginkgo Biloba 2.Penentuan ukuran Ginkgo Biloba
3.Persiapan dari simulated gastric fluids and intestinal fluid 4.Inkubasi daun Ginkgo biloba dalam simulated gastrointestinal fluids 5.Incubasi komersial kapsul daun Ginkgo biloba dan standarisasi ekstrak daun Ginkgo biloba (EGb761) dalam simulated gastrointestinal fluids Kromatografi HPLC Identifikasi and penentuan dari glycosides dan aglycones 8.Pemurnian Puncak kromatografi Daun diground utk 20 detik Ekstraksi Sample dengan 2 perbedaan pelarut aqua and ethanol/water proses stirring overnight (semalaman). Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

11 Tabel 1 Percobaan sampel terdiri standar ekstrak Ginkgo Biloba, ekstrak daun, dan Kapsul Ginkgo Biloba Ginkgo Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

12 Table 2 Perbandingan jumlah (mg/g) dan variasi ekstrak Ginkgo Biloba dalam pelarut Aqueous dan Alkohol Pelarut alkohol lebih besar kandungan flavonoid. Kandungan flavonoid GB pada kapsul lebih besar dari pada ekstrak GB dan daun kering Aglikosida komersial Gb lebih besar daripada ekstrak EGB 761 dan daun GB. Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

13 Table 3 Persentase recovery variasi komponen dari daun Ginkgo biloba kering melalui perlakuan berbeda Flavonoid pada daun kering GB mengalamj peningkatan Aglikosida tidak diperoleh dalam daun GB Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

14 Table 4 Persentase recovery dari variasi komponen dari EGb 761 melalui perlakuan berbeda
Kandungan Flavonoid pada Ekstrak EGb 761 Mengalami peningkatan sebanding lamanya inkubasi baik pelarut air dan alkohol Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

15 Table 5 Persentase recovery variasi komponen dari komersial kapsul Ginkgo melalui perlakuan spesifik
Kandungan Flavanoid dalam inkubasi gastroinstinal mengalami penurunan akibat perubahan glycosides ke aglycones Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

16 Arni Tresnaeni Biokimia Pangan 10501005
Grafik Kromatografi standarisasi ekstrak daun Ginkgo biloba (kontrol sampel: blank alcohol) Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

17 Kesimpulan Sample Ginkgo Biloba memiliki perbedaan hasil konversi glycosides ke aglycones dan degradasi dalam sistem pencernaan lambung Dalam peningkatan proses pencernaan mendekati peningkatan glycosides pada sampel yang dicerna dibandingakan dengan sampel yang tidak dicerna Daun kasar Ginkgo biloba tidak mengkonversi glycosides ke aglycones sehinga kandungan flavonoid dapat maksimal diperoleh Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

18 Untuk EGb 761 sebagai kontrol dari kapsul komersial , komponen quercetin glycosides sebagian dikonversi menjadi aglycone, yang dapat dilihat dari jumlah recovery. Produk komersial GB akan memiliki kandungan tinggi aglycones menandakan flavanoid didegradasi sehingga manfaat flavanoid tidak maksimal. Daun kasar Ginkgo biloba sebagai medium efektif dalam penyerapan dan potensi pemanfaatan flavonoid. Gingko Biloba terdapat Flavonoid yang dapat dijadikan asupan harian dan juga bermanfaat sebagai pengobatan. Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

19 Senyawa flavonoid Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

20 Konversi glikosida Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

21 Recovery Arni Tresnaeni Biokimia Pangan

22 The end Assalamualaikum wr wb
Arni Tresnaeni Biokimia Pangan


Download ppt "Lena M. L. Goh , Philip J. Barlow"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google