Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Isu-isu Perencanaan Kontemporer J URUSAN P ERENCANAAN DAN DESAIN PERKOTAAN U NIVERSITAS I NDONUSA E SA U NGGUL - J AKARTA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Isu-isu Perencanaan Kontemporer J URUSAN P ERENCANAAN DAN DESAIN PERKOTAAN U NIVERSITAS I NDONUSA E SA U NGGUL - J AKARTA."— Transcript presentasi:

1 Isu-isu Perencanaan Kontemporer J URUSAN P ERENCANAAN DAN DESAIN PERKOTAAN U NIVERSITAS I NDONUSA E SA U NGGUL - J AKARTA

2 B ATASAN Daerah Peralihan Antara Ekosistem Darat dan Laut yang Dipengaruhi oleh Perubahan di Darat dan Laut. W ILAYAH P ESISIR : R UANG L AUTAN : R UANG D ARATAN : Ruang yang terletak diatas dan dibawah permukaan daratan (termasuk permukaan perairan darat dan sisi darat dari garis laut terendah. Ruang yang terletak diatas dan dibawah permukaan laut, dimulai dari sisi laut garis laut terendah termasuk dasar laut dan bagian bumi dibawahnya.

3 Wilayah Daratan Wilayah Pesisir (coastal zone) Garis Pantai Pengaruh darat di laut Pengaruh laut di darat Batas Wilayah laut 4 mil Low Water Level High Water Level

4 B ATASAN Gelombang yang dibangkitkan oleh adanya Interaksi antara Laut, Matahari dan Bulan. P ASANG S URUT : G ARIS S EMPADAN P ANTAI (GSP) : G ARIS P ANTAI : Batas Pertemuan antara Bagian Laut dan Daratan Pada Saat Terjadi Air Laut Pasang Tertinggi. Jarak Bebas atau Batas Wilayah Pantai yang tidak Boleh dimanfaatkan untuk Lahan Budidaya atau untuk didirikan Bangunan. GSP diukur dari Titik Pasang Tertinggi. S EMPADAN P ANTAI : Kawasan tertentu sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai.

5 B ATASAN L EPAS P ANTAI : K AWASAN R EKLAMASI P ANTAI : R EKLAMASI P ANTAI : Kegiatan Perluasan Daerah Pesisir Pantai dengan Cara Menambahkan Material Ke Daerah yang akan diperluas ataupun dengan membuat dinding laut kemudian mengeringkan daerah yang akan diperluas sehingga terbentuk daerah pesisir pantai baru. Kawasan Hasil Perluasan Daerah Pesisir Pantai melalui Rekayasa Teknis untuk Pengembangan Kawasan Baru. Bagian Pantai yang terletak di luar daerah gelombang pecah (breaker zone).

6 Reklamasi Menyambung Daratan Reklamasi Terpisah dari Daratan Reklamasi yang Menggunakan Gabungan ke-2 nya

7 K ARAKTERISTIK E KOSISTEM P ESISIR Teluk di pesisir tempat pertemuan antara air tawar dengan air asin (air laut), yang didominasi oleh substrat berlumpur yang merupakan endapan yang dibawa oleh air tawar dan air laut. Merupakan sekumpulan tumbuhan spesifik yang terdapat di perairan yang bersalinitas tinggi. Hutan Bakau menjadi tempat pemijahan (spawning ground) dan daerah asuhan (nursery ground). Secara fisik keberadaan hutan bakau juga melindungi pantai dari kekuatan ombak. Perakarannya yang kokoh mampu meredam gelombang, menahan lumpur, gelombang pasang dan angin topan.

8 K ARAKTERISTIK E KOSISTEM P ESISIR Kumpulan tumbuhan perairan pesisir yang dapat ditemukan di laguna atau pantai-pantai berpasir yang dangkal dan berlereng, merupakan juga habitat berbagai jenis moluska, termasuk siput, tripang, keong laut, dan bintang laut. Merupakan Ekosistem yang unik yang hanya terdapat di perairan tropis dangkal (kedalaman kurang dari 30 meter) dengan suhu diatas 20  C, ditandai dengan menonjolnya kekayaan jenis biota yang hidup didalamnya.

9 Ekosistem terumbu karang berperan sebagai :  Pelindung garis pantai dari hantaman ombak dan gelombang laut dan abrasi.  Habitat bagi beragam jenis ikan ( jenis dalam satu hektar).  Aset yang berharga bagi kegiatan pariwisata bahari.  Sumber produksi bagi kegiatan perdagangan karena di terumbu karang hidup berbagai jenis hewan moluska bernilai komersil.

10 Konsep “Benua Maritim Indonesia” Konsepsi Benua Maritim Indonesia (BMI) merupakan aktualisasi Konsepsi Wawasan Nusantara (Konsepsi Kesatuan Bangsa dan Negara yang meliputi Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya, serta Hankam) yang dicetuskan dalam Seminar Hankam tanggal 12 s/d 21 November 1966 di Jakarta dan diresmikan dalam Raker Hankam tanggal 17 s/d 28 November 1967 di jakarta. Jumlah Pulau : (-2 setelah lepasnya P. Sipadan dan Ligitan) Luas Perairan : 3,1 juta km 2 terdiri dari: Laut Teritorial : 0,3 juta km 2 Perairan Nusantara : 2,8 juta km 2 Luas ZEE : 2,7 juta km 2 Panjang Garis Pantai : km Panjang Garis Pangkal : km (berdasarkan konvensi hukum laut 1982) Pembangunan bidang kelautan abad XXI untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dituangkan melalui GBHN tahun 1998 dan PJP II (Pembangunan Jangka Panjang kedua)

11 I SSUES dalam P ENGEMBANGAN R UANG L AUT dan P ESISIR Unsur Maritim ? Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembangunan kelautan Indonesia ? Peluang yang dimiliki ? Kendala yang dihadapi ? Diskusi

12 I SSUES dalam P ENGEMBANGAN R UANG L AUT dan P ESISIR Perlu Perubahan Paradigma ( laut sebagai sumberdaya, bukan kendala ) Perlu pengembangan yang “terintegrasi” antara ruang daratan dan ruang lautan sebagai satu kesatuan ruang Perlu perhatian yang lebih besar pada konsep pengembangan wilayah / kawasan pesisir

13 I SSUES dalam P ENGEMBANGAN R UANG L AUT dan P ESISIR

14

15 Daratan yang dibentuk secara alamiah yang dikelilingi oleh air dan yang ada di atas permukaan air pada saat air pasang. Suatu negara yang seluruhnya terdiri dari satu atau lebih kepulauan. Perairan yang berada disisi dalam garis pangkal kepulauan (untuk Negara Indonesia digunakan istilah Perairan Nusantara). B EBERAPA P ENGERTIAN dalam T ATA R UANG L AUT

16 Daerah perairan laut yang ditentukan mempunyai lebar tidak melebihi 12 mil laut diukur ke arah laut dari garis pangkal laut tertorial. Suatu wilayah diluar dan berdampingan dengan laut teritorial, yang tunduk pada rejim hukum yang khusus yang ditetapkan berdasarkan hak-hak dan yurisdiksi negara pantai serta hak-hak dan kebebasan-kebebasan negara lain, diatur leh ketentuan- ketentuan yang relevan, serta mempunyai lebar tidak melebihi 200 mil laut dari garis pantai.

17

18 Garis awal dimana batas-batas ke arah laut, seperti laut teritorial dan wilayah yurisdiksi laut lainnya (zona tambahan, landas kontinen, dan zona ekonomi eksklusif) diukur serta terdiri dari berbagai jenis (garis pangkal normal dan garis pangkal lurus) tergantung bentuk geografis. Alur laut yang terletak di perairan kepulauan suatu negara kepulauan yang digunakan untuk keperluan lintas transit kapal- kapal asing.

19

20


Download ppt "Isu-isu Perencanaan Kontemporer J URUSAN P ERENCANAAN DAN DESAIN PERKOTAAN U NIVERSITAS I NDONUSA E SA U NGGUL - J AKARTA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google