Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENDAHULUAN Ari Darmawan, Dr. S.AB, M.AB. PENGERTIAN ILMU EKONOMI Ilmu Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari perilaku individu dan organisasi yang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENDAHULUAN Ari Darmawan, Dr. S.AB, M.AB. PENGERTIAN ILMU EKONOMI Ilmu Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari perilaku individu dan organisasi yang."— Transcript presentasi:

1 PENDAHULUAN Ari Darmawan, Dr. S.AB, M.AB

2 PENGERTIAN ILMU EKONOMI Ilmu Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari perilaku individu dan organisasi yang terlibat dalam produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Tujuan ilmu ekonomi adalah untuk meramalkan berbagai peristiwa ekonomi dan untuk membuat berbagai kebijakan yang akan mencegah atau mengoreksi berbagai masalah seperti pengangguran, inflasi, atau pemborosan dalam perekonomian.

3 PENGERTIAN ILMU EKONOMI Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya-upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas. Tujuan ilmu ekonomi adalah upaya-upaya manusia dalam mengatasi kesenjangan antara terbatasnya sumber daya yang ada dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

4 MASALAH EKONOMI What? Apa yang harus diproduksi dan berapa banyaknya? How? Bagaimana memproduksinya? For Whom? Untuk siapa barang dan jasa diproduksi?

5 MASALAH EKONOMI

6

7 ILMU EKONOMI Teori ekonomi secara umum dikembangkan kedalam dua arah yang berbeda yaitu: a. Ekonomi Mikro b. Ekonomi Makro

8 EKONOMI MIKRO Diperkenalkan pertama kali oleh Adam Smith Ekonomi mikro mempelajari perilaku ekonomi para pengambil keputusan individual seperti konsumen, pemilik sumber daya, dan perusahaan Contoh dari ekonomi mikro: Perilaku individual dari suatu perusahaan dalam menetapkan berapa banyak barang yang akan dibeli, jika harga barang tersebut mengalami kenaikan atau penurunan

9 EKONOMI MIKRO Permasalahan yang dipelajari: Perilaku dari suatu lingkungan ekonomi yang kecil seperti: konsumen secara individual, dan perusahaan, untuk menentukan:  Harga  Mekanisme pasar Titik berat analisis:  cara mewujudkan efisiensi cara mewujudkan efisiensi  cara mencapai kepuasan cara mencapai kepuasan Ekonomi mikro biasa dikenal dengan istilah teori harga

10 EKONOMI MIKRO Cakupan permasalahan:  teori produksi teori produksi  biaya produksi biaya produksi  perilaku konsumen perilaku konsumen  perilaku produsen perilaku produsen  struktur pasar struktur pasar  teori konsumsi teori konsumsi  teori distribusi teori distribusi  elastisitas elastisitas  penawaran seorang konsumen penawaran seorang konsumen  penawaran seorang produsen penawaran seorang produsen

11

12 EKONOMI MAKRO Diperkenalkan oleh John Maynard Keynes Ekonomi makro merupakan studi tentang perekonomian secara keseluruhan (agregat) dan masalah secara keseluruhan (agregat) serta mengabaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh unit dihadapi oleh unit-unit individu. Contoh dari ekonomi makro: Inflasi yakni kecenderungan terjadinya kenaikan harga-harga barang/jasa secara umum

13 EKONOMI MAKRO Titik berat analisis: 1.Penentuan kegiatan ekonomi  Faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi suatu negara ekonomi suatu negara 2. Masalah-masalah utama perekonomian 3. Peran pemerintah mengatasi masalah ekonomi ekonomi

14 ANALISIS EKONOMI MAKRO Penentuan kegiatan ekonomi Analisis ini menunjukkan bagaimana permintaan agregat dan penawaran agregat akan menentukan tingkat kegiatan perekonomian dalam suatu periode tertentu dan pendapatan nasional yang tercipta.

15 ANALISIS EKONOMI MAKRO Penentuan kegiatan ekonomi Permintaan agregat (Pengeluaran agregat) adalah perbelanjaan masyarakat atas barang dan jasa. Dikategorikan menjadi 4 golongan: 1. Pengeluaran konsumsi RT 2. Investasi perusahaan-perusahaan 3. Pengeluaran konsumsi dan investasi pemerintah 4. Ekspor (pembelian barang buatan dalam negeri oleh penduduk negara-negara lain)

16 ANALISIS EKONOMI MAKRO Penentuan kegiatan ekonomi Penawaran agregrat ?

17 ANALISIS EKONOMI MAKRO Permasalahan utama perekonomian Pendapatan nasional Investasi Konsumsi Inflasi, suku bunga, nilai tukar valuta asing Pertumbuhan ekonomi Kesempatan kerja/pengangguran

18 ANALISIS EKONOMI MAKRO Permasalahan utama perekonomian Waktu  Permasalahan Kebijakan Ekonomi Makro: 1. Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi. Meliputi: Inflasi, pengangguran dan ketimpangan, neraca pembayaran. 2. Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan. Meliputi: pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi dan ketersediaan dana investasi. Ekonomi makro juga dikenal dengan pendapatan masyarakat

19 ANALISIS EKONOMI MAKRO Peran pemerintah Pemerintah mempunyai peran yang sangat penting di dalam perekonomian  kebijakan makro, seperti: 1. kebijakan moneter 2. kebijakan fiskal 3. kebijakan segi penawaran

20

21 ANALISIS EKONOMI MAKRO Peran pemerintah Munculnya teori ekonomi makro berawal dari gagalnya ekonomi mikro sekitar tahun 1930  campur tangan dari pemerintah sangat dibutuhkan dalam stabilitas perekonomian  berhubungan dengan masalah pertumbuhan, inflasi, dan pengangguran Ekonomi makro  sistem perekonomian negara  peran pemerintah dalam perekonomian Terdapat dua peran pemerintah dalam perekonomian:  Pasar  Harga

22 ANALISIS EKONOMI MAKRO Peran pemerintah Pasar  Pengertian umum: merupakan tempat para pembeli dan penjual berinteraksi menentukan harga dan mengadakan pertukaran barang dan jasa.  Pengertian modern: merupakan sebuah mekanisme yang melaluinya para pembeli dan para penjual berinteraksi untuk menentukan harga dan melakukan pertukaran barang dan jasa

23 ANALISIS EKONOMI MAKRO Peran pemerintah Harga  Harga mengkoordinasikan keputusan- keputusan para produsen dan konsumen dalam sebuah pasar  Harga-harga yang lebih tinggi cenderung mengurangi pembelian konsumen dan mendorong produksi.  Harga-harga yang lebih rendah mendorong konsumsi dan menghambat produksi.  Harga adalah penyeimbang dari mekanisme pasar.

24 ANALISIS EKONOMI MAKRO Peran pemerintah Kenapa Peran Pemerintah Diperlukan? 1.Terjadinya Kegagalan Ekonomi Pasar:  Inefisiensi: monopoli, eksternalitas, barang publik  Ketidakadilan: ketidak adilan yang tidak dapat diterima menyangkut pendapatan dan kekayaan  Masalah makro ekonomi: siklus bisnis (inflasi dan pengangguran), pertumbuhan ekonomi yang lamban

25 ANALISIS EKONOMI MAKRO Peran pemerintah 2. Melakukan stabilitas ekonomi makro  Pemerintah berperan sebagai regulator, yakni membuat berbagai peraturan untuk menjaga agar tidak terjadi lonjakan-lonjakan yang mengganggu, baik pada sisi penawaran agregat maupun pada permintaan agregat.  Pemerintah dapat secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kekuatan pasar, yakni melalui penawaran agregat atau permintaan agregat.

26 ANALISIS EKONOMI MAKRO Peran pemerintah Campur tangan secara langsung  Pemerintah secara langsung terlibat dalam permintaan atau penawaran di pasar.  Misalnya: -Pemerintah melakukan pembelian gabah atau beras dari petani pada musim panen, untuk disimpan di gudang gudang pemerintah (BULOG) dan menjualnya melalui operasi pasar pada musim paceklik. -Tujuannya adalah untuk menampung kelebihan produksi pada musim panen, agar harga tidak jatuh sehingga petani tidak merugi dan menambah pasokan (penawaran) pada musim paceklik, agar harga tidak naik sehingga masyarakat konsumen tetap dapat membeli beras.

27 ANALISIS EKONOMI MAKRO Peran pemerintah Campur tangan secara tidak langsung  Campur tangan yang dilakukan pemerintah melalui pembuatan peraturan-peraturan.  Misalnya: -Ketika harga minyak goreng di luar negeri naik, para produsen banyak mengekspor minyak goreng tersebut ke luar negeri. Konsekuensinya terjadi kelangkaan di dalam negeri, sehingga harga di dalam negeri naik. -Untuk menghindari hal ini pemerintah dapat mengenakan pajak ekspor atas minyak goreng, agar barang tersebut tidak diekspor. Adanya pajak ekspor, pengusaha akan mengurangi ekspornya sehingga sebagian besar barangnya dijual di dalam negeri.

28 ANALISIS EKONOMI MAKRO Peran pemerintah Keberhasilan suatu negara mengelola ekonominya secara makro diukur oleh tiga parameter: 1. Output Nasional  PDB (nominal vs riil, nilai vs pertumbuhan, pertumbuhan vs pemerataan, aktual vs potensial). 2. Tingkat pengangguran  pengangguran menyebabkan tidak tercapainya output maksimum. 3. Stabilitas Harga  laju inflasi, indeks harga konsumen

29 KETERKAITAN EKONOMI MAKRO DAN SISTEM PEREKONOMIAN Ekonomi makro  kondisi dan kebijakan ekonomi makro pada setiap negara adalah berbeda  tergantung pada sistem perekonomian yang diterapkan

30 SISTEM PEREKONOMIAN Perekonomian Tradisional  Barang yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri (produsen sekaligus konsumen)  Rendahnya produktivitas (teknologi sederhana)  Kegiatan ekonomi diatur berdasar kebiasaan dan adat istiadat

31 SISTEM PEREKONOMIAN Perekonomian Pasar  Ada pemisahan yang jelas antara produsen dan kosumen  Pasar merupakan faktor utama yang menentukan jenis dan kapasitas kegiatan di masyarakat  Identik dengan perekonomian kapitalis (free fight liberalism)

32 SISTEM PEREKONOMIAN Perekonomian Perencanaan Terpusat  Pemerintah sangat dominan dalam menentukan jenis dan jumlah barang yang dihasilkan  Pemerintah dapat mendistribusikan sumber-sumber ekonomi kepada seluruh masyarakat secara lebih merata (secara teoritis)

33 SISTEM PEREKONOMIAN Perekonomian Campuran  Pemerintah campur tangan dalamkegiatan ekonomi, serta perseorangan diberi kebebasan untuk untuk melakukan kegiatan ekonomi dan menguasai faktor produksi sesuai mekanisme pasar

34 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori ekonomi makro klasik Teori ekonomi makro modern

35 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Klasik 1. Teori Ekonomi Klasik Adam Smith Teori ini merupakan karya Adam Smith yang dituangkan dalam buku An Inquiry into Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776). Adapun pokok-pokok pikiran dari teori sebagai berikut: a. Keuntungan, Merangsang bagi Investasi Menurut pandangan teori ini, keuntungan akan dapat merangsang investasi. Artinya semakin besar keuntungan, akan semakin besra pula akumulasi modal dan investasi.

36 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Klasik b. Kebijaksanaan Pasar Bebas Keterlibatan pemerintah yang seminimum mungkin (atau bebas) untuk mencapai suatu bentuk ‘persaingan yang sempurna’. Teori ini berasumsi bahwa yang akan memaksimumkan pendapatan nasional adalah “tangan-tangan yang tak kelihatan”.

37 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Klasik c. Keuntungan Cenderung Menurun Artinyakeuntungan tidak akan naik secara terus menerus, namun cenderung menurun apabila persaingan untuk menghimpun modal antarkapitalis meningkat. Alasannya adalah, dengan menaiknya upah sebagai akibat persaingan antar kapitalis. Sementara upah dan sewa naik karena naiknya harga-harga pangan.

38 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Klasik d. Keadaan Stationer Para ahli ekonomi klasik meramalkan akan timbulnya keadaan stationer pada akhir proses pemupukan modal. Sekali keuntungan mulai menurun, proses ini akan berlangsung terus sampai keuntungan menjadi nol, pertumbuhan enduduk dan pemupukan modal terhenti, dan tingkat upah mencapai tingkat kebutuhan hidup minimal.

39 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Klasik 2. Teori Nilai Surplus Karl Marx Karl Marx adalah seorang filosof Jerman ( ) yang di mata para ekonom Barat adalah seseorang yang telah membangkitkan persatuan kalangan kaum buruh dan intelektual selama lebih dari seabad yang telah merasa dirugikan oleh kapitalisme pasar Pokok pikiran yang dituangkan Marx dalam teori nilai surplus tersebut, dapat dikemukakn sebagai berikut:

40 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Klasik a. Jika tenaga kerja adalah satu-satunya penentu nilai, lalu ke mana profit dan bunganya? Marx menyebut profit dan bunganya itu sebagai “nilai surplus”. b. Oleh karena itu ia berkesimpulan bahwa kapitalis dan pemilik tanah adalah pihak yang mengeksploitasi para pekerja. c. Jika semua nilai adalah produk dan tenaga kerja, maka semua profit yang diterima adalah oleh kapitalis dan pemilik tanah pastilah merupakan “nilai surplus” yang diambil secara tidak adil dari pendapatan kelas pekerja.

41 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Klasik d. Adapun rumus matematisnya untuk teori nilai surplus tersebut, dapat dikemukakan sebagai berikut: “Bahwa tingkat prpit (p) atau eksploitasi adalah sama dengan nilai surplus (s) dibagi dengan nilai produktif akhir (r), sehingga persamaannya: p = s/r e. Marx membagi nilai produk akhir menjadi dua bentuk kapital (modal) yakni: kapital konstan (C) dan kapital variabel (V). Kapital konstan merepresentasikan pabrik dan peralatan. Kapital variabel adalah biaya tenaga kerja. Jadi, persamaan untk tngkat profit menjadi: p = s (v c)

42 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern 1. Teori Tahap-tahap Pertumbuhan Ekonomi Modernisasi Menurut Rotow Teori pertumbuhan Ekonomi Modernisasi yang paling terkenal adalah teori dari ekonom W.W. Rostow yang ditulis dalam bukunya The Stage of Economic Growth : A Non-Communist Manifesto (1960) dan juga dalam The Process of Economic Growth (1953), yang kajiannya secara memakai pendekatan sejarah dalam menjelaskan proses perkembangan ekonomi.

43 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern Menurut Rostow, perkembangan ekonomi suatu masyarakat meliputi lima tahap perkembangan, yaitu: a.Tahap Tradisional Masyarakat tradisional diartikan sebagai ‘suatu masyarakat yang strukturnya berkembang disepanjang fungsi produksi berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi pra-Newtonian: zaman dinasti-dinasti Cina, Peradaban Timur Tengah dan daerah Mediterania, dunia Eropa pada abad pertengahan. Dalam masyarakat ini pertanian masih mendominasi aktivitas ekonomi, dan kekuatan politik umumnya masih pada penguasa tanah.

44 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern b. Tahap pra-kondisi tinggal landas Pada tahap ini merupakan masa transisi di mana persyarat-prasyarat pertumbuhan swadaya dibangun atau diciptakan. Di Eropa Barat sejak akhir abad ke 15 dan awal abad ke-16 menempatkan kekuatan “penalaran” (reasoning) dan “ketidakpercayaan” (skepticism) yang merupakan pengaruh empat kekuatan (Renaissance, Kerajaan Baru, Dunia Baru dan Agama Baru atau Protestan), sebagai pengganti “kepercayaan” (faith) dan “kewenangan” (authority) mengakhiri feodalisme dan membawa ke kebangkitan negara kebvangsaan, menanamkan semangat pengembaraan yang yang menghasilkan berbagai penemuan dan dominannya kaum borjuasi dalam dunia usaha.

45 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern c. Tahap Tinggal Landas Merupakan masa awal yang menentukan di dalam suatu kehidupan masyarakat: “ketika pertumbuhan mencapai kondisi normalnya… kekuatan modernisasi berhadapan dengan adat istiadat dan lembaga lembaga. Nilai-nilai dan kepentingan masyarakat tradisional membuat terobosan yang menentukan dan kepentingan bersama membentuk struktur masyarakat tersebut. … bahwa pertumbuhan biasanya berjalan menurut deret ukur, seperti rekening tabungan yang bunganya dibiarkan bergabung dengan simpanan pokok,… revolusi industri yang bertalian secara langsung dengan perubahan radikal di dalam metode produksi yang dalam jangka waktu relatif singkat menimbulkan konsekuensi yang menentukan”

46 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern d. Tahap Kematangan (Maturity) Rostow mendefinisikan merupakan tahapan ketika masyarakat telah dengan efektif menerapkan serentetan teknologi modern terhadap keseluruhan sumberdaya mereka. Masa ini juga merupakan suatu tahap pertumbuhan swadaya jangka panjang yang merentang melebihi masa empat dasawarsa. Teknik produksi baru menggantikan teknik yang lama. Berbagai sektor penting baru tercipta. Tingkat investasi neto lebih dari 10 % dari pendapatan nasional, dan perekonomian mampu menahan segala goncangan yang tak terduga. Dalam hal ini Rostow memberikan bukti-bukti simbolik kematangan teknologi pada negara-negara industri seperti: Inggris (1850), Amerika Serikat (1900), Jerman (1910), dan Prancis (1910), Swedia (1930), Jepang (1940), Rusia (1950); Kanada (1950)

47 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern e. Tahap Konsumsi Masa Tinggi atau Besar-besaran Merupakan suatu masa yang ditandau dengann pencapaian banayk sektoir penting (leading sector) dalam perekonomian berubah menuju produksi barang dan jasa konsumsi. Abad konsumsi besar- besaran juga ditandai dengan migrasi ke pinggiran kota, pemakaian mobil secara luas, barang-barang konsumen dan peralatan rumah tangga yang tahan lama, Pada tahap ini “keseimbangan perhatian masyarakat beralih dari penawaran ke permintaan, dari persoalan produksi ke persoalan konsumsi dan kesejahteraan dalam arti luas”.

48 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern 2. Teori Dampak Balik dan Dampak Sebar Menurut Myrdal Gunnard Myrdal seorang ahli ekonomi Swedia dan pejabat pada Perserikatan Bangsa-bangsa, terkenal dengan tulisannya Economic Theory and Underdeveloped Regions (1957), dan Asian Drama: An Inquiry into the Poverty of Nations (1968), berpendapat bahwa pembangunan ekonomi menghasilkan suatu proses sebab-akibat sirkuler yang membuat si kaya mendapat keuntungan semakin banyak, dan mereka yang tertinggal di belakang menjadi semakin terhambat.

49 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern Secara kumulatif kecenderungan ini semakin memperburuk ketimpangan internasional dan menyebabkan ketimpangan regional di antara negara-negara terbelakang. Sebaliknya di negara terbelakang proses kumulatif dan sirkuler juga dikenal istilah “lingkaran setan kemiskinan”. Myrdal yakin bahwa bahwa “pendekatan teoritis yang kita warisi” tidak cukup menyelesaikan problem ketimpangan ekonomi tersebut. Teori perdagangan internasional dan tentu saja teori teori ekonomi secara umum, tidak pernah disusun untuk menjelaskan realitas keterbelakngan dan pembngunan ekonomi

50 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern Tesis Myrdal, antara lain: a.Dampak Balik adalah semua perubahan yang bersifat merugikan dari ekspansi ekonomi suatu tempat, karena sebab-sebab di luar tempat itu, atau juga bisa disebut dampak migrasi. Yang merupakan perpindahan modal dan perdagangan serta keseluruhan dampak yang timbul dari proses- proses sebab-akibat sirkuler antara faktor-faktor ekonomi dan non-ekonomi.

51 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern b. Dampak Sebar adalah dampak momentum pembangunan yang menyebar secara sentrifugal dari pusat pengembangan ekonomi ke wilyah-wilayah lainnya. Sebab utama ketimpangan regional adalah kuatnya dampak balik dan lemahnya dampak sebar di negara-negara terbelakang.

52 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern c. Ketimpangan Regional Terjadi lebih banyak berakar pada dasar non- ekonomi yang berkaitan erat dengan sistem kapitalis yang dikendalikan oleh motif laba, di mana terpusat di wilayah-wilayah (negara-negara) yang memiliki harapan laba tinggi. Penyebab gejala ini oleh peranan bebas kekuatan pasar yangcenderung memperlebar ketimpangan regional. Karena produksi, industri, perdagangan, perbankan, asuransi, perkapalan cenderung mendatangkan keuntungan bagi wilayah maju

53 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern d. Dampak balik dan dampak sebar ini dalam laju perkembangannya tidak mungkin berjalan seimbang Hal ini terjadi karena disebabkan dua hal. Pertama, ketimpangan regional jauh lebih besar di negara-negara miskin daripada di negara-negara kaya. Kedua, di negara-negara miskin ketmpangan regional semakin melebar sedangkan di negara maju menyempit. Hal ini disebabkan oleh semakin tinggi tingkat pembangunan ekonomi yang sudah dicapai suatu negara, biasanya semakin kuat pula dampak sebar yang akan terjadi.

54 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern e. Peranan pemerintah Kebijaksanaan nasional sering memperburuk ketimpangan regional, terutama oleh peranan kekuatan pasar bebas dan kebijaksanaan liberalsebagai akibat lemahnya dampak sebar. Faktor lain yang merupakan penyebab ketimpangan regional di negara miskin adalah “lembaga feudal yang kokoh dan lembaga lainnya yang tidak egaliterserta struktur kekuasaan yang membantu si kaya menghisap si miskin. Oleh karena itu pemerintah negara terbelakang, harus menerapkan kebijaksanaan yang adil dan egaliter.

55 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern f. Ketimpangan Internasional Pada umumnya perdagangan internasional menguntungkan negara kaya dan memperlemah negara terbelakang. Sebab negara maju/kaya memiliki basis industri manufaktur yang kuat dengan dampak sebar yang kuat pula. Dengan mengekspor produk industri mereka yang murah ke negara terbelakang, mereka akan mematikan industri skala kecil. Ini cenderung mengubah negara terbelakang menjadi produsen barang-barang primer untuk ekspor. Mengingat permintaan akan barang-barang ekspor inelastic (di pasar ekspor), maka mereka menderita akibat fluktuasi harga menggila. Sebagai konsekuensinya mereka tidak dapat mengambil untung dari naik turunnya harga barang di dunia ekspor.

56 TEORI-TEORI EKONOMI MAKRO Teori Ekonomi Makro Modern g. Perpindahan modal juga gagal menghapuskan ketimpangan internasional Karena negara maju lebih menjanjikan keuntungan dan jamninan bagi para investor, maka modal akan semakin menjauhkan diri dari negara terbelakang. Modal yang mengalir ke negara terbelakang diarahkan sebagian besar kepada produksi barang primer untuk ekspor, dan ini akan merugukan mereka karena dampak balik yang kuat. Apapun yang diinvestasikan pihak asing, akan meningkatkan dampak balik yang domain serta tidak menjadi pemecah masalah dalam ketimpangan internasional

57 SAMPAI KETEMU PADA PERTEMUAN BERIKUTNYA


Download ppt "PENDAHULUAN Ari Darmawan, Dr. S.AB, M.AB. PENGERTIAN ILMU EKONOMI Ilmu Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari perilaku individu dan organisasi yang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google