Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Abdul Mujib. BOBOT TESIS Tesis merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Magister yang berbobot 6 SKS. Kelulusan sering kali terhambat karena.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Abdul Mujib. BOBOT TESIS Tesis merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Magister yang berbobot 6 SKS. Kelulusan sering kali terhambat karena."— Transcript presentasi:

1 Abdul Mujib

2 BOBOT TESIS Tesis merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Magister yang berbobot 6 SKS. Kelulusan sering kali terhambat karena penulisan tugas akhir (tesis).

3 KEKUATAN TESIS  Pemilihan topik atau tema yang berbobot, aktual, dan sesuai dengan bidang yang ditekuni.  Kekuatan analisis berpikir yang ditopang oleh daya analisis yang kritis, inovatif dan kreatif.  Ketepatan dan keakuratan metodologi yang digunakan  Kekuatan literatur yang digunakan, terutama dari sumber-sumber primer dengan bahasa aslinya serta hasil temuan penelitian mutakhir.

4 LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN PROPOSAL TESIS PERTAMA; Tentutan tema pokok atau judul penelitian anda. Tema jangan sampai berubah sekalipun judulnya dapat berubah. Judul harus singkat dan padat tetapi menggambarkan apa yang diteliti, seperti variabel, subjek dan objeknya. Dalam judul tergambar masalah yang perlu dipecahkan bukan dalam bentuk kesimpulan.

5 KEDUA Kemukakan latar belakang masalah penelitian, sehingga variabelyang dimaksud menjadi menarik untuk diteliti, serta kemungkinan hubungan- hubungannya Masalah merupakan fakta empiris yang terjadi, yang menunjukkan kesenjangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi. Penelitian pendahuluan menjadi penting untuk melihat fenemona, termasuk juga melihat di internet, surat kabar, atau jurnal/majalah terbaru.

6 KETIGA Tentukan identifikasi, batasan dan rumusan permasalahan, agar penelitian anda terfokus.  Variabel yang diangkat dalam penelitian memungkinkan memunculkan berbagai macam masalah jika ditinjau dari beberapa pendekatan/perspektif. Kumpulan berbagai masalah itu namanya identifikasi masalah. Untuk penelitian kualitatif tidak perlu identifikasi masalah.  Karena begitu banyak masalah maka penelitian perlu dibatasi seperti waktu (periodesasi), ruang (lokasi geografis), objek atau subjek penelitian, dan batasan variabel penelitian.  Rumusan permasalahan ditulis dengan kalimat pertanyaan. Untuk kuantitatif mempertanyakan “(Apakah terdapat hubungan antara…) (Seberapa besar pengaruh /kontribusi ….terhadap…) (Apakah ada perbedaan antara…. dengan…)

7 KEEMPAT Tentukan tujuan dan kegunaan penelitian anda. Sesuaikan keduanya dengan rumusan masalah.  Tujuan disinkronkan dengan rumusan masalah. Kalimatnya biasanya menggunakan “Untuk menguji....”  Kegunaan ada yang teoritis dan ada yang praktis

8 KELIMA Carilah buku literatur atau hasil penelitian yang relevan dengan tema yang anda garap sebagai tinjauan pustaka. Kemukakan isi pokoknya dan carilah peluang atau sisi lain yang belum digarap, sehingga anda berkesempatan untuk meneliti ulang. Tujuannya adalah agar anda tidak mengerjakan/ menghasilkan sesuatu yang telah dikerjakan/dihasilkan orang lain (tahshil al- hashil).

9 KEENAM Untuk menghindari kesalahpahaman, buatlah definisi operasional sementara terhadap variabel penelitian anda. Prosedurnya dimulai dari kutipan pendapat para ahli, untuk kemudian disimpulkan/disintesiskan dalam definisi konseptual, sehingga dapat dikemukakan definisi operasional.

10 KETUJUH Tentukan metode penelitian anda, baik yang kuantitatif maupun kualitatif. Pengunaan kuantitatif maupun kualitatif disesuaikan dengan karakteristik topik penelitian yang dilakukan, jangan memaksa-maksakan sehingga menjadi bias hasil penelitiannya. Kuantitatif survay (perbedaan, hubungan, pengaruh),dengan analisis regresi (alat bantu SPSS) atau Structural Equation Modeling (SEM) (alat bentu lisrel)

11 KEDELAPAN Tentukan sistematika penelitian atau daftar isi penelitian anda.

12 KESEMBILAN Buat daftar pustaka, yaitu referensi atau buku yang anda pakai dalam pembuatan proposal penelitian.

13 KERANGKA TEORITIK (BAB II) Langkah-langkah operasional pembuatan kerangka teoritik (bab II): Kumpulkan literatur yang terkait dengan variabel penelitian. Pertimbangan pembuatan tema/judul penelitian sangat terkait dengan ketersediaan literatur yang anda miliki/ketahui. Klasifikasikan literatur berdasarkan sumber primer dan sumber skunder. Hal ini menjadi penting untuk menentukan prioritas rujukan jika terjadi perbedaan teori. Di UI, ada ketentuan prosentase tahun terbitan buku. Usahakan buku utama diterbitkan 2 tahun terakhir.

14 Lakukan pengutipan pendapat para ahli dengan cara: Memaparkan beberapa pendapat para ahli (termasuk ayat/hadis) sekaligus, lalu dianalisis (penguraian, kritik, memperkuat, membandingkan, dsb) dan disintesiskan dalam satu konstruks pemikiran dan diuraikan kembali dalam beberapa indikator. Memaparkan satu persatu pendapat para ahli (termasuk ayat/hadis) untuk dianalisis dan disintesiskan dalam satu konstruks pemikiran dan diuraikan kembali dalam beberapa indikator.

15 Kemungkinan kutipan: Bila semua pendapat itu semuanya sama maka satu sama lain saling menguatkan; Bila pendapat itu sebagian sama sedang yang lain berbeda maka perlu klasifikasi berdasarkan kesamaannya. Bila pendapat itu berbeda maka perlu analisis satu persatu atau dibandingkan satu dengan yang lain.

16 Logika deduktif atau induktif atau kedua-duanya menjadi penting untuk penarikan kesimpulan dan penguraian. Anda harus berani mengambil satu konstruk teoritik (definisi konseptual) yang anda ramu sendiri berdasarkan kutipan. Inilah ijtihad anda.

17 Dalam bab II, setelah kerangka teoritik sudah usai, maka diteruskan dengan pembuatan kerangka berpikir, yaitu jalan pikiran yang digunakan untuk membingkai penelitian, sehingga penelitian itu mengarah pada satu jawaban. Misalnya judul “Hubungan X terhadap Y” Dari judul ini, maka peneliti secara teoritik harus mampu menghubungkan antara indikator variabel X dengan indikator varibel Y. Hubungan teoritik ini nantinya akan diuji di lapangan. Kerangka berpikir tanpa kutipan, sebab hal ini menjadi ijtihad peneliti. Jika kerangka berpikir sudah diuraikan lalu disusun hipotesis penelitian, yang mana hipotesis itu akan diuji secara empirik dalam penelitian.

18 Kutipan harus jelas. Jangan menjadi plagiator dalam penelitian, karena hal itu menyalahi kode etik ilmiah. Gunakan body note (catatan dalam) dalam pengutipan. Hal-hal teknis dalam penelitian harus diperhatikan, karena jika ada kesalahan maka mengganggu keutuhan penelitian, seperti transliterasi Arab-Indonesia, ejaan bahasa Indonesia, dsb. Hasil yang dicapai dalam penelitian adalah adanya persambungan pemikiran yang hasilnya menjadi (a) penguat atau justifikasi konsep/teori yang telah ada; (b) wacana tandingan (counter discourse) bila hasilnya berbeda dengan konsep/teori lain; (c) munculnya mazhab baru karena ditemukan konsep atau teori baru.

19 Sistematika Bab II Variabel dependent (Y) didahulukan, disusul variabel independent (X1, X2) Dalam variabel dependent minimal memuat pengertian; Aspek dan indikator; dan faktor- faktor yang mempengaruhi Sedang variabel independent paling tidak memuat pengertian dan aspek dan indikator Kerangka Berpikir Hipotesis

20 MEMBUAT DEFINISI OPERASIONAL Tergambar definisi variabel Diukur dengan menggunakan skala (sebut variabel) berdasarkan teori..... Tergambar aspek/dimensi dan indikatornya Tentukan model hubungan (positif atau negatif)

21 Contoh: Religiusitas adalah manifestasi sejauhmana individu meyakini, mengetahui, memahami, menghayati, menyadari dan mempraktekkan agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan orientasi keberagamaannya. Religiusitas diukur dengan menggunakan skala religiusitas yang dikonstruksi sendiri oleh penulis berdasarkan teori Allport dan Fetzer melalui skor angka peringkat dari aspek (1) intrinsik; menggunakan agama sebagai sebagai alat-alat untuk mencapai sesuatu seperti untuk memperoleh keamanan, kenyamanan, status, atau dukungan sosial, dan (2) ekstrinsik; melaksanakan agama semata-mata tulus karena perintah Tuhan bukan untuk kepentingan pribadi.

22 Contoh: Masing-masing aspek terdiri dari 12 indikator, yaitu (1) pengalaman spiritual sehari-hari (daily spiritual experiences), (2) makna (meaning), (3) nilai-nilai (values), (4) kepercayaan (beliefs), (5) pengampunan (forgiveness), (6) praktek keberagamaan individual (private religious practices), (7) coping religius/spiritual (religious/spiritual coping), (8) dukungan agama (religious support), (9) riwayat beragama/spiritual (religious/spiritual history), (10) komitmen beragama (religious commitment), (11) pengorganisasian agama (organizational religiousness), dan (12) pilihan terhadap agama (religious preference). Untuk mendapatkan gambaran sampel, maka penelitian ini menggunakan skor total semua aspek. Semakin tinggi skor yang diperoleh maka semakin menunjukkan tingkat religiusitas yang tinggi.

23 Membuat Blue Print AspekIndikatorSkalaJumlah FavorableUnfavrable IntrinsikPengalaman spiritual1, 233 Makna4, 563 Nilai-nilai7, 893 Kepercayaan10, dll13, EkstrinsikPengalaman spiritual16, Makna19, Nilai-nilai22, Kepercayaan25, dll28, Jumlah201030

24 Validasi dan Reliabilitas Instrumen Ada beberapa jenis validitas Jika dikaitkan dengan blue print, maka validitasnya ada yang mnghubungkan skor item dengan skor total (variabel) atau skor item dengan skor tiap bagian (aspek dalam varibel)

25

26


Download ppt "Abdul Mujib. BOBOT TESIS Tesis merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Magister yang berbobot 6 SKS. Kelulusan sering kali terhambat karena."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google