Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Phaleria macrocarpa Oleh : LILIEK NURLINDA DIYANI ( )

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Phaleria macrocarpa Oleh : LILIEK NURLINDA DIYANI ( )"— Transcript presentasi:

1 Phaleria macrocarpa Oleh : LILIEK NURLINDA DIYANI (1006827253)
RHYNE IRIANY NOVA ( )

2 Pokok Bahasan : Deskripsi tanaman Phaleria macrocarpa.
Kandungan kimia & simplisia tanaman Phaleria macrocarpa. Cara ekstraksi dan manfaat ekstrak tanaman Phaleria macrocarpa. Bentuk sediaan & produk Phaleria macrocarpa yang beredar di pasaran

3 KLASIFIKASI TANAMAN : Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Myrtales Famili: Thymelaeaceae Genus: Phaleria Spesies: Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl. Sinonim : Phaleria papuana Nama Lokal: Simalakama (Melayu), makutadewa, makuto mewo, makuto ratu, makuto rojo (Jawa), the crown of God

4 DESKRIPSI TANAMAN : tumbuh subur ditanah yang gembur dan subur pada ketinggian mdpl tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 m batangnya bulat, warnanya cokelat, berkayu dan bergetah, percabangan simpodial

5 DESKRIPSI TANAMAN : Bunga keluar sepanjang tahun, letaknya tersebar, berukuran kecil, berwarna putih dan harum Buah bentuknya bulat, diameter 3-5 cm, permukaan licin, beralur, ketika muda warnanya hijau dan merah setelah masak Biji bulat, keras, berwarna cokelat

6 DESKRIPSI TANAMAN: Pohon Mahkota Dewa dibudidayakan sebagai tanaman hias / tanaman peneduh, mempunyai buah yang menarik karena warnanya merah menyala, menempel dari batang utama hingga ke ranting-rantingnya Tanaman berbunga pertama kali yang menjadi buah pada umur bulan. Buah akan matang dan siap dipanen dalam waktu 2 bulan. Buah yang matang akan berwarna merah

7 SIMPLISIA Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun, daging dan kulit buahnya Daun dan kulit buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan daging buah digunakan setelah dikeringkan

8 KANDUNGAN KIMIA : Dari penelitian terdahulu diperoleh data bahwa daun dan kulit mahkota dewa mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, minyak atsiri, dan tanin Buah Mahkota dewa mengandung zat-zat aktif: Alkaloid, bersifat detoksifikasi yang dapat menetralisir racun di dalam tubuh

9 Saponin, yang bermanfaat sebagai:
meningkatkan sistem kekebalan tubuh meningkatkan vitalitas mengurangi kadar gula dalam darah

10 sebagai antiinflamasi dan anti-oksidan
Flavonoid : melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah sebagai antiinflamasi dan anti-oksidan membantu mengurangi rasa sakit (analgetik)

11 Penelitian terakhir, sudah berhasil dilakukan terhadap isolat yang terdapat dalam buah Phaleria macrocarpa, antara lain: DLBS1425E2.2 (disingkat E2.2) DLDS1425F1 (disingkat F1) Kedua isolat tersebut menunjukkan aktifitas anti proliferasi terhadap sel kanker MDA-MB-231. Senyawa DLBS1425E2.2 memiliki aktifitas inducer apoptosis

12 Struktur kimia isolat E2.2

13 Struktur kimia isolat F1

14 Cara Ekstraksi : Langkah-langkah dalam proses ekstraksi adalah sebagai berikut: 1. Simplisia Phaleria macrocarpa fructus (daging buah yang sudah matang/ripe fruit/disebut DLBS14) digiling (grinding). 2. Dilakukan ekstraksi dengan pelarut organik (ethyl asetat atau alkohol) dengan perbandingan 1:2 sampai dengan 1:20. 3. Dilakukan inkubasi selama 4 hari pada suhu 70oC. 4. Dilanjutkan dengan penyaringan padat. 5. Dihasilkan bentuk dry powder (filtrat).

15 PROSES EKSTRAKSI : 6. Langkah 1,2,3 diulang beberapa tahap untuk mendapatkan filtrat di setiap tahap. 7. Kumpulkan seluruh filtrat dari beberapa tahap tersebut,kemudian dilakukan pencampuran (mixing). 8. Filtrat yang sudah tercampur dikeringkan untuk menguapkan (evaporasi) pelarut. 9. Dihasilkan ekstrak padat (solid crude extract)/dry extract (disebut DLBS1437).

16 PROSES EKSTRAKSI : 10.Fraksinasi ekstrak padat tersebut dengan ekstraksi cair untuk memisahan saluran dengan pelarut organik (ethyl asetat atau alkohol) dan air, dengan perbandingan 1:1 sampai 3:2 (tehnik LLE/Liquid-Liquid Extraction) pada suhu kamar. 11.Dilakukan inkubasi maksimum semalaman. 12.Agitasi saluran hingga terbentuk 2 fase yang sepenuhnya dapat dibedakan

17 PROSES EKSTRAKSI : 13.Dilakukan pemisahan fase organik (upper phase) dari fase yang terbentuk tersebut (LLE product). 14.Tambahkan anhydrous salt ke dalam fase organik tersebut untuk menarik molekul air. 15.Konsentrasikan dan keringkan fase organik tersebut untuk menguapkan pelarut yang ikut serta dalam senyawa aktif Phaleria macrocarpa yang berbentuk semi solid.

18 PROSES ISOLASI METODE 1:
langkah-langkah dalam proses isolasi adalah sebagai berikut : 1. Fase organik (LLE product) yang sudah dihasilkan dilakukan fraksinasi dengan preparative chromatography column (stationary phase: silica gel, dan mobile phase:organic solvents). 2. Dihasilkan 2 fraksi: fraksi E dan fraksi F 3. Dilakukan purifikasi fraksi E dengan kristalisasi menggunakan pelarut kloroform untuk menghasilkan isolat E2.2. 4. Dilakukan purifikasi fraksi F dengan re-kristalisasi menggunakan pelarut etanol-water untk menghasilkan isolat F1. 5. Kemudian dilakukan identifikasi.

19 PROSES ISOLASI METODE 2 :
1. Fase organik (LLE product) yang sudah dihasilkan dilakukan fraksinasi dengan larutan Superficial CO2 (SCFE-CO2), 5% co-solvent, selama 2 jam pada suhu 50-60oC. 2. Dihasilkan fraksi tertentu yang akan dilanjutkan dengan preparative chromatography column terhadap fraksi tersebut (stationary phase: silica gel, dan mobile phase:organic solvents). 3. Dihasilkan 2 fraksi: fraksi B-1 dan fraksi B-2

20 4. Dilakukan purifikasi fraksi B-1 dengan rekristalisasi menggunakan pelarut etanol-water untuk menghasilkan isolat E2.2. Dilakukan purifikasi fraksi B-2 dengan re-kristalisasi menggunakan pelarut etanol-water untk menghasilkan isolat F1. Kemudian dilakukan identifikasi.

21 MANFAAT Tanaman ini merupakan tanaman obat yang sedang popular karena daun dan buahnya dianggap mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Misalnya : penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, kanker, sakit jantung, kencing manis, asam urat, reumatik, sakit ginjal, alergi, berbagai macam penyakit kulit, paru-paru, sirosis hati, meningkatkan stamina dan ketahanan terhadap influenza

22 daun dan buah mahkota dewa dimanfaatkan masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, sebagai obat penyakit kulit, gatal-gatal, dan eksim.

23 DATA EMPIRIS PHALERIA MACROCARPA :
bagian kulit buah dan daging buah dalam pengobatan penyakit, antara lain: disentri, psoriasis, jerawat Disentri  dengan merebus kulit buah mahkota dewa yang sudah dikeringkan (15 g) dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus. Lakukan 2–3 kali dalam sehari.

24 EMPIRIS : Pada pengobatan psoriasis  membelah buah mahkota dewa segar (tiga buah), bijinya dibuang, lalu iris tipis-tipis dan jemur sampai kering. Rebus simplisia ini dengan satu liter air dengan api besar. Setelah mendidih, kecilkan api dan rebus sampai airnya tersisa seperempatnya. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing separuhnya.

25 EMPIRIS : Sedangkan daun dan biji biasanya digunakan untuk penyakit kulit, seperti eksim dan gatal-gatal Untuk pengobatan eksim, gatal-gatal, dilakukan dengan cara mencuci daun mahkota dewa segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan pada bagian yang sakit, lalu balut. Ganti 2–3 kali dalam sehari. Catatan: Penggunaan tanaman obat harus berdasarkan asas manfaat dan keamanan

26 EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN :
Penelitian terhadap ekstrak Phaleria macrocarpa telah tebukti secara in vitro sebagai inhibitor proliferasi sel kanker payudara, dengan IC50 40,76 µg/mL. Selain itu juga sudah dibuktikan adanya efek downregulation BCl2 mRNA expression dan upregulation Bax mRNA expression terhadap MDA-MB-231 Cancer Cells.

27 Selain itu juga secara in vitro didapatkan bahwa ekstrak Phaleria macrocarpa dapat menginduksi apoptosis melalui aktivasi caspase 9 proteolytic enzyme. Berdasarkan data tersebut, maka ekstrak Phaleria macrocarpa dapat digunakan sebagai antitumor, curative agent cervical intraepithelial neoplasia, anal intraepithelial neoplasia, leukemia, leiomyoma, masalah ginekologik lainnya pada wanita. Efek lain yang sekaligus dibuktikan adalah efek anti inflamasi dan anti angiogenik untuk MDA-MB-231 Cancer Cells.

28 DATA PENELITIAN : Metode yang mebuktikan adanya aktivitas anti proliferasi isolat terhadap MDA-MB-231 Cancer Cells antara lain: 1. Anti-Proliferation Assay. Pada MTT, IC50 isolat E2.2 adalah 36,91 µg/mL dan IC50 isolat F1 adalah 65,80 µg/mL.

29 2. DNA Fragmentation Analysis
Efek induksi apoptosis isolat E2.2 terjadi pada konsentrasi 50, 75, dan 100 µg/mL. 3. RNA Isolation (BCl2) & Bax RT-PCR Efek downregulation BCl2 mRNA expression dan upregulation Bax mRNA expression .

30 Berdasarkan aktifitas tersebut, maka kedua isolat yang memiliki aktifitas inhibitor pertumbuhan sel kanker payudara (MDA-MB-231 Breast Cancer Cells), dengan isolat E2.2 lebih poten dibandingkan isolat F1. Kombinasi keduanya dapat berfungsi sebagai anti kanker. Selain itu, kedua isolat tersebut dapat digunakan sebagai supplement, vitamin, makanan, dsb.

31 PRODUK : Bentuk sediaan yang dapat dibuat dengan ekstrak atau salah satu/kombinasi isolat E2.2 & F1, antara lain: kapsul, tablet, powder, gel, oinment, cream, mouthwash, oil, suppositoria, injection, solution, syrup, emulsi, suspensi, effervescent tablet, pill, dsb.

32 Dosis untuk ekstrak Phaleria macrocarpa yang dianjurkan mg/hari, tergantung kondisi pasien, berat badan, usia, tipe/ukuran/jumlah sel kanker, serta target organnya

33 Nama Dagang: kapsul mahkota dewa
Komposisi: Phaleria macrocarpa fructus 100% Cara pakai: 3x1 capsul setelah makan

34 KESIMPULAN : Penelitian terhadap tanaman Phaleria macrocarpa masih terus berkembang. Adanya obat baru yang mempunyai efikasi yang tinggi dan efek samping yang minimal sangat diharapkan. Efikasi tanaman Phaleria frutescens harus terus dievaluasi melalui studi skala besar, prospektif, acak, dan terkontrol.

35 SARAN : Literatur tentang uji klinik masih sangat terbatas. Untuk itulah perlu dilakukan pengkajian dan penelitian yang terus menerus sehingga tanaman ini dapat menjadi alternatif yang baik bagi beberapa penyakit

36 MAGISTER HERBAL UNIVERSITAS INDONESIA
TERIMA KASIH MAGISTER HERBAL UNIVERSITAS INDONESIA


Download ppt "Phaleria macrocarpa Oleh : LILIEK NURLINDA DIYANI ( )"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google