Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Deskripsi tanaman Phaleria macrocarpa.  Kandungan kimia & simplisia tanaman Phaleria macrocarpa.  Cara ekstraksi dan manfaat ekstrak tanaman Phaleria.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Deskripsi tanaman Phaleria macrocarpa.  Kandungan kimia & simplisia tanaman Phaleria macrocarpa.  Cara ekstraksi dan manfaat ekstrak tanaman Phaleria."— Transcript presentasi:

1

2  Deskripsi tanaman Phaleria macrocarpa.  Kandungan kimia & simplisia tanaman Phaleria macrocarpa.  Cara ekstraksi dan manfaat ekstrak tanaman Phaleria macrocarpa.  Bentuk sediaan & produk Phaleria macrocarpa yang beredar di pasaran

3 Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Myrtales Famili: Thymelaeaceae Genus: Phaleria Spesies: Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl. Sinonim : Phaleria papuana Nama Lokal:ThymelaeaceaePhaleria Simalakama (Melayu), makutadewa, makuto mewo, makuto ratu, makuto rojo (Jawa), the crown of God

4  tumbuh subur ditanah yang gembur dan subur pada ketinggian mdpl  tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 m  batangnya bulat, warnanya cokelat, berkayu dan bergetah, percabangan simpodial

5  Bunga keluar sepanjang tahun, letaknya tersebar, berukuran kecil, berwarna putih dan harum  Buah bentuknya bulat, diameter 3-5 cm, permukaan licin, beralur, ketika muda warnanya hijau dan merah setelah masak  Biji bulat, keras, berwarna cokelat

6  Pohon Mahkota Dewa dibudidayakan sebagai tanaman hias / tanaman peneduh, mempunyai buah yang menarik karena warnanya merah menyala, menempel dari batang utama hingga ke ranting-rantingnya  Tanaman berbunga pertama kali yang menjadi buah pada umur bulan. Buah akan matang dan siap dipanen dalam waktu 2 bulan. Buah yang matang akan berwarna merah

7  Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun, daging dan kulit buahnya  Daun dan kulit buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan daging buah digunakan setelah dikeringkan

8  Dari penelitian terdahulu diperoleh data bahwa daun dan kulit mahkota dewa mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, minyak atsiri, dan tanin  Buah Mahkota dewa mengandung zat- zat aktif:  Alkaloid, bersifat detoksifikasi yang dapat menetralisir racun di dalam tubuh Alkaloiddetoksifikasi

9  Saponin, yang bermanfaat sebagai: Saponin  meningkatkan sistem kekebalan tubuh  meningkatkan vitalitas  mengurangi kadar gula dalam darah

10  Flavonoid : Flavonoid  melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah  sebagai antiinflamasi dan anti-oksidan  membantu mengurangi rasa sakit (analgetik)

11  Penelitian terakhir, sudah berhasil dilakukan terhadap isolat yang terdapat dalam buah Phaleria macrocarpa, antara lain:  DLBS1425E2.2 (disingkat E2.2)  DLDS1425F1 (disingkat F1)  Kedua isolat tersebut menunjukkan aktifitas anti proliferasi terhadap sel kanker MDA- MB-231. Senyawa DLBS1425E2.2 memiliki aktifitas inducer apoptosis

12

13

14  Langkah-langkah dalam proses ekstraksi adalah sebagai berikut: 1. Simplisia Phaleria macrocarpa fructus (daging buah yang sudah matang/ripe fruit/disebut DLBS14) digiling (grinding). 2. Dilakukan ekstraksi dengan pelarut organik (ethyl asetat atau alkohol) dengan perbandingan 1:2 sampai dengan 1: Dilakukan inkubasi selama 4 hari pada suhu 70 o C. 4. Dilanjutkan dengan penyaringan padat. 5. Dihasilkan bentuk dry powder (filtrat).

15 6. Langkah 1,2,3 diulang beberapa tahap untuk mendapatkan filtrat di setiap tahap. 7. Kumpulkan seluruh filtrat dari beberapa tahap tersebut,kemudian dilakukan pencampuran (mixing). 8. Filtrat yang sudah tercampur dikeringkan untuk menguapkan (evaporasi) pelarut. 9. Dihasilkan ekstrak padat (solid crude extract)/dry extract (disebut DLBS1437).

16 10.Fraksinasi ekstrak padat tersebut dengan ekstraksi cair untuk memisahan saluran dengan pelarut organik (ethyl asetat atau alkohol) dan air, dengan perbandingan 1:1 sampai 3:2 (tehnik LLE/Liquid-Liquid Extraction) pada suhu kamar. 11.Dilakukan inkubasi maksimum semalaman. 12.Agitasi saluran hingga terbentuk 2 fase yang sepenuhnya dapat dibedakan

17 13.Dilakukan pemisahan fase organik (upper phase) dari fase yang terbentuk tersebut (LLE product). 14.Tambahkan anhydrous salt ke dalam fase organik tersebut untuk menarik molekul air. 15.Konsentrasikan dan keringkan fase organik tersebut untuk menguapkan pelarut yang ikut serta dalam senyawa aktif Phaleria macrocarpa yang berbentuk semi solid.

18  langkah-langkah dalam proses isolasi adalah sebagai berikut : 1. Fase organik (LLE product) yang sudah dihasilkan dilakukan fraksinasi dengan preparative chromatography column (stationary phase: silica gel, dan mobile phase:organic solvents). 2. Dihasilkan 2 fraksi: fraksi E dan fraksi F 3. Dilakukan purifikasi fraksi E dengan kristalisasi menggunakan pelarut kloroform untuk menghasilkan isolat E Dilakukan purifikasi fraksi F dengan re-kristalisasi menggunakan pelarut etanol-water untk menghasilkan isolat F1. 5. Kemudian dilakukan identifikasi.

19 1. Fase organik (LLE product) yang sudah dihasilkan dilakukan fraksinasi dengan larutan Superficial CO 2 (SCFE-CO 2 ), 5% co-solvent, selama 2 jam pada suhu o C. 2. Dihasilkan fraksi tertentu yang akan dilanjutkan dengan preparative chromatography column terhadap fraksi tersebut (stationary phase: silica gel, dan mobile phase:organic solvents). 3. Dihasilkan 2 fraksi: fraksi B-1 dan fraksi B-2

20 4. Dilakukan purifikasi fraksi B-1 dengan rekristalisasi menggunakan pelarut etanol-water untuk menghasilkan isolat E2.2.  Dilakukan purifikasi fraksi B-2 dengan re- kristalisasi menggunakan pelarut etanol- water untk menghasilkan isolat F1.  Kemudian dilakukan identifikasi.

21  Tanaman ini merupakan tanaman obat yang sedang popular karena daun dan buahnya dianggap mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.  Misalnya : penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, kanker, sakit jantung, kencing manis, asam urat, reumatik, sakit ginjal, alergi, berbagai macam penyakit kulit, paru-paru, sirosis hati, meningkatkan stamina dan ketahanan terhadap influenza

22  daun dan buah mahkota dewa dimanfaatkan masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, sebagai obat penyakit kulit, gatal-gatal, dan eksim.

23  bagian kulit buah dan daging buah dalam pengobatan penyakit, antara lain: disentri, psoriasis, jerawat  Disentri  dengan merebus kulit buah mahkota dewa yang sudah dikeringkan (15 g) dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus. Lakukan 2–3 kali dalam sehari.

24  Pada pengobatan psoriasis  membelah buah mahkota dewa segar (tiga buah), bijinya dibuang, lalu iris tipis- tipis dan jemur sampai kering. Rebus simplisia ini dengan satu liter air dengan api besar. Setelah mendidih, kecilkan api dan rebus sampai airnya tersisa seperempatnya. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing separuhnya.

25  Sedangkan daun dan biji biasanya digunakan untuk penyakit kulit, seperti eksim dan gatal-gatal  Untuk pengobatan eksim, gatal-gatal, dilakukan dengan cara mencuci daun mahkota dewa segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan pada bagian yang sakit, lalu balut. Ganti 2–3 kali dalam sehari. Catatan: Penggunaan tanaman obat harus berdasarkan asas manfaat dan keamanan

26  Penelitian terhadap ekstrak Phaleria macrocarpa telah tebukti secara in vitro sebagai inhibitor proliferasi sel kanker payudara, dengan IC50 40,76 µg/mL. Selain itu juga sudah dibuktikan adanya efek downregulation BCl 2 mRNA expression dan upregulation Bax mRNA expression terhadap MDA-MB-231 Cancer Cells.

27  Selain itu juga secara in vitro didapatkan bahwa ekstrak Phaleria macrocarpa dapat menginduksi apoptosis melalui aktivasi caspase 9 proteolytic enzyme.  Berdasarkan data tersebut, maka ekstrak Phaleria macrocarpa dapat digunakan sebagai antitumor, curative agent cervical intraepithelial neoplasia, anal intraepithelial neoplasia, leukemia, leiomyoma, masalah ginekologik lainnya pada wanita. Efek lain yang sekaligus dibuktikan adalah efek anti inflamasi dan anti angiogenik untuk MDA-MB-231 Cancer Cells.

28  Metode yang mebuktikan adanya aktivitas anti proliferasi isolat terhadap MDA-MB-231 Cancer Cells antara lain: 1. Anti-Proliferation Assay. Pada MTT, IC50 isolat E2.2 adalah 36,91 µg/mL dan IC50 isolat F1 adalah 65,80 µg/mL.

29 2. DNA Fragmentation Analysis Efek induksi apoptosis isolat E2.2 terjadi pada konsentrasi 50, 75, dan 100 µg/mL. 3. RNA Isolation (BCl 2 ) & Bax RT-PCR Efek downregulation BCl 2 mRNA expression dan upregulation Bax mRNA expression.

30  Berdasarkan aktifitas tersebut, maka kedua isolat yang memiliki aktifitas inhibitor pertumbuhan sel kanker payudara (MDA-MB-231 Breast Cancer Cells), dengan isolat E2.2 lebih poten dibandingkan isolat F1. Kombinasi keduanya dapat berfungsi sebagai anti kanker. Selain itu, kedua isolat tersebut dapat digunakan sebagai supplement, vitamin, makanan, dsb.

31  Bentuk sediaan yang dapat dibuat dengan ekstrak atau salah satu/kombinasi isolat E2.2 & F1, antara lain: kapsul, tablet, powder, gel, oinment, cream, mouthwash, oil, suppositoria, injection, solution, syrup, emulsi, suspensi, effervescent tablet, pill, dsb.

32  Dosis untuk ekstrak Phaleria macrocarpa yang dianjurkan mg/hari, tergantung kondisi pasien, berat badan, usia, tipe/ukuran/jumlah sel kanker, serta target organnya

33  Nama Dagang: kapsul mahkota dewa  Komposisi: Phaleria macrocarpa fructus 100%  Cara pakai: 3x1 capsul setelah makan

34  Penelitian terhadap tanaman Phaleria macrocarpa masih terus berkembang. Adanya obat baru yang mempunyai efikasi yang tinggi dan efek samping yang minimal sangat diharapkan.  Efikasi tanaman Phaleria frutescens harus terus dievaluasi melalui studi skala besar, prospektif, acak, dan terkontrol.

35  Literatur tentang uji klinik masih sangat terbatas. Untuk itulah perlu dilakukan pengkajian dan penelitian yang terus menerus sehingga tanaman ini dapat menjadi alternatif yang baik bagi beberapa penyakit

36


Download ppt " Deskripsi tanaman Phaleria macrocarpa.  Kandungan kimia & simplisia tanaman Phaleria macrocarpa.  Cara ekstraksi dan manfaat ekstrak tanaman Phaleria."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google