Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LABA ATAS TRANSAKSI ANTAR PERUSAHAAN - PERSEDIAAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LABA ATAS TRANSAKSI ANTAR PERUSAHAAN - PERSEDIAAN."— Transcript presentasi:

1 LABA ATAS TRANSAKSI ANTAR PERUSAHAAN - PERSEDIAAN

2 Pengaruh transaksi antara perusahaan afiliasi (transaksi antar- perusahaan) harus dieliminasi dari laporan keuangan konsolidasi. Transaksi antar-perusahaan mengakibatkan saldo akun resiprokal pada buku perusahaan afiliasi. Keuntungan dan kerugian dari transaksi antar-perusahaan harus dieliminasi sampai direalisasi melalui penggunaan atau melalui penjualan kepada pihak2 diluar entitas yang dikonsolidasikan. PSAK No. 4 : Laporan konsolidasi seharusnya tidak memasukkan keuntungan atau kerugian dari transaksi antar-perusahaan dalam grup. Karenanya setiap laba atau rugi antar-perusahaan didalam grup harus dieliminasi; konsep yang biasanya diterapkan untuk tujuan ini adalah laba atau rugi kotor (bruto).

3 PSAK No. 4 juga menekankan bahwa jumlah laba antar- perusahaan yang dieliminasi tidak dipengaruhi oleh keberadaan minoritas dan harus dieliminasi semuanya. Alasan pengeliminasian laba dan rugi antar perusahaan adalah bahwa manajemen dari perusahaan induk dapat mengendalikan semua transaksi antar-perusahaan, termasuk otorisasi dan penetapan harga, tanpa tawar menawar antar-perusahaan afiliasi. Tujuan eliminasi adalah untuk menunjukkan laba rugi dan posisi keuangan entitas yang dikonsolidasikan yang seharusnya tampak jika transaksi antar-perusahaan tidak ada. Kebanyakan transaksi antar-perusahaan yang menyangkut keuntungan dan kerugian dapat dikelompokkan ke dalam persediaan, aktiva tetap, dan obligasi.

4 Pendapatan diakui (dicatat sebagai pendapatan) ketika pendapatan tersebut direalisasi, yaitu ketika pendapatan tersebut diperoleh. Pendapatan/penjualan antar-perusahaan2 afiliasi tidak dapat diakui sampai barang dagangan tersebut dijual keluar dari entitas yang dikonsolidasikan. Penjualan persediaan oleh suatu perusahaan kepada suatu perusahaan afiliasi menghasilkan akun resiprokal penjualan dan pembelian jika entitas pembeli mempunyai sistem persediaan periodik dan akun resiprokal penjualan dan harga pokok penjualan jika entitas pembeli menggunakan sistem persediaan perpetual.

5 Eliminasi Pembelian dan Penjualan Antar-Perusahaan Jika sistem persediaan periodik digunakan, ayat jurnal kertas kerja untuk mengeliminasi penjualan dan pembelian antar- perusahaan adalah : DPenjualan KPembelian * Jika sistem perpetual yang digunakan, ayat jurnal kertas kerja untuk mengeliminasi penjualan dan pembelian antar-perusahaan adalah : DPenjualan KHarga Pokok Penjualan

6 PT Prima mendirikan perusahaan anak, PT Sarana, tahun 2001 untuk menjual lini produk PT Prima. Semua pembelian PT S berasal dari PT P dengan harga 20% diatas harga perolehan PT Prima. Selama tahun 2001 PT P menjual barang dagangan senilai Rp 20.000 kepada PT S dengan harga Rp 24.000. PT S menjual semua barang dagangannya pada para pelanggannya dengan harga Rp 30.000. Selama tahun 2001, penjualan PT P termasuk yang dijual ke PT S adalah Rp 24.000

7 Buku PT Prima 1.Mencatat pembelian kredit dari entitas lain Persediaan20.000 Utang dagang20.000 2.Mencatat penjualan antar-perusahaan ke PT Sarana Piutang dagang – PT S24.000 Penjualan24.000 3.Mencatat HPP atas penjualan ke PT Sarana HPP20.000 Persediaan20.000

8 Buku PT Sarana 1.Mencatat pembelian antar-perusahaan dari PT Prima Persediaan24.000 Utang dagang – PT Prima24.000 2.Mencatat penjualan ke pelanggan diluar entitas yang dikonsolidasikan Piutang dagang 30.000 Penjualan30.000 3.Mencatat HPP atas penjualan ke pelanggan HPP24.000 Persediaan24.000

9 Eliminasi Kertas Kerja Konsolidasi PT PrimaPT SaranaPenyesuaian dan Eliminasi Konsolidasi Penjualan24.00030.00024.00030.000 HPP20.00024.000 20.000 Laba Bruto4.0006.00010.000 Eliminasi kertas kerja tidak mempengaruhi laba bersih konsolidasi karena jumlah penjualan dan harga pokok penjualan yang sama dieliminasi, dan gabungan laba bruto adalah sama dengan laba bruto konsolidasi.

10 ILUSTRASI : ELIMINASI LABA YANG BELUM DIREALISASI DALAM PERSEDIAAN AKHIR Selama tahun 2002 PT P menjual barang dagangan senilai Rp 30.000 kepada PT S dengan harga Rp 36.000. PT S menjual kembali semuanya kecuali Rp 6.000, dengan harga Rp 37.500 (Dari HPP 30.000, karena yang 6.000 belum terjual).

11 Buku PT Prima 1.Mencatat pembelian kredit dari entitas lain Persediaan30.000 Utang dagang30.000 2.Mencatat penjualan antar-perusahaan ke PT Sarana Piutang dagang – PT S36.000 Penjualan36.000 3.Mencatat HPP atas penjualan ke PT Sarana HPP30.000 Persediaan30.000

12 Buku PT Sarana 1.Mencatat pembelian antar-perusahaan dari PT Prima Persediaan36.000 Utang dagang – PT Prima36.000 2.Mencatat penjualan ke pelanggan diluar entitas yang dikonsolidasikan Piutang dagang 37.500 Penjualan37.500 3.Mencatat HPP atas penjualan ke pelanggan HPP30.000 Persediaan30.000

13 Eliminasi Kertas Kerja Konsolidasi PT PrimaPT SaranaPenyesuaian dan Eliminasi Konsolidasi Laporan L/R Penjualan36.00037.50036.00037.500 HPP30.000 1.00036.00025.000 Laba Bruto6.0007.50012.500 Neraca Persediaan6.0001.0005.000 Ayat jurnal kertas kerja konsolidasi : 1.Mengeliminasi penjualan dan pembelian atar perusahaan Penjualan36.000 HPP36.000 2.Mengeliminasi laba antar-perusahaan dari HPP dan persediaan HPP 1.000 Persediaan 1.000

14 Seluruh laba antar-perusahaan atas penjualan antara perusahaan2 afiliasi direalisasi dan diakui oleh entitas yang dikonsolidasikan pada periode dimana barang dagangan tersebut dijual kembali kepada entitas2 luar. Sampai barang dagangan tersebut terjual kembali, setiap laba/rugi atas penjualan antar-perusahaan yang belum direalisasi harus dieliminasi dalam proses konsolidasi. Setiap laba/rugi yang belum direalisasi atas penjualan antar-perusahaan direfleksikan dalam persediaan akhir dari afiliasi pembeli karena persediaan tersebut merefleksikan harga transfer antar-perusahaan bukan biaya bagi entitas yang dikonsolidasikan.

15 ILUSTRASI : PENGAKUAN LABA YANG BELUM DIREALISASI DALAM PERSEDIAAN AWAL Selama tahun 2003 PT P menjual barang dagangan senilai Rp 40.000 kepada PT S dengan harga Rp 48.000. PT S menjual 75% dari barang dagang tersebut seharga Rp 45.000. PT S juga menjual barang dagang dari persediaan awalnya (yang Rp 6.000) dengan harga Rp 7.500.

16 Buku PT Prima 1.Mencatat pembelian kredit dari entitas lain Persediaan40.000 Utang dagang40.000 2.Mencatat penjualan antar-perusahaan ke PT Sarana Piutang dagang – PT S48.000 Penjualan48.000 3.Mencatat HPP atas penjualan ke PT Sarana HPP40.000 Persediaan40.000

17 Buku PT Sarana 1.Mencatat pembelian antar-perusahaan dari PT Prima Persediaan48.000 Utang dagang – PT Prima48.000 2.Mencatat penjualan sebesar Rp 45.000 dan Rp 7.500 Piutang dagang 52.500 Penjualan52.500 3.Mencatat HPP (dari pembelian Rp 48.000x75%, dan dari persediaan awal Rp 6.000) HPP42.000 Persediaan42.000

18 Eliminasi Kertas Kerja Konsolidasi PT PrimaPT SaranaPenyesuaian dan Eliminasi Konsolidasi Laporan L/R Penjualan48.00052.500a.48.00052.500 HPP40.00042.000c. 2.000a.48.000 b. 1.000 35.000 Laba Bruto8.00010.50017.500 Neraca Persediaan12.000c. 2.00010.000 Investasi pd PT Sb. 1.000

19 Ayat jurnal kertas kerja konsolidasi : a. Mengeliminasi penjualan dan pembelian atar perusahaan Penjualan48.000 HPP48.000 b. Mengakui laba dari persediaan awal yang sebelumnya ditangguhkan Investasi pada PT S1.000 HPP1.000 c.Menangguhkan laba yang belum direalisasi dalam persediaan akhir HPP 2.000 Persediaan 2.000

20 Penjualan oleh perusahaan induk kepada perusahaan anak disebut dengan penjualan arus ke bawah. Penjualan oleh perusahaan anak kepada perusahaan induk disebut dengan penjualan arus ke atas. Dalam kasus penjualan arus ke bawah, pendapatan terpisah perusahaan induk meliputi seluruh jumlah laba yang belum direalisasi (termasuk dalam akun penjualan dan harga pokok penjualannya), dan pendapatan perusahaan anak tidak terpengaruh.

21 Pendapatan hak minoritas mungkin terpengaruh jika laba bersih perusahaan anak memasukkan laba yang belum direalisasi (situasi arus ke atas). Sebaliknya pendapatan hak minoritas tidak terpengaruh jika pendapatan terpisah perusahaan induk memasukkan laba yang belum direalisasi (situasi arus ke bawah). Jika laba bersih perusahaan anak disajikan terlalu besar (dari sudut pandang entitas yang dikonsolidasikan), karena perusahaan anak memasukkan laba yang belum direalisasi, pendapatan yang dialokasikan kepada hak minoritas seharusnya didasarkan pada pendapatan perusahaan anak yang telah direalisasi.

22 Laba dan rugi yang belum direalisasi dari penjualan arus ke atas dialokasikan secara proporsional antara laba bersih konsolidasi (hak mayoritas) dan pendapatan hak minoritas (hak minoritas).

23 ILUSTRASI : PENGARUH ARUS KE BAWAH DAN ARUS KE ATAS PADA PERHITUNGAN PENDAPATAN Pendapatan terpisah perusahaan induk dan 80% kepemilikannya pada perusahaan anak tahun 2005 sbb : Induk (Rp)Anak (Rp) Penjualan600.000300.000 HPP300.000180.000 Laba Bruto300.000120.000 Beban2 -100.000 - 70.000 Pendapatan terpisah induk 200.000 Pendapatan bersih anak 50.000 Penjualan antar perusahaan selama 2005 Rp 100.000. Pada 31 Desember 2005, dalam persediaan termasuk Rp 20.000 laba yang belum direalisasi.

24 Perhitungan Pendapatan Hak Minoritas Penjualan arus ke bawah : Laba yang belum direalisasi Rp 20.000 direfleksikan dalam akun ‘penjualan’ dan ‘HPP’ induk, dan laba bersih anak = pendapatan realisasinya. Sehingga, perhitungan pendapatan hak minoritas tidak dipengaruhi oleh transaksi antar-perusahaan dan dihitung : Laba bersih anak Rp 50.000 x 20% = Rp 10.000 Penjualan arus ke atas : Laba yang belum direalisasi Rp 20.000 direfleksikan dalam akun ‘penjualan’ dan ‘HPP’ anak, dan pendapatan yang direalisasi anak Rp 30.000. Perhitungan pendapatan hak minoritas : Laba bersih anak50.000 Yang belum direalisasi20.000 Pendapatan yang direalisasi 30.000 Pendapatan hak minoritas Rp 30.000 x 20% = 6.000

25 Perhitungan Laba Bersih Konsolidasi Catatan : Perbedaan dalam perhitungan laba bersih konsolidasi berdasarkan asumsi arus ke atas dan arus ke bawah hanya terletak pada perhitungan pendapatan hak minoritas. Arus ke Bawah Arus ke Atas Pendapatan terpisah induk200.000 Tambah : Pendapatan dari anak *Arus ke bawah : Ekuitas dalam laba yg dilaporkan anak dikurangi laba yg belum direalisasi (50.000x80%) -20.000 *Arus ke atas : Ekuitas dalam pendapatan anak yg telah direalisasi (50.000 – 20.000) x 80% 20.000 24.000 Laba bersih induk (dan konsolidasi)220.000224.000

26 Penjualan Arus ke Bawah Penjualan Arus ke Atas Penjualan (900.000 – 100.000)800.000 HPP (480.000+20.000-100.000)-400.000 Laba Bruto400.000 Beban-beban (100.000+70.000)-170.000 Total pendapatan yang telah direalisasi230.000 Dikurangi : Pendapatan hak minoritas-10.000-6.000 Laba bersih konsolidasi220.000224.000

27 Karena seluruh jumlah laba bruto atas barang dagangan yang dijual secara arus ke bawah dan sisanya yang terdapat pada persediaan perusahaan anak meningkatkan pendapatan perusahaan induk, maka seluruh jumlah tersebut harus dieliminasi dari laporan laba bersih perusahaan induk berdasarkan metode ekuitas. Konsisten dengan metode konsolidasi satu baris, hal ini dilakukan dengan mengurangi pendapatan investasi dan akun investasi. Dalam laporan konsolidasi, laba bruto yang belum direalisasi dieliminasi dengan meningkatkan HPP konsolidasi dan mengurangi persediaan atas dasar harga perolehan bagi entitas yang dikonsolidasikan.

28 PT Perkasa mempunyai 90% saham berhak suara PT Sakti. Laporan L/R terpisah PT P dan PT S tahun 2007, sebelum mempertimbangkan laba yang belum direalisasi: PT PPT S Penjualan100.00050.000 HPP60.00035.000 Laba Bruto40.00015.000 Beban-beban15.0005.000 Laba Operasi25.00010.000 Pendapatan dari PT Sakti9.000 Laba Bersih34.00010.000

29 Penjualan PT P termasuk Rp15.000 yang dijual ke PT S dengan laba Rp 6.250. Dalam persediaan PT S 31 Des 2007, termasuk 40% barang dagangan dari transaksi antar-perusahaan. Laba yang belum direalisasi dalam persediaan PT S Rp 2.500 (harga transfer 6.000 – harga pokok 3.500) direfleksikan dalam laba operasi PT P. Pengakuan bagian atas pendapatan PT S dan penangguhan pengakuan laba yang belum direalisasi : Investasi pada PT S9.000 Pendapatan dari PT S9.000 Pendapatan dari PT S2.500 Investasi pada PT S2.500

30 PT P90% PT SPenyesuaian dan Eliminasi Konsolidasi Laporan Laba Rugi Penjualan100.00050.000a.15.000135.000 Pendapatan dari PT S6.500c. 6.500 HPP-60.000-35.000b. 2.500a.15.000-82.500 Beban-beban-15.000-5.000-20.000 Pendapatan hak minoritas Laba Bersih31.50010.00031.500 Neraca Persediaan7.500b. 2.5005.000 Investasi pada PT Sxxxc. 6.500

31 Barang dagangan yang diperoleh dari PT P selama 2007, dijual oleh PT S selama 2008, dan tidak ada transaksi antar- perusahaan sepanjang 2008. Laporan L/R terpisah PT P dan PT S tahun 2008, sebelum mempertimbangkan laba yang belum direalisasi: PT PPT S Penjualan120.00060.000 HPP80.00040.000 Laba Bruto40.00020.000 Beban-beban20.0005.000 Laba Operasi20.00015.000 Pendapatan dari PT Sakti13.500 Laba Bersih33.50015.000

32 Dari sudut pandang PT P, laba yang belum direalisasi dari tahun 2007 direalisasi tahun 2008 dan pendapatan investasinya dicatat dan disesuaikan : Investasi pada PT S13.500 Pendapatan dari PT S13.500 Investasi pada PT S2.500 Pendapatan dari PT S2.500

33 PT P90% PT SPenyesuaian dan Eliminasi Konsolidasi Laporan Laba Rugi Penjualan120.00060.000180.000 Pendapatan dari PT S16.000b.16.000 HPP-80.000-40.000a. 2.500-117.500 Beban-beban-20.000-5.000-25.000 Pendapatan hak minoritas-1.500 Laba Bersih36.00015.00036.000 Neraca Persediaan Investasi pada PT Sxxxa. 2.500b.16.000

34 Penjualan arus ke atas meningkatkan penjualan, HPP, dan laba bruto anak, tetapi tidak mempengaruhi laba operasi induk sampai barang dagangan dijual oleh induk ke entitas lain. Laba bersih induk dipengaruhi, karena induk mengakui bagiannya atas pendapatan anak atas dasar ekuitas. Induk menangguhkan laba yang belum direalisasi sebesar persentase kepemilikannya pada perusahaan anak.


Download ppt "LABA ATAS TRANSAKSI ANTAR PERUSAHAAN - PERSEDIAAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google