Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Theories of Symbolic Interaction, Structuration and Convergence.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Theories of Symbolic Interaction, Structuration and Convergence."— Transcript presentasi:

1 Theories of Symbolic Interaction, Structuration and Convergence

2 Lingkup Materi Interaksi Simbolik: The Chicago School dan The Iowa School Dramaturgy-Erving Goffman Teori Strukturasi-Anthony Gidden Dramatisme – Kenneth Burke Teori Konvergensi Simbolik-Ernest Bormann

3 Premis-Premis Interaksi Simbolik Kita membuat keputusan dan bertindak sesuai dengan pemahaman subjektif terhadap situasi yang dihadapi Kehidupan sosial terbentuk dari proses interaksi bukan dari struktur karena itu selalu berubah Kita memahami pengalaman melalui makna yang didapat dalam simbol dari primary group; dan bahasa adalah bagian esensial dalam kehidupan sosial “ The world” tersusun objek-objek sosial dan mempunyai makna yang ditentukan secara sosial Tindakan kita didasarkan interpretasi yang kita lakukan Konsep diri (self) merupakan sebuah objek yang signifikan yang didefinisikan melalui interaksi sosial dengan orang lain

4 Sumber Pengaruh Pemikiran Interaksi Simbolik William James: Analysis of Self Charles Horton Cooley-The Looking Glass Self John Dewey - Pragmatism

5 William James: Analysis of Self Menurutnya, manusia mempunyai kapasitas: a) melihat dirinya sebagai objek; b) mengembangkan sikap dan perasaan terhadap objek; dan c) mengkonstruksi respon tertentu terhadap objek Tipologi Self: a) Material Self-objek fisik yang bagian krusial identitas dirinya; b) social self- perasaan diri yang berasal dari asosiasi dengan orang lain; dan c) spiritual self-kapasitas dan corak kognitif secara umum Konsep Social Self muncul melalui interaksi ( a man has as many social selves as there are individual who recognize him)

6 Charles Horton Cooley-The Looking Glass Self Analysis of self: a) self sebagai proses ketika individu melihat dirinya sebagai objek bersama dengan objek lain dalam lingkungan sosial; dan b) self muncul dari komunikasi dengan orang lain The Looking Glass Self- proses ketika satu sama lain berinteraksi, mereka membayangkan bagaimana orang lain mengevaluasi dirinya, dan orang lain itu menghasilkan citraan tertentu. Gesture dari orang lain itu memberikan “cermin” yang menjadikan kita mengevaluasi diri kita sendiri.

7 John Dewey-Pragmatism Dewey menekankan pada proses adjustment yang dilakukan manusia dalam upayanya menguasai kondisi lingkungan Karakteristik unik manusia muncul dari proses tersebut: capacity for thinking Mind bukan merupakan sebuah struktur, melainkan proses yang muncul dari usaha-usaha manusia dalam melakukan adjustment ( denote, ascertain etc) terhadap lingkungan

8 The Chicago School Tokoh utama: George Herbert Mead dan Herbert Blummer Pendekatan: Interpretive Approach (life histories, autobiographies, case studies, diaries, letters, participant observation) Unit Analisis: Mikro

9 Premis Interaksi Simbolik-Blummer Manusia bertindak terhadap objek didasarkan pada makna pada objek itu bagi mereka Makna dari objek itu berasal atau muncul dari interaksi sosial Makna itu dikelola dan dimodifikasi melalui proses interpretasi yang digunakan seseorang untuk melakukan respon terhadap orang lain

10 Konsep Objek “The World”-terbentuk dari objek dan objek tersebut merupakan produk dari interaksi simbolik Objek itu apapun yang dapat diindikasikan atau yang dapat dirujuk (anything that can be indicated…, is pointed to or referred to) Tiga Kategori objek: objek fisik, objek sosial dan objek abstrak Makna dari objek ditentukan melalui interaksi sosial. Sebuah objek dapat dimaknai berbeda-beda

11 Konsep Makna Melihat makna sebagai produk sosial- sebagai kreasi yang dibentuk di dalam dan melalui aktivitas interaksi Makna bukan sebagai bagian intrinsik objek dan bukan proses psike Makna terobjektivasi dalam ekpresi simbolik

12 Proses Interpretasi Pertama, aktor melakukan indikasi pada dirinya sendiri. Proses ini sebuah proses sosial yang terinternalisasi dalam dirinya sendiri Kedua, aktor melakukan seleksi, mengecek, menstranformasikan makna sesuai dengan situasi yang dihadapi. Interpetasi merupakan proses formative, ketika makna digunakan dan direvisi sebagai instrumen arahan dan petunjuk dalam melakukan tindakan

13 Level Interaksi Sosial Pertama: The Conversation of gestures (Mead)/ Non-Symbolic Interaction (Blummer)-terjadi ketika seseorang merespon langsung tindakan orang lain tanpa melakukan interpretasi Kedua: The use of significant symbol (Mead)/ Symbolic Interaction (Blummer)- terjadi ketika seseorang melakukan respon dengan terlebih dulu melakukan proses interpretasi

14 Mind Kapasitas manusia untuk memahami gestures Memiliki kapasitas untuk menggunakan gestures dalam mengambil peran terhadap orang lain Memiliki kapasitas untuk menggunakan gestures dalam mengambil peran terhadap orang lain Kapasitas untuk melakukan tindakan

15 Self Manusia sebagai organisme hidup mempunyai a self Self ini merupakan sebuah proses dan bukan sebuah struktur Kita mempunyai self karena kita bisa merespon diri kita sendiri sebagai objek (marah, gembira, sedih-perawat, dokter, mahasiswa, dst) Cara elementer kita melihat diri kita sebagai objek adalah melalui role taking dengan menginterpretasikan perspektif orang lain terhadap kita Generalized others: merupakan konsep diri yakni tidak lain merupakan sebuah perspektif dari cara kita melihat diri kita sendiri Significant others: orang lain yang mempunyai posisi penting dan berpengaruh kehidupan kita Self mempunyai dua faset yang menjalankan fungsi esensial: The I dan The me. The I-impulsive, tak terarah, tidak dapat diprediksikan, sedangkan The me- merupakan generalized other konsisten dan predictable

16 Joint action dan Society Istilah joint action (Blummer)/Social act (Mead) Joint action merupakan unit fundamental masyarakat Esensi masyarakat terletak pada proses tindakan bukan pada kedudukan dan hubungan struktur. Tanpa tindakan struktur apapun tidak akan punya makna apa-apa Masyarakat harus dipandang dan terbentuk dari tindakan anggota- anggotanya

17 The Iowa School Tokoh: Manford Kuhn dan Carl Couch Object: aspek apapun terhadap realitas seseorang-a thing; a quality, an event; dan state of affairs Plan of action- sebuah pola total perilaku terhadap objek. Lihat penjelasan tentang Attitude. Menunjuk pada values yang mengarahkan dan menuntun rencana tindakan Orientational Other yang mempunyai kesamaan arti dengan significant other:emosional dan psikologis; yang memberikan konsep sentral dan kategori; yang memberikan dasar distingsi; dan yang yang memelihara kesinambungan konsep diri seseorang Metode pengukuran terhadap Self- TST (Twenty Self –Attitudes Test)

18 Dramaturgy-Erving Goffman Dramaturgy digunakan Goffman untuk menunjukkan bahwa individu-individu adalah aktor-aktor yang menampilkan performansi, dengan memanipulasi script, stage, props dan peran tertentu bagi tujuan tertentu/memberi impresi terhadap orang lain Dalam melakukan performansi tersebut, individu melakukan interpretasi terhadap situasi-a definition of situation: strips dan frames Strip : Sebuah sekuen tindakan Frame: pola dasar yang digunakan untuk mendefinisikan strip Face engagement atau encounter: Terjadi ketika orang terlibat dengan orang lain dalam sebuah cara yang fokus

19 Inter-relasi dan Dinamika Performansi Pertama, sebuah performansi melibatkan penciptaan sebuah front Front ini mencakup: a) “item of expresive equipment-emosi dan kapasitas melakukan ekpresi; b) appearance- penampilan yakni tanda yang orang lain menjadi tahu posisi dan status individu tertentu; dan c) “manner”-tanda yang menginformasikan kepada orang lain tentang peran seseorang

20 Inter-relasi dan Dinamika Performansi Kedua, di dalam menyajikan sebuah front, individu-individu menggunakan gesture- dramatic realization. Ini merupakan infusi kegiatan tanda terhadap defini situasi yang telah dilakukan Ketiga, melakukan idealisasi- yakni usaha menampilkan diri dalam cara-cara yang dianggap terpandang dan terpuji Keempat, upaya-upaya yang merupakan bagian dari proses umum dalam menjaga dan memelihara kontrol ekpresif. Tanda sekecil apapun akan dibaca oleh orang lain dan menyumbangkan pada definisi situasi

21 Inter-relasi dan Dinamika Performansi Kelima, individu dapat terlibat dalam tindakan misrepresentasi- keinginan orang lain membaca gesture dari individu dan hal itu menentukan front seseorang, dapat menimbulkan tindakan manipulasi Keenam, individu sering berupaya melakukan mistifikasi- umumnya menjaga jarak dari orang lain (higher rank and status) Ketujuh, individu berusaha menampilkan dirinya tampak real dan menghindari kesan tidak ramah, tidak spontan dan tidak natural

22 Catatan Self Presentation merupakan impression management Sering ketika orang terlibat dalam face engagement, yang dilakukan bukan memberikan informasi, tetapi justru menampilkan drama dan show

23 Teori Strukturasi Tokoh: Anthony Gidden Struktur mengendalikan tindakan manusia versus tindakan manusia menghasilkan struktur Strukturasi menjembatani perdebatan tersebut. Adanya dualitas antara aktor sosial dan struktur

24 Konsep Struktur Struktur dikonseptualisasikan sebagai rules dan resources yang digunakan aktor dalam konteks interaksi terjadi Rules merupakan prosedur yang dapat digeneralisasi (generalizable procedures) yang aktor memahami dan menggunakannya dalam sejumlah keadaan, merupakan sebuah metode atau teknik, sering hanya implisit dan memberikan formula bagi tindakan

25 Karakteristik Rules dalam Teori Strukturasi Sering digunakan dalam konversasi, ritual interaksi dan kegiatan rutin individu Ditangkap dan dipahami sebagai bagian dari “stock of knowledge” aktor-aktor yang kompeten Berbentuk informal, tidak tertulis, dan tidak terartikulasikan Lemah dalam sanksi

26 Pengertian Resources dalam Teori Strukturasi Merupakan fasilitas-fasilitas yang digunakan aktor untuk mewujudkan sesuatu Resources disebut Gidden sebagai apa yang menghasilkan power. Power merupakan mobilisasi resources lain yang menjadikan aktor dapat mewujudkan sesuatunya

27 Tiga Dimensi atau Modalitas Strukturasi Interpretasi atau Pemahaman Kepekaan terhadap moralitas/kelayakan berperilaku Kepekaan power dalam tindakan

28 Contoh Strukturasi Perbedaan Etnisitas Munculnya sebuah peran dalam kelompok Strukturasi Gender Strukturasi Organisasi Birokrasi

29 Dramatism-Kenneth Burke Kehidupan adalah drama dan bukan seperti drama Elemen Dramatisme-Kenneth Burke dikenal sebagai dramatistic pentad- metode yang dipakai untuk menganalisis tindakan sosial manusia (Act, scene, agent, agency dan purpose)

30 Guilt Merupakan motif primer yang berada di belakang semua tindakan dan komunikasi Guilt merupakan perasaan ketegangan dalam diri seseorang, kecemasan, aib, krisis, bencana, tragedi, kecelakaan dst

31 Tiga Sumber yang berkaitan dengan Guilt Negativisme-kecenderungan tidak taat pada aturan, maka ada tindakan yang baik dan ada tindakan yang buruk Principle of perfection-pada dasarnya manusia ingin mencari kesempurnaan dan sensitif dengan kegagalan. Principle of hierarchy-untuk mencari posisi dalam hirarki, orang membuat struktur masyarakat, kedudukan, peran dan bahkan gagasan (idea).

32 Upaya Mengatasi Guilt Mortification: mengembalikan pada diri sendiri Scapegoat: Mencari faktor eksternal di luar dirinya, dapat individu atau pun disfungsi dari sebuah sistem Manusia merupakan symbolical animal- symbol creating, symbol-using dan symbol misusing (refleksi, seleksi dan defleksi terhadap realitas) God Term versus Evil Term

33 Teori Konvergensi Simbolik Tokoh: Ernest Bormann, John Cragan dan Donald Shield Disebut juga Fantasy-theme Theory Menjelaskan bahwa gambaran realitas seseorang dibentuk/diarahkan melalui cerita yang mencerminkan bagaimana sesuatu itu diyakini seperti apa Cerita ini diciptakan dalam kelompok-kelompok, melalui interaksi simbolik. Berantai dari individu ke individu, dari kelompok ke kelompok Sebagai bagian yang lebih besar dari drama, di dalam fantasy themes, cerita dapat diciptakan dengan lebih komplek, dramatis, atraktif- rhetorical vision

34 Lanjutan Rhetorical vision menstruktur realitas di wilayah yang kita tidak dapat mengalami/merasakan langsung kecuali mengetahui hanya melalui reproduksi simbolik Vision yang demikian dapat memberikan gambaran tentang suatu hal pada masa lalu, sekarang dan ke depan pada suatu tempat, yang hal ini didasarkan pada pengetahuan kelompok

35 Lanjutan Fantasy theme sebagai rhetorical vision mempunyai beberapa segi: karakter (charater), alur plot (plot line), scene (lokasi/setting), sumber legitimasi pelaku (sanctioning agent) Karakter: orang sukses, pencundang, pahlawan dst Alur plot: bagaimana cerita dikembangkan dan dibangun

36 Penutup Terima kasih


Download ppt "Theories of Symbolic Interaction, Structuration and Convergence."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google