Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

K ONSEP DASAR MANAJEMEN PERSEDIAAN Dr. Djoko Poernomo, M.Si Dosen Matakuliah Manajemen Persediaan Program Studi Adm. Bisnis Jurusan Ilmu Administrasi FISIP.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "K ONSEP DASAR MANAJEMEN PERSEDIAAN Dr. Djoko Poernomo, M.Si Dosen Matakuliah Manajemen Persediaan Program Studi Adm. Bisnis Jurusan Ilmu Administrasi FISIP."— Transcript presentasi:

1 K ONSEP DASAR MANAJEMEN PERSEDIAAN Dr. Djoko Poernomo, M.Si Dosen Matakuliah Manajemen Persediaan Program Studi Adm. Bisnis Jurusan Ilmu Administrasi FISIP UNEJ 26 Februari 2015 (1)

2 K ONTRAK P ERKULIAHAN  Hadir tepat waktu (toleransi terlambat 15 menit, lebih dari itu mahasiswa tidak boleh masuk kelas) kecuali mendapat ijin masuk dari dosen.  Berpakaian pantas (jangan menggunakan kaos tanpa kerah, sandal).  Model pembelajaran: student center learning via pemberian tugas individu, kelompok, dan presentasi (diskusi).  Kriteria penilaian: tingkat kehadiran tatap muka, tugas individu, kelompok, presentasi, dan diskusi, UTS, dan UAS.  Jika tidak masuk, buat surat ijin dengan alasan atau bukti yang jelas.

3 Mahasiswa mampu: C APAIAN P EMBELAJARAN 1)Menjelaskan konsep persediaan, serta ruang lingkup persediaan. 2)Menjelaskan arti pentingnya persediaan, serta faktor- faktor yang mempengaruhi adanya persediaan.

4 Diambil dari Haizer et al., (2005):  Profil perusahaan global yang sukses: Amazon.com yang sukses meraih keunggulan kompetitif melalui manajemen persediaan yang baik.  Semula Jeff Bezoz hanya ingin memulai bisnisnya sebagai pedagang eceran “virtual” (jadi tidak punya persediaan, tidak punya gudang, dan tidak ada biaya overhead) yang didirikan tahun Ia hanya menyediakan sejumlah komputer untuk menerima pesanan dan memberikan otorisasi ke pihak lain untuk memenuhinya. Namun yang terjadi tidaklah demikian.  Amazon.com sekarang memiliki berjuta-juta barang persediaan tersimpan rapi di ratusan ribu peti pada rak-rak logam, dalam gudang-gudang yang tersebar diseluruh AS.  Pelajaran yang dapat diambil: Amazon.com memahami sepenuhnya bahwa persediaan adalah salah satu aset termahal di perusahaan, berjumlah sekitar 50 persen dari total modal yang ditanam. C ONTOH SUKSES

5 PENDAHULUAN Persediaan bagi perusahaan manufaktur (kecil, menengah, dan besar) sangat penting untuk diciptakan demi menjamin kelancaran proses produksi maupun dalam menyediakan keluaran yang dibutuhkan masyarakat sekarang dan di masa datang. Jenis persediaan yang dibentuk oleh perusahaan bisa hanya satu jenis saja namun bisa lebih dari satu jenis. Pimpinan perusahaan perlu berpikir stratejik yang memastikan bahwa pasokan kebutuhan di pasar input dan delivery di pasar output berjalan lancar serta dilakukan dengan memperhatikan prinsip- prinsip efisiensi, manfaat, dan efektif. Oleh sebab itu dibutuhkan pengelolaan persediaan dengan perspektif stratejik.

6 P ENGERTIAN PERSEDIAAN Banyak pakar memberikan definisi persediaan. Persediaan dapat didefinisikan sebagai asset perusahaan yang bernilai, yang mengendap sementara waktu, berwujud, yang sewaktu- waktu dapat digunakan untuk kepentingan proses produksi maupun lainnya guna menambah nilai (kinerja) perusahaan di masa sekarang maupun masa yang akan datang. Unsur pengertian persediaan: a) Bernilai b) Mengendap atau disimpan c) Sewaktu-waktu dapat digunakan d) Berwujud

7 J ENIS PERSEDIAAN 1) Bahan baku 2) Bahan pembantu atau penolong 3) Spare-parts 4) Barang setengah jadi 5) Barang jadi

8 B AHAN BAKU Bahan baku adalah jenis bahan yang menjadi bahan baku utama untuk kebutuhan proses produksi perusahaan. Proporsinya bisa mencapai lebih dari 60 persen dibanding bahan lainnya. Jika bahan baku ini tidak ada maka proses produksi perusahaan akan terhenti. Contoh: bahan baku pembuatan genteng adalah tanah; bahan baku pembuatan roti adalah tepung dan telur; bahan baku pembuatan batik tulis adalah kain dasar; bahan baku pembuatan korek api non gas adalah kayu pinus; dll.

9 B AHAN PEMBANTU ATAU PENOLONG Disebut bahan pembantu atau penolong dikarenakan ia sebagai pelengkap proses produksi perusahaan. Proporsinya tidak melebihi jumlah bahan baku (utama). Jika bahan jenis ini tidak ada maka proses produksi tetap berjalan namun tidak maksimal (kualitas hasil akan menurun). Contoh: bahan pembantu pembuatan batik tulis adalah zat pewarna atau malam; bahan pembantu pembuatan roti adalah gula; bahan pembantu pembuatan korek api non gas adalah zat kima (pembakar); dll.

10 S PARE - PARTS Jenis bahan ini sangat berkaitan dengan teknologi proses yang dipakai perusahaan. Nilai spare-parts sangat tergantung kepada karakteristik teknologi proses (bisa nilainya rendah atau murah namun juga cukup mahal). Tidak adanya spare-parts dalam jangka panjang tertentu mengganggu proses produksi namun dalam jangka pendek tidak mengganggu. Contoh spare-prats adalah minyak pelumas, suku cadang mesin atau onderdil-onderdil.

11 B ARANG SETENGAH JADI Barang setengah jadi adalah bahan baku yang telah di proses namun belum final. Contoh: 1) Barang setengah jadi dalam pembuatan batik tulis adalah kain batik yang belum mendapat sentuhan pewarnaan; 2) Barang setengah jadi dalam pembuatan genteng adalah genteng yang belum mengalami pembakaran; 3) Barang setengah jadi dalam pembuatan roti donat adalah roti donat yang belum masuk mesin oven; dll.

12 B ARANG JADI Barang jadi adalah keluaran akhir dari proses produksi perusahaan. Contoh: 1) Barang jadi pembuatan batik tulis adalah kain batik tulis yang telah mengalami pewarnaan dan telah siap dijual di pasar output. 2) Barang jadi pembuatan genteng adalah genteng yang telah mengalami proses pembakaran dan penjemuran dan telah siap di jual di pasar output. 3) Barang jadi pembuatan roti donat adalah roti donat yang telah dimasak di mesin oven dan telah siap di jual di pasar output.

13 P ENGGOLONGAN LAIN PERSEDIAAN Tahap Proses: 1) Bahan baku 2) Barang setengah jadi 3) Barang jadi Jumlah & Nilai: 1) Item A 2) Item B 3) Item C Tipe Permintaan: 1) Permintaan bebas 2) Permintaan tidak bebas Lainnya: 1) Mantainance 2) operating

14 KEUNTUNGAN ADA PERSEDIAAN  Melindungi dari faktor ketidakpastian: 1) Kekurangan bahan baku. 2) Variasi barang dalam proses. 3) Perubahan-perubahan permintaan barang jadi.  Mendukung perencanaan strategis perusahaan  Menjamin keberlanjutan  Mengambil keuntungan atas skala ekonomi 1) Pembelian dalam jumlah besar akan mengurangi rata-rata biaya total unit yang berhubungan ke fixed ordering, setup costs, dan transportation costs.

15 KELEMAHAN PERSEDIAAN  Menimbulkan biaya-biaya lebih tinggi, terjadi pada: 1) Item biaya (jika membeli) 2) Ordering (set up) cost 3) Holding (carrying cost)  Memunculkan adanya pengawasan (biaya)  Menyembunyikan masalah produksi

16 D ILEMA PERSEDIAAN 1) Perlu ada 2) Tidak terlalu banyak tidak terlalu sedikit 3) Efisiensi dan efektifitas operasi perusahaan terjaga 4) Biaya yang ditimbulkan “tepat” 5) Kualitas tetap terjaga walau tidak terpakai sementara waktu 6) Tidak menciptakan masalah lainnya

17 JENIS BIAYA PERSEDIAAN 1) Holding costs: biaya dikaitkan dengan penanganan atau menyediakan persediaan sepanjang waktu. 2) Ordering costs: biaya dikaitkan dengan mengadakan pesanan (order) dan menerima barang. 3) Setup costs: biaya dikaitkan dengan menyiapkan mesin-mesin atau proses manufaktur sebuah order.

18 MANAJEMEN PERSEDIAAN  Kegiatan berkaitan dengan: 1) Perencanaan, 2) Pengorganisasian, 3) Pemakaian, 4) Pengawasan atau pengendalian, dan 5) Pemeliharaan Terhadap: Bahan baku, Bahan pembantu, Spare-parts, Barang setengah jadi, Barang jadi dan daya dukungnya (misal pergudangan)

19 PERENCANAAN PERSEDIAAN  Berhubungan ke sejumlah rencana kegiatan terkait dengan, misalnya, pengadaan bahan baku dan pembantu, spare-parts, barang setengah jadi, dan barang jadi.  Memperhitungkan: 1) Sumber input proses produksi, Jenis, jumlah, kualitas, karakteristik (misal mudah rusak atau tidak) input dan output proses produksi, 2) Kapasitas gudang, 3) Stok tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

20 PENGORGANISASIAN PERSEDIAAN  Stok dapat dibagi kedalam 3 klas: 1) Klas A sangat penting, 2) Klas B penting, dan 3) Klas C biasa.  Basis penilaian pada: 1) Volume, 2) Nilai atau harga, dan 3) Kurun waktu 1 tahun.  Analisis ABC didasarkan pada kebijakan: 1) Membangun klas A yang bisa lebih banyak pemasoknya 2) Pengawasan fisik klas A lebih ketat 3) Peramalan klas A lebih hati-hati.

21 PENGAWASAN PERSEDIAAN  Pengawasan fisik  Pengawasan akuntansi  Pengawasan jumlah yang dibutuhkan, mencakup: 1) Lead time, 2) Pemakaian, 3) Biaya penyimpanan, 4) Stock out cost, 5) Penyimpangan rata-rata waktu pemesanan dan pemakaian.

22 PENGENDALIAN YANG EFEKTIF  Pengendalian persediaan yang efektif adalah mengoptimalkan dua tujuan : 1) Memperkecil total investasi pada persediaan 2) Menjual/menyediakan berbagai produk yang benar untuk memenuhi permintaan konsumen.  Hal ini dapat dicapai apabila dapat menentukan : 1) Berapa banyak suatu item barang akan dipesan pada suatu waktu. 2) Kapan dilakukan pemesanan ulang terhadap item tersebut. 3) Yang mana dari item-item tersebut perlu dilakukan pengawasan.

23 ISU TERKINI MANAJEMEN PERSEDIAAN  Persediaan adalah utang bukan kekayaan.  Rata-rata jumlah persediaan relatif menurun dikaitkan ke penjualan tahunan.  Perusahaan fokus pada pengurangan setup & order cost, mengakibatkan jumlah pemesanan ekonomis lebih kecil.  Perusahaan bekerja lebih erat dengan vendor untuk mengurangi lead time, waktu, dan konsekwensi-konsekwensi dalam menghasilkan produk.

24 LANJUTAN… Permintaan untuk komponen dan jasa adalah variabel yang tinggi dan tergantung pada permintaan untuk produk akhir Integrasi materials requirements planning (MRP) kedalam enterprise resource planning (ERP) systems mengurangi persediaan dan lead times Penggunaan MRP menyediakan informasi akurat untuk shop-floor control of inventories, processes and due dates

25 T ERAKHIR DARI S AYA …


Download ppt "K ONSEP DASAR MANAJEMEN PERSEDIAAN Dr. Djoko Poernomo, M.Si Dosen Matakuliah Manajemen Persediaan Program Studi Adm. Bisnis Jurusan Ilmu Administrasi FISIP."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google