Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ajaran-Ajaran Sang Buddha tentang Pemimpin By:Howard 5B.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ajaran-Ajaran Sang Buddha tentang Pemimpin By:Howard 5B."— Transcript presentasi:

1 Ajaran-Ajaran Sang Buddha tentang Pemimpin By:Howard 5B

2 Arti Pemimpin Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan- kelebihan di satu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan- kelebihan di satu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan.

3 Ciri Ciri Pemimpin yang baik Pengetahuan umum yang luas, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis. Pengetahuan umum yang luas, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis. Kemampuan untuk tumbuh dan berkembang dalam memajukan organisasi. Kemampuan untuk tumbuh dan berkembang dalam memajukan organisasi. Sikap yang intuitif atau rasa ingin tahu, merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru. Sikap yang intuitif atau rasa ingin tahu, merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru. Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan adalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah. Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan adalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah. Daya ingat yang kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat. Daya ingat yang kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat. Kapasitas integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi. Kapasitas integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi. Ketrampilan berkomunikasi secara efektif, fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan. Ketrampilan berkomunikasi secara efektif, fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan. Keterampilan Mendidik, memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi. Keterampilan Mendidik, memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi. Rasionalitas, semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut. Rasionalitas, semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut. Objektivitas, pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif. Objektivitas, pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif.

4 Manfaat memiliki pemimpin yang bijaksana Manfaat dari pemimpin yang baik adalah jika pemimpin itu mendapat untuk memimpin negaranya dengan baik, negaranya mendapat manfaat dari lepas dari hukuman.

5 Bagaimana cara agar kita menjadi pemimpin yang sesuai dhamma Berkaitan dengan kepemimpinan, dalam Buddhisme terdapat ajaran mengenai syarat- syarat yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu dasa raja dhamma. Dasa raja dhamma adalah sepuluh kewajiban seorang raja (Piyadassi, 2003: 426). Dengan memilikidasa raja dhamma, seorang pemimpin dapat memimpin dengan arif dan bijaksana serta dihormati atau disegani oleh rakyatnya. Untuk memenuhi dasa raja Berkaitan dengan kepemimpinan, dalam Buddhisme terdapat ajaran mengenai syarat- syarat yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu dasa raja dhamma. Dasa raja dhamma adalah sepuluh kewajiban seorang raja (Piyadassi, 2003: 426). Dengan memilikidasa raja dhamma, seorang pemimpin dapat memimpin dengan arif dan bijaksana serta dihormati atau disegani oleh rakyatnya. Untuk memenuhi dasa raja

6 Mengapa pikiran itu memimpin segala aktivitas manusia Pikiran itu bisa memimpin segala aktivitas manusia karena setiap kali manusia akan membuat keputusan yang terakhir, mereka perlu terlebih dahulu sebelum membuat keputusan dalam segala aktivitas manusia.

7 Conclusion Jadi dari ini, pemimpin yang bijaksana mempunyai banyak ciri-ciri dan memiliki manfaat sendiri juga memakai pikiran untuk membantu negaranya.


Download ppt "Ajaran-Ajaran Sang Buddha tentang Pemimpin By:Howard 5B."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google