Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANALISIS KEPUTUSAN BAGI SITUASI MASA DEPAN YANG TIDAK PASTI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANALISIS KEPUTUSAN BAGI SITUASI MASA DEPAN YANG TIDAK PASTI."— Transcript presentasi:

1 ANALISIS KEPUTUSAN BAGI SITUASI MASA DEPAN YANG TIDAK PASTI

2 UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KEPUTUSAN  SEBELUM INFORMASI TAMBAHAN KITA MENGGUNAKAN PROBABLITAS KASAR (PRIOR PROBABILITY).  UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KEPUTUSAN DILAKUKAN PENELITIAN TAMBAHAN SEHINGGA DIPEROLEH ANGKA PROBABILITAS YANG BARU (POSTERIOR PROBABILITY). PRIOR PROBABILITY INFORMASI BARU ANALISIS BAYESIAN POSTERIOR PROBABILITY A. PENGEMBANGAN STRATEGI KEPUTUSAN

3 HASIL PENELITIAN TAMBAHAN HASIL PENELITIAN DAPAT DIGOLONGKAN MENJADI 2 KELOMPOK: 1.HASIL STUDI MENDUKUNG (FAVORABLE) JIKA RESPONDEN YANG DIHUBUNGI MENUNJUKKAN MINAT YANG TINGGI TERHADAP PENYEDIAAN JASA KONSULTAN. 2.HASIL STUDI KURANG MENDUKUNG (UNFAVORABLE) JIKA RESPONDEN YANG DIHUBUNGI MENUNJUKKAN KURANG BERMINAT TERHADAP PENYEDIAAN JASA KONSULTAN. SITUASI MASA DEPANHASIL STUDI CONDITIONAL PROBABILITY FAVORABLE P(I1/Sj) CONDITIONAL PROBABILITY UNFAVORABLE P(I2/Sj) S1 PERMINTAAN TINGGI S2 PERMINTAAN RENDAH 0,8 0,1 0,2 0,9 Jika S1 benar maka 80% hasil studi favorable. Jika S2 benar maka 90% hasil studi tidak favorable.

4 Rp 12 JT Rp 6 JT Rp 15 JT Rp 2 JT Rp 20 JT - Rp 3 JT D1 D2 D3 S1 S2 S1 S2 S1 S2 I Rp 12 JT Rp 6 JT Rp 15 JT Rp 2 JT Rp 20 JT - Rp 3 JT D1 D2 D3 S1 S2 S1 S2 S1 S2 I1 1 Hasil eksperimen: bisa I1 (favorable) atau bisa I2 (unfavorable)

5 1. JIKA HASIL STUDI MENDUKUNG (FAVORABEL) MAKA PROBALITAS AKHIR SITUASI MASA DEPAN PROB. AWAL P(Sj) PROB. KONDISIONAL P(I1/Sj) PROB. GABUNGAN P(I1,∩Sj) PROB. AKHIR P(Sj/I1) S1 S2 0,4 0,6 0,8 0,1 0,32 0,06 P(I1) = 0,38 0,32/0,38= 0,8421 0,06/0,38= 0,1579 PROBABILITAS GABUNGAN: P(I1∩S1) = P(S1) P(I1/S1) P(I1∩S2) = P(S2) P(I1/S2) PROBABILITAS AKHIR: P(S1/I1) = P(I1∩S1)/P(I1) P(S2/I1) = P(I1∩S2)/P(I1) PROBABILITAS GABUNGAN: P(I1∩S1) = P(S1) X P(I1/S1)=0,4X0,8=0,32 P(I1∩S2) = P(S2) X P(I1/S2)=0,6X0,1=0,06 P(I1)= P(I1∩S1) + P(I1∩S2) =0,32+0,06=0,38 PROBABILITAS AKHIR: P(S1/I1) = P(I1∩S1)/P(I1)=0,32/0,38=0,8421 P(S2/I1) = P(I1∩S2)/P(I1)=0,06/0,38=0,1579

6 2. JIKA HASIL STUDI TIDAK MENDUKUNG (UNFAVORABEL) MAKA PROBALITAS AKHIR SITUASI MASA DEPAN PROB. AWAL P(Sj) PROB. KONDISIONAL P(I1/Sj) PROB. GABUNGAN P(I1, ∩Sj) PROB. AKHIR P(Sj/I1) S1 S2 0,4 0,6 0,2 0,9 0,08 0,54 P(I2) = 0,62 0,08/0,62= 0,1290 0,54/0,62= 0,8710 PROBABILITAS GABUNGAN: P(I2∩S1) = P(S1) X P(I2/S1)=0,4X0,2=0,08 P(I2∩S2) = P(S2) X P(I2/S2)=0,6X0,9=0,54 P(I2)= P(I2∩S1) + P(I2∩S2) =0,08+0,54=0,62 PROBABILITAS AKHIR: P(S1/I2) = P(I2∩S1)/P(I2)=0,08/0,62=0,1290 P(S2/I2) = P(I2∩S2)/P(I2)=0,54/0,62=0,8710

7 Rp 12 JT Rp 6 JT Rp 15 JT Rp 2 JT Rp 20 JT - Rp 3 JT D1 D2 D3 P(S1)=0,8421 P(S2)=0,1579 P(S1)=0,8421 P(S2)=0,1579 P(S1)=0,8421 P(S2)=0,1579 P(I1)=0, Rp 12 JT Rp 6 JT Rp 15 JT Rp 2 JT Rp 20 JT - Rp 3 JT D1 D2 D3 P(S1)=0,1290 P(S2)=0,8710 P(S1)=0,1290 P(S2)=0,8710 P(S1)=0,1290 P(S2)=0,8710 P(I2)= 0,62 1

8 PERHITUNGAN EXPECTED MONETARY VALUE UNTUK MASING-MASING NODE (4,5,6,7,8) ,0526 jt 12,9533 jt 16,3683 jt 6,774 jt 3,667 jt - 0,033 jt I1 I2 D1 D2 D3 D1 D2 D3 EMV (NODE 4) = (0,8421)(12juta) + (0,1579)(6 juta) = Rp 11,0526 juta. EMV (NODE 5) = (0,8421)(15juta) + (0,1579)(2 juta) = Rp 12,9533 juta. EMV (NODE 6) = (0,8421)(20juta) + (0,1579)(-3 juta) = Rp 16,3683 juta. EMV (NODE 7) = (0,1290)(12juta) + (0,8710)(6 juta) = Rp 6,774 juta. EMV (NODE 8) = (0,1290)(15juta) + (0,8710)(2 juta) = Rp 3,677 juta. EMV (NODE 9) = (0,1290)(20juta) + (0,8710)(-3 juta) = Rp -0,033 juta.

9 ,0526 jt 12,9533 jt 16,3683 jt 6,774 jt 3,667 jt - 0,033 jt I1 I2 D1 D2 D3 D1 D2 D3 UNTUK NODE 2 PILIHAN JATUH PADA D3 DENGAN EMV = Rp 16,36 jt UNTUK NODE 3 PILIHAN JATUH PADA D1 DENGAN EMV = Rp 6,77 jt. PILIHAN D3 ATAU D1 TERGANTUNG HASIL PENELITIAN. EXPECTED VALUE OF OPTIMAL DECISION WITH SAMPLE INFORMATION = (0,38) X (16,36 jt) + (0,62) X (6,77 jt) = Rp 10,41 jt.

10 B. EXPECTED VALUE OF SAMPLE INFORMATION (EVSI) JUMLAH BIAYA MAKSIMUM YANG LAYAK DIKELUARKAN UNTUK MELAKUKAN PENELITIAN EVSI = EMV (DENGAN SAMPLE) – EMV (TANPA SAMPLE) EVSI = Rp 10,41 jt – Rp 8,4 jt = Rp 2,01 juta. LEMBAGA BOLEH MEMBAYAR BIAYA STUDI PALING TINGGI SEBESAR Rp 1,76 juta.

11 C. TINGKAT EFISIENSI INFORMASI SAMPLE E = EVSI/EVPI X 100% E = Rp 2,01 jt/ Rp 3,2 jt x 100% = 55% INFORMASI YANG DIPEROLEH DARI STUDI 55% EFISIEN DIBANDINGKAN DENGAN INFORMASI SEMPURNA (PERFECT INFORMATION).

12 D. PROSEDUR PENGGUNAAN POHON KEPUTUSAN TAHAP 1: MEMBUAT CABANG-CABANG POHON KEPUTUSAN MEMBUAT DECISION NODE PADA UJUNG ALTERNATIF BUAT TITIK SITUASI MASA DEPAN. BUAT CABANG-CABANG SITUASI MASA DEPAN YANG MUNGKIN TERJADI JIKA MASIH ADA ALTERNATIF LAIN SETELAH UJUNG SITUASI MASA DEPAN MAKA BUATLAH TITIK KEPUTUSAN BARU. TAHAP 2: MENYISIPKAN DAUN-DAUN TULISKAN BIAYA PELAKSANAAN DARI MASING-MASING SITUASI MASA DEPAN. TULISKAN PROBABILITAS MASING-MASING SITUASI MASA DEPAN. TULISKAN GROSS PAYOFF PADA UJUNG CABANG SITUASI MASA DEPAN.


Download ppt "ANALISIS KEPUTUSAN BAGI SITUASI MASA DEPAN YANG TIDAK PASTI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google