Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pemakaian alat Nebulizer dan EKG Kelompok 3. Definisi Alat medis yang digunakan untuk merubah obat dari bentuk cair ke bentuk partikel uap/aerosol menggunakan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pemakaian alat Nebulizer dan EKG Kelompok 3. Definisi Alat medis yang digunakan untuk merubah obat dari bentuk cair ke bentuk partikel uap/aerosol menggunakan."— Transcript presentasi:

1 Pemakaian alat Nebulizer dan EKG Kelompok 3

2

3 Definisi Alat medis yang digunakan untuk merubah obat dari bentuk cair ke bentuk partikel uap/aerosol menggunakan bantuan tekanan udara dan ultrasonic yang dimasukan ke dalam saluran pernafasan.

4 Jenis – jenis Nebulizer Disposible nebulizer Re-usable nebulizer Model Nebulizer Nebulizer compressors

5 Next ultrasonic nebulizer A new generation of nebulizer

6 Tujuan Sekret/sputum menjadi lebih encer dan mudah untuk dikeluarkan Pernafasan menjadi lebih lega Selaput lendir pada saluran nafas tetap lembab Mengobati peradangan pada saluran pernafasan

7 Indikasi Rasa tertekan di dada Sesak nafas Peningkatan produksi secret. Pneumonia dan atau atelektasis. Kontraindikasi Tekanan darah tinggi Nadi yang meningkat/ takikardia Riwayat reaksi yang tidak baik dari pengobatan.

8 Prinsip kerja Nebulizer Obat Listrik (Tekanan udara, Ultrasonic) Uap/aerosol Tujuan Tercapai

9 Standar Operasional Prosedur (SOP) Peralatan Set nebulizer Obat bronkodilator Bengkok 1 buah Tissue alchohol Spuit 5 cc Aquades Tissue

10 Prosedur Tahap Pra Interaksi Melakukan verifikasi program pengobatan klien Mencuci tangan Menempatkan alat di dekat pasien Tahap Orientasi Memberikan salam dan menyapa nama pasien Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/klien Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan Tahap kerja Menjaga privacy pasien Mengatur pasien dalam posisi duduk Menempatkan meja/troly di depan pasien yang berisi set nebulizer Mengisi nebulizer dengan aquades sesuai takaran Memastikan alat dapat berfungsi dengan baik memasukkan obat sesuai dosis Memasang masker pada pasien Menghidupkan nebulizer dan meminta pasien nafas dalam sampai obat ha Bersihkan mulut dan hidung dengan tissue

11 Next... Tahap Terminasi Melakukan evaluasi tindakan Berpamitan dengan klien Membereskan alat-alat Mencuci tangan Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan Kelebihan Bersifat topikal/bekerja di 1 tempat sehingga efek terapi menjadi lebih cepat. efek maximal dicapai 10 mnt setelah pengobatan Dosis obat yang diberikan sangat kecil namun efek terapi lebih besar dari pada efek samping obat yang diberikan. Dapat dipakai pada bayi dan anak

12 Kekurangan Bentuk fisik yang cukup besar tidak membuatnya praktis Memerlukan sumber listrik Biaya yang dikeluarkan untuk terapi inhalasi cukup mahal Perawatan Alat Setelah digunakan / sehabis dipakai Lepaskan masker atau mouthpiece dan juga bagian yang berbentuk T” dari tutup. Pindahkan pipa atau selang dan rapikan disekitarnya. Selang atau pipa tidak boleh dicuci atau dibilas Bilas masker atau mouthpiece dan bagian penghubung dengan air hangat yang mengalir selama 30 detik. Gunakan air yang telah direbus atau air steril untuk membilas apabila memungkinkan.

13 Perawatan alat Keringkan masker atau mouthpiece dengan kertas tissue atau diangin-anginkan. Rangkai kembali bagian-bagian tersebut seperti semula dan sambungkan ke kompresor Nyalakan mesin selama 10 – 20 detik untuk mengeringkan bagian dalam dari nebulizer. Lepas kembali selang dari pipa kompresor. Masukkan nebulizer ke dalam tas plastic tertutup

14

15 Definisi Elektrokardiografi ( EKG atau ECG ) adalah alat bantu diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi aktivitas listrik jantung berupa grafik yang merekam perubahan potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu.

16 Tujuan Untuk mengetahui adanya kelainan irama jantung. Mengetahui adanya kelainan miokardium/lapisan tengah jantung Mengetahui pengaruh/efek obat jantung Mengetahui adanya gangguan elektrolit Mengetahui adanya perikarditis/lapisan terluar jantung

17 Indikasi Penggunaan EKG hanya dilakukan sesuai indikasi / ketentuan atau atas instruksi dokter Pasien dengan kelainan irama jantung Pasien dengan kelainan miokard seperti infark Pasien dengan pengaruh obat-obat jantung terutama digitalis Pasien dengan gangguan elektrolit Pasien perikarditis Pasien dengan pembesaran jantung Pasien dengan kelainanPenyakit inflamasi pada jantung. Pasien di ruang ICU

18 Kontraindikasi Tidak di temukan kontraindikasi pada pemeriksaan ini. Prinsip Kerja EKG Pencatatan grafik variasi-variasi potensial listrik otot jantung yang terdeteksi oleh permukaan jantung Merekam signal elektrik yang berkaitan dengan aktivitas jantung Menghasilkan grafik rekaman tegangan listrik terhadap waktu

19 Standar Operasional Prosedur (SOP) Peralatan Set mesin EKG Kabel untuk sumber listrik Kabel elektroda sumber listrik Plat elektroda Balon pengisal elektroda dada jelly Bengkok Tissue Kertas EKG

20 Prosedur Tahap Pra Interaksi Melakukan verifikasi program pengobatan klien Mencuci tangan Menempatkan alat di dekat pasien Tahap Orientasi Memberikan salam dan menyapa nama pasien Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/klien Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

21 Tahap Kerja Menjaga privacy pasien Mengatur pasien dalam posisipasien terlentang datar Membuka dan melonggarkan pakaian pasien bagian atas, bila pasien memakai jam tangan, gelang, logam lain agar dilepas Membersihkan kotoran dengan menggunakan kapas pada daerah dada, kedua pergelangan tangan dan kedua tungkai dilokasi manset elektroda Mengoleskan jelly pada permukaan elektroda Memasang manset elektroda pada kedua pergelangan tangan dan kedua tungkai Memasang arde Menghidupkan monitor EKG

22 Next Menyambungkan kabel EKG pada kedua tungkai pergelangan tangan dan kedua tungkai pergelangan kaki pasien, untuk rekaman ekstremitas lead (Lead I, II, III, AVR, AVL, AVF) dengan cara : ◦ Warna merah pada pergelangan tangan kanan ◦ Warna hijau pada kaki kiri ◦ Warna hitam pada kaki kanan ◦ Warna kuning pada pergelangan tangan kiri

23 Memasang elektroda dada untuk rekaman precardial lead ◦ V1 pada intreosta keempat garis sternum kanan ◦ V2 pada intreosta keempat garis sternum kiri ◦ V3 pada pertengahan V2 dan V1 ◦ V4 pada intrekosta kelima garis pertengahan elavikula kiri ◦ V5 pada axila sebelah depan kiri ◦ V6 pada axila sebelah belakang kiri.

24 Melakukan kalibrasi dengan kecepatan 25 mili/detik Bila rekaman EKG telah lengkap terekam, semua elektroda yang melekat ditubuh pasien dilepas dan dibersihkan seperti semula Pasien dibantu merapihkan pakaian Untuk pasien rawat inap hasil rekaman EKG disimpan kedalam berkas rekam medik pada formulir yang tersedia dan dilaporkan kedokter Tindakan EKG yang telah dilakukan dicatat kedalan catatan perawat pada berkas rekam medik pasien Untuk pasien rawat jalan, hasil rekaman EKG diberikan ke dokter yang bersangkutan.

25 Next Tahap Terminasi Melakukan evaluasi tindakan Berpamitan dengan klien Membereskan alat-alat Mencuci tangan Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan Kelebihan EKG Murah tidak menimbulkan perlukaan sehingga tidak berbahaya Bisa ditemukan di banyak sarana klinik Cepat memperlihatkan hasil jadi hampir pada semua orang bisa dilakukan EKG.

26

27 EKG juga bisa digunakan sebagai alat monitoring yang terus-menerus (kontinyu), misalnya monitoring EKG di ruang ICU, serta holter yaitu alat rekam EKG yang portabel dapat dibawa kemana-mana. Holter dapat melakukan rekaman jantung selama 24 jam atau lebih. Hasil rekaman dievaluasi oleh dokter, sehingga dokter dapat mengetahui kapan keadaan 'iskemik' jantung terjadi. Merupakan standar emas untuk diagnosis aritmia jantung/gangguan listrik jantung Elektrokardiogram ( EKG ) memandu tingkatan terapi dan risiko untuk pasien yang dicurigai ada infark/kematian otot jantung akut Elektrokardiogram ( EKG ) digunakan sebagai alat tapis penyakit jantung iskemik/kekurangan O2 selama uji stres jantung Elektrokardiogram ( EKG ) kadang-kadang berguna untuk mendeteksi penyakit bukan jantung (mis. emboli paru atau hipotermia) Elektrokardiogram ( EKG ) membantu menemukan gangguan elektrolit (mis. hiperkalemia dan hipokalemia) Elektrokardiogram ( EKG ) memungkinkan penemuan abnormalitas konduksi (mis. blok cabang berkas kanan dan kiri)

28 Kekurangan EKG EKG hanya bisa melihat 'gejala elektrik jantung' saat jantung mengalami sumbatan, karena EKG bukanlah pemeriksaan 'pencitraan jantung'. Walau demikian, berbagai kelainan lanjut yang merupakan komplikasi dapat dilihat sebagai aktivitas listrik yang tidak normal akan terekam dalam EKG. EKG tidak bisa sepenuhnya memberikan kesimpulan PJK bila pada saat diperiksa penderita tidak sedang mengalami keluhan nyeri dada. Keadaan 'iskemik' dapat dibuat dengan tes / uji latih treadmill. EKG tidak bisa 'melihat' sumbatan

29 Perawatan EKG Gunakan ECG cream /ECG gel khusus untuk ECG agar electroda tidak mudah korosif, jika korosif mempengaruhi hantaran signal (trilling). Bersihkan dengan tissu basah kemudian tissu kering pastikan tidak ada sisa gel yang menempel di electroda. Setelah menggunakan kabel sebaiknya di gantung pada stand janagan de lekuk tidak beraturan. Patikan pemasangan kertas dengan benar pada saat refill kembali. Charge battery sebelum habis agar battery awet. Jangan bersihkan dengan air langsung, alkohol, atau bahan kimia berbahaya Lindungi dari debu, kotoran, cairan. Simpan di tempat sejuk dan kering

30


Download ppt "Pemakaian alat Nebulizer dan EKG Kelompok 3. Definisi Alat medis yang digunakan untuk merubah obat dari bentuk cair ke bentuk partikel uap/aerosol menggunakan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google