Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tugas Fitokimia Kelompok 12 Sambiloto ( Andrographis paniculata )

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tugas Fitokimia Kelompok 12 Sambiloto ( Andrographis paniculata )"— Transcript presentasi:

1 Tugas Fitokimia Kelompok 12 Sambiloto ( Andrographis paniculata )

2 Anggota Kelompok Ana Lestari Destia Riani Rosi Dewika Dian Purwati Dian Asmidawati Syafiah Ratih Saridewi Ulul Izzatun Jannah Liesma Yuhelvia

3 Klasifikasi Sambiloto Klasifikasi tanaman sambiloto adalah sebagai berikut (Depkes,1979) : Kingdom : Plantae Sub-kingdom: Tracheobionta Superdivisio: Spermahopyta Divisio: Magnoliopyta Kelas: Magnoliopsida Sub Kelas: Asteridae Ordo : Scrophulariales Familia : Acanthaceae Genus: Andrographis Species: Andrographis paniculata Ness.

4 Khasiat Sambiloto  Sambiloto mengandung senyawa flavonoid yang bersifat mencegah sekaligus menghancurkan penggumpalan darah.  Sambiloto memiliki kadar kalium yang tinggi dan rendah kandungan natrium. Kalium diperlukan untuk mengeluarkan air dan natrium dalam tubuh sehingga bisa menurunkan tekanan darah. Sementara natrium harus di hindari karena bisa meningkatkan tekanan darah.

5 Kandungan Sambiloto Flavonoid terbanyak diisolasi dari akar yaitu polimetatoksivaflavon, andrografin, pan, ikkulin. Mono- 0-metilwhitin dan apigenin-7,4 dimetileter Senyawa yang diisolasi dari akar sambiloto antara lain senyawa glikosida, flavanon (andrografidin A) dan glikosida, flavon seperti andrografidin B, C (Gambar 3), D, E, dan F (Gambar 4) (WHO1999). Beberapa senyawa flavonoid lain yang juga telah berhasil diisolasi dari akar sambiloto antara lain 5- hidroksi-7,8 dimetoksiflavanon, 5-hidroksi-3,7,8,2’- tetrametoksiflavon dan 5-hidroksi-7,8-dimetoksiflavon (Gambar 5).

6 Struktur Flavonoid Polimetoksi

7 Sifat Fisika dan Kimia SIFAT FISIKA Flavonoid polimetoksi / polimetil (non polar) larut dalam heksan, PE, kloroform, eter, etil asetat, dan alcohol. (contoh : sinensetin) SIFAT KIMIAWI 1.Terionisasi oleh basa kuat (NaOH, KOH, NH 4 OH) 2.Membentuk khelat (kompleks) dengan penambahan AlCl 3 atau logam lain yang bervalensi 3 (Fe, Pb, Sb) yang juga memberikan warna kuning lebih intensif.

8 Metode Penyarian Simplisia sambiloto disortasi simplisia diserbukkan, di timbang 500 gram decogta dengan pelarut air pada temperatur 90 o C selama 30 menit (Rakesh, at al., 1994). Ekstrak Fraksinasi: polar dan non polar Isolasi dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). FD: silika gel 60 GF254. FG: butanol : asam asetat : air (4:1:5) (lapisan atas) Aglikon berada di atas

9 Deteksi Flavonoid Sejumlah sampel digerus dalam mortir dengan sedikit air, pindahkan dalam tabung reaksi, tambahkan sedikit logam magnesium dan 5 tetes HCl 2 N, seluruh campuran dipanaskan selama 5–10 menit. Setelah disaring panas–panas dan filtrat dibiarkan dingin, kepada filtrat ditambahkan amil alkohol, lalu dikocok kuat–kuat, reaksi positif dengan terbentuknya warna merah pada lapisan amil alkohol (MMI V, 1989) Kertas saring ditetesi senyawa yang ditetesi senyawa yang dicurigai kemudian dilewatkan pada uap amonia (dari kuning menjadi kuning intensif).

10

11 Pertanyaan 1.(Kasbullah ) a. Bagaimana cara kerja KLT untuk memisahkan senyawa polimetoksi b. Karakteristik senyawa polimetoksi dan bagaimana mendeteksi polimetoksi pada sinar UV 2. (Ainun Muthoharoh ) Yang membuat rasa sambiloto pahit 3. (Daniar ) Cara membedakan fase diam silika gel GF nm 4. (Vidia ) kenapa bahan yang digunakan untuk ekstraksi 500 g

12 JAWABAN 1.a. Flavonoid itu non polar Flavonoid umumnya pada tanaman dalam bentuk glikosida, maka pertama kali dilakukan menyari glikosida dengan pelarut polar (ex: air panas). Glikosida tersebut dilakukan KLT dengan fase gerak BAW (non polar) maka bercak flavonoid aglikon polimetoksi akan berada di atas. b. Untuk mendeteksi apakah itu benar sywa aglikon polimetoksi maka saat dielusi ditotolkan juga standar aglikon (ex: simensetin). Jika spot bercak dari ada yang sama dengan standar(Rf sama) maka dicurigai senyawa sampel sambiloto tersebut memiliki senyawa simensetin, begitupun juga di curigai ada senyawa lain maka digunakan standar senyawa lain. Sampel sambiloto ini terdeteksi oleh sinar UV.

13 2. Sifat-sifat kimia yang dimiliki tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Ness ) antara lain rasa pahit, dingin. Daun Andrographis paniculata mengandung saponin, flavonoid, dan tannin juga mengandung zat pahit andrografolida yang merupakan golongan diterpenoid (Brooke et al., 2003). Fase diam yang digunakan dalam penelitian yaitu silika gel GF karena fase diamnya terdiri dari lempeng gypsum yang dilekatkan selulosa dengan besar pori 60, dan bisa berfluoresensi pada sinar UV denagn panjang gelombang 254 nm. Silika gel GF digunakan untuk senyawa yang tidak berpendar (berfluoresensi) sehingga senyawa yang digunakan bisa berfluoresensi pada plate KLT. Sedangkan silika gel G 254 yaitu fase diam yang terdiri dari gypsum yang dilekatkan selulosa dan dibaca pada sinar UV 254 nm. Silika gel G 254 digunakan untuk senyawa yang berpendar (berfluoresensi), sehingga tidak menimbulkan pemadaman jika digunakan fase diam yang tidak berfluoresensi

14 4. Bahan yang digunakan 500 g didapatkan dari jurnal penelitian Rakesh, at al.,pada tahun 1994 menggunakan bahan simplisia sambiloto yang di ekstraksi menggunakan metode dekogta.


Download ppt "Tugas Fitokimia Kelompok 12 Sambiloto ( Andrographis paniculata )"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google