Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag Dr. Hpertemuan 4-9 (global) Hamami, MA. pp Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag Dr. Hpertemuan 4-9 (global) Hamami, MA. pp Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU."— Transcript presentasi:

1 1 Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag Dr. Hpertemuan 4-9 (global) Hamami, MA. pp Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU Sumber: Bahan-bahan Presentasi Depdikdas

2 2 SIAPA GURU? Guru adalah pendidik profesional dg tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pd pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Psl 1 UU No 14/2005)

3 3 Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian

4 4 STANDAR PROFESIONAL GURU PROFESI : Suatu pekerjaan yang menuntut keakhlian, keterampilan, tanggung jawab, komitmen, dan kesetiaan. PROFESI : Suatu pekerjaan yang menuntut keakhlian, keterampilan, tanggung jawab, komitmen, dan kesetiaan. POFSIONAL : Suatu kinerja yang dituntut sesuai standar yang telah ditetapkan (seperti: dokter, lawyer, notaris, guru …?) POFSIONAL : Suatu kinerja yang dituntut sesuai standar yang telah ditetapkan (seperti: dokter, lawyer, notaris, guru …?) PEROFESIONALISME: Derajat kinerja seseorang dalam melakukan profesinya sesuai standar dan etika. PEROFESIONALISME: Derajat kinerja seseorang dalam melakukan profesinya sesuai standar dan etika. PROFESIONALISASI: Proses memfasilitasi seseorang menjadi profesional melalui berbagai latar aktivitas. PROFESIONALISASI: Proses memfasilitasi seseorang menjadi profesional melalui berbagai latar aktivitas.

5 5 Guru harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. PP no. 19 th. 2005: Standar Nasional Pendidikan bab VI, STANDAR GURU

6 6 Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. PP no. 19 th. 2005: Standar Nasional Pendidikan bab VI,

7 7 Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: a. Kompetensi pedagogik; b. Kompetensi personal/kepribadian; c. Kompetensi profesional; dan d. Kompetensi sosial. PP no. 19 th. 2005: Standar Nasional Pendidikan bab VI,

8 8 Meliputi sub kompetensi : 1. memahami peserta didik 2. merancang pembelajaran 3. melaksanakan pembelajaran 4. mengevaluasi hasil belajar 5. mengembangkan peserta didik Pedagogik

9 9 1.mantap. 2.stabil. 3.dewasa. 4.arif dan bijaksana. 5.berwibawa. 6.berakhlak mulia. 7.menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat. 8.mengevaluasi kinerja sendiri, dan 9.mengembangkan diri secara berkelanjutan. Personal/ Kepribadian

10 10 1.berkomunikasi lisan dan tulisan. 2.menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional. 3.bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik. dan 4.bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. Sosial

11 11 1.konsep, struktur, dan metoda keilmuan/ teknologi/seni yang menaungi/ koheren dengan materi ajar. 2.materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah. 3.hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. 4.penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. 5.kompetisi secara profesional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. Profesional

12 12 Konsep Kepribadian? Kepribadian terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan atau tradisi-tradisi yang merupakan akumulasi dari pengamalan atau pelaksanaan terhadap sesuatu yg tentunya telah dipahami.

13 13 Kepribadian Guru? Kepribadian guru merupakan akumulasi dr kebiasaan-kebiasaan guru. Kepribadian guru merupakan akumulasi dr kebiasaan-kebiasaan guru. Kebiasaan-kebiasaan guru merupakan akumulasi dari pengamalan atau perbuatan guru sehari-hari Kebiasaan-kebiasaan guru merupakan akumulasi dari pengamalan atau perbuatan guru sehari-hari Perbuatan guru didasarkan pada pemahaman terhadap aturan-aturan guru profesional Perbuatan guru didasarkan pada pemahaman terhadap aturan-aturan guru profesional

14 14 GURU PROFESIONAL YANG MENGHIDUPKAN? Guru yang dapat: 1. Memberikan pencerahan pd peserta didik 2. Berpikir scr kritis dan kreatif 3. Memiliki jiwa enterpreneur 4. Memberikan alternatif solusi terhadap problem-problem yg dihadapi peserta didik

15 15 KOMPE- TENSI BAGUS PENGHA- SILAN BAGUS KINERJA BAGUS KBM BAGUS PENDIDIKAN BERMUTU PENINGKATAN MUTU GURU SBG UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

16 16 GURU SBG PROFESIONAL HARUS BER- DIDIKAN S1/D4 HARUS BER- KOMPETENSI SBG AGEN PEM- BELAJARAN LULUS UJI KOMPETENSI (SERTIFIKASI) MEMILIKI SERTIFIKAT PENDIDIK MEMPEROLEH TUNJANGAN PROFESI SERTIFIKASI SBG BAGIAN PENINGKATAN MUTU GURU DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAANNYA

17 17 APA SAJA KOMPETENSI PENDIDIK? Kepribadian Pedagogis Profesional Sosial Mantap & Stabil, Dewasa, Arief, Berwibawa, Akhlak Mulia (1) Norma hukum & sosial, rasa bangga,Konsisten dgn norma; (2) mandiri & etos kerja; (3) berpengaruh positif & disegani; (4) norma religius & diteladani; (4) jujur; Pemahaman peserta didik, peran- cangan, pelaksanaa, & evaluasi Pembelajaran, pengemb.PD (1) Aspek potensi peserta didik (2) teori belajar & pembelajaran, strategi, kompetensi & isi, dan meran- cang pembelj;(3) menata latar & melaksanakan; (4) asesmen proses dan hasil; dan (5) pengemb akademik & nonakademik Menguasai keilmuan bidang studi; dan langkah kajian kritis pendalam- an isi bidang studi (1) Paham materi, struktur, konsep, metode Keilmuan yang menaungi, menerapkan dlm kehidupan sehari-hari; dan (2) metode pengembangan ilmu, telaah kritis, kreatif dan inovatif terhadap bidang studi Komunikasi & bergaul dgn peserta didik, kolega, dan masyarakat Menarik, empati, kolaboratif, suka menolong, menjadi panutan, komunikatif, kooperatif

18 18 KERANGKA PEMBELAJARAN Proses Belajar Mengajar Standar Kompetensi Lulusan Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kedalaman Materi kognitif motorik afektif Spiritual Measurement, Assessment and Evaluation Tujuan, Metode dan Strategi

19 19 SIKLUS PERBAIKAN MUTU PENDIDIKAN Rencana PBM Penilaian Pengolahan Pencatatan Umpan balik MUTU assessment

20 20 MUTU HASIL BELAJAR ISI PROSES KOMPETENSI LULUSAN PENDIDIK & TENAGA KPDDK SARANA & PRASARANA PENGELOLAAN PEMBIAYAAN PENILAIAN STANDAR SYARAT KEHARUSAN SYARAT KECUKUPAN PENILAIAN OLEH PENDIDIK PENILAIAN OLEH SATUAN PENDIDI PENILAIAN OLEH PEMERINTAH EVALUASI KINERJA Model Peningkatan Mutu Pendidikan Quality Assurance (QA), Quality Control (QC), and Quality Improvement (QI) QA QC QI

21 21 WASPADA, MUSUH GURU GURU c. Virus erosi idealisme d. Virus malas b. Virus kurang PD e. Virus rutinitas a. Virus etos kerja buruk f. Virus enggan berubah h. Virus kepentingan pribadi g. Virus rendah komitmen

22 22 TIPE KINERJA GURU Stoltz dalam Sumardi (2007): 1.Guru Pendaki (Climber) 2.Guru Biasa (Camper) 3.Guru Pecundang (Quitter)

23 23 TIPE GURU PENDAKI 1.Guru Pendaki = Guru Unggul = Guru Profesional 2.Ciri-ciri: Komitmen dan dedikasi tinggi Berani berkembang Kreatif, inovatif, dan produktif berorientasi sukses dan mutu cerdas memotivasi diri: sukses undang sukses baru. Mau berkorban untuk kemajuan

24 24 TIPE GURU BIASA 1.Guru Biasa = Guru pada umumnya? = Guru Profesional pas-pasan 2.Ciri-ciri: Cepat puas atas prestasi yang biasa-biasa saja, Mudah hanyut dalam rutinitas Idealisme rendah (biasanya praktis) Tidak ada dorongan untuk berubah Mengajar sekedar menggugurkan kewajiban Kreatifitas dan inovatif rendah

25 25 TIPE GURU PECUNDANG 1.Guru Pecundang=Guru berkomitmen dan berdedikasi rendah= Kompetensi rendah 2.Ciri-ciri: Merasa dirinya sudah hebat, sudah berhasil Bersikap keras dan galak untuk menututupi kelemahannya Bersifat sombong, dan remehkan orang lain, termasuk siswanya Mengobral nilai Tidak ada komitmen Tidak memiliki orientasi mutu dan kemajuan

26 26 KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah Bekerja keras dan cerdas untuk mencapai keberhasilan sekolah/ madrasah Memiliki motivasi sukses yang kuat dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah

27 27 KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/ madrasah Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.

28 28 DEFINISI KEWIRAUSAHAAN Kemampuan lembaga untuk mengembangkan barang atau jasa baru dan mengelola proses inovasi Kewirausahaan Korporat Menciptakan atau mengembangkan produk atau proses ide baru Penemuan Menciptakan produk yang bisa menghasilkan profit dari hasil penemuan Inovasi Adopsi penemuan oleh sejumlah lembaga sejenis Meniru/Imitasi

29 29 WIRAUSAHAWAN Wirausahawan adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup (Prawirokusumo, 1997) Wirausahawan adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup (Prawirokusumo, 1997)

30 30 KEWIRAUSAHAAN Kewirausahaan (entrepreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan ide dan usaha barunya. Kewirausahaan (entrepreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan ide dan usaha barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha (Suryana, 2001). Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha (Suryana, 2001).

31 31 KEWIRAUSAHAAN YANG BERHASIL Kunci sukses kewirausahaan dan inovasi adalah bergerak dari penemuan ide ke nilai tambah yang efektif dan penerimaan di masyarakat.

32 32 SUMBER DAYA SAING YANG BERKELANJUTAN Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan InovasiBiayaDiferensiasi

33 33 TINDAKAN KEWIRAUSAHAAN Menurut Timmons dan Spinelliv ada enam (6): 1. Komitmen dan determinasi. 2. Kepemimpinan. 3. Obsesi pada peluang. 4. Toleransi pada risiko, ambiguitas, dan ketidakpastian. ketidakpastian. 5. Kreativitas, keandalan, dan daya beradaptasi. 6. Motivasi untuk unggul.

34 34 HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994) Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha (Soeharto Prawiro, 1997) Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.

35 35 HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959) Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996) Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber- sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.

36 36 CIRI DAN WATAK KEWIRAUSAHAAN Ciri-CiriWatak Percaya Diri Percaya Diri Keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme Keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme Berorientasika n tugas dan hasil Berorientasika n tugas dan hasil Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada nilai lebih, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif. Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada nilai lebih, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.

37 37 CIRI DAN WATAK KEWIRAUSAHAAN Ciri-CiriWatak Pengambil Resiko. Pengambil Resiko. Memiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan. Memiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan. Kepemimpina n. Kepemimpina n. Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun. Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.

38 38 CIRI DAN WATAK KEWIRAUSAHAAN Ciri-CiriWatak Keorisinilan. Keorisinilan. Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas. Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas. Berorientasi ke masa depan. Berorientasi ke masa depan. Memiliki persepsi dan cara pandang/cara pikir yang berorientasi pada masa depan Memiliki persepsi dan cara pandang/cara pikir yang berorientasi pada masa depan Jujur dan tekun Jujur dan tekun Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja

39 39


Download ppt "1 Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag Dr. Hpertemuan 4-9 (global) Hamami, MA. pp Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google