Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMODELAN INTERAKSI DRILLING BITS PADA DRILLING SIMULATOR Musabikhin 23209327.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMODELAN INTERAKSI DRILLING BITS PADA DRILLING SIMULATOR Musabikhin 23209327."— Transcript presentasi:

1 PEMODELAN INTERAKSI DRILLING BITS PADA DRILLING SIMULATOR Musabikhin

2 Latar Belakang Proses pengeboran merupakan salah satu tahapan penting yang dilakukan pada industri minyak bumi. Dibutuhkan biaya mahal, dan waktu yang relatif lama. Dalam mempelajari proses pengeboran dibutuhkan media yang menggambarkan proses yang dapat dirancang secara sederhana.

3 Latar Belakang Drilling simulator ditawarkan sebagai alternatif media yang dapat dimanfaatkan. Drilling simulator dirancang untuk menggambarkan pemodelan lapisan tanah, pemodelan interaksi bits, dan pemodelan fluida

4 Tujuan Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengimplementasikan pemodelan matematika pada interaksi antara drill bits dengan formasi batuan pada drilling simulator

5 Batasan Masalah Simulasi dibangun untuk menggambarkan gerakan bits sesuai dengan model matematika dan karakteristik data masukan. Komponen pendukung bits terintegrasi dalam sistem bits. Simulator dirancang pada pengeboran sumur vertikal.

6 Metodologi Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada metodologi pembangunan sistem secara umum melalui proses iteratif melalui 3 tahapan. 1.Tahap analisis kebutuhan dan kajian literatur. 2.Tahap perancangan. 3.Tahap implementasi dan pengujian,

7 Syarat yang dibutuhkan dalam pemodelan Data formasi batuan yang akan digali. Tipe bits yang dibutuhkan. Kecepatan rotasi bits. Bits weight (berat perdiameter bits). Rate of tooth wear (rata-rata usia pemakaian gerigi bits). Penetration rate atau Rate of Penetration (ROP) yaitu rata-rata penetrasi bits terhadap formasi). Model matematika

8 Rujukan model interaksi drill bits Pemodelan penghancuran batuan menggunakan dua persamaan matematika yaitu persamaan Bauer untuk batuan keras. Persamaan Calder Workman untuk batuan lunak

9 Rujukan model interaksi drill bits Pemodelan penghancuran bits menggunakan persamaan

10 Implementasi dan Pengujian Model Jenis batuan W/d (kg/mm) N (rpm)ROP (m/jam) Shale ,49 Limestone ,37 Sandstone806, ,13 Shale107,158052, ,24 Limestone8031, ,56 Sandstone809, ,19

11 Jika diasumsikan kedalaman batuan masing- masing 40 m, maka waktu pengeboran sbb: Jenis batuanROP (m/jam) Waktu pengeboran (jam) Shale , Limestone , Sandstone6, , Shale52, , Limestone31, , Sandstone9, ,193.28

12 Grafik hubungan ROP dan N

13 Grafik hubungan ROP dan W

14 Grafik hubungan ROP dan Jenis Lapisan batuan

15 Kecepatan penggundulan bits relatif Pengaruh panjang gerigi bits mula-mula.

16 Kecepatan penggundulan bits relatif Pengaruh berat perdiameter bits.

17 Kecepatan penggundulan bits relatif Pengaruh rotasi bits.

18 Kesimpulan Simulator dapat memodelkan penghancuran batuan dengan model matematis persamaan Calder dan Workman pada batuan dengan UCS rendah, dan persamaan Bauer pada batuan dengan UCS tinggi. Interaksi bits terhadap batuan juga menyebabkan bits mengalami penggundulan yang dipengaruhi oleh panjang gerigi bits mula-mula, berat perdiameter bits, putaran bits.

19 Saran Pola pengujian interaksi bits dengan batuan dapat semakin mendekati kondisi riil di lapangan, jika terdapat data-data hasil pengeboran yang lebih spesifik dan rinci. Sehingga dibutuhkan data-data aktual yang hanya dapat diperoleh dari lapangan pengeboran. Aplikasi dapat dikembangkan lebih lanjut berkaitan dengan pengaturan pipa, drill colar, dan persambungannya yang terjalin dalam drill stem, dan parameter-parameter lain yang berkaitan dengan pengeboran, sehingga menghasilkan simulator yang lebih kompleks dan semakin mendekati kondisi yang sebenarnya.

20 TERIMAKASIH

21 Shale BOW 71,43 kg/mm rpm 100 rop 43,49 m/jam = m/s rpm 80 rop 34,79 m/jam = m/s

22 Syarat yang dibutuhkan dalam pemodelan Formasi batuan Lapisan Lunak; shale, UCS= 70 MPa, dan RF 135 Lapisan Sedang; limestone, UCS 125 MPa, dan RF 100 Lapisan Keras; sandstone, UCS 200 MPa, dan RF 85

23 Faktor penetrasi batuan [3] Deskripsi batuan Nama batuanUCS ( Mpa)Rock faktor Very Hard Andesite, trachyte, taconite, hard basalt Lebih dari Hard Basalt, granite, diorite, gabbro, quartzite, hard schist 200 – Moderat Schist, hard limestone, marble, dolomite, rhyolite, conglomerate, sandstone 100 – SoftShale, limestone, soft schist50 – Very SoftPotash, soft shaleKurang dari 50200

24 Tingkat nilai UCS beberapa batuan [3]. Nama batuanNilai UCS (MPa)Nilai UCS (psi) Diorite 170 – – Gabbro 260 – – Granite 200 – – Andesite 300 – – Basalt 250 – – Rhyolite 120 – – Trachyte 330 – – Dolomite 150 – – Limestone 120 – – Conglomerate 140 – – Sandstone 160 – – Shale 60 – – Gneiss 140 – – Marble 100 – – Quartzite 160 – – Schist 60 – – State 150 – – Taconite 300 – – 87000

25 Rekomendasi BOW dan RPM [3]

26 Syarat yang dibutuhkan dalam pemodelan Tipe bits yang dibutuhkan. – Jenis roller cutter bits, – Tipe 4-1-2, 5-1-2, dan

27 Syarat yang dibutuhkan dalam pemodelan Kecepatan rotasi bits – Diatur dari 0 sampai 150 rpm

28 Syarat yang dibutuhkan dalam pemodelan Berat perdiameter bits atau Bits on Weight (BOW) – Merupakan berat beban yang terintegrasi dari seluruh komponen gaya pada bits – Disesuaikan dengan jenis batuan dan tipe bits – Besarnya : 4x10 3 lb/in dan 6x10 3 lb/in setara dengan 71,43 kg/mm dan 107,15 kg/mm.

29 Syarat yang dibutuhkan dalam pemodelan Rate of penetration (ROP) – Merupakan variabel respon sesuai model matematik yang digunakan – Dari ROP, didapatkan data kedalaman pengeboran selama kurun waktu tertentu

30 Syarat yang dibutuhkan dalam pemodelan Rata-rata usia pemakaian gerigi bits – Didapatkan sebagai akibat penggundulan bits – Menggunakan data estimasi umur bits saat dilakukan evaluasi

31 Evaluasi bits Bits yang telah digunakan dapat diseleksi dan dievaluasi dengan tiga kategori [1]. Tingkat tooth wear (pemakaian gerigi) Tingkat bearing wear (pemakaian bearing) Tingkat gauge wear (pemakaian gauge)

32

33 Rujukan model interaksi drill bits Pemodelan penghancuran bits menggunakan persamaan

34 Rujukan model interaksi drill bits

35 Tipe drilling bits: 1.Roller-cone bits [4] atau rolling cutter bits [1] 2.Fixed-cutter bits [4] atau drag bits [1]. Kajian Pustaka

36 Klasifikasi drilling bits sesuai IADC [8] Kajian Pustaka

37 ROP pada putaran 81 rpm

38 ROP pada putaran 101 rpm

39 Kedudukan model dalam sistem [11] Kajian Pustaka Sistem Eksperimen dengan Sistem Nyata Eksperimen dengan Model Sistem Model FisikaModel Matematika Solusi AnalitikSimulasi

40 Bio data Nama : Musabikhin NIM: Temp/tgl lahir: Brebes, Alamat : Jl. Raya Labuan Km 6 Babakanlor – Cikedal Pandeglang HP:


Download ppt "PEMODELAN INTERAKSI DRILLING BITS PADA DRILLING SIMULATOR Musabikhin 23209327."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google