Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Perdagangan dan Investasi dalam bisnis internasional Idham Cholid.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Perdagangan dan Investasi dalam bisnis internasional Idham Cholid."— Transcript presentasi:

1 Perdagangan dan Investasi dalam bisnis internasional Idham Cholid

2 DAMPAK BISNIS INTERNASIONAL Dalam menganalisa Bisnis Internasional maka perlu di perhatikan 2 dampak utama yaitu: Dampak Positif Dampak Negatif

3 Dampak Positif Mempererat persahabatan antarbangsa Menambah kemakmuran negara 1) Mempererat persahabatan antarbangsa Perdagangan antarnegara membuat tiap negara mempunyai rasa saling membutuhkan dan rasa perlunya persahabatan. Oleh karena itu, perdagangan internasional dapat mempererat persahabatan negara-negara yang bersangkutan. 2) Menambah kemakmuran negara Perdagangan internasional dapat menaikkan pendapatan negara masing-masing. Ini terjadi karena negara yang kelebihan suatu barang dapat menjualnya ke negara lain, dan negara yang kekurangan barang dapat membelinya dari negara yang kelebihan. Dengan meningkatnya pendapatan negara dapat menambah kemakmuran negara.

4 Menambah kesempatan kerja 3) Menambah kesempatan kerja Dengan adanya perdagangan antarnegara, negara pengekspor dapat menambah jumlah produksi untuk konsumsi luar negeri. Naiknya tingkat produksi ini akan memperluas kesempatan kerja. Negara pengimpor juga mendapat manfaat, yaitu tidak perlu memproduksi barang yang dibutuhkan sehingga sumber daya yang dimiliki dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih menguntungkan. 4) Mendorong kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 4) Mendorong kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perdagangan internasional mendorong para produsen untuk meningkatkan mutu hasil produksinya. Oleh karena itu, persaingan perdagangan internasional mendorong negara pengekspor untuk meningkatkan ilmu dan teknologinya agar produknya mempunyai keunggulan dalam bersaing.

5 Sumber pemasukan kas negara 5) Sumber pemasukan kas negara Perdagangan internasional dapat meningkatkan sumber devisa negara. Bahkan, banyak negara yang mengandalkan sumber pendapatan dari pajak impor dan ekspor. 6) Menciptakan efisiensi dan spesialisasi 6) Menciptakan efisiensi dan spesialisasi Perdagangan internasional menciptakan spesialisasi produk. Negara-negara yang melakukan perdagangan internasional tidak perlu memproduksi semua barang yang dibutuhkan. Akan tetapi hanya memproduksi barang dan jasa yang diproduksi secara efisien dibandingkan dengan negara lain. 7) Memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu negara 7) Memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu negara Dengan perdagangan internasional, warga negaranya dapat menikmati barang-barang dengan kualitas tinggi yang tidak diproduksi di dalam negeri.

6 Dampak Negatif Perdagangan Internasional 1) Adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain. 3) Banyak industri kecil yang kurang mampu bersaing menjadi gulung tikar. 4) Adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju. 5) Terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi. Ini terjadi karena masyarakat menjadi konsumtif. 7) Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran. 1) Adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain. 2) Adanya persaingan yang tidak sehat dalam perdagangan internasional. 3) Banyak industri kecil yang kurang mampu bersaing menjadi gulung tikar. 4) Adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju. 5) Terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi. Ini terjadi karena masyarakat menjadi konsumtif. 6) Timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju. 7) Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran. Suatu negara harus mencatat nilai aktivitas ekonominya yang dilakukan dengan negara lain. Catatan tersebut dinamakan neraca. Jika catatan tersebut hanya untuk bidang perdagangan, maka neracanya merupakan neraca perdagangan. Akan tetapi, kalau neracanya mencakup semua aliran keuangan maka neracanya merupakan neraca pembayaran.

7 TAHUN 2006 S.D NEGARA TUJUAN EKSPOR HASIL INDUSTRI NILAI US$ JUTA NO.URAIAN PERAN (%) Januari - September Perub (%) AMERIKA SERIKAT 9.753, , , , ,812, , ,325,36 2JEPANG 8.202, , , , ,110, , ,629,67 3SINGAPURA 7.540, , , , ,09, , ,627,52 4REP RAKYAT CINA 4.843, , , , ,88, , ,653,09 5INDIA 1.910, , , , ,16, , ,330,38 6MALAYSIA 3.174, , , , ,26, , ,333,06 7BELANDA 2.260, , , , ,73, , ,862,16 8THAILAND 1.758, , , , ,23, , ,744,46 9KOREA SELATAN 1.994, , , , ,63, , ,029,47 10JERMAN 1.788, , , , ,92, , ,622,48 11AUSTRALIA 1.547, , , , ,82, , ,329,87 12PILIPINA 965, , , , ,32, , ,520,22 13HONGKONG 1.285, , , , ,91, , ,514,71 14VIETNAM 971, , , , ,81, , ,230,37 15ITALIA 868, , , , ,11, , ,247,48 16INGGRIS 1.280, , , , ,41, , ,50,94 17UNI EMIRAT ARAB 1.002, , , , ,71, , ,920,16 18BRASILIA 534,5 701,2 919,3 779, ,91,46 984, ,230,09 19TAIWAN 1.297, , ,6 997, ,11,45 995, ,832,79 20SAUDI ARABIA 666,3 936, ,2 950, ,91,18 846, ,724,82 21SPANYOL 599,9 658,7 893,4 769, ,51,16 785, ,065,20 22BELGIA 1.023, , ,8 946, ,21,13 841,6 942,411,98 23PERANCIS 686,7 778,9 904,4 828, ,11,10 816,4 962,417,89 24TURKI 721, ,8 868,0 674, ,51,05 733, ,641,57 25BANGLA DESH 419,8 619,1 819,7 767,1 967,50,99 703,2 982,139,67 26MESIR 448,2 572,8 756,0 669,7 820,60,84 597,3 960,760,82 27KANADA 520,6 522,1 599,2 483,7 701,10,72 507,6 701,438,17 28AFRIKA SELATAN 370,6 539,6 597,2 471,8 669,90,68 488,7 951,194,61 29IRAN 308,9 468,8 691,9 500,7 622,40,64 352,0 607,572,56 30FEDERASI RUSIA 257,6 313,7 296,2 248,2 543,20,55 350,2 598,971,00 31Negara Lainnya 5.988, , , , ,88, , ,033,58 TOTAL INDUSTRI PENGOLAHAN NON MIGAS , , , , ,1100, , ,633,35

8 PERKEMBANGAN TOTAL IMPOR DAN 12 BESAR IMPOR INDUSTRI TAHUN 2006 S.D Nilai US$ Juta NO URAIAN Peran (%) Jan - Sept Perub (%) TOTAL IMPOR INDONESIA , , , , ,3100, , ,733,52 I. MIGAS , , , , ,720, , ,056,01 Hasil Minyak , , , , ,213, , ,462,65 Minyak Mentah 7.852, , , , ,26, , ,337,47 Gas 30,0 89,2 260,6 489,1 863,20,64 539, ,395,66 II. NON MIGAS , , , , ,679, , ,727,91 Industri , , , , ,474, , ,425,58 Pertanian 2.919, , , , ,94, , ,164,79 Tambang 555,7 554, ,7 687,8 934,60,69 600,5 853,442,11 Lainnya 3,3 10,3 10,1 10,2 12,70,01 9,7 7,7-20,30 12 BESAR IMPOR INDUSTRI NON MIGAS , , , , ,692, , ,525,41 1 Besi Baja, Mesin-mesin dan Otomotif , , , , ,642, , ,819,73 2 Elektronika 2.488, , , , ,214, , ,114,40 3 Kimia Dasar 6.315, , , , ,511, , ,038,52 4 T e k s t i l 1.085, , , , ,24, , ,342,41 5 Makanan dan Minuman 2.178, , , , ,24, , ,259,18 6 Alat-alat Listrik 853, , , , ,83, , ,917,15 7 Pulp dan Kertas 1.392, , , , ,82, , ,621,13 8 Barang-barang Kimia lainnya 1.170, , , , ,32, , ,321,12 9 Makanan Ternak 883, , , , ,61, , ,723,90 10 Pengolahan Tembaga, Timah dll. 671,2 877, , , ,11, , ,725,15 11 Plastik 454,8 527, , , ,11, , ,130,80 12 P u p u k 624,6 761, ,6 929, ,21, , ,867,58 Industri Lainnya 3.476, , , , ,87, , ,927,48 Total Industri Non Migas38.624, , , , ,4100, , ,425,58 Peran 12 besar thd industri Non Migas (%)91,0091,3492,5792,2792,15 92,1892,06 Peran Industri N.Migas thd Non Migas (%)91,7491,5293,0693,0093,41 93,5791,86 Peran Industri N.Migas thd Total Impor (%)63,2564,5771,0574,7774,53 74,9070,44

9 Nilai dan pertumbuhan 10 Produk ekspor utama

10 Solusi Bisnis Internasional Melakukan spesialisasi terhadap beberapa mitra dagang saja Melakukan spesialisasi terhadap produk- produk yang diperdagangkan 2 cara memenangkan persaingan Bisnis Internasional

11 Alasan dilakukan Spesialisasi pada mitra dagang Iklim bisnis di negara importir lebih menguntungkan Peraturan ekspor-import tidak menjadi hambatan Tidak ada penolakan produk dari negara pengimpor Fasilitas tersedia dengan baik Mitra dagang di negara tujuan telah mengetahui proses dan prosedur lebih baik Tersedia devisa yang cukup untuk membayar ekspor Adanya kebijakan dari negara importir untuk menggunakan produk dari negara tertentu

12 Alasan dilakukan Spesialisasi pada produk Output menjadi lebih efisien (cost function approach) Produk yang dihasilkan dapat memenuhi standar yang lebih baik Salah satu cara untuk dapat memenangkan persaingan produsen produk sejenis

13 Alasan Memasuki Pasar Luar Negeri

14 Penciptaan pasar baru bagi produk Dampak Ekses supply Pertumbuhan pasar yang sangat pesat Terjalinnya komunikasi lebih lancar Memperoleh laba yang lebih besar Test the market Menyerang pasar pesaing Menggunakan produk luar negeri dalam menekan biaya

15 Cara Memasuki Pasar Luar Negeri Mengekspor tidak langsung Mengekspor langsung Apa kelebihan dari dua metode tersebut??

16 Investasi Direct Investment Indirect Investment 2 Jenis Investasi dalam Bisnis Internasional

17 Pengertian Penanaman Modal Asing  Penanaman modal asing yang dilakukan untuk menjalankan perusahaan di Indonesia dan menanggung segala resiko penanaman modal tersebut secara langsung. (Pasal 1) Sedangkan Modal Asing itu sendiri adalah Alat pembayaran luar negeri yang tidak berasal dari kekayaan devisa Indonesia. Termasuk alat-alat perusahaan dan penemuan baru milik orang asing yang diimpor. (Pasal 2) Berdasarkan Peraturan Pemerintah Indonesia maka terdapat beberapa hal perlu di ketahui oleh para investor yang akan menanamkan modal (Investasi di Indonesia), antara lain:

18 Ketentuan-Ketentuan Perusahaan yang dimaksud harus berbentuk Badan Hukum Indonesia yang seluruhnya berada di Indonesia atau sebagian besar berada di Indonesia (Pasal 3) Perusahaan asing wajib menyelenggarakan atau menyediakan fasilitas pelatihan untuk tenaga kerja WNI dengan tujuan suatu saat tenaga kerja WNA dapat digantikan oleh tenaga kerja WNI (Pasal 12) Izin penanaman modal asing jangka waktu berlakunya maksimal 30 tahun (Pasal 18). Kalo ini sudah berakhir, maka perusahaan asing ybs harus melanjutkan usahanya di bidang yang lain atau mengadakan usaha gabungan dengan perusahaan nasional. (Pasal 7 UU No.6/1968)

19  Investor diberikan hak transfer yaitu hak untuk mengkonversi nilai suatu barang dengan mata uang asli dengan nilai tukar rupiah pada saat itu. Untuk akun-akun seperti : 1.Laba Bersih 2.Biaya tenaga kerja asing 3.Penyusutan aktiva tetap 4.Lain-lain (Pasal 19)  Dalam penanaman modal dapat dilakukan kerjasama antara modal asing dan dalam negeri (Pasal 23)  Perusahaan wajib menjalankan perusahaannya dengan azas-azas ekonomi yang tidak merugikan kepentingan negara (Pasal 26)  Perusahaan – perusahaan yang seluruh modalnya adalah modal asing wajib memberi kesempatan bagi modal dalam negeri untuk masuk setelah jangka waktu tertentu dan menurut imbangan yang telah ditentukan pemerintah (Pasal 27)

20 Larangan-Larangan  Investor modal asing dilarang untuk menjalankan perusahaannya pada bidang-bidang tertentu, seperti : 1.Pelabuhan 2.Produksi, Transmisi, dan distribusi listrik 3.Telekomunikasi 4.Pelajaran 5.Penerbangan 6.Air minum 7.Kereta Api Umum 8.Pembangkitan Tenaga Atom 9.Mass Media 10.Bidang Pertahanan Negara. Mis: Produksi Senjata, Peledak, dsb (Pasal 6)

21

22

23

24

25


Download ppt "Perdagangan dan Investasi dalam bisnis internasional Idham Cholid."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google