Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ERGONOMIC AND PRODUCTIVITY dr. H. M. Sulaksmono MS. MPH. SpOk.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ERGONOMIC AND PRODUCTIVITY dr. H. M. Sulaksmono MS. MPH. SpOk."— Transcript presentasi:

1 ERGONOMIC AND PRODUCTIVITY dr. H. M. Sulaksmono MS. MPH. SpOk

2 PENGERTIAN  Ergon = kerja  Nomos = aturan  Ergonomi = aturan/tatacara dalam bekerja (secara harfiah)  Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari manusia dalam hubungan dengan pekerjaan, dengan segala aspek dan ruang lingkupnya

3 Konsep dasar ergonomi  What is ergonomic ? - Berasal dari bahasa Yunani,”ergon = - Berasal dari bahasa Yunani,”ergon = kerja,”nomos = aturan kerja,”nomos = aturan -Biotechnology >>>> Scandinavia -Personal research >>>> USA -Human factors engineering >>>> Inggris  Why is ergonomic ? -Pekerjaan yg tidak ergonomis menyebabkan ketidak nyamanan, biaya tinggi,penurunan performa,efisiensi,daya kerja dan kecelakaan

4 Konsep dasar ergonomi  Where is ergonomi applied ? - Diterapkan dimana saja: di rumah, di tempat kerja, di perjalanan dll.  When is ergonomic ? - Diterapkan kapan saja selama 24 jam  Who must apply ergonomics ? - Setiap individu maupun kelompok dari usia bayi sampai dewasa  How is ergonomics applied ? - Semua disiplin ilmu

5 Tujuan Ergonomi  Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental melalui upaya pencegahan cidera dan penyakit akibat kerja, menurunkan beban kerja fisik dan mental, mengupayakan promosi dan kepuasan kerja  Meningkatkan kesejahtaran sosial melalui peningkatan kualitas kontak sosial, mengelola dan mengkoordinir kerja secara tepat guna dan meningkatkan jaminan sosial baik selama kurun waktu usia produktif maupun setelah tidak produktif  Menciptakan keseimbangan rasional antara berbagai aspek : teknis, ekonomis, antropologis, dan budaya dari setiap sistem kerja yang dilakukan, sehingga tercipta kualitas kerja dan kualitas hidup yang tinggi

6 Ergonomi sebagai applied sciences  Enginering & Physical sciences (mekanika, matematika,fisika dan kimia)  Biological sciences ( anatomi dan fisilogi)  Social & behavioral sciences (sosiologi, psikologi, antropologi

7 Konsep Keseimbangan Ergonomi 1.Work capacity : personal capacity, fisiological capacity, psicological capacity, biomechanical capacity 2.Task demand : material characteristics, task/work place characteristics, organizational characteristics, Environmental characteristics 3.Performance ditentukan oleh kapasitas kerja/kemampuan kerja dan tuntutan tugas

8 Tujuan Ergonomi Mendapatkan Hasil : 1. Derajat kesehatan tenaga kerja yang optimal 2. Derajat kesehatan lingkungan yang optimal 3. Keselamatan kerja yang optimal 4. Produktivitas yang optimal

9 Tujuan Ergonomi Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental Meningkatkan kesejahteraan sosial Meningkatkan efisiensi sistem manusia / mesin Dengan ergonomi : Memperpendek waktu produksi Memperpendek rantai produksi Menekan biaya produksi

10 Ergonomic benefits Benefits of ergonomic include : Safer jobs with fewer injuries Increased efficiency and productivity Improved quality and fewer errors Improved morale

11 KESIMPULAN Dengan ergonomi : 1. Menekan biaya 2. Memperpendek waktu 3. Mempersingkat rantai operasi

12 Pendahuluan Produktivitas  Negara Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang besar dan jumlah tenaga kerjanya juga banyak tetapi dirasakan masih menjadi masalah yang perlu segera dipecahkan karena daya dukung ekonomi terbatas, tingkat pendidikan dan produktivitas yang masih rendah.  Tantangan yang dihadapi adalah peningkatan pembinaan dan pendayagunaan tenaga kerja supaya menjadi modal dasar yang produktif dalam pembangunan

13 Definisi Produktivitas 1. Awal : produktivitas yaitu keinginan (the will) dan upaya (effort) manusia untuk selalu meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan di segala bidang 2. Menurut OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) : productivity is equal to output divided by one of its production element

14 3. Menurut ILO (International Labour Organization) : production are produced as a result of the integration of four mayor elements land, capital, labour andorganization. The ratio of these elements to production is a measure of the productivity

15 4. Menurut NPBS (National Productivity Board Singapore) : pada prinsipnya produktivitas adalah sikap mental (attitude of mind) yang mempunyai semangat untuk bekerja keras dan ingin memiliki kebiasaan untuk melakukan peningkatan perbaikan. Perwujudan sikap danmental tersebut dalam berbagai kegiatan : a. Yang berkaitan dengan diri sendiri dapat dilakukan melalui peningkatan : pengetahuan, ketrampilan, disiplin, upaya pribadi, kerukunan kerja b. Yang berkaitan dalam pekerjaan kita dapat dilakukan melalui : manajemen dan metoda kerja yang lebih baik, penghematan biaya, tepat waktu, sistem dan teknologi yang lebih baik

16 5. Menurut Dewan Produktivitas Nasional 1983 : P roduktivitas mengandung pengertian sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Secara umum pengertian produktivitas yaitu perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dg keseluruhan sumber daya yg digunakan (input). Formula produktivitas dapat dinyatakan : output atau O input I input I

17 EFISIENSI Efisiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan penggunaan masukan (input) yang direncanakan dengan penggunaan masukan yg sebenarnya terlaksana. Pengertian ini lebih berorientasi pada masukan, sedangkan masalah keluaran (output) kurang menjadi perhatian utama

18 EFEKTIVITAS Efektivitas merupakan suatu ukuran yg memberikan gambaran seberapa jauh terget dapat tercapai baik secara kualitas ataupun waktu. Jika prosentase target yg dapat tercapai itu semakin besar, maka tingkat efektivitas makin tinggi atau sebaliknya. Pengertian ini lebih berorientasi pada keluaran (output)

19 KUALITAS Kualitas adalah suatu ukuran yg menyatakan seberapa jauh telah dipenuhi berbagai persyaratan, spesifikasi dan atau harapan

20 Skematis efisiensi, efektivitas, kualitas dan produktivitas Hasil Utama Masukan Proses Produksi Hasil Sampingan Kualitas Kualitas Kualitas & Efisiensi& Efektivitas Produktivitas Produktivitas

21 Dari skema tersebut terlihat bahwa produktivitas mencakup efisiensi, efektivitas dan kualitas. Efisiensi berorientasi pada masukan dan efektivitas berorientasi pada keluaran. Jadi dapat pula dikatakan bahwa pengertiannya Produktivitas = efektivitas menghasilkan keluaran efisiensi penggunaan masukan efisiensi penggunaan masukan

22 Produktivitas adalah Ratio Output dan Input Variasi perubahan output dan input tersebut akan mempengaruhi tingkatan produktivitas sebagai berikut : 1. Bila input , output tetap : produktivitas  2. Bila input , output  : produktivitas  3. Bila input tetap, output  : produktivitas  4. Bila input , output  yg jumlah kenaikannya lebih besar daripada kenaikan input : produktivitas  5. Bila input , output  yg jumlah penurunannya lebih kecil daripada turunnya input : produktivitas 

23 Variasi perubahan output dan input serta pengaruhnya pada produktivitas digambarkan dalam angka Bentukinputoutputproduktivitasket awal /100 = 1, /80 = 1,5 Produktivitas  dari 1,2 mjd 1,5 krn input  sebesar 20 dan output tetap /90 = 2,0 Produktivitas  dari 1,2 mjd 2,0 krn input  10 dan output  sebesar /100 = 2.25 Produktivitas  dari 1,2 mjd 2,25 krn input tetap, output  sebesar 105

24 Bentukinputoutputproduktivitasket /150 = 2,5 Produktivitas  dari 1,2 mjd 2,5 krn input , output  (naiknya output > input) /75 = 1,47 Produktivitas  dari 1,2 mjd 1,47 krn input , output  (turunnya input > output)

25 Manfaat peningkatan produktivitas pada tingkat individu 1. Meningkatnya pendapatan (income) dan jaminan sosial lainnya. Hal tsb akan memperbesar kemampuan (daya) untuk membeli barang dan jasa ataupun keperluan hidup sehari-hari yg dg demikian kesejahteraannya akan lebih baik. Dari segi lain, meningkatnya pendapatan tsb dpt disimpan (saving) yg nantinya bermanfaat utk investasi

26 2. Meningkatnya harkat dan martabat serta pengakuan terhadap potensi individu 3. Meningkatkan motivasi kerja dan keinginan berprestasi. Kalau ditelaah sebetulnya terdapat korelasi antara peningkatan produktivitas dg perluasan kesempatan kerja walaupun perluasan kesempatan kerja tersebut mungkin akan terjadi pada waktu jangka panjang

27 MACAM PRODUKTIVITAS 1. Produktivitas Makro (nasional) = produk domestik bruto tenaga kerja 2. Produktivitas Sektoral =produk domestik bruto sektoral tenaga kerja pada sektor yg bersangkutan

28 3. Produktivitas Mikro (tingkat perusahaan) = nilai tambah masukan yg dipakai 4. Produktivitas Individu produktivitas= jml produk yg dihasilkan tenaga kerjajml tenaga kerja

29 Produktivitas = jml produk yg dihasilkan tenaga kerja jml jam kerja tenaga kerja produktivitas= nilai tambah tenaga kerja jml tenaga kerja produksi

30 Faktor utama menentukan produktivitas tenaga kerja  Sikap kerja  Tingkat ketrampilan  Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan perusahaan  Manajemen produktivitas  Efisiensi tenaga kerja  kewiraswastaan

31 Faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas 1. Sikap mental sikap mental produktif potensi yg dimilikikarya produktif 2. Pendidikan pendidikan formal/non formal wawasan & penghayatan arti pentingnya produktivitas tindakan produktif

32 3. Ketrampilan Kecakapan cara kerja lebih baik ketrampilan produktivitas  Pengalaman penggunaan fasilitas kerja dg baik

33 4. Manajemen manajemen semangat produktivitas  yg tepat kerja 

34 5. Hubungan Industrial Pancasila ketenangan & motivasi kerja HIP hub kerja yg serasi produktivitas  & dinamis harkat & martabat

35 6. Tingkat penghasilan tingkat penghasilan konsentrasi produk- memadai kerja  tivitas  7. Gizi dan kesehatan gizi & kesehatankuat produk- baikkerja tivitas 

36 8. Jaminan sosial jaminan sosial semangat & produktivitas  cukup senang bekerja 9. Lingkungan dan iklim kerja lingkungan & betah bekerja produktivitas  Iklim kerja & tanggung yg baik jawab

37 10. Sarana produksi sarana produksi pemborosan produktivitas  baik dpt ditekan 11. Teknologi tepat waktu Teknologi mutu lebih baik produk- produksi > tivitas  pemborosan kecil

38 12. Kesempatan berprestasi  jiwa, devosi, kesempatan dedikasi,peman- produk- berprestasi faatan, potensi tivitas 

39 Produktivitas PTK PK PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA [PTK] : SECARA SEDERHANA PROD. T.K. LEBIH DIFOKUSKAN KEPADA PERANAN MANUSIA DALAM TINGGI RENDAHNYA PRODUKSI INDIKATOR : PERBANDINGAN (RATIO) DIANTARA HASIL KERJA THD PENYEMBADAAN KERJA YG DIKENDALIKAN SECARA TEPAT PRODUKTIVITAS KERJA [PK] : LEBIH MELHAT HASIL KERJA TANPA TERLALU MEMPERHATIKAN VARIABEL-VARIABEL PENYEMBADAAN KERJA & YG PENTING ADALAH HASIL SEBESAR-BESARNYA DARI PEKERJAAN TSB INDIKATOR : JUMLAH HASIL KERJA DLM ARTI KWANTITAS UNIT PRODUKSI YG DIHASILKAN

40 Produktivitas PRODUKTIVITAS INDIVIDU : PERBANDINGAN KELUARAN YG DIBERIKAN (OUTPUT) DENGAN SETIAP SUMBER YG DIGUNAKAN (INPUT) OLEH SETIAP INDIVIDU YG MELAKUKAN SUATU KEGIATAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS : KENAIKAN NILAI PRODUKTIVITAS YG DISEBABKAN DARI PENGARUH PENGGUNAAN MODIFIKASI SUATU CARA KERJA PENGUKURAN PRODUKTIVITAS : TEKNIK UNTUK MENGHITUNG PRODUKTIVITAS BERDASAR “ WAKTU STANDART “ DENGAN MEMPERHITUNGKAN FAKTOR-FAKTOR PENYESUAIAN DAN FAKTOR-FAKTOR KELONGGARAN SELAMA ME LAKUKAN AKTIVITAS PRODUKSI

41 Produktivitas FAKTOR PENYESUAIAN : KOEFISIEN UTK MENYESUAIKAN WAKTU RATA-RATA TERHADAP WAKTU NORMAL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR KETRAMPILAN, USAHA, KONDISI DAN KONSISTEN FAKTOR KELONGGARAN : KOEFISIEN UTK MENYESUAIKAN WAKTU NORMAL TERHADAP WAKTU STANDART DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS WAKTU STANDART : WAKTU YG DIBUTUHKAN UTK MENYELESAIKAN TUGAS SATU SIKLUS BAGI OPERATOR STANDART PRODUKTIVITAS STANDART : PRODUKTIVITAS OPERATOR STANDART YG DIJADIKAN PEDOMAN UTK MENILAI KONDISI / STATUS PRODUKTIVITAS INDIVIDU DIPEROLEH DENGAN RUMUS : I / WAKTU STANDART

42

43 Produktivitas PRODUKTIVITAS STANDART : PRODUKTIVITAS OPERATOR STANDART YG DIJADIKAN PEDOMAN UTK MENILAI KONDISI / STATUS PRODUKTIVITAS INDIVIDU DIPEROLEH DENGAN RUMUS : I / WAKTU STANDART INDEKS PRODUKTIVITAS : PERBANDINGAN / RASIO ANTARA PRODUKTIVITAS SESEORANG (INDIVIDU) TERHADAP PRODUKTIVITAS STANDART, YG MENGHASILKAN ANGKA > 1, < 1 ATAU = 1 PENDEKATAN ERGONOMI, HIPERKES DAN KESELAMATAN KERJA AKAN DIPEROLEH :  PEKERJA YG BERADA DLM DERAJAT KESEHATAN YG SETINGGI- TINGGINYA  PEKERJA YG BERADA DLM KONDISI AMAN DAN SELAMAT DI DALAM PEKERJAANNYA

44 Produktivitas PRODUKTIVITAS INDIVIDU : PERBANDINGAN KELUARAN YG DIBERIKAN [OUTPUT] DENGAN SETIAP SUMBER YG DIGUNAKAN [INPUT] OLEH SETIAP INDIVIDU YG MELAKUKAN SUATU KEGIATAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS : KENAIKAN NILAI PRODUKTIVITAS YG DISEBABKAN DARI PENGARUH PENGGUNAAN MODIFIKASI SUATU CARA KERJA PENGUKURAN PRODUKTIVITAS : TEKNIK UTK MENGHITUNG PRODUKTIVITAS BERDASAR “ WAKTU STANDART “ DGN MEMPERHITUNGKAN FAKTOR-FAKTOR PENYESUAIAN DAN FAKTOR-FAKTOR KELONGGARAN SELAMA MELAKUKAN AKTIFITAS PRODUKSI FAKTOR PENYESUAIAN : KOEFISIEN UTK MENYESUAIKAN WAKTU RATA-RATA TERHADAP WAKTU NORMAL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR KETRAMPILAN, USAHA, KONDISI DAN KONSISTENSI

45 Produktivitas PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA [PTK] DAPAT DINYATAKAN SEBAGAI BERIKUT : PTK = V (UNIT KERJA) T. PROD. (JAM KERJA) INDEKS PRODUKTIVITAS [IP] DAPAT DINYATAKAN SEBAGAI BERIKUT : IP = PTKDIMANA, PS PS = PRODUKTIVITAS STANDART

46 PRODUKTIVITAS STANDART, MERUPAKAN WAKTU STANDART UNTUK MENGHASILKAN SATU UNIT OUTPUT DINYATAKAN DALAM RUMUS :PRODUK PS=1 WB (JAM KERJA / UNIT PRODUK DIMANA, WB = WAKTU STANDART ATAU WAKTU BAKU

47 WAKTU PRODUKTIF (T. PROD) DIDEFINISIKAN SEBAGAI : T PROD = T TOTAL - KEL.PRIB DIMANA : T. TOTAL =JUMLAH JAM KERJA SESEORANG TENAGA KERJA DARI MULAI AWAL SAMPAI AKHIR PENGAMATAN KEL.PRIB =KELONGGARAN PRIBADI YG DIBUTUHKAN OLEH SESEORANG TENAGA KERJA SELAMA JAM KERJANYA. KEGIATAN YG TERMASUK KELONG- GARAN PRIBADI MISALNYA : PERGI KE WC, MENGELIAT, BATUK, MENGGARUK DLL. KELONGGARAN PRIBADI YG DINYATAKAN DLM PRESENTASI TERHADAP T TOTAL

48 PENGUKURAN WAKTU STANDART DAN PRODUKTIVITAS 1.MENENTUKAN PEKERJAAN / OBYEK PENGAMATAN 2.MENGURAIKAN PEKERJAAN 3.PENGAMATAN PENDAHULUAN 4.DICATAT HASIL PENGUKURAN 5.MENGHITUNG HASIL PENGUKURAN 6.PENGAMATAN TAMBAHAN 7.PERHITUNGAN WAKTU RATA-RATA 8.PERHITUNGAN FAKTOR PENYESUAIAN (RATING FACTOR) 9.PERHITUNGAN FAKTOR KELONGGARAN (ALLOWANCE FACTOR) 10.PERHITUNGAN PRODUKTIVITAS STANDART

49 WAKTU BAKU WAKTU PENGAMATAN WAKTU RATA-RATA + % RATING (RATING FACTOR) WAKTU NORMAL + % KELONGGARAN (FAKTOR KELONGGARAN) WAKTU BASIS + % KEBIJAKAN – KONDISI TERTENTU (FAKTOR KEBIJAKAN) WAKTU BAKU KETRAMPILAN USAHA KONDISI KONSISTENSI KELONGGARAN PRIBADI KELONGGARAN YG DPT DIHINDARKAN

50 PERHITUNGAN WAKTU BAKU DENGAN MEMPERHATIKAN FAKTOR KELONGGARAN : Wb = Wn + AF. Wn AF = FAKTOR KELONGGARAN YG DIIJINKAN UNTUK MELEPAS LELAH (FATIQUE) ; KEPERLUAN PRIBADI, DLL

51 ADA 2 CARA PERHITUNGAN FAKTOR PENYESUAIAN : 1.CARA WESTINGHOUSE DIKETAHUI : WS RATA-RATA = 14 DETIK DAN WAKTU INI DICAPAI DENGAN KETRAMPILAN PEKERJA YG DINILAI FAIR (E1), USAHA GOOD (C2), KONDISI EXCELLENT (B) DAN KONSISTENSI POOR (F), MAKA TAMBAHAN TERHADAP P = 1 JAWAB : KETRAMPILAN: FAIR (E1)= - 0,05 USAHA: GOOD (C2)= + 0,02 KONDISI: EXCELLENT (B) = + 0,04 KONSISTENSI: POOR (F)= - 0,04 = - 0,03 JADI P = (1 – O,O3) ATAU P = 0,97 SHG WAKTU NORMALNYA : Wn= 14 DETIK x 0,97 = 13,53 DETIK

52 NILAI P YG BESARNYA = 0,97 BUKANLAH SEKEDAR HASIL PENJUMLAHAN NILAI DARI KELAS YANG BERSANGKUTAN TETAPI JUGA MERUPAKAN HASIL INTERAKSI DARI KELAS KEEMPAT FAKTOR TSB. ARTINYA NILAI-NILAI TSB HANYA DAPAT BERLAKU SETELAH DIJUMLAHKAN (DIINTERAKSIKAN) SATU DENGAN YANG LAINNYA. JIKA PENILAIAN HANYA DILAKUKAN THD SEBAGIAN DARI 4 FAKTOR TSB, ANGKA-ANGKA TSB TDK BERLAKU DAN TENTUNYA AKAN MEMBERIKAN HARGA P YANG TIDAK TEPAT.

53 2. CARA OBYEKTIF KECEPATAN KERJATINGKAT KESULITAN PEKERJAAN NILAI P = 1 LIHAT TABEL (KECEPATAN WAJAR PADA SAAT OPERATOR BEKERJA) P1 > 1  KECEPATAN TINGGI P1 < 1  KECEPATAN LAMBAT / RENDAH P1 x P2

54 JIKA UTK SUATU PEKERJAAN DIPERLUKAN GERAKAN LENGAN BAGIAN ATAS SIKU, PERGELANGAN TENGAH DAN JARI (C), TIDAK ADA PEDAL KAKI (F) KEDUA TANGAN BEKERJA BERGANTIAN (H), KOORDINASI MATA DGN TANGAN SANGAT DEKAT (L), ALAT YG DIPAKAI HANYA MEMERLUKAN SEDIKIT KONTROL (O) DAN BERAT BENDA YG DITANGANI 2,3 KG MAKA : JAWAB : BAG. BADAN YG DIPAKAI: C = 2 PEDAL KAKI: F = 0 CARA MENGG.KEKUATAN TANGAN : H = 0 KOORD. MATA DGN TANGAN: L = 7 PERALATAN: O = 1 BERAT: B – 5 = 13 : 23 = 23 / 100 = 0,23 SEHINGGA P2 = (1+0,23) = 1,23

55 FAKTOR PENYESUAIAN DIHITUNG DGN : P = P1 X P2 JIKA NILAI P1 DINILAI 0,9 (KEC.DINILAI LAMBAT P1 < 1 ATAU P1 < 100 % = 90 % = 90 / 100 = 0,9 ) MAKA FAKTOR PENYESUAIAN UTK KERJA OPERATOR TSB :P = 0,9 x 1,23 P = 1,11 MAKAWn = 14 DETIK x 1,11 = 15,54 DETIK ADANYA PERHITUNGAN DENGAN MEMPERHATIKAN FAKTOR PENYESUAIAN DIHARAPKAN OBYEKTIFITAS DALAM PENILAIAN HASIL KERJA (PRODUKTIVITAS) TETAP TERJAGA

56 1. DARI PENGAMATAN PENGUKURAN KERJA SECARA LANGSUNG DIPEROLEH WAKTU BAKU UTK MENYELESAIKAN KERAMIK DINDING ADALAH 1,5 MENIT PER KERAMIK. DI SAMPING ITU DARI HASIL ANALISA, EVALUASI DAN SURVEY UPAH DITENTUKAN BAHWA UPAH DASAR PER JAM ADALAH RP BILA SAUDARA SBG PEMBORONG DAN MEMPUNYAI 5 TUKANG PEMASANG KERAMIK YG PRESTASINYA SEPERTI PADA TABEL BERIKUT, MAKA BERAPAKAH GAJI YG SAUDARA BERIKAN PD MASING-MASING TUKANG. CONTOH-CONTOH SOAL TUKANGOUTPUT/JAMGAJI/JAM UNYIL30 USROK35 CUPLIS40 UCRIT50 KINOI75

57 PENYELESAIAN : WAKTU BAKU := 1,5 MENIT/KERAMIK = 0,025 JAM/KERAMIK MAKA OUTPUT STANDART (Os)= 1/Wb = 1/ 0,025 keramik/jam = 40 keramik/jam DITENTUKAN UPAH DASAR SEBESAR RP.3000/JAM UTK PENYELESAIAN OUTPUT STANDART (40 KERAMIK/JAM). JADI GAJI UTK MASING – MASING TUKANG ADALAH SBB : CONTOH-CONTOH SOAL

58 PENYELESAIAN : TUKANGGAJI/JAM UNYIL= 30x Rp 3000= Rp. 2250/jam USROK= 35xRp 3000= Rp. 2650/jam CUPLIS= 40xRp 3000= Rp. 3000/jam UCRIT= 50xRp 3000= Rp. 3750/jam KINOI= 75xRp 3000= Rp. 5625/jam CONTOH-CONTOH SOAL

59 DARI SUATU AKTIVITAS PENGUKURAN KERJA DENGAN METODE STOP- WATCH, DIPEROLEH DATA SBB : PERFORMANCE RATING DARI OPERATOR DINILAI 5 % DIBAWAH NORMAL DAN TOTAL WAKTU LONGGAR DIESTIMASIKAN SEBESAR 13 % BILAMANA UPAH DASAR OPERATOR DLM HAL INI DIHARGAI SEBESAR Rp /JAM MAKA : CONTOH-CONTOH SOAL ELEMEN KERJAWAKTU ELEMEN KERJA RATA-RATA (MENIT) A0,5 B0,712 C0,305 D0,207 E0,470

60 A). BERAPAKAH WAKTU STANDART YG DIPERLUKAN OPERATOR UNTUK MENYELESAIKAN SATU UNIT PRODUK ATAU SATU SIKLUS KERJA MENYELESAIKAN SATU UNIT PRODUK ATAU SATU SIKLUS KERJA DARI AKTIVITAS DI ATAS ? BERAPA PULAKAH OUTPUT STANDART YG DIHASILKAN TIAP JAM ? B). BERAPA PIECE WORK RATE (Rp/UNIT) ? UTK KEMAMPUAN BERPRO- DUKSI ? BERAPAKAH OPERATOR AKAN BISA MEMPEROLEH INSENTIF ? BERIKAN CONTOH-CONTOH BESARNYA INSENTIF YG BERHASIL MENUNJUKKAN PERFORMANCE DI ATAS STANDART CONTOH-CONTOH SOAL

61 PENYELESAIAN : A). PERFORMANCE RATING = 100 % - 5 % = 95 % ALLOWANCE = 13 % ALLOWANCE = 13 % UPAH KERJA = Rp /JAM UPAH KERJA = Rp /JAM Wn = X x 95 % = 2,194 x 95 % = 2,0843 menit Wn = X x 95 % = 2,194 x 95 % = 2,0843 menit CONTOH-CONTOH SOAL ELEMEN KERJAWAKTU ELEMEN KERJA RATA-RATA (MENIT) A0,5 B0,712 C0,305 D0,207 E0,470 JUMLAH2,194

62 PENYELESAIAN : WAKTU STANDART (WS) = Wn x 100 % 100 % - ALLOWANCE 100 % - ALLOWANCE = 2,0843 x 100 % = 2,0843 x 100 % 100 % - 13 % 100 % - 13 % = 2,0843 x 1,1494 = 2,0843 x 1,1494 = 2,3957 menit / unit = 2,3957 menit / unit = 0, jam / unit = 0, jam / unit JADI WAKTU UTK MENYELESAIKAN PRODUK INI ADALAH = 0, JAM / UNIT CONTOH-CONTOH SOAL

63 B). OUTPUT STANDART (OS) = 1 / WS = 1/ 0, = 25,045 = 25 UNIT / JAM = 25,045 = 25 UNIT / JAM C). 1 JAM  25 PRODUK 1 JAM  Rp MAKA PIECE WORK RATE = /25 PRODUK = Rp. 600/UNIT OPERATOR AKAN MENDAPATKAN INSENTIF JIKA MENGHASILKAN LEBIH DARI 25 PRODUK TIAP JAM. CONTOH-CONTOH SOAL OUTPUTINSENTIF/ UPAH DASAR PENDAPATAN PERJAM 20UPAH DASARRp UPAH DASARRp UPAH DASARRp INSENTIFRp INSENTIFRp

64 1. MOTIVASI 2. KESEMPATAN 3. TINGKAT PENDIDIKAN 4. KETRAMPILAN DAN KEAHLIAN 5. DERAJAT KESEHATAN 6. GIZI DAN KESEGARAN JASMANI 7. KARAKTERISTIK FISIK DAN FAAL 8. USIA 9. JENIS KELAMIN 10. LINGKUNGAN 11. HUBUNGAN ANTAR MANUSIA 12. KEPEMIMPINAN DAN UPAH 13. INTENSIF 14. JAMINAN SOSIAL FAKTOR-FAKTOR YG DAPAT MENENTUKAN PRODUKTIVITAS KERJA

65 TERIMA KASIH


Download ppt "ERGONOMIC AND PRODUCTIVITY dr. H. M. Sulaksmono MS. MPH. SpOk."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google