Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

HUBUNGAN KONTRAKTUAL DALAM PELAYANAN KESEHATAN. HUBUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PASIEN  Suatu perjanjian untuk berusaha; namun tenaga kesehatan tidak.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "HUBUNGAN KONTRAKTUAL DALAM PELAYANAN KESEHATAN. HUBUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PASIEN  Suatu perjanjian untuk berusaha; namun tenaga kesehatan tidak."— Transcript presentasi:

1 HUBUNGAN KONTRAKTUAL DALAM PELAYANAN KESEHATAN

2 HUBUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PASIEN  Suatu perjanjian untuk berusaha; namun tenaga kesehatan tidak menjamin akan hasilnya namun tenaga kesehatan tidak menjamin akan hasilnya  Obyek perjanjian - pelayanan kesehatan ; atau - pelayanan kesehatan ; atau - upaya penyembuhan (perjanjian terapeutik) - upaya penyembuhan (perjanjian terapeutik)

3 HUBUNGAN DOKTER - PASIEN “TRUST” STANDAR PROFESI MEDIK

4 STANDAR Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan, kemanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan, kemanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

5 Standar Standar Suatu catatan minimum dimana terdapat kelayakan isi dan akhirnya masyarakat mengakui bahwa standar sebagai model untuk ditiru Suatu catatan minimum dimana terdapat kelayakan isi dan akhirnya masyarakat mengakui bahwa standar sebagai model untuk ditiru Pernyataan tertulis tentang harapan yang spesifik Pernyataan tertulis tentang harapan yang spesifik Suatu patokan pencapaian berbasis pada tingkat Suatu patokan pencapaian berbasis pada tingkat Suatu pedoman atau model yang disusun dan disepakati bersama serta dapat diterima pada suatu tingkatan praktek untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan Suatu pedoman atau model yang disusun dan disepakati bersama serta dapat diterima pada suatu tingkatan praktek untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

6 DOKTER PASIEN transaksi terapeutik merupakan perjanjian (kontrak) Sebagaimana dimaksud dalam psl 1320 BW

7 PERIKATAN TERJADI KARENA PERJANJIAN PERIKATAN TERJADI KARENA PERJANJIAN  PERJANJIAN adalah suatu perbuatan, dimana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih  PERJANJIAN adalah suatu perbuatan, dimana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih

8 PERIKATAN (PERJANJIAN) Hubungan hukum yg menimbulkan hak dan kewajiban diantara para pihak Hubungan hukum yg menimbulkan hak dan kewajiban diantara para pihak Kewajiban yg timbul disebut prestasi Kewajiban yg timbul disebut prestasi 1. Menyerahkan suatu barang 2. Melakukan suatu perbuatan 3. Tidak melakukan suatu barang 4. 4.

9 Unsur-unsur perjanjian 1. ada kesepakatan 2. kecakapan para pihak 3. untuk prestasi tertentu 4. atas sebab hal yang halal

10 syarat subyektif : syarat subyektif : adanya kesepakatan, kecakapan para pihak ; apabila tidak terpenuhi maka perjanjian dapat dibatalkan (vernietigbaar) adanya kesepakatan, kecakapan para pihak ; apabila tidak terpenuhi maka perjanjian dapat dibatalkan (vernietigbaar) syarat obyektif : syarat obyektif : untuk prestasi tertentu, atas sebab yang halal ; apabila tidak terpenuhi bmaka perjanjian adalah batal demi hukum

11 PERJANJIAN - Perjanjian melahirkan perikatan - Bersifat terbuka, bebas menentukan materi perjanjian - Sekali perjanjian dibuat  maka perjanjian merupakan undang undang bagi kedua belah pihak Jika perjanjian disepakati  timbul hak & kewajiban kedua belah pihak  hak & kewajiban melekat dan harus dipatuhi, kecuali mereka membuat kesepakatan baru

12 AZAS UMUM PERJANJIAN 1. berlaku sebagai Undang undang bagi yang membuatnya 2. harus dilaksanakan dengan itikad baik 3. tunduk pada undang undang, kepatutan atau kebiasaan 4. tidak dapat ditarik tanpa kesepakatan para pihak

13 SYARAT YANG HARUS DIPENUHI 1. Harus ada persetujuan dari pihak yang berkontrak 2. Ada obyek yang merupakan subtansi dari kontrak  harus legal dan tidak diluar profesinya 3. Harus ada suatu sebab (causa) atau pertimbangan

14 Sahnya perjanjian perdata psl KUH Perdata 1.Adanya sepakat 2.Para pihak cakap secara hukum 3.Mengenai obyek tertentu 4.Sesuatu yang halal (tidak melanggar hukum, susila dan ketertiban)

15 HUBUNGAN DOKTER - PASIEN PASIENDOKTER MENGIKATKAN DIRI MEMBERI PELAYANAN SIFAT HUBUNGAN 1.Adanya suatu persetujuan (agreement) atas dasar saling menyetujui 2. Adanya suatu kepercayaan (fiduciary) hubungan kontrak atas dasar saling percayai

16 BENTUK HUBUNGAN KONTRAK DOKTER-PASIEN 1. KONTRAK YANG NYATA sifat jangkauan pemberian pelayanan pengobatan sudah ditawarkan secara nyata dan jelas ; baik secara tertulis maupun lisan sifat jangkauan pemberian pelayanan pengobatan sudah ditawarkan secara nyata dan jelas ; baik secara tertulis maupun lisan 2. KONTRAK YANG TERSIRAT - adanya kontrak disimpulkan dari tindakan para pihak - adanya kontrak disimpulkan dari tindakan para pihak - timbul bukan karena adnya persetujuan tetapi dianggap oleh hukum berdasarkan akal sehat dan keadilan - timbul bukan karena adnya persetujuan tetapi dianggap oleh hukum berdasarkan akal sehat dan keadilan

17 HUBUNGAN ANTARA DOKTER-PASIEN 1. Berdasarkan perjanjian /ius contractu  dokter dapat dituntut karena menurut pasien terdapat peristiwa “wanprestasi”  Tidak melakukan  Terlambat melakukan tindakan  Salah melakukan 2. Berdasarkan Undang Undang KUH Perdata pasal 1365

18 POLA HUBUNGAN HORIZONTAL Empat unsur untuk dapat dikategorikan sebagai hukum : Empat unsur untuk dapat dikategorikan sebagai hukum : 1. Adanya unsur normatif 2. Adanya unsur keteraturan (regularity) 3. Adanya unsur pengadilan (“court”) 4. Adanya unsur pelaksanaan (“enforment”)

19 HUBUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PASIEN  Suatu perjanjian untuk berusaha; namun tenaga kesehatan tidak menjamin akan hasilnya namun tenaga kesehatan tidak menjamin akan hasilnya  Obyek perjanjian - pelayanan kesehatan ; atau - pelayanan kesehatan ; atau - upaya penyembuhan (perjanjian terapeutik) - upaya penyembuhan (perjanjian terapeutik)

20 PRINSIP DASAR POLA HUBUNGAN HORIZONTAL KONTRAKTUAL Merupakan jual-beli jasa antara penjual jasa pelayanan kesehatan dengan penerima/pengguna/pembeli jasa pelayanan kesehatan Merupakan jual-beli jasa antara penjual jasa pelayanan kesehatan dengan penerima/pengguna/pembeli jasa pelayanan kesehatan Dalam perjanjian BW disebut sebagai “verbintenissinrecht” Dalam perjanjian BW disebut sebagai “verbintenissinrecht” Posisi sang pengobat dengan si sakit tidak sama karena berbeda kemampuan untuk upaya pengobatan Posisi sang pengobat dengan si sakit tidak sama karena berbeda kemampuan untuk upaya pengobatan Upaya YANKES sebagai proses terwujud dalam komunikasi timbal balik antara sang pengobat dengan si sakit Upaya YANKES sebagai proses terwujud dalam komunikasi timbal balik antara sang pengobat dengan si sakit

21 BEBERAPA KRITERIA UNTUK MENILAI & MEMBUKTIKAN ADANYA PELANGGARAN PERJANJIAN TERAPEUTIK 1. Pelayanan yang diberikan tidak cukup layak dan tidak profesional 2. Terjadi pelanggaran kewajiban 3. Pelanggaran tsb.merupakan penyebab cedera atau kerugian terhadap pasien

22 DIMULAINYA HUBUNGAN DOKTER -PASIEN Apabila pasien meminta dokter untuk mengobati dan dokter menerimanya ; dengan memulai pemeriksaan Apabila pasien meminta dokter untuk mengobati dan dokter menerimanya ; dengan memulai pemeriksaan

23 BERAKHIRNYA HUBUNGAN DOKTER-PASIEN 1. Sembuhnya pasien dari keadaan sakitnya ; pasien sudah tidak memerlukan pengobatan lagi 2. Dokter mengundurkan diri - pasien menyetujui - pasien menyetujui - pasien diberi waktu yang cukup & pemberitahuan - pasien diberi waktu yang cukup & pemberitahuan - apabila me rekomendasikan kepada dokter lain hrs atas persetujuan pasien - apabila me rekomendasikan kepada dokter lain hrs atas persetujuan pasien

24 HUBUNGAN PASIEN-DOKTER-RUMAH SAKIT o Ada hubungan antara etika dan pelaksanaan profesi kedokteran o Deklarasi lafal sumpah jabatan dokter melalui PP No. 26 thn o Adanya hubungan antara pasien dengan dokter dalam bentuk “transaksi terapeutik” o Ada keterkaitan antara etik dengan hukum o Semua tenaga yg bekerja di RS berada dalam hubungan pekerjaan o Upaya penyembuhan harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati karena merupakan suatu “inspanningverbintenis” o Obyek perikatan bukan suatu hasil o RS merupakan sarana kesehatan

25 PERJANJIAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN adalah Perjanjian berdasarkan daya upaya / usaha yang maksimal adalah Perjanjian berdasarkan daya upaya / usaha yang maksimal inspannings verbintenis bukan resultaats verbintenis

26 PERJANJIAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN PERJANJIAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN Adalah Perjanjian berdasarkan daya upaya / usaha yang maksimal (inspannings verbintenis bukan resultaats verbintenis ) Adalah Perjanjian berdasarkan daya upaya / usaha yang maksimal (inspannings verbintenis bukan resultaats verbintenis )

27 GUGATAN PERDATA DAPAT BERUPA TUNTUTAN : 1. Pemenuhan perjanjian 2. Pemenuhan perjanjian disertai ganti rugi 3. Ganti rugi saja 4. Pembatalan perjanjian 5. Pembatalan perjanjian disertai ganti rugi

28 Any questions?


Download ppt "HUBUNGAN KONTRAKTUAL DALAM PELAYANAN KESEHATAN. HUBUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PASIEN  Suatu perjanjian untuk berusaha; namun tenaga kesehatan tidak."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google