Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM PAKAR PENENTUAN MENU MAKANAN SEHAT PENDERITA PENYAKIT KOLESTEROL SESUAI GOLONGAN DARAH PASIEN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN BACKWARD CHAINING.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM PAKAR PENENTUAN MENU MAKANAN SEHAT PENDERITA PENYAKIT KOLESTEROL SESUAI GOLONGAN DARAH PASIEN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN BACKWARD CHAINING."— Transcript presentasi:

1 SISTEM PAKAR PENENTUAN MENU MAKANAN SEHAT PENDERITA PENYAKIT KOLESTEROL SESUAI GOLONGAN DARAH PASIEN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN BACKWARD CHAINING Rima Izzul Millah

2 Latar Belakang

3 Perumusan Masalah 1.Bagaimana menerapkan metode forward chaining dan backward chaining pada sistem pakar penentuan menu makanan sehat penderita penyakit kolesterol sesuai golongan darah pasien. 2.Bagaimana merancang bangun Sistem pakar penentuan menu makanan sehat penderita penyakit kolesterol sesuai golongan darah pasien menggunakan metode forward chaining dan backward chaining.

4 Batasan Masalah 1.Data yang digunakan dalam sistem pakar ini adalah data dari pasien dan parameter-parameter yang digunakan berdasarkan kondisi pasien sebenarnya. 2.Metode backward chaining digunakan dalam penentuan tingkat kadar kolesterol pasien. 3.Metode forward chaining digunakan dalam penentuan menu makanan sehat berdasarkan golongan darah pasien. 4.Sistem pakar ini akan memberikan informasi berupa menu makanan sehat yang harus dikonsumsi oleh pasien. 5.Sistem pakar ini akan memberikan informasi mengenai menu makanan yang tidak dapat dikonsumsi oleh pasien. 6.Tingkat Kolesterol yang dibahas pada sistem ini adalah: a)Kolesterol normal b)Kolesterol tinggi c)Kolesterol sangat tinggi

5 Batasan Masalah 7.Sistem hanya menghasilkan kesimpulan berupa menu makanan sehat berdasarkan golongan darah, yang terdiri atas: a)Makanan pokok sebagai sumber tenaga, seperti beras, gandum, ubi, dan lain-lain. b)Lauk pauk sebagai zat pembangun, seperti ikan, telur, ayam, daging, tempe, kacang-kacangan, dan lain-lain. c)Sayuran dan buah-buahan sebagai zat pengatur, seperti bayam, kangkung, wortel, nanas, jeruk, dan lain-lain. d)Susu, sebagai sumber zat tambahan (pelengkap). 8.Proses verifikasi yang dibahas dalam sistem ini antara lain: a)Redundant rules adalah suatu rule jika dua atau lebih mempunyai premise dan conclusion yang sama. b)Conflicting rules adalah suatu rule jika dua atau lebih mempunyai premise yang sama, tetapi mempunyai conclusion yang berlawanan. c)Subsumed rules adalah jika rule tersebut mempunyai constraint yang lebih atau kurang tetapi mempunyai conclusion yang sama.

6 Tujuan 1.Menerapkan metode forward chaining dan backward chaining pada sistem pakar penentuan menu makanan sehat penderita penyakit kolesterol sesuai golongan darah pasien. Metode-metode ini digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pada sistem pakar pada tugas akhir ini. 2.Merancang bangun sistem pakar penentuan menu makanan sehat penderita penyakit kolesterol sesuai golongan darah pasien menggunakan metode forward chaining dan backward chaining untuk menentukan menu makanan sehat pada penderita kolesterol sesuai golongan darah pasien.

7 Landasan Teori (Sistem Pakar) Sistem Pakar Menurut Kusrini (2006: 11) sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut. ciri-ciri sistem pakar (Kusrini, 2006: 14): 1.Terbatas pada bidang yang spesifik. 2.Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak lengkap atau tidak pasti. 3.Dapat mengemukakan rangkaian alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat dipahami. 4.Berdasarkan rule atau kaidah tertentu. 5.Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap. 6.Outputnya bersifat nasihat atau anjuran. 7.Output tergantung dari dialog dengan user. 8.Knowledege base dan inference engine terpisah.

8 Landasan Teori Metode Backward Chaining Metode backward chaining merupakan kebalikan dari metode forward chaining dan sering disebut penalaran mundur (Kusrini 2006: 36). Menurut Schnupp dalam Kusrini (2008: 11) metode backward chaining (runut balik) merupakan metode yang cocok digunakan dalam memecahkan masalah diagnosis. Metode Forward Chaining Menurut Irawan (2007: 35) metode forward chaining adalah suatu metode dari inference engine untuk memulai penalaran atau pelacakan suatu data dari fakta-fakta yang ada menuju suatu kesimpulan. Menurut Wilson dalam Kusrini (2008: 8) metode forward chaining (runut maju) merupakan suatu metode yang menggunakan himpunan aturan kondisi-aksi.

9 Landasan Teori Menu Makanan Sehat Dalam Redaksi Intisari (1997: 45) menu makanan sehat seringkali digambarkan sebagai piramida makanan yang berfungsi sebagai petunjuk dalam memilih menu makanan sehat. Kolesterol Kolesterol adalah lemak yang terdapat didalam aliran darah yang berfungsi sebagai pembentuk dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon (Nayaka, 2010: 1). Menurut Sabella (2010: 9) Kolesterol tidak larut dalam darah untuk mengedarkan keseluruh tubuh, kolesterol dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut lipoprotein. Lipoprotein disebut juga sebagai pembawa kolesterol di dalam darah. Golongan Darah Golongan darah berfungsi sebagai salah satu pertanda genetik, yang menjadi bagian dari identitas seseorang. Setiap golongan darah ditentukan oleh jumlah suatu zat atau yang biasa disebut antigen yang terkandung dalam sel darah merah. Golongan darah mempengaruhi sifat fisiologi tiap-tiap manusia pada level sel. Golongan darah juga berkaitan dengan proses mencerna makanan, kemampuan merespon stres, keadaan mental, efisiensi proses metabolisme, dan kekuatan dari sistem kekebalan tubuh (Pranowo, 2010: 36).

10 Perancangan Sistem Demo Program


Download ppt "SISTEM PAKAR PENENTUAN MENU MAKANAN SEHAT PENDERITA PENYAKIT KOLESTEROL SESUAI GOLONGAN DARAH PASIEN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN BACKWARD CHAINING."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google